4 Permata dalam Diri Manusia yang harus dijaga
ِرْوُر ُش ْنِم ِهللاِب ُذْوُعَنَو ،ُهُرِفْغَتْسَنَو ُهُنْيِعَتْسَنَو ُهُدَمْحَن ِهلل َدْمَحْلا َنِإ
ْلِلْضُي ْنَمَو ُهَل َلِضُم َلَف ُهللا ِهِدْهَي ْنَم ،اَنِلاَمْعَأ ِتاَئِيَس ْنِمَو اَنِسُفْنَأ
َنَأ ُدَه ْش َأَو ُهَل َكْيِرَش َل ُهَدْحَو ُهّٰللا َلإ هٰلِإ َل ْنأ ُدَهْشأ ،ُهَل َيِداَه َلَف .ُهُلْوُسَرَو ُهُدْبَع اًدَمَحُم
َمْيِهاَرْبِإ ىَلَع َتْيَلَص اَمَك ٍدَمَحُم ِلآ ىَلَعَو ٍدَمَحُم ىَلَع ِلَص َمُهَللَا
ِلآ ىَلَعَو ٍدَمَحُم ىَلَع ْكِراَبَو .ٌدْيِجَم ٌدْيِمَح َكَنِإ ،َمْيِهاَرْبِإ ِلآ ىَلَعَو .ٌدْيِجَم ٌدْيِمَح َكَنِإ ،َمْيِهاَرْبِإ ِلآ ىَلَعَو َمْيِهاَرْبِإ ىَلَع َتْكَراَب اَمَك ٍدَمَحُم
َكَراَبَت َلاَق ُثْيَح َلَجَو َزَع ِهللا ىَوْقَتِب ْيِسْفَنَو ْمُكْيِصْوُأ ،ِهللا َداَبِع :ِمْيِجَرلا ِناَطْي َشلا َنِم ِهللاِب ُذْوُع َأ ،ىَلاَعَتَو اَهْنِم َقَلَخَو ٍةَدِحاَو ٍسْفَن ْنِم ْمُكَقَلَخ يِذَلا ُمُكَبَر اوُقَتا ُساَنلا اَهُي َأ اَي
ِهِب َنوُلَءاَسَت يِذَلا َهَللا اوُقَتاَو ًءاَسِنَو اًريِثَك ًلاَجِر اَمُهْنِم َثَبَو اَهَجْوَز اًبيِقَر ْمُكْيَلَع َناَك َهَللا َنِإ َماَحْرَ ْلاَو
ْمُكَل ْحِلْصُي اًديِدَس ًلْوَق اوُلوُقَو َهَللا اوُقَتا اوُنَمآ َنيِذَلا اَهُي َأ اَي :َلاَقَو اًزْوَف َزاَف ْدَقَف ُهَلوُسَرَو َهَللا ِعِطُي ْنَمَو ْمُكَبوُنُذ ْمُكَل ْرِفْغَيَو ْمُكَلاَمْع َأ اًميِظَع هللا ىّلَص ٍدّمَحُم ُىْدَه ِىْدَهْلا َرْيَخَو ،ِهللا ُباَتِك ِثْيِدَحْلا َقَدْصَأ ّنِأَف
ٍةَعْدِب ّلُكَو ٌةَعْدِب ٍةَثَدْحُم ّلُكَو ،اَهُتاَثَدْحُم ِرْوُمُلْا ّر َشَو ،َمّلَسَو ِهْيَلَع :ُدْعَب اَمَأ .ِراّنلا يِف ِةَلَلَض ّلُكَو ،ًةَلَلَض
Jamaah Jumat rahimakumulluh,
Di awal khotbah, di majelis yang mulia ini marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT yaitu dengan menjalankan perintah Allah SWT dengan ikhlas, khusyu, lagi penuh tawakkal juga menjauhi larangan Allah SWT. Shalawat dan salam mudah- mudahan tetap terlimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW.
