Teo ri Humanistik
Oleh Kelompok 2
dan S ibernatik
Teori Belajar
Humanistik
Secara bahasa , istilah " humanistik " berasal dari kata human atau al - insan , yang berarti
manusia . Dalam teori belajar humanistik , proses pembelajaran harus berpusat pada
individu itu sendiri .
Definisi
Tokoh-Tokoh dalam Teori Belajar Humanistik
Arthur Combs (1912-1999)
Menurut Donald Snygg dan
Combs , pembelajaran hanya terjadi
jika materi yang dipelajari memiliki
makna bagi individu .
Teori Maslow didasarkan pada gagasan bahwa setiap orang memiliki dua hal di dalamnya:
Upaya yang optimistis untuk maju. Kemampuan untuk menentang atau menentang kemajuan tersebut.
Tokoh-Tokoh dalam Teori Belajar Humanistik
Maslow
Pendekatan humanistik Rogers lebih optimis dan percaya bahwa manusia memiliki potensi bawaan untuk berkembang dan maju. Teori ini sejalan dengan konsep humanisme secara umum, yang merupakan doktrin, sikap, dan cara hidup yang menempatkan nilai-nilai kemanusiaan sebagai pusatnya.
Tokoh-Tokoh dalam Teori Belajar Humanistik
Carl Rogers
Teori Rogers didasarkan pada dua
asumsi utama:
Kecenderungan formatif. Kecenderungan aktualisasi.
Rogers meneliti bagaimana kepribadian berkembang dan berubah. Ia mengidentifikasi tiga konsep utama dalam teorinya, yaitu Organisme, Medan Fenomena, dan Diri.
Organisme
Organisme mencakup tiga aspek utama:
Makhluk hidup. 1.
Realitas subjektif. 2.
Holisme. 3.
Struktur Kepribadian
Medan Fenomena
Medan fenomena mencakup seluruh
pengalaman individu, baik yang berasal dari dalam diri maupun dari lingkungan sekitar, serta mencakup aspek yang disadari maupun tidak disadari. Medan fenomena ini mencerminkan keseluruhan pengalaman hidup seseorang sebagaimana yang ia persepsikan secara subjektif.
Diri
Menurut Carl Rogers, konsep diri seseorang disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain :
Kesadaran Kebutuhan
Stagnasi Psikis
Pertumbuhan dan perkembangan seseorang tentu tidak terjadi secara instan , setiap individu harus melalui tahapan - tahapan dalam setiap prosesnya .
Ada tiga dinamika kepribadian menurut Carl Rogers , yaitu sebagai berikut :
Penerimaan positif atau penghargaan positif Konsistensi dan kesesuaian diri
Aktualisasi diri
Dinamika Kepribadian
Rogers percaya bahwa setiap orang harus memiliki dorongan dan kekuatan atas diri mereka sendiri dalam mengembangkan diri ke arah aktualisasi sehingga menjadi pribadi yang berfungsi penuh. Berikut adalah karakteristik kepribadian yang berfungsi penuh:
Terbuka terhadap pengalaman Kehidupan eksistensial
Keyakinan yang bersifat organisme Pengalaman akan kebebasan
Kreativitas
Perkembangan Kepribadian
Rogers menentang prinsip-prinsip psikoanalisis. Pendekatannya yang ia sebut Client Centered Therapy dimana metode ini berpusat pada diri dan masalah individu yang ia sebut sebagai klien. Dalam pendekatan ini, klien atau individu akan didorong untuk menemukan sendiri solusi dari masalah yang dihadapinya dengan keyakinan bahwa pengalaman individu yang sebenarnya hanya dapat sepenuhnya dipahami oleh individu itu sendiri.
Terapi yang diberikan
Teori ini dapat diterapkan dalam dunia pendidikan, di mana guru berperan sebagai fasilitator yang berfungsi layaknya seorang terapis dalam proses pembelajaran. Sebagai fasilitator pembelajaran, guru perlu memiliki tiga sikap utama, yaitu:
Keaslian dalam peran sebagai fasilitator.
Menghargai, menerima, dan mempercayai peserta didik.
