• Tidak ada hasil yang ditemukan

KREATIVITAS MAHASISWA (Studi Kasus Pada Jurusan PAI FTIK IAIN Metro)

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "KREATIVITAS MAHASISWA (Studi Kasus Pada Jurusan PAI FTIK IAIN Metro) "

Copied!
123
0
0

Teks penuh

Dan yang membuat penelitian ini adalah ketua jurusan dan mahasiswa Pendidikan Agama Islam FTIK IAIN Metro. Mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Islam FTIK IAIN Metro siap menghadapi tantangan global dengan kemampuan yang dimiliki.

Pertanyaan Penelitian

Tujuan dan Mamfaat Penelitian Tujuan penelitian. Tujuan penelitian

Peran kaprodi dalam mengoptimalkan kreativitas mahasiswa” (studi kasus Pai FTIK IAIN Metro) penting untuk dikaji sebagai masukan bagi kaprodi dalam mengatasi kendala sehingga tercipta kreativitas mahasiswa yang lebih baik untuk prodi PAI. (PAI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTIK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro Lampung. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan informasi dan koreksi, serta rekomendasi untuk peningkatan kualitas jurusan PAI FTIK IAIN Metro.

Penelitian yang Relevan

Tugas-tugas Ketua Jurusan

Menetapkan tujuan jurusan/prodi setiap tahun untuk kegiatan yang berkaitan dengan peningkatan kualitas mahasiswa dan dosen b. Melakukan dialog mahasiswa dengan jurusan/program studi pada setiap awal tahun tentang mata kuliah, peraturan, dan sebagainya.

Kreativitas mahasiswa

  • Pengertian Kreativitas Mahasiswa
  • Indikator Kreativitas Mahasiswa
  • Manfaat Kreativitas Mahasiswa
  • Macam-Macam Kreativitas Mahasiswa

Sementara itu, Boden mengatakan "Kreativitas adalah teka-teki, paradoks, bahkan ada yang mengatakan itu misteri." Merujuk pada definisi kreativitas dalam kamus: “To create atau menciptakan sesuatu dari tidak ada menjadi ada”, maka kreativitas berarti lebih dari sekedar pemahaman ilmiah. Dalam kutipan di atas, kreativitas sangat penting bagi siswa, dimana kreativitas siswa itu baik bagi dirinya dan juga bermanfaat bagi orang-orang disekitarnya. Kreativitas juga dapat membantu seseorang untuk memecahkan masalah yang dihadapinya, kreativitas juga dapat membawa kepuasan dan kebanggaan baik bagi dirinya sendiri maupun orang-orang yang terpengaruh oleh kreativitas yang diciptakannya.

Optimalisasi Peran Ketua Jurusan Terhadap Kreativitas Mahasiswa 1. Pembinaan

Pelatihan

Menurutnya, latihan dipahami sebagai suatu proses kerja sistematis yang berkesinambungan, dimana beban dan intensitas latihan meningkat dari hari ke hari, yang pada akhirnya memberikan rangsangan menyeluruh pada tubuh dan ditujukan untuk meningkatkan kemampuan fisik dan mental secara bersama-sama. Sedangkan menurut Sudjarwo, pelatihan berarti suatu proses kerja yang sistematis dan berulang-ulang dengan peningkatan beban pelatihan untuk mencapai tujuan yang diharapkan.

Jenis dan Sifat Penelitian

Dengan jenis penelitian deskriptif dan penggunaan pendekatan fenomenologi, dapat diasumsikan bahwa sifat penelitian ini adalah deskriptif kualitatif lapangan. Penelitian lapangan kualitatif (field research) adalah penelitian yang mengharuskan peneliti terjun ke 'lapangan' untuk melakukan pengamatan tentang suatu fenomena dalam keadaan alamiah tanggapan terbimbing), keterampilan mekanisme (mechanism), tanggapan kompleks (Complex overt response), adaptasi (adaption). ) dan organisasi (organisasi) mahasiswa PAI.

Sumber Data

Sumber Data Utama (Primer)

Sumber Data Tambahan (Sekunder)

Teknik Pengumpulan Data

Wawancara/ Interview

Wawancara adalah pertemuan antara dua orang untuk bertukar informasi dan pendapat melalui tanya jawab, sehingga terjadi konstruksi makna tentang suatu topik tertentu.10 Wawancara terbagi menjadi tiga jenis, antara lain: 11. Wawancara terbimbing, adalah wawancara yang dilakukan oleh pewawancara dengan mengajukan serangkaian pertanyaan yang lengkap dan rinci yang dirujuk dalam wawancara terstruktur. Dalam prakteknya, pewawancara membawa pedoman yang hanya berupa garis besar dari hal-hal yang akan ditanyakan.

Berdasarkan teori tersebut, jenis wawancara yang digunakan peneliti adalah wawancara bebas terbimbing dengan menggunakan instrumen wawancara terbimbing. Teknik interview atau wawancara dalam penelitian ini dilakukan peneliti untuk mengetahui peran kepala jurusan pendidikan agama Islam dalam mengoptimalkan kreativitas mahasiswa, faktor pendukung dan penghambat.

