LAPORAN INDIVIDU
KULIAH PENGABDIAN MASYARAKAT (KPM)
GAMPONG PUNGE BLANG CUT KECAMATAN JAYA BARU
Laporan ini Disusun Sebagai Tugas Akhir Pelaksanaan Kuliah Pengabdian Masyarakat (Kpm)
Semester Ganjil TA 2024/2025
Disusun Oleh:
Nama : Tengku Naridla NIM : 200209032
Prodi : Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
INSTRUCTIONAL DEVELOPMENT CENTER
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI AR-RANIRY BANDA ACEH
2024
LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN KULIAH PENGABDIAN MASYARAKAT (KPM) MAHASISWA FTK UIN AR-RANIRY BANDA ACEH SEMESTER GANJIL TAHUN AKADEMIK 2024/2025
Disusun oleh:
Nama : Tengku Naridla NIM : 200209032
Nama Prodi : Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Lokasi KPM : Gampong Punge Blang Cut Kecamatan Jaya Baru
Disetujui dan Memenuhi Persyaratan untuk Diajukan dalam Penilaian Laporan Akhir
Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM).
Banda Aceh, 02 Oktober 2024 Disahkan Oleh:
Dosen Supervisor,
(Dr. Herawati, M. Pd) NIP. 198204042015032005
Keusyik Gampong Punge Blang Cut
(Marhalim Umry) Disetujui:
Ketua IDC FTK,
(Dr. Aiyub, S. Ag., M. Pd) Nip.19740303 2000121003
KATA PENGANTAR
Penulis panjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT. Yang telah melimpahkan hidayahnya dan memberi kesempatan dalam menyelesaikan laporan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) di Gampong lamglumpang, Kecamatan Ulee Kareng Banda Aceh. Laporan ini disusun untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam menyelesaikan KPM (Kuliah Pengabdian Masyarkat) bagi para Mahasiswa UIN Ar-Raniry.
Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) ialah praktek penerapan ilmu pengetahuan yang bersifat interdisipliner yang dilaksanakan oleh mahasiswa dan dikembangkan oleh seluruh Fakultas/Program Studi. Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) bermakna penyesuaian pelaksanaan kegiatan Kuliah Pengabdian Masyarakat yang memberikan peluang kepada mahasiswa untuk melakukan inovasi-inovasi kegiatan.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak terkait KPM yang telah memberi dukungan moral. Susunan Laporan KPM ini sudah dibuat dengan semaksimal mungkin, namun tentu masih banyak kekurangannya. Untuk itu penulis mengharapkan kritik atau saran apapun yang sifatnya membangun bagi penulis, dengan senang hati penulis akan terima.
Banda Aceh, 02 Oktober 2024 Penulis,
Tengku Naridla NIM. 200209032
HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN
SURAT PERNYATAAN KEASLIAN LAPORAN AKHIR KPM UIN AR-RANIRY BANDA ACEH
Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : Tengku Naridla NIM : 200209032
Prodi : Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Sebagai anggota KPM FTK UIN Ar-Raniry Banda Aceh, penempatan di gampong Punge Blang Cut menyatakan bahwa laporan akhir KPM ini merupakan hasil dari mahasiswa/i KPM di gampong Punge Blang Cut bukan hasil dari tiruan atau- salinan atau duplikat dari laporan akhir KPM lainnya serta belum pernah dipublikasikan.
Laporan ini dibuat sebagai mana hasil dari 45 hari selama kami berada di gampong Punge Blang Cut, pernyataan ini dibuat dengan penuh kesadaran serta tanggung jawab dan bersedia memikul segala resiko jika ternyata pernyataan di atas tidak benar.
Banda Aceh, 02 Oktober 2024 Mengetahui,
Mahasiswa KPM
Tengku Naridla NIM. 200209032
Menyetujui,
Keuchik Gampong Punge Blang Cut
(Marhalim Umry)
Menyetujui, Dosen Supervisor,
Dr. Herawati, M.Pd.
