• Tidak ada hasil yang ditemukan

klp 1 - konseling dewasa dan manula

N/A
N/A
indrayani Alwi

Academic year: 2025

Membagikan "klp 1 - konseling dewasa dan manula"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH

“CIRI-CIRI USIA DEWASA DAN TUGAS PERKEMBANGAN DEWASA”

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah “Konseling Dewasa dan Manula”

Dosen Pengampu : Wulan Haerunnisa, S.Sos., M.Pd.

Disusun oleh:

KELOMPOK 1

Indrayani Alwi (224130024)

Dulha (224130002)

Moh. Rizki (224130004)

PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI ISLAM

UIN DATOKARAMA PALU 2025

(2)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur patut kita panjatkan kehadirat Allah Ta’ala Tuhan Yang Maha Esa yang senantiasa memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga makalah tentang “Ciri-ciri Usia Dewasa dan Perkembangan Dewasa” ini dapat diselesaikan berkat kolaborasi yang sangat baik dari para mahasiswa/i yang berasal dari kelompok 1. Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas yang diberikan dosen kepada kelompok kami serta upaya untuk mahasiswa/i dalam memahami materi ini.

Dalam penulisan makalah ini penulis merasa masih banyak kekurangan- kekurangan, baik dari teknis penulisan maupun materi, mengingat kekurangan yang dimiliki penulis, untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan makalah ini. Akhirnya penulis berharap semoga Allah memberikan imbalan yang setimpal kepada mereka yang memberikan bantuan dan dapat memberikan semua bantuan ini sebagai ibadah. Aamiin Ya Robbal Alamiin.

Palu, 07 Maret 2025

Penyusun,

Kelompok 1

(3)

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL... i KATA PENGANTAR... ii DAFTAR ISI... iii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang... 4 B. Rumusan Masalah... 5 C. Tujuan... 5

BAB II PEMBAHASAN

A. Pemahaman tentang usia dewasa... 6 B. Ciri-ciri yang menandai seseorang telah memasuki Usia dewasa.. 7 C. Tugas-tugas perkembangan yang harus dijalani individu pada

tahap usia dewasa... 8

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan... 13 B. Saran... 13

DAFTAR PUSTAKA ...…….. 14

(4)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Dewasa adalah fase kehidupan yang berawal dari bayi, kanak-kanak, remaja, dan setelah itu memasuki kedewasaan. Manusia terus mengalami perubahan dan perkembangan baik itu ke arah yang lebih positif atau negative tergantung bagaimana setiap individu menjalani dan mengarahkan kehidupannya.1

Seseorang yang mampu menjalani setiap tahapan kehidupan biasanya mampu menjalani tahapan kehidupan selanjutnya, yakni telah mampu menyelesaikan berbagai macam tugas perkembaangan dan sekaligus menghadapi hambatan tugas-tugaas perkembangan. Istilah dewasa merupakan organism yang telah matang. Tetapi lazimnya merujuk pada manusia. Dewasa ialah orang yang bukan lagi anak-anak dan telah menjadi pria atau wanita seutuhnya. Setelah mengalami masa kanak-kanak dan remaja yang panjang seorang individu akan mengalami masa dimana ia telah menyelesaikan pertumbuhannya dan mengharuskan dirinya untuk berkecimpung dengan masyarakat bersama dengan orang dewasa lainnya. Dibandingkan dengan masa sebelumnya, masa dewasa ialah waktu yang paling lama dalam rentang kehidupan.2

Usia dewasa adalah akhir dari usia kehidupan manusia dengan segala aspek dan warna warni kehidupan yang telah dijalani dalam kehidupan. Kehidupan dewasa adalah anugerah Allah SWT untuk selalu disyukuri dan terus beribadah

1 Omah BSE. (n.d.). Bagaimana siklus kehidupan manusia dari masa kanak-kanak hingga dewasa. Diakses pada 8 Maret 2025. https://www.omahbse.com/blog/bagaimana- siklus-kehidupan-manusia-dari-masa-kanak-kanak-hingga-dewasa

2 Hurlock, Elizabeth B. Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Jakarta: Erlangga, 1980. Hlm. 57.

(5)

untuk menyembahNya. Usia Dewasa yang mengalami masalah tekanan mental mampu bangkit menjadi individu yang tangguh karena mampu memaknai ketatapan dan ketentuan Allah SWT meski sulit untuk melupakan masa lalu.