Observasi

Dokumentasi

Teknik Penjamin Keabsahan Data

Pengujian reliabilitas data dilakukan dengan cara triangulasi, yaitu dengan cara triangulasi teknis dan triangulasi sumber data. Berdasarkan uraian di atas, maka peneliti menggunakan triangulasi dalam teknik pengumpulan data yaitu untuk menguji kehandalan data, hal ini dilakukan dengan cara mengecek data dengan informan menggunakan teknik wawancara dengan kepala dinas, pimpinan kegiatan, kemudian dicek dengan inspeksi.

Teknik Analisis Data

Sejarah PAI FTIK IAIN Metro

Keberadaan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro, menurut sejarah awalnya adalah Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Intan Bandar Lampung di Metro. Fakultas Tarbiyah Kelas Jauh di Metro didirikan sebagai Fakultas Tarbiyah yang berdiri sendiri, sebagai Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Intan Lampung di Metro, dengan Surat Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 188 Tahun 1968. Pada tahun 1996, berdiri perubahan kebijakan tentang penataan kelembagaan di perguruan tinggi keagamaan melalui Surat Edaran Dirjen Bimas Islam Nomor : E.III.OT.OO/AZ tanggal 23 Agustus 1996 tentang Penataan Kelembagaan IAIN-fakultas di luar Fakultas Utama menjadi Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN).

Berdasarkan keputusan presiden ini, 33 Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) didirikan di Indonesia, termasuk STAIN Jurai Siwo Metro. Seiring dengan perkembangannya, Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Jurai Siwo Metro berubah status menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro yang tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 71 Tahun 2016 dan ditandatangani Presiden Joko Widodo pada 1 Agustus lalu. 2016. Institut Agama Islam Negeri Metro ditingkatkan statusnya menjadi Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Jurai Siwo Metro.

Sesuai dengan perkembangan di atas maka prodi Pendidikan Agama Islam telah menjadi Jurusan Pendidikan Agama Islam, hal ini berarti jangkauan Jurusan PAI Fakultas Tarbiyah dan Keguruan IAIN Metro semakin meluas sesuai dengan perkembangan zaman dan zaman. kebutuhan dunia kerja serta untuk lebih mempersiapkan mahasiswa menghadapi era saat ini, selain mewujudkan visi dan misi Institut Agama Islam Negeri diserahkan kepada Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Ilmu yang dipertemukan dengan visi dan misi Departemen Pendidikan Agama Islam untuk mewujudkan semua itu sehingga PAI menjadi jurusan yang berkembang.

Visi Misi PAI FTIK IAIN Metro Visi Pendidikan Agama Islam Visi Pendidikan Agama Islam

Struktur Dan Sarana Prasana PAI FTIK IAIN Metro Struktur PAI FTIK IAIN Metro

Temuan Khusus

Peran Ketua Jurusan Pendidikan Agama Islam

Demikian disampaikan Kajur terkait peran Kajur dalam mengoptimalkan kreativitas mahasiswa. Hal yang dilakukan kepala jurusan untuk mengoptimalkan kreativitas mahasiswa adalah mengarahkan, melatih dan membina mahasiswa PAI. Pembinaan oleh ketua jurusan pengembangan HMJ PAI ini merupakan peran dari ketua jurusan untuk memaksimalkan kreativitas mahasiswa.” (W/M3/F.

Dalam hal ini peneliti melakukan wawancara dengan ketua jurusan sehubungan dengan pelatihan di jurusan PAI. Peneliti kemudian mencari penguatan informasi terkait dengan pernyataan Kepala Dinas Pendidikan yang menyatakan bahwa peneliti melakukan wawancara dengan mahasiswa PAI. Dalam hal ini, kepala departemen seolah mengatakan bahwa pelatihan ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas suatu departemen.

Dalam hal ini sebenarnya menjelaskan bahwa ketua jurusan berperan dalam mengoptimalkan kreativitas mahasiswa dalam mengelola karya seni dan berbagai kreativitas lainnya untuk mewujudkan visi tersebut.

Faktor Pendukung a. Sarana Prasarana

Fasilitas tersebut merupakan bukti pembinaan himpunan mahasiswa jurusan yang dilakukan oleh Ketua Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTIK) IAIN Metro” (W/KJP/F. Tersedia fasilitas, sarana dan prasarana yang memadai Infrastruktur kampus khususnya pendidikan agama Islam tentunya dapat menunjang dan membantu mahasiswa untuk belajar mengembangkan kreativitas dengan lebih mudah.

Ada pendidikan agama Islam yang sebagian besar pembelajaran di dalamnya adalah pengajaran ilmu-ilmu yang berkaitan dengan Islam dan pendidikan, selain itu sebagian besar siswa yang ada juga berpotensi untuk dikeluarkan dari sekolah masing-masing. Dalam wawancara mengenai infrastruktur di jurusan pendidikan agama Islam, mereka mengindikasikan bahwa infrastruktur sudah mendukung. Sarana prasarana tersebut merupakan salah satu pengemban kreativitas, baik dalam perkuliahan maupun di luar perkuliahan.

