• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kerangka Kerja Manajemen Risiko Perusahaan (ERM)

N/A
N/A
Raka Anggara

Academic year: 2024

Membagikan " Kerangka Kerja Manajemen Risiko Perusahaan (ERM)"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

Kerangka Kerja Manajemen

Risiko

Perusahaan Kelompok 4

(2)

Anggota

Kelompok

20210510347

Bella Setya

20210510336 20210510105 20210510239 20210510336 20210510244

M. Musyfiq M Pupu Fauziah Regita Ayu F Raka Anggara

Risa Amalia

(3)

Definisi Risiko

Resiko adalah efek ketidakpastian terhadap sasaran.

Manajemen resiko membantu mencapai target kinerja dan profitabilitas, serta mencegah kerugian sumber daya. Dalam dunia nyata, tidak ada resiko dan return

yang bersifat absolut. Kita harus dapat

mengoptimalkan profil risk and return organisasi kita.

Namun, sebagian besar perusahaan tidak memiliki informasi yang memadai mengenai eksposur resiko

yang menyeluruh. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, diperkenalkanlah konsep dan pengertian

enterprise risk management .

(4)

Enterprise Risk Management (ERM) adalah

framework bagi manajemen dalam menghadapi ketidakpastian dan resiko, serta mengoptimalkan

profil risk and return organisasi. COSO

mendefinisikan ERM dengan baik dalam Enterprise Risk Management Integrated Framework (2004).

Framework ini mengintegrasikan prinsip,

terminologi, dan pedoman implementasi praktis untuk mendukung program entitas dalam

mengembangkan atau mem-benchmark proses enterprise risk management yang mereka terapkan

ERM

(5)

Definisi ERM

Enterprise Risk Management (ERM) adalah pendekatan strategis untuk manajemen risiko di seluruh perusahaan.

ERM melibatkan identifikasi, penilaian, dan pengelolaan risiko secara menyeluruh, bukan hanya pada unit bisnis

terpisah. Komponen inti ERM mencakup pengenalan risiko, penilaian, respons, pengendalian, dan

pemantauan. Manfaat ERM termasuk mengurangi risiko

operasional, finansial, dan menarik investor

(6)

Manfaat ERM

06.

01. Menyelaraskan risk appetite dan strategi

02. Mengaitkan antara

pertumbuhan, resiko dan return

03. Meningkatkan kualitas

keputusan dalam merespon resiko

04.

Meminimalisasi kejutan dan kerugian operasiona

05. Mengidentifikasi dan mengelola resiko secara menyeluruh

07.

Menangkap peluang 08. Merasionalisasi kapital

Memberikan respon terpadu

terhadap resiko berganda

(7)

Kerangka Kerja Manajemen

• ISO 31000 : 2009 menyediakan

prinsip, kerangka kerja, dan proses manajemen risiko yang dapat

digunakan sebagai arsitektur manajemen risiko dalam usaha

menjamin penerapan manajemen risiko yang efektif.

• Kerangka kerja ISO 31000 : 2009 mencerminkan lingkaran Plan, Do, Check, Act (PDCA), yang biasa

dikenal dalam seluruh desain sistem

manajemen.

(8)

Aspek Aspek Kerangka Kerja

1. Komitmen

2. Kebijakan manajemen risiko

3. Akuntabilitas dan kepemimpinan

4. Pembentukan unit kerja manajemen risiko

5. Administrator manajemen risiko pada masing-masing unit kerja yang setara

6. Penyediaan sumber daya yang diperlukan untuk pelaksanaan

manajemen risiko.

1. Pendidikan dan pelatihan berlanjut

2. Komunikasi dan publikasi 3. Review dan audit tata

kelola manajemen risiko 4. Benchmarking

Aspek Perawatan

Aspek Struktural

(9)

Aspek Aspek

Kerangka Kerja 1. Penyusunan buku panduan manajemen risiko.

2. Peluncuran, sosialisasi, dan pelatihan manajemen risiko.

3. Teknik dan metode implementasi proses manajemen risiko.

4. Sistem pelaporan internal dan eksternal.

5. Monitoring dan pengukuran kinerja.

6. Tata usaha dan administrasi data serta informasi manajemen risiko

Aspek Operasional

(10)

Ruang Lingkup Kerangka Kerja Manajemen

(11)

Ruang Lingkup Kerangka Kerja manajemen

Kerangka kerja tersebut mencerminkan lingkaran Plan-Do-Check- Act (PDCA) yang biasa dikenal dalam desain sistem manajemen.

Elemen utama dari kerangka kerja manajemen risiko mencakup:

• Mandat dan komitmen (mandate and commitment).

• Desain kerangka kerja untuk mengelola risiko (design of framework for managing risk) =Plan.

• Implementasi manajemen risiko (implementing risk management)

=Do.

• Monitoring dan reviu kerangka kerja (monitoring and review of the framework) =Check.

• Perbaikan kerangka kerja secara berkelanjutan (continual

improvement of the framework) =Act.

