MAKALAH
KRITERIA PENILAIAN INVESTASI
Dosen Pengampu: Dwi Pertiwi Anggraini S,Pd, M.Ak
Disusun Oleh:
YUSTA YUNIATI GULO (22310013) JONI SIMAMORA (22310010)
BEN JEREMY SIMANJUNTAK (22310043)
PROGRAM STUDI MANAGEMENT RITEL FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
2025/2026
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan karunia-Nya, penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Kriteria Penilaian Investasi” ini dengan baik dan tepat waktu.
Makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Studi Kelayakan Bisnis, dengan tujuan untuk memperluas wawasan dan pemahaman penulis mengenai berbagai metode dan kriteria yang digunakan dalam proses penilaian investasi. Dalam penulisan makalah ini, penulis berusaha menyajikan pembahasan yang sistematis dan sesuai dengan kaidah ilmiah, baik dari segi teori maupun contoh penerapannya.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari dosen pembimbing maupun pembaca lainnya untuk perbaikan di masa mendatang.
Ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada:
Dosen pengampu mata kuliah Dwi Pertiwi Anggraini S,Pd, M.Ak, yang telah memberikan arahan dan bimbingan.
Teman-teman dan semua pihak yang telah membantu baik secara langsung maupun tidak langsung dalam penyusunan makalah ini.
Akhir kata, semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi penulis dan pembaca sekalian serta menjadi tambahan referensi dalam memahami penilaian investasi secara lebih mendalam.
Medan, 3 Juni 2025 Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR...2
DAFTAR ISI...3
BAB I: PENDAHULUAN...4
1.1 Latar Belakang... 4
1.2 Rumusan Masalah...4
1.3 Tujuan Penulisan...4
1.4 Manfaat Penulisan... 5
BAB II: TINJAUAN TEORI...6
2.1 Pengertian Investasi...6
2.2 Tujuan Penilaian Investasi...6
2.3 Kriteria Penilaian Investasi...6
BAB III: PEMBAHASAN...8
3.1 Penerapan Kriteria dalam Studi Kasus...8
3.2 Analisis Perbandingan...9
BAB IV: PENUTUP... 10
4.1 Kesimpulan... 10
4.2 Saran... 10
DAFTAR PUSTAKA... 11
BAB I: PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam dunia bisnis dan keuangan, investasi merupakan salah satu kegiatan penting yang bertujuan untuk memperoleh keuntungan di masa depan. Namun, tidak semua peluang investasi memberikan hasil yang menguntungkan. Oleh karena itu, sebelum melakukan investasi, diperlukan suatu proses evaluasi yang cermat dan sistematis guna menilai kelayakan dan potensi keuntungan dari suatu proyek atau aset.
Penilaian investasi merupakan bagian integral dari proses pengambilan keputusan yang rasional. Untuk melakukan penilaian tersebut, digunakan berbagai kriteria dan metode analisis keuangan, seperti Payback Period, Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Profitability Index (PI). Setiap metode memiliki kelebihan dan kekurangannya masing- masing serta memberikan sudut pandang yang berbeda terhadap kelayakan suatu investasi.
Penggunaan kriteria penilaian yang tepat akan membantu investor atau manajer keuangan dalam memilih proyek yang paling sesuai dengan tujuan perusahaan dan toleransi risiko yang dimiliki. Terlebih lagi, dalam kondisi ekonomi yang dinamis dan kompetitif, keputusan investasi yang baik dapat menjadi faktor penentu keberhasilan suatu usaha.
Oleh karena itu, pemahaman yang mendalam mengenai kriteria penilaian investasi sangat penting, tidak hanya bagi pelaku bisnis dan investor, tetapi juga bagi mahasiswa dan akademisi yang ingin memahami prinsip-prinsip dasar dalam analisis keuangan dan manajemen investasi.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka rumusan masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Apa saja kriteria yang umum digunakan dalam penilaian investasi?
