KISI KISI SEJARAH PERADABAN ISLAM PENDIDKAN AGAMA ISLAM
1.Dakwah rasul menelan 23 tahun. Di Mekah cukup lama sedang di Madinah lebih singkah. Coba jelaskan sepak terjang dakwah rasul.
2.Jelaskan program kerja Abu Bakar setelah dibaiat sebagai Khalifah.
3. Pada masa Bani Umayyah . Umat pernah mencapai masa kejayaan. Coba jelaskan dimasa khalifah.
Siapa dan apa kebijakannya.
JAWABAN
1. Dakwah Rasulullah SAW berlangsung selama 23 tahun, yaitu selama 13 tahun di Mekah dan 10 tahun di Madinah. Dakwah di Mekah berlangsung dengan sangat berat dan penuh tantangan. Kaum musyrikin Mekah menolak dan bahkan menganiaya para pemeluk Islam. Rasulullah SAW dan para sahabatnya harus menghadapi berbagai macam rintangan, mulai dari cemoohan, hinaan, hingga penyiksaan.
Berikut adalah sepak terjang dakwah Rasullulah Saw:
a. Mendakwahi keluarga dekat
b. Mendakwahi Masyarakat Umum
c. Menyusun al-qur’an
d. Mendapatkan Ujian dan Cobaan
e. Memfitnah Nabi Saw sebagai pembohong,pendusta ,penyihir dan orang gila .
2. Abu Bakar Ash-Shiddiq dibaiat sebagai khalifah pada tanggal 22 Jumadil Akhir tahun 11 Hijriah atau 23 Agustus 632 Masehi. Ia menjadi khalifah pertama dalam sejarah Islam. Masa pemerintahan Abu Bakar berlangsung selama 2 tahun 3 bulan 3 hari.
Program kerja Abu bakar diantaranya :
a. Menjaga keutuhan Umat Islam
b. Menyebarkan agama islam
c. Mengumpulkan dan membukukan Mushaf Al-qur’an.
d. Menaklukan diluar jazirah arab
3. Masa kejayaan Bani Umayyah terjadi pada masa pemerintahan Muawiyah bin Abu Sufyan dan Abd al-Malik bin Marwan. Pada masa ini, wilayah kekuasaan Islam berkembang pesat, mulai dari Spanyol di barat hingga India di timur. Selain itu, terjadi juga perkembangan pesat di bidang ilmu pengetahuan, seni, dan budaya.
Kebijakan Muawiyah bin abu Sufyan diantaranya :
1. Membangun dan memperkuat pemerintahan
2. Meneyebarkan islam ke wilayah- wilayah baru Kebijakan abdul malik bin Marwan diantaranya :
1. Menyeragamkan system administrasi
2. Memajukan ilmu penghetahuan
3. Membangun infrastruktur(jalan raya,jembatan dan bangunan lainnya ) A. Dinasti abbasiyah
Dinasti Abbasiyah dibagi menjadi 5 periode, Masa keemasan dinasti Abbasiyah sendiri tercatat pada periode pertama (132 H/750 M - 232 H/847 M), yang sering disebut periode pengaruh Arab dan Persia pertama.
Dasar-dasar pemerintahan dinasti Abbasiyah diletakkan dan dibangun oleh Abul Abbas as-Saffah dan al-Manshur, dan puncak keemasan dari dinasti ini berada pada tujuh khalifah sesudahnya, yaitu al- Mahdi (775-785 M), al-Hadi(775- 786 M), Harun arRasyid(786-809 M), al-Ma’mun(813-833 M), al- Mu'tashim (833-842 M), al-Watsiq (842- 847 M), dan al-Mutawakkil (847-861 M).
- KEMAJUAN DAN KEBERHASILAN DINASTI ABBASIYAH
1. Sosial Budaya
Kemajuan dalamm bentuk sosiokultural meliputi proses akulturasi dan asimilasi sosial. Kondisi sosial masyarakat yang majemuk membawa dampak positif bagi perkembangan dan kemajuan peradaban Islam saat itu. Karena dengan ilmu dan keterampilan yang dimilikinya, dapat
1
dimanfaatkan untuk memajukan bidang sosial budaya lainnya, kemudian menjadi simbol kemajuan di bidang kebudayaan dan ilmu pengetahuan.
Seni konstruksi dan arsitektur, baik istana maupun masjid, bangunan perkotaan, dan lain-lain, turut andil dalam kemajuan ilmu pengetahuan dan sosial budaya yang ada pada masa kekhalifahan Dinasti Abbasiyah. Seni arsitektur digunakan dalam pembangunan istana dan kota.
Seperti istana Qasharul Dzahabi dan Qasharul Khuldi, sedangkan bangunan perkotaan seperti pembangunan kota Bagdad, Samarra dan lain-lain.
Kemajuan juga terjadi di bidang sastra linguistik dan musik. Pada masa inilah lahir para sastrawan dan tokoh budayawan ternama seperti Abu Nawas, Abu Athahiyah, Al Muntanabby, Abdullah Bin Muqoffa dan lain-lain. Sedangkan tokoh-tokoh terkenal di bidangnya yang karyanya masih digunakan hingga saat ini antara lain Yunnas Bin Sulaiman, Khalil Bin Ahmad, pencipta teori musik Islam, Al Farabi, dan lain-lain.
2. Politik dan Militer
Salah satu perbedaan karakteristik yang paling mencolok antara pemerintahan Dinasti Bani Umayyah dan Dinasti Abbasiyah adalah arah kebijakan yang mereka ambil. Orientasi politik Dinasti Bani Umayyah selalu pada perluasan wilayah. Pada masa ini, pemerintahan dinasti Abbasiyah lebih fokus pada upaya pengembangan ilmu pengetahuan dan peradaban Islam, sehingga dinasti ini dikenal sebagai masa keemasan peradaban Islam. Meski demikian, upaya mempertahankan wilayah tetap penting.
