• Tidak ada hasil yang ditemukan

lampiran

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "lampiran"

Copied!
43
0
0

Teks penuh

Judul Penelitian : Penyuluhan Hukum Untuk Mewujudkan Masyarakat Melawan Penyalahgunaan Narkotika dan Psikotropika di Desa Kalisari Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan. Menurut Badan Narkotika Norwegia, penyalahgunaan narkotika dan psikotropika yang dilakukan oleh berbagai kalangan, baik pekerja, orang tua, remaja bahkan pelajar, khususnya di kalangan remaja semakin meningkat. UU Narkotika bertujuan untuk melindungi masyarakat dari bahaya penyalahgunaan narkoba serta mencegah dan memberantas peredaran gelap narkoba.

Desa Kalisari yang terletak di Kecamatan Natar merupakan salah satu desa yang masyarakatnya terlibat penyalahgunaan narkotika dan psikotropika hingga menimbulkan korban jiwa. Oleh karena itu diharapkan setelah mendapat penyuluhan hukum penyalahgunaan narkotika dan psikotropika, masyarakat di Desa Kalisari Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan dapat mencegah dan membantu pencegahan penyalahgunaan narkotika dan psikotropika dengan menyebarluaskan informasi mengenai penyalahgunaan narkotika dan psikotropika tersebut. melecehkan. obat-obatan narkotika dan psikotropika yang melanggar ketentuan hukum bagi masyarakat. Berdasarkan hal-hal yang telah diuraikan di atas, maka akan dilakukan penelitian dasar yang berjudul: “Bimbingan hukum untuk mewujudkan masyarakat melawan penyalahgunaan narkotika dan psikotropika di desa Kalisari kecamatan Natar kabupaten lampung selatan.

Bagaimana meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat di desa Kalisari akan pentingnya kesadaran hukum mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika dan psikotropika. Bagaimana masyarakat Desa Kalisari terhindar dari penyalahgunaan narkotika dan psikotropika sesuai aturan hukum? Untuk mencegah masyarakat Desa Kalisari menyalahgunakan narkotika sehingga mencegah warga Desa Kalisari menjadi pelaku atau korban penyalahgunaan narkotika.

Menambah pengetahuan dan menumbuhkan kesadaran masyarakat Desa Kalisari Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan tentang UU Narkotika, sehingga dapat menularkan kepada masyarakat Kabupaten Lampung Selatan tentang bahaya narkoba dan mencegah penyalahgunaan narkoba.

Tinjauan Pustaka

Narkotika

Secara etimologis, narkotika berasal dari kata ‘Narkoties’ yang mempunyai arti sama dengan ‘Narcosis’ yang berarti menyetrum. Sifat zat ini terutama mempengaruhi otak dan menyebabkan perubahan perilaku, perasaan, pikiran, persepsi, kesadaran dan halusinasi, dan juga digunakan dalam anestesi6. Secara harafiah narkotika seperti diungkapkan oleh Wilson Nadaek dalam bukunya “Korban Ganja dan Masalah Narkotika” yang berbunyi sebagai berikut: Narkotika berasal dari bahasa Yunani, dari kata Narke yang berarti beku, lumpuh dan bodoh.

Narkotika adalah obat yang dapat menghilangkan (terutama) rasa nyeri yang berasal dari daerah viseral dan dapat menimbulkan efek membius (masih sadar, namun masih harus menggertak) dan ketagihan.7. Hari Sasangka menjelaskan, definisi kedua dari Bea dan Cukai AS antara lain menyebutkan bahwa narkotika adalah candu, ganja, kokain, zat yang bahan bakunya diperoleh dari barang-barang tersebut yaitu morfin, heroin, kodein, ganja, kokain. Dan termasuk pula narkotika sintetik yang menghasilkan zat, obat yang tergolong halusinogen, depresan, dan stimulan.

Selain pengertian narkotika menurut para ahli, pengertian narkotika dapat dipahami berdasarkan Pasal 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun Tentang Narkotika. Prekursor Narkotika adalah zat atau bahan awal atau bahan kimia yang dapat digunakan untuk membuat anestesi.

Penyalahgunaan Narkotika

Prekursor Narkotika adalah zat atau bahan awal atau bahan kimia yang dapat digunakan dalam produksi narkotika. fisik/spiritual pengguna saat ini.

