• Tidak ada hasil yang ditemukan

KULTUM JANGAN SEMENA MENA

N/A
N/A
Sabrina Somantri

Academic year: 2024

Membagikan " KULTUM JANGAN SEMENA MENA"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

Assalamu'alaikum warahmatullahhi wabarakatuh.

Segala puji hanya milik Allahhu Rabbi. Segala Zat yang Maha Ghafur, Zat yang Maha Syukur yang telah memberikan beribu-ribu nikmat yang tidak terukur. Nikmat iman, nikmat Islam, sampai nikmat sehat walafiat sehingga kita bisa berkumpul di tempat yang Insyaallah diberkahi Allah Swt.

Seandainya lautan yang ada di muka bumi ini, Allah jadikan sebagai tinta. Lalu, pepohonan- pepohonan Allah jadikan pena, dan dedaunan Allah jadikan kertas. Niscaya ia tidak akan cukup untuk menuliskan nikmat-nikmat yang Allah berikan kepada kita.

Selawat serta salam semoga tercurah limpahkan kepada Nabi akhirul zaman, seorang Nabi yang lahirnya saja membuat goncang alam semesta, membuat heboh para malaikat Allah Swt.

yang kalau bukan karenanya tidak akan Allah ciptakan alam semesta ini. Siapakah dia, tidak lain dan tidak bukan yaitu Nabi Muhammad saw.

Semoga keluarganya, sahabatnya dan kita selaku umatnya yang mengikuti sunah-sunahnya semoga mendapatkan syafaatnya

JANGAN SEMENA- MENA

Dalam kehidupan sehari-hari tak jarang kita temui berbagai macam sifat dan karakter seseorang. Ada yang jujur, rendah hati, lemah lembut, ramah, santun, dan sebagainya. Namun juga tak jarang, kita menemui orang-orang yang

memiliki sifat dusta, takabur, bohong, keras hati, sombong, miskin hati, dan lain sebagainya.

Begitu juga dalam menghadapi getirnya kehidupan di era sekulerisme—

kapitalisme. Semua orang bebas dan berhak berekspresi, bersikap, beramal sesuka hatinya. Tak menutup kemungkinan bahwa semua yang mereka lakukan jika mendapat materi/ keuntungan maka akan dilakukannya. Sebaliknya jika tidak mendapatkan keuntungan/ materi, maka mereka pun tinggalkan.

(2)

Padahal telah jelas dalam Al-Qur’an, seperti yang Allah perintahkan kepada kita sekalian. Bahwa kita diperintahkan untuk senantiasa menjauhi perbuatan

sombong dan berbuat semena-mena.

Allah _Subhanahu wa Ta’ala_ berfirman:

ۨۨ ِ ٰاا َدْنِع اًتْقَم َرُبَك ْۗمُهى ٰتَا ٍن ٰطْلُس ِرْيَغِب ِ ٰاا ِت ٰيٰا ْٓيِف َن ْوُلِدا َجُي َنْيِذّلا

َدْنِع َو

َنْيِذّلا ا ْوُنَمٰا

ۗ َكِل ٰذَك

ُعَب ْطَي

ُ ٰاا ى ٰلَع

ِبْلَق ّلُك

ٍرّبَكَتُم

ٍراّب َج

“(Yaitu) orang-orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka. Sangat besar kemurkaan (bagi mereka) di sisi Allah dan orang-orang yang beriman. Demikianlah Allah mengunci hati setiap orang yang sombong dan berlaku sewenang-wenang.”

(QS. Gafir[40]: 35).

Ayat di atas telah mengingatkan kepada kita bahwa tidaklah selayaknya memdebatkan ayat-ayat Allah SWT tanpa alasan. Apalagi hanya sekadar

mengalahkan orang lain dan mencari kenggulan diri sendiri dari pada orang lain.

Hal ini akan menjadi salah satu pintu mengundang murka Allah SWT. Sebab Allah tidak menyukai hal yang demikian. Tak satu pun orang beriman yang menginginkan murka dan azab dari-Nya. Naudzubillah tsuma naudzubillah.