Untuk itu pemerintahan Dinasti Abbasiyah melakukan reformasi sistem politik pemerintahan dan tatanan militer. Pemerintahan Abbasih telah membentuk departemen pertahanan dan keamanan yang disebut Diwanul Jundi. Badan ini mengatur segala sesuatu yang berhubungan dengan militer, pertahanan dan keamanan. Pembentukan lembaga ini didasari oleh kenyataan militer- politik bahwa pada masa pemerintahan Dinasti Abbasiyah banyak terjadi pemberontakan dan beberapa daerah berusaha memisahkan diri dari pemerintahan Dinasti Abbasiyah.
3. Ilmu Pengetahuan
Kebijakan pemerintahan Dinasti Abbasiyah terhadap masyarakat non-Arab yang tradisi intelektual dan budaya kajiannya telah lama ada dalam kehidupan mereka. Mereka diberikan fasilitas fisik dan finansial serta tempat untuk melakukan penelitian ilmiah berdasarkan bahan referensi yang telah ditulis atau diteliti sebelumnya oleh masyarakat, sehingga banyak bermunculan ahli-ahli di bidang ilmu pengetahuan, misalnya filsafat, oleh para filosof terkenal. kali. kali termasuk Al Kindi, Abu Nasr, al-Farabi dan lain-lain.
Kemajuan ilmu pengetahuan dan peradaban Islam juga terjadi di bidang sejarah, ilmu bumi, astronomi, dan lain-lain. Sejarawan Muslim terkenal pertama yang hidup pada era ini adalah Muhammad Bin Ishaq.
4. Ilmu Agama Islam
Kemajuan dan peradaban Islam pada masa Dinasti Abbasiyah di bidang ilmu agama tidak lepas dari peran ulama dan pemerintah yang memberikan dukungan spiritual, material, dan pembiayayaan yang kuat kepada para ulama. Ketertarikan pemerintah memberikan semangat yang kuat bagi para ulama yang ingin mengembangkan ilmu agama Islam untuk memperjuangkan pengembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan. Ilmu agama Islam yang berkembang dan maju adalah ilmu hadis, tafsir, fiqh dan tasawuf.
B. Masuknya Islam di Spanyol
Pemerintahan Islam yang pertama kali menduduki Spanyol adalah Khalifah dari Bani Umayyah yang berpusat di Damaskus (Salwasalsabila, 2008: 21). Sebelum penaklukan Spanyol, umat Islam telah menguasai Afrika Utara dan menjadikannya sebagai salah satu propinsi dari dinasti Bani Umayyah.
Penguasaan sepenuhnya atas Afrika Utara itu terjadi di zaman Khalifah Abd Malik (685-705 M).
Khalifah Abd Malik mengangkat Ibnu Nu’man al Ghassani menjadi gubernur di daerah itu. Pada masa Khalifah al Walid (705-715 M), Hasan Ibnu Nu’man sudah digantikan oleh Musa Ibnu Nushair.
Di saat al Walid berkuasa, Musa Ibnu Nushair sukses memperluas wilayah kekuasaannya dengan menduduki daerah Aljazair dan Maroko.
Islam pertama kali masuk ke Spanyol pada tahun 711 M melalui jalur Afrika Utara. Spanyol sebelum kedatangan Islam dikenal dengan nama Iberia/ Asbania, kemudian disebut Andalusia, ketika
2
negeri subur itu dikuasai bangsa Vandal. Dari perkataan Vandal inilah orang Arab menyebutnya Andalusia.
Dalam proses penaklukan Spanyol terdapat tiga pahlawan Islam yang dapat dikatakan paling berjasa memimpin satuan-satuan pasukan ke sana. Mereka adalah Tharif ibn Malik, Tharik ibn Ziyad, dan Musa ibn Nushair.
- Kemajuan Peradaban Islam di Spanyol 1. Kemajuan Intelektual
Spanyol adalah negara yang subur. Masyarakat Spanyol Islam merupakan masyarakat majemuk yang terdiri dari komunitas-komunitas Arab (Utara dan Selatan) al-Muwalladun (orang-orang Spanyol yang masuk Islam), Barbar (umat Islam yang berasal dari Afrika Utara), al-shaqalibah (penduduk daerah antara Konstantinopel dan Bulgaria yang menjadi tawanan Jerman dan dijual kepada penguasa Islam untuk dijadikan tentara bayaran), Yahudi, Kristen Muzareb yang berbudaya Arab, dan Kristen yang masih menentang kehadiran Islam. Semua komunitas itu, kecuali yang terakhir memberikan saham intelektual terhadap terbentuknya lingkungan budaya Andalusia yang melahirkan kebangkitan ilmiah, sastra, dan pembangunan fisik di Spanyol.
2. Filsafat
Islam di Spanyol telah mencatat satu lembaran budaya yang sangat brilian dalam bentangan sejarah Islam. Ia berperan sebagai jembatan penyeberangan yang dilalui ilmu pengetahuan Yunani- Arab ke Eropa pada abad ke-12. minat terhadap filsafat dan ilmu pengetahuan mulai dikembangkan pada abad ke-9 M selama pemerintahan penguasa BaniUmayyah yang ke-5, Muhammad ibn Abd al- Rahman (832-886 M).
Tokoh utama pertama dalam sejarah filsafat Arab-Spanyol adalah Abu Bakr Muhammad ibn al-Sayigh yang lebih dikenal dengan Ibn Bajjah.