Individu dewasa yang mengalami tekanan mental tetapi mampu bangkit menunjukkan ketahanan psikologis (resiliensi). Dalam psikologi, resiliensi adalah kemampuan seseorang untuk beradaptasi dengan baik dalam menghadapi kesulitan, trauma, atau tekanan hidup. Faktor seperti dukungan sosial, keimanan, dan kemampuan mengelola emosi berperan penting dalam proses ini.

B. Rumusan Masalah

Maka dari itu, sesuai dengan latar belakang diatas penulis merumuskan beberapa masalah didalam makalah ini sebagai berikut.

1. Apa yang dimaksud dengan usia dewasa?

2. Apa saja ciri-ciri yang menandai seseorang telah memasuki usia dewasa?

3. Bagaimana tugas-tugas perkembangan yang harus dijalani individu pada tahap usia dewasa?

C. Tujuan

1. Meamahami tentang usia dewasa secara umum.

2. Mengetahui ciri-ciri yang menandai seseorang telah memasuki usia dewasa.

3. Mengidentifikasi tugas-tugas perkembangan yang harus dijalani individu pada tahap usia dewasa.

(6)

BAB II PEMBAHASAN A. Pemahaman Tentang Usia Dewasa

Istilah dewasa berasal dari bahasa Latin, yaitu adultus yang berarti tumbuh menjadi kekuatan dan ukuran yang sempurna atau telah menjadi dewasa. Seseorang dikatakan dewasa adalah apabila dia mampu menyelesaikan pertumbuhan dan menerima kedudukan yang sama dalam masyarakat atau orang dewasa lainnya.1 Seseorang dikatakan dewasa apabila telah sempurna pertumbuhan fisiknya dan mencapai kematngan psikologis sehingga mampu hidup dan berperan bersama-sama orang dewasa lainnya.2

Usia Dewasa terbagi menjadi 3 periode Usia dewasa menurut E.

Hurlock dalam Jannah (2017) dibagi menjadi 3 periode, yaitu:

1. Periode dewasa awal (Early Adulthood)

Masa dewasa dini dimulai pada umur 18 tahun sampai kira-kira umur 40 tahun, saat perubahan-perubahan fisik dan psikologis yang menyertai berkurangnya kemampuan reproduktif.

2. Periode dewasa madya (Middle adulthood)

Masa dewasa madya yaitu masa yang dimulai pada umur 40 tahun sampai pada umur 60 taun, yakni saat baik menurunnya kemampuan fisik dan psikologis yang jelas nampak pada setiap orang.

3. Periode dewasa akhir (Late Adulthood/ Old age)

Masa dewasa akhir atau masa dewasa lanjut dimulai pada umur 60 tahun sampai kematian. Pada waktu ini baik kemampuan fisik maupun psikologis cepat menurun, tetapi teknik pengobatan modern tetap seperti kala mereka masih lebih muda.

1 Pieter, H., & Lubis, R). Psikologi Perkembangan. Kencana.. (2010 Hlm. 78.

2 Mubin & Cahyadi, Psikologi Perkembangan: Tinjauan Teoretis dan Empiris, 2006.

Hlm. 43

(7)

B. Ciri-Ciri Yang Menandai Seseorang Telah Memasuki Usia Dewasa

Ciri-ciri perkembangan usia dewasa meliputi beberapa perubahan- perubahan fisik, mental, dan sosial :

1. Perubahan fisik

a. Pertumbuhan tinggi dan berat badan b. Peningkatan otot

c. Peningkatan kekuatan otot, waktu reaksi, kelincahan, kepadatan tulang, dan fungsi jantung

d. Organ-organ tubuh mengalami peningkatan kemampuan serta kematangan

2. Perubahan mental a. Kematangan emosional

b. Mampu mengelola emosi dengan baik c. Memahami perspektif orang lain d. Bertanggung jawab atas perbuatannya e. Mampu membangun batasan yang sehat f. Fleksibel dan open-minded

g. Mampu menjalin hubungan yang sehat h. Mampu memilah mana yang baik dan buruk i. Berpikir sebelum bertindak

j. Berbesar hati ketika menerima kritik 3. Perubahan sosial

a. Transisi dari peran sebagai anak menuju posisi yang lebih setara dengan orang tua

b. Pembentukan keluarga baru melalui pernikahan atau kohabitasi c. Pengalaman menjadi orang tua dan mengasuh anak-anak d. Penyesuaian terhadap peran sebagai kakek-nenek di usia lanjut