Dalam hal ini peneliti juga melihat fasilitas yang ada di HMJ PAI sendiri sesuai dokumentasi terlampir dan melihat adanya infrastruktur yang mendukung kreativitas mahasiswa Pendidikan Agama Islam FTIK IAIN Metro. (DARI.

Faktor Pengahambat a. Respon mahasiswa

Dari hasil wawancara diketahui bahwa faktor yang menyebabkan tercapainya kreativitas selama ini adalah respon dari mahasiswa itu sendiri yang kurang tanggap terhadap peluang yang ditawarkan oleh ketua jurusan. Peneliti meninggalkan pernyataan wawancara kepala departemen dan siswa juga kembali ke setiap kegiatan mengumpulkan data dalam kegiatan terlampir. Dalam hal ini peneliti juga mengalami sebagai panitia dalam acara yang diselenggarakan oleh ketua jurusan masih banyak mahasiswa yang tidak antusias dan merespon (O/F.3/24 Desember 2019)21.

24. Wawancara dengan mr. Muhammad Ali, selaku Kepala Seksi FTIK IAIN Metro PAI : Selasa, 24 Desember 2019, di Ruang BORANG PAI. Peran Ketua Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro dalam optimalisasi mahasiswa telah dilakukan. Dalam penelitian ini, banyak upaya yang dilakukan oleh kepala departemen untuk kreativitas mahasiswa.

Kepala jurusan tidak hanya memberikan pelatihan dan pembinaan, tetapi juga mengevaluasi dan memotivasi mahasiswa.

Saran

Faktor pendukung dalam mengoptimalkan kreativitas mahasiswa adalah sarana dan prasarana yang tersedia di jurusan, baik di HMJ PAI maupun di Jurusan Pendidikan Agama Islam. Pelatihan langsung dari pembimbing yang ahli di bidangnya merupakan salah satu faktor pendukung yang diupayakan untuk mengoptimalkan kreativitas peserta didik pendidikan agama Islam. Buku Pedoman Akademik STAIN Jurai Siwo Metro Tahun 2006 BAB VIII Pasal 93 Tentang Predikat Kelulusan dan Mahasiswa Berprestasi.

Pedoman Kemahasiswaan STAIN dan Kode Etik/Peraturan Kemahasiswaan Jurai Siwo Metro BAB III Tentang Organisasi Kemahasiswaan. 4 F.1 Fokus 1 (Paren Ketua Jurusan PAI dalam Mengoptimalkan Kreativitas Mahasiswa) 5 F.2 Fokus 2 (Faktor Pendukung Optimalisasi Kreativitas Mahasiswa).

PENTUJUK WAWANCARA 1. Wawancara Mendalam

Selama penelitian berlangsung peneliti mencatat dan mendeskripsikan hasil wawancara

Waktu wawancara masih bisa berubah mengikuti perkembangan situasi dan kondisi yang terjadi di lapangan

IDENTITAS

Fasilitas ini merupakan bukti pembinaan Himpunan Mahasiswa Jurusan yang dilakukan oleh Ketua Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTIK) IAIN Metro 3 Faktor. Dan juga banyak kreativitas di PAI yang harus dilihat dari banyaknya jumlah mahasiswa PAI. Seiring dengan beban dan beban dosen lain yang ditangani oleh ketua jurusan, maka bagi saya pribadi masih sangat sulit untuk mengalokasikan waktu bagi mahasiswa.

Kesulitannya adalah ada struktur kesekretariatan, tetapi sebenarnya sekretaris belum ada, sehingga untuk memperbaiki jadwal dan menyelesaikan masalah departemen, semuanya ditangani oleh kepala departemen dan hal-hal ini menghambat dan menyebabkan kesulitan. untuk direktur saat ini. Pelatihan untuk mahasiswa biasanya diajarkan selama magang dan pada setiap akhir semester ketua jurusan akan mengumpulkan mereka semua. Sedangkan proses pembelajaran di kampus tidak hanya ditempuh pada saat perkuliahan saja, tetapi dalam kegiatan yang dilakukan oleh ketua jurusan juga kita akan mendapatkan ilmu.

Hal ini cukup baik, namun masih jarang mahasiswa memanfaatkan kesempatan yang diberikan oleh ketua jurusan. Konsultasikan dengan manajer departemen atau organisasi di departemen seperti HMJ agar bisa. Ketua jurusan membentuk kreatifitas mahasiswa yang dibuktikan dengan menghimbau mahasiswa untuk berorganisasi, datang berkunjung, ke tempat-tempat yang dapat mendorong kreativitas, misalnya saat kami mengikuti KKL, melakukan kunjungan ukir di Jogjakarta, mengunjungi industri dan juga buku yang dibaca juga mempengaruhi kreativitas siswa 2.

Referensi

Dokumen terkait

Sehubungan dengan itu, peneliti tertarik untuk melakukan sebuah penelitian dengan judul “Peran Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam Pada Sekolah