3. Sains
Abbas ibn Fama termasyhur dalam ilmu kimia dan astronomi. Ia orang yang pertama kali menemukan pembuatan kaca dari batu. Ibrahim ibn Yahya al-Naqqash terkenal dalam ilmu astronomi. Ia dapat menentukan waktu terjadinya gerhana matahari dan menentukan berapa lamanya.
Ia juga berhasil membuat teropong modern yang dapat menentukan jarak antara tata surya dan bintang-bintang. Ahad ibn Ibas dari Cordova adalah ahli dalam bidang obat-obatan. Umi al-Hasan bint Abi Ja’far dan saudara perempuan alHafidzh adalah dua orang ahli kedokteran dari kalangan wanita.
4. Fikih
Dalam bidang fikih, Spanyol dikenal sebagai penganut mazhab Maliki. Yang memperkenalkan mazhab ini disana adalah Ziyad ibn Abd al-Rahman. Perkembangan selanjutnya ditentukan oleh Ibn Yahya yang menjadi qadhi pada masa Hisyam ibn Abd al- Rahman. Ahli-ahli fikih lainnya yaitu Abu Bakr ibn alQuthiyah, Munzir ibn Sa’id al-Baluthi dan Ibn Hazm yang terkenal.
5. Musik dan Kesenian
Dalam bidang musik dan seni suara, Spanyol Islam mencapai kecemerlangan dengan tokohnya al-Hasan ibn Nafi yang dijuluki Zaryab. Setiap kali diadakan pertemuan dan jamuan, Zaryab selalu tampil mempertunjukkan kebolehannya. Ia juga terkenal sebagai pengubah lagu. Ilmu yang dimilikinya itu diturunkan kepada anak-anaknya baik pria maupun wanita, dan juga kepada budakbudak, sehingga kemasyhurannya tersebar luas.
6. Bahasa dan Sastra
Bahasa Arab telah menjadi bahasa administrasi dalam pemerintahan Islam di Spanyol. Diantara para ahli yang mahir dalam bahasa Arab, baik keterampilan berbicara maupun tata bahasa yaitu Ibn Sayyidih, Ibn malik pengarang Alfiyah, Ibn Huruf, Ibn Al-Hajj, Abu Ali al-Isybili, Abu al-Hasan Ibn Usfur, dan Abu Hayyan al-Gharnathi.
7. Kemegahan Pembangunan Fisik
Aspek-aspek pembangunan fisik yang mendapat perhatian umat Islam sangat banyak. Dalam perdagangan, jalan-jalan dan pasar-pasar dibangun. Bidang pertanian demikian juga. Sistem irigasi baru diperkenalkan kepada masyarakat Spanyol yang tidak mengenal sebelumnya. Dam-dam,
3
kanalkanal, saluran sekunder, tersier, dan jembatan-jembatan air didirikan. Tempat-tempat yang tinggi, dengan begitu, juga mendapat jatah air.
Bahasa Arab telah menjadi bahasa administrasi dalam pemerintahan Islam di Spanyol. Diantara para ahli yang mahir dalam bahasa Arab, baik keterampilan berbicara maupun tata bahasa yaitu Ibn Sayyidih, Ibn malik pengarang Alfiyah, Ibn Huruf, Ibn Al-Hajj, Abu Ali al-Isybili, Abu al-Hasan Ibn Usfur, dan Abu Hayyan al-Gharnathi.
8. Kemegahan Pembangunan Fisik
Aspek-aspek pembangunan fisik yang mendapat perhatian umat Islam sangat banyak. Dalam perdagangan, jalan-jalan dan pasar-pasar dibangun. Bidang pertanian demikian juga. Sistem irigasi baru diperkenalkan kepada masyarakat Spanyol yang tidak mengenal sebelumnya. Dam-dam, kanalkanal, saluran sekunder, tersier, dan jembatan-jembatan air didirikan. Tempat-tempat yang tinggi, dengan begitu, juga mendapat jatah air.
Bahasa Arab telah menjadi bahasa administrasi dalam pemerintahan Islam di Spanyol. Diantara para ahli yang mahir dalam bahasa Arab, baik keterampilan berbicara maupun tata bahasa yaitu Ibn Sayyidih, Ibn malik pengarang Alfiyah, Ibn Huruf, Ibn Al-Hajj, Abu Ali al-Isybili, Abu al-Hasan Ibn Usfur, dan Abu Hayyan al-Gharnathi.
9. Kemegahan Pembangunan Fisik
Aspek-aspek pembangunan fisik yang mendapat perhatian umat Islam sangat banyak. Dalam perdagangan, jalan-jalan dan pasar-pasar dibangun. Bidang pertanian demikian juga. Sistem irigasi baru diperkenalkan kepada masyarakat Spanyol yang tidak mengenal sebelumnya. Dam-dam, kanalkanal, saluran sekunder, tersier, dan jembatan-jembatan air didirikan. Tempat-tempat yang tinggi, dengan begitu, juga mendapat jatah air.
- Faktor-Faktor Pendukung Kemajuan Islam di Spanyol
‘’Spanyol Islam, kemajuannya sangat ditentukan oleh adanya penguasapenguasa yang kuat dan berwibawa, yang mampu mempersatukan kekuatankekuatan umat
Islam, seperti Abd Al Rahman Al-Dakhil, Abd Al-Rahman Al-Wasith dan Abd Al- Kahman Al-Nashir.’’
