Budi
STRATEGI PENGEMBANGAN PEMASARAN PRODUK HORTIKULTURA PADA PT
SUMBER ALAM JAYA PERKASA
Penulis : Sobha Nantheni dan Irwan Budiman 2024
Presented by : Kelompok 6
1.Ahmad Ardiansyah (2021021032) 2.Amelia Maghfiroh (2021021028) 3.Ni’matus Sholikah (2021021030)
4.Sholikah Nur Istianah (2021021027) 5.Aris Budi Prasetyo (2020021023)
IDENTITAS JURNAL
Penulis : Sobha Nantheni dan Irwan Budiman
Universitas Penulis : Universitas Prima Indonesia (Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi)
Penerbit : Ecobuss Volume : 12
Nomor : 1
Tahun Terbit : 2024
Jumlah Halaman : 7
METODE
PENDAHULUAN ABSTRAK
A company plan aids you in identifying the critical stages necessary to achieve your objectives.
HASIL
PEMBAHASAN
SUB BAB YANG AKAN DIBAHAS
A company plan aids you in identifying the critical stages necessary to achieve your objectives.
KESIMPULAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alternatif strategi pemasaran produk hortikultura dalam meningkatkan daya saing pada PT Sumber Alam Jaya Perkasa. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran strategi bersaing bagi perusahaan untuk meningkatkan laba.
ABSTRAK
PT Sumber Alam Jaya Perkasa merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pemasaran produk hortikultura yang terletak di kota Medan. Semakin ketatnya persaingan dan kompetisi antar perusahaan sejenis membuat penurunan penjualan dalam perusahaan. Hal ini yang menjadi permasalahan utama dalam penelitian ini. Sehingga perusahaan harus membuat sistem manajemen pemasaran dan penjualan yang baik untuk memenuhi permintaan konsumen. Objek penelitian ini adalah pelaku kegiatan dan aktifitas pada pemasaran di PT Sumber Alam Jaya Perkasa.
PENDAHULUAN
Menurut Stanton dalam Sobha & Irwan (2024), Strategi pemasaran adalah semua kegiatan yang bertujuan untuk memperlancar arus barang dan jasa dari produsen ke konsumen secara paling efesien dengan maksud untuk menciptakan pemasaran yang efektif d|an pemasaran suatu sistem dari kegiatan bisnis yang dirancang untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan produk yang dapat memuaskan keinginan dalam mencapai tujuan perusahaan.
PENDAHULUAN
• Metode : deskriptif dengan menerapkan pendekatan kuantitatif
• Populasi : semua pelanggan yang ada di perusahaan (Dari keseluruhan populasi yang berjumlah 218 orang, maka dalam penelitian ini diambil 10% dari keseluruhan jumlah populasi, sehingga didapat jumlah sampel untuk penelitian ini berjumlah 22 orang.
• Teknik pengumpulan data : Kuisioner dan observasi
• Metode Analisis : SWOT
METODE
Identifikasi Faktor Internal KEKUATAN
1.Membuka lapangan kerja 2.Menjamin kualitas produk
3.Jaringan dan pemasaran luas
4.Menjaga harga yang bersaing
5.Menjaga kualitas produk 6.Meniliki modal besar
HASIL
KELEMAHAN
1.Mudah rusak atau busuk 2.Penyortiran masih
kurang
3.Kurangnya SOP
4.Tenaga kerja kurang berpengalaman
5.Strategi pemasaran masih kurang
Identifikasi Faktor Eksternal PELUANG
1.Daya beli meningkat
2.Sasaran target pasar luas 3.Loyalitas pelanggan
4.Varietas yang unggul
5.Manambah variasi produk
HASIL
ANCAMAN
1.Harga fluktuatif
2.Perubahan iklim dan cuaca 3.Kebijakan pemerintah
4.Produksi bawang lokal masih kecil
5.Putusnya hubungan dengan pelanggan
6.Ancaman pesaing
HASIL
Hasil perhitungan matriks IFAS diatas,dapat dilihat bahwa nilai kekuatan memiliki
nilai lebih tinggi dengan jumlah 2,17 dibandingkan total
kelemahan sebesar 1,13.
Sehingga nilai yang dijadikan dasar kebijakan adalah nilai kekuatan.
HASIL
Hasil perhitungan matriks EFAS diatas, dapat dilihat bahwa nilai peluang lebih besar dengan jumlah 2,05 dibandingkan dengan jumlah ancaman sebesar 1,04. Sehingga nilai yang dijadikan dasar kebijakan adalah nilai peluang.
PEMBAHASAN
• Analisis IFAS pada tabel 1 nilai total sebesar 3,30 sehingga disimpulkan bahwa posisi internal perusahaan berada pada posisi kuat.
• Analisis EFAS pada tabel 2 nilai total sebesar 3,09 yang menunjukkan bahwa posisi eksternal perusahaan berada pada posisi yang kuat.
• Selanjutnya dilihat dari nilai total skor dari masing-masing faktor didapat strenght (2,17), weakness (1,13), opportunity (2,05), dan threat (1,04). Titik koordinat kartesius ditentukan dari nilai selisih total faktor skor pada matriks. Nilai koordinat X didapat dari selisih kekuatan dan kelemahan sebesar (+1,04), sedangkan nilai koordinat Y didapat dari selisih peluang dan ancaman sebesar (+1,01).
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
Dari gambar diagram kartesius SWOT diatas dapat dilihat bahwa perusahaan berada pada kuadran I yang merupakan suatu situasi yang sangat menguntungkan karena memiliki kekuatan dan dapat memanfaatkan peluang yang ada.
Strategi yang tepat untuk diterapkan pada perusahaan dalam kondisi ini adalah mendukung strategi pertumbuhan yang agresif.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian, peneliti dapat menarik kesimpulan sebagai berikut :
Menurut analisis diagram kartesius SWOT, perusahaan berada di kuadran I, yang menunjukkan bahwa perusahaan berada dalam posisi yang sangat menguntungkan. Perusahaan memiliki kekuatan yang bisa dimanfaatkan untuk mengambil peluang yang ada.
Strategi yang diterapkan mendukung pertumbuhan agresif, sehingga memungkinkan perusahaan untuk terus berkembang dan mencapai kemajuan yang maksimal.
SARAN
• Sebaiknya, untuk meningkatkan daya saing, perusahaan perlu mengoptimalkan strategi bersaing berdasarkan analisis SWOT dengan memanfaatkan berbagai peluang yang ada, seperti peningkatan daya beli, loyalitas pelanggan, serta target pasar yang masih luas.
• Sebaiknya, perusahaan terus melakukan inovasi produk, menjaga kualitasnya, dan mempertahankan kepercayaan pelanggan untuk terus berkembang.
ada dipan depan kursi
kami ucapkan terimakasih
SALAM HANGAT, KELOMPOK 6