(8)

C. Tugas-Tugas Perkembangan Yang Harus Dijalani Individu Pada Tahap Usia Dewasa

Pada masa dewasa awal, Hurlock dalam Idaningsih (2021) menjelaskan terdapat serangkaian tugas perkembangan yang harus dihadapi. Ini meliputi memulai karier, memilih pasangan hidup, belajar beradaptasi dengan keterlibatan dalam hubungan serius, memulai keluarga, mengasuh anak, mengelola rumah tangga, mengemban tanggung jawab sebagai warga negara, dan mencari kelompok sosial yang menyenangkan. Optimalisasi perkembangan dewasa awal merujuk pada penyelesaian tugas-tugas perkembangan yang dihadapi pada masa tersebut. Menurut Havighurts, rumusan tugas perkembangan dalammasa dewasa awal meliputi memilih teman bergaul, belajar hidup berdua, memulai kehidupan berkeluarga, mengelola rumah tangga, memulai karier, bertanggung jawab sebagai warga negara yang baik, dan mendapatkan kelompok sosial yang sejalan dengan nilai-nilai pribadinya. 3

Proses memilih teman bergaul merupakan langkah penting bagi dewasa muda setelah melewati masa remaja, di mana kematangan fisiologis (seksual) mereka meningkat sehingga mereka siap untuk menghadapi tugas reproduksi, seperti hubungan seksual dengan lawan jenis. Belajar hidup bersama dengan pasangan hidup adalah tahap penting dalam perkembangan dewasa awal. Dari pernikahan, individu akan belajar menerima dan memahami pasangan mereka, serta bekerja sama dalam membangun rumah tangga. Namun, terkadang masalah dan rintangan dapat muncul, bahkan hingga pada perceraian. Memulai kehidupan berkeluarga merupakan bagian yang signifikan dari dewasa awal. Meskipun rentang usia dewasa muda berkisar sekitar dua puluh tahun, pada usia di atas 25 tahun, banyak yang telah menyelesaikan pendidikan dan memasuki dunia kerja. Hal ini memungkinkan mereka untuk memulai kehidupan berkeluarga dengan lebih matang.4

3 A. Idaningsih & Y. W. I. Indriyani, Psikologi Kebidanan (Rumah Pustaka, 2021), hlm. 20-21.

4 Ibid. hlm. 23.

(9)

Mengelola rumah tangga menjadi tanggung jawab penting bagi individu yang telah menikah. Mereka harus berusaha membentuk, memelihara, dan mengembangkan kehidupan rumah tangga mereka dengan baik untuk mencapai kebahagiaan. Kehidupan berkeluarga membutuhkan kerja sama dan penyesuaian yang baik antara pasangan hidup. Memulai karier merupakan langkah penting bagi dewasa muda setelah menyelesaikan pendidikan formal. Mereka berupaya menerapkan ilmu dan keterampilan yang dimiliki untuk mencapai kesuksesan dalam karier sesuai dengan minat dan bakat mereka. Dengan mencapai prestasi kerja yang baik, mereka dapat memberikan kehidupan yang sejahtera bagi keluarga mereka. Bertanggung jawab sebagai warga negara yang baik juga menjadi bagian penting dari perkembangan dewasa awal. Ini melibatkan berbagai tindakan, seperti mematuhi aturan dan hukum negara, membayar pajak, serta berperan aktif dalam menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat. Memperoleh kelompok sosial yang sejalan dengan nilai-nilai pribadi juga merupakan bagian penting dari perkembangan dewasa awal. Ini termasuk membentuk ikatan dengan orang-orang yang memiliki minat, nilai, dan tujuan yang serupa, seperti dalam profesi atau hobi tertentu.5

Secara spesifik, tugas perkembangan masa dewasa diklasifikasikan menjadi :

