• Tidak ada hasil yang ditemukan

KESESUAIAN PRAKTIK AKAD WAKÂLAH BIL UJRAH PADA PRODUK PRULINK SYARIAH ASSURANCE ACCOUNT DENGAN FATWA DSN MUI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "KESESUAIAN PRAKTIK AKAD WAKÂLAH BIL UJRAH PADA PRODUK PRULINK SYARIAH ASSURANCE ACCOUNT DENGAN FATWA DSN MUI"

Copied!
42
0
0

Teks penuh

(1)

KESESUAIAN PRAKTIK AKAD WAKÂLAH BIL UJRAH PADA PRODUK PRULINK SYARIAH ASSURANCE

ACCOUNT DENGAN FATWA DSN MUI

(Studi kasus pada PT. Prudential Life Assurance Bintaro)

Skripsi ini Diajukan

Sebagai Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Hukum (S.H) Dalam Bidang Hukum Ekonomi Syariah

Oleh:

Amrina Rosyada NIM. 15110808

PROGRAM STUDI HUKUM EKONOMI SYARIAH FAKULTAS SYARIAH DAN EKONOMI ISLAM

INSTITUT ILMU AL-QUR`AN (IIQ) JAKARTA 1440 H/2019 M

(2)

KESESUAIAN PRAKTIK AKAD WAKÂLAH BIL UJRAH PADA PRODUK PRULINK SYARIAH ASSURANCE

ACCOUNT DENGAN FATWA DSN MUI

(Studi kasus pada PT. Prudential Life Assurance Bintaro)

Skripsi ini Diajukan

Sebagai Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Hukum (S.H) Dalam Bidang Hukum Ekonomi Syariah

Oleh:

Amrina Rosyada NIM. 15110808

Pembimbing:

Mulfi Aulia, S.SI., MA

PROGRAM STUDI HUKUM EKONOMI SYARIAH FAKULTAS SYARIAH DAN EKONOMI ISLAM

INSTITUT ILMU AL-QUR`AN (IIQ) JAKARTA 1440 H/2019 M

(3)

i

(4)

ii

(5)

iii

(6)

iv MOTTO

Jangan Bandingkan Prosesmu dengan Orang Lain Karena Tak Semua Bunga Tumbuh dan Mekar Secara Bersamaan

Dream, Believe, and Make it Happen!

(7)

v

الله الرحمن الرحيممسب

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah. Puji syukur kepada Allah SWT. yang telah memberikan rahmat serta hidayah-Nya sehingga peneliti mampu menyelesaikan skripsi ini. Shalawat serta salam tak lupa peneliti haturkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad Saw. beserta para keluarga, sahabat, dan pengikutnya hingga akhir zaman.

Adapun penyusunan skripsi dengan judul “Kesesuaian Praktik Akad Wakâlah bil Ujrah pada Produk PRUlink Syariah Assurance Accont dengan Fatwa DSN-MUI” disusun dengan maksud menyelesaikan salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Hukum (S.H) di Institut Ilmu Al- Qur`an (IIQ) Jakarta.

Peneliti menyadari bahwa dalam penelitian skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu peneliti mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dalam rangka menyempurnakan skripsi ini.

Selama menyelesaikan skripsi ini tentu peneliti banyak menemui kesulitan, tetapi berkat doa, dukungan, bantuan, bimbingan, dan nasihat dari berbagai pihak, peneliti dapat menyelesaikan skripsi ini dengan tepat pada waktunya. Untuk itu dengan segala kerendahan hati dan rasa syukur, peneliti menyampaikan rasa hormat serta terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:

1. Rektor Institut Ilmu Al-Qur`an (IIQ) Jakarta, Ibu Prof. Dr. Hj. Huzaemah T. Yanggo, M.A;

2. Dekan Fakultas Syariah Institut Ilmu Al-Qur`an (IIQ) Jakarta, Ibu Dra.

Hj. Muzayyanah, M.A, beserta jajarannya;

3. Ketua Program Studi Hukum Ekonomi Syariah Institut Ilmu Al-Qur`an (IIQ) Jakarta, Ibu Dra. Hj. Nur Izzah Anshor, M.A;

(8)

vi

4. Ketua Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf Institut Ilmu Al- Qur`an (IIQ) Jakarta, Bapak Rahmatul Fadhil, M.Ag;

5. Bapak Mulfi Aulia, S.SI., M.A, sebagai dosen pembimbing yang telah banyak membantu dan memberi masukan kepada peneliti dalam menyelesaikan skripsi ini;

6. Segenap Dosen Fakultas Syariah Institut Ilmu Al-Qur`an (IIQ) Jakarta tanpa mengurangi rasa hormat yang tidak dapat peneliti sebutkan satu persatu yang telah mendidik dan memberikan ilmunya selama peneliti berada di bangku kuliah;

7. Associate Agency Director Prudential Bintaro, Bapak Iwan Riadi Tarigan S.E, RFP, yang dengan keramahannya telah mengizinkan peneliti melakukan penelitian, serta banyak membantu peneliti dalam melengkapi data-data yang dibutuhkan dalam penelitian ini;

8. Peserta PRUlink Syariah Assurance Account, Ibu Merda Indriyati, atas ketersediaannya melakukan wawancara dalam melengkapi skripsi ini;

9. Teristimewa untuk kedua orang tua tercinta, Ayahanda Zulfikri Subli dan Ibunda Yuswani yang tak henti-hentinya memberikan doa dan dukungan kepada peneliti, menjadi pendengar ketika peneliti berada di titik jenuh, memberikan kasih sayang yang teramat besar yang tak mungkin bisa peneliti balas dengan apapun;

10. Keempat saudara peneliti, M. Muslimul Hakim, M. Lukmanul Hakim, Mutia Atika, dan Mariyah Fathinah yang selalu mendukung peneliti untuk semangat menyelesaikan studi di IIQ serta canda tawa yang selalu menghampiri sehingga menjadi penyemangat peneliti dalam menyelesaikan skripsi ini;

11. Teman-teman seperjuangan khususnya mahasiswi Fakultas Syariah atas dukungan dan canda tawa selama mengarungi dunia perkuliahan;

(9)

vii

12. Farah Kusuma Dhanaya, Himmatul Izza, Siti Rokmah, Nahdiah, Lia Husnul Khotimah, Siti Naura Nadzhifah Resty, Masdini Hanifah, terima

(10)

viii DAFTAR ISI

LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING ... i

PENGESAHAN TIM PENGUJI ... ii

PERNYATAAN PENELITI ... iii

MOTTO ... iv

KATA PENGANTAR ... v

DAFTAR ISI ... viii

DAFTAR TABEL ... xi

DAFTAR GAMBAR ... xii

DAFTAR LAMPIRAN ... xiii

PEDOMAN TRANSLITERASI ... xiv

ABSTRAK ... xvii

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Permasalahan 1. Identifikasi Masalah ... 7

2. Pembatasan Masalah ... 7

3. Rumusan Masalah ... 8

C. Tujuan Penelitian ... 8

D. Manfaat Penelitian ... 8

E. Tinjauan Pustaka ... 9

F. Metodologi Penelitian ... 13

G. Sistematika Penelitian ... 16

BAB II ASURANSI SYARIAH DAN REGULASI AKAD WAKÂLAH BIL UJRAH A. Asuransi Syariah 1. Pengertian ... 18

