• Tidak ada hasil yang ditemukan

keputusan menteri perhubungan republik indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "keputusan menteri perhubungan republik indonesia"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

KEPUTUSAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR KM 211 TAHUN 2021

TENTANG

PEMBERIAN KUASA KEPADA Dr. CAPT. ANTONI ARIF PRIADI, M.Sc NIP. 19730808 199903 1 003

SELAKU PELAKSANA TUGAS KEPALA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang : a. bahwa dengan belum ditetapkannya pejabat definitif Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan dan dalam rangka menjamin kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi organisasi di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan, perlu memberikan kuasa kepada Dr. CAPT. ANTONI ARIF PRIADI, M.Sc selaku pelaksana tugas Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan;

b. bahwa pemberian kuasa kepada Dr. CAPT. ANTONI ARIF PRIADI, M.Sc selaku pelaksana tugas Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan ditetapkan untuk melakukan tindakan hukum tertentu yang merupakan kewenangan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan;

(2)

Mengingat

c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, serta mengacu pada Surat Perintah Sebagai Pelaksana Tugas Nomor SP. 652 Tahun 2021 tanggal 4 Agustus 2021, kepada Dr.

CAPT. ANTONI ARIF PRIADI, M.Sc sebagai Pelaksana Tugas Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan, perlu menetapkan Keputusan Menteri Perhubungan tentang Pemberian Kuasa Kepada Dr. CAPT. ANTONI ARIF PRIADI, M.Sc NIP. 197300808 199903 1 003 Selaku Pelaksana Tugas Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan;

: 1. Peraturan Presiden Nomor 40 Tahun 2015 tentang Kementerian Perhubungan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 75);

2. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 2 Tahun 2015 tentang Wewenang, Pendelegasian Wewenang, dan Pemberian Kuasa Bidang Kepegawaian di Lingkungan Kementerian Perhubungan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 32);

3. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 98 Tahun 2018 tentang Tata Cara Penunjukan dan Pengangkatan Pelaksana Harian dan Pelaksana Tugas di Lingkungan Kementerian Perhubungan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 1458) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 38 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 98 Tahun 2018 tentang Tata Cara Penunjukan dan Pengangkatan Pelaksana Harian dan Pelaksana Tugas di Lingkungan Kementerian Perhubungan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 617);

4. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 67 Tahun 2021 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Perhubungan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 873);

(3)

Menetapkan

PERTAMA

MEMUTUSKAN:

KEPUTUSAN MENTERI PERHUBUNGAN TENTANG PEMBERIAN KUASA KEPADA Dr. CAPT. ANTONI ARIF PRIADI, M.Sc NIP. 19730808 199903 1 003 SELAKU PELAKSANA TUGAS KEPALA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN.

: Memberi Kuasa Kepada Saudara Dr. CAPT. ANTONI ARIF PRIADI, M.Sc NIP. 19730808 199903 1 003 selaku Pelaksana Tugas Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan untuk atas nama Menteri Perhubungan melakukan tindakan hukum tertentu sebagai berikut:

a. memimpin rapat untuk pelaksanaan kegiatan yang penting dan mendesak;

b. menghadiri dan menandatangani berita acara pada rapat koordinasi dengan instansi terkait, rapat kerja, dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR);

c. menandatangani surat usulan revisi DIPA beserta dokumen pendukung lainnya;

d. menandatangani surat persetujuan POK beserta dokumen pendukung lainnya;

e. menandatangani Berita Acara Serah Terima Operasi (BASTO) hasil pekerjaan pembangunan di bidang Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan;

f. menandatangani laporan keuangan;

g. menandatangani surat keputusan tentang Pembentukan Kelompok Kerja atau panitia bagi suatu kegiatan yang telah diprogramkan;

h. menandatangani surat usulan pengangkatan Pengelola Anggaran;

i. menandatangani Surat Keputusan penunjukkan Pelaksana Harian dan Pelaksana Tugas Pejabat Eselon II, jika ada yang berhalangan sesuai dengan ketentuan

peraturan perundang-undangan;

