• Tidak ada hasil yang ditemukan

Klinik Akreditasi Paripurna Pdf

N/A
N/A
Nafisy Apritis

Academic year: 2024

Membagikan "Klinik Akreditasi Paripurna Pdf"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

KATA PENGANTAR KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala limpahan rahmat,taufik dan Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala limpahan rahmat,taufik dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini yang berjudul

hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini yang berjudul““KlinikKlinik Akreditasi Paripurna”

Akreditasi Paripurna” dengan isi yang sederhana. Makalah ini dibuat untuk memenuhi salahdengan isi yang sederhana. Makalah ini dibuat untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Administrasi Puskesmas.

satu tugas mata kuliah Administrasi Puskesmas.

Kami ucapakan terima kasih kepada Ibu Cici selaku dosen mata kuliah Administrasi Kami ucapakan terima kasih kepada Ibu Cici selaku dosen mata kuliah Administrasi Puskesmas. Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna,oleh karena itu Puskesmas. Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna,oleh karena itu kami harap para pembaca dapat memberikan kritik dan saran ataupun masukan supaya kami bisa kami harap para pembaca dapat memberikan kritik dan saran ataupun masukan supaya kami bisa memperbaiki makalah ini untuk kedepannya. Semoga makalah kami ini dapat dipergunakan memperbaiki makalah ini untuk kedepannya. Semoga makalah kami ini dapat dipergunakan sebagai petunjuk maupun reverensi bagi pembaca dalam memahami mata kuliah Administrasi sebagai petunjuk maupun reverensi bagi pembaca dalam memahami mata kuliah Administrasi Puskesmas. Akhir kata,kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan Puskesmas. Akhir kata,kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah swt. Selalu meridhoi segala dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah swt. Selalu meridhoi segala usaha kita. Aamiin.

usaha kita. Aamiin.

Bukittinggi, 26 November 2019 Bukittinggi, 26 November 2019

Kelompok 7 Kelompok 7

(2)

DAFTAR ISI DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

KATA PENGANTAR ... ... 11

DAFTAR ISI... 2

DAFTAR ISI... 2

BAB I BAB I PENDAPENDAHULUAN HULUAN ... ... 3.. 3

A. Latar Belakang ... 3

A. Latar Belakang ... 3

B. Rumusan Masalah ... 3

B. Rumusan Masalah ... 3

C. Tujuan C. Tujuan ... ... 3... 3

BAB II BAB II PEMBAHPEMBAHASAN ASAN ... 5.. 5

A. A. Pengertian Klinik ... 5Pengertian Klinik ... 5

B. B. Pengertian Akreditasi Pengertian Akreditasi Klinik Klinik ... ... 5... 5

C. C. Tujuan Akreditasi Klinik ... 5Tujuan Akreditasi Klinik ... 5

D. D. Pelaksana Akreditasi Pelaksana Akreditasi ... ... 6... 6

E. E. Syarat Penilaian Syarat Penilaian Akreditasi Klinik Akreditasi Klinik ... ... 9... 9

F. F. Proses Penilaian Akreditasi Klinik ... 14Proses Penilaian Akreditasi Klinik ... 14

G. G. Manjaemen Akreditasi ... 16Manjaemen Akreditasi ... 16

H. H. Contoh Klinik Yang Telah Terakreditasi Paripurna ... 17Contoh Klinik Yang Telah Terakreditasi Paripurna ... 17

BAB III BAB III PENUPENUTUP TUP ... ... 21... 21

A. A. Kesimpulan ...Kesimpulan ... ... ... 2121 B. B. Saran ... 21Saran ... 21

DAFTA DAFTAR R PUSTAPUSTAKA KA ... ... 22... 22

(3)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dalam rangka peningkatan layanan kepada masyarakat oleh fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) telah dilakukan berbagai macam upaya peningkatan mutu dan kinerja antara lain dengan pembakuan dan pengembangan sistem manajemen mutu dan upaya perbaikan kinerja yang berkesinambungan baik dalam pelayanan manajemen, klinis dan penyelenggaraan upaya-upaya kesehatan.