‘’ Keberhasilan politik pemimpin-pemimpin tersebut ditunjang oleh kebijaksanaan penguasa- penguasa lainnya yang mempelopori kegiatankegiatan ilmiah yang terpenting di antara penguasa dinasti Umayyah di Spanyol dalam hal ini adalah
Muhammad Ibn Abd Al-Rahman (852-886) dan Al-Hakam II Al-Muntashir (961-976).’’
A. Penyebab Kemunduran dan Kehancuran Islam di Spanyol
1.
Konflik Islam dengan Kristen‘’ Para penguasa Muslim tidak melakukan Islamisasi secara sempurna. Mereka sudah merasa puas dengan hanya menagih upeti dari kerajaankerajaan Kristen taklukannya dan membiarkan mereka mempertahankan hukum dan adat mereka, termasuk posisi hirarki tradisional, asal tidak ada perlawanan bersenjata.38 Namun demikian, kehadiran Arab Islam telah memperkuat rasa kebangsaan orang-orang Spanyol Kristen.
2.
Tidak Adanya Ideologi PemersatuKalau di tempat-tempat lain, para mukalaf diperlakukan sebagai orang Islam yang sederajat, di Spanyol, sebagaimana politik yang dijalankan Bani Umayyah di Damaskus, orang-orang Arab tidak pernah menerima orangorang pribumi. Setidak-tidaknya sampai abad ke-10 M, mereka masih memberi istilah ‘ibad dan muwalladun kepada para mukalaf itu, suatu ungkapan yang dinilai merendahkan.
3.
Kesulitan EkonomiDi paruh kedua masa Islam di Spanyol, para penguasa membangun kota dan mengembangkan ilmu pengetahuan dengan sangat “serius”, sehingga lalai membina perekonomian. Akibatnya timbul kesulitan ekonomi yang amat memberatkan dan mempengaruhi kondisi politik dan militer.
4.
Tidak Jelasnya Sistem Peralihan KekuasaanHal ini menyebabkan perebutan kekuasaan di antara ahli waris. Bahkan, karena inilah kekuasaan Bani Umayyah runtuh dan Muluk AlThawaif muncul. Granada yang merupakan pusat kekuasaan Islam terakhir di Spanyol jatuh ke tangan Ferdinand dan Isabella, di antaranya juga disebabkan permasalahan ini.
5.
Keterpencilan4
Spanyol Islam bagaikan terpencil dari dunia Islam yang lain. la selalu berjuang sendirian, tanpa mendapat bantuan kecuali dan Afrika Utara. Dengan demikian, tidak ada kekuatan alternatif yang mampu membendung kebangkitan Kristen di sana. Namun ada faktor lain yang menyebabkan kemunduran kebudayaan islam yaitu: Kelemahan dibidang politik, Munculnya orang-orang Moghul, Munculnya unsur Turki, Ditemukannya Mesiu.
C .KEMUNDURAN PERADABAN ISLAM
a. Faktor yang melatarbelakangi kemunduran peradaban islam :
1. Perang salibF. Agama,Politik,Sosial ,dan Ekonomi )
2. Invasi bangsa Mongol
‘’ Bangsa Mongol dikenal dipanggung sejarah dalam penguasaan terhadap wilayah-wilayah Islam semenjak dipimpin oleh Yasuki Bahadur khan, dimana pelopor bangsa Mongol ini dapat berhasil menyatukan tiga belas kelompok suku yang tersisa, kemudian diteruskan dengan puteranya yang bernama Timujin dalam rentang waktu 13 tahun berhasil menyatukan bangsa Mongol dengan bangsa lain dalam posisi mapan dan tangguh.’’
3. Perpecahan politik
4. Penurunan ilmu pengetahuan
5. Krisis ekonomi
6. Pengaruh bagi Dunia Islam Pengaruh Positif :
1. Banyaknya sekolah dan mausu’at
2. Kemajuan Peradaban
3. Munculnya ulama-ulama besar.
Pengaruh Negatif :
1. Invasi dengan menghancurkan semua yang dilalui bangsa Mongol ini
2. Kurangnya Kutubul Khanah
3. Penyelewengan ilmu C.Kerajaan Turki Utsmani
Pendiri kerajaan ini adalah bangsa Turki dari kabilah Oghuz yang mendiami daerah Mongol dan daerah utara negeri Cina. Dalam jangka waktu kira-kira 3 abad, mereka pindah ke Turkistan kemudian Persia dan Irak. Mereka masuk Islam sekitar abad ke-9 atau ke-10 Masehi, ketika mereka menetap di Asia Tengah. Dibawah tekanan serangan-serangan Mongol pada abad ke-13 M, mereka melarikan diri ke daerah barat dan mencari tempat pegunungan di tengah-tengah saudara mereka, orang-orang Turki Saljuk, di dataran tinggi Asia Kecil. Di sana, dibawah pimpinan Ertugrul, mereka mengabdikan diri kepada Sultan Alauddin II, sultan Saljuk yang saat itu sedang berperang melawan Bizantium. Atas bantuan mereka, Sultan Alauddin II mendapat kemenangan. Atas jasa baik itu, sultan Alauddin II menghadiahkan sebidang tanah di Asia Kecil yang berbatasan dengan Bizantium.
- Kemajuan Turki Utsmani : 1. Bidang Pemerintahan dan militer
‘’Untuk pertama kali, kekuatan militer kerajaan ini mulai diorganisasi dengan baik dan teratur ketika terjadi kontak senjata dengan Eropa. Ketika itu, pasukan tempur yang besar sudah terorganisasi.
Pengorganisasian yang baik, taktik dan strategi tempur militer Utsmani berlangsung tanpa halangan berarti. Namun tak lama setelah kemenangan tercapai, kekuatan militer yang ini dilanda kekisruhan.
