Dan bacalah apa yang diwahyukan kepadamu, yaitu Kitab Tuhanmu (Al Qur'an) (QS. Al-Kahfi: 27). Membaca dan menghafaz al-Quran merupakan salah satu medium komunikasi antara makhluk dengan Sang Kholik. Kemurnian al-Quran boleh mencipta daya tarikan rohani walaupun pada orang yang tidak memahami bahasa Arab.
Penelitian Ulfatun Nimah tentang Kajian Psikologi Tahfidzul Quran pada anak usia 6 sampai 12 tahun di Pondok Pesantren Yanbuul Quran Kudus.
Metode Penelitian 1. Jenis Penelitian
- Kehadiran Peneliti
- Teknik Pengumpulan Data
- Sumber Data
- Analisis Data
Untuk memperoleh data yang akurat, tepat dan komprehensif, peneliti akan mencoba memasuki kondisi sosial subjek. Dengan menggunakan teknik dokumentasi, peneliti bertujuan untuk mengumpulkan data yang berkaitan dengan kebutuhan penelitian di Pondok Pesantren Yusuf Abdus Satar Kediri. Pengecekan sumber (member check) menunjukkan adanya upaya untuk melibatkan informan kunci dalam memverifikasi data yang dikumpulkan.
Hal ini bertujuan untuk mengetahui apakah persepsi peneliti terhadap data yang dikumpulkan sudah sesuai atau belum.
Komunikasi Spiritual
Setidaknya ada tiga pandangan tentang komunikasi, pertama, komunikasi dikatakan sebagai kegiatan simbolik, karena komunikasi menggunakan simbol-simbol bermakna yang diubah menjadi kata-kata atau kata-kata non-verbal (non-verbal). Allah membagikan simbol-simbol atau tanda-tanda melalui dua ayat, yaitu pertama ayat Al-Quran (kitab suci Al-Qur'an). Manusia dapat berkomunikasi dengan Tuhannya melalui berbagai jenis ritual ibadah seperti berdoa, berdoa, zikir, membaca Al-Quran dan lain-lain.
Sedangkan dalam ESQ, kecerdasan spiritual adalah kemampuan memberi makna spiritual pada pikiran, perilaku, dan aktivitas, serta mampu mensinergikan IQ, EQ, dan SQ secara utuh.
Tujuan Komunikasi Spiritual
Al-Qur'an banyak menguraikan argumen logis tentang keesaan Tuhan, misalnya; Al-Qur'an mengungkapkan bahwa Allah adalah Tuhan yang Absolut, Tak Terbatas, dan Sempurna. Oleh karena itu, teks Al-Qur'an tidak didasarkan pada pengumpulan dan penafsiran manusia dalam jangka waktu yang lama.
Al-Qur'an sendiri merupakan pengingat akan kebenaran dan kehadiran Allah, dan membacanya sama saja dengan mengingat Allah49.
PROSES DAN EFEK KOMUNIKASI
Al-Qur'an juga dikenal sebagai al-Furqon, yang berarti "yang membedakan", sesuatu yang memungkinkan untuk membedakan antara yang baik dan yang jahat. Tidak ada dua orang yang dibekali dengan pengalaman yang sama persis, itulah sebabnya dua orang tidak pernah merujuk pada makna yang sama persis dari pesan berbeda di sekitar mereka. Seseorang dapat terhubung secara efektif dengan orang lain dalam suatu proses komunikasi apabila makna yang digunakan dan dimilikinya sama dengan makna yang dimiliki orang lain.
Ketika komunikasi terjadi, seseorang telah berpartisipasi dalam proses negosiasi, melalui proses mencocokkan pemahaman seseorang dengan pemahaman orang lain. Makna-makna yang dimiliki oleh komunikator dan komunikator seringkali berkaitan karena dipengaruhi oleh partisipasi dalam suatu kelompok, organisasi atau masyarakat. Di sisi lain, dalam komunikasi interpersonal, cara Anda merasakan dan berpikir tentang diri sendiri memengaruhi interaksi dalam hubungan antar orang, kelompok, dan masyarakat.