Jamaah Jumat rahimakumulluh,
Manusia merupakan makhluk yang sempurna karena ia mempunyai jasad (fisik) yang
indah dan dilengkapi dengan psikis yaitu ruh atau jiwa, sehingga dengan itu manusia dikaruniai Allah sebuah keutamaan yang membedakan kualitas dirinya dengan makhluk lain dan dengan keutamaan itu manusia, berhak mendapatkan penghormatan dari pada makhluk lain. Gambaran kondisi manusia ini dijelaskan oleh dalam surat At-Thin ayat 4,
ٍ ميِوْقَت ِنَسْح َأ يِف َناَسْنِْلا اَنْقَلَخ ْدَقَل
“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.
Dalam Al-Qur’an Allah menyebut sosok manusia dengan sebutan yang berbeda-beda tergantung konteksnya. Profesor Yunahar Ilyas menjabarkan dalam bukunya, Tipologi Manusia Menurut Al-Qur’an, bahwa Al-Qur’an itu menyebut manusia dengan istilah yang berbeda-beda. Istilah basyar disebut 35 kali, sebutan al-insu sebanyak 18 kali, Al- insan, 65 kali, An-nas, 240 kali, Bani Adam 7 kali dan terakhir, dzuriyah Adam sebanyak 1 kali.
Secara biologis, anatomi tubuh manusia setidaknya memiliki 13 organ tubuh manusia dan fungsinya itu, sistem rangka yang terdiri dari 206 tulang. Sistem otot terdiri atas 600. Sistem peredaran darah yang menjaga keseimbangan kondisi internal. Sistem pencernaan yang berfungsi memproses makanan menjadi zat-zat gizi yang dibutuhkan tubuh sistem endokrin, sistem saraf, sistem pernapasan dan lain-lain.
Namun demikian kelengkapan dan kesempurnaan tubuh manusia itu, anasir/elemen psikislah, yang memiliki nilai tinggi. Bahkan Rasulullah menilainya setara mutiara yaitu akal, agama, rasa malu, dan amal saleh. Dan keempat mutiara itu masing-masing
memiliki tantangan yang tidak ringan untuk menghindarinya yaitu nafsu amarah, hasud, rasa malu, dan ghibah, sebagaimana sabda Rasulullah yang dijabarkan dalam kitab Nashaihul Ibad buah pena Syekh Nawawi Albantani.
ُرِهاوَجا اَما ،َءاي ْشا ُةَعَبرا اهُليِزُي َمَدآ يِنَب ِمْسِج يِف ٌرِهاَوَج ٌةَعَبْرَا
،لْقَعلا ُلْيِزُي ُبَضَغلاف ،ُحِلاصلا ُلَمَعلاو ،ُءايَحلاو ،ُنيِدلاو ،ُلْقَعلا
َلَمَعلا ُلْيِزُي ُةَبْيِغلاو ،ََءايَحلا ُلْيِزُي ُعَمَطلاو ،َنيِدا ُلْيِزُي ُدَسَحلاو حِلاصلا
“Empat macam mutiara yang ada pada diri manusia dapat hilang dengan empat perkara yang lain. Empat mutiara itu ialah: akal, agama, malu, dan amal saleh.
Kemarahan dapat menghilangkan akal, hasud (dengki) dapat menghilangkan agama, tamak dapat menghilangkan malu, mengumpat (ghibah) dapat menghilangkan amal saleh”. (Ibn Hajar Asqalani, kitab Nashaihul Ibad).
Jamaah Jumat hadaniyallah waiyyakum
Berdasarkan hadits di atas maka penting bagi kita untuk menjaga empat mutiara tersebut karena tantangannya pun tidaklah ringan.