2. Dasar Hukum Asuransi Syariah ... 21

(11)

ix

3. Prinsip Dasar Asuransi Syariah ... 24

4. Akad-akad dalam Asuransi Syariah ... 27

B. Akad Wakâlah bil Ujrah 1. Pengertian ... 29

2. Dasar Hukum Akad Wakâlah bil Ujrah ... 32

3. Rukun dan Syarat Akad Wakâlah bil Ujrah ... 34

4. Pembagian Akad Wakâlah bil Ujrah ... 37

5. Berakhirnya Akad Wakâlah bil Ujrah ... 37

C. Regulasi Asuransi Syariah di Indonesia 1. Fatwa DSN-MUI ... 38

2. Landasan Hukum Yuridis ... 43

BAB III PRODUK PRULINK SYARIAH ASSURANCE ACCOUNT PADA PT. PRUDENTIAL LIFE ASSURANCE A. Gambaran Umum Perusahaan 1. Sejarah Perusahaan ... 47

2. Visi, Misi, dan Kredo Perusahaan ... 50

3. Struktur Organisasi ... 53

B. Produk Asuransi PRUlink Syariah pada PT. Prudential Life Assurance 1. PRUlink Syariah Investor Account (PIA Syariah) ... 59

2. PRUlink Syariah Edu Protection ... 60

3. PRUlink Syariah Generasi Baru ... 61

4. PRUlink Syariah Assurance Account (PAA Syariah) ... 61

C. Praktik Akad Wakâlah bil Ujrah Pada Produk PRUlink Syariah Assurance Account di PT. Prudential Life Assurance 1. Pembukaan Polis ... 68

2. Ujrah/Biaya pada PRUlink Syariah Assurance Account ... 71

(12)

x

3. Pengelolaan Dana Investasi PRUlink Syariah

Assurance Account ... 73 4. Teknik Perhitungan Ujrah dan Pengelolaan Investasi

pada PRUlink Syariah Assurance Account ... 75 BAB IV ANALISIS KESESUAIAN PRAKTIK AKAD WAKÂLAH BIL

UJRAH PADA PRODUK PRULINK SYARIAH ASSURANCE ACCOUNT DENGAN FATWA DSN-MUI

A. Analisis Prosedur Pembukaan Polis ... 82 B. Analisis Ujrah ... 84 C. Analisis Pengelolaan Dana Investasi ... 88 BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan ... 92 B. Saran ... 93 DAFTAR PUSTAKA ... 95 LAMPIRAN

(13)

xi

DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Perusahaan Asuransi Syariah di Indonesia ... 4

Tabel 1.2 Daftar Review Studi Terdahulu ... 9

Tabel 3.1 Alur Sejarah Prudential Indonesia ... 48

Tabel 3.2 Dana Investasi PRUlink Syariah Assurance Account ... 74

Tabel 4.1 Penyaluran Dana Investasi ... 88

(14)

xii

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Implementasi Akad Wakâlah bil Ujrah dalam Asuransi Syariah ... 31 Gambar 3.1 Struktur Organisasi ... 55 Gambar 3.2 Skema Pengelolaan Unit Link Syariah ... 57 Gambar 3.3 Mekanisme Pembukaan Polis PRUlink Syariah Assurance

Account ... 69 Gambar 3.4 Skema Pengelolaan Kontribusi PRUlink Syariah Assurance

Account ... 80

(15)

xiii

DAFTAR LAMPIRAN

1. Fatwa Dewan Syariah Nasional No: 21/DSN-MUI/X/2001 Tentang Pedoman Umum Asuransi Syariah.

2. Fatwa Dewan Syariah Nasional No: 40/DSN-MUI/X/2003 Tentang Pasar Modal dan Pedoman Umum Penerapan Prinsip Syariah Di Bidang Pasar Modal.

3. Fatwa Dewan Syariah Nasional No: 52/DSN-MUI/III/2006 Tentang Akad Wakâlah Bil Ujrah Pada Asuransi Syariah Dan Reasuransi Syariah.

4. Fatwa Dewan Syariah Nasional No: 53/DSN-MUI/III/2006 Tentang Akad Tabarru„ Pada Asuransi Syariah.

5. Fatwa Dewan Syariah Nasional No: 113/DSN-MUI/IX/2017 Tentang Akad Wakâlah Bil Ujrah.

6. Surat Pengajuan Asuransi Jiwa (SPAJ) Syariah.

7. Surat Permohonan Penelitian.

8. Surat Keterangan Riset.

9. Daftar Wawancara.

10. Dokumentasi

(16)

xiv

SISTEM TRANSLITERASI

Transliterasi adalah penyalinan dengan penggantian huruf dari abjad yang satu keabjad yang lain. Dalam Penelitian skripsi di IIQ Jakarta, transliterasi Arab-Latin mengacu pada berikut ini:

1. Konsonan

أ : a ط : th

ة : b ظ : zh

ث : t ع : „

ث : ts غ : gh

ج : j ف : f

ح : h ق : q

خ : kh ك : k

د : d ل : l

ذ : dz و : m

ز : r ن : n

ش : z و : w

س : s ي : h

ش : sy ء : ‟

ص : sh ي : y

ض : dh

2. Vokal

Vokal Tunggal Vokal Panjang Vokal Rangkap

Fathah : a أ: â ْْي… : ai

Kasrah : i ي:î ْْو… : au

Dhammah : u وْ:û

(17)

xv 3. Kata Sandang

a. Kata sandang yang diikuti alif lam (لا) qamariyah

Kata sandang yang diikuti oleh alif lam (لا) qamariyah ditransliterasikan sesuai dengan bunyinya. Contoh :

ْ ةَسَقَبْنَا : al-Baqarah

ْ تَىْيِدَمْنَا : al-Madînahْ

b. Kata sandang yang diikuti oleh alif-lam (لا) syamsiyah

Kata sandang yang diikuti oleh alif-lam (لا) syamsiyah ditransliterasikan sesuai dengan aturan yang digariskan didepan dan sesuai dengan bunyinya.

Contoh :

َْا

ْ م جَّسن : ar-Rajul ْ ةَدِّيَّسنَا :asy-Sayyidah

ْ سْمَّشنَا : asy-Syams ْْيِمَزاَّدنَا : ad-Dârimî c. Syaddah (Tasydid)

Syaddah(Tasydid) dengan system aksara Arab digunakan lambang (ــَـ), sedangkan untuk alih aksara ini dilambangkan dengan huruf, yaitu dengan cara menggandakan huruf yang bertanda tasydid. Aturan ini berlaku secara umum, baik tasydid yang berada di tengah kata, di akhir kata, ataupun yang terletak setelah kata sandang yang diikuti oleh huruf-huruf syamsiyah.

