• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEMAJUAN PERADABAN ISLAM DINASTI MAMLUK DI MESIR

N/A
N/A
Anisa Rizqi Febriana

Academic year: 2023

Membagikan " KEMAJUAN PERADABAN ISLAM DINASTI MAMLUK DI MESIR"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

KEMAJUAN PERADABAN ISLAM DINASTI MAMLUK DI MESIR Makalah ini Disusun untuk memenuhi Tugas Mata Kuliah Sejarah Umat Islam Masa

Pertengahan

Dosen Pengampu :

Prof. Dr.M. Abdul Karim MA. MA Azis, M.A

Disusun oleh :

Anisa Rizqi Febriana (21101020084)

PROGAM STUDI SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM FAKULTAS ADAB DAN ILMU BUDAYA UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA

YOGYAKARTA 2022

(2)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dinasti Mamluk di Mesir merupakan dinasti terakhir di dunia Arab pada abad klasik. Saat itu, Mesir menjadi salah satu wilayah Islam yang aman dari serbuan bangsa Mongol, baik itu yang dipimpin oleh Hulagu Khan maupun Timur Lenk.

Dinasti ini memerintah dari tahun 647-923 H/1250-517 M meliputi wilayah kekuasaan Mesir, Syam, dan Hijaz.1 Dinasti Mamluk dirintis oleh seorang raja yang bernama Aybak yang mana menjadi sultan pertama dinasti tersebut. Dinasti ini terkenal dengan sebutan mamluk karena didirikan oleh para bekas budak. Dinasti Mamluk banyak mewariskan peradaban mulai dari bidang ekonomi, ilmu pengetahuan dan teknologi, militer serta bidang seni dan budaya.

Dinasti Mamluk dibangun berlandaskan kekuatan solidaritas di antara mereka meskipun pada awalnya mereka kaum lemah dan tertindas bahkan mayoritas semuanya adalah budak sultan atau pun budak bangsawan. Dengan solidaritas yang tinggi mereka mampu membentuk suatu aliansi kekuatan yang sangat dahsyat sehingga mampu melahirkan sebuah dinasti. Kelahiran Dinasti Mamluk menjadi sejarah penting bagi umat Islam setelah runtuhnya Daulah Abbasiyah yang mampu membawa kejayaan umat Islam runtuh akibat serbuan dari Mongol, Dinasti Mamluk Mesir menjadi penyelamat kemegahan dan kejayaan peradaban Islam.

B. Rumusan Masalah

1. Apa saja sumbangsih Dinasti Mamluk terhadap perkembangan peradaban Islam di Mesir?

C. Tujuan

1. Untuk mengetahui sumbangsih Dinasti Mamluk terhadap perkembangan peradaban Islam di Mesir

1 Ahmad Al-Usairy, Sejarah Islam Sejak Zaman Nabi Adam Hingga Abad XX (Cet I: Jakarta:

AkbarMedia,2010),h,301.

(3)

BAB II PEMBAHASAN

A. Sumbangsih Dinasti Mamluk Terhadap Perkembangan Peradaban Islam di Mesir Dinasti Mamluk Mesir memulai sejarahnya dengan para penguasa agung dan membanggakan, yang mana telah membebaskan Suriah dari sisa-sisa terakhir pendudukan bangsa Franka dan sukses berdiri tegak di antara kekuatan Mongol dan kekuatan dunia lainnya. Dinasti Mamluk membawa aura baru dalam sejarah politik Islam. Pemerintahan dinasti ini bersifat oligarki militer yang mana banyak mendatangkan kemajuan di Mesir. Selain itu dapat membangun peradaban yang dapat mengharumkan nama Islam.

Adapun kemajuan-kemajuan yang telah dicapai Dinasti Mamluk adalah sebagai berikut:

1. Bidang Militer

Pemerintahan dinasti ini dilantik dari pengaruhnya dalam kemiliteran, tujuannya untuk menjadi pasukan pendukung kebijaksanaan pemimpin. Ketua atau sultan akan diangkat menjadi tentara yang terbaik dan berprestasi dan mampu menghimpun kekuatan dan seorang Mamluk akan dilatih sebagai tentara berkuda dan harus mematuhi Furusiyyah ( sebuah aturan perilaku yang memasukan nilai- nilai seperti keberanian dan kemurahan hati dan juga doktrin mengenai taktik perang berkuda, kemahiran menunggang kuda, kemahiran memanah dan juga kemahiran merawat luka dan cedera. Tentara Mamluk hidup dalam komunitas mereka sendiri saja dan masa lapang mereka diisi oleh permainan seperti memanah dan juga persembahan kemahiran bertempur, latihan yang intensif dan ketat untuk anggota-anggota baru Mamluk juga akan memastikan bahwa kebudayaan Mamluk akan abadi. Setelah tamat latihan kemiliteran tentara Mamluk akan dimerdekakan tetapi mereka harus setia kepada khalifah atau sultan dan juga mendapatkan tugas untuk menyelesaikan perselisihan antar suku setempat.