Mutuara pertama yaitu akal. Dalam Al-Qur’an kata akal dengan derivasinya disebut sebanyak 49 kali dan tersebar dalam berbagai surat, Dalam Islam akal mempunyai kedudukan tinggi dan banyak dipakai bukan hanya dalam perkembangan ilmu
pengetahuan dan kebudayaan semata, tetapi juga dalam perkembangan ajaran-ajaran keagamaan Islam sendiri. Dalam Al-Qur’an banyak kita jumpai ayat-ayat yang
memerintahkan kita untuk berpikir dan menggunakan akal, diantaranya yaitu dalam al- Baqarah : 44
َنوُرُم ْأَتَأ
ِب َساَنل ٱ َنوُلْتَت ْمُتنَأَو ْمُكَسُفنَأ َنْوَسنَتَو ِرِبْل ٱ
َلَفَأ َبَٰتِكْل ۚ ٱ
َنوُلِقْعَت
“Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaktian, sedang kamu melupakan diri (kewajiban)mu sendiri, padahal kamu membaca Al-Kitab (Taurat)? Maka tidaklah kamu berpikir?”
Namun akal akan rusak dengan marah, sebab marah sebab marah dapat menghilangkan akal sehat, orang membunuh karena marah, hubungan jadi renggang karena marah, perceraian karena amarah dls. Rasulullah mengingatkan dalam sabdanya :
ِهْيَلَع ُهَللا ىَلَص ِيِبَنلِل َلاَق ًلُجَر َن َأ ُهْنَع ُهَللا َيِضَر َةَرْيَرُه يِبَأ ْنَع
ْبَضْغَت َل َلاَق اًراَرِم َدَدَرَف ْبَضْغَت َل َلاَق يِنِصْو َأ َمَلَسَو
“Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, bahwa seorang pria berkata kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: ‘Wahai Rasulullah, berikan saya wasiat.’ Maka Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: ‘Jangan engkau marah, jangan engkau marah.'” (HR. Bukhari)
Dalam Al-Qur'an Allah menjanjikan surga bagi yang menahan amarah
ِنَع َنيِفاَعْلاَو َظْيَغْلا َنيِمِظاَكْلاَو ِءاَرَضلاَو ِءاَرَسلا يِف َنوُقِفْنُي َنيِذَلا
َنييِنِسْحُمْلا ُبِحُي ُهَللاَو ِساَنلا
“(Yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS. Ali Imran: 134) Mutiara kedua yaitu agama. Agama adalah aturan Allah yang mengimbau orang-orang yang berakal untuk menerima apa-apa yang dibawa oleh Rasul. Salah satu fungsi agama pada manusia ialah mampu memberikan pandangan dunia kepada manusia dan
berpengaruh pada kebudayaan manusia. Mampu dijadikan aturan dalam berhubungan antara manusia dengan Tuhannya, antar sesama makhluk hidup, dan hubungan lainnya dalam kehidupan. Menentukan suatu tuntunan mengenai prinsip yang salah dan yang benar.
ِنيدِلا يف ُهْهِقَفُي ًاريخ هِب ُهللا ِدِرُي ْنَم
"Barangsiapa yang diinginkan kebaikan oleh Allah, maka ia dipahamkan-Nya tentang Agama." (HR Bukhari)”
Jamaah Jumat rahimakumulluh
Yang akan menghilangkan mutiara agama adalah hasud. Hasud atau lebih populer dengan istilah dengki adalah sikap batin yang tidak senang kepada orang lain yang mendapat kenikmatan, sekaligus mengharapkan hilangnya kenikmatan itu pada orang lain. Penyakit ini merupakan penyakit batin yang susah mengobatinya dan dimiliki banyak orang. Bahkan hasud merupakan penyakit tertua seumur dengan sejak adanya manusia pertama, Nabi Adam As, yaitu Qabil putera Adam hasud atau dengki terhadap saudaranya Habil. Mengenai dengki ini, Allah mengingatkan dalam Firmannya :
ٍضَب ىٰلَع ُ كَض َب ِب ُهّٰللا َلَضَف اَم ا َنَمَتَت َلَو ۡع ۡم ۡع ٖه ۡو
ؕ ا ُبَسَت ا اَمِم ٌب ِصَن ِلاَجِرلِل ؕ ۡو ۡك ۡي
َن َسَت ا اَمِم ٌب ِصَن ِءاَسِنلِلَو ۡب ۡك ۡي
ٍء َش ِلُكِب َناَك َهّٰللا َننِا ؕ ِل َف ِم َهّٰللا اوُلـَئ َو ؕ ۡى ٖه ۡض ۡن ۡس
اًم ِلَع ۡي
"Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebagian kamu lebih banyak dari sebagian yang lain...( QS. An Nisa : 32 )
Rasulullah SAW berfirman tentang bahaya hasud
َبَطَحْلا ُراَنلا ُلُك ْأَت اَمَك ِتاَنَسَحْلا ُلُكْأَي َدَسَحْلا َنِإَف َدَسَحْلاَو ْمُكاَيِإ
“Dari Abu Hurairah bahwa Nabi SAW bersabda: “Jauhilah hasad (dengki), karena hasad dapat memakan kebaikan seperti api memakan kayu bakar.” (HR Abu Dawud).
