• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kesenian Tradisional dalam Upacara Adat Minangkabau

N/A
N/A
Amelya Kartika

Academic year: 2025

Membagikan "Kesenian Tradisional dalam Upacara Adat Minangkabau"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

TUGAS BAM

KESENIAN YANG DIGUNAKAN DALAM UPACARA-UPACARA ADAT DI BERBAGAI DAERAH DI MINANGKABAU

Dosen Pengampu:

Dr. Leni Zahara, S.Pd, MP

Disusun oleh:

Fatimah Rahmi Hidyati 22120278

DEPATREMEN PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS ILMU PENDIIDKAN

UNIVERSITS NEGERI PADANG 2024

Kesenian Yang Digunakan Dalam Upacara-Upacara Adat Di berbagai Daerah Di Minangkabau

(2)

PENDAHULUAN Latar Belakang

Kebudayaan dikatakan sebagai suatu hal yang mencakup kepercayaan, pengetahuan, adat istiadat, kesenian serta kemampuan yang didapat manusia dalam peranannya sebagai anggota masyarakat. Dalam kehidupan sehari-hari masyarakat memahami kebudayaan sebagai salah satu peninggalan sejarah yang sifatnya tradisional seperti alat musik daerah, tarian daerah, bahasa daerah serta senjata tradisional. Di Indonesia, hampir setiap provinsi memiliki kebudayaan tradisional tersendiri. Oleh karena itu Indonesia dijuluki sebagai negara yang kaya akan kebudayaan(Andri, 2016).

Kesenian merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan masyarakat Minangkabau, yang terintegrasi secara erat dengan berbagai upacara adat. Minangkabau, yang terletak di Sumatera Barat, Indonesia, memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam, termasuk dalam hal seni. Kesenian di daerah ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana untuk menyampaikan nilai-nilai, norma, dan tradisi yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

Minangkabau mempunyai beragam jenis kesenian yang dijadikan sebagai salah satu unsur kebudayaan dalam masyarakat. Masyarakat seringkali melupakan kekuatan naluri seperti, kebutuhan akan rasa keindahan terhadap sesuatu dan hiburan dalam kehidupanyang akan membangun lahirnya macam-macam kesenian tradisional yang ada dalam kehidupan sehari-hari yang berkembang dari zaman dahulu sampai saat sekarang ini, yang merupakan kesenian yang dapat bertahan ditengah-tengah masyarakat dan mampu melengkapi kebutuhan masyarakat (Hidayat et al., 2019).

Upacara adat di Minangkabau, seperti pernikahan, khitanan, dan upacara kematian, sering kali diiringi oleh berbagai bentuk kesenian, seperti tari, musik, dan teater. Setiap jenis kesenian memiliki makna dan simbolisme tersendiri yang berkaitan dengan konteks upacara tersebut.

Misalnya, tari Piring yang sering ditampilkan dalam upacara pernikahan tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga melambangkan kebahagiaan dan harapan akan masa depan yang baik bagi pasangan pengantin.

Selain itu, kesenian dalam upacara adat juga berperan sebagai media untuk memperkuat identitas budaya masyarakat Minangkabau. Dalam setiap pertunjukan seni, terdapat elemen- elemen yang mencerminkan kearifan lokal, seperti penggunaan alat musik tradisional, kostum, dan gerakan tari yang khas. Hal ini menjadikan kesenian sebagai jembatan yang menghubungkan generasi muda dengan akar budaya mereka, serta sebagai sarana untuk melestarikan tradisi di tengah arus modernisasi.

Tujuan

1. Mengetahui Upacara Adat Minangkabau yang Melibatkan Kesenian 2. Mengetahui Jenis Kesenian yang Digunakan dalam Upacara Adat 3. Makna Kesenian dalam Upacara Adat Minangkabau

(3)

PEMBAHASAN

1. Kesenian yang Digunakan dalam Upacara- Upacara Adat di Minangkabau a. Turun Mandi

Turun Mandi adalah suatu tradisi yang berakar dari budaya Minangkabau dan masih dipertahankan hingga kini. Tradisi ini diwariskan secara turun-temurun dan mencerminkan cara masyarakat Minangkabau menyatakan rasa syukur atas anugerah yang diberikan oleh Allah SWT, terutama dalam bentuk kelahiran seorang bayi baru. Selain itu, Turun Mandi juga berperan sebagai simbol atau tanda bahwa telah lahir anggota baru dalam suatu keluarga atau suku (Gianturi et al., 2023).

Kesenian yang digunakan :

 Seni Musik : Talempong dan Saluang mengiringi prosesi pemberian doa bagi bayi.

