• Tidak ada hasil yang ditemukan

STANDAR AKREDITASI KLINIK CV LANSDM

N/A
N/A
DENNY SANDRIA

Academic year: 2024

Membagikan "STANDAR AKREDITASI KLINIK CV LANSDM "

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

STANDAR AKREDITASI KLINIK

CV LANSDM

2024

(2)

GAMBARAN UMUM AKREDITASI KLINIK (PRATAMA DAN UTAMA) DAN RUMAH SAKIT

MFK adalah program kerja terkait dengan manajemen fasilitas untuk menyediakan fasilitas fisik dan peralatan medis yang aman dan nyaman. Pada pelaksanaan pemenuhan akreditasi klinik dan rumah sakit program MFK harus memiliki penanggung jawab dan mempunyai pedoman kerja, panduan kerja, SOP keselamatan, penggulangan bencana, Limbah B3, system proteksi kebakaran, samlah domestic, IPAL beserta perijinan, system utilitas, dan peralatan medis.

Indikator MFK 1. Fasilitas fisik

a. Keselamatan dan keamanan

(pencahayaan,kebisingan,suhu,kelembapan)

b. Limbah B3(penggunaan,penyimpanan,dan penanganan)

c. Penanggulangan bencana (respon emergency mulai dari jalur evakuasi mulai dari identifikasi,koordinasi respon,dan evaluasi)

d. Sistem proteksi kebakaran

e. Sampah domestik (TPS) dan IPAL

f. Sistem utilitas(listrik,air,gas,sarana sanitasi) 2. Peralatan medis

a. Penyedia alkes sesuai kebutuhan (pemeriksaan berkala,kalibrasi dan uji kesesuaian oleh lembaga berwenang)

3. Kartu inventaris barang 4. Kartu stok barang

5. Terdapat program fasilitas fisik

Peningkatan mutu dan keselamatan pasien (PMKP) Unsur PMKP

1. Indikator peningkatan mutu

Indicator prningkatan mutu pada pelayanan Kesehatan perorangan yang dilakukan pada layanan Kesehatan klinik dan rumah sakit dibedakan menjadi 2 yaitu indicator nasional dan indicator kinerja.

• Indicator nasional merupakan program nasional yang telah ditentukan dalam RPJMN kementrian Kesehatan untuk pelayanan Kesehatan perorangan

• Indicator kinerja merupakan kinerja pelayanan pada pelayanan Kesehatan perorangan yang telah ditentukan dan ada upaya untuk meningkatan indicator tersebut seperti capaian SPM yang masih kurang 2. Indikator klinik

a. Salah satu indicator Nasional pada pelayanan Kesehatan perorangan yaitu indicator klinik terkait kepuasan pasien

3. Keselamatan pasien

a. Keselataman pasien merupakan indicator Nasional yang menjadi ukuran dalam proses pelayanan baik pada pelayanan perorangan atau

(3)

masyarakat. Insikator Nasional terkait dengan keselamatan pasien adalah Identifikasi pasien

4. PPI

Klinik atau rumah sakit Jombang yang melayani pasien terutama rawat inap dan ruang persalinan dengan beragam tindakan yang dilakukan maka dapat dilihat gambaran jumlah pasien yang dirawat di ruang rawat inap dan ruang bersalin. Dengan rata – rata pasien yang dipasang infus, rutinitas pelayanan di ruang rawat inap, ruang bersalin dan UGD apabila tidak dikelola dengan baik, maka akan menjadi rawan terjadinya infeksi. Walaupun data kejadian infeksi sangat jarang terjadi, Klinik atau rumah sakit memandang perlu melaksanakan kegiatan pencegahan dan pengendalian kejadian infeksi yang terjadi di Klinik atau rumah sakit. Karena dengan dilakukannya hal tersebut, sangat bermanfaat untuk mengetahui mutu pelayanan Klinik atau rumah sakit dimasa yang akan datang.

