• Tidak ada hasil yang ditemukan

KURIKULUM PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN

N/A
N/A
Deliana yana

Academic year: 2023

Membagikan "KURIKULUM PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN"

Copied!
171
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

PERSPEKTIF KURIKULUM PENDIDIKAN TEKNIK DAN

  • Prinsip Dasar Pendidikan Teknik dan Kejuruan
  • Pengertian Pendidikan Teknik dan Kejuruan
  • Prosser Theorema Tentang Pendidikan Kejuruan
  • Pengertian dan Makna Kurikulum
  • Karakteristik Kurikulum Pendidikan Teknologi dan Kejuruan

Pendidikan kejuruan akan efektif jika lingkungan belajar siswa di mana ia dididik sesuai dengan lingkungan kerjanya di masa depan. Artinya program vokasi menyelenggarakan sarana, prasarana, dan sarana pendidikan dan pelatihan sesuai dengan bidang pekerjaan yang akan digeluti peserta didik di kemudian hari, jika memang demikian.

FONDASI PERENCANAAN KURIKULUM PTK

Landasan Filosofis

Tingkat filosofis ini mengingatkan kita bahwa dalam pendidikan teknologi dan vokasi berkaitan dengan kompetensi yang diperoleh sebagai pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh. Tentunya hal ini akan berkaitan dengan ontologi, sifat realistik, pengetahuan mempunyai tubuh pengetahuan.

Landasan Sosial-Budaya

Salah satu aspek penting dalam sistem sosial budaya adalah seperangkat nilai yang mengatur cara hidup dan perilaku anggota masyarakat. Salah satu aspek penting dalam sistem sosial budaya adalah seperangkat nilai yang mengatur cara hidup dan perilaku anggota masyarakat.

Landasan Psychologis

Para siswa bersekolah di Pusat Pendidikan Matematika yang didirikan untuk membantu siswa meningkatkan diri untuk meningkatkan prestasinya. Tingkat prestasi merupakan derajat pencapaian atau kemampuan seseorang dalam mempelajari sesuatu, ada siswa yang cepat (quick) dan ada siswa yang belajar lambat (slow learner).

Landasan Ekonomis

Pengembangan kurikulum memerlukan basis data yang lengkap dan akurat sebagai dasar proses pengambilan keputusan. Pengembangan kurikulum berbasis kompetensi diawali dengan perumusan kompetensi yang ingin dicapai, strategi pembelajaran untuk mencapai tujuan kurikulum, pengukuran dan evaluasi.

Landasan Yuridis – Empris

PERENCANAAN KURIKULUM PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN

Makna Perencanaan Kurikulum

Pengorganisasian isi kurikulum hendaknya memperhatikan dua hal: i) berguna bagi siswa sebagai individu pembelajar dalam menjalani kehidupannya; Menurut Zais (1976), kriteria dasar yang digunakan untuk memilih isi kurikulum adalah rumusan maksud dan tujuan kurikulum. Pertimbangan prioritas isi kurikulum didasarkan pada empat hal, yaitu makna, kegunaan, ketertiban, dan pengembangan manusia. Model desain kurikulum humanistik 1) Pendahuluan.

Dalam Kurikulum Berpusat Mata Pelajaran, materi atau isi kurikulum disusun dalam bentuk mata pelajaran tersendiri, misalnya biologi, geografi, kimia, fisika dan sebagainya.

Organisasi Kurikulum

Namun mata pelajaran yang dekat atau serupa dikelompokkan ke dalam suatu bidang studi, misalnya biologi, fisika, dan kimia menjadi program studi keilmuan. Organisasi kurikuler yang menggunakan model terpadu tidak lagi menampilkan nama mata pelajaran atau bidang studi. Kurikulum ini bertujuan agar generasi baru dapat mengenal hasil kebudayaan dan pengetahuan manusia yang dikumpulkan selama berabad-abad, sehingga mereka tidak perlu mencari dan menemukan kembali apa yang telah diterima dari generasi sebelumnya (S. Nasution, 1986).

Tugas guru terlalu memberatkan karena alat peraga dapat berubah setiap tahunnya sehingga mengubah pokok permasalahan dan juga isi (materi);

Analisis Kebutuhan

Pertama, adanya kesenjangan atau gambaran antara situasi aktual dan hasil yang diharapkan, besaran dan pentingnya kesenjangan ini dapat menjadi sumber informasi ketika mengambil keputusan atau kebijakan. Jadi dapat dijelaskan bahwa kebutuhan adalah selisih antara capaian aktual dengan capaian yang diharapkan. 2003) bahwa hubungan antara kebutuhan dan kesenjangan antara hasil aktual dan apa yang perlu dicapai adalah “kesenjangan atau kesenjangan antara keadaan saat ini (apa adanya) dan keadaan akhir yang diinginkan (apa yang dibutuhkannya)”.