 Seni Sastra : Pantun adat sering dibawakan sebagai ungkapan syukur dan harapan untuk bayi yang baru lahir.

b. Sunat Rasul

Berdasarkan sejarah kebudayaan masyarakat, sunat rasul ini telah dikenal oleh sebagian kalangan sebagai proses adat dan pembersihan diri sebelum beranjak dewasa (Nurasiah, 2015). Sunat rasul merupakan memotong kulit bagian kepala kelamin pria hukumnya harus dengan dalih tercantum diantara Syiar Islam. Kata lain dari Sunat merupakan i’dzar (untuk pria) serta khafadz (untuk wanita). Dalam konteks tradisi lisan di Arab, Bangsa Arab berpikiran apabila seseorang dilahirkan pada malam bulan purnama, hingga kulup telah dalam kondisi terpotong ataupun telah disunat.

Kesenian yang digunakan:

 Seni Musik : Menggunakan rebana besar sebagai alat utama pengiring lantunan dzikir dan syair keagamaan.

 Seni Sastra : Dendang dimainkan untuk memberikan hiburan sekaligus nasihat bagi anak yang menjalani khitanan.

c. Baralek

Baralek ialahprosesikegiatan pada adat Minangkabau untuk melakukanpesta atau perhelatan seperti pernikahan, membangun rumah,pengangkatan penghulu, dan sebagainya. Namun, Baralek lebih dikenal sebagai resepsi pernikahan adat minangkabau (Salwa, Sailatus dan Siti Nur Halizah., 2021)

Kesenian yang digunakan:

 Seni Tari :

- Tari Pasambahan: Tarian penyambutan tamu kehormatan dan keluarga pengantin.

(4)

- Tari Piring: Simbol harapan akan kebahagiaan dan kemakmuran pasangan pengantin.

 Seni Musik : Talempong dan Saluang dimainkan untuk mengiringi prosesi pernikahan.

 Seni Sastra : Pantun adat digunakan dalam prosesi pernikahan, khususnya dalam prosesi maminang dan manjalang.

d. Batagak Panghulu

Batagak Penghulu merupakan suatu upacara adat yang sakral didalam Adat Minangkabau sebagai bentuk penobatan dalam mengangkat atau memberi kedudukan pada seseorang untuk menjadi pemimpin adat yang baru dalam kaumnya dikarenakan pemimpin lama sudah wafat atau sudah terlalu uzur sehigga sudah tidak bisa dan tidak mampu untuk laksanakan tanggung jawabnya sebagai pemimpin kaum.

Kesenian yang digunakan :

 Seni Tari :Tari Pasambahan sebagai bentuk penghormatan kepada pemimpin adat yang baru diangkat.

 Seni Musik : Serunai dan Talempong digunakan sebagai pengiring prosesi adat.

 Seni Sastra : Pantun adat dan pidato adat disampaikan oleh ninik mamak untuk memberikan nasihat kepada pemimpin adat yang baru.

e. Turun Ka Sawah

Turun Ka Sawah adalah salah satu upacara adat dalam masyarakat Minangkabau yang menandai dimulainya musim tanam padi. Upacara ini dilakukan sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan atas tanah yang subur serta harapan akan hasil panen yang melimpah.Upacara Turun Ka Sawah juga merupakan simbol gotong royong dan kebersamaan dalam masyarakat agraris Minangkabau. Biasanya, prosesi ini dilakukan secara bersama-sama oleh para petani dalam satu nagari (desa adat), diiringi dengan doa dan berbagai kesenian tradisional.

Kesenian yang digunakan :

 Seni Tari : Tari Barombai sering ditampilkan dalam kegiatan pertanian yang berkaitan dengan keagamaan dan spiritual.

 Seni Musik : Serunai dan Gandang digunakan untuk mengiringi prosesi turun ke sawah.

 Seni Sastra : Dendang pertanian dinyanyikan oleh para petani sebagai doa dan hiburan saat bekerja di sawah.

f. Tabuik

Tabuik adalah salah satu budaya islam masyarakat suku Minangkabau atau lebih tepatnya kota Pariaman. Menurut penduduk Sumatera Barat khusunya di

(5)

daerah padang pariaman, tabuik merupakan suatu tradisi atau upacara untuk memperingati kematian cucu Nabi Muhammad SAW. Yaitu Husein bin Ali.

Tradisi tabuik sudah dilaksanakan oleh masyarakat Pariaman sejak dua abad yang lalu dan masih terus dijalankan hingga saat ini. Pada perkembangannya tabuik mengalami dinamika dengan berbagai suasana. Dinamika ini merupakan upaya dalam penyesuaian dengan zaman, penyesuaian ini tentu mengalami sebuah perubahan dalam segala aspeknya. Tabuik yang dilaksanakan dahulu sangat sakral bahkan beberapa masyarakat meyakini bahwa kerangka dari tabuik tersebut dapat menyembuhkan penyakit.