Indicator nasional terkiat dengan program PPI adalah a. Kepatuhan Kebersihan Tangan (KKT

b. Alat Pelindung Diri (APD)

Input program PMKP A. Nasional

1. Kepuasan pasien

a. Kotak saran, aduan online dan offline, waktu pelayanan, kedatangan petugas,

2. Identifikasi pasien

a. Ada 5 ID nama,tgl lahir,NIK,RM minimal menggunakan 3 3. KKT

a. Kepatuhan 5 langkah cuci tangan 4. APD

a. Kepatuhan penggunaan APD

B. Pelayanan Perorangan a. Pendaftaran

1. Pelayanan promotif dan preventif 2. Penerimaan pasien

3. Hak dan kewajiban pasien 4. Rekam medis

● Kerahasiaan dokumen

● Pembuatan nomor

● Urutan isi dokumen b. UGD

1. Rencana asuhan dan pelaksanaan 2. Pengkajian pasien

3. Pelayanan pasien risiko tinggi

4. Proses asuhan melibatkan pasien dan keluarga

(4)

5. anestesi dan bedah

● Pedoman anestesi da bedah bedasarkan kategori klinik pratama atau utama

● Pencatatan anestesi dlm RM

● Pengkajian pra bedah dan pra anestesi

● Pemantauan dan evaluasi paska anestesi dan bedah c. Rawat jalan

1. Rencana asuhan dan pelaksanaan 2. Pengkajian pasien

3. Proses asuhan melibatkan pasien dan keluarga 4.

d. Rawat inap

1. Rencana asuhan dan pelaksanaan 2. Pengkajian pasien

3. Proses asuhan melibatkan pasien dan keluarga 4. Anestesi dan bedah

5. Pemulangan dan RTL keperawatan

● RTL keperawatan maksimal 5 hari antara pulang atau rujuk

● Kriteria Pemulangan px

● Form Pemulangan px

e. Poned

1. Disarankan terdapat pelayanan Poned pada klinik atau rumah sakit sesuai dengan program prioritas nasional untuk menurunkan angka kematihan ibu dan anak.

f. Laboratorium

1. Sesuai dengan pelayanan g. Kefarmasian

1. BPJS, non BPJS, Formularium Nasional h. Radiologi diagnostik

1. Sesuai dengan pelayanan i. Rujukan

1. SOP rujukan

2. Persetujuan rujukan

3. Pendampingan, monitoring selama proses rujukan 4. Bukti px sudah sampai ke tempat rujukan

5. Proses rujuk balik kalua ada.

C. Administrasi

a. Kepegawean

Kepegawean merupakan standart sumber daya manusia yang perlu untuk diperhatikan, yang perlu diperhatikan adalah standart kompetensi, beban kerja, analisis jabatan, reward pada pegawai.

b. Kliem BPJS bila ada

(5)

c. Keuangan

Secara garis besar keuangan pada pelayanan klinik minimal mencakup perencanaan awal tahun seperti RBA, RPK tahunan dan bulanan.

d. Kerjasama pihak ke 3

Secara garis besar pelayanan kesehatan perorangan baik di klinik atau rumah sakit yang perlu diperhatikan dalam standart akreditasi terdiri dari 4 hal yaitu

1. Manajemen keuangan 2. Manajemen SDM

3. Manajemen pelayanan kesehatan 4. Manajemen program prioritas nasional

Referensi

Dokumen terkait

Akreditasi adalah Pengakuan terhadap Puskesmas, klinik pratama, praktik dokter dan praktik dokter gigi yang diberikan oleh lembaga independen penyelenggara akreditasi yang

(1) Dalam hal lembaga independen penyelenggara Akreditasi belum ditetapkan oleh Menteri, survei dan penetapan status Akreditasi Puskesmas, Klinik Pratama, Tempat Praktik Mandiri

Penyelenggaraan program “Bantuan Pengelolaan Jurnal Sesuai Standar & Mutu Akreditasi Nasional 2017” dilaksanakan dengan pendanaan Dana Masyarakat (DAMAS)

Permenkes Nomor 46 Tahun 2015 adalah kebijakan yang menyusun standar dan instrumen penilaian akreditasi Klinik dalam menyediakan pelayanan klinis tingkat pertama

Badan Akreditasi Nasional Sekolah Madrasah dalam pelaksanaan akreditasi di tingkat provinsi memberikan wewenang kepada Badan Akreditasi Provinsi Sekolah Madrasah

25 INSTRUMEN SURVEI AKREDITASI KARS SESUAI STANDAR AKREDITASI RS KEMENKES RI Standar TKRS 5 Direktur dan Pimpinan rumah sakit berpartisipasi dalam menetapkan prioritas perbaikan

Alur Proses Permohonan Survei Akreditasi Puskesmas / Klinik : Fasyankes melakukan pendaftaran di DFO dengan memilih Lembaga Akreditasi Fasyankes Seluruh Indonesia LASKESI dan tanggal

Dalam Lampiran Peraturan Menteri Kesehatan No.46 Tahun 2015 tentang akreditasi Dalam Lampiran Peraturan Menteri Kesehatan No.46 Tahun 2015 tentang akreditasi puskesmas, klinik pratama,