Kesadaran prajuritnya menurun. Mereka merasa dirinya sebagai pemimpin-pemimpin yang berhak menerima gaji. Akan tetapi keadaan tersebut segera dapat diatasi oleh Orkhan dengan jalan mengadakan perombakan besar-besaran dalam kemiliteran.
2. Bidang Intelektual atau Ilmu Pengetahuan
Kemajuan bidang intelektual diabad ke-19 pada masa pemerintahan Turki Utsmani tampaknya tidak lebih menonjol dibandingakan bidang politik dan kemiliteran. Dari aspek- aspek intelektual yang dicapai pada periode ini adalah sebagai berikut :
a. Terdapat tiga buah surat kabar yang muncul pada masa ini, yaitu:
1) Berita harian Takvini Veka (1831),
2) Jurnal Tasviri Efkyar (1862),
3) Jurnal Terjumani Ahval (1860).
5
2. Bidang Kebudayaan
Dinasti Utsmani di Turki telah membawa peradaban Islam menjadi peradaban yang cukup maju pada zaman kemajuannya. Dalam bidang kebudayaan Turki Utsmani banyak muncul tokoh- tokoh penting seperti yang terlihat pada abad ke-16, 17 dan 18. Antara lain pada abad ke-17, muncul penyair yang terkenal yaitu Nafi’ (1582-1636 M.). Nafi’ juga bekerja untuk Murad Pasya dengan menghasilkan karya-karya sastra Kaside yang mendapat tempat di hati para Sultan.
3. Bidang Kebudayaan
Dinasti Utsmani di Turki telah membawa peradaban Islam menjadi peradaban yang cukup maju pada zaman kemajuannya. Dalam bidang kebudayaan Turki Utsmani banyak muncul tokoh- tokoh penting seperti yang terlihat pada abad ke-16, 17 dan 18. Antara lain pada abad ke-17, muncul penyair yang terkenal yaitu Nafi’ (1582-1636 M.). Nafi’ juga bekerja untuk Murad Pasya dengan menghasilkan karya-karya sastra Kaside yang mendapat tempat di hati para Sultan.
terdapat beberapa faktor yang mendorong kemajuan yang terjadi di masa dinasti Turki Utsmani, diantaranya adalah:
a. Adanya sistem pemberian hadiah berupa tanah kepada tentara yang berjasa.
b. Tidak adanya diskriminasi dari pihak penguasa.
c. Kepengurusan organisasi yang cakap.
d. Pihak Turki memberikan perlakuan baik terhadap saudara-saudara baru dan memberikan kepada mereka hak rakyat secara penuh.
e. Turki Ustmani telah menggunakan tenaga-tenaga profesional dan terampil.
f. Kedudukan sosial orang-orang Turki telah menarik minat penduduk negeri-negeri Balkan untuk memeluk agama Islam.
g. Rakyat memeluk agama Kristen hanya dibebani biaya perlindungan (jizyah) yang relatife murah dibandingkan pada masa Bizantium.
D.Faktor kemunduran Dinasti Turki Utsmani
1. Faktor Internal
a.
Fraksionalisme politik‘’ Hal ini terjadi karena adanya persaingan dan perebutan kekuasaan di antara para elite politik, baik di pusat maupun di daerah. Persaingan ini sering kali menimbulkan konflik dan perpecahan yang melemahkan kekuatan pemerintahan.’’
b.
Korupsi dan nepotisme‘’Hal ini terjadi karena para pejabat dan penguasa sering kali menyalahgunakan kekuasaannya untuk kepentingan pribadi dan golongannya. Korupsi dan nepotisme menyebabkan perekonomian negara menjadi lemah dan kesejahteraan rakyat menurun.’’
c.
Kurangnya perhatian penguasa terhadap Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.Hal ini terjadi karena adanya sikap jumud dan tertutup dari para penguasa dan ulama. Mereka tidak mau menerima perubahan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dari Barat.
d.
Melemahnya kondisi ekonomiHal ini disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain :
Sistem ekonomi yang tidak efisien
Kurangnya investasi di bidang pertanian dan industri
Persaingan dari negara-negara Barat e. Kemunduran militer. Pada masa kejayaannya, Kesultanan Turki Usmani memiliki tentara yang kuat dan terlatih. Namun, setelah masa kejayaannya, tentara Kesultanan Turki Usmani menjadi semakin lemah. Akibatnya Kesultanan Turki Usmani mulai kehilangan wilayah kekuasaannya secara bertahap. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain :
Kurangnya perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan tentara
Kurangnya inovasi dalam bidang militer1. Pengaruh budaya Barat yang semakin kuat Faktor Eksternal
a.
Penyerbuan HongariaPada tahun 1633 M., tentara Utsmani menderita kekalahan dalam penyerbuan Hongaria.
Demikian juga pada tahun 1676 M., Turki Utsmani kalah dalam pertempuran di Mohakez, Hongaria 6
dan dipaksa menanda tangani perjanjian Karlowitz pada tahun 1699 yang berisi pernyataan seluruh wilayah
Hungaria, sebagan besar Slovenia dan Croasia diberikan kepada penguasa Venetia.
b.
Invasi RusiaPada tahun 1774 M.. penguasa Turki Usmani, Sultan Abdul Hamid, terpaksa menendatangani perjanjian dengan Rusia yang berisi pengakuan kemerdekaan Crimenia dan penyerahan benteng- benteng pertahanan di Laut Hitam serta memberikan izin kepada Rusia untuk melintasi selat antara Laut
Hitam dan Laut Putih.
c.