Kerangka Pemecah masalah

Setelah selesainya kegiatan sosialisasi ini, diharapkan masyarakat mempunyai pengetahuan dan pengalaman mengenai penyalahgunaan anti narkotika dan psikotropika di masyarakat.

Metode yang Digunakan

Lokasi Dan Jadwal Kegiatan

Mengenai Pengertian, Asas dan Tujuan dalam UU Narkotika 2. Upik Hamidah, S.H., M.H Kajian Hukum Pemberian bahan penyuluhan. Mengenai jenis-jenis narkotika dan penggunaan narkotika sesuai dengan peraturan perundang-undangan 3. Ati Yuniati, S.H., M.H Ilmu Hukum Penyampaian bahan pengaruh. penyalahgunaan narkotika dan psikotropika serta sanksinya. Ilmu Hukum Memberikan materi edukasi mengenai peran serta masyarakat dalam pencegahan kejahatan narkoba serta pengobatan dan rehabilitasi korban penyalahgunaan narkoba.

Anggaran Biaya

EVALUASI TERHADAP KHALAYAK SASARAN

Evaluasi Awal

Pada saat melakukan penyuluhan terlebih dahulu dilakukan pre-test, dialog dan diskusi dengan peserta penyuluhan, agar tim pengabdian masyarakat juga yakin dengan gambaran, kemampuan dan pengetahuan dasar kelompok sasaran mengenai materi penyuluhan untuk menciptakan anti masyarakat. penyalahgunaan narkotika dan psikotropika. Berdasarkan hasil dialog dan diskusi, sebagian besar kelompok sasaran belum menyadari pentingnya peran masyarakat dalam pelaksanaan pemberantasan penyalahgunaan narkoba dan psikotropika. Masih banyak kelompok sasaran yang belum membaca atau memahami peraturan perundang-undangan terkait narkoba dan psikotropika.

Tak heran jika mereka belum mengetahui tentang tujuan dan hukum penggunaan narkotika dan psikotropika, jenis-jenis narkotika dan psikotropika, dampak dan sanksi penyalahgunaan narkoba serta peran masyarakat dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba. Berdasarkan uraian di atas, secara umum dapat dikatakan bahwa keterampilan dasar peserta mengenai konsep penciptaan masyarakat melawan penyalahgunaan narkotika dan psikotropika masih rendah. Keadaan ini dapat dimaklumi karena masyarakat belum pernah mendapatkan penyuluhan terutama mengenai pentingnya menciptakan masyarakat melawan penyalahgunaan narkotika dan psikotropika.

Evaluasi Proses

Kemudian dibuat kesepakatan mengenai waktu pelaksanaan kegiatan sosialisasi, termasuk siapa pesertanya, tempat, pemateri, sarana prasarana yang digunakan, dan pendanaan yang digunakan. Hal ini dibuktikan dengan adanya peserta dan tim yang datang tepat waktu sesuai waktu penyuluhan, sesuai aturan bimbingan yang disepakati bersama yaitu karena penyuluhan berlangsung pada masa pandemi Covid 19 maka penyuluhan dilaksanakan dengan menggunakan protokol kesehatan sesuai dengan aturan penanganan Covid 19, tidak ada peserta yang pulang atau tidak datang pada jam yang telah ditentukan sebelum kegiatan penyuluhan selesai. Selain itu, peserta dan tim pengabdi juga sering memanfaatkan setiap kesempatan untuk ngobrol dan berdiskusi tentang informasi materi pendidikan.

Selain itu, peserta mendengarkan dengan penuh minat dan keseriusan, memperhatikan dan mengajukan pertanyaan tentang hal-hal yang belum dipahami terkait materi yang disampaikan, serta mendiskusikan permasalahan yang dihadapi. Meskipun disadari bahwa di beberapa daerah peserta masih mengalami banyak kesulitan karena terbatasnya informasi, pemahaman dan pengetahuan tentang peran masyarakat dalam mewujudkan penyalahgunaan anti narkotika dan psikotropika untuk menjamin kepastian hukum. Namun, meski dengan segala keterbatasan kesempatan dan sarana prasarana, para peserta tetap berusaha mengartikulasikan sesuai dengan kondisi persepsi dan nilai-nilai yang mereka yakini benar dalam kehidupannya.