Empati.
Implikasi dari psikologi humanistik lebih menekankan peran pendidik (guru) sebagai fasilitator dalam mendukung proses pembelajaran. Peran fasilitator ini mencakup beberapa aspek berikut:
Menciptakan suasana belajar yang kondusif.
Membantu siswa dalam merumuskan serta memperjelas tujuan belajar.
Mempercaya potensi siswa.
Implikasi Teori Belajar
Humanistik terhadapProses Pembelajaran
Menyediakan berbagai sumber belajar yang luas dan relevan.
Fleksibel dalam mengajar.
Menerima dan Merespon berbagai pendapat. Berperan aktif dalam diskusi kelas.
Berpartisipasi tanpa memaksakan pendapat. Sensitivitas terhadap emosi siswa.
Memahami keterbatasan sebagai fasilitator
Teori Belajar
Sibernatik
Istilah "sibernetik" berasal dari kata cybernetic, yang merujuk pada sistem kontrol dan komunikasi yang memungkinkan adanya umpan balik (feedback). Kata ini berasal dari bahasa Yunani yang berarti "pilot" atau
"pengendali."
Istilah "sibernetik" mencakup berbagai aspek yang
berhubungan dengan internet, kecerdasan buatan (AI), dan jaringan komputer.
Definisi
Fokus utama sibernetik adalah bagaimana siswa mengolah informasi dan cara - cara yang dapat digunakan untuk meningkatkan pemahaman mereka .
Di teori ini guru berperan sebagai sumber informasi , yang menyampaikan materi pelajaran . Sebagai tanggapan , siswa memberikan umpan balik ( feedback ), sehingga terjadi komunikasi dua arah .
Pemrosesan Informasi dalam
Teori Belajar Sibernetik
Menurut Robert Gagne , hasil belajar adalah kemampuan yang diperoleh dari pemrosesan informasi , yang meliputi :
Informasi Verbal 1 .
Keterampilan intelektual 2 .
Strategi kognitif 3 .
Sikap 4 .
Kecakapan Motorik
5 .
Berpikir Algoritmik dan Heuristik dalam Teori Belajar Sibernetik
Landa, tokoh aliran sibernetik membedakan dua jenis proses berpikir, yaitu berpikir algoritmik dan berpikir heuristik, yaitu sebagai berikut:
Berpikir algoritmik, Proses berpikir ini bersifat sistematis, terstruktur.
Berpikir heuristic, berbeda dengan berpikir algoritmik, berpikir heuristik bersifat divergen, fleksibel.
fokus pada proses berpikir efisien dan hemat waktu
Kemampuan belajar dapat dikembangkan secara lebih menyeluruh.
Seluruh kegiatan pembelajaran diarahkan secara jelas menuju tujuan yang ingin dicapai.
Kelebihan Sibernetik
memungkinkan individu belajar sesuai kecepatan sendiri.
Umpan balik yang informatif
membantu siswa memahami tingkat pencapaian siswa
Terlalu berfokus pada sistem informasi yang dipelajari dan kurang memperhatikan proses belajar itu sendiri.
Belajar dipandang sebagai pemrosesan informasi
Tidak ada satu metode yang cocok untuk semua siswa
Masalah perbedaan pendekatan Algoritmik dan Heuristik
Kuang memperhatikan motivasi dan emosi siswa
Kelemahan Sibernetik
Mari Diskusi
Kesimpulan
Presentasi kali ini membahas dua teori belajar, yaitu humanistik dan sibernetik. Teori humanistik menekankan pada potensi individu untuk berkembang dan mencapai aktualisasi diri, sementara teori sibernetik melihat belajar sebagai proses pengolahan informasi. Implikasi keduanya berbeda, di mana teori humanistik mendorong pembelajaran yang lebih personal dan bermakna dengan guru sebagai fasilitator, sedangkan teori sibernetik menekankan efektivitas dalam penyampaian informasi. Kedua teori ini saling melengkapi, dan penggabungan elemen-elemen dari keduanya dapat menciptakan lingkungan belajar yang optimal bagi siswa.