NIP. 1982040420150320005
TIM KPM TERINTEGRASI (SK REKTOR/DEKAN)
SURAT KEPUTUSAN TIM PPKPM FTK UIN AR-RANIRY BANDA ACEH SEMESTER GANJIL 2024/2025 DI GAMPONG PUNGE BLANG CUT KECAMATAN
JAYA BARU KOTA BANDA ACEH Assalamu’alaiakum Wr. Wb
Sehubungan dengan kegiatan PPKPM Mahasiswa FTK UIN Ar-Raniry Banda Aceh pada Semester Ganjil 2024/2025 yang InsyaAllah akan dilaksanakan mulai tanggal 22 Juli 2024 s.d. 05 September 2024 dalam wilayah Kota Banda Aceh, maka tim dari FTK mengantarkan langsung mahasiswa PPKPM FTK UIN Ar-Raniry Banda Aceh sesuai dengan daftar peserta yang telah ditentukan. Berikut daftar peserta PPKPM FTK UIN Ar-Raniry Banda Aceh Semester Ganjil 2024/2025.
No Nama NIM Prodi
1. Ulfia Muzalifa 210206137 Manajemen Pendidikan Islam 2. Rifda Shakilla 210206103 Manajemen Pendidikan Islam 3. Novita Handiana 210206118 Manajemen Pendidikan Islam 4. Sekar Fajeriani 210206045 Manajemen Pendidikan Islam 5. Farah Diba Diani 210206140 Manajemen Pendidikan Islam 6. Hardiansyah 210206125 Manajemen Pendidikan Islam 7. Syawalliani Elfi Nurfitri
Lasman 210206042 Manajemen Pendidikan Islam
8. Rahmah Zahra Ayu
Ningrum 210202055 Pendidikan Bahasa Arab
9. Nailil Muna 200202069 Pendidikan Bahasa Arab
10. Tengku Naridla 200209032 Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 11. Sirata Rahim 210202019 Pendidikan Bahasa Arab
12. Sadikin 210202079 Pendidikan Bahasa Arab
Banda Aceh, 02 Oktober 2024 Mengetahui,
Mahasiswa KPM
Tengku Naridla NIM. 200209032
Menyetujui,
Keuchik Gampong Punge Blang Cut
(Marhalim Umry)
Menyetujui, Dosen Supervisor,
Dr. Herawati, M.Pd.
NIP. 1982040420150320005
DAFTAR ISI
LEMBAR PENGESAHAN... ii
KATA PENGANTAR... iii
HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN...iv
TIM KPM TERINTEGRASI (SK REKTOR/DEKAN)...v
DAFTAR ISI...vii
DAFTAR LAMPIRAN... viii
BAB I PENDAHULUAN...1
A. Latar Belakang...1
B. Tujuan...1
C. Ruang Lingkup... 3
D. Target dan Sasaran... 3
BAB II PROFIL GAMPONG... 5
A. Sejarah Gampong Punge Blang Cut... 5
B. Visi dan Misi Gampong Punge Blang Cut...8
C. Kependudukan Gampong Punge Blang Cut...9
D. Struktur Gampong Punge Blang Cut... 9
BAB III PROSEDUR PELAKSANAAN...10
A. Pemilihan Gampong... 10
B. Uraian Kegiatan KPM Terintegrasi...11
C. Hasil yang Dicapai...12
BAB IV PENUTUP...15
A. Kesimpulan... 15
B. Saran... 16
LAMPIRAN... 18
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 Logbook Kegiatan KPM...18 Lampiran 2 Dokumentasi Kegiatan KPM...20 Lampiran 3 Rencana Kegiatan KPM...27
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
Program KPM merupakan sebuah wadah bagi mahasiswa/i untuk mengetahui dan memahami seluk beluk suatu lingkungan beserta kehidupan masyarakatnya. Mahasiswa perlu beranjak dari dunia kampus, guna mengetahui dunia luar, luar yang dimaksud adalah masyarakat. Disiplin ilmu tidak secara keseluruhan didapati di bangku perkuliahan seperti ilmu sosial, sangat sulit menguasainya jika tidak terjun langsung ke dalamnya. Salah satu mata kuliah yang ada di FTK UIN Ar-Raniry yaitu PPKPM/ KPM, dimana meminta mahasiswa untuk melakukan pengabdian setelah sekian semester berada dibangku perkuliahan.
Pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu dari tri darma perguruan tinggi, mahasiswa tidak dituntut selalu berada di kelas ada masanya mahasiswa harus melakukan perubahan terhadap perkembangan dunia luar, program KPM dari UIN Ar-Raniry sangat membantu dalam proses pembentukan diri mahasiswa. Pengabdian sama halnya dengan membuat sebuah perubahan, mahasiswa adalah agent of change dimana perubahan bisa muncul ketika adanya suatu aksi, dengan adanya program KPM mahasiswa dapat melakukan aksi dengan mengadakan proker selama kegiatan KPM.
Dalam menjalani KPM ini, mahasiswa/i juga dihimbau untuk tidak melanggar atau menentang adat istiadat atau kebiasaan yang ada dalam suatu masyarakat di suatu daerah.
Agar kehadiran para mahasiswa/i tersebut dapat diterima, sehingga memudahkan mahasiswa/i untuk mendapatkan informasi mengenai daerah tersbut. Selain itu juga, mahasiswa/i juga diharapkan dapat bekerja sama melalui komunikasi yang baik, agar maksud dan tujuan kelompok dapat dapat tercapai dengan baik. Maka dari itu, kegiatan Kuliah Pengabdian Masyarakat ini (KPM) ini menjadi sangat penting untuk dilaksanakan, selain untuk memajukan dan mengembangkan daerah tempat penelitian, juga sebagai pembelajaran kehidupan bermasyarakat yang sebenarnya untuk mahasiswa/i.
B. Tujuan
Ada beberapa tujuan dalam pelaksanaan KPM ini diantaranya:
1. Memberikan pengalaman belajar yang berharga kepada mahasiswa melalui keterlibatan secara langsung di masyarakat untuk menemukan, merumuskan, mempelajari, mengenal potensi masyarakat sasaran, mengorganisasi masyarakat,
memecahkan, menanggulangi dan mencari solusi permasalahan secara rasional dengan menumbuhkan motivasi untuk memanfaatkan potensi sendiri.
2. Memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan pemikiran berdasarkan ilmu pengetahuan, dalam upaya menumbuhkan, mempercepat gerak serta mempersiapkan kader-kader pembangunan.
3. Meningkatkan empati dan kepedulian mahsiswa kepada permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat.
4. Meningkatkan kedewasaan dan kepribadian, yakni (a) nasionalisme dan jiwa Pancasila
(b) keuletan, etos kerja, dan kewirausahaan serta memperluas wawasan mahasiswa.
5. Meningkatkan daya saing nasional.
6. Meningkatkan jiwa peneliti, terutama dalam hal (a) eksplorasi data dan analisis,
(b) mendorong learning community dan learning society.
7. Memelihara hubungan dan meningkatkan kerjasama antara UINAR dengan pemerintah daerah, swasta dan instansi terkait untuk menjadikan desa mandiri dan sejahtera.
Tujuan Untuk Mahasiswa
1. Kuliah Pengabdian Masyarakat ini merupakan suatu cara untuk meningkatkan cara mahasiswa berpikir dan bekerja secara interdisipliner serta menguji kebolehan dan kemampuan mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmunya dalam masayarakat.
2. Memperdalam pengertian dan penghayatan mahasiswa tentang ke manfaatan ilmu, teknologi dan seni yang dipelajarinya bagi pelaksanaan pembangunan serta meningkatkan daya penakaran mahasiswa dalam melakukan pengkajian, perumusan dan pemecahan masalah yang ada dalam kehidupan masyarakat.
3. Memberikan keterampilan kepada mahasiswa untuk melaksanakan pembangunan dan pengembangan masyarakat berdasarkan ilmu, teknologi dan seni.
Untuk Masyarakat
1. Masyarakat mendapat bantuan tenaga dan pikiran untuk meningkatkan cara berfikir, menambah pengetahuan, dan keterampilan, sehingga dapat menumbuhkan potensi sumber daya dan selanjutnya berkembang secara mandiri.
2. Terbentuknya kemampuan dan partisipasi masyarakat dałam pembangunan, sehingga upaya kelanjutan pembangunan khususnya pembangunan dałam bidang agama.
