KEPUTUSAN ALOKASI TENAGA KERJA
DALAM KEGIATAN PRODUKSI PADA
USAHATANI GUREM
ABDUL LATIF AL GHIFARI H0818001
DITA DWI SEJATI H0818024
FIRDAUSA RAHMANDA H0818033.
KADEK WAHYU R H0818050
.LUTHFIAH KHUSNUL K H0818061
Kelompok
1
NAUFAL PRATAMA H0818076LATAR BELAKANG
Petani gurem merupakan petani yang memiliki atau menyewa lahan pertanian kurang dari 0,5 Ha.
Keberjalanan usahatani petani gurem tidak terlepas dari faktor produksi yang mempengaruhi usaha tani tersebut salah satunya keputusan pada penggunaan
tenaga kerja.
TUJUAN
Mengetahui pengaruh pendidikan terhadap
tenaga kerja petani gurem.
Mengetahui efisiensi faktor produksi usahatani
gurem
Mengetahui pengaruh kesejahteraan masyarakat sekitar terhadap tenaga kerja
petani gurem.
Mengetahui faktor produksi pada ushatani
gurem
.Add Text Simple PowerPoint
Presentation
Add Text Simple PowerPoint
Presentation
Option 01
Option 02
Option
04
Option
03
Pengaruh Faktor Produksi
• Tenaga kerja pada usahatani ini terdiri dari tenaga kerja dalam dan luar dengan rata- r a t a p e n g g u n a a n 503,HOK/ha. Upah buruh tani sebesar Rp 50.000 untuk laki-laki dan Rp 35.000 untuk perempuan.
• Va r i a b e l b e n i h d e n g a n k o e f i s i e n r e g r e s i 0 , 8 5 8 b e r p e n g a r u h n y a t a d a n m e n g i n d i k a s i k a n b a h w a p e n g g u n a a n b e n i h p e r l u ditingkatkan lagi agar produksi meningkat.
• Variabel pupuk kimia dengan k o e f i s i e n r e g r e s i t i d a k signifikan 0,030 tidak tampak p e n g a r u h n y a k a r e n a penggunaan pupuk kimia yang hampir sama.
• V a r i a b e l t e n a g a k e r j a berpengaruh nyata dengan koefisien regresi 0,185. artinya penggunaan tenaga kerja perlu ditingkatkan
• Jumlah tenaga kerja yang dipakai dalam satu musim rata-rata 123,24 HOK.
• Tenaga kerja untuk usahatani ubi kayu sebagian besar (53,80%) menggunakan tenaga kerja luar keluarga, y a i t u u n t u k k e g i a t a n pengolahan tanah, tanam, dan panen.
• Tenaga kerja keluarga hanya digunakan untuk kegiatan p e m e l i h a r a a n y a n g m e n c a k u p p e m u p u k a n , p e n y i a n g a n , s e r t a pengendalian hama dan penyakit.
Usahatani Jagung di Desa Ngrancang, Kecamatan Tambakrejo,
Kabupaten Bojonegoro
Usahatani Cabai di Desa Sukalaksana, Kecamatan Banyuresmi,
Kabupaten Garut
Usahatani Ubi Kayu di
Jawa Tengah
Usahatani Cabai di Desa Baturiti, Kecamatan
Baturiti, Kabupaten Tabanan
• H a s i l u j i r e g r e s i menunjukkan faktor p r o d u k s i s e p e r t i tenaga kerja sangat berpengaruh pada total p r o d u k s i p a d a usahatani ini.
• Hasil koefisien regresi menunjukkan faktor produksi seperti benih, pupuk, dan tenaga k e r j a b e r p e n g a r u h signifikan terhadap p r o d u k s i t a n a m a n cabai.
• Pengaruh penggunaan benih di Desa Ngrancang masih belum efisien
• Penggunaan benih tersebut rata-rata sebanyak 5,17 kg/ha, padahal anjurannya sebanyak 20-30 kg/ha.
• Penggunaan tenaga kerja di Desa Ngrancang juga belum efisien karena penggunaan tenaga kerja sudah berlebihan dan perlu dikurangi. Rata-rata penggunaan tenaga kerja di Desa Ngrancang sebanyak 30HKSP
• Biaya yang dikeluarkan untuk upah tenaga kerja.
