• Tidak ada hasil yang ditemukan

Komponen dan Jenis Laporan Keuangan Pemerintah

N/A
N/A
Adhitya Nugraha

Academic year: 2024

Membagikan " Komponen dan Jenis Laporan Keuangan Pemerintah"

Copied!
37
0
0

Teks penuh

(1)

PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN

(2)

Laporan Realisasi Anggaran;

Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih;

Neraca;

Laporan Operasional;

Laporan Arus Kas;

Laporan Perubahan Ekuitas;

Catatan atas Laporan Keuangan.

KOMPONEN-KOMPONEN LAPORAN KEUANGAN

47

(3)

JENIS LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH (1)

Financial Report

NERACA

1. Asetsumber daya yg dikuasai/dimiliki yg manfaat ekonomi/sosialnya diharapkan akan diperoleh.

2. Kewajibansumber daya yg akan dikeluarkan akibat peristiwa masa lalu.

3. Ekuitaskekayaan bersih pemerintah (AsetKewajiban)

LO

1. PendapatanLO (Hak pemda/penerimaan aset yg menambah ekuitas) 2. Beban (Kewajiban pemda/konsumsi aset yang mengurangi ekuitas)

3. Transfer (Hak/kewajiban, penerimaan/pengeluaran satu entitas ke entitas pelaporan lain) 4. Kegiatan Non Operasional

5. Pos Luar Biasa (pendapatan / beban luar biasa akibat peristiwa luar biasa, tidak teramal, tidak sering dan di luar kendali entitas)

Laporan Perubahan Ekuitas

Kenaikan/penurunan ekuitas dibandingkan tahun sebelumnya

A b c a c s r i u s a

l

C B s

LAK

a a

(4)

Budgetary Report

LRA

1.Pendapatan-LRApenerimaan kas daerah yang menambah SiLPA/SAL dan tidak akan dibayarkan kembali.

2. Belanjapengeluaran kas daerah yang mengurangi SiLPA/SAL dan tidak akan diterima kembali.

3. PembiayaanPenerimaan/Pengeluaran Kas Daerah yang akan dibayarkan/diterima kembali.

C B s a a

s s h i

4

Laporan Perubahan SAL

Kenaikan/penurunan SAL dibandingkan tahun sebelumnya.

CALK

1.Informasi tentang ekonomi makro, kebijakan fiskal/keuangan & pencapaian target Perda APBD termasuk kendala /hambatan yg dihadapi

2. Ikhtisar pencapaian kinerja selama tahun pelaporan;

3.Informasi ttg dasar penyusunan laporan keuangan & kebijakan akuntansi yg dipilih;

4.Penjelasan, rincian & analisis setiap pos pada laporan keuangan.

5.Informasi tambahan yg diperlukan tapi tidak disajikan dlm lembar muka laporan keuangan.

JENIS LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH

(2)

(5)

menyediakan informasi mengenai posisi sumber daya ekonomi, kewajiban, dan ekuitas pemerintah;

menyediakan informasi mengenai perubahan posisi sumber daya ekonomi, kewajiban, dan ekuitas pemerintah;

menyediakan informasi mengenai sumber, alokasi, dan penggunaan sumber daya ekonomi;

menyediakan informasi mengenai ketaatan realisasi terhadap anggarannya;

menyediakan informasi mengenai cara entitas pelaporan mendanai aktivitasnya dan memenuhi kebutuhan kasnya;

menyediakan informasi mengenai potensi pemerintah untuk membiayai penyelenggaraan

Tujuan Laporan Keuangan

(6)

Komponen LK

6

1. Laporan Realisasi Anggaran

2. Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih → BUN dan entitas yang menyusun LK Konsolidasian

3. Neraca

4. Laporan Operasional

5. Laporan Arus Kas → entitas perbendaharaan umum 6. Laporan Perubahan Ekuitas

7. Catatan atas Laporan Keuangan

(7)