Akreditasi merupakan salah satu mekanisme regulasi yang bertujuan untuk mendorong upaya peningkatan mutu dan kinerja pelayanan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Pada sistem akreditasi FKTP, terdapat peran Dinas Kesehatan Provinsisebagai pembina Dinas Kesehatan Kab/kota, peran Dinas Kesehatan Kabupaten/kota sebagai pendamping FKTP, peran lembaga independen penyelenggara akreditasi FKTP sebagai penyelenggara akreditasi dan peran peran pusat sebagai regulator. Penyelenggaraan akreditasi FKTP yang dilakukan oleh lembaga independen tersebut meliputi tahapan survei dan tahapan penetapan akreditasi.

B. Rumusan Masalah

1. Apa Pengertian Klinik?

2. Apa Pengertian Akreditasi Klinik?

3. Apa Tujuan Akreditasi Klinik?

4. Siapa Pelaksana Akreditasi?

5. Apa Syarat Penilaian Akreditasi Klinik?

6. Bagaimana Proses Penilaian Akreditasi Klinik?

(4)

2. Untuk Mengetahui Pengertian Akreditasi Klinik  3. Untuk Mengetahui Tujuan Akreditasi Klinik 4. Untuk Mengetahui Pelaksana Akreditasi

5. Untuk Mengetahui Syarat Penilaian Akreditasi Klinik 6. Untuk Mengetahui Proses Penilaian Akreditasi Klinik 7. Untuk Mengetahui Mekanisme Akreditasi

8. Untuk Mengetahui Contoh Klinik Yang Telah Terakreditasi Paripurna

(5)

BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Klinik

Klinik adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan yang menyediakan pelayanan medis dasar atau spesialistik, diselenggarakan oleh lebih dari satu jenis tenaga kesehatan dan dipimpin oleh seorang tenaga medis.

B. Pengertian Akreditasi Klinik

Akreditasi puskesmas, klinik pratama, tempat praktik mandiri dokter dan tempat  praktik mandiri dokter gigi yang selanjutnya disebut akreditasi adalah pengakuan yang

diberikan oleh lembaga independen penyelenggara akreditasi yang ditetapkan oleh menteri setelah memenuhi standar akreditasi. (Permenkes RI No.46 tahun 2015)

Akreditasi adalah pengakuan oleh publik melalui lembaga akreditasi pelayanan kesehatan nasional pada suatu organisasi pelayanan kesehatan atas tingkat pencapaian terhadap standar akreditasi yang diwujudkan melalui penilaian eksternal oleh peer secara independen terhadap tigkat kinerja terkait dengan standar dan sebagainya.

C. Tujuan Akreditasi Klinik

Tujuan utama akreditasi adalah untuk pembinaan peningkatan mutu, kinerja melalui perbaikan yang berkesinambungan terhadap sistem manajemen, sistem manajemen mutu dan sistem penyelenggaraan pelayanan klinis serta penerapan manajemen resiko dan bukan sekedar penilaian untuk mendapatkan sertifikat akreditasi.

Menurut permenkes RI No.46 tahun 2015 tujuan akreditasi diantaranya yaitu:

(6)

Kriteria 1. Hak dan kewajiban pengguna layanan ditetapkan dan disosialisasikan kepada masyarakat dan semua pihak yang terkait, dan tercermin dalam kebijakan dan prosedur klinik

2. Bab II. Layanan Klinis yang Berorientasi Pasien (LKBP).

Proses Pendaftaran Pasien

Standar 1. Proses Pendaftaran Pasien. Proses pendaftaran pasien dirancang dan dilaksanakan sesuai kebutuhan pelanggan dan didukung oleh sarana dan lingkungan yang memadai.

Pengkajian Standar

Standar 1. Pengkajian Kajian awal dilakukan secara paripurna untuk mendukung rencana dan pelaksanaan pelayanan.

Keputusan Layanan Klinis

Standar 1. Keputusan Layanan Klinis. Hasil kajian awal pasien dianalisis oleh petugas kesehatan profesional dan/atau tim kesehatan antar profesi dan digunakan untuk menyusun keputusan layanan klinis.

Rencana Layanan Klinis

Standar 1. Rencana Layanan Klinis. Rencana tindakan dan pengobatan serta rencana layanan terpadu jika diperlukan penanganan oleh tim kesehatan antar profesi disusun dengan tujuan yang jelas, terkoordinasi dan melibatkan pasien/keluarga.

