Nama : Efa Puji Rahayu NIM : 220810301036 Kelas : A
Mata Kuliah : Manajemen Risiko
RESUME
MANAJEMEN RISIKO KORPORASI
A. Pengertian Manajemen Risiko
Manajemen risiko korporasi atau enterprise risk management (ERM) adalah kerangka kerja yang koprehensif dan integratif untuk mengelola risiko kredit, risiko pasar, risiko operasional, modal ekonomi, dan transfer risiko dalam upaya memaksimalkan nilai perusahaan (Lam, 2007). Sedangkan menurut Hubbard (2009), manajemen risiko adalah proses identifikasi, penilaian, dan prioritas risiko yang diikuti oleh koordinasi dan aplikasi sumber daya ekonomi untuk meminimalkan , memantau, dan mengawasi kemungkinan terjadinya peristiwa yang tidak menguntungkan. Jadi dapat disimpulkan bahwa manajemen risiko adalah serangkaian metodologi dan prosedur yang digunakan untuk mengidentifikasi, mengukur, memantau, dan mengendalikan risiko yang timbul dari seluruh kegiatan usaha, baik risiko kredit, pasar, operasional, maupun risiko – risiko lainnya dalam upaya memaksimalkan nilai operasioan perusahaan.
B. Manfaat Manajemen Risiko
Enterprise Risk Management (ERM) adalah integrasi daru tiga cara yaitu:
1. Pengintegrasian organisasi risiko
Dalam ERM harus ada unit manajemen risiko perusahaan yang tersentralisasi dan bertanggung jawab kepada CEO dan direksi untuk seluruh aktivitas pengambilan risiko.
2. Pengintegrasian strategi transfer risiko
Pendekatan ERM menggunakan sudut pandang portofolio seluruh jenis risiko dalam suatu perusahaan dan merasionalisasikan penggunaan deritatif, asuransi, dan produk-produk alternatif transfer risiko lannya untuk melindungi nilai hanya risiko residual yang tidak dikehendaki manajemen.
3. Pengintegrasian manajemen risiko ke dalam proses bisnis perusahaan
ERM dapat mengoptimalkan kinerja bisnis dengan mendukung dan mempengaruhi keputusan penetapan harga, pengalokasian sumber daya, dan berbagai keputusan bisnis lainnya.
Berikut ini tiga manfaat yang akan didapatkan jika ERM telah dilaksanakan secara terintegrasi:
1. Efektivitas organisasi
Artinya dengan adanya pembentukan fungsi ERM akan memungkinkan adanya koordinasu dari atas ke bawah yang diperlukan untuk membuat berbagai fungsi ini bekerja secara efisien.
2. Pelaporan risiko
Artinya dengan adanya fungsi ERM dapat membantu dalam menetapkan prioritas tingkat dan isi laporan risiko yang harus disampaikan kepada manajemen senior dan direksi, seperti prespektif perusahaan, kerugian agregat, pengecualian kebijakan risk incident, eksposur penting, dan indikator peringatan dini.
3. Kinerja bisnis
Artinya dengan adanya ERM maka perusahaan akan mengalami perbaikan kinerja bisnis, seperti perbaikan pengalokasian modal dan penetapan harga. Selain itu, dengan adanya ERM juga dapat mengelola hubungan antara risiko, modal, profitabilitas, dan merasionalisasikan strategi pemindahan risiko.
C. Kerangka Enterprise Risk Management
Otoritas Jasa Keuangan (2016) telah menetapkan paling sedikit empat prasyarat penetapan manajemen risiko secara efektif:
1. Pengawasan aktif dewan komisaris dan direksi.
2. Kecukupan kebijakan dan prosedur manajemen risiko serta penetapan limit risiko.
3. Kecukupan proses identifikasi, pengukuran, pemantauan, dan pengendalian risiko serta sistem informasi manajemen risiko.
4. Sistem pengendalian intern yang menyeluruh.
Berikut ini tabel mengenai kerangka Enterprise Risk Management 1. Corporate Governance
Mengembangkan manajemen risiko dari atas ke bawah 2. Manajemen Lini
Penyelarasan strategi bisnis 3. Manajemen portofolio
Berfikir dan bertindak seperti fund manager 4. Transfer Risiko
Memindahkan risiko yang terkonsentrasi dan tidak efisien 5. Analisis Risiko
Mengembangkan piranti analisis canggih 6. Sumber Daya Data dan Teknologi
Mengintegrasikan data kemampuan data dan sistem 7. Manajemen Stakeholder
Meningkatkan transparansi risiko untuk para stakeholder utama