LRA

• merupakan salah satu komponen laporan keuangan pemerintah yang menyajikan informasi tentang realisasi dan anggaran entitas pelaporan secara tersanding untuk suatu periode tertentu

Komponen Pendapa

tan

(8)

LRA

8

Pendapatan ... (a) Rp XXX

Belanja (termasuk transfer) ... (b) Rp XXX

Surplus (Defisit) ... (c) = (a-b) Rp XXX

Pembiayaan

Penerimaan Pembiayaan ... (d) Rp XXX

Pengeluaran Pembiayaan ... (e) Rp XXX

Pembiayaan Netto ... (f) = (d-e) Rp XXX

Selisih Lebih (Kurang) Pembiayaan Anggaran

(SILPA/SIKPA) ... (g) = (c-f) Rp XXX

(9)

Struktur LRA

1. nama entitas pelaporan atau sarana identifikasi lainnya;

2. cakupan entitas pelaporan;

3. periode yang dicakup;

4. mata uang pelaporan; dan

5. satuan angka yang digunakan.

(10)

Pos LRA

10

✓ Pendapatan-LRA;

✓ Belanja;

✓ Transfer;

✓ Surplus/defisit-LRA;

✓ Penerimaan pembiayaan;

✓ Pengeluaran pembiayaan;

✓ Pembiayaan neto; dan

✓ Sisa lebih/kurang pembiayaan anggaran (SiLPA / SiKPA).

(11)

Belanja

Ek on o m i s

belanja pegawai, belanja barang, belanja modal, bunga, subsidi, hibah,

bantuan sosial, belanja lain-lain

O rg an isa s i

belanja Sekretariat DPRD Sekretariat Daerah

pemerintah

provinsi/kabupaten/kota dinas pemerintah tingkat provinsi/kabupaten/kota lembaga teknis daerah provinsi/kabupaten/kota

Fu n gs i

Pelayanan Umum Pertahanan

Ketertiban dan Keamanan Ekonomi

Kesehatan Agama

Pendidikan, dll

(12)

• Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih menyajikan secara komparatif dengan periode sebelumnya pos-pos berikut:

• a) Saldo Anggaran Lebih awal;

• b) Penggunaan Saldo Anggaran Lebih;

• c) Sisa Lebih/Kurang Pembiayaan Anggaran tahun berjalan;

• d) Koreksi Kesalahan Pembukuan tahun Sebelumnya;

• e) Lain-lain; dan

• f) Saldo Anggaran Lebih Akhir.

12

LAPORAN PERUBAHAN SALDO ANGGARAN

LEBIH

(13)

Neraca

• Neraca menyajikan secara komparatif dengan periode sebelumnya pos-pos berikut :

• a) kas dan setara kas;

• b) investasi jangka pendek;

• c) piutang pajak dan bukan pajak;

• d) persediaan;

• e) investasi jangka panjang;

• f) aset tetap;

• g) kewajiban jangka pendek;

• h) kewajiban jangka panjang;

(14)

Neraca – Pos tambahan

Diklat Registrasi KAP 14

• Pertimbangan disajikannya pos tambahan secara terpisah didasarkan pada faktor berikut:

• a) Sifat, likuiditas, dan materialitas aset;

• b) Fungsi pos-pos tersebut dalam entitas pelaporan;

• c) Jumlah, sifat, dan jangka waktu kewajiban.

(15)

Laporan Operasional (LO)

memberikan informasi tentang kegiatan operasional keuangan yang tercerminkan

dalam pendapatan-LO, beban, dan surplus/defisit

operasional dari suatu entitas pelaporan

menyediakan informasi mengenai seluruh kegiatan operasional keuangan entitas

pelaporan disandingkan

pengguna laporan membutuhkan Laporan

Operasional dalam mengevaluasi pendapatan-LO

dan beban untuk

menjalankan suatu unit atau seluruh entitas

pemerintahan,

(16)