Contoh :

ِّْٰللبِبْبَّىَمٰا : Âmannâ billâhî

ْ َّهَمٰا

ْ ءٓبَهَفُّسنا : Âmannâ as-Sufahâ‟u

َْهْيِرَّناْ َّنِإ : Inna al-Ladzîna

ِْعَّكُّسناَو : Wa ar-rukka„i d. Ta Marbutha(ة)

Ta Marbutha(ة) apabila berdiri sendiri, waqaf atau diikuti oleh kata sifat (na‟at), maka huruf tersebut dialih aksarakan menjadi huruf “h”.

(18)

xvi Contoh :

ِْةَدِئْفَ ْلْا : al-Af‟idah

ْ تَّيِمَلاْسِ ْلْاْ تَعِمبَجْنَا : al-Jâmi‟ah al-Islâmiyyah

Sedangkan Ta Marbutha (ة) yang diikuti atau disambungkan (di- washal) dengan kata benda (isim), maka dialih aksarakan menjadi huruf

“t”.

Contoh :

ْ تَبِصبَوٌْتَهِمبَع :„Âmilatun Nâshibah يَسْب كْناْ تَيَ ْلْا : al-Âyat al-Kubrâ e. Huruf Kapital

Sistem Penelitian huruf Arab tidak mengenal huruf kapital, akan tetapi apabila telah dialih aksarakan maka berlaku ketentuan Ejaan yang Disempurnakan (EYD) Bahasa Indonesia, seperti Penelitian awal kalimat, huruf awal nama tempat, nama bulan, nama diri, dan lain-lain.

Ketentuan yang berlaku pada EYD berlaku pula dalam alih aksara ini, seperti cetak miring (italic) atau cetak tebal (bold) dan ketentuan lainnya. Adapun untuk nama diri yang diawali dengan kata sandang, maka huruf yang ditulis kapital adalah awal nama diri, bukan kata sandangnya. Contoh : `Ali Hasan al-`Âridh, al-`Asqallânî, al-Farmawî dan seterusnya. Khusus untuk Penelitian kata Al-Qur`an dan nama- nama surahnya menggunakan huruf kapital. Contoh : Al-Qur`an, Al- Baqarah, Al-Fâtihah dan seterusnya.

(19)

xvii ABSTRAK

Amrina Rosyada, 15110808, “Kesesuaian Praktik Akad Wakâlah bil Ujrah pada Produk PRUlink Syariah Assurance Account dengan Fatwa DSN-MUI”, Program Strata 1 (S1), Program Studi Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam Institut Ilmu Al-Qur`an (IIQ) Jakarta, 1440 H/2019 M.

Perkembangan asuransi di Indonesia telah mengalami peningkatan yang cukup pesat, terutama dengan berkembangnya suatu produk yang tidak hanya sebagai produk proteksi tetapi juga terdapat unsur investasi di dalamnya.

Produk tersebut dikenal sebagai produk unit link. PT. Prudential Life Assurance mulai meluncurkan produk unit link syariah pertamanya yaitu pada tahun 2007. Salah satu produk asuransi dari kategori unit link adalah PRUlink Syariah Assurance Account. Perikatan yang digunakan oleh produk tersebut adalah akad wakâlah bil ujrah.

Mengingat banyaknya macam ujrah yang harus dibayarkan peserta kepada perusahaan dalam produk PRUlink Syariah Assurance Account ini, maka tujuan Peneliti melakukan penelitian adalah untuk menganalisis praktik akad wakâlah bil ujrah pada produk PRUlink Syariah Assurance Account dan kesesuaian praktiknya dengan fatwa DSN-MUI.

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Data yang digunakan berupa data primer yang bersumber dari wawancara kepada pihak PT. Prudential Life Assurance dan peserta PRUlink Syariah Assurance Account, kelengkapan dokumen legal secara acak, serta objek lainnya yang dianggap dapat memberikan informasi terkait penelitian ini. Data sekunder yang digunakan bersumber dari brosur, Surat Pengajuan Asuransi Jiwa (SPAJ), dan sumber-sumber tertulis lainnya yang berhubungan dengan masalah yang dibahas.

Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa praktik akad wakâlah bil ujrah pada PRUlink Syariah Assurance Account terkait pembukaan polis, ujrah/biaya, dan pengelolaan dana investasi telah sesuai dengan fatwa DSN- MUI. Namun hanya saja terkait teknik perhitungan ujrahnya, masih ada peserta asuransi yang kurang memahami ketentuan-ketentuan terkait ujrah dalam akad. Hal ini dikhawatirkan akan berdampak pada rusaknya akad.

Kata Kunci : Asuransi Syariah, Ujrah, Produk PRUlink Syariah Assurance Account.

(20)

1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Dalam kehidupan manusia, berhadapan dengan risiko merupakan hal yang pasti terjadi di mana pun dan kapan pun. Risiko adalah ketidaktentuan atau uncertainty yang mungkin melahirkan kerugian (loss).1 Risiko yang mungkin terjadi seperti kematian, sakit, maupun kehilangan harta benda seperti kebakaran, kecelakaan, serta pencurian. Akibat dari risiko ini adalah dapat menimbulkan kerugian dan penderitaan bagi orang yang menimpanya. Kerugian yang dialami bukan hanya kerugian dalam hal kehilangan barang, namun juga kerugian dalam hal fisik maupun mental. Risiko pada manusia tidak dapat dihilangkan, akan tetapi hal tersebut dapat diminimalisir agar tidak memiliki dampak yang lebih besar dalam kehidupan.

Di era modern sekarang, kebutuhan akan perlindungan dan rasa aman sudah dapat diperoleh dari jasa asuransi. Jasa asuransi merupakan jasa yang bertujuan memberikan uang manfaat atau uang pertanggungan apabila terjadi suatu risiko pada fisik maupun barang.2 Dalam hal ini, pengguna jasa asuransi membayar premi yang telah ditetapkan oleh pihak perusahaan asuransi sebagai bentuk pengalihan risiko atau kerugian yang sewaktu-waktu mungkin akan terjadi.

Saat ini, perkembangan asuransi di Indonesia telah mengalami peningkatan yang cukup pesat. Kesadaran masyarakat akan pentingnya sebuah perlindungan diri dan aset yang mereka miliki

1Abbas Salim, Asuransi dan Manajemen Risiko, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2007), h. 4

2 Mengenal Jasa Asuransi, www.inafina.com diakses pada tanggal 5 September 2019 Pukul 20.59 wib

(21)

2 merupakan penyebab tingginya jumlah pengguna asuransi. Hal tersebut dapat dilihat dari maraknya perusahaan-perusahaan asuransi belakangan ini. Seiring perkembangannya tersebut, mulai berkembang pula lembaga asuransi syariah yang bertujuan memberikan perlindungan melalui dana yang bersumber dari premi asuransi dari masyarakat dan diinvestasikan pada sektor yang produktif dan aman dengan berlandaskan prinsip syariah.

Asuransi syariah menurut fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) NO: 21/DSN-MUI/X/2001 tentang Pedoman Umum Asuransi Syariah adalah usaha saling melindungi dan tolong-menolong diantara sejumlah orang/pihak melalui investasi dalam bentuk aset dan / atau tabarru„ yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi resiko tertentu melalui akad (perikatan) yang sesuai dengan syariah.3

Konsep tolong-menolong dalam hal kebaikan sesuai dengan ajaran agama Islam terdapat dalam Al-Qur`an surah Al-Mâidah ayat 2 yaitu

ِ ۡلٱ ىَلَع ْاوُن َواَعَت َلَ َو ٰۖ ى َوۡقَّتلٱ َو ِّرِبۡلٱ ىَلَع ْاوُن َواَعَت َو ...