Menilai: mengidentifikasi kesenjangan antara situasi saat ini dibandingkan dengan hasil yang diharapkan, kemudian menganalisis kesenjangan tersebut dan menemukan solusi prioritas.

Gambar 4.2. Siklus Analisis Kebutuhan dengan Kerangka Peningkatan Capaian ASSES
Gambar 4.2. Siklus Analisis Kebutuhan dengan Kerangka Peningkatan Capaian ASSES

Standarisasi dan Identifikasi Perencanaan Kurikulum PTK… 64

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Satuan Sekolah Dasar dan Menengah serta Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No. 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Satuan Sekolah Dasar dan Menengah. Standar Kompetensi Lulusan (GSC) satuan pendidikan dasar dan menengah digunakan sebagai pedoman penilaian dalam menentukan kelulusan siswa. Verifikasi pendidikan pada jenjang pendidikan tinggi terdiri atas: Penilaian hasil pembelajaran oleh guru dan Penilaian hasil pembelajaran oleh satuan pendidikan tinggi.

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah serta Peraturan Menteri Pendidikan No. 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah.

Pengambilan Keputusan dan Kebijakan

Perencanaan merupakan hal yang penting bagi pengembangan kurikulum saat ini dan masa depan. Data untuk mendukung pengambilan keputusan perencanaan kurikulum harus dikumpulkan dan ditentukan agar konsisten dengan apa yang dibutuhkan. Pengembangan kurikulum dalam model interaksional ini dapat dimulai pada setiap unsur kurikulum, dan unsur-unsur kurikulum tersebut diklasifikasikan menurut satuannya.

Pengembangan kurikulum berorientasi kompetensi dimulai dengan merumuskan kompetensi yang ingin dicapai, strategi pembelajaran untuk mencapai tujuan kurikulum, serta pengukuran dan penilaian.

Gambar 4.4. membuat Keputusan Dalam Perencanaan Kurikulum
Gambar 4.4. membuat Keputusan Dalam Perencanaan Kurikulum

PENGEMBANGAN KURIKULUM

Prinsip dan Model Pengembangan Kurikulum

Pengembangan kurikulum adalah proses perencanaan dan penyusunan kurikulum oleh Pengembang Kurikulum dan kegiatan yang dilakukan agar kurikulum yang dihasilkan dapat menjadi bahan ajar dan acuan yang digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. Pengembangan kurikulum harus sejalan dengan pengertian kurikulum, yaitu seperangkat rencana dan media yang membantu lembaga pendidikan mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan. Pengembangan kurikulum yang memuat tujuan dan isi masyarakat pelaksana harus relevan (sesuai) dengan kebutuhan dan keadaan, tingkat perkembangan dan kebutuhan peserta didik, serta selaras dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Ada banyak model pengembangan kurikulum yang dapat diterapkan, namun perlu disesuaikan dengan kondisi dan situasi pendidikan serta lembaga pendidikan di suatu negara atau wilayah.

Kurikulum Berbasis Kompetensi

Kegiatan monitoring ini lebih menitikberatkan pada pelatihan dan pengendalian, agar pelaksanaan pembelajaran berada pada koridor yang tepat sesuai dengan standar proses penerapan kurikulum suatu program studi. Pemantauan pelaksanaan kurikulum dapat terdiri dari beberapa jenis kegiatan sesuai dengan peran dan fungsi kurikulum itu sendiri, termasuk pemantauan pembelajaran. Model CIPP (Context, Input, Process, and Product) yang dikembangkan oleh Stufflebeam banyak digunakan masyarakat untuk mengevaluasi proses implementasi kurikulum.

Proses monitoring dan evaluasi akan menghasilkan penyampaian program yang berkualitas dan berharga dalam memberikan umpan balik guna perbaikan implementasi kurikulum program studi.