Perang Dunia ITurki Usmani memainkan peran sebagai salah satu anggota sentral di Blok Sentral selama Perang Dunia I. Pada awal perang, TurkiUsmani memutuskan untuk bergabung dengan Blok Sentral, yang dipimpin oleh Jerman dan Austria-Hongaria. Sebagai bagian dari aliansi ini, Utsmaniyah berusaha untuk mempertahankan keberlanjutan kekaisaran mereka dan melindungi wilayah-wilayah mereka.
d.
Renaissance bangsa EropaRenaissance adalah masa gerakan perubahan di Eropa yang terjadi di abad ke-14 hingga abad ke- 17 Masehi, di mana masyarakat berusaha untuk mempelajari kembali nilai-nilai humanisme serta gerakan perubahan pada bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi juga menjadi salah satu faktor penyebab kemunduran peradaban Islam.
Kemajuan bangsa eropa ini menyebabkan umat Islam tertinggal dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.
2. Proses runtuhnya peradaban berdasarkan teori yang dikemukakan para ahli sejarah a. Teori Internal
Teori internal berfokus pada faktor-faktor yang berasal dari dalam masyarakat Islam sendiri.
Faktor-faktor tersebut antara lain : Perpecahan politik.
Perpecahan politik di kalangan umat Islam telah berlangsung sejak awal berdirinya Islam.
Perpecahan ini semakin parah pada masa Dinasti Abbasiyah, yang ditandai dengan munculnya berbagai dinasti kecil yang saling bertikai. Perpecahan politik ini menyebabkan melemahnya kekuatan politik dan militer Islam, sehingga mudah diserang oleh musuh-musuhnya.
Korupsi dan moralitas yang merosot.Korupsi dan moralitas yang merosot telah menjadi masalah yang serius di kalangan umat Islam pada masa kemunduran. Korupsi telah menyebabkan terjadinya penyelewengan harta negara, sedangkan moralitas yang merosot telah menyebabkan terjadinya berbagai kejahatan dan pelanggaran hukum. Hal ini tentu saja berdampak negatif terhadap kemajuan peradaban Islam.
Penyempitan wawasan intelektual.Pada masa kemunduran, umat Islam mulai membatasi diri dalam memahami ajaran Islam. Hal ini ditandai dengan munculnya pahampaham keagamaan yang kaku dan tertutup, serta dengan ditutupnya pintu ijtihad. Akibatnya, umat Islam menjadi tidak mampu untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.
b. Teori Eksternal
Teori eksternal berfokus pada faktor-faktor yang berasal dari luar masyarakat Islam. Faktor-faktor tersebut antara lain :
Serangan dari luar.Serangan dari luar, seperti serangan Hongaria dan Perang Dunia I, telah menyebabkan terjadinya kerusakan dan kerugian yang besar bagi umat Islam. Serangan-serangan ini juga telah menimbulkan trauma dan ketakutan di kalangan umat Islam.
Kemajuan peradaban Barat.Kemajuan peradaban Barat, terutama dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, telah menyebabkan umat Islam tertinggal. Hal ini tentu saja berdampak negatif terhadap kemajuan peradaban Islam.
C. Kerajaan Syafawi
a. SEJARAH SINGKAT DINASTI SYAFAWI
7
Awalnya kerajaan ini berasal dari sebuah gerakan tarekat yangberdiri di Ardabila, sebuah kota di Azerbaijan, Tarekat ini diberi nama Tarekat Safawiyah, yang diambil dari nama pendirinya Safi Al- din (1252-1334 M), dan nama itu terus dipertahankankan sampai tarekat ini menjadi gerakan politik. , nama itu terus dilestarikan setelah gerakan ini berhasil mendirikan Kerajaan (Yatim, 2000: 138).
Menurut Harun Nasution, di Persia muncul suatu dinasti yang kemudian merupakan suatu kerajaan besar di dunia Islam. Dinasti ini berasal dari seorang sufi bernama Syekh Ishak Safiuddin dari Ardabila di Azerbaijan (Nasution, 1985: 84).
Dari uraian diatas dapat dipahami bahwa penggagas awal berdirinya Kerajaan Safawi adalah Syekh Ishak Safiuddin dari Ardabila di Azerbaijan atau dikenal dengan Safi AlDin.
b. KEJAYAAN YANG DICAPAI PADA MASA DINASTI SYAFAWI
Pada masa Abbas I inilah kerajaan Safawi mengalami masa kejayaan yang gemilang. Diantara bentuk kejayaannya adalah:
a. Bidang Ekonomi
Kerajaan Safawi pada masa Syah Abbas mengalami kemajuan dibidang ekonomi, terutama industri dan perdagangan. Stabilitas politik Kerajaan Safawi pada masa Abbas I ternyata telah memacu perkembangan perekonomian Safawi, lebih-lebih setelah kepulauan Hurmuz dikuasai dan pelabuhan Gumrun diubah menjadi Bandar Abbas. Hal ini dikarenakan Bandar ini merupakan salah satu jalur dagang antar Timur dan Barat. Yang biasa diperebut oleh Belanda, Inggris, dan Perancis, sesungguhnya menjadi milik KerajaanSafawi (Broekelmaun, 1974: 504). Selainitu Safawi juga mengalami kemajuan sektor pertanian terutama di daerah Bulan Sabit Subur.
b. Bidang Pendidikan
Sistem pendidikan pada masa ini didominasi oleh tiga jenis pendidikan:
1) Pendidikan indokritatif
Yaitu pendidikan yang diarahkan untuk mewujudkan patriotisme terhadap negara. Dalam hal ini doktrin yang digunakan ialah doktrin yang terkait dengan teologi syi’ah faham yang dianut oleh negara. Rasa ajaran syi’ah kental mewarnai pemerintahan safawi. Karena keberhasilan pemerintahan safawi banyak ditentukan oleh interistik dan seruan keagamaan.