َّنِإ َٰۖ َّللّٱ ْاوُقَّتٱ َو ِِۚن َو ۡدُعۡلٱ َو ِم ۡث

ِباَقِع ۡلٱ ُديِدَش َ َّللّٱ ٢

... Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.” (QS. Al-Mâidah [5]: 2)

Praktik surat Al-Mâidah ayat 2 di atas dalam bisnis asuransi syariah terlihat pada kerelaan anggota nasabah dalam menyisihkan dananya agar digunakan sebagai dana sosial (tabarru„). Dana tabarru„ adalah kumpulan dana hibah yang akan digunakan untuk menolong peserta lain yang terkena musibah atau dalam istilah

3 Fatwa Dewan Syariah Nasional No: 21/DSN-MUI/X/2001 tentang Pedoman Umum Asuransi Syariah

(22)

3 asuransi dinamakan klaim.4 Sehingga antara satu dan yang lain menjadi penanggung atas risiko yang lain.

Dalam pengelolaan dan penanggungan risiko, asuransi syariah tidak memperbolehkan adanya gharar (ketidakpastian) dan maisir (perjudian). Dalam investasi atau manajemen dana tidak diperkenankan adanya riba (bunga). Ketiga larangan ini, Gharar, Maisir, dan Riba adalah area yang harus dihindari dalam praktik asuransi syariah, dan yang menjadi pembeda utama dengan asuransi konvensional.5 Dalam hal ini, dana nasabah pada asuransi syariah tidak akan dikelola atau diinvestasikan pada hal-hal yang bertentangan dengan syariat Islam.

Secara eksplisit perkembangan industri asuransi syariah di Indonesia diawali dengan berdirinya PT. Syarikat Takaful Indonesia pada tanggal 24 Februari 1994.6 Sejak berdirinya PT Syarikat Takaful Indonesia tersebut mulailah bermunculan perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang asuransi syariah seperti PT. Asuransi Syariah Mubarakah, PT. MAA Life Assurance, PT. AJB Bumiputera 1912, PT. Asuransi Jiwa BRIngin Life Sejahtera, PT. Asuransi Sinar Mas, PT. Allianz Life Indonesia, PT. Prudential Life Assurance, PT.

Asuransi AIA Syariah, dan lain sebagainya.

Adapun jumlah pertumbuhan perusahaan asuransi syariah di Indonesia sekarang dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

4 Darsono, Ali Sakti, dkk, Dinamika Produk dan Akad Keuangan Syariah di Indonesia, (Depok: Raja Grafindo Persada, 2017), Cet. ke 1, h.102

5 Muhaimin Iqbal, Asuransi Umum Syariah dalam Praktik, (Jakarta: Gema Insani, 2006), Cet. ke 1, h. 2

6 Muhammad Syakir Sula, Asuransi Syariah (Life and General): Konsep dan Sistem Operasional, (Jakarta: Gema Insani, 2004), Cet. ke 1, h.718

(23)

4 Tabel 1.17

Perusahaan Asuransi Syariah di Indonesia

No Keterangan Jumlah

Industri Syariah (Unit)

Jumlah Perusahaan Paket Investasi

Syariah / Unit Usaha Syariah

1. Asuransi Jiwa Syariah 7 23

2. Asuransi Umum

Syariah

5 24

3. Reasuransi Syariah 1 2

Berdasarkan data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) jumlah perusahaan asuransi dan reasuransi dengan prinsip syariah per Februari 2019 tercatat 62 perusahaan, dengan rincian 7 perusahaan asuransi jiwa full syariah, 23 perusahaan asuransi jiwa unit usaha syariah, 5 perusahaan asuransi umum full syariah, 24 perusahaan asuransi umum unit usaha syariah, 1 perusahaan reasuransi full syariah, dan 2 perusahaan reasuransi unit usaha syariah.

Asuransi jiwa di Indonesia terus menunjukkan perkembangannya, terutama dengan berkembangnya suatu produk yang tidak hanya sebagai produk proteksi tetapi juga terdapat unsur investasi di dalamnya. Produk tersebut dikenal sebagai produk unit link. Unit link menjadi salah satu produk yang banyak ditawarkan dan hampir seluruh perusahaan asuransi menjadikannya produk unggulan.

Salah satu perusahaan asuransi yang masuk dalam bisnis asuransi syariah di Indonesia adalah PT. Prudential Life Assurance. Didirikan

7 Jumlah Perusahaan Asuransi dan Reasuransi dengan Prinsip Syariah www.ojk.go.id diakses pada tanggal 28 Februari 2019

(24)

5 pada tahun 1995, PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) merupakan bagian dari Prudential plc, sebuah grup perusahaan jasa keuangan terkemuka di Inggris. Sebagai bagian dari Grup yang berpengalaman lebih dari 168 tahun di industri asuransi jiwa.8 Sejak peluncuran produk asuransi terkait investasi (unit link) pertamanya di tahun 1999, Prudential Indonesia telah menjadi pemimpin pasar untuk kategori produk tersebut di Indonesia.

Tahun 2007 merupakan awal dari Prudential Indonesia dalam meluncurkan produk asuransi syariah. Salah satu produk asuransi syariah dari kategori unit link adalah PRUlink Syariah Assurance Account.

PRUlink Syariah Assurance Account adalah produk asuransi jiwa yang dikaitkan dengan investasi yang memberikan perlindungan sekaligus potensi mendapatkan hasil investasi yang sesuai dengan kebutuhan dan pilihan dana investasi nasabah yang juga dirancang untuk memberikan eksibilitas yang dapat memenuhi kebutuhan dalam setiap tahapan kehidupan Anda sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.9

Dari paragraf di atas dapat disimpulkan bahwa PRUlink Syariah Assurance Account erat kaitannya dengan akad tabarru„ dan tijârah.

Perikatan di dalam produk PRUlink Syariah Assurance Account ini dilakukan dengan menggunakan akad wakâlah bil ujrah. Pada akad ini para peserta (muwakil) memberikan kewenangan kepada PT.

Prudential Life Assurance (wakil) untuk mengelola dan menginvestasikan kontribusinya dengan memberikan sejumlah biaya

8 Profil Perusahaan, https://www.prudential.co.id/id/our-company/ diakses pada tanggal 28 Februari 2019 Pukul 19.23 wib

9 Brosur PSAA https://www.prudential.co.id/export/sites/prudential- id/.galleries/PDF/Products/BOOKLET_PSAA_2018_01_29_HIGH-RES.PDF, diakses pada tanggal 5 Agustus 2019 Pukul 13.43 wib

(25)

6 (ujrah) yang telah disepakati antara lain ujrah akuisisi, ujrah administrasi, ujrah pengelolaan risiko, ujrah pengalihan dana, ujrah top-up, serta ujrah pengelolaan dana.