55 https:dpress.com communications-meanings-and-signs//30/communication-meanings-and-signs/KOMUNIKASI, MAKNA DAN TANDA. Simbol merupakan tanda hubungan dengan benda hanya berdasarkan konvensi, kesepakatan, dan aturan; Simbol biasanya bersifat arbitrer karena notasinya bersifat “manusiawi” dalam arti tidak ada hubungan antara tanda dengan objek yang ditandakan. Tanda dipandang sebagai wujud/bentuk fisik yang dapat dikenali melalui wujud karya arsitektur, sedangkan tanda dipandang sebagai makna yang terungkap melalui konsep, fungsi, dan/atau nilai yang dikandung karya arsitektur tersebut.
Dalam komunikasi, seseorang menggunakan suatu tanda untuk menyampaikan makna mengenai suatu objek, dan orang lain akan menafsirkan tanda tersebut. 56https:dpress.com komunikasi-makna-dan-tanda//30/komunikasi-makna-dan-tanda/KOMUNIKASI, MAKNA DAN TANDA. istilah interpretant untuk petanda dan objek untuk penanda, bedanya Saussure mengartikan “objek” sebagai referen dan menyebutkannya sebagai unsur tambahan dalam proses penandaan.
Sejarah Singkat Pondok Pesantren Yusuf Abdus Satar
Yusuf Abdussatar yang menjadi orang tua TGH Abdul Basith sejak tahun 1995, dengan kegiatan awalnya berupa promosi kelompok baca Al-Quran dan ilmu agama lainnya. Yusuf Abdus Satar memulai pelatihan keagamaan melalui kelompok-kelompok kecil mengaji, yang terbagi menjadi dua kelompok yang sudah bisa membaca Al-Qur'an dan kelompok yang belum bisa membaca Al-Qur'an. Kelompok ini diajarkan cara membaca Al-Quran yang baik dan benar.
Tahfizul Qur'an merupakan salah satu aspek pendidikan yang dibina oleh Pondok Pesantren Yusuf Abdus Satar. Saat ini Lembaga tahfizul Quran Yusuf Abdus Satar dipimpin oleh Ust Azmil Age Lc yang merupakan cucu dari TGH Yusuf Abdus Satar dan putra dari TGH. Desa Kediri, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat 3. Nama Yayasan Pondok Pesantren Yusuf Abdus Satar 5. 59 Dokumentasi Pondok Pesantren Yusuf Abdus Satar.
Dalam pelaksanaan program lembaga tahfizul Al-Qur'an, H. Azmil Age bekerja sama dengan pengawas dan pengurus lainnya. Secara spesifik, lembaga tahfizul qur'an Yusuf Abdus Satar tidak memiliki visi dan misi tersendiri. Visi dan misi yang dimaksud oleh lembaga ini adalah visi dan misi Pondok Pesantren Yusuf Abdus Satar61 yaitu “mencetak penghafal Al-Quran yang terampil dan berakhlak mulia”.
Dalam mewujudkan visi dan misi tersebut, kegiatan tehfizul Alquran dan kegiatan pendukung berlangsung di lembaga ini. Belum adanya visi dan misi khusus lembaga ini dikarenakan setiap lembaga yang dikelola Asrama Yusuf Abdus Satar merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dari pesantren.
Program lembaga tahfiz Pondok Pesantren Yusuf Abdus Satar
Ahmad Azmil Usia penghafal Alquran hanya seperti orang tua dan kakeknya sejak kecil. Untuk menunjang proses pembelajaran, Pondok Pesantren tahfizul Quran didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai diantaranya64. Pada pagi hari kelas digunakan untuk Tsanawiyah dan Aliyah, sedangkan pada sore hari digunakan untuk kegiatan tahfizul Quran.
Kesilapan besar seseorang itu berfikir dan berharap dengan menghafalnya sekali, dia akan menjadi alim al-Quran yang baik. Secara umumnya, kecenderungan seseorang dalam menghafaz al-Quran ialah mendapat sebanyak mungkin dengan cepat atau cepat. Kerana kebenarannya ialah di antara ayat-ayat al-Quran ada yang mudah diingat dan ada yang sukar diingat.
Salah satu strategi hafazan yang banyak membantu dalam menghafaz al-Quran ialah penggunaan sejenis mushaf. Jika dilihat dari segi makna, lafaz dan susunan atau struktur bahasa antara ayat-ayat al-Quran, terdapat banyak persamaan atau persamaan antara satu ayat dengan ayat yang lain. Menghafaz al-Quran memerlukan bimbingan yang berterusan daripada seorang ustaz, sama ada menambah stok hafazan baru atau mengulang hafazan.