2). Pendidikan estetika
Pendidikan ini menekankan pada seni karya yang diharapkan mampu menjadi komuditi perdagangan dinasti safawi. Dalam sejarahnya, dinasti safawi telah mengenal perdagangan internasional dan bahkan telah melakukan kerjasama perdagangan dengan bangsa-bangsa eropa semisal Portugis, Prancis dan Inggris. Maka tidak salah jika dinasti Safawi berharap banyak terhadap rakyatnya agar mampu mengembangkan aspek perdagangan dengan membekali mareka kemampuan-kemampuan terkait dengan perdangannya.
3). Pendidikan militer dan manajemen pemerintahan
Sebagai kerajaan yang besar dan memiliki tanah kekuasaan yang luas, sudah sewajarnya diasti safawi mengembangkan kekuatan militer mereka guna mempertahankan kekuasaannya. Sedangkan diperlukan pula orang-orang yang ahli dalam bidang pengelolaan pemerintahan secara internal.
4). Bidang Ilmu Pengetahuan, Filsafat dan Sains
Dalam sejarah Islam, bangsa Persia dikenal sebagai bangsa yang peradaban tinggi dan berjasa dalam mengembangkan ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, tidak mengherankan apabila pada masa Kerajaan Safawi tradisi keilmuan ini terus berlanjut.
5). Bidang Perkembangan Fisik dan Seni
Para penguasa kerajaan menjadikan Isfahan menjadi kota Kerajaan yang sangat indah. Disana terdapat bangunan-bangunan besar dan indah seperti masjid, rumah sakit, jembatan raksasa diatas Zende Rud dan Istana Chilil Sutun. Kota Isfahan juga diperindah dengan taman-taman wisata yang ditata secara apik. Ketika Abbas I wafat di Isfahan terdapat 162 Masjid, 48 Akademi, 1802 penginapan dan273 pemandian umum (Hodgson, 1981: 40).
Di bidang seni, kemajuan nampak begitu kentara dalam gaya arsitektur bangunan-bangunannya seperti terlihat pada mesjid Shah yang dibangun tahun 1611 M dan mesjid Syaikh Lutf Allah yang dibangun tahun 1603 M. Unsur seni lainnya terlihat pula adanya peninggalan berbentuk kerajinan tangan, keramik, karpet, permadani, pakaian dan tenunan, mode, tembikar, dan benda senilainnya.
Seni lukis mulai dirintis sejak zaman Raja Tahmasp I.
e.kemunduran Dinasti syafawiyah
1. Faktor-Faktor Kemunduran dan Kehancuran Kerajaan Safawiyah
8
Secara khusus, M. Zurkani Yahya (1984:18-19) meneyebutkan ada tiga faktor yang mempercepat kemunduran dan kehancuran Kerajaan Safawiyah, diantaranya:
a.
Adanya sistem pergantian syah yang tidak konsisten.b.
Petulangan para tokoh pemerintahan yang oportunis Petualangan para tokoh pemerintahan yang oportunis dari golongan qizilbash, gulam, harem, dan ulama, yang ada saat-saat tertentu mereka mendapat kesempatan untuk menentukan roda pemerintahan di bawah syah-syah yang lemah.c.
Menurunnya loyalitas para pendukung kerajaan kepada Kerajaan Safawiyah. Loyalitas Qizilbash bergeser pada suku masing-masing, setelah Syah Ismail meninggal.2. Faktor Utama Penyebab Kemunduran dan Kehancuran Kerajaan Safawiyah
‘’Ading Kusdiana dalam Sejarah dan Kebudayaan Islam Periode Pertengahan (2013:200) menjelaskan Penyebab langsung kehancuran Kerajaan Safawiyah adalah penyerbuan bangsa Afghan terhadap ibukota Isfahan pada tahun 1722 sehingga dengan terpaksa Syah Husein menyerahkan mahkota kerajaan kepada Mir Mahmud, pemimpin Afghan. Perlu diketahui bahwa Kandahar sebagai tempat bangsa Afghan berdiri, terletak disebalah timur Persia, berkali-kali menjadi daerah jajahan Safawi dan Mughal di India. ‘’
e. Kerajaan Mughol
A. ‘’Sejarah berdirinya kerajaan Mughal di India
Mughal merupakan kerajaan Islam di anak benua India, dengan Delhi sebagai ibu kotanya, berdiri antara tahun 1526-1858 M. Dinasti Mughal di India didirikan oleh seorang penziarah dari Asia Tengah, bernama Zahiruddin Muhammad Babur (1482-1530 M), salah satu cucu dari Timur Lenk dari etnis Mongol, keturunan Jengis Khan yang telah masuk Islam dan pernah berkuasa di Asia Tengah pada abad ke 15, Islam Ditinjau dari Berbagai Aspeknya. Kerajaan ini berdiri pada saat di Asia Kecil berdiri tegak sebuah kerajaan Turki
Usmani dan di Persia kerajaan Safawi.’’