Ketentuan wakâlah bil ujrah juga sudah diatur di dalam Fatwa Dewan Syari‟ah Nasional No: 52/DSN-MUI/III/2006 Tentang Akad Wakâlah bil Ujrah Pada Asuransi Syariah Dan Reasuransi Syariah yang memiliki definisi dimana peserta memberikan kuasa kepada perusahaan asuransi dengan imbalan pemberian ujrah (fee).10 Dalam fatwa tersebut memang telah disebutkan bahwa akad wakâlah bil ujrah dapat digunakan pada kegiatan pengelolaan dana, namun permasalahannya adalah apakah penerapan akad wakâlah bil ujrah pada produk PRUlink Syariah Assurance Account ini sudah sesuai dengan konsep dan syari‟at Islam atau belum, termasuk dalam hal penerapan di lapangan maupun dalam hal pengambilan ujrah apakah telah sesuai dengan konsep pada fatwa DSN-MUI No: 52/DSN- MUI/III/2006 Tentang Akad Wakâlah bil Ujrah Pada Asuransi Syariah Dan Reasuransi Syariah dan fatwa DSN-MUI No: 113/DSN- MUI/IX/2017 Tentang Akad Wakâlah bil Ujrah karena mengingat banyaknya ujrah yang harus dibayarkan peserta kepada perusahaan dalam produk PRUlink Syariah Assurance Account ini.

Oleh karena itu peneliti tertarik untuk meneliti lebih lanjut mengenai kesesuaian akad tersebut dengan konsep yang ada.

Sehingga peneliti tertarik mengangkatnya ke dalam sebuah tulisan yang berjudul “Analisis Kesesuaian Praktik Akad Wakâlah Bil Ujrah Pada Produk PRUlink Syariah Assurance Account Dengan Fatwa DSN-MUI

10 Fatwa Dewan Syariah Nasional No: 52/DSN-MUI/III/2006 Tentang Akad Wakâlah Bil UjrahPada Asuransi Syariah dan Reasuransi Syariah

(26)

7 B. Permasalahan

1. Identifikasi Masalah

Berdasarkan uraian di atas, maka permasalahan yang dapat diidentifikasi peneliti yaitu:

a. Pengetahuan akan asuransi di Indonesia masih rendah. Masih banyak masyarakat yang belum mengerti tentang asuransi khususnya asuransi syariah.

b. Persaingan perusahaan asuransi syariah yang semakin meningkat.

c. Kemungkinan terjadinya unsur gharar, riba, dan maisir dalam berasuransi.

d. Faktor munculnya produk PRUlink Syariah Assurance Account di PT. Prudential Life Assurance.

e. Penggunaan akad wakâlah bil ujrah pada produk PRUlink Syariah Assurance Account yang dijalankan oleh PT.

Prudential Life Assurance.

f. Kesesuaian praktik akad wakâlah bil ujrah pada produk PRUlink Syariah Assurance Account dengan fatwa DSN-MUI.

2. Pembatasan Masalah

Agar masalah penelitian ini tidak meluas dan terfokus maka perlu adanya pembatasan masalah sehingga akan menghasilkan analisis yang baik, batasan masalah yang diambil peneliti adalah mengenai:

a. Penggunaan akad wakâlah bil ujrah pada produk PRUlink Syariah Assurance Account yang dijalankan oleh PT.

Prudential Life Assurance.

b. Kesesuaian praktik akad wakâlah bil ujrah pada produk PRUlink Syariah Assurance Account dengan fatwa DSN-MUI.

(27)

8 3. Rumusan Masalah

Berdasarkan pembatasan masalah di atas, peneliti merumuskan masalah sebagai berikut:

a. Bagaimana praktik akad wakâlah bil ujrah pada produk PRUlink Syariah Assurance Account yang dijalankan oleh PT.

Prudential Life Assurance?

b. Apakah praktik akad wakâlah bil ujrah pada produk PRUlink Syariah Assurance Account sudah sesuai dengan Fatwa DSN MUI?

C. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan penelitian ini yaitu:

1. Mengetahui praktik akad wakâlah bil ujrah pada produk PRUlink Syariah Assurance Account yang dijalankan oleh PT. Prudential Life Assurance.

2. Mengetahui kesesuaian akad wakâlah bil ujrah pada produk PRUlink Syariah Assurance Account dengan Fatwa DSN-MUI.

D. Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi semua pihak baik pribadi maupun masyarakat dan mempunyai manfaat yang baik di industri asuransi syariah kedepannya. Dalam penelitian ini, manfaat penelitian yang digunakan meliputi manfaat dari segi teoritis dan dari segi praktis yang diuraikan sebagai berikut:

1. Segi Teoritis

Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan masukan berharga dalam pengembangan ilmu pengetahuan khususnya di bidang asuransi syariah. Hasil penelitian ini juga diharapkan dapat dipergunakan oleh para akademis sebagai referensi kepustakaan.

2. Segi Praktis

(28)

9 a. Bagi pihak perusahaan

Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan masukan oleh pihak perusahaan untuk dapat mengoptimalkan potensi industri asuransi syariah terutama pada penerapan akad yang digunakan pada produk asuransi syariah agar tidak bertentangan dengan syariat Islam.

b. Bagi peneliti

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan dan ilmu pengetahuan mengenai penerapan ilmu yang didapat selama masa perkuliahan khususnya tentang penerapan akad wakâlah bil ujrah pada produk asuransi jiwa syariah sehingga dapat diaplikasikan dalam penelitian.

c. Bagi penelitian lanjutan

Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna bagi peneliti lanjutan sebagai bahan acuan bagi peneliti yang hendak meneliti masalah sejenis.

E. Tinjauan Pustaka

Tabel 1.2

Daftar Review Studi Terdahulu

1. Identitas Kunnaenih, Program Studi Muamalah, Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, 2015.

Judul Penerapan Akad Wakâlah Bil Ujrah Pada Produk Asuransi Pendidikan PT. Takaful Keluarga dan PT. BRIngin Life Syariah.

Substansi Penelitian ini membahas mengenai pelaksanaan akad wakâlah bil ujrah pada produk asuransi pendidikan PT. Takaful

(29)

10 Keluarga dan PT. BRIngin Life Syariah apakah sudah sesuai dengan Hukum Islam/Fatwa.

Persamaan Penelitian ini memiliki kesamaan tema yaitu yaitu mengenai kesesuaian akad wakâlah bil ujrah pada produk asuransi syariah

Perbedaan Perbedaan dalam penelitian ini terletak pada objek dan tempat penelitian.

2 Identitas Andi Fachrul Rijal, Departemen Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin, 2016

Judul Analisis Pelaksanaan Asuransi Syariah Pada PT. Prudential Life Assurance.

Substansi Penelitian ini bertujuan menganalisis apakah pelaksanaan asuransi syariah pada PT.

Prudential Life Assurance terdapat unsur- unsur yang tidak diperbolehkan oleh syariat seperti gharar, maisir, dan riba.

Persamaan Selain memiliki kesamaan dalam hal tempat penelitian, penelitian ini juga menjadikan Fatwa DSN-MUI sebagai acuan dalam melakukan penelitian.

Perbedaan Penelitian ini membahas mengenai analisis pelaksanaan asuransi syariah secara keseluruhan, sedangkan penelitian sekarang hanya berfokus pada salah satu produk asuransi syariah saja.