1. Interdependen emosional dan ekonomi

Interdependen emosional ialah kemampuan seseorang untuk menjadi mandiri dari ketergantungan pada orang tua, anggota keluarga, teman, sehingga mereka mencapai otonomi pribadi. Pada masa dewasa dini, individu mampu membangun hubungan emosional yang kuat, yang ditandai dengan kemampuan mereka untuk tidak terlalu mudah kecewa atau marah ketika orang lain memiliki pendapat yang berbeda. Mereka juga menunjukkan kontrol emosi yang lebih baik dan stabil. Selain itu, pada masa dewasa dini, individu mulai menunjukkan kemandirian ekonomi dengan kemampuan untuk

(10)

memenuhi kebutuhan pribadi dan keluarga, serta mengelola keuangan dengan baik.6

2. Interdependen memilih pasangan hidup

Memilih pasangan hidup atau menikah merupakan momen penting dalam kehidupan dewasa awal. Saat ini, para dewasa muda memiliki kemampuan untuk menilai pasangan hidup mereka secara lebih realistis, termasuk dalam hal hubungan suami istri, hubungan seksual, aspek ekonomi, dan hubungan dengan keluarga mertua.7

3. Interdependen sosial dan ekspansivitas karir

Interdependen sosial menandakan bahwa seseorang telah diterima dalam lingkungan masyarakat dewasa dan menunjukkan ciri-ciri yang umumnya dimiliki oleh orang dewasa, seperti memiliki tanggung jawab sosial, pekerjaan, tingkat pendidikan yang memadai, keterlibatan dalam aktivitas keagamaan, dan kesediaan untuk melaksanakan tugas-tugas yang diberikan. Ketika seseorang dianggap dewasa secara sosial, itu berarti mereka telah memiliki kemampuan untuk menentukan sikap dan membuat keputusan, terutama dalam merencanakan perkembangan karier. Masa dewasa dini sering ditandai dengan sifat ekspansif, di mana individu berusaha keras untuk meraih kesuksesan dalam karier, aktif dalam kegiatan sosial atau keanggotaan organisasi, dan selalu mencari kesibukan.8

Adapun faktor-faktor yang membantu dalam menguasai tugas perkembangan antara lain :

1. Efisiensi fisik

Puncak efisiensi fisik biasanya dicapai padausia pertengahan dua puluhan, pada usia inilah kebanyakan orang mencapai puncak efisiensi fisik, diikuti oleh penurunan bertahap hingga awal empat puluhan.

Oleh karena itu, dalam fase penyesuaian ini, secara fisik, seseorang

6 H. Z. Pieter, Pengantar Psikopatologi Untuk Keperawatan (Kencana, 2011).

7 Ibid. hlm. 21.

8 Ibid. hlm. 22.

(11)

mampu mengatasi berbagai masalah yang mungkin timbul, termasuk yang sulit dan paling umum terjadi pada periode ini.9

2. Kemampuan motorik

Orang-orang muda mencapai puncak kekuatan fisik mereka antara usia dua puluh dan tiga puluhan. Kecepatan respons terbaik biasanya terjadi antara usia dua puluh hingga dua puluh lima tahun, dengan kemampuan ini mulai menurun setelahnya. Ketika belajar menguasai keterampilan motorik baru, orang-orang muda pada usia dua puluhan cenderung lebih unggul daripada mereka yang mendekati usia setengah baya. Mereka juga dapat mengandalkan kemampuan motorik ini dalam situasi tertentu, yang tidak dimiliki saat remaja karena pertumbuhan yang cepat dan tidak seimbang pada masa itu, menyebabkan kurangnya keluwesan dan kekakuan.10

1. Kemampuan mental

Kemampuan mental yang diperlukan untuk belajar dan menyesuaikan diri dengan situasi baru, seperti mengingat informasi yang telah dipelajari sebelumnya, melakukan penalaran analogi, dan berpikir kreatif, mencapai puncaknya pada usia dua puluhan, kemudian secara bertahap mengalami penurunan. Walaupun demikian, meskipun orang-orang muda mungkin tidak belajar secepat seperti dulu, tetapi kualitas belajar mereka tidak menurun.11

5. Motivasi

Apabila remaja mencapai usia dewasa secara hukum, mereka memiliki keinginan kuat untuk diakui sebagai individu mandiri oleh kelompok sosial mereka. Hal ini menjadi motivasi bagi mereka untuk menguasai tugas-tugas perkembangan yang diperlukan guna meraih kemandirian.12

9 Elizabeth Hurlock, Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan, edisi kelima (Jakarta: Erlangga, 1980), hlm. 45.

