• Tidak ada hasil yang ditemukan

kreativitas guru pendidikan agama islam dalam

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "kreativitas guru pendidikan agama islam dalam"

Copied!
76
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

Apa saja faktor pendukung dan penghambat kreativitas guru PAI dalam mengembangkan metode pengajaran di MAN 1 Enrekang.

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

TINJAUAN TEORETIS

Pengertian Kreativitas

Pengambilan sampel atau sumber data dalam penelitian ini hanya dilakukan untuk mendeskripsikan atau mengkonstruksi wawancara mendalam terhadap subjek penelitian sehingga dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai pemahaman Kreativitas Guru Pendidikan Agama Islam dalam Pengembangan Metode Pengajaran di MAN 1 Enrekang. Maka peneliti fokus untuk mengkaji kreativitas guru Pendidikan Agama Islam dalam mengembangkan metode pengajaran di MAN 1 Enrekang. Sumber data primer atau dasar yang diperlukan diperoleh secara langsung (tangan pertama) atau diperoleh langsung dari informan yang mempunyai kaitan erat dengan masalah yang ingin diteliti yaitu kreativitas guru Pendidikan Agama Islam dalam pengembangan metode pengajaran di MAN 1 Enrekang .

Pengolahan dan analisis data menggunakan analisis deskriptif dilakukan untuk mengetahui kreativitas guru pai dalam pengembangan metode pengajaran di MAN 1 Enrekang. Kreativitas guru pendidikan agama Islam dalam meningkatkan prestasi belajar siswa di MAN 1 Enrekang harus benar-benar diperhatikan dalam proses pembelajaran karena kreativitas guru sangat diperlukan untuk meningkatkan prestasi siswa. Hal ini sesuai dengan pernyataan Ibu Maryam selaku guru Pendidikan Agama Islam MAN 1 Enrekang... kami sebagai guru MAN 1 Enrekang selalu memperhatikan minat belajar siswa dan kondisi psikologisnya dalam setiap pembelajaran.

Hal ini sesuai dengan pernyataan Bapak. Yarsil sebagai salah satu guru pendidikan agama Islam di MAN 1 Enrekang. Hal ini sesuai dengan pernyataan Ibu Merjem selaku salah satu guru Pendidikan Agama Islam di MAN 1 Enrekang. 55 Wawancara Merjemi Guru Pendidikan Agama Islam MAN 1 Enrekang, 15 Mei 2019..khusus metode ceramah, metode tanya jawab, metode penugasan, metode demonstrasi dan tape recorder, teman sejawat, LCD proyektor, media dan kartu, foto dan TV.

Hal ini sesuai dengan pernyataan Bapak. Yarsil sebagai salah satu guru PAI MAN 1 Enrekang. Dengan pernyataan Ibu Maryam salah satu guru PAI MAN 1 Enrekang di atas menunjukkan bahwa penggunaan metode ini cukup efektif dan menghidupkan suasana kelas serta membuat pembelajaran menjadi lebih menarik. Hal ini sesuai dengan pernyataan Bapak. Yarsil sebagai salah satu guru PAI MAN 1 Enrekang.

Pernyataan di atas oleh Bpk. Yarsila menunjukkan bahwa MAN 1 Enrekang sangat antusias dalam metode pengajaran dengan mempersiapkan segala sesuatu yang penting dalam proses pembelajaran. Komponen yang dapat menunjang kreativitas mengajar pendidikan agama Islam di MAN 1 Enrekang adalah kompetensi yang dimiliki guru, sehingga tugas guru dalam proses pembelajaran tidak sebatas memberikan informasi saja. Pengumpulan data dalam proses wawancara guru PAI MAN 1 Enrekang mengenai kreativitas guru PAI.

Ciri-Ciri guru Kreativitas

Pengertian Guru Pendidikan Agama Islam

Pengertian guru dalam pendidikan Islam sama dengan pengertian guru menurut teori Barat, yaitu guru dalam pendidikan Islam adalah siapa saja yang bertanggung jawab terhadap perkembangan peserta didik. Dalam Islam, orang yang paling bertanggung jawab adalah orang tua (ayah dan ibu) peserta didik. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen Pasal 1 menyatakan bahwa guru adalah pendidik profesional yang mempunyai tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal pendidikan dasar dan pendidikan menengah. 25.