• Penggunaan input produksi yang belum dan tidak optimal
menyebabkan petani belum dapat memperoleh hasil dan keuntungan yang optimal.
• Karena usahatani ubi kayu dikembangkan di lahan kering yang memerlukan efisiensi penggunaan input produksi
• Faktor produksi di Desa Baturiti, Kecamatan Baturiti, Kanupaten Tabanan, tidak ada yang efisien.
• Penggunaan benih, pupuk, tenaga kerja belum efisien karena perbandingan nilai marjinal dan harga benih lebih besar dari satu pada hasil analisis efisiensi
• Tenaga kerja Desa Sukalaksana, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut memiliki nilai elastisitas produksi sebesar 0,418.
• peningkatan tenaga kerja 1 satuan, maka akan meningkatkan produksi cabai sebesar 0,418 satuan dengan asumsi faktor produksi lainnya tetap.
• hasil uji-t diperoleh nilai t hitung variabel tenaga kerja lebih besar dari ttabel (2,811 > 2,032) dan nilai signifikansi lebih kecil dari alfa (0,008 < 0,05).
• tenaga kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap produksi cabai.
EFISIENSI
FAKTOR
PRODUKSI
Pengaruh Pendidikan terhadap Tenaga Kerja Petani
• Mahasiswa dan tenaga kerja muda sebagai generasi penerus petani harus ditumbuhkan minatnya untuk kembali ke sektor pertanian dan bertanggung jawab dalam peningkatan produksi dan produktivitas pertanian dan penyediaan pangan nasional.
• Rata-rata luas lahan sempit bahkan tidak mempunyai lahan
• Sektor pertanian dianggap kurang menguntungkan
• Mismatch antara kualitas pendidikan dan kesempatan kerja
• Tingkat upah dan pendapatan di pertanian rendah terutama petani gurem..
• Mengubah presepsi generasi muda terhadap pertanian
• Inovasi Teknologi
• Insentif
• Pertanian Modern
• Pelatihan dan peningkatan kapasitas.
Pengaruh Faktor Internal Pengaruh Faktor
Eksternal Upaya
Penarikan Tenaga Kerja
• Orang berpendidikan tinggi lebih tertarik bekerja formal
• Anak muda lebih tertarik merantau walaupun menjadi kuli.
• Semakin tinggi pendidikan, semakin kritis dan selektif memilih pekerjaan.
• Pengaruh kota sebagai pusat perekonomian.
Lain-lain
Pengaruh Kesejahteraan Masyarakat Terhadap Tenaga Kera Petani Gurem
kepemilikan lahan diwilayah tersebut, dapat dilihat bahwa 88,5% petani memiliki lahan dibawah .25 hektar dan 11,5%
petani memiliki lahan lebih dari 0 , 2 5 % . H a l i n i m e n u n j u k a n kesejateraan di wilayah tersebut dianggap belum sejatera yang mana menjadikan salah satu pilihan pekerjaan warga adalah sebagai tenaga kerja buruh tani.
Kesejahteraan Masyarakat
• Perubahan pola Bajak sawah
• Perubahan system tanam
• Perubahan teknik panen
• Intervensi pemerintah
Perubahan Pola Produksi
Pertanian
Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan
1. Kebanyakan daktor produksi yang berpengaruh pada
kegiatan petani gurem adalah tenaga kerja, benih, pupuk, dan pestisida
2. Benih, pupuk, dan tenaga kerja berpengaruh positif terhadap produksi
3. pengaruhi kepemilikan lahan yang mana semakin sempit meningkatkan ketersediaan tenaga kerja petani
4. Pemuda sebagai generasi penerus untuk keberlanjutan sektor pertanian perlu
digalakkan.
Saran
1. Perlu peningkatan efisiensi faktor produksi melalu peningkatan penggunaan tenaga kerja guna mengoptimalkan hasil usahatani 2. Perlu adanya peningkatan peran
anak muda sebagai generasi penerus pertanian.
3. Perlu adanya perbaikan kebijakan
untuk meningkatkan kesejahteraan
masyarakat.