3. Identitas Novita Sari, Program Studi Muamalah,

(30)

11 Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, 2016

Judul Tinjauan Syariah Terhadap Asuransi Jiwa Di PT. Prudential Life Assurance PRU Future Team Agency Palembang.

Substansi Penelitian ini membahas mengenai pengelolaan akad tabarru„ dan akad tijarah (mudharabah) pada PT. Prudential Life Assrance PRU Future Team Agency Palembang apakah sudah sesuai dengan prinsip syariah

Persamaan Selain memiliki kesamaan dalam tempat penelitian, penelitian ini juga menggunakan teknik deskriptif kualitatif dalam melakukan analisis data.

Perbedaan Penelitian ini membahas mengenai penerapan akad tabarru„ dan akad tijarah pada PT.

Prudential Life Assurance PRU Future Team Agency Palembang, sedangkan penelitian sekarang hanya berfokus membahas mengenai akad wakâlah bil ujrah.

4. Identitas Laila Nur‟Aeni, Jurusan Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo, 2019.

Judul Tinjauan Fatwa DSN MUI NO. 113/DSN- MUI/IX/2017 Tentang Akad Wakâlah Bil Ujrah Terhadap Keagenan Di Kantor Pemasaran PT. Prudential Life Assurance.

(31)

12 Substansi Penelitian ini membahas mengenai pandangan

fatwa DSN MUI NO. 113/DSN-MUI/IX/2017 terhadap pemindahan agen pada peserta dan terhadap penerimaan ujrah oleh agen di kantor pemasaran PT. Prudential Life Assurance.

Persamaan Selain memiliki kesamaan dalam tempat penelitian, penelitian ini juga membahas mengenai ujrah pada PT. Prudential Life Assurance

Perbedaan Perbedaan dalam penelitian ini dan penelitian sekarang yaitu terletak pada objek yang diteliti dan juga pada teknik analisis data. Penelitian ini menganalisis mengenai agen dalam hal pemindahan dan ujrah yang didapat yang kemudian dianalisis dengan menggunakan metode deduktif. Sedangkan penelitian yang sekarang menganalisis mengenai penerapan akad wakâlah bil ujrah pada produk PRUlink Syariah Assurance Account yang kemudian dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif.

5. Identitas Rizka Nadhirah, Jurusan Ekonomi Islam, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.

Judul Analisis Penerapan Konsep Syariah Pada Produk Syariah Di PT Prudential Life Assurance (Studi Kasus Operasional Produk PRUlink syariah)

(32)

13 Substansi Penelitian ini memiliki tujuan untuk

mengetahui prospek dan operasional produk syariah pada PT Prudential Life Assurance yaitu produk PRUlink syariah sehingga dapat diketahui apakah produk tersebut sesuai dengan konsep syariah atau belum.

Persamaan Memiliki kesamaan dalam hal membahas mengenai produk unit link syariah di PT.

Prudential Life Assurance dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif Perbedaan Perbedaan penelitian ini dengan penelitian

yang sekarang terletak pada objek yang diteliti.

Penelitian ini membahas mengenai kesesuaian operasional produk syariah pada PT.

Prudential Life Assurance yang ditinjau dari segi akad yang digunakan Prudential yaitu akad tabarru‟ dan akad wakâlah bil ujrah.

Sedangkan penelitian sekarang meneliti kesesuaian praktik pada produk PRUlink Syariah Assurance Account di PT. Prudential Life Assurance yang ditinjau hanya dari segi akad wakâlah bil ujrahnya saja.

F. Metodologi Penelitian

Metodologi penelitian adalah suatu cabang ilmu pengetahuan yang membicarakan mengenai cara-cara melaksanakan penelitian

(33)

14 berdasarkan fakta-fakta secara ilmiah.11 Adapun metode dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Metode Penelitian

Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis metode deskriptif yaitu suatu pendekatan penelitian yang mengungkap situasi sosial tertentu dengan mendeskripsikan kenyataan secara benar, dibentuk oleh kata-kata berdasarkan teknik pengumpulan dan analisis data yang relevan yang diperoleh dari situasi yang alamiah.12

2. Sumber Data

Data yang dikumpulkan peneliti terdiri dari data primer dan data sekunder:

a. Data Primer

Data primer adalah data yang dikumpulkan dan diolah sendiri oleh peneliti langsung dari objek penelitian. Untuk melakukan penelitian ini, peneliti melakukan wawancara (interview) kepada pihak Asuransi Jiwa Prudential dan peserta PRUlink Assurance Account, kelengkapan dokumen legal secara acak, serta objek lainnya yang dianggap dapat memberikan informasi terkait penelitian ini.

b. Data Sekunder

Data sekunder adalah data yang diperoleh dari sumber yang sudah ada, sudah dikumpulkan dan diolah oleh pihak lain.

Data sekunder biasanya diperoleh dari buku, koran, jurnal,

11 Muh. Fitrah dan Luthfiyah, Metodologi Penelitian; Penelitian Kualitatif, Tindakan Kelas & Studi, (Sukabumi: CV Jejak, 2017), Cet. Ke 1, h. 27

12 Djam‟an Satori dan Aan Komariah, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: Agustus, 2013), Cet. ke 5, h. 25

(34)

15 internet, penelitian terdahulu, dan sumber-sumber tertulis lainnya yang berhubungan dengan masalah yang dibahas.

3. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data adalah cara yang digunakan untuk mendapatkan data yang diperlukan dalam penelitian. Adapun teknik yang digunakan dalam penelitian ini meliputi:

a. Riset Lapangan (Field Research)

Peneliti melakukan peninjauan lansung ke PT. Prudential Life Assurance untuk mendapatkan dan mengumpulkan data-data yang berhubungan dengan penelitian ini. Adapun teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu:

1) Wawancara

Wawancara adalah suatu teknik pengumpulan data untuk mendapatkan informasi yang digali dari sumber data langsung melalui percakapan atau tanya jawab.13

Adapun wawancara dilakukan secara langsung dengan pihak yang terkait dengan penelitian yang bertujuan untuk memperoleh informasi yang berkenaan dengan masalah.

2) Studi Dokumen

Studi dokumen adalah salah satu metode pengumpulan data kualitatif dengan melihat atau menganalisis dokumen- dokumen yang dibuat oleh subjek sendiri atau orang lain.14 Dalam hal ini, peneliti meminta data-data yang sesuai dengan kebutuhan penelitiannya kepada lembaga yang diteliti yaitu PT. Prudential Life Assurance.

13 Djam‟an Satori dan Aan Komariah, Metodologi Penelitian Kualitatif, h. 130

14 Albi Anggito dan Johan Setiawan, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Sukabumi: CV Jejak, 2018), Cet. ke 1, h. 153

(35)

16 b. Riset Kepustakaan (Library Research)

Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan. Metode ini dilakukan dengan cara mengkaji buku-buku, makalah, jurnal, dan kepustakaan lainnya yang kiranya dapat mendukung dan ada relevansinya dengan masalah tersebut.

