• Tidak ada hasil yang ditemukan

KELOMPOK 6, PAK DIMAS REV.1

N/A
N/A
Ahmad Andrian

Academic year: 2025

Membagikan "KELOMPOK 6, PAK DIMAS REV.1"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

Budi

STRATEGI PENGEMBANGAN PEMASARAN PRODUK HORTIKULTURA PADA PT

SUMBER ALAM JAYA PERKASA

Penulis : Sobha Nantheni dan Irwan Budiman 2024

Presented by : Kelompok 6

1.Ahmad Ardiansyah (2021021032) 2.Amelia Maghfiroh (2021021028) 3.Ni’matus Sholikah (2021021030)

4.Sholikah Nur Istianah (2021021027) 5.Aris Budi Prasetyo (2020021023)

(2)

IDENTITAS JURNAL

Penulis : Sobha Nantheni dan Irwan Budiman

Universitas Penulis : Universitas Prima Indonesia (Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi)

Penerbit : Ecobuss Volume : 12

Nomor : 1

Tahun Terbit : 2024

Jumlah Halaman : 7

(3)

METODE

PENDAHULUAN ABSTRAK

A company plan aids you in identifying the critical stages necessary to achieve your objectives.

HASIL

PEMBAHASAN

SUB BAB YANG AKAN DIBAHAS

A company plan aids you in identifying the critical stages necessary to achieve your objectives.

KESIMPULAN

(4)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alternatif strategi pemasaran produk hortikultura dalam meningkatkan daya saing pada PT Sumber Alam Jaya Perkasa. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran strategi bersaing bagi perusahaan untuk meningkatkan laba.

ABSTRAK

(5)

PT Sumber Alam Jaya Perkasa merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pemasaran produk hortikultura yang terletak di kota Medan. Semakin ketatnya persaingan dan kompetisi antar perusahaan sejenis membuat penurunan penjualan dalam perusahaan. Hal ini yang menjadi permasalahan utama dalam penelitian ini. Sehingga perusahaan harus membuat sistem manajemen pemasaran dan penjualan yang baik untuk memenuhi permintaan konsumen. Objek penelitian ini adalah pelaku kegiatan dan aktifitas pada pemasaran di PT Sumber Alam Jaya Perkasa.

PENDAHULUAN

(6)

Menurut Stanton dalam Sobha & Irwan (2024), Strategi pemasaran adalah semua kegiatan yang bertujuan untuk memperlancar arus barang dan jasa dari produsen ke konsumen secara paling efesien dengan maksud untuk menciptakan pemasaran yang efektif d|an pemasaran suatu sistem dari kegiatan bisnis yang dirancang untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan produk yang dapat memuaskan keinginan dalam mencapai tujuan perusahaan.

PENDAHULUAN

(7)

• Metode : deskriptif dengan menerapkan pendekatan kuantitatif

• Populasi : semua pelanggan yang ada di perusahaan (Dari keseluruhan populasi yang berjumlah 218 orang, maka dalam penelitian ini diambil 10% dari keseluruhan jumlah populasi, sehingga didapat jumlah sampel untuk penelitian ini berjumlah 22 orang.

• Teknik pengumpulan data : Kuisioner dan observasi

• Metode Analisis : SWOT

METODE

(8)

Identifikasi Faktor Internal KEKUATAN

1.Membuka lapangan kerja 2.Menjamin kualitas produk

3.Jaringan dan pemasaran luas

4.Menjaga harga yang bersaing

5.Menjaga kualitas produk 6.Meniliki modal besar

HASIL

KELEMAHAN

1.Mudah rusak atau busuk 2.Penyortiran masih

kurang

3.Kurangnya SOP

4.Tenaga kerja kurang berpengalaman

5.Strategi pemasaran masih kurang

(9)

Identifikasi Faktor Eksternal PELUANG

1.Daya beli meningkat

2.Sasaran target pasar luas 3.Loyalitas pelanggan

4.Varietas yang unggul

5.Manambah variasi produk

HASIL

ANCAMAN

1.Harga fluktuatif

2.Perubahan iklim dan cuaca 3.Kebijakan pemerintah

4.Produksi bawang lokal masih kecil

5.Putusnya hubungan dengan pelanggan

6.Ancaman pesaing

(10)

HASIL

Hasil perhitungan matriks IFAS diatas,dapat dilihat bahwa nilai kekuatan memiliki

nilai lebih tinggi dengan jumlah 2,17 dibandingkan total

kelemahan sebesar 1,13.