Rencana Rujukan

Standar 1. Rencana rujukan. Rujukan sesuai kebutuhan pasien ke sarana pelayanan lain diatur dengan prosedur yang jelas.

Pelaksanaan Layanan

Standar 1. Pelaksanaan Layanan Pelaksanaan layanan dipandu oleh kebijakan, prosedur, dan peraturan yang berlaku.

Pelayanan anestesi lokal, sedasi, dan pembedahan

Standar 1. Pelayanan anestesi lokal, sedasi, dan pembedahan. Tersedia pelayanan anestesi sederhana dan pembedahan minor untuk memenuhi kebutuhan pasien

(7)

Pendidikan kesehatan dan konseling kepada pasien/keluarga

Standar 1. Pendidikan kesehatan dan konseling kepada pasien/keluarga.

Pendidikan/Penyuluhan kepada pasien/keluarga pasien mendukung peran serta mereka dalam setiap pengambilan keputusan dan pelaksanaan layanan.

Makanan dan Terapi Nutrisi

Standar 1. Pemberian makanan dan terapi nutrisi sesuai dengan kebutuhan pasien dan ketentuan yang berlaku

Pemulangan dan tindak lanjut

Standar 1. Pemulangan dan tindak lanjut Pemulangkan dan/tindak lanjut pasien dilakukan dengan prosedur yang tepat.

3. Bab III. Manajemen Penunjang Layanan Klinis (MPLK) Pelayanan Laboratorium (jika tersedia).

Standar 1. Pelayanan laboratorium tersedia tepat waktu untuk memenuhi kebutuhan  pengkajian pasien, serta mematuhi standar, hukum dan peraturan yang berlaku.

Pelayanan obat.

Standar 1. Obat yang tersedia dikelola secara efisien untuk memenuhi kebutuhan pasien.

Pelayanan radiodiagnostik (jika tersedia)

Standar 1. Pelayanan radiodiagnostik disediakan sesuai kebutuhan pasien, dilaksanakan oleh tenaga yang kompeten, dan mematuhi persyaratan perundangan yang berlaku.

Manajemen informasi –  rekam medis

Standar 1. Kebutuhan data dan informasi asuhan bagi petugas kesehatan, pengelola sarana, dan pihak terkait di luar organisasi dapat dipenuhi melalui proses yang baku.

Manajemen Keamanan Lingkungan

Standar 1. Lingkungan pelayanan mematuhi persyaratan hukum, regulasi dan perijinan yang berlaku.

Manajemen Peralatan

(8)

4. Bab IV. Peningkatan Mutu Klinis dan Keselamatan Pasien (PMKP) Tanggung jawab tenaga klinis

Standar 1. Perencanaan, monitoring, dan evaluasi mutu layanan klinis dan keselamatan menjadi tanggung jawab tenaga yang bekerja di pelayanan klinis.

Pemahaman mutu layanan klinis.

Standar 1. Mutu layanan klinis dan Keselamatan dipahami dan didefinisikan dengan baik oleh semua pihak yang berkepentingan.

Pengukuran mutu layanan klinis dan sasaran keselamatan pasien.

Standar 1. Mutu layanan klinis dan sasaran keselamatan pasien diukur, dikumpulkan dan dievaluasi dengan tepat.

Peningkatan mutu layanan klinis dan keselamatan pasien

Standar 1. Perbaikan mutu layanan klinis dan keselamatan pasien diupayakan, dievaluasi dan dikomunikasikan dengan baik.

F. Proses Penilaian Akreditasi Klinik

Standar akreditasi klinik disusun dalam 4 bab yaitu,

Bab I Kepemimpinan dan manajemen fasilitas pelayanan kesehatan (KMFK) Bab II Layanan klinik yang beorientasi pasien (LKBP)

Bab III manajemen penunjang layanan klinik (MPLK)

Bab IV peningkatan mutu klinis dan Keselamatan pasien (PMKP)

BAB JUDUL JUMLAH

STANDAR

JUMLAH KRITERIA

JUMLAH ELEMEN PENILAI

AN I Kepemimpinan Dan Manajemen

Fasilitas Pelayanan Kesehatan (KMFK)