2. Bagaimana cara kerja dan penerapan masing-masing kriteria penilaian investasi?
3. Apa kelebihan dan kekurangan dari setiap metode penilaian investasi?
1.3 Tujuan Penulisan
Penulisan makalah ini bertujuan untuk:
1. Menjelaskan berbagai kriteria yang digunakan dalam penilaian investasi.
2. Menguraikan cara kerja dan penerapan masing-masing metode penilaian investasi.
3. Menganalisis kelebihan dan kekurangan dari setiap kriteria penilaian guna membantu pengambilan keputusan yang lebih tepat.
1.4 Manfaat Penulisan
Penulisan makalah ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut:
1. Bagi Mahasiswa
Memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai berbagai metode penilaian investasi, sehingga dapat meningkatkan kemampuan analisis dalam mengevaluasi proyek atau keputusan keuangan di masa depan.
2. Bagi Akademisi
Menjadi bahan referensi tambahan dalam proses pembelajaran dan diskusi di bidang manajemen keuangan atau analisis investasi.
3. Bagi Praktisi dan Investor
Memberikan gambaran praktis mengenai kelebihan dan kekurangan dari masing- masing kriteria penilaian investasi yang dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam pengambilan keputusan investasi.
4. Bagi Penulis Sendiri
Sebagai sarana untuk mengembangkan wawasan, kemampuan berpikir kritis, dan keterampilan menulis ilmiah yang sesuai dengan kaidah akademik.
BAB II: TINJAUAN TEORI 2.1 Pengertian Investasi
Investasi adalah suatu kegiatan penanaman dana atau aset oleh individu, perusahaan, atau lembaga dengan harapan akan memperoleh keuntungan atau peningkatan nilai pada masa yang akan datang. Dalam konteks penilaian investasi, investasi dipandang sebagai suatu keputusan alokasi sumber daya yang bersifat jangka panjang dan memiliki risiko, sehingga memerlukan evaluasi yang cermat terhadap potensi manfaat dan biaya yang akan ditimbulkan.
Menurut Kasmir (2013), investasi adalah penanaman sejumlah dana pada satu atau lebih aset selama periode tertentu dengan harapan memperoleh keuntungan di masa mendatang. Oleh karena itu, sebelum keputusan investasi dilakukan, perlu digunakan berbagai kriteria penilaian seperti Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Payback Period (PP), dan Profitability Index (PI) untuk menilai kelayakan dan efisiensi investasi tersebut secara objektif.
2.2 Tujuan Penilaian Investasi
Penilaian investasi bertujuan untuk memberikan dasar yang objektif dan rasional dalam pengambilan keputusan investasi. Adapun tujuan utamanya antara lain:
1. Menilai Kelayakan Proyek
Untuk mengetahui apakah suatu proyek atau aset investasi layak secara finansial dan dapat memberikan keuntungan di masa depan.
2. Membandingkan Alternatif Investasi
Membantu investor memilih proyek terbaik dari beberapa pilihan berdasarkan nilai ekonomis dan risiko yang ada.
3. Meminimalkan Risiko Kerugian
Dengan analisis yang tepat, penilaian investasi dapat mengurangi potensi kerugian dengan menghindari proyek yang tidak menguntungkan.
4. Mengoptimalkan Penggunaan Dana
Agar dana yang dimiliki dapat dialokasikan secara efisien ke investasi yang memberikan hasil maksimal.
5. Mendukung Perencanaan Jangka Panjang
Penilaian investasi membantu menyusun strategi bisnis dan keuangan dalam jangka panjang berdasarkan perhitungan yang logis dan terukur.
.
2.3 Kriteria Penilaian Investasi
Beberapa kriteria umum dalam penilaian investasi antara lain:
1. Payback Period (PP)
Payback Period adalah periode waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan modal
awal dari arus kas yang dihasilkan oleh investasi. Semakin singkat waktu pengembalian modal, semakin layak investasi tersebut.
Kelebihan: Mudah dihitung dan dipahami.
Kekurangan: Tidak mempertimbangkan nilai waktu uang dan arus kas setelah periode pengembalian.
2. Net Present Value (NPV)
NPV adalah selisih antara nilai sekarang dari arus kas masuk yang diharapkan dengan investasi awal. Investasi dikatakan layak jika NPV lebih besar dari nol.
Kelebihan: Memperhitungkan nilai waktu uang dan seluruh arus kas proyek.