Sehingga nilai yang dijadikan dasar kebijakan adalah nilai kekuatan.

(11)

HASIL

Hasil perhitungan matriks EFAS diatas, dapat dilihat bahwa nilai peluang lebih besar dengan jumlah 2,05 dibandingkan dengan jumlah ancaman sebesar 1,04. Sehingga nilai yang dijadikan dasar kebijakan adalah nilai peluang.

(12)

PEMBAHASAN

Analisis IFAS pada tabel 1 nilai total sebesar 3,30 sehingga disimpulkan bahwa posisi internal perusahaan berada pada posisi kuat.

Analisis EFAS pada tabel 2 nilai total sebesar 3,09 yang menunjukkan bahwa posisi eksternal perusahaan berada pada posisi yang kuat.

Selanjutnya dilihat dari nilai total skor dari masing-masing faktor didapat strenght (2,17), weakness (1,13), opportunity (2,05), dan threat (1,04). Titik koordinat kartesius ditentukan dari nilai selisih total faktor skor pada matriks. Nilai koordinat X didapat dari selisih kekuatan dan kelemahan sebesar (+1,04), sedangkan nilai koordinat Y didapat dari selisih peluang dan ancaman sebesar (+1,01).

(13)

PEMBAHASAN

(14)

PEMBAHASAN

Dari gambar diagram kartesius SWOT diatas dapat dilihat bahwa perusahaan berada pada kuadran I yang merupakan suatu situasi yang sangat menguntungkan karena memiliki kekuatan dan dapat memanfaatkan peluang yang ada.

Strategi yang tepat untuk diterapkan pada perusahaan dalam kondisi ini adalah mendukung strategi pertumbuhan yang agresif.

(15)

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian, peneliti dapat menarik kesimpulan sebagai berikut :

Menurut analisis diagram kartesius SWOT, perusahaan berada di kuadran I, yang menunjukkan bahwa perusahaan berada dalam posisi yang sangat menguntungkan. Perusahaan memiliki kekuatan yang bisa dimanfaatkan untuk mengambil peluang yang ada.

Strategi yang diterapkan mendukung pertumbuhan agresif, sehingga memungkinkan perusahaan untuk terus berkembang dan mencapai kemajuan yang maksimal.

(16)

SARAN

• Sebaiknya, untuk meningkatkan daya saing, perusahaan perlu mengoptimalkan strategi bersaing berdasarkan analisis SWOT dengan memanfaatkan berbagai peluang yang ada, seperti peningkatan daya beli, loyalitas pelanggan, serta target pasar yang masih luas.

• Sebaiknya, perusahaan terus melakukan inovasi produk, menjaga kualitasnya, dan mempertahankan kepercayaan pelanggan untuk terus berkembang.

(17)

ada dipan depan kursi

kami ucapkan terimakasih

SALAM HANGAT, KELOMPOK 6

Referensi

Dokumen terkait

Pengertian marjin pemasaran menurut Saifuddin (2002:34) adalah perbedaan harga suatu barang yang diterima produsen dengan harga yang di bayar konsumen yang terdiri dari: biaya –

Dengan adanya suatu sarana pemasaran yang baik dan memadai diharapkan penyaluran barang dari produsen ke konsumen dapat tersalurkan dengan lancar, sehingga pemasaran hasil

Biaya pemasaran adalah biaya-biaya yang dikeluarkan dalam pergerakan barang dari tangan produsen sampai konsumen akhir atau setiap biaya yang dikeluarkan untuk

Definisi margin pemasaran menurut Saifuddin (2002) adalah selisih harga suatu barang yang diterima oleh produsen dengan harga yang dibayarkan oleh konsumen yang

Menurut Kotler (2009), strategi bauran pemasaran (marketing mix) yaitu aktivitas yang menciptakan nilai bagi konsumen dan merupakan suatu kombinasi dari promosi, produk,

Pengertian marjin pemasaran menurut Saifuddin (2002:34) adalah perbedaan harga suatu barang yang diterima produsen dengan harga yang di bayar konsumen yang terdiri dari: biaya –

Saluran distribusi menduduki posisi strategis dalam pemasaran karena berfungsi untuk mempertahankan arus barang atau jasa dari produsen ke konsumen, untuk mencapai sasaran

Dengan demikian, perusahaan dapat menciptakan produk atau jasa yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi konsumen di pasar tersebut, serta menciptakan strategi pemasaran yang