6 29 122

II Layanan Klinis Yang Berorientasi Pasien (LKBP)

10 34 151

(9)

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan

Klinik adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan yang menyediakan pelayanan medis dasar atau spesialistik, diselenggarakan oleh lebih dari satu jenis tenaga kesehatan dan dipimpin oleh seorang tenaga medis. Akreditasi puskesmas, klinik pratama, tempat praktik mandiri dokter dan tempat praktik mandiri dokter gigi yang selanjutnya disebut akreditasi adalah pengakuan yang diberikan oleh lembaga independen penyelenggara akreditasi yang ditetapkan oleh menteri setelah memenuhi standar akreditasi. Tujuan utama akreditasi adalah untuk  pembinaan peningkatan mutu, kinerja melalui perbaikan yang berkesinambungan

terhadap sistem manajemen, sistem manajemen mutu dan sistem penyelenggaraan  pelayanan klinis serta penerapan manajemen resiko dan bukan sekedar penilaian untuk

mendapatkan sertifikat akreditasi.

B. Saran

Makalah ini dapat digunakan oleh pembaca sebagai referensi untuk menambah wawasan dan pengetahuan. Semoga makalah yang kami buat dapat bermanfaat bagi kita semua yang membacanya. Dan dapat menambah pengetahuan pembaca tentang manajemen bencana. Dan dalam pembuatan makalah ini kami sadar bahwa masih banyak kekurangan yang perlu di perbaiki.

(10)

DAFTAR PUSTAKA

Permenkes No. 46 Tahun 2015 Tentang Akreditasi Puskesmas, Klinik Pratama, Tempat Praktik Mandiri Dokter, Tempat Praktik Mandiri Dokter Gigi

Permenkes No. 28 Tahun 2011 Tentang Klinik

Pedoman Survei Akreditasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Tahun 2015

Tinjauan Pustaka:

http://www.slideshare.net/mobile/dindaputridyahmahari/standar-akreditasi-klinik- modified

https://radarmalang.id/klinik-bunga-melati-raih-akreditasi-paripurna-kemenkes-ri-  pertama-di-kota-malang-enam-bulan-lembur-jadi-tempat-sharing-klinik-di-jatim/

https://klinikbungamelati.com

https://m.goriau.com/berita/baca/berikan-pelayanan-terbaik-kepada-pasien-klinik-

sansani-pekanbaru-raih-akreditasi-paripurna.html

Referensi

Dokumen terkait

1) Dalam upaya peningkatan mutu pelayanan klinik, dilakukan akreditasi secara berkala paling sedikit 3 (tiga) tahun sekali.?. 2) Setiap klinik yang telah memperoleh izin operasional

Akreditasi Nasional yang selanjutnya disebut dengan Logo KAN untuk digunakan oleh lembaga sertifíkasi (antara lain: sistem manajemen mutu, sistem manajemen lingkungan),

Pada awal tahun 2014 KAN telah mengoperasikan 14 skema akreditasi yaitu sistem manajemen mutu, sistem manajemen lingkungan, sistem manajemen keamanan pangan,

Sistem Akreditasi Nasional mendorong tumbuh kembangnya dorongan internal dalam institusi maupun program studi untuk melakukan perbaikan mutu secara berkelanjutan;.. 

pencegahan dan perbaikan, 5) tindak lanjut dari rapat tinjauan manajemen sebelumnya, 6) perubahan yang dapat mempengaruhi sistem penjaminan mutu, dan 7) rekomendasi untuk

GAMBARAN UMUM Ruang lingkup Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien pada klinik adalah: a Pemilik, penanggungjawab dan seluruh staf dan bagian terlibat dalam upaya peningkatan mutu

SOSIALISASI PENYELENGGARAAN REKAM MEDIS DALAM PEMENUHAN STANDAR AKREDITASI DI KLINIK PRATAMA PADANG Alfita Dewi1*, Masdalena2, Ilma Nuria Sulrieni3 1,2,3Program Studi D4 Manajemen

Menerapkan sistem manajemen mutu institusi penyelenggara pelatihan, dan meng-update dokumen Sistem Manajemen Mutu secara berkesinambungan serta 20 Tabel 2 Kriteria Penetapan Kategori