Kekurangan: Memerlukan estimasi tingkat diskonto yang tepat.
3. Internal Rate of Return (IRR)
IRR adalah tingkat pengembalian yang membuat nilai sekarang dari arus kas masuk sama dengan investasi awal (NPV = 0). Proyek layak jika IRR lebih besar dari tingkat pengembalian minimum yang diharapkan.
Kelebihan: Memberikan gambaran tingkat keuntungan dalam persentase.
Kekurangan: Bisa menimbulkan kebingungan bila ada arus kas yang tidak konvensional (misal ada aliran kas negatif setelah positif).
4. Profitability Index (PI)
PI adalah rasio antara nilai sekarang arus kas masuk dengan investasi awal. Investasi dikatakan menguntungkan jika PI lebih besar dari 1.
Kelebihan: Berguna untuk membandingkan proyek ketika modal terbatas.
Kekurangan: Tidak selalu efektif untuk proyek yang saling eksklusif.
BAB III: PEMBAHASAN 3.1 Penerapan Kriteria dalam Studi Kasus
Misalkan sebuah perusahaan mempertimbangkan proyek A dengan biaya Rp100 juta dan estimasi arus kas selama 5 tahun sebesar Rp30 juta per tahun. Diketahui tingkat diskonto 10%.
Maka:
NPV dapat dihitung menggunakan rumus diskonto
IRR dicari dengan iterasi
PP adalah 100 / 30 = 3,33 tahun
PI = Total PV Arus Kas / Investasi Awal
Analisis ini menunjukkan apakah proyek layak dilanjutkan atau tidak. Untuk memahami bagaimana kriteria penilaian investasi diterapkan, mari kita lihat contoh studi kasus sederhana berikut:
Studi Kasus
Sebuah perusahaan sedang mempertimbangkan proyek investasi dengan biaya awal sebesar Rp100.000.000. Proyek ini diperkirakan akan menghasilkan arus kas sebesar Rp30.000.000 per tahun selama 5 tahun. Tingkat diskonto yang digunakan adalah 10%.
1. Payback Period (PP)
Periode pengembalian modal dihitung dengan membagi biaya investasi dengan arus kas tahunan:
PP = Rp100.000.000 / Rp30.000.000 = 3,33 tahun
Artinya, modal akan kembali dalam waktu sekitar 3 tahun 4 bulan. Jika perusahaan menetapkan batas payback maksimal 4 tahun, maka proyek ini layak dilanjutkan.
2. Net Present Value (NPV)
NPV dihitung dengan mendiskontokan arus kas tiap tahun pada tingkat 10%, kemudian dikurangi investasi awal.
NPV = ∑ (Arus Kas Tahunan / (1 + 10%)^t) – Investasi Awal
NPV = Rp30.000.000/(1.1)^1 + Rp30.000.000/(1.1)^2 + ... + Rp30.000.000/(1.1)^5 – Rp100.000.000
NPV ≈ Rp113.603.281 – Rp100.000.000 = Rp13.603.281 Karena NPV positif, proyek ini dianggap menguntungkan.
3. Internal Rate of Return (IRR)
IRR adalah tingkat diskonto yang membuat NPV sama dengan nol. Dengan menggunakan metode trial and error atau software keuangan, IRR proyek ini kira-kira 14,5%. Karena IRR
> 10% (tingkat diskonto), proyek layak diterima.
4. Profitability Index (PI)
PI dihitung dengan membagi nilai sekarang arus kas dengan investasi awal:
PI = Rp113.603.281 / Rp100.000.000 = 1,136 Karena PI > 1, investasi ini menguntungkan.
3.2 Analisis Perbandingan
Dalam menilai kelayakan suatu investasi, terdapat beberapa metode yang umum digunakan, yaitu Payback Period (PP), Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Profitability Index (PI). Masing-masing metode memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dipahami agar pengambilan keputusan investasi menjadi lebih tepat dan akurat.
