Konsep (BACK TO THE KINGDOM ERA) Nama Kegiatan : Festival Budaya Butta Toa
Tujuan Kegiatan : (memperlkenakan Kembali budaya dengan mengampresiasi, menyatukan komunitas adat dan peningkatan UMKM
Acara Pembukaan
A’ngaru
Dilakukan dengan penampilan parade per Kecamatan dengan aturan pakaian adat dengan patonro dikepala tiap kepala camat. Parade dilengakpi dengan para camat berkuda.
Di ikuti dengan parada/devile pelajar yang diwakili persekolah dalam satu kecamatan.
Rangkaian Acara Inti
Pengumpulan komunitas adat dan budaya dalam satu panggung ( penyatuan &
Kolaborasi ) dalam menunjukkan keunikan tiap tiap kecamatan.
Acara Perlombaan
Tujuan : memperkenalkan Kembali kebudayaan khas kabupaten banteng kepada Masyarakat baik local, maupun non lokal. Agar budaya khas bantaeng yang otentik’’
1. Lomba Pamanca
Menca' atau manca', atau silat merupakan salah satu tradisi seni bela diri yang akrab dilakoni para pemuda di berbagai daerah di Sulawesi Selatan. Salah satunya di Kampung Taeng, dan di kembangkan meluas pada kampung butta toa, Sejarahnya lahirnya prajurit-prajurit pilihan pengamanan Kerajaan Gowa dulu banyak dari Kampung Taeng. Mereka dikenal karena kemahiran bermain silat atau disebut Pamanca," hingga di pertarungkan pada salah satu daerah yang ada di kabupaten Bantaeng.
2. Tarian Pajonga
Pajonga awalnya merupakan bagian dari ritual adat yang dilakukan oleh masyarakat Bantaeng. Tarian ini biasanya dipertunjukkan dalam acara-acara tertentu, seperti pesta panen, pernikahan, dan upacara adat lainnya. Pajonga tidak hanya sekadar tarian, tetapi juga merupakan sarana untuk memohon berkah kepada Tuhan dan menghormati leluhur mereka. Menurut beberapa sumber sejarah, Pajonga telah ada sejak abad ke-17, ketika masyarakat Bantaeng mulai mengembangkan berbagai bentuk seni dan budaya. Tarian ini awalnya ditujukan untuk menghormati dewa pertanian dan memohon hasil panen yang melimpah. Seiring berjalannya waktu, Pajonga berevolusi menjadi lebih dari sekadar ritual religius; ia menjadi salah satu simbol kebanggaan masyarakat Bantaeng.
3. Tarian Paolle
Tari Pakarena Paolle atau Tari Paolle. Tari Paolle ditarikan dalam berbagai upacara adat salah satunya dalam upacara adat Akkawaru di Kecamatan Gantarangkeke. Telah menjadi sebuah keharusan bahwa Tari Paolle hadir dalam upacara adat Akkawaru. Akan tetapi, pada upacara yang dilaksanakan kali ini kelompok tari yang biasanya menarikan Tari Paolle yang terdiri dari orang tua tidak lagi berpartisipasi dalam upacara adat Akkawaru.
Sehingga yang menarikan Tari Paolle dalam upacara adat kali ini adalah dari kelompok tari yang terdiri dari gadis yang masih belia. Maka untuk penelitian fokus permasalahan yaitu bentuk penyajian Tari Paolle dan makna Simbolik Tari Paolle dalam upacara adat Akkawaru di Kecamatan Gantarangkeke.
Simbol-simbol yang hadir dalam upacara adat Akkawaru bermakna bahwa Tari Paolle adalah tuntunan dalam berhubungan kepada Tuhan dan sesama manusia.
Sedangkan simbol-simbol yang terdapat pada kelengkapan upacara bermakna yaitu representasi Sulapa Appa sebagai makrokosmos dan mikrokosmos.
4. Karya Tulis Ilmiah dengan tema kebudayaan
Unsur Profit
Pelibatan Kegiatan seperti bazar atau pameran UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah)
Tujuan :
Peningkatan Perekonomian Lokal: Kegiatan yang mendatangkan UMKM membantu memperkuat ekonomi lokal. UMKM biasanya berfokus pada pasar lokal, sehingga pendapatan yang mereka hasilkan cenderung berputar dalam komunitas tersebut, meningkatkan pertumbuhan ekonomi setempat. UMKM sering kali lebih inovatif dan fleksibel dalam menciptakan produk baru karena mereka dapat merespon dengan cepat terhadap kebutuhan pasar. Kegiatan yang mendatangkan UMKM dapat memperkenalkan produk dan jasa yang unik dan berinovasi. Kegiatan seperti bazar atau pameran UMKM memberikan kesempatan kepada para pengusaha kecil untuk memperkenalkan produk mereka kepada konsumen yang lebih luas. Ini membantu UMKM dalam memperluas jaringan bisnis dan meningkatkan penjualan. UMKM yang sering memproduksi barang-barang lokal yang khas dan mendukung budaya setempat.
Dengan mendatangkan UMKM dalam sebuah kegiatan, produk-produk lokal tersebut dapat dikenal lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional. Kolaborasi dan Networking Kegiatan ini juga membuka peluang kolaborasi antar pelaku UMKM serta memungkinkan mereka untuk belajar dari pengalaman sesama pengusaha. Networking yang tercipta dapat membantu UMKM untuk bertukar ide dan memperkuat kapasitas bisnis mereka.