Mutiara ketiga yaitu rasa malu. Rasa malu bagi seseorang merupakan daya kekuatan yang mendorong berwatak ingin selalu berbuat pantas dan menjauhi segala perilaku tidak patut .orang yang memiliki watak malu adalah orang yang cepat menyingkir dari segala bentuk keburukan bahkan kejahatan. Dengan malu seseorang mempunyai harga diri, tanpa sifat malu seseorang tidak mempunyai harga diri, sabda Rasul : " Malu itu tidak datang, kecuali dengan kebaikan, ( HR. Muslim ).
Rasa malu akan hilang dengan thama’ atau tamak. Tamak adalah sikap batin yang menginginkan agar kenikmatan itu didapatkan sebanyak-banyaknya meskipun dengan cara yang tidak benar, apabila tamak mendarah daging dalam diri manusia maka manusia tidak akan pernah merasa puas atas apa yang sudah ia miliki.
Mutiara keempat yaitu amal saleh. Amal saleh adalah perbuatan yang membawa kemaslahatan bagi sesama, yang dilakukan sesuai dengan petunjuk Allah dan contoh Rasul-Nya. Allah menjanjikan ampunan dan pahala bagi yang beramal saleh
َدَعَو ُهَلل ٱ
وُلِمَعَو وُنَماَء َنيِذَل ۟ا ۟ا ٱ
ٌميِظَع ٌرْج َأَو ٌةَرِفْغَم مُهَل ِتَٰحِلَٰصل ۙ ٱ
”Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan yang beramal saleh, (bahwa) untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS al-Maidah [5]: 9).
Hadirin Rahimakumullah,
Yang merusak amal saleh adalah ghibah atau mengghibah adalah menceritakan keburukan seseorang kepada orang lain, sedangkan jika benar terjadi maka itulah ghibah, namun jika tidak benar itu adalah fitnah. Allah mengancam terhadap orang yang menggunjing
اَهُيَأَٰٓي وُنَماَء َنيِذَل۟ا ٱ َنِم اًريِثَك وُبِنَتْج۟ا ٱ
َضْعَب َنِإ ِنَظلٱ بَتْغَي َلَو وُسَسَجَت َلَو ٌمْثِإ ِنَظل۟ا ۖ ٱ
َو ُهوُمُتْهِرَكَف اًتْيَم ِهيِخۚ َأ َمْحَل َلُكْأَي نَأ ْمُكُدَحَأ ُبِحُيَأ اًضْعَب مُكُضْععَبۚ وُقَت۟ا ٱ
َهَللٱ َنِإ ۚ
ٌباَوَت َهَللٱ