B. Kemajuan kerajaan Mughal
Masa kejayaan Mughal dimulai pada masa pemerintahan Akbar (15561605), dan tiga raja penggantinya, yaitu Jehangir (1605-1628 M), Syah Jehan (1628-1658 M), Aurangzeb (1658-1707 M). Setelah itu, kemajuan kerajaan Mughal tidak dapat dipertahankan oleh raja-raja berikutnya.
universal), yaitu politik yang mengandung ajaran bahwa semua rakyat India sama kedudukannya, tidak dapat dibedakan oleh etnis atau agama. Keberhasilan yang dicapai Akbar dapat dipertahankan oleh penerusnya yang bernama Jehangir, Syah Jehan dan Aurangzeb yang mana mereka memang terhitung raja-raja yang besar dan kuat. Segala macam pemberontakan dapat dipadamkan, sehingga rakyat merasa aman dan damai. Pada masa Syah Jehan banyak pendatang Portugis yang bermukim di Hugli Bengala, menyalahgunakan kepercayaan yang diberikan kepada mereka dengan jalan menarik pajak dan menyebarkan agama Kristen. Kemudian Syah Jehan meninggal pada tahun 1658 M dan terjadinya perebutan tahta kerajaan di kalangan istana.
Karya seni yang dapat dinikmati sampai sekarang dan merupakan karya seni terbesar yang dicapai oleh kerajaan Mughal adalah karyakarya arsitektur yang indah dan mengagumkan. Pada masa Akbar dibangun istana Fatpur Sikri di Sikri, Villa dan masjid-masjid yang indah. Pada masa Syah Jehan dibangun masjid berlapiskan mutiara dan Taj Mahal di Agra, masjid Raya Delhi dan istana indah di Lahore.
C. Kemunduran kerajaan Mughal di India
Setelah satu setengah abad Dinasti Mughal berada di puncak kejayaannya, para pelanjut Aurangzeb tidak sanggup mempertahankan kebesaran yang telah dibina oleh Sultan-sultan sebelumnya. Pada abad ke-18 M kerajaan ini memasuki masamasa kemunduran, dimana kekuasaan politiknya mulai merosot, suksesi kepemimpinan di pusat menjadi ajang perebutan, gerakan separatis Hindu di India Tengah, Sikh di belahan Utara dan Islam di bagian Timur semakin lama semakin mengancam. Sementara itu para pedagang Inggris yang diijinkan oleh Jehangir menanamkan modal di India, dengan didukung oleh kekuatan bersenjata semakin kuat menguasai wilayah pantai.
Pada masa Aurangzeb, pemberontakan terhadap pemerintahan pusat memang sudah muncul, tetapi dapat diatasi. Pemberontakan itu bermula dari tindakantindakan Aurangzeb yang dengan keras menerapkan pemikiran puritanismenya. Setelah ia wafat, penerusnya rata-rata lemah dan tidak mampu menghadapi problema yang ditinggalkannya. Sepeninggal Aurangzeb (1707 M), tahta kerajaan dipegang oleh Muazzam, putra tertua Aurangzeb yang sebelumnya menjadi penguasa di Kabul. Putra Aurangzeb ini kemudian bergelar Bahadur Syah (17071712 M). Ia menganut aliran
9
Syi’ah. Pada masa pemerintahannya yang berjalan selama lima tahun, ia dihadapkan pada perlawanan penduduk Lahore, karena sikapnya yang terlampau memaksakan ajaran Syi’ah kepada mereka.
Setelah Bahadur Syah meninggal, dalam jangka waktu yang cukup lama, terjadi perebutan kekuasaan di kalangan keluarga istana, Bahadur Syah diganti oleh anaknya, Azimus Syah. Akan tetapi, pemerintahannya ditantang oleh Zulfiqar Khan, putra Azad
Khan, Wazir Aurangzeb. Azimur Syah meninggal tahun 1712 M, dan diganti oleh putranya, Pada masa Aurangzeb, pemberontakan terhadap pemerintahan pusat memang sudah muncul, tetapi dapat diatasi. Pemberontakan itu bermula dari tindakan-tindakan Aurangzeb yang dengan keras menerapkan pemikiran puritanismenya. Setelah ia wafat, penerusnya rata-rata lemah dan tidak mampu menghadapi problema yang ditinggalkannya. Sepeninggal Aurangzeb (1707 M), tahta kerajaan dipegang oleh Muazzam, putra tertua Aurangzeb yang sebelumnya menjadi penguasa di Kabul. Putra Aurangzeb ini kemudian bergelar Bahadur Syah (1707-1712 M). Ia menganut aliran Syi’ah. Pada masa pemerintahannya yang berjalan selama lima tahun, ia dihadapkan pada perlawanan penduduk Lahore, karena sikapnya yang terlampau memaksakan ajaran Syi’ah kepada mereka.
Setelah Bahadur Syah meninggal, dalam jangka waktu yang cukup lama, terjadi perebutan kekuasaan di kalangan keluarga istana, Bahadur Syah diganti oleh anaknya, Azimus Syah. Akan tetapi, pemerintahannya ditantang oleh Zulfiqar Khan, putra Azad Khan, Wazir Aurangzeb. Azimur Syah meninggal tahun 1712 M, dan diganti oleh putranya, Jihandar Syah, yang mendapat tantangan dari Farukh Siyar, adiknya sendiri. Jihandar Syah dapat disingkirkan oleh Farukh Siyar tahun 1713 M.
Farukh Siyar berkuasa sampai tahun 1719 M dengan dukungan kelompok Sayyid, tapi ia tewas di tangan para pendukungnya sendiri (1719 M). Sebagai penggantinya diangkat Muhammad Syah (1719- 1748 M), namun ia dan pendukungnya terusir oleh suku Asyfar di bawah pimpinan Nadir Syah yang sebelumnya telah berhasil melenyapkan kekuasaan Safawi di Persia. Keinginan Nadir Syah untuk menundukkan kerajaan Mughal terutama karena menurutnya, kerajaan ini banyak sekali memberikan bantuan kepada pemberontak Afghan di daerah Persia. Oleh karena itu, pada tahun 1739 M, dua tahun setelah menguasai Persia, ia menyerang.
10