Laporan Operasional (LO) → informasi

mengenai besarnya beban yang harus ditanggung oleh pemerintah untuk menjalankan pelayanan;

mengenai operasi keuangan secara menyeluruh yang berguna dalam mengevaluasi kinerja pemerintah dalam hal efisiensi, efektivitas, dan kehematan perolehan dan penggunaan sumber daya ekonomi;

yang berguna dalam memprediksi pendapatan-LO yang akan diterima untuk mendanai kegiatan pemerintah pusat dan daerah dalam periode mendatang dengan cara menyajikan laporan secara komparatif;

mengenai penurunan ekuitas (bila defisit operasional), dan peningkatan ekuitas (bila surplus operasional).

16

(17)

Laporan Operasional (LO)

• Struktur

• (a) Pendapatan-LO

• (b) Beban

• (c) Surplus/Defisit dari operasi

• (d) Kegiatan non operasional

• (e) Surplus/Defisit sebelum Pos Luar Biasa

• (f) Pos Luar Biasa

• (g) Surplus/Defisit-LO

(18)

Laporan Operasional (LO)

18

• Pos Luar Biasa

a) kejadian yang tidak dapat diramalkan terjadi pada awal tahun anggaran;

b) tidak diharapkan terjadi berulang-ulang; dan

c) kejadian diluar kendali entitas pemerintah.

(19)

• Laporan Perubahan Ekuitas menyajikan sekurang-kurangnya pos-pos:

❑ Ekuitas awal

❑ Surplus/defisit-LO pada periode bersangkutan;

❑ Koreksi-koreksi yang langsung menambah/mengurangi ekuitas, yang antara lain berasal dari dampak kumulatif yang disebabkan oleh perubahan kebijakan akuntansi dan koreksi

kesalahan mendasar, misalnya:

❑ koreksi kesalahan mendasar dari persediaan yang terjadi pada periode-periode sebelumnya

❑ perubahan nilai aset tetap karena revaluasi aset tetap.

❑ Ekuitas akhir.

LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS

(20)

Laporan Arus Kas

20

❑ Tujuan pelaporan arus kas adalah memberikan informasi mengenai sumber, penggunaan, perubahan kas dan setara kas selama suatu periode akuntansi serta saldo kas dan setara kas pada tanggal pelaporan

❑ Laporan arus kas adalah bagian dari laporan finansial yang menyajikan informasi penerimaan dan pengeluaran kas selama periode tertentu yang diklasifikasikan berdasarkan aktivitas operasi, investasi, pendanaan, dan transitoris

(21)

KLASIFIKASI ARUS KAS AKTIVITAS OPERASI

Aktivitas operasi adalah aktivitas penerimaan dan pengeluaran kas yang ditujukan untuk kegiatan operasional pemerintah selama satu periode akuntansi, merupakan indikator yang menunjukkan kemampuan operasi pemerintah dalam menghasilkan kas yang cukup untuk membiayai aktivitas operasionalnya di masa yang akan datang tanpa mengandalkan sumber pendanaan dari luar.

AKTIVITAS INVESTASI

Aktivitas investasi adalah aktivitas penerimaan dan pengeluaran kas yang ditujukan untuk perolehan dan pelepasan aset tetap serta investasi lainnya yang tidak termasuk dalam setara kas. Arus kas dari aktivitas investasi mencerminkan penerimaan dan pengeluaran kas bruto dalam rangka perolehan dan pelepasan sumber daya ekonomi yang bertujuan untuk meningkatkan dan mendukung pelayanan pemerintah kepada masyarakat di masa yang akan datang.