3. Mendapat solusi terhadap permasalahan nyata yang terjadi pada lingkungan masyarakat.
C. Ruang Lingkup
Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) merupakan wujud nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berupa penelitian, pendidikan serta pengabdian terhadap masyarakat. Dalam pengabdian kepada masyarakat ini, mahasiswa dan mahasiswi bisa mengimplementasikan segenap ilmu pengetahun yang dilatih sewaktu di bangku kuliah dan organisasi kampus, menghadapkan teori dengan realitas kehidupan masyarakat serta partner pemerintah dalam membangun dan mencerdaskan pendidikan masyarakat desa secara khusus. Dalam konteks otonomi daerah aktivitas mahasiswa dan mahasiswi KPM di masyarakat pedesaan diharapkan mampu memberikan peran aktif dalam proses persiapan masyarakat desa dalam menghadapi dan mengembangkan otonomi daerah.
D. Target dan Sasaran 1. Target KPM
Dari pelaksanaan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) ada beberapa target diantaranya adalah sebagai berikut :
a. Mendapatkan pemahaman dan pengalaman dari hasil pengaplikasian teori terhadap praktek dalam dunia kerja yang sesungguhnya.
b. Menjadikan mahasiswa yang terampil yang mampu bersaing didunia kerja.
c. Terciptanya hubungan dan suasana yang baik antara mahasiswa dengan masyarakat dalam upaya mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa.
2. Sasaran KPM
a. Memperdalam pengertian, penghayatan, dan pengalaman mahasiswa tentang:
1) Cara berfikir dan bekerja interdisipliner dan lintas sektoral.
2) Kegunaan hasil pendidikan dan penelitian bagi pembangunan pada umumnya dan pembangunan daerah pedesaan pada khususnya.
3) Kesulitan yang dihadapi masyarakat dalam pembangunan serta keseluruhan konteks masalah pembangunan pengembangan daerah.
b. Membentuk sikap dan rasa cinta, kepedulian sosial, dan tanggung jawab mahasiswa terhadap kemajuan masyarakat.
c. Mendewasakan pola pikir mahasiswa dalam setiap menganalisis dan menyelesaikan masalah yang ada di masyarakat secara pragmatis ilmiah.
d. Memberikan ketrampilan kepada mahasiswa untuk melaksanakan program- program pengembangan dan pembangunan di lingkungan masyakarat.
e. Membina mahasiswa agar menjadi seorang inovator, motivator, dan problem solving.
f. Memberikan pengalaman dan ketrampilan kepada mahasiswa sebagai kader pembangunan.
g. Memperoleh bantuan pemikiran dan tenaga untuk merencanakan serta melaksanakan pengembangan masyarakat.
h. Meningkatkan kemampuan berfikir, bersikap, dan bertindak dalam menyelesaikan permasalahan.
i. Memperoleh pembaharuan-pembaharuan yang diperlukan dalam pemberdayaan daerah.
BAB II
PROFIL GAMPONG A. Sejarah Gampong Punge Blang Cut
Kotamadya di Bentuk pada tahun 1957 tidak mempunyai Daerah Administratif bawahan, dengan Surat Keputusan Kepala Daerah Istimewa Aceh Nomor 24/6A/1962 tanggal 20 Juli 1962, Koetaraja dibagi dalam 2 (dua) Wilayah Kecamatan Administratif, terhitung mulai tanggal 1 Agustus 1962 yaitu:
1. Daerah Pemerintahan Administratif Kecamatan Kutaraja Timur.
2. Daerah Pemerintahan Administratif Kecamatan Kutaraja Barat meliputi;
a. Kampung Peuniti.
b. Kampung Neusu Jaya.
c. Perkampungan II Lampaseh Kota.
d. Perkampungan II Punge.
e. Perkampungan III Seutui.
f. Perkampungan IV Ateuk. Dan g. Perkampungan V Kampung Baru.