4. Teknik Analisis Data

Data yang berhasil dikumpulkan selanjutnya akan dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif. Metode deskriptif kualitatif yaitu suatu teknik analisis data dimana peneliti terlebih dahulu memaparkan semua data yang diperoleh kemudian menganalisisnya dengan berpedoman kepada sumber-sumber yang tertulis.

G. Sistematika Penelitian

Adapun sistematika penelitian dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.

BAB I PENDAHULUAN

Dalam bab pendahuluan ini peneliti akan menjelaskan mengenai latar belakang masalah, identifikasi masalah, batasan masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, tinjauan pustaka, metode penelitian, serta sistematika penelitian.

BAB II ASURANSI SYARIAH DAN REGULASI AKAD WAKÂLAH BIL UJRAH DI INDONESIA

Dalam bab ini peneliti akan menjelaskan mengenai definisi asuransi syariah, landasan hukum asuransi syariah, prinsip dasar asuransi syariah, akad-akad dalam asuransi syariah, akad wakâlah bil ujrah, serta regulasi asuransi

(36)

17 syariah di Indonesia.

BAB III PRODUK PRULINK SYARIAH ASSURANCE ACCOUNT PADA PT. PRUDENTIAL LIFE ASSURANCE

Pada bab ini peneliti akan membahas mengenai gambaran umum perusahaan yang meliputi sejarah perusahaan, visi, misi, dan kredo (motto), struktur organisasi perusahaan, dan produk-produk asuransi PRUlink syariah di Prudential serta mengenai praktik akad wakâlah bil ujrah pada produk PRUlink Syariah Assurance Account yang meliputi pembukaan polis, ujrah/biaya pada PRUlink Syariah Assurance Account dan pengelolaan dana investasi PRUlink Syariah Assurance Account.

BAB IV ANALISIS KESESUAIAN PRAKTIK AKAD WAKÂLAH BIL UJRAH PADA PRODUK PRULINK SYARIAH ASSURANCE ACCOUNT DENGAN FATWA DSN-MUI

Pada bab ini peneliti akan menganalisa hasil penelitian dari hasil data dan wawancara yang peneliti lakukan yaitu mengenai kesesuaian praktik akad wakâlah bil ujrah pada produk PRUlink Syariah Assurance Account dengan fatwa DSN-MUI.

BAB V PENUTUP

Bab ini merupakan bagian akhir dari skripsi ini yang terdiri dari kesimpulan dari hasil penelitian, serta beberapa saran yang akan ditujukan kepada para pihak terkait dan berkepentingan dengan tema yang diteliti.

(37)

91 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di PT. Prudential Life Assurance mengenai praktik akad Wakalah bil Ujrah pada produk PRUlink Syariah Assurance Account, maka peneliti dapat mengambil beberapa kesimpulan sebagai berikut:

1. Praktik akad wakâlah bil ujrah pada produk PRUlink Syariah Assurance Account yang dijalankan oleh PT. Prudential Life Assurance memiliki beberapa prosedur yang terkait di dalamnya seperti dalam hal pembukaan polis, penetapan ujrah, dan mengenai pengelolaan dana investasi peserta asuransi.

2. Praktik pembukaan polis pada produk PRUlink Syariah Assurance Account di PT. Ptudential Life Assurance sudah sesuai dengan rukun dan syarat yang terdapat pada ketentuan dalam fatwa DSN- MUI No: 113/DSN-MUI/IX/2017 Tentang Akad Wakâlah Bil Ujrah.

Adapun, mengenai penetapan ujrah pada PRUlink Syariah Assurance Account memang sudah memenuhi ketentuan dalam fatwa No: 52/DSN-MUI/III/2006 Tentang Akad Wakâlah Bil Ujrah Pada Asuransi Syariah Dan Reasuransi Syariah mengenai objek wakalah bil ujrah dan ketentuan dalam fatwa DSN-MUI No: 113/DSN-MUI/IX/2017 Tentang Akad Wakâlah Bil Ujrah mengenai sistem prosentase penetapan ujrah. Namun, berdasarkan pernyataan peserta PRUlink Assurance Account, beberapa dari pihak Prudential tidak menjelaskan secara rinci teknik perhitungannya. Sehingga masih ada peserta asuransi yang kurang

(38)

92 memahami ketentuan-ketentuan terkait ujrah dalam akad. Hal ini dikhawatirkan akan berdampak pada rusaknya akad. Karena jika tidak ada penjelasan secara rinci oleh pihak perusahaan maka praktik pengelolaan ujrah akan terdapat unsur gharar di dalamnya.

Kemudian, pengelolaan dana investasi pada PRUlink Syariah Assurance Account juga sudah sesuai dengan ketentuan pada fatwa DSN-MUI No: 52/DSN-MUI/III/2006 Tentang Akad Wakâlah Bil Ujrah Pada Asuransi Syariah dan Reasuransi Syariah. Hal ini sesuai dengan praktiknya yaitu dana peserta PRUlink Syariah Assurance Account akan diinvestasikan oleh Prudential ke dalam instrumen keuangan yang berbasis syariah yang terdaftar di Jakarta Islamic Index (JII). Dalam pengelolaannya pun Prudential hanya berperan sebagai pengelola dana dan tidak memperoleh bagian dari hasil investasi tersebut karena sesuai dengan akad yang digunakan yaitu akad wakalah.

Sehingga berdasarkan ketentuan di atas, maka peneliti menyimpulkan bahwa praktik akad wakalah bil ujrah pada produk PRUlink Syariah Asssurance Account yang dijalankan oleh PT.

Prudential Life Assurance sudah sesuai dengan ketentuan di dalam fatwa DSN-MUI.

B. Saran

Berdasarkan kesimpulan penelitian yang sudah diuraikan di atas, maka dapat dikemukakan beberapa saran sebagai berikut:

1. PT. Prudential Life Assurance dalam melaksanakan praktik akad wakalah bil ujrah sudah sangat baik, namun sebagai lembaga keuangan syariah diharapkan dapat lebih meningkatkan kinerja agen khususnya dalam hal penjelasan secara rinci mengenai

(39)

93 produk kepada peserta. Agar tidak terjadi kesalahpahaman antara pihak Prudential dan peserta.

2. Mengenai ujrah akuisisi yang dikenakan oleh Prudential, peneliti menyarankan akan lebih baik jika disebutkan pula porsi persentase untuk setiap jenis ujrah yang dibebankan, karena pada kenyataannya tidak semua peserta asuransi melakukan pemeriksaan kesehatan, sedangkan ujrah akuisisi menjadi beban peserta hingga tahun kelima. Dengan saran tersebut diharapkan peserta asuransi bisa mengetahui lebih jelas rincian ujrah akuisisi yang dibebankan oleh perusahaan.

3. Bagi peserta asuransi, hendaknya membaca dan memahami ketentuan-ketentuan yang sudah dijelaskan di dalam polis, dan jika ada beberapa hal yang tidak dipahami hendaknya langsung dikonsultasikan kembali kepada agen yang bersangkutan agar seluruh informasi dapat diterima dengan baik.

4. Bagi peneliti selanjutnya, hendaknya dapat melakukan penelitian lebih lanjut dan mendalam mengenai pengelolaan ujrah pada PRUlink Syariah Assurance Account, karena penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan diantaranya seperti sample teknik perhitungan ujrah berdasarkan sistem dan wawancara terhadap peserta.

