KETERLIBATAN SOSIAL SEBAGAI SALAH SATU
PERWUJUDAN IMAN
Pada dasarnya manusia merupakan makluk individu dan sosial.
PENDAHULUAN
Cara pandang manusia terhadap Tuhan Yang maha Kuasa :
1.Tuhan sebagai PEMBERI BERKAT 2.Tuhan sebagai PENENTU TAKDIR 3.Tuhan sebagai KEKUATAN GAIB 4.Tuhan sebagai PEMBERI HUKUM
5.Tuhan sebagai SAHABAT / PARTNER
PENGHAYATAN IMAN
Usaha pokok dalam hidup beragama ditujukan untuk mendapatkan berkat.
( mohon berkat pastur, ustad dll ).
Hal ini tidak lepas dari culture bangsa Indonesia yang bercorak “ vertikal feodal”. Dalam hal ini tata susunan masyarakat digambarkan sebagai piramida berlapis.
1. TUHAN PEMBERI BERKAT
Lapisan paling atas adalah pemimpin/penguasa.
Lapisan tengah adalah pegawai.
Lapisan paling bawah buruh/tani.
Lapisan paling bawah selalu berharap rejeki dari atas dan sangat tergantung mutlak.
Maka lapisan atas sangat pegang peranan penting dan menentukan.
Bagaimana dengan penghayatan iman kita ???
2. TUHAN PENENTU TAKDIR 2. TUHAN PENENTU TAKDIR
Manusia sangat menonjolkan ke Maha - Manusia sangat menonjolkan ke Maha -
kuasaan Allah.
kuasaan Allah.
Manusia sudah memastikan bahwa nasib Manusia sudah memastikan bahwa nasib sejak lahir hingga kematiannya sudah sejak lahir hingga kematiannya sudah
ditentukan oleh Tuhan.
ditentukan oleh Tuhan.
Trend kehidupan yang ada manusia Trend kehidupan yang ada manusia
menjadi malas/pasif dan pasrah begitu saja.
menjadi malas/pasif dan pasrah begitu saja.
3. TUHAN PEMBERI HUKUM 3. TUHAN PEMBERI HUKUM
ALLAH menjatuhkan hukuman sebagai ALLAH menjatuhkan hukuman sebagai sangsi atas kesalahan manusia.
sangsi atas kesalahan manusia.
trend yang ada manusia menonjolkan rasa trend yang ada manusia menonjolkan rasa hormat, takut dan penyerahan diri pada hormat, takut dan penyerahan diri pada
nasib yang disebut faham “ FATALISME”
nasib yang disebut faham “ FATALISME”
Tidak akan terjadi suasana aktif seperti Tidak akan terjadi suasana aktif seperti keberanian, kebebasan, inisiatif, kreatifitas keberanian, kebebasan, inisiatif, kreatifitas
dan tidak menghargai keadilan dan tidak menghargai keadilan
Bagaimana dengan iman kita ????
Bagaimana dengan iman kita ????
4. TUHAN KEKUATAN GAIB 4. TUHAN KEKUATAN GAIB
AGAMA di indonesia lahir dari AGAMA di indonesia lahir dari perkembangan jaman animisme dan perkembangan jaman animisme dan
dinanisme.
dinanisme.
Inti sari hidup manusia sangat dipengaruhi Inti sari hidup manusia sangat dipengaruhi
oleh alam kebatinan / tradisional.
oleh alam kebatinan / tradisional.
Pendalaman hidup lewat semedi, nyepi dll.
Pendalaman hidup lewat semedi, nyepi dll.
Untuk mencapai ketenangan jiwa dan Untuk mencapai ketenangan jiwa dan
keselarasan dengan dunia gaib.
keselarasan dengan dunia gaib.
Trend yang muncul manusia enggan Trend yang muncul manusia enggan terhadap hal-hal yang sifatnya rasional dan terhadap hal-hal yang sifatnya rasional dan
ilmu pengetahuan.
ilmu pengetahuan.
Manusia kurang menghargai dunia materiil Manusia kurang menghargai dunia materiil cenderung pada dunia mistik / takhayul dan cenderung pada dunia mistik / takhayul dan
rasa ( memperoleh kesaktian, kekebalan dsb ).
rasa ( memperoleh kesaktian, kekebalan dsb ).
Bagaimana dengan iman kita ???
Bagaimana dengan iman kita ???
Allah tidak mengekang kebebasan dan krativitas manusia.
Allah menyerahkan dunia dan isinya untuk dikuasai dan diolah untuk menjadi lebih baik adanya.
Akibat manusia jatuh dalam dosa dunia akhirnya tidak sempurna, tetapi Allah tetap mengasihi kita untuk kembali menjadi sempurna.