(4)

j. Menandatangani Surat Keputusan Susunan Keanggotaan Senat Sekolah Tinggi/Politeknik/Akademi di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan;

k. Menandatangani Surat Penyampaian 3 (tiga) nama calon Direktur Sekolah Tinggi/Politeknik/Akademi di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan;

l. menandatangani Surat Keputusan penunjukkan

Pelaksana Tugas Direktur Sekolah

Tinggi/Politeknik/Akademi di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan, jika ada yang berhalangan/pemberhentian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;

m. menandatangani kesepakatan bersama (MoU) dan perjanjian kerja sama be serta perubahannya di bidang Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan;

n. menandatangani perjanjian atau kontrak beserta perubahannya termasuk persetujuan terkait dengan perjanjian atau kontrak di bidang Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan;

o. menandatangani sertifikat di bidang Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan;

p. menandatangani perizinan di bidang Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan yang termasuk dalam kewenangan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan;

q. memberikan persetujuan proses lanjut peraturan perundang-undangan;

r. menandatangani peraturan perundang-undangan setingkat Badan yang bersifat pengaturan maupun keputusan; dan

s. menandatangani dokumen SOP di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan.

(5)

KEDUA : Melakukan tindakan hukum tertentu sebagaimana dimaksud dalam Diktum PERTAMA tidak dapat didelegasikan atau dilimpahkan kepada Pejabat di bawahnya.

KETIGA : Pemberian kuasa ini berlaku sampai dengan ditetapkannya pejabat Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan yang defmitif atau pejabat yang diberikan kuasa sudah tidak menduduki jabatan struktural di lingkungan Kementerian Perhubungan.

KEEMPAT : Terhadap penetapan, maupun pengambilan keputusan kebijakan yang bersifat strategis terlebih dahulu harus melaporkan, meminta persetujuan, dan/atau berkonsultasi kepada Menteri Perhubungan.

KELIMA : Segala kewenangan pengambilan keputusan yang telah diberikan oleh Undang-Undang kepada Menteri Perhubungan tetap menjadi kewenangan Menteri Perhubungan.

(6)

KEENAM : Keputusan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal 4 Agustus 2021.

Ditetapkan di Jakarta

pada tanggal 29 September 2021 MENTERI PERHUBUNGAN

ttd.

BUDI KARYA SUMADI

Salinan Keputusan ini disampaikan kepada:

1. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian;

2. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi;

3. Menteri Sekretaris Negara;

4. Menteri Keuangan;

5. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi;

6. Kepala Badan Kepegawaian Negara;

7. Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan;

8. Inspektur Jenderal Kementerian Perhubungan;

9. Para Direktur Jenderal di Lingkungan Kementerian Perhubungan;

10. Para Kepala Badan di Lingkungan Kementerian Perhubungan.

Salinan sesuai dengan aslinya

Referensi

Dokumen terkait

KEPUTUSAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : KM 124 TAHUN 2020 T E N T A N G PEMBERIAN IZIN PENGGUNAAN SEMENTARA TERMINAL KHUSUS INDUSTRI PRIMER HASIL HUTAN KAYU PT SARANA

Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 37 tahun 2007 tentang Tata Cara Penugasan Pegawai Negeri Sipil Departemen Perhubungan Sebagai Atase Perhubungan, Staf Teknis Perhubungan dan

MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR KM 173 TAHUN 2022 TENTANG PENETAPAN ALUR-PELAYARAN, SISTEM RUTE, TATA CARA BERLALU

KEPUTUSAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR KM 114 TAHUN 2020 TENTANG PERUBAHAN ATAS KEPUTUSAN MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR KP 387 TAHUN 2018 TENTANG PENDELEGASIAN KEWENANGAN

KEPUTUSAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR KM 204 TAHUN 2022 TENTANG PERUBAHAN ATAS KEPUTUSAN MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR KM 178 TAHUN 2021 TENTANG PEMBENTUKAN PANITIA

KEPUTUSAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR KM 150 TAHUN 2022 TENTANG PERUBAHAN ATAS KEPUTUSAN MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR KM 109 TAHUN 2019 TENTANG PENETAPAN LOKASI TERMINAL

KEPUTUSAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR KM 185 TAHUN 2022 TENTANG PERUBAHAN ATAS KEPUTUSAN MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR KM 13 TAHUN 2019 TENTANG PENDELEGASIAN KEWENANGAN

r MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR KM 206 TAHUN 2022 TENTANO PERUBAHAN NAMA BANDAR UDARA TAMBOLAKA DI KABUPATEN SUMBA