Dengan SK Gubernur KDH Ist.Aceh Nomor 58/B/9/Desa, tanggal 23 Maret 1966 Perkampungan II Punge di Pecahkan menjadi 2 (dua) Perkampungan yaitu : Kampung Punge Jurong dan Kampung Punge Blang Cut, Punge Blang Cut di Pimpin oleh Keuchik H.Hamzah Ibrahim sedangkan Gampong Punge Jurong dipimpin oleh Keuchik Sanusi Lidan. Maka sampai dengan saat ini nama Gampong Punge Blang Cut berdiri sejak terpecahnya menjadi Dua Perkampungan, dengan Geuchik Pertama Gampong Punge yaitu Keuchik Ahmad (nara Sumber Tokoh Masyarakat) Sesuai dengan SK Gub.KDH.Istimewa Aceh Nomor 27/GA/1963, tanggal 14 Agustus 1963, Kecamatan Kuta Raja Timur dirubah menjadi Kecamatan Kuta Alam dan Kecamatan Kuta Raja Barat dirubah menjadi Kecamatan Baiturahman, dan pada pemekaran Kecamatan pada tahun 1980 Punge Blang Cut menjadi Kecamatan Meuraxa dan Camat pada saat itu Bapak Ifrizal Yunus BA. dan terjadi perluasan Kotamadya dan bertambahnya Kecamatan menjadi 9 (sembilan ) Kecamatan maka Gampong Punge Blang Cut tunduk dalam Kecamatan Jaya Baru yang di Pimpin oleh Camat Meuraxa pada saat itu Drs. Saifullah Jamil, maka sampai dengan sekarang atau sampai dengan
saat ini Gampong Punge Blang Cut masuk dalam Wilayah Kecamatan Jaya Baru Kota Banda Aceh.
Sejarah kepemerintahan dan Kepemimpinan Gampong Punge Blang Cut yang dapat ditelusuri yaitu:
3. Keuchik Ahmad.
4. Keuchik Adam 5. Keuchik Budiman
6. Keuchik M. Djuned Hasyim (tahun 1942 – 1970)
Pada masa kepemimpinan Keuchik M. Djuned Hasyim berhasil membangun Asrama Penyantun, Masjid Baitul Muqarabbin dan SPK Muhammadiyah.
7. Keuchik H. Hamzah Ibrahim (tahun 1970 – 1981)
Pada masa kepemimpinan Keuchik Hamzah Ibrahim telah dibangun Masjid Subulussalam, Meunasah Babul Jannah,
8. M. Nur Sufi (1981-1989)
Roda Kepemerintahan pada tahun 1981 – 1989 di pegang oleh M. Nur Sufi merupakan perubahan Gampong Menjadi Kelurahan dan Sdr. M. Nur Sufi merupakan Lurah Pertama di Punge Blang Cut narasumber mendapat infomasi terhadap kepemerintahan Kelurahan Punge Blang Cut, pada saat itu pemerintahan berjalan apa adanya.
9. Ibrahim. B (1989-1998)
Periode 1989 – 1998 Pucuk Pimpinan Pemerintah Kelurahan Punge Blang Cut diPegang oleh Bapak Ibrahim B, di bawah kepemimpinan beliau ada beberapa Pembangunan yang dilakukan di Kelurahan Punge Blang Cut antara lain muncul gagasan untuk menata gampong yang lebih baik, jalanjalan dan jurong gampong diluruskan dengan menukar tanah masyarakat yang terkena badan jalan dengan tanah yang lainnya
10. M. Saleh Johan (1998 – 1999)
Pada periode ini yang menjadi Lurah Punge Blang Cut Kecamatan Jaya Baru Kota Banda Aceh di pegang oleh bapak M. Saleh Johan, dan pada kepemimpinan
beliau Pemerintahan Kelurahan berjalan seperti yang lalu mengingat waktu kepemimpinan yang bersangkutan tidak terlalu lama.
11. Abdullah TB. (1999 – 2008)
Pada periode ini pemerintahan berjalan optimal, pucuk pimpinan Kelurahan Punge Blang Cut di pegang oleh bapak Abdullah TB, dan pada tanggal 26 Desember 2004 Aceh dilanda Bencana Alam Gempa Bumi dan Tsunami dan Kelurahan Punge Blang Cut salah satu Daerah yang tertimpa Musibah Dasyat tersebut, dalam masa Rekontruksi peran dari Bapak Abdullah TB sangat Besar, yaitu dalam menangani kebutuhan Masyarakat, Sarana dan prasarana seperti Jalan Drainase, dan ada beberapa Bangunan Pemerintah yaitu MTsN, MIN, dan PUSTU, KUA Jaya Baru
12. Armaya Surya (2008 – 2009)
Sebelum yang bersangkutan diangkat sebagai Lurah Punge Blang Cut, sebelumnya yang bersangkutan sebagai Sekretaris Lurah Punge Blang Cut sejak tahun 2006 setelah Bencana Alam Gempa Bumi dan Tsunami dan sampai dengan 19 Oktober 2009, dan pada saat itu hanya melanjutkan Pembangunan Rekontruksi Pasca Bencana Alam Alam.