(12)
(13)

Prinsip Manajemen Risiko

1.Memberikan Nilai Tambah dan Melindungi Nilai Organisasi 2.Bagian Terpadu Dari Seluruh Proses Organisasi

3.Bagian dari pengambilan keputusan

4.Secara Khusus Menangani Ketidakpastian

5.Bersifat Sistematis, Terstruktur, dan Tepat Waktu 6.Berdasarkan Informasi Terbaik yang Tersedia

7.Disesuaikan Dengan Kebutuhan Organisasi

8.Mempertimbangkan Faktor Manusia dan Budaya 9.Besifat Transparan dan Inklusif

10.Dinamis, Berulang, dan Responsif Terhadap Perubahan

11.Memfasilitasi Perbaikan Terus-Menerus dan Peningkatan Organisasi

(14)
(15)

Proses

Manajemen Risiko

Proses Manajemen Risiko adalah suatu pendekatan sistematis untuk mengidentifikasi, menilai, mengendalikan, dan mengatasi risiko yang dihadapi oleh organisasi atau perusahaan.

1.Penetapan Konteks (Establishing the

Context)

⚬ Proses ini bertujuan untuk memberikan

gambaran yang jelas tentang tujuan proses bisnis organisasi.

⚬ Landasan untuk melakukan risk assessment yang sesuai dengan konteks bisnis

organisasi.

⚬ Memahami lingkungan, kepentingan, dan kriteria risiko.

2. Penilaian Risiko (Risk

Assessment)

Risk Identification: Mengidentifikasi

semua risiko yang dapat mempengaruhi tujuan proses bisnis.

• Risk Analysis: Menganalisis dampak dan kemungkinan yang muncul akibat risiko.

• Risk Evaluation: Mengevaluasi hasil analisis risiko dengan kriteria risiko

untuk menentukan tindakan yang akan diambil.

(16)

Proses Manajemen

Risiko

3. Penanganan Risiko (Risk Treatment)

■ Menghindari Risiko: Mengurangi paparan terhadap risiko dengan

menghindari situasi yang berpotensi membahayakan.

■ Mitigasi Risiko: Mengurangi

kemungkinan atau dampak risiko melalui tindakan pencegahan.

■ Transfer Risiko: Mentransfer risiko

kepada pihak lain (misalnya, asuransi).

■ Menerima Risiko: Memilih untuk

menerima risiko dengan pemahaman yang matang.

4. Proses Pendukung

1.Komunikasi dan Konsultasi (Communication and Consultation):

• Berinteraksi dengan para pemangku kepentingan risiko.

• Memahami sensitivitas, harapan, dan toleransi risiko.

• Menciptakan dukungan yang memadai bagi proses manajemen risiko.

2. Monitoring dan Reviu (Monitoring and Review):

• Memastikan penerapan manajemen risiko sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.

• Hasil monitoring dan reviu digunakan untuk perbaikan proses manajemen risiko

(17)

Terima Kasih

(18)

Kesimpula n

Manajemen Risiko adalah proses sistematis yang membantu organisasi mengidentifikasi, menilai, dan mengendalikan

risiko yang dapat mempengaruhi pencapaian tujuan. Ini membantu mencapai target kinerja dan profitabilitas serta

mencegah kerugian sumber daya.

Proses Manajemen Risiko terdiri dari tiga tahap utama:

Penetapan Konteks, Penilaian Risiko, dan Penanganan Risiko.

Ada juga dua proses pendukung: Komunikasi dan Konsultasi serta Monitoring dan Reviu.

Enterprise Risk Management (ERM) adalah kerangka kerja untuk menghadapi ketidakpastian dan risiko secara efektif,

meningkatkan kapasitas membangun nilai.

Kerangka Kerja Manajemen Risiko mencakup pemahaman tentang organisasi, penetapan kebijakan, akuntabilitas,

integrasi, alokasi sumber daya, dan komunikasi.

Referensi

Dokumen terkait

Pendekatan yang interaktif dengan fasilitator unggulan dalam bidang ERM (Enterprise Risk Management) akan memberikan kesempatan bagi peserta untuk memperoleh

Untuk menerapkan ERM berbasis ISO 31000 dibutuhkan pemahaman fundamental tentang prinsip-prinsip, kerangka kerja, dan proses mana- jemen risiko terpadu, yang kemudian

Bahwa untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan standarisasi praktek Enterprise Risk Management ERM secara internasional, maka pengembangan sistem ERM PT.Perkebunan Nusantara

ketidakpastian akan risiko terjadinya gangguan kelangsungan bisnis kPei, menjadi faktor dibutuhkannya unit khusus yang menangani Enterprise Risk Management (eRM), sehingga

Manajemen risiko perusahaan ( ERM ) mengambil perspektif yang luas pada identifikasi risiko yang dapat mengakibatkan suatu organisasi gagal untuk memenuhi strategi dan

Sejalan dengan industri best practices dan penerapan kerangka kerja manajemen risiko berdasarkan Basel, Danamon telah membentuk fungsi Integrated Risk, yang menggabungkan

Risk and Safety adalah konsep penting dalam manajemen risiko kesehatan dan keselamatan kerja, yang melibatkan proses identifikasi, penilaian, dan pengendalian risiko untuk meminimalkan potensi kerugian pada individu, organisasi, atau

Kesimpulan Jurnal ini menunjukkan bahwa audit internal, kompetensi dewan komisaris, dan kepemilikan institusional tidak memiliki pengaruh yanng signifikan terhadap ERM Enterprise Risk