10 Ibid. Hlm. 50.

(12)

6. Model Peran

Remaja yang mulai bekerja setelah menyelesaikan sekolah menengah memiliki model peran yang dapat mereka ikuti. Melalui interaksi dengan orang dewasa di tempat kerja, mereka diberi motivasi untuk meniru perilaku yang sesuai dengan norma-norma yang diakui oleh masyarakat dewasa, dengan harapan agar mereka juga dianggap sebagai individu dewasa. Sebaliknya, remaja yang memilih untuk tetap melanjutkan sekolah atau kuliah setelah mencapai usia dewasa secara hukum masih berinteraksi dalam lingkungan teman sebaya mereka. Kondisi ini dapat membuat mereka terus mengikuti pola perilaku yang cenderung remaja daripada perilaku dewasa. Dalam situasi seperti ini, mereka mungkin kesulitan untuk menemukan kesempatan atau motivasi untuk menguasai tugas- tugas perkembangan yang diperlukan dalam proses menuju kedewasaan.13

13 Ibid. hlm. 60.

(13)

BAB III PENUTUP A. Kesimpulan

Usia dewasa merupakan fase penting dalam kehidupan manusia yang ditandai dengan pertumbuhan fisik, kematangan psikologis, serta peningkatan tanggung jawab sosial. Secara umum, usia dewasa terbagi menjadi tiga tahap yaitu dewasa awal, dewasa madya, dan dewasa akhir, masing-masing dengan karakteristik dan tantangan perkembangan yang berbeda. Pada tahap ini, seseorang dituntut untuk mampu menyelesaikan tugas-tugas perkembangan seperti membangun hubungan sosial yang sehat, memilih pasangan hidup, membangun karier, serta menjadi individu yang mandiri secara emosional dan finansial.

Selain itu, faktor-faktor seperti efisiensi fisik, kemampuan motorik, mental, motivasi, serta model peran berperan penting dalam membantu individu menguasai tugas perkembangan. Dengan memahami perubahan dan tugas perkembangan yang terjadi pada usia dewasa, individu dapat lebih siap dalam menghadapi tantangan hidup, menjalani peran dalam masyarakat, serta mengarahkan kehidupannya ke arah yang lebih baik sesuai dengan nilai dan tujuan hidupnya.

B. Saran

Makalah yang kami buat tentunya masih jauh dari kata sempurna namun setidaknya memuat sedikit referensi terkait ciri-ciri program bimbingan konseling di masyarakat dan mengapa hal tersebut penting. Oleh karena itu kritik ataupun saran yang membangun dari para pembaca sekalian sangat kami apresiasi guna membenahi kekeliruan yang ada baik dari segi tulisan maupun isi

(14)

DAFTAR PUSTAKA

Hurlock, E. (1980). Psikologi Perkembangan : Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan (Edisi Keilima). Erlangga.

Idaningsih, A., & Indriyani, Y. W. I. (2021). Psikologi Kebidanan. Rumah Pustaka.

Mubin & Cahyadi, (2006). Psikologi Perkembangan: Tinjauan Teoretis dan Empiris.

Omah BSE. (n.d.). Bagaimana siklus kehidupan manusia dari masa kanak-kanak hingga dewasa. Diakses pada 8 Maret 2025.

https://www.omahbse.com/blog/bagaimana-siklus-kehidupan-manusia- dari-masa-kanak-kanak-hingga-dewasa

Pieter, H., & Lubis, R. (2010). Psikologi Perkembangan. Kencana.

Pieter, H. Z. (2011). Pengantar Psikopatologi Untuk Keperawatan. Kencana.

Referensi

Dokumen terkait

Pemberdayaan kemampuan diri siswa dalam bimbingan dan konseling dapat di artikan sebagai hubungan timbal balik antara dua orang individu, antara gum pembimbing dan siswa dimana

emosional sebagai kemampuan untuk diri sendiri dan hubungan seseorang dengan. cara yang dewasa