AKTIVITAS PENDANAAN

Aktivitas Pendanaan adalah aktivitas penerimaan dan pengeluaran kas yang yang berhubungan dengan pemberian piutang jangka panjang

dan/atau pelunasan utang jangka panjang yang mengakibatkan perubahan dalam jumlah dan komposisi piutang jangka panjang dan utang jangka panjang. Arus kas dari aktivitas pendanaan mencerminkan penerimaan dan pengeluaran kas yang berhubungan dengan perolehan atau

LAPORAN ARUS KAS

Tujuan pelaporan arus kas adalah memberikan informasi mengenai sumber, penggunaan, perubahan kas dan setara kas selama suatu periode akuntansi serta saldo kas dan setara kas pada tanggal pelaporan

(22)

Aktivitas Operasi

yang ditujukan untuk kegiatan operasional

a) Penerimaan Perpajakan;

b) Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP);

c) Penerimaan Hibah;

d) Penerimaan Bagian Laba perusahaan negara/daerah dan Investasi Lainnya;

e) Penerimaan Lain-lain/penerimaan dari pendapatan Luar Biasa; dan

f) Penerimaan Transfer.

a)Pembayaran Pegawai;

b)Pembayaran Barang;

c)Pembayaran Bunga;

d)Pembayaran Subsidi;

e)Pembayaran Hibah;

f)Pembayaran Bantuan Sosial;

g)Pembayaran Lain-lain/Kejadian Luar Biasa; dan h)Pembayaran Transfer.

aktivitas penerimaan dan pengeluaran kas pemerintah selama satu periode akuntansi.

ARUS MASUK ARUS KELUAR

22

(23)

Aktivitas Investasi

aktivitas penerimaan dan pengeluaran kas yang ditujukan untuk perolehan dan pelepasan aset tetap serta investasi lainnya yang tidak termasuk dalam setara kas

(a) Penjualan Aset Tetap;

(b) Penjualan Aset Lainnya;

(c) Pencairan Dana Cadangan;

(a) Perolehan Aset Tetap;

(b) Perolehan Aset Lainnya;

(c) Pembentukan Dana Cadangan;

ARUS MASUK ARUS KELUAR

(24)

Aktivitas Pendanaan

aktivitas penerimaan dan pengeluaran kas yang yang berhubungan dengan pemberian piutang jangka panjang dan/atau pelunasan utang jangka panjang yang mengakibatkan perubahan dalam jumlah dan komposisi piutang jangka panjang dan utang jangka panjang

a) Penerimaan utang luar negeri;

b) Penerimaan dari utang obligasi;

c) Penerimaan kembali pinjaman kepada pemerintah daerah;

d) Penerimaan kembali pinjaman kepada perusahaan negara

a) Pembayaran pokok utang luar negeri;

b) Pembayaran pokok utang obligasi;

c) Pengeluaran kas untuk dipinjamkan kepada pemerintah daerah;

d) Pengeluaran kas untuk dipinjamkan kepada perusahaan negara.

ARUS MASUK ARUS KELUAR

24

(25)

Aktivitas transitoris

aktivitas penerimaan dan pengeluaran kas yang tidak termasuk dalam aktivitas operasi, investasi, dan

pendanaan

Arus kas dari aktivitas transitoris mencerminkan penerimaan dan pengeluaran kas bruto yang tidak mempengaruhi pendapatan, beban, dan pendanaan

pemerintah

(26)

Diklat Registrasi KAP

Aktivitas transitoris

• ARUS MASUK

• penerimaan PFK

• penerimaan transitoris

kiriman uang masuk

penerimaan kembali uang persediaan dari bendahara pengeluaran

• ARUS KELUAR

pengeluaran PFK

pengeluaran transitoris

kiriman uang keluar

pemberian uang persediaan kepada bendahara pengeluaran

71

(27)

Metode Penyajian

Langsung

• mengungkapkan pengelompokan utama penerimaan dan pengeluaran kas bruto

Tidak Langsung

• surplus atau defisit disesuaikan dengan transaksi-

transaksi operasional nonkas, penangguhan (deferal)

atau pengakuan (accrual) penerimaan kas atau

(28)

Diklat Registra si KAP

Hubungan Antar Laporan

73

(29)