Evaluasi Akhir

Tim Evaluasi Kegiatan

Kriterian Keberhasilan

Lampung menduduki peringkat 15 besar penyalahgunaan narkoba secara nasional, https://kumparan.com/lampunggeh/lampung-besar-penyalahgunaan-15-besar-penyalahgunaan-. Lembaga yang berperan dalam pencegahan dan penegakan hukum terhadap penyalahgunaan obat-obatan narkotika dan psikotropika adalah. Penyalahgunaan narkoba di Indonesia telah mencapai tingkat yang sangat mengkhawatirkan; Fakta di lapangan menunjukkan 50% narapidana disebabkan oleh kasus narkoba.

Oleh karena itu, dalam upaya mencegah penyalahgunaan narkoba semakin meluas di Indonesia, pemerintah Indonesia mengeluarkan peraturan mengenai narkotika. Menurut undang-undang ini, narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tumbuhan atau bukan, sintetik atau semi sintetik, yang dapat menimbulkan kerugian. Berdasarkan prinsip tersebut, upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba dapat berjalan baik dengan memperhatikan nilai-nilai masyarakat.

Oleh karena itu, penggunaan narkotika dan obat keras tanpa pengendalian dan pengawasan yang ketat serta bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku adalah suatu tindak pidana, karena sangat merugikan dan menimbulkan bahaya besar bagi kehidupan manusia, masyarakat, dan bangsa. Maraknya penyalahgunaan narkoba di Indonesia hingga saat ini menyebabkan semakin banyaknya jenis narkoba yang disalahgunakan, bahkan ada beberapa jenis narkotika yang dibuat sendiri dengan mencampurkan berbagai jenis narkoba yang ada. Berdasarkan hal tersebut dapat diketahui bahwa pada dasarnya obat-obatan, khususnya narkotika dan psikotropika, digunakan oleh undang-undang di bidang kesehatan, yang digunakan sebagai bahan obat di bidang kesehatan, namun dalam prakteknya obat-obatan tersebut disalahgunakan dan mempunyai akibat. berdampak buruk pada bidang kesehatan jika tidak digunakan dalam dosis yang wajar.

Dampak penyalahgunaan narkoba tidak bisa dianggap remeh karena sama saja dengan korupsi, sama-sama mengancam kemajuan bangsa dan keamanan negara. Dengan demikian, pelaku peredaran narkotika dan psikotropika berdasarkan Undang-Undang Narkotika akan dikenakan sanksi yang berat, karena dampak dari penyalahgunaan narkotika dan psikotropika pada dasarnya tidak hanya berdampak pada penggunanya tetapi juga masyarakat sekitar, sehingga juga pemerintah. meminta agar masyarakat segera melaporkan dirinya di lingkungannya, ditemukan adanya penyalahgunaan narkotika. Partisipasi Masyarakat dalam Pencegahan Kejahatan Narkotika serta Perawatan dan Rehabilitasi Korban Penyalahgunaan Narkotika.

Narkoba telah merugikan kehidupan banyak orang dan cukup banyak orang, mulai dari pejabat pemerintah hingga masyarakat kurang mampu, yang terkena dampak kecanduan narkoba. Dampak penyalahgunaan narkoba akan mengganggu ketertiban masyarakat, untuk itu diperlukan peran serta masyarakat untuk membantu pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba. Mencari, memperoleh, dan memberikan informasi mengenai dugaan tindak pidana narkoba dan prekursor narkoba;

Memperoleh pelayanan dalam pencarian, perolehan, dan pemberian informasi mengenai dugaan tindak pidana narkotika dan prekursor narkotika. Menyampaikan saran dan pendapat secara bertanggung jawab kepada aparat penegak hukum atau BNN yang menangani perkara pidana narkotika dan prekursor narkotika; Sementara itu, pemerintah berupaya membantu pengguna narkoba agar terhindar dari penyalahgunaan narkoba melalui rehabilitasi.

Peserta penyuluhan hukum untuk terciptanya masyarakat melawan penyalahgunaan narkotika dan psikotropika sesuai dengan protokol kesehatan dengan menggunakan masker dan menjaga jarak.

FOTO KEGIATAN
FOTO KEGIATAN

Gambar

Tabel 1. Kerangka Pemecahan Masalah.
FOTO KEGIATAN
Foto bersama peserta dan anggota pengabdian

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student teams Achievement Division) dengan pendekatan kontekstual

Australasian Journal of Information Systems Lim 2018, Vol 22, Preface Revisiting Concepts and Theories in Information Systems and Technology 1 Revisiting Concepts and Theories in