Selain itu, dalam proses belajar mengajar, menurut perkembangannya, guru tidak hanya berperan memberikan informasi kepada siswa, tetapi juga dapat berperan sebagai perencana, pengorganisasi dan motivator agar siswa dapat belajar secara efektif, dan selanjutnya berperan adalah mengevaluasi seluruh proses belajar mengajar. Peran guru sebagai penyampai informasi atau model dan ahli dalam suatu disiplin ilmu. Selain fungsi di atas, guru juga berperan sebagai psikolog yang memahami segala kebutuhan dan permasalahan siswa. Ia berperan sebagai bidan yang membantu siswa melahirkan ide-idenya dan sebagai pembimbing, pemberi semangat, fasilitator dan pelayan siswa. . Pendidikan Islam adalah bimbingan jasmani dan rohani berdasarkan syariat agama Islam untuk membentuk kepribadian primer sesuai dengan standar Islam.33 Berdasarkan beberapa definisi di atas, penulis dapat menyimpulkan bahwa pendidikan Islam adalah suatu sistem pendidikan yang diselenggarakan atau ditetapkan dengan tujuan untuk diterapkan. ajaran dan nilai. Nilai-nilai Islam berdasarkan Al-Quran dan Hadits.

Pendidikan Agama Islam terdiri dari upaya sistematis dan pragmatis untuk membantu peserta didik hidup sesuai dengan ajaran Islam. Pendidikan Agama Islam dapat di definisikan dalam tiga hal. Pendidikan Agama Islam merupakan upaya berupa bimbingan dan kepedulian terhadap peserta didik agar setelah selesai pendidikannya dapat memahami dan mengamalkan ajaran agama Islam serta mengembangkan pandangan hidup. Pendidikan Agama Islam adalah pendidikan yang pengajarannya melalui ajaran agama Islam, berupa bimbingan dan kepedulian terhadap peserta didik, agar kelak setelah selesai pendidikannya mereka dapat memahami, menghayati, dan mengamalkan ajaran Islam yang diyakininya secara menyeluruh, dan ajaran agama Islam secara nyata, sebagai visi hidup demi keselamatan dan kesejahteraan hidup akhirat.

Pendidikan Agama Islam adalah upaya sadar dan terencana untuk mempersiapkan peserta didik mengetahui, memahami, menghayati, mengimani, bertakwa, berakhlak mulia, dan mengamalkan ajaran agama Islam dari sumber utamanya yaitu Kitab Suci. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa Pendidikan Agama Islam (PAI) merupakan ilmu yang membahas tentang prinsip-prinsip keimanan kepada Allah, dan cara beribadah kepada-Nya. Ramayulis mengartikan metode mengajar adalah cara-cara yang digunakan guru dalam membina hubungan dengan siswa selama proses pembelajaran. Oleh karena itu metode pengajaran merupakan alat untuk menciptakan suatu proses pembelajaran.

Peneliti dapat menyimpulkan bahwa metode diartikan sebagai cara atau tata cara yang digunakan untuk mencapai tujuan tertentu, dan dalam kaitannya dengan pembelajaran, metode diartikan sebagai cara penyampaian materi pembelajaran kepada siswa untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.

Pengembangan Metode Mengajar

  • Pengertian Metode Mengajar
  • Prinsip-Prinsip Penentuan Metode
  • Macam-Macam Metode Mengajar

METODE PENELITIAN

Lokasi dan Objek Penelitian

Lokasi penelitian adalah tempat dimana penelitian akan dilakukan untuk memperoleh data atau informasi yang diperlukan berkaitan dengan masalah penelitian yang terletak di MAN 1 Enrekang, sedangkan subjek penelitiannya adalah guru PAI di MAN 1 Enrekang. Dalam penelitian ini kita dapat memusatkan perhatian terlebih dahulu pada permasalahannya, agar tidak terjadi perluasan yang tidak sesuai dengan tujuan penelitian ini.

Deskripsi Fokus Penelitian

Sumber Data

Kertas merupakan tempat peneliti membaca dan mempelajari segala sesuatu yang berkaitan dengan penelitian, seperti arsip, gambar, gambar, dokumen, simbol, dan lain-lain. Menurut Lofland dalam Moleong, sumber data utama dalam penelitian kualitatif adalah perkataan dan tindakan yang diperoleh dari informan melalui wawancara, selebihnya merupakan data tambahan seperti dokumen dan lain-lain. Untuk memperoleh data dan informasi maka informan dalam penelitian ini ditentukan secara sengaja atau sengaja dimana informan telah ditentukan sebelumnya.

Informan adalah orang-orang yang terlibat atau merasakan proses pelaksanaan dan perumusan program di lokasi penelitian.” 44.

Instrumen Penelitian

Teknik Pengumpulan Data

Melalui wawancara, peneliti akan mempelajari hal-hal lebih mendalam tentang informan dalam menafsirkan situasi dan fenomena yang sedang terjadi, yang tidak dapat ditemukan melalui observasi. Dalam melakukan wawancara, peneliti mempersiapkan instrumen penelitian berupa pertanyaan tertulis yang diajukannya dan mencatat apa yang diungkapkan informan yaitu jenis wawancara.