Catatan atas Laporan Keuangan

penjelasan atau daftar terinci atau analisis atas nilai suatu pos yang disajikan dalam Laporan Realisasi Anggaran, Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih, Neraca, Laporan Operasional, Laporan Arus Kas, dan Laporan Perubahan Ekuitas

untuk meningkatkan transparansi Laporan Keuangan dan penyediaan

pemahaman yang lebih baik, atas informasi keuangan pemerintah

(30)

CaLK

Informasi Umum tentang Entitas Pelaporan dan Entitas Akuntansi;

Informasi tentang kebijakan fiskal/keuangan dan ekonomi makro;

Ikhtisar pencapaian target keuangan selama tahun pelaporan berikut kendala dan hambatan yang dihadapi dalam pencapaian target;

Informasi tentang dasar penyajian laporan keuangan dan kebijakan-kebijakan akuntansi yang dipilih untuk diterapkan atas transaksi-transaksi dan kejadian-kejadian penting lainnya;

Rincian dan penjelasan masing-masing pos yang disajikan pada lembar muka laporan keuangan;

Informasi yang diharuskan oleh Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan yang belum disajikan dalam lembar muka laporan keuangan; dan

Informasi lainnya yang diperlukan untuk penyajian yang wajar, yang tidak disajikan dalam lembar muka laporan keuangan.

Diklat Registrasi KAP 30

(31)

• Tujuan penyajian Catatan atas Laporan Keuangan adalah untuk meningkatkan transparansi Laporan Keuangan dan penyediaan pemahaman yang lebih baik, atas informasi keuangan pemerintah. Setiap entitas pelaporan diharuskan untuk menyajikan Catatan atas Laporan Keuangan sebagai bagian

yang tak terpisahkan dari laporan keuangan untuk

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

(32)

• Bagan Akun Standar atau chart of account (COA) merupakan daftar kodefikasi dan klasifikasi terkait

transaksi keuangan yang disusun dan digunakan secara sistematis sebagai pedoman dalam perencanaan,

penganggaran, pelaksanaan

anggaran, dan pelaporan keuangan pemerintah

32

Pengertian BAS

A. Bagan Akun Standar (BAS) untuk pemerintah pusat diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor :

214/PMK.05/2013 tanggal 31 Desember 2013 tentang Bagan Akun Standar. Pemutakhiran Bagan Akun Standar yang

ditetapkan dengan Keputusan Direktur Jenderal

Perbendaharaan, terakhir tahun 2019, Nomor Kep- 154

/Pb/2019 Tentang Perubahan Kedua Atas Keputusan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor Kep-531/Pb/2018 Tentang Pemutakhiran Kodefikasi Segmen Akun Pada Bagan Akun Standar.

B. Bagan Akun Standar Pemerintah Daerah

Sebelumnya diatur dalam Permendagri 64 Tahun 2013, namun telah dirubah dengan

Permendagri 90 Tahun 2019

(33)

Jumlah Akun

1.Aset

2.Kewajiban 3.Ekuitas

4.Pendapatan-LRA 5.Belanja

6.Transfer

64

1.Aset

2.Kewajiban 3.Ekuitas

4.Pendapatan Daerah 5.Belanja Daerah

6.Pembiayaan Daerah

90

(34)

Diklat Registrasi KAP

Kode Akun Permendagri 64

Kode Akun Permendagri 90

Akun Kelompok Jenis Obyek Rincian Obyek

1 1 1 01 01

Akun Kelompok Jenis Objek Rincian Objek Sub Rincian Objek

1 1 01 01 01 001

“Permendagri 64 Tahun 2013 terdiri

dari 7 digit, sedangkan Permendagri 90 Tahun 2019 terdiri

dari 11 digit”

Rincian Akun dan

Jumlah Digit Kode Akun

Pada Permendagri 90/2019 pada level Sub Rincian Objek terdapat “Deskripsi Penggunaan Akun”

(35)