ٌميِحَر ..Dan janganlah kamu menggunjing sebagian yang lain, senangkah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya sendiri yang telah meninggal ? tentu kamu
membencinya. Takutlah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah itu Maha Penerima Taubat dan Maha Penyayang'.( QS. Al-Hujurat : 12 )
Khutbah II
ْنِمَو اَنِسُفْن َأ ِرْوُرُش ْنِم ِهللاِب ُذْوُعَنَو ،ُهُرِفْغَتْسَنَو ُهُنْيِعَتْسَنَو ُهُدَمْحَن ِهلل َدْمَحْلا َنِإ ،ُهَل َيِداَه َلَف ْلِلْضُي ْنَمَو ُهَل َلِضُم َلَف ُهللا ِهِدْهَي ْنَم ،اَنِلاَمْعَأ ِتاَئِيَس .ُهُلوُسَرَو ُهُدْبَع اًدَمَحُم َنَا ُدَه ْشَاَو .ُهَل َكْيِر َش َل ُهَدْحَو ُهللا َلِا َهَلا َل ْنَا ُدَه ْشَا
ُدْعَب اَمَا َنْيِعَمْجَا ِهِبْحَصَو ِهِلَا ىَلَعَو ٍدَمَحُم ىَلَع ْمِلَسَو ِلَص َمُهَللاَ
ىَلاَعَت َلاَقَو .َنوُمِلْسُم ْمُتْنَاَو َلِا َنُتوُمَت َلَو ِهِتاَقُت َقَح َهللا اوُقَتا ُس اَنلا اَهُيَا اَيَف اوُمِلَسَو ِهْيَلَع اوُلَص اوُنَمَا َنْيِذَلا اَهُيَااَي يِبَنلا ىَلَع َنوُلَصُي ُهَتَكِءَلَمَو َهللا َنِا ,َنْيِعَمْجَا ِهِب اَحْصَاَو ِهِلَا ىَلَعَو ٍدَمَحُم ىَلَع ْكِراَبَو ْمِلَسَو ِلَص َمُهَللَا ,اًمْيِلْسَت
َنْيِمِحاَرلا َمَحْرَا اَي َكِتَمْحَرِب ْمُهَعَم اَنَع ىَضْراَو
ْمُهْنِم ِءاَيْحَلَا ِتاَنِمْءوُمْلاَو َنْيِنِمْءوُمْلاَو ِتاَمِلْسُمْلاَو َنْيِمِلْسُمْلِل ْرِفْغا َمُهَللَا . ِتاَوْعَدلا ُبْيِجُم ٌبْيِرَق ٌعْيِمَس َكَنا ِتاَوْمَلْاَو
َتْنَا َكَنا ًةَمْحَر َكْنُدَل ْنِم اَنَل ْبَهَو اَنَتْيَدَهْذا َدْعَب اَنَبوُلُق ْغِزُت َل اَنَبَر .باَهَوْلا
.اًرْيِغَص ىِناَيَبَر اَمَك اَمُهْمَحْراَو َيَدِلاَوِلَو ىِلْرِفْغا ىِبَر
َكِبَر َناَحْبُس.ِراَنلا َباَذَع اَنِقَو ًةَنَسَح ِةَرِخ َلْا ىِفَو ًةَنَسَح اَيْنُدلا ىِف اَنِتَا اَنَبَر
َنْيِمَلاَعْلا ِبَر ِهلل ُدْمَحْلاَو َنْيِلَسْرُمْلا ىَلَع ُمَلَسلاَو نوُفِصَي اَمَع ِةَزِعلْا ىّبَر
ِنَع ىَهْنَيو ىَبْرُقْلا يِذ ِءاَتْيِإَو ِناَسْح ْلاَو ِلْدَعْلاِب ُرُم ْأَي َهللا َنإ ،ِهللا َداَبِع
َمْيِظَعْلا َهللا اوُرُكذاَف .َنْوُرَكَذَت ْمُكَلَعَل ْمُكُظِعَي ،ِيْغَبلاَو ِرَكْنُمْلاَو ِءا َشْحَفلا رَبْكَأ ِهللا ُرْكِذَلَو ْمُكْرُكْذَي
ُ