2. Bidang Pemerintahan

3. Bidang Ilmu Pengetahuan

Dasar untuk mengukur kemajuan peradaban suatu bangsa atau dinasti biasanya diukur dari tingkat perhatian dan penghargaan terhadap ilmu

(4)

pengetahuan. Kemajuan ilmu pengetahuan adalah pertanda bagi kebangkitan peradaban suatu bangsa, banyak dinasti Islam yang berprestasi dalam dunia ilmu pengetahuan sehingga dapat menambah wawasan keintelektualan di antara dinasti Islam yang sangat mengutamakan ilmu pengetahuan adalah Dinasti Mamluk.

Mesir menjadi tempat pelarian ilmuwan-ilmuwan asal Baghdad dari serangan Mongol. Karena itu, ilmu-ilmu banyak berkembang di Mesir seperti sejarah, kedokteran, matematika, astronomi, dan ilmu agama. Dalam ilmu sejarah tercatat nama-nama besar dan terkenal seperti Ibn Khalikan, Ibn Taghribardi, dan Ibn Khaldun. Di bidang astronomi dikenal nama Nashiruddin ath-Thusi dan Abu al- Faraz al-Gibni. Di bidang matematika Abul Faraj al-Ibry. Dalam bidang kedokteran terkenal seperti Abul Hasan Ali an-Nafis, penemu susunan dan peredaran darah dalam paru-paru manusia, Abdul Mun’im ad-Dimyathi, seorang dokter hewan, dan Ar-Razi perintis psykoterapi. Dalam bidang opthalmologi dikenal nama Shalahuddin ibn Yusuf. Kemajuan ilmu pengetahuan pada masa dinasti Mamluk berawal dari jatuhnya Baghdad yang mengakibatkan sebagian ahli ilmu penegtahuan melarikan diri ke Mesir, dengan demikian Mesir berperan penting sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan. Para ilmuwan di Mesir mendapatkan perlindungan dan kehidupan yang terjamin sehingga ilmu pengetahuan dapat berkembang pesat.2

4. Bidang Keagamaan

Kemajuan ilmu pengetahuan yang berkembang di Mesir merupakan sebuah fenomenal karena perkembangan ilmu pengetahuan tidak berhenti pada taraf pengetahuan dunia saja, tetapi sampai pada ilmu pengetahuan tentang pemahaman akhirat pun ikut berkembang. Dalam bidang ilmu agama muncul Ibnu Taimiyah yang dikenal reformer pemikiran Islam yang bermazhab Hambali. Selain itu, muncul pula orang-orang ternama seperti As-Sayuti dengan tulisannya yang berjudul Al-Itqon fi Uulum Alquran dan Ibnu Hajar Al- Asykalani yang termashur dalam bidang penulisan ilmu fiqih dan hadis.3 Dari segi pemahaman agama, masyarakat Mesir bisa dikelompokkan menjadi dua yaitu penganut Sunni dan Syi’ah. Paham Sunni adalah salah satu mazhab di dalam Islam yang mempunyai pengikut paling banyak dibanding dengan mazhab lain. Paham ini berdasar pada sunnah nabi Muhammad SAW, disamping al-Qur an. Kelompok penganut Sunni

2 Rahim Yunus, dan Abu Haif, Buku Daras Sejarah Islam Pertengahan (Makassar: Alauddin Press,2011),h.33.

3 Ajid Thohir, Perkembangan Peradaban Di Kawasan Dunia Islam (Jakarta: Rajawali Pers,2009),h.129.

(5)

juga bisa disebut dengan Ahlusunnah Wal Jamaah. Penggunaan Ahlusunah wal Jamaah semakin populer setelah munculnya Abu Hasan al-Asy’ari (260-324 H/

873-935 M) dan Abu Mansur al-Maturidi (w.944), yang melahirkan aliran Asy’ariyah dan Maturidiah di bidang teologi. Sedangkan Syiah adalah pengikut aliran yang mencintai keturunan nabi Muhammad dan mentaati pemimpin- pemimpin yang diangkat daripada keluarganya dan keturunannya.