13. Armaya Surya (Tahun 2009 s/d 19-10-2010)
Sesuai dengan Keputusan Walikota Banda Aceh Nomor 311 Tahun 2009 tentang Perubahan Atas Keputusan Walikota Nomor 284 tahun 2009 tentang Pengangkatan Penjabat Keuchik Dalam Wilayah Kota Banda Aceh, bahwa berdasarkan Keputusan Walikota Bandan Aceh Nomor Peg.824/KPTS/7734/2009 tanggal 9 November 2009, terjadi perubahan perubahan Penjabat Keuchik sehingga sehingga dipandang perlu untuk merubah Keputusan Walikota Nomor 284 tanggal 19 Oktober 2009 tentang pengangkatan Penjabat Keuchik dalam Wilayah Kota Banda Aceh, sesuai dengan Peraturan Walikota Nomor 51 Tahun 2009 tentang Penghapusan Kelurahan dan Pembentukan Gampong Dalam Kota Banda Aceh, beliau mempunyai gagasan/ide pada saat itu untuk membentuk TPG sesuai dengan Aturan yang berlaku, dan segala sesuatu terhadap persoalan Pemerintahan Gampong dilakukan dengan Azas Mufakat dan Musyawarah, dan pada pada saat itu telah terbentuk TPG Punge Blang Cut dengan Jumlah 15 orang sesuai Keputusan
Walikota Nomor 116 tahun 2010 tanggal 27 April 2010 tentang Pengesahan Tuha Peut Gampong Punge Blang Cut Priode 2010-2016.
14. Razali Suganda (19-06-2010 – 19-10-2010)
Pada masa Pemerintahan di Jabat oleh Bapak Razali Suganda, beliau hanya melanjutkan Pemerintahan sebelumnya dan sebagai tujuan penjabat yaitu menyongsong terpilih Keuchik Gampong Punge Blang Cut yang difinitif ini merupakan tugas utama dari Bapak Razali Suganda.
15. Armaya Surya (19-10-2010 s/d 2023) 16. Marhalim Umry (2023 s/d sekarang) B. Visi dan Misi Gampong Punge Blang Cut
1. Visi
Terwujudnya Tata Kelola Pemerintahan Gampong Yang Baik, Transparan dan Akuntabel Berlandaskan Syariat Islam.
2. Misi
1. Melanjutkan program-program pemerintahan gampong periode sebelumnya yang belum terealisasi.
2. Mewujudkan masyarakat yang agamis dengan menghidupkan pengajian rutin untuk anak-anak, pemuda, orang tua dan kalangan ibu-ibu.
3. Memberdayakan potensi-potensi yang ada dimasyarakat meliputi
pemberdayaan SDM (pemuda/karang taruna dan perempuan). Pemberdayaan SDA dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan.
4. Memaksimalkan program-program pemerintah dan diimbangi dengan pembenahan bantuan yang kurang tepat sasaran.
5. Pelaksanaan pengembangan gampong yang berkesinambungan dengan mengedepankan musyawarah dan gotong royong masyarakat.
6. Melestarikan seni budaya dan adat istiadat gampong agar tetap terjaga terutama dalam bidang keagamaan.
7. Menciptakan kondisi masyarakat yang aman, tertib, rukun dalam kehidupan bermasyarakat dengan berpegang teguh pada prinsipagama dan adat istiadat yang ada.
C. Kependudukan Gampong Punge Blang Cut
Gampong Punge Blang Cut merupakan salah satu gampong yang terletak di Kecamatan Jaya Baru, Kota Banda Aceh. Secara demografis, penduduk gampong ini didominasi oleh masyarakat Aceh asli yang memiliki adat dan budaya yang kental.