Kemudian Allah SWT mengunci hati orang yang Dia kehendaki. Dia sangat membenci orang-orang yang berlaku semena-mena terhadap yang lainnya dan juga orang-orang yang sombong. Jelas suatu hal yang memiriskan hati jika Allah SWT sampai mengunci hati seorang hamba-Nya. Dia juga membenci orang- orang yang sombong dan berlaku semena-mena kepada orang lain.

Sikap sombong misalnya, kita tidak mau berteman dengan orang yang status sosialnya menengah ke bawah. Kita tidak mau menerima pendapat orang lain.

Kita tidak mau menghargai dan menghormati orang lain. Kita tidak mau bertegur sapa dengan tetangga dalam kehidupan bertetangga dan lain sebagainya.

Adapun sikap semena-mena contohnya memaksakan pendapat kita diambil oleh orang banyak. Menghakimi perkara tanpa mengumpulkan data dan fakta dari sumber perkara. Janganlah kita dengan sepihak mengatakan usaha si fulan batil, rezeki yang didapatkan orang lain tidak berkah, harta yang dikumpulkan dan dibelanjakan si fulan tidak halal walau digunakan untuk sedekah, umrah,

(3)

naik haji, dan lain-lain. Mengatur kehidupan orang lain sesuai dengan nafsu kita.

Menentukan suatu perkara dengan hawa nafsu, bukan bertabayun terlebih dahulu.

Sikap semena-mena penguasa terhadap rakyatnya. Tarif listrik melonjak, harga bahan pokok meroket. Harga hasil panen anjlok, hasil tambang yang terbatas dan murah harganya. Perilaku Zionis Israel yang melakukan penyerangan terhadap Palestina dan masih banyak lagi hal-hal yang dilakukan secara semena-mena kepada orang lain.

Semoga kita semua terjaga dari sikap sombong dan semena-mena terhadap orang lain. Jangan sampai ada orang yang di bawah kita baik kedudukan sosial, pangkat, jabatannya, dan lain-lain sehingga kita semena-mena. Merasa paling benar, paling saleh, paling bertakwa, paling taat, paling suci, yang harus dihargai dan dihormati. Naudzubillah min dzalik, tsuma naudzubillah.

PANTUN PENUTUP

Ambil papan bawalah paku, Paku dipukul dengan tembaga.

Maafkan salah kata-kataku, Namanya juga manusia biasa

Referensi

Dokumen terkait

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT., yang telah memberikan nikmat iman serta nikmat sehat walafiat bagi kita semua pada umumnya dan penulis pada

Segala puji bagi Allah SWT, yang telah memberikan nikmat yang tidak dapat dihitung terutama nikmat iman dan Islam dan nikmat sehat sebagai potensi fisik dan psikis

Puji syukur kehadirat allah SWT yang telah memberikan nikmat sehat, nikmat iman dan pertolongan kepada sehingga kita menguatkan dalam menyelesaikan tugas akhir yang berjudul

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah Subhanahu Wa Ta’ala, yang telah memberikan nikmat sehat, iman, islam, rahmat dan hidayah sehingga penulis masih diberikan

Segala puji syukur kepada Allah SWT yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang yang senantiasa memberikan nikmat yang tiada hentinya, yaitu nikmat Islam dan nikmat kesehatan,

Puji syukur terhadap kehadirat Allah SWT yang telah memberikan beribu-ribu nikmat dan memberikan segala rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi

vi KATA PENGANTAR Alhamdulillahhirobil’alamin, Sengala puji bagi Allah Subhanhu Wa Ta’ala dan rasa syukur yang luar biasa atas nikmat sehat, nikman iman, nikmat islam dan berkat

KATA PENGANTAR Alhamdulillahirobbil ‘Alamin segala puji bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan rasa syukur yang luar biasa atas nikmat sehat, nikmat iman, nikmat islam dan berkat rahmat