5. Bidang Ekonomi

Dinasti Mamluk membuka jalur perdagangan dengan negara-negara mancanegara bahkan sampai ke negeri-negeri Kristen Mediterrenia meskipun terdapat kebijaksanaan pemerintahan yang anti-Kristen misalnya membuat perjanjian perdagangan dengan James I.4 Dengan jatuhnya Baghdad, Kairo menjadi jalur perdagangan sebagai contoh adanya kerjasama dengan Charles dari Anjou, Raja Sisilia. Kairo menghubungkan jalur perdagangan Laut Merah dan Laut Tengah dengan Eropa.5 Disamping itu, hasil pertanian juga meningkat, keberhasilan dalam bidang ekonomi ini didukung oleh pembangunan jaringan transportasi dan komunikasi antarkota, baik laut maupun darat. Ketangguhan angkatan laut Mamluk sangat membantu pengembangan perekonomiannya dan membawa kemakmuran.

Para sejarawan berbeda pendapat mengenai kelahiran kelompok Syi’ah.

Sebagian mengatakan bahwa Syi’ah lahir sesaat setelah Nabi Muhammad Saw berpulang ke rahmatullah, tepatnya ketika terjadi perebutan kekuasaan antara kaum Muhajirin dan Ansar di balai pertemuan Saqifah Bani Sa’idah, akan tetapi sejarawan yang lain berpendapat bahwa Syi’ah lahir pada masa Kekhalifahan Utsman bin Affan berakhir (35 H/ 656 M), atau pada awal keimaman Ali bin Abi Thalib. Pendapat lain lagi menyatakan bahwa Syi’ah lahir bersamaan dengan Khawarij, yakni setelah kekalahan diplomatik Ali dari Muawiyyah. Antara paham Suni dan paham Syi’ah terdapat perbedaan, baik dalam bidang kepemerintahan maupun dalam bidang keagamaan.

6. Bidang Seni dan Budaya

Sumbangsi Dinasti Mamluk dalam bidang pembangunan sangat berpengaruh besar dalam perkembangan arsitektur Islam sebelum dan setelah hancurnya dinasti ini. Kejutan yang paling membanggakan dari periode mamluk

4 G.E. Bosworth, Dinasti-Dinasti Islam, hlm.92

5 Philip K.Hitti, Dunia Arab, Sedjarah Ringkas, hlm.245

(6)

yang di pengaruhi oleh rezim darah dan besi adalah bangunan-bangunan arsitektur yang artistik pada skala dan kualitas yang tidak ditemukkan padanannya dalam sejarah Mesir sejak masa Ptolemius dan Fir’aun. Perekonomian yang sangat kuat dinasti Mamluk dapat mendukung pendirian bangunan-bangunan yang indah dan megah sehingga dinasti ini benul-betul mengalami banyak sekali kemajuan di bidang arsitek. Banyak arsitek didatangkan ke Mesir untuk ditugaskan membangun masjid-sekolah dengan rancangan berbentuk menyilang dikembangkan hingga mencapai kesempurnaanya dengan kubah-kubah dan menara-menara, mosaik, lengkung bangunan yang sangat indah. Bangunan makam biasanya diberi atap dengan sebuah kubah dan bangunan lainnya yang didirikan pada masa ini adalah rumah sakit umum, perpustakaan, dan vila-vila. Contoh karya arsitektur terbaik pada periode Mamluk ialah seni tatah menjadi kriya istimewa dan paling di minati sebagaimana tampak pada pintu dan mimbar masjid Qa’id -bay.6

Gambar Masjid Sultan Hasan merupakan peninggalan dari Dinasti Mamluk

6 Philip K.Hitti, Dunia Arab, Sedjarah Ringkas, hlm.249

(7)

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan

Dinasti Mamluk di Mesir merupakan dinasti terakhir di Dunia Arab pada abad klasik. Saat itu, Mesir menjadi salah satu wilayah islam yang aman dari serbuan bangsa Mongol, baik itu yang dipimpin oleh Hulagu Khan maupun Timur Lenk.

Dinasti ini memerintah dari tahun 647-923 H/1250-517 M meliputi wilayah kekuasaan Mesir, Syam, dan Hijaz.Para sultan Dinasti Mamluk di Mesir berasal dari kawasan Kaukasus dan Laut Hitam, merupakan keturunan Turki dan Mongol yang mayoritas dari suku Kipchak. Mereka budak tawanan atau dibeli, yang dididik dan dilatih kemiliteran kemudian dijadikan sebagai pasukan Dinasti Islam yang sangat kuat. Pada abad 12 M, mereka menjadi penopang utama pasukan Dinasti Ayyubi di Mesir. Karena kemahirannya di bidang kemiliteran dan sikap loyalitas terhadap sultan yang tinggi, mereka diberi kedudukan sebagai komandan pasukan Dinasti Ayyubi.