Sebaliknya jika mereka yang menghafal Al-Qur’an, antara lain beraktivitas hendaknya memanfaatkan waktu yang dimilikinya dengan sebaik-baiknya. Lingkungan mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap hafalan Al-Qur’an, diperlukan tempat yang aman dan nyaman untuk menghafal dengan baik.
EFEK TAHFIZUL QUR’AN
Menghafal ayat Al-Qur'an tetap bisa berjalan dengan baik dengan mengulang kata demi kata dalam satu ayat. Kurniawan mencontohkan, semakin sering mengaji, semakin besar kekhusyukan ibadah lainnya. Oleh karena itu, menurut mereka, pembacaan Al-Qur'an harus dibarengi dengan pelaksanaan ibadah yang baik, khususnya Tahajud, Dhuha, dan shalat puasa.
Penelitian ini mengungkap bagaimana sebenarnya proses komunikasi spiritual hafalan Alquran di Pondok Pesantren Yusuf Abdus Satar, faktor-faktor yang menjadikan komunikasi spiritual santri penghafal Alquran merupakan program terstruktur di Pondok Pesantren Yusuf Abdus Satar. Begitu seterusnya hingga Al-Qur’an tetap dalam keadaan terpelihara dari segala penyimpangan, substitusi dan pengurangan.
Aturan ini memberikan variasi iltizam harian bagi semua orang yang ingin menghafal Al-Qur'an. Bagi penghafal Al-Qur'an, tidak pantas jika terus menerus menghafal sampai hafalan sebelumnya sudah sempurna. Artinya, para calon hafidz/hafidzah menghafalkan sedikit demi sedikit ayat-ayat Al-Qur'an yang telah berulang kali dibaca bin-nazhar.
Artinya, calon hafidz menyetor atau mendengarkan hafalan kembali dari guru pembimbing yang sudah hafal Al-Qur’an. Dari beberapa kajian teoritis mengenai teknik menghafal Al Quran, ada yang sudah diterapkan di Asrama Yusuf Abdus Satar dan ada pula yang belum diterapkan.
Efek Komunikasi Spiritual
Apa yang dilakukan tersebut memang sesuai dengan kriteria dan syarat yang digariskan para ulama dalam menghafal Al-Qur'an. Namun sifat-sifat tersebut harus dihilangkan oleh seseorang yang sedang dalam proses menghafal Al-Qur’an. Jelaslah bahwa lambang seorang penghafal Al-Qur'an, pemegang kitab suci Al-Qur'an pada akhirnya memerintahkan para santri untuk selalu berperilaku sesuai dengan ajaran Islam.
Tentunya dalam keseharian siswa yang dipenuhi dengan jadwal sekolah dan hafalan terkadang merasa bosan dan jenuh, apalagi siswa penghafal Al-Quran masih berusia awal remaja (Tsanawiyah) dan remaja (Aliyah). Secara formal, proses komunikasi spiritual santri Tahfizul Quran Yusuf Abdus Satar melalui pembacaan Al-Quran diatur sesuai dengan kaidah yang ditetapkan oleh pimpinan lembaga Tahfizul Quran. Meski bersifat nonformal, komunikasi spiritual santri Tahfizul Quran berlangsung secara privat setiap hari.
Setiap santri membaca Al-Quran dan berkomunikasi secara rohani, menyesuaikan waktu dan tempat sesuai dengan kebutuhan psikologisnya agar dapat menemukan ketenangan dan konsentrasi yang tinggi. Pengaruh komunikasi spiritual santri tahfizul Qur’an dapat digolongkan menjadi 3 yaitu pengaruh kognitif, emosi dan perilaku. Bagi pihak pengelola lembaga tahfizul Al-Quran agar menyediakan sarana dan prasarana untuk memudahkan hafalan yang baik bagi santri.
Bagi pimpinan Pondok Pesantren Jusuf Abdus Satar hendaknya membekali para santri penghafal Al-Quran dengan ilmu-ilmu penunjang yang lebih tepat agar para santri memahami makna dan isi ayat-ayat Al-Quran. Achmad Mubaarok, Psikologi Al-Qur'an, (Jakarta: Pustaka Firdaus, 2001) Agus Sujanto, Psikologi Kepribadian, (Jakarta; Bumi Aksara, 1999).