Kriteria Kelebihan Kekurangan Penggunaan Ideal
Payback Period
Mudah dihitung dan dipahami, fokus pada likuiditas
Tidak memperhitungkan nilai waktu uang,
mengabaikan arus kas setelah periode pengembalian
Cocok untuk investasi jangka pendek dan proyek dengan fokus likuiditas cepat
Net Present Value
Memperhitungkan nilai waktu uang dan seluruh arus kas
Memerlukan estimasi tingkat diskonto yang tepat, lebih kompleks
Digunakan untuk evaluasi investasi jangka panjang dengan arus kas stabil
Internal Rate of Return
Menyajikan tingkat pengembalian dalam bentuk persentase
Sulit diterapkan pada arus kas yang tidak konvensional, bisa menimbulkan beberapa IRR
Cocok untuk
perbandingan proyek dengan arus kas standar dan risiko terukur
Profitability Index
Membantu
membandingkan proyek dengan modal terbatas
Kurang efektif untuk proyek yang saling eksklusif
Digunakan saat modal terbatas dan harus memilih proyek yang paling efisien
Ringkasan Analisis
PP lebih menekankan pada cepatnya pengembalian modal sehingga cocok bagi investor yang mengutamakan likuiditas, namun kurang memperhatikan keuntungan jangka panjang.
NPV dianggap sebagai metode yang paling komprehensif karena mempertimbangkan nilai waktu uang dan semua arus kas, sehingga menjadi standar utama dalam evaluasi investasi.
IRR memberikan gambaran tingkat pengembalian investasi dalam bentuk persentase, namun bisa membingungkan jika arus kas tidak konsisten.
PI berguna sebagai alat bantu saat modal terbatas, untuk memilih investasi dengan nilai manfaat terbaik dibandingkan biaya.
Penggunaan kombinasi dari beberapa metode ini sangat dianjurkan agar keputusan investasi dapat diambil secara lebih menyeluruh dan minim risiko kesalahan.
Kesimpulannya, dari keempat kriteria tersebut, proyek investasi ini memenuhi semua persyaratan kelayakan, sehingga layak untuk dijalankan. Namun, keputusan akhir tetap harus mempertimbangkan faktor-faktor lain seperti risiko, tujuan perusahaan, dan kondisi pasar.
BAB IV: PENUTUP 4.1 Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan mengenai kriteria penilaian investasi, dapat disimpulkan bahwa penilaian investasi merupakan proses yang sangat penting dalam pengambilan keputusan investasi. Metode seperti Payback Period, Net Present Value, Internal Rate of Return, dan Profitability Index masing-masing memiliki peran dan keunggulan tersendiri dalam menilai kelayakan suatu proyek investasi.
Penggunaan kriteria penilaian yang tepat dan kombinasi dari beberapa metode dapat membantu investor atau manajer keuangan dalam memilih investasi yang paling menguntungkan dan sesuai dengan tujuan serta kemampuan perusahaan. Oleh karena itu, pemahaman yang baik terhadap berbagai kriteria penilaian investasi sangat diperlukan agar keputusan investasi dapat dilakukan secara rasional dan tepat.
4.2 Saran
1. Sebaiknya perusahaan atau investor menggunakan kombinasi beberapa metode penilaian investasi agar keputusan yang diambil lebih akurat dan komprehensif, sehingga risiko kerugian dapat diminimalkan.
2. Perlu adanya peningkatan pemahaman dan pelatihan mengenai metode penilaian investasi bagi para pelaku bisnis dan mahasiswa agar dapat menerapkan analisis investasi secara tepat.
3. Disarankan untuk selalu mempertimbangkan faktor eksternal seperti kondisi ekonomi, perubahan teknologi, dan risiko pasar dalam proses penilaian investasi agar hasil evaluasi menjadi lebih realistis dan aplikatif.
4. Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan dengan mengkaji kriteria penilaian investasi pada sektor atau industri tertentu untuk memperoleh hasil yang lebih spesifik dan relevan.
5.
DAFTAR PUSTAKA
Kasmir. (2013). Analisis Laporan Keuangan. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Bambang Riyanto. (2010). Dasar-Dasar Pembelanjaan Perusahaan. Yogyakarta:
BPFE.
Keown, A.J., Martin, J.D., Petty, J.W., & Scott, D.F. (2011). Financial Management:
Principles and Applications. Pearson Education.