Pada massa orde baru tabuik dijadikan sebagai tunggangan dalam kepentingan politik, slogan-slogan yang berbau politik ditampilkan dalam pelaksanaan upacara tabuik .perubahan-perubahan tersebut mengakibatkan pergeseran nilai sakral dan nilai ritual dari prosesi upacara tabuik itu sendiri (Asril, 2011: 3). Di dalam tabuik terdapat pula unsur kesenian seperti tarian, musik, seni rupa dan memiliki simbol serta makna yang kental di dalamnya. Perayaan tabuik sudah dilaksanakan oleh masyarakat Minangkabau sejak dua abad yang lalu. Pada masa penjajahan Belanda, tabuik tetap dilaksanakan seperti biasanya, malah Belanda sangat mendukung hal tersebut tetapi tentu terdapat hal terselubung di dalamnya. Belanda melakukan adu domba pada perayaan tabuik saat peristiwahoyak tabuik dimana pada saat itu terjadi perkelahian antara pihak tabuik.

Kesenian yang digunakan :

 Seni Tari : Tari Indang sering ditampilkan dalam kegiatan pertanian yang berkaitan dengan keagamaan dan spiritual.

 Seni Musik : Gandang Tasa dan Serunai digunakan untuk mengiringi berbagai tahapan upacara tabuik dalam arak-arakan tabuik.

 Seni Rupa : Karya seni berbentuk replika kuda bersayap dengan patung burung Buraq di atasnya. Tabuik dibuat dengan dekorasi yang sangat khas dan berwarna-warni, mencerminkan kearifan lokal masyarakat Pariaman.

Referensi

(6)

Asril. 2013. Perayaan Tabuik dan Tabot: Jejak Ritual Keagamaan Islam Syiah di Pesisir Barat Sumatera. Panggung. 23(3). 310-3137

Andri, L. (2016). Seni Pertunjukan Tradisional Di Persimpangan Zaman: Studi Kasus Kesenian Menak Koncer Sumowono Semarang. Humanika, 23(2), 25-31.

Gianturi, E., Silfia, D. D., Islam, U., Imam, N., & Padang, B. (2023). Hadharah : 18–41.

Hidayat, H. A., Wimbrayardi, W., & Putra, A. D. (2019). Seni Tradisi Dan Kreativitas Dalam Kebudayaan Minangkabau. Musikolastika: Jurnal Pertunjukan dan Pendidikan Musik, 1(2), 65–73. https://doi.org/10.24036/musikolastika.v1i2.26 Mardhatillah Hayyu, Skripsi. Perancangan Film Dokumenter Batagak Penghulu Datuak Basa

Suku Sikmban di Nagari Sikumbang Bukik Kecamatan Paalembayan. Padang: UNP.

2016.

Nurasiah, N. (2015). Khitan Dalam Literatur Hadis Hukum. Ahkam, XV(1), 81–94.

http://repository.uinsu.ac.id/6187/

Salwa, S., & Halizah, S. N. (2021). Adat dan tradisi Sumatera Barat. Siti Nur Halizah.

Referensi

Dokumen terkait

tradisional pada pclaksanaan upacara a dat istiadat masyarakat suku Karo. Jenis alat musik yang biasa digunakan masyarakat suku Karo pada upacara adat

matrilineal sebagai contoh daerah Minangkabau yang menganut sistem matrilineal dimana dalam sistem kepemimpinan didaerah minangkabau dikenal adanya penghulu yang merupakan salah

Berdasarkan hasil pembuatan busana pengantin putri adat Minangkabau ini dapat diambil kesimpulan bahwa busana pengantin putri adat Minangkabau terdiri dari baju kurung, songket,

Setelah mempelajari mata kuliah Hukum Adat Minangkabau , mahasiswa mengetahui dan menyadari bahwa Masyarakat Minangkabau mempunyai hukum yang unik yang berbeda

HASIL Hasil penelitian yang telah dilakukan didapatkan bahwa ada 7 species tumbuhan dengan 7 familia yang digunakan pada upacara adat di Nagari Tiku Kecamatan Tanjung Mutiara

Selain itu dengan terciptanya karya seni yang bersumber dari ide Carano Minangkabau diharapkan para penikmat karya dapat menyadari akan pentingnya Carano dalam upacara adat dan

ADAT ISTIADAT • ADALAH ADAT SEBAGAI ATURAN ATAU KAIDAH YANG TELAH DITENTUKAN OLEH NENEK MOYANG LELUHUR, YANG MENURUT MASYARAKAT ADAT MINANGKABAU BERASAL DARI NINIK KATAMANGGUNGAN

Pengertian Minangkabau 15 dan Masyarakat Minangkabau Dari penjelasan Van Volenhoven itu terlihat Minangkabau adalah salah satu adatrechkring wilayah hukum adat yang terdapat di