(40)

94

DAFTAR PUSTAKA

Ali, AM. Hasan, Asuransi dalam Perspektif Hukum Islam Suatu Tinjauan Analisis Historis, Teoritis, dan Praktis, Jakarta: Kencana, 2004.

Amrin, Abdullah, Asuransi Syariah, Jakarta: PT Elex Media Komputindo, 2006.

Anggito, Albi dan Johan Setiawan, Metodologi Penelitian Kualitatif, Sukabumi: CV Jejak, 2018.

Anwar, Khoiril, Asuransi Syariah, Halal dan Maslahat, Solo: Tiga Serangkai, 2007.

Brosur PSAA, https://www.prudential.co.id/export/sites/prudential- id/.galleries/PDF/Products/BOOKLET_PSAA_2018_01_29_HIGH- RES.PDF, diakses pada tanggal 5 Agustus 2019.

Daftar Perusahaan Asuransi dan Reasuransi Syariah, www.ojk.go.id diakses pada tanggal 6 Maret 2018.

Darsono, Dinamika Produk dan Akad Keuangan Syariah di Indonesia, Depok: Raja Grafindo Persada, 2017.

Dewi, Gemala, Aspek-Aspek Hukum dalam Perbankan dan Perasuransian Syariah di Indonesia, Jakarta: Kencana, 2007.

Fatwa Dewan Syari‟ah Nasional No: 21/DSN-MUI/X/2001 tentang Pedoman Umum Asuransi Syari‟ah.

Fatwa Dewan Syari‟ah Nasional No: 52/DSN-MUI/III/2006 tentang Akad Wakâlah bil Ujrah Pada Asuransi Syariah dan Reasuransi Syariah.

Fitrah, Muh dan Luthfiyah, Metodologi Penelitian; Penelitian Kualitatif, Tindakan Kelas & Studi, Sukabumi: CV Jejak, 2017.

Hidayat, Taufik Buku Pintar Investasi Syariah, Jakarta: Mediakita, 2011.

Huda, Nurul dan Muhammad Heykal, Lembaga Keuangan Islam: Tinjauan Teoritis dan Praktis, Jakarta: Kencana, 2013.

(41)

95

Ikatan Bankir Indonesia, Mengelola Bank Syariah, (Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 2014

Iqbal, Muhaimin, Asuransi Syariah dalam Praktik, Jakarta: Gema Insani, 2016.

Janwari, Yadi, Lembaga Keuangan Syariah, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2015.

Mardani, Aspek Hukum Lembaga Keuangan Syariah di Indonesia, Jakarta:

Prenadamedia Group, 2015.

Mengenal Jasa Asuransi, www.inafina.com diakses pada tanggal 5 September 2019.

Model unit link syariah, http://keuangansyariah.mysharing.co/yuk-pilih-unit- link-syariah-sesuai-kebutuhan-anda/ diakses pada tanggal 5 Agustus 2019.

Misi dan Kredo www.prudential.co.id/id/our-company/about-prudential- indonesia/mission-and-credo/ diakses pada tanggal 20 Mei 2019.

Nopriansyah, Waldi, Asuransi Syariah Berkah Terakhir yang Tak Terduga, Yogyakarta: Andi, 2016.

Ni‟am, Asrorun Sholeh, Metodologi Penetapan Fatwa Majelis Ulama Indonesia: Penggunaan Prinsip Pencegahan dalam Fatwa, Jakarta:

Penerbit Erlangga, 2016.

Peraturan Menteri Keuangan Nomor 18/PMK.010/2010 tentang Prinsip Dasar Penyelenggaraan Usaha Asuransi dan Usaha Reasuransi Dengan Prinsip Syariah.

Profil Perusahaan, https://www.prudential.co.id/id/our-company/ diakses pada tanggal 28 Februari 2019.

PRUaccess, https://pruaccess.prudential.co.id, diakses pada tanggal 2 Agustus 2019.

(42)

96

PRUprime Healthcare Syariah, https://www.prudential.co.id/id/our products/product/pruprime-healthcare-syariah/ diakses pada tanggal 2 Maret 2019.

PRUfast Start Prudential

PRUSyariah, www.prudential.co.id/id/our-products/syariah/, diakses pada tanggal 30 Mei 2019.

al- Qaradhawi, Yusuf, Fatwa: Antara Ketelitian dan Kecerobohan, terj.

As‟ad Yasin, Jakarta: Gema Insani Press, 1997.

Salim, Abbas, Asuransi dan Manajemen Risiko, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2007.

Satori, Djam‟an dan Aan Komariah, Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung: Alfabeta, 2013.

Shinta, Agustina, Manajemen Pemasaran, Malang: UB Press, 2011.

Soemitra, Andri, Bank dan Lembaga Keuangan Syariah, Jakarta: Kencana, 2017.

Statistik Bulanan IKNB Syariah Februari 2019 dalam https://www.ojk.go.id/.

Diakses tanggal 16 Mei 2019.

Sula, Muhammad Syakir, Asuransi Syariah (Life and General): Konsep dan Sistem Operasional, Jakarta: Gema Insani, 2004.

Wirdyaningsih, Bank dan Asuransi Islam di Indonesia, Jakarta: Kencana, 2005.

al- Zuhaili, Wahbah, Al- Fiqh Al-Islami wa Adillatuh, Juz 4, Damaskus: Dar al-Fikr, 1989.

Referensi

Dokumen terkait

Pada asuransi dengan unsur tabungan, penerapan bagi hasil dengan akad mudharabah dari keuntungan dana peserta sudah sesuai dengan KHES dan Fatwa DSN MUI

Analisa penulis menyimpulkan bahwa terdapat korelasi antara asuransi syariah produk fatwa DSN-MUI dengan hukum perjanjian kontemporer Musthafa Ahmad Az-

Skripsi ini berjudul “Analisis Fatwa DSN MUI No.10/DSN- MUI/VI/2000 terhadap Akad Waka<lah pada Produk Layanan BSM Mobile Banking Di Bank Syariah Mandiri Kc Gresik”

L/C Akad Kafalah Bil Ujrah adalah penjaminan yang diberikan oleh LKS atas transaksi perdagangan ekspor impor yang dilakukan oleh nasabah berdasarkan akad Kafalah, dan atas

perbedaan antara konsep anjak piutang syariah dalam fatwa DSN-MUI dengan konsep akad hiwalah dalam Surat Edaran Bank Indonesia berupa pengalihan utang dan pengalihan

Kesimpulannya bahwa, penerapan akad wadi>’ah pada simpanan TAMASYA di KSPPS BMT Prima Dinar, hampir sesuai dengan prinsip-prinsip syariah dan fatwa DSN-MUI, hal

Penggunaan akad pada produk pembiayaan BSM cicil emas tersebut telah sesuai dengan Fatwa Dewan Syariah Nasional MUI Nomor 77/DSN- MUI/V/2010 tentang jual beli

Dari analisis beberapa ketentuan yang ada dalam Fatwa DSN-MUI No.112/DSN-MUI/IX/2017 tentang Akad Ijârah, dapat diketahui bahwa dalam praktik jasa endorsement pada akun Instagram