5. TUHAN PARTNER / SAHABAT
Allah memberi pikiran pada manusia agar mengembangkan alam raya dengan ilmu, teknologi dan pengetahuannya
Hubungan batin Allah dengan manusia melebihi teknologi. Allah memberi kebebasan penuh untuk membangun hubungan antar manusia yang dijiwai oleh keadilan dan cinta kasih.
Allah mengambil inisiatif tetapi faktor partisipasi dari manusia bisa mendukung
dan menghalangi rencana Allah.
Butuh semangat kenabian
KESADARAN SOSIAL
KS :
kepekaan terhadap keadaan dan prihatin terhadap keadaan masyarakat ( ketidakadilan, KKN dll ).
PENGERTIAN
STRATA
KESADARAN SOSIAL
KS yang berdasarkan rasa belas kasihan. Kesadaran sosial spontan ini jangan diremehkan sebab merupakan pangkal dan kunci menuju kesadaran sosial yang lebih tinggi.
Perlu diupayakan tindak lanjut dengan refleksi yang mendalam supaya tidak cepat puas diri/stagnan.
1. KS SPONTAN
Kesadaran sosial yang sadar akan adanya bentuk - bentuk ketidakadilan dalam masyarakat, yang menyebabkan penderitaan banyak orang.
Melihat keadaan ini kita bisa timbul rasa marah, jengkel, tidak puas dan brontak terhadap keadaan yang ada.
Dibutuhkan data fakta yang valid dan pengetahuan yang cukup terhadap KS supaya tdak mudah di adu domba.
2. KS KRITIS
KS yang berdasarkan ilmu pengetahuan yang dikuasainya dan dalam kerjasama dengan orang lain untuk menyoroti gejala- gejala ketidakadilan secara lebih mendalam dengan berdasarkan fakta data yang valid.
Diperlukan sebuah KEBERANIAN untuk menyuarakan pesan moral dan bertindak supaya tidak menjadikan frustasi ataupun rasa tak berdaya karena masalah yang rumit.
3. KS OBYEKTIF
KS yang berdasarkan analisis ilmiah dengan ceramah dan diskusi yang mencerna dan memancarkan hasil analisis itu yang dituangkan dalam visi dan misi gerakan sosial kemasyarakatan yang membawa sebuah harapan dan keberanian.
Selain itu juga perlu strategi langkah- langkah yang diperhitungkan dengan cermat menuju realitas dari visi misi tersebut.
4. KS DINAMIS
Perubahan masyarakat yang mendalam
sampai struktur dan akar budayanya
hanya mungkin lewat proses
pendidikan dan penyadaran orang-
orang yang tertindas sehingga mereka
sanggup membina struktur-struktur
baru yang tidak menindas___ Paulo
Freire ‘ dalam bukunya Pedagogy of
the oppreses 1970.’
LATAR BELAKANG ALKITABIAH
1. Kisah Penciptaan & Penebusan Allah 2. Dimensi Sosial dalam Kitab Suci
MENEGAKKAN KEADILAN SOSIAL
ASAS KEADILAN
- Menuntut agar segala produksi yang dihasilkan masyarakat dibagi merata untuk semua warga.
- Tidak harus semua orang mendapat pembagian yang sama ( sesuai hak & tanggungjawab ).
- Kesamaan total hanya mungkin melalui penghapusan kebebasan total, dan ini bertentangan dengan martabat manusia.
Ketidaksamarataan dalam hal
kekuasaan, kekayaan dan status hanya
dapat dibenarkan sejauh semuanya itu
sangat menguntungkan anggota
masyarakat yang paling terbelakang,
apalagi sejauh posisi atau jabatan yang
membawa ketidaksamarataan dalam
hal kekuasaan, kekayaan dan status itu
juga benar-benar terbuka bagi semua
orang.
PENGHALANG
MENEGAKKAN KEADILAN SOSIAL
1. ETATISME
2. IDEOLOGI PEIORATIF
ETATISME
Suatu sistem politik dimana kekuasaan dan keikutsertaan dalam pengambilan keputusan nasional hanya ada pada para pejabat negara dan di mana kelompok-kelompok kepentingan, partai politik tetap lemah dan tidak ikut serta dalam mengambil keputusan-keputusan politik mendasar.– merupakan simbol2 demokrasi kebijakan yang muncul hanya demokrasi semu dan terkesan mengesahkan kekuasaan elite politik yang ada.
IDEOLOGI PEIORATIF
Gagasan, keyakinan sesat yang membuahkan ketertipuan yang melekat dalam kesadaran masyarakat. Contohnya :
a. Kecenderungan menyamakan penilaian moral dengan kenyataan faktual
b. Nasionalisme sempit c. Etos Kerja
d. Kepentingan umum
TERIMA KASIH
TERIMA KASIH