Teknik Analisis Data

Dalam proses belajar mengajar, guru sangat diharapkan untuk selalu berpikir kreatif dalam menggunakan metode pengajaran dan menciptakan suasana pembelajaran yang menarik dan tidak menjenuhkan untuk meningkatkan minat siswa dan siswi dalam belajar di MAN 1 Enrekang. “Oleh karena itu kami sebagai guru MAN 1 Enrekang selalu melaksanakan pembelajaran di luar, di bawah pohon, atau di taman sekolah.” Dalam pembelajaran agama Islam, guru pendidikan agama Islam MAN 1 Enrekang selalu menerapkan metode pengajaran dengan menggunakan tafakkur alam, yaitu: siswa diinstruksikan untuk turun ke lapangan mengamati ciptaan Tuhan dan mengambil hikmah serta pembelajaran dari apa yang diamati oleh siswa itu sendiri.

54 Wawancara Yarsil, guru pendidikan agama Islam MAN 1 Enrekang 15 Mei 2019. Kinerja bukan disebabkan oleh kurangnya kemampuan. “Guru di MAN 1 Enrekang harus selalu memberikan motivasi kepada siswanya agar dapat meningkatkan prestasi belajarnya.” Dari pernyataan Ibu Maryam di atas terlihat jelas bahwa motivasi siswa sangat penting bagi semangat belajar siswa. Oleh karena itu, wajib bagi seluruh guru di MAN 1 Enrekang untuk selalu memberikan contoh yang baik dan memotivasi siswanya.

Hal ini sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Pak. Yarsil sebagai salah satu guru PAI MAN 1 Endrekang. Dengan pernyataan Pak Yarsil di atas maka dapat disimpulkan bahwa metode tanya jawab ini merupakan suatu keharusan yang harus diterapkan di semua sekolah termasuk MAN 1 Enrekang. Setiap guru di MAN 1 Enrekang diberikan kebebasan dalam menerapkan metode pemberian tugas kepada siswa agar siswa lebih mandiri dan mempunyai rasa tanggung jawab terhadap tugas yang diberikan guru.

Dengan penelitian di atas maka peneliti dapat menyimpulkan bahwa kreativitas guru dalam mengembangkan metode pengajaran untuk diterapkan di sekolah berupa metode pengajaran, metode tanya jawab, metode diskusi, metode penugasan dan metode demonstrasi juga diterapkan di MAN 1 Enrekang. . Hal ini terlihat dari lulusan MAN 1 Enrekang yang selalu mendapatkan beasiswa dari berbagai universitas dan jurusan yang berbeda. Selain luas yang cukup, MAN 1 Enrekang mempunyai musala untuk amalan keagamaan yang digunakan oleh guru mata pelajaran pendidikan agama Islam ketika menawarkan amalan keagamaan dan kegiatan yang berkaitan dengan pendidikan agama Islam.

Di MAN 1 Enrekang terlaksana dengan baik, terlihat jelas ketika guru PAI melakukan penilaian/penilaian terhadap siswa, maka yang menjadi kriteria penilaian bukan hanya guru PPA, melainkan PPA. guru melibatkan beberapa guru untuk membantu. Dari ketiga faktor pendukung yang disebutkan di atas menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara faktor pertama, kedua dan ketiga dalam menunjang keberhasilan kreativitas di MAN 1 Enrekang khususnya pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Profil Madrasah Aliyah Negeri 1 Enrekang

Hasil Penelitian dan Pembahasan

  • Kreativitas Guru PAI di MAN 1 Enrekang
  • Kreativitas Guru PAI Dalam Pengembangan Metode
  • Faktor Faktor Pendukung Dan Penghambat Kreativitas

PENUTUP

Saran

1. Setiap pendidikan hendaknya mengedepankan akhlak yang baik dan kepribadian Islami sebagai prestasi terpenting peserta didiknya. 2. Setiap guru harus mampu berpikir kreatif dalam setiap pembelajaran untuk menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif. Setiap guru memegang peranan yang sangat penting terhadap kinerja siswanya, oleh karena itu seorang guru sangat diharapkan dapat menjadi contoh yang baik bagi siswanya.

Setiap guru diharapkan lebih mengendalikan diri sebelum memulai pembelajaran agar pembelajaran dapat lancar dan menyenangkan tanpa terbawa oleh suasana emosional guru itu sendiri. Ismail SM. Strategi pembelajaran Islam berbasis PAIKEM: pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan. Semarang: Grup Media Rasail, 2008.

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan pernyataan siswa dan penjelasan guru Pendidikan Agama Islam, maka dapat disimpulkan bahwa Guru Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri I Bontonompo Selatan