Berdasarkan data sensus terakhir, populasi di Gampong Punge Blang Cut terus bertambah setiap tahun. Mayoritas penduduknya berprofesi sebagai nelayan, petani, serta pedagang kecil. Selain itu, ada juga beberapa yang bekerja di sektor jasa dan pemerintahan di Kota Banda Aceh.
Kondisi sosial masyarakat di Gampong Punge Blang Cut cenderung masih kental dengan nilai-nilai gotong royong dan kebersamaan. Masyarakat sering mengadakan acara-acara adat seperti kenduri, gotong royong, serta perayaan keagamaan secara bersama-sama. Meskipun demikian, perkembangan ekonomi dan pendidikan masih menjadi tantangan bagi sebagian besar penduduknya. Banyak dari generasi muda yang harus melanjutkan pendidikan atau bekerja di luar daerah karena terbatasnya peluang di gampong tersebut.
Gampong Punge Blang Cut, yang terletak di Kecamatan Jaya Baru termasuk pemukiman yang padat penduduknya antara laki-laki dan perempuan. Berdasarkan data sensus terakhir, jumlah penduduk di gampong ini berkisar antara 7002 jiwa. Yang terdiri dari 3.801 perempuan dan 3.201 laki-laki Persentase ini mencerminkan populasi perempuan lebih banyak daripada populasi laki-laki.
D. Struktur Gampong Punge Blang Cut
BAB III
PROSEDUR PELAKSANAAN A. Pemilihan Gampong
Pemilihan gampong merupakan tahap awal yang hakiki dalam pelaksanaan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Terintegrasi. Proses ini dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai aspek untuk memastikan bahwa kegiatan KPM dapat memberikan manfaat maksimal baik bagi mahasiswa maupun masyarakat setempat.
Kriteria pemilihan gampong biasanya meliputi tingkat kebutuhan masyarakat akan program pemberdayaan, potensi sumber daya lokal yang dapat dikembangkan, serta kesiapan dan keterbukaan masyarakat dalam menerima program KPM. Selain itu, aksesibilitas lokasi dan keamanan juga menjadi pertimbangan penting untuk memastikan kelancaran pelaksanaan program.
Dalam menentukan tingkat kebutuhan masyarakat, tim penyelenggara KPM melakukan analisis mendalam terhadap data sosial ekonomi gampong. Indikator yang digunakan meliputi tingkat pendidikan, kesehatan, pendapatan per kapita, dan akses terhadap fasilitas publik. Gampong dengan indikator yang lebih rendah dibandingkan rata-rata daerah biasanya mendapat prioritas lebih tinggi.
Potensi sumber daya lokal juga menjadi pertimbangan penting. Tim penyelenggara mengidentifikasi sumber daya alam, budaya, dan manusia yang ada di gampong. Misalnya, gampong dengan potensi pertanian yang belum dioptimalkan, atau gampong dengan kekayaan budaya yang dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata, menjadi kandidat yang menarik untuk lokasi KPM.
Kesiapan dan keterbukaan masyarakat dinilai melalui serangkaian pertemuan dan diskusi dengan tokoh masyarakat dan pemerintah desa. Hal ini penting untuk memastikan bahwa program KPM akan diterima dengan baik dan mendapat dukungan penuh dari masyarakat setempat. Gampong dengan masyarakat yang antusias dan terbuka terhadap ide-ide baru cenderung menjadi pilihan yang lebih baik.
Aksesibilitas lokasi menjadi pertimbangan logistik yang penting. Meskipun KPM bertujuan untuk menjangkau daerah-daerah yang membutuhkan, namun tetap harus mempertimbangkan kemampuan mahasiswa untuk mencapai lokasi dan melaksanakan program dengan efektif. Gampong yang terlalu terpencil atau sulit dijangkau mungkin akan menimbulkan tantangan logistik yang signifikan.
Faktor keamanan juga tidak kalah pentingnya. Tim penyelenggara berkoordinasi dengan pihak keamanan setempat untuk memastikan bahwa gampong yang dipilih berada dalam kondisi