Konsep Tumbuh Kembang Anak
Pre
School KELOMPO
K 3
NAMA ANGGOTA KELOMPOK
Moh. Rizky Fahreza (2214201043) Dhinda Anjas Rananda (2214201046) Hafifah Hariyanti (2214201058)
Fanny Maulidya (2214201079) Hamjah Akbar (2214201086) Siti Manisa (2214201089)
Putri Mayang Selian (2214201093)
ANAK PRE SCHOOL
Anak usia prasekolah adalah anak yang berusia antara nol smapai enam tahun.
Ciri-ciri Anak usia pra sekolah umumnya
sangat aktif, Anak usia pra sekolah
biasanya mudah bersosialisasi dengan
orang sekitarnya, Anak usia pra sekolah
umumnya telah terampil dalam
berbahasa, Anak cenderung
mengekspresikan emosinya dengan
bebas dan terbuka. Sikap sering marah
dan iri hati sering diperlihatkan.
Definisi Perkembangan &
Pertumbuhan
Pertumbuhan
Perubahan yang bersifat kuantitatif (dapat diukur) perubahan ukuran tubuh dan bagiannya seperti peningkatan
jumlah sel, jaringan, struktur, dan sistem. Ex : pertumbuhan
fisik (bertambahnya tinggi badan, berat badan, kepadatan
tulang, dan struktur gigi dan polanya dapat diprediksikan.
(DeLaune & Ladner, 2011)
Perkembangan
Sebuah proses yang dinamis dan berkesinambungan seiring berjalannya kehidupan, ditandai
dengan serangkaian kenaikan, kondisi konstan, dan penurunan.
suatu pola yang teratur terkait perubahan struktur, pikiran, perasaan, atau perilaku yang
dihasilkan dari proses
pematangan, pengalaman, dan pembelajaran.
Perkembangan Kognitif (Menurut Piaget)
Perkembangan Psikososial (Menurut Erikson)
Perkembangan Moral (Menurut Kohlberg)
TEORI MENTAL KEPRIBADIAN
Perkembangan
Kognitif anak usia Pra sekolah masuk pada tahap pra operasional, ditandai dengan pemakaian kata lebih
awal dan
memanipulasi symbol yg menggambarkan objek dan kertetarikan diantara mereka
Antara usia 3 dan 6
tahun, anak
menghadapi krisis psikososial dimana erikson
mengistilahkannya sebagai ‘inisiatif
melawan rasa
bersalah’ (initiative versus guilt). Pada usia ini, anak secara
normal telah
menguasai rasa
otonomi dan
memindahkan untuk menguasai rasa inisiatif.
Anak pra sekolah berada pada tahap perkembangan moral berlangsung sampai usia 10 tahun.
Pada fase ini, kesadaran ini timbul pada penekanannya pada kontrol eksternal. Standar moral anak berada pada orang lain dan ia mengobservasi
mereka untuk menghindari
hukuman.
Salah satu tahap yang relevan dengan masa pra-sekolah adalah tahap Phallic (fase falik).
Menurut teori Freud, terjadi sekitar usia 3-6 tahun, Anak- anak mulai mengalami ketertarikan yang kuat pada organ genital mereka sendiri dan mulai menyadari perbedaan gender.
Penyelesaian dari tahap Phallic ini adalah ketika anak-anak mulai mengidentifikasi diri dengan orang tua dari jenis
kelamin sama dan
menginternalisasi norma moral yang diajarkan oleh orang tua mereka.
Tugas Perkembangan ( menurut Havighurst’s)
Psikoanalitik (Menurut Freud)
TEORI MENTAL KEPRIBADIAN
1. Menguasai Bahasa
Belajar untuk menguasai bahasa, baik secara lisan maupun tulisan.
2. Mengembangkan Keterampilan Sosial
Mereka belajar keterampilan seperti berbagi, bekerja sama, memahami emosi orang lain, dan berkomunikasi secara efektif.
3. Mengendalikan Tubuh
Mengembangkan kemampuan motorik kasar dan halus. Ini mencakup kemampuan untuk berjalan, berlari, dan melompat.
TOILET TRAINING & SEX EDUCATION
Menurut (Hidayat, 2005) mengingat dengan latihan itu diharapkan anak mempunyai kemampuan sendiri dalam melaksanakan buang air kecil dan buang air besar tanpa merasakan ketakutan atau kecemasan sehingga anak akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan sesuai usia tumbuh kembang anak.
Toilet Training
Sebagai anak prasekolah yang rata-rata belum mengenal bahasa dan istilah yang kompleks, maka pemilihan metode yang sesuai dengan perkembangannya haruslah dilakukan. Anak yang tidak mengerti terhadap pendidikan seksual tidak hanya berpotensi menjadi korban pelecehan seksual, tetapi juga dapat berpotensi menjadi pelaku kekerasan seksual
Sex Education
ISU/PERMASALAH SERING
TIMBUL SAAT USIA PRE SCHOOL
PEMALU
1
TANTRUM
2 SULIT 3 4 5
MAKAN MANJA
MENGOMP
OL
ASUHAN ANAK SELAMA SAKIT DAN HOSPITALISASI YANG BERFOKUS PADA
KELUARGA
Selama anak sakit dan perlu dihospitalisasi, fokus pada keluarga sangat penting untuk memberikan dukungan dan memastikan kesejahteraan anak. Berikut adalah beberapa aspek yang perlu diperhatikan:
● Komunikasi yang Jelas:
● Kenyamanan Emosional
● Perhatian Khusus
● Pendidikan tentang Peran dalam Perawatan
● Dukungan Psikologis
Dengan fokus pada keluarga, anak dapat merasa didukung dan aman selama masa sakit dan hospitalisasi mereka.
STRESOR
HOSPITALISASI DAN REAKSI ANAK
Hospitalisasi (rawat inap) pada pasien anak dapat menyebabkan kecemasan dan stres pada anak usia pra sekolah.
Penyebab dari kecemasan dipengaruhi oleh banyak faktor, baik faktor dari petugas (perawat, dokter dan tenaga kesehatan lainnya), lingkungan baru.
Kecemasan yang terjadi pada anak dapat memperlambat proses penyembuhan, menurunkan semangat untuk sembuh dan tidak kooperatif terhadap tindakan perawatan yang diberikan
STRESOR
HOSPITALISASI DAN REAKSI KELUARGA
YANG
DIHOSPITALISASI
Keluarga dapat membantu dengan memberikan dukungan emosional, menjelaskan secara sederhana tentang situasi tersebut, dan menciptakan rutinitas yang stabil untuk memperkuat rasa aman anak. Mendapatkan dukungan dari tenaga medis dan sumber daya lainnya juga penting dalam mengelola stres dan reaksi anak serta keluarga terhadap situasi tersebut.