Kedudukannya sebagai komandan pasukann kesultanan, menghantarkan mereka merengkuh kekuasaan di Mesir. Pada tahun 648 H/1250 M, Izzuddin Aybak mengambil alih kekuasaan dari tangan Dinati Ayyubi dan hal itu menjadi tanda awal berdirinya Dinasti Mamluk di Mesir. Dinasti Mamluk memiliki pengetahuan yang tinggi di segi kepemimpinan militer artinya tentara budak yang terdidik dan terlatih.

Dinasti mamluk Mesir memulai sejarahnya dengan para penguasa agung dan membanggakan, yang mana telah membebaskan Suriah dari sisa-sisa terakhir pendudukan bangsa Franka dan sukses berdiri tegak diantara kekuatan Mongol dan kekuatan dunia lainnya.Dinasti Mamluk membawa aura baru dalam sejarah politik islam.Pemerintahan dinasti ini bersifat oligarki militer yang mana banyak mendatangkan kemajuan di Mesir. Adapun kemajuan-kemajuan yang telah dicapai Dinasti Mamluk diberbagai bidang adalah sebagai berikut: Bidang militer,bidang ilmu pengetahuan,bidang ilmu keagamaan, bidang ilmu ekonomi, bidang ilmu budaya dan seni.

(8)

DAFTAR PUSTAKA

As-Suyuthi, Imam .Tarikh Khulafa’ Sejarah Para Penguasa Islam, Jakarta: Pustaka Al- Kautsar,2000

Bakri,Syamsul.Peta Sejarah Peradaba Islam .Cet I: Yogyakarta : Fajar Media Press, 2011 Bosworth, G.E., Dinasti-Dinasti Islam,terj.Ilyas Hasan, Bandung: Mizan,1993

Gottschalk, Louis, Mengerti Sejarah,terj. Nugroho Susanto, Jakarta: UI Press,1986 Hitti, Philip K.,Dunia Arab, Sedjarah Ringkas, terj.Ushuludin Hutagalung dan O. D.P.

Sihombing, cetakan kedua, Bandung-Gravenhage: Vorkink van Hoeve,t.t Mukti Ali,A. Filsafat Islam Tentang Sejarah , Djakarta: Tintamas, 1962.

Harun Nasution dkk. (ed), Ensiklopedi Islam, jilid 2 (1-0) , Jakarta : Departemen Agama,1987.

Yunus,Rahim. Dan Abu Haif. Buku Daras Sejarah Islam Pertengahan, Makassar: Alaiddin Press,2011.

Yatim, Badri, Sejarah Peradaban Islam , Jakarta: Raja Grafindo Persada,1996.

Referensi

Dokumen terkait

Selain itu buku yang digunakan juga adalah buku tulisan Badri Yatim yang berjudul Sejarah Peradaban Islam yang salah satu babnya membahas tentang Dinasti Bani Abbas,

Sejarah telah mengukir bahwa pada masa Dinasti Abbasiyah, umat Islam benar-benar berada. di puncak kejayaan dan memimpin peradaban dunia

Dalam perkuliahan ini dibahas materi-materi mengenai Sejarah Peradaban Islam masa Rasululllah, al Khulafa al Râsyidûn , Dinasti Umawiyah, Dinasti Abbasiyah, Umawiyah

a. ASPEK-ASPEK PERADABAN ISLAM MASA DINASTI TURKI UTSMANI.. Termaktub ada beberapa hal yang berkaitan perihal peradaban Islam pada masa TurkixUtsmani mulai dari

Kedua dinasti berkuasa pada masa yang berbeda dalam kurun waktu yang cukup lama, berbagai kemajuan dicapai dan dicatat dalam sejarah peradaban umat Islam

2.3 Perkembangan Peradaban Islam Pada Masa Dinasti Abasiyah.. Masa Abbasiyah menjadi tonggak puncak peradaban Islam. Khalifah- khalifah Bani Abbasiyah secara

Kedua, menjelaskan bahwa Dinasti Fatimiyah mempunyai kontribusi dalam pembentukan peradaban Islam, khususnya pada sektor pembangunan pendidikan, kenyaataan ini

Secara umum dapat dilihat bahwa Mesir dalam peradaban Islam mengalami transformasi ilmu pengetahauan dan perkembangan percaturan politik yang kuat dalam dunia Islam.2 Oleh karena itu,