Akun NERACA

Kode

Akun Permendagri 64 Kode Akun Permendagri 90

1 1 ASET LANCAR 1 1 ASET LANCAR

1 2 INVESTASI JANGKA PANJANG 1 2 INVESTASI JANGKA PANJANG

1 3 ASET TETAP 1 3 ASET TETAP

1 4 DANA CADANGAN 1 4 DANA CADANGAN

1 5 ASET LAINNYA 1 5 ASET LAINNYA

2 1 KEWAJIBAN JANGKA PENDEK 2 1 KEWAJIBAN JANGKA PENDEK

(36)

Akun LRA

Kode

Akun Permendagri 64 Kode Akun Permendagri 90

4 1 PENDAPATAN ASLI DAERAH 4 1 PENDAPATAN ASLI DAERAH 4 2 PENDAPATAN TRANSFER 4 2 PENDAPATAN TRANSFER 4 3 LAIN-LAIN PENDAPATAN DAERAH

YANG SAH 4 3 LAIN-LAIN PENDAPATAN DAERAH YANG

SAH

5 1 BELANJA OPERASI 5 1 BELANJA OPERASI

5 2 BELANJA MODAL 5 2 BELANJA MODAL

5 3 BELANJA TAK TERDUGA 5 3 BELANJA TIDAK TERDUGA 6 1 TRANSFER BAGI HASIL

PENDAPATAN

5 4 BELANJA TRANSFER Perbedaa

6 2 TRANSFER BANTUAN KEUANGAN

7 1 PENERIMAAN PEMBIAYAAN 6 1 PENERIMAAN PEMBIAYAAN 7 2 PENGELUARAN PEMBIAYAAN 6 2 PENGELUARAN PEMBIAYAAN

n

Diklat Registrasi KAP

(37)

Akun LO

Kode

Akun Permendagri 64 Kode Akun Permendagri 90

8 1 PENDAPATAN ASLI DARAH - LO 7 1 PENDAPATAN ASLI DARAH - LO 8 2 PENDAPATAN TRANSFER - LO 7 2 PENDAPATAN TRANSFER - LO 8 3 LAIN-LAIN PENDAPATAN DAERAH

YANG SAH - LO 7 3 LAIN-LAIN PENDAPATAN DAERAH YANG SAH - LO

8 4 SULPLUS NON OPERASIONAL-LO 7 4 SULPLUS NON OPERASIONAL-LO

8 5 PENDAPATAN LUAR BIASA - LO Perbed

9 1 BEBAN OPERASI-LO 8 1 BEBAN OPERASI-LO

8 2 BEBAN PENYUSUTAN DAN AMORTISASI

aan

Perbedaan

Referensi

Dokumen terkait

Laporan Keuangan Balai Embrio Ternak Cipelang yang terdiri dari: (a) Laporan Realisasi Anggaran, (b) Neraca, (c) Laporan Operasional, (d) Laporan Perubahan

Laporan Keuangan Balai Besar Pulp dan Kertas yang terdiri dari: Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, Laporan Operasional, Laporan Perubahan Ekuitas, dan Catatan

Laporan Keuangan Balai Penelitian Tanaman Hias Semester II yang terdiri dari: (a) Laporan Realisasi Anggaran, (b) Neraca, (c) Laporan Operasional, (d) Laporan Perubahan

Catatan atas Laporan Keuangan meliputi penjelasan naratif atau rincian jumlah yang tertera dalam Neraca, Laporan Laba Rugi, Laporan Arus Kas dan Laporan Perubahan Ekuitas,

Laporan Keuangan Balai Riset dan Standardisasi Industri Banjarbaru yang terdiri dari: Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, Laporan Operasional, Laporan Perubahan

Laporan Keuangan Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan yang terdiri dari : Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, Laporan Operasional, Laporan Perubahan Ekuitas,

Laporan Keuangan Bimis yang terdiri dari: Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, Laporan Operasional, Laporan Perubahan Ekuitas dan Catatan atas Laporan Keuangan periode 31 Desember 2020

Laporan Keuangan Balai Besar Pulp dan Kertas yang terdiri dari: Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, Laporan Operasional, Laporan Perubahan Ekuitas, dan Catatan