Gambar 5.2. Pengembangan Program Pendidikan Teknik dan Vokasional Berbasis Kompetensi Sumber
Gambar 5.2. Pengembangan Program Pendidikan Teknik dan Vokasional Berbasis Kompetensi Sumber

Analisis Kompetensi Pekerjaan

Standar Kompetensi Kelulusan

IMPLEMENTASI KURIKULUM

Taksonomi dan Tujuan Pembelajaran

Para penulis membayangkan apa yang kemudian dikenal sebagai penilaian berbasis hasil karena mereka menyatakan bahwa taksonomi ini dirancang sebagai klasifikasi perilaku siswa yang mewakili hasil yang diinginkan dari proses pendidikan. Apa yang kami gabungkan adalah perilaku yang diinginkan pelajar - cara seseorang berpikir, bertindak, atau merasakan sebagai hasil partisipasi dalam unit pembelajaran1. Kesadaran akan tanggung jawab memperluas fokus pengajaran dari sekadar informasi menjadi apa yang dapat diterima dengan baik.”

Oleh karena itu, ketika mengevaluasi apakah tujuan telah tercapai, guru perlu mengetahui apa yang sebenarnya telah mereka pelajari dan apakah hal tersebut bermanfaat.

Tabel 6.1. Taksonomi Tujuan Pendidikan, Garis Besar Kategori Utama dalam Domain Kognitif
Tabel 6.1. Taksonomi Tujuan Pendidikan, Garis Besar Kategori Utama dalam Domain Kognitif

Hubungan Rumusan Tujuan Tugas dan Evaluasi

Tugas-tugas yang diberikan kepada siswa atau siswa harus diperiksa, biasanya tugas-tugas tersebut memerlukan durasi yang singkat. Mereka akan dilatih untuk melakukan observasi, mempelajari fenomena dan menemukan jawaban atas pertanyaan yang diajukan selama proses eksperimen. Melalui proses pembelajaran ini siswa diminta untuk membuktikan secara ilmiah suatu fenomena, melalui proses eksperimen mereka akan menerima rumusan dari data yang dikumpulkannya melalui pengukuran dengan menggunakan alat ukur yang berbeda-beda.

Proyek mungkin mengandalkan keterampilan koneksi mental daripada keterampilan kerajinan tangan, dan waktu yang dihabiskan untuk pengembangan atau penelitian praktis harus dijaga seminimal mungkin, dengan penekanan pada desain dan perumusan masalah, penelusuran dan evaluasi secara luas.

Penyusunan Perangkat Pembelajaran

Siswa diberikan kuis individual untuk mengetahui sejauh mana mereka menguasai materi terjemahan yang dipelajarinya. Siswa diberikan kuis individual untuk mengetahui penguasaannya terhadap materi berpikir yang telah dipelajarinya. Siswa diberikan kuis individual untuk mengetahui sejauh mana mereka menguasai materi sirkular yang dipelajarinya.

Siswa diberikan kuis individual untuk mengetahui sejauh mana mereka menguasai materi dilatasi yang dipelajari.

Gambar   kurang   lengkap dan   benar.   Memenuhi empat poin dari lima poin yang ada.
Gambar kurang lengkap dan benar. Memenuhi empat poin dari lima poin yang ada.

Pelaksanaan Pembelajaran

Peran kepala sekolah dan asisten tim konsultan implementasi kurikulum harus turun tangan, agar kesadaran meningkat. Penerapan Kurikulum 2013 menuntut guru untuk mengubah pola pembelajaran, menggunakan pendekatan saintifik, menjadikan siswa aktif dan berpartisipasi penuh dalam pembelajaran. Sekolah sebagai penyelenggara program studi dengan penerapan kurikulum tertentu akan terbantu untuk mengontrol apakah kegiatan kurikulum dikelola dengan baik.

Evaluator dan pemangku kepentinganlah yang bekerja sama dengan sekolah untuk mencapai kesepakatan dalam pelaksanaan program penerapan kurikulum.

MONITORING DAN EVALUASI KURIKULUM

Prinsip Dasar Monitoring dan Evaluasi

Evaluasi adalah tentang apa yang ingin Anda lakukan, apa yang Anda capai, dan bagaimana Anda mencapainya. Pemantauan dan evaluasi tidak dapat dipisahkan, keduanya memandu proses pembelajaran tentang apa yang dilakukan dan bagaimana melakukannya, dengan fokus pada efisiensi, efektivitas, dan dampak. Pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kurikulum akan membantu pengelola kurikulum untuk meninjau perkembangan dan kemajuan pekerjaan.

Kemudian monitoring dan evaluasi juga bisa dijadikan justifikasi, atau kebijaksanaan untuk mengubah rencana, walaupun sangat penting, pelaksanaannya tidak kaku.

Monitoring Implementasi Kurikulum

Keahlian tim pemantau kemudian juga diperlukan untuk mengekstraksi data dan informasi yang akurat dari sumber data yang representatif. Data dan informasi merupakan data primer. Keuntungan dari pemantauan langsung adalah tim dapat segera mengamati kelemahan-kelemahan implementasi kurikulum dan memberikan saran perbaikan agar kinerja dapat ditingkatkan. Penyelenggaraan surveilans harus sesuai dengan kaidah ilmiah, yaitu mengacu pada prinsip yang sistematis, teratur, terprogram, berkelanjutan dan obyektif serta menggunakan data dan informasi yang valid dan dapat dipercaya.

Alat-alat pengukuran yang digunakan seperti tes, angket dan lain-lain dapat diandalkan untuk memperoleh data dan informasi yang akurat, valid dan terpercaya.

Tabel 7.2 Curriculum Instruction
Tabel 7.2 Curriculum Instruction

Evaluasi Kurikulum

Evaluasi akan dimulai dengan pengumpulan data dan informasi yang diperoleh dari sumber data yang representatif dengan menggunakan berbagai metode yang sistematis. Penilaian adalah pengukuran, pengujian, atau pengumpulan data dan proses pendokumentasian informasi tentang pengetahuan, keterampilan, sikap, perilaku, sikap, dan keyakinan. Penilaian hasil belajar siswa merupakan pengumpulan data dan informasi sebagai hasil belajar siswa yang berguna untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

Misalnya, penyiapan instrumen pengumpulan data dan informasi, peralatan yang diperlukan untuk kunjungan lapangan, komunikasi rencana kunjungan dan seluruh persyaratan administratif untuk melaksanakan penilaian, termasuk biaya penilaian, disediakan.

Kesimpulan

Setelah uji coba dilakukan dan prosedur, teknik, dan alat penelitian diperbaiki/disempurnakan, langkah selanjutnya adalah melakukan penilaian. Dampak evaluasi kurikulum jelas terhadap kualitas lulusan, peserta didik yang mempunyai pengalaman belajar yang baik pasti akan memperoleh hasil belajar yang baik.

Gambar

Gambar                                                                                                                 Halaman 4.1
Gambar 4.2. Siklus Analisis Kebutuhan dengan Kerangka Peningkatan Capaian ASSES
Gambar 4.4. membuat Keputusan Dalam Perencanaan Kurikulum
Gambar 5.2. Pengembangan Program Pendidikan Teknik dan Vokasional Berbasis Kompetensi Sumber
+7

Referensi

Dokumen terkait

Tahap selanjutnya adalah pengembangan model evaluasi implementasi kurikulum kejuruan dengan melakukan validasi kepada kelompok ahli kurikulum dan pendidikan kejuruan serta

PELAKSANAAN PENILAIAN HASIL BELAJAR KURIKULUM 2013 DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (Studi Kasus Pada Kelompok Mata Pelajaran Kompetensi Kejuruan Kelas XI Program Keahlian

Di dalam perkuliahan ini dibahas pengertian pendidikan teknologi, pendidikan kejuruan serta ruang lingkupnya ; perbedaan pendidikan kejuruan dan pendidikan umum;

Implementasi kurikulum umumnya telah menjadi tanggung jawab sekolah, yaitu kepala sekolah, guru, dan masyarakat. Khususnya guru sebagai ujung tombak

Di dalam Kurikulum LPTK-PTK yang terstandar terdapat program profesi yang dipergunakan untuk uji kompetensi dan sertifikasi guru yang sudah ada di SMK dan bagi calon-calon guru

1 KISI-KISI UJIAN NASIONAL TEORI KEJURUAN JenisSekolah Kompetensi Keahlian Kode Kurikulum Alokasi waktu Jumlah dan Bentuk Soal Tahun Ajaran : Sekolah Menengah Kejuruan :

1 KISI-KISI UJIAN NASIONAL TEORI KEJURUAN Jenis Sekolah Kompetensi Keahlian Kode Kurikulum Alokasi waktu Jumlah dan Bentuk Soal Tahun Ajaran : Sekolah Menengah Kejuruan :

Progresivisme adalah aliran filsafat pendidikan yang menitik beratkan pada sebuah proses, dimana Kurikulum 2013 secara teori lebih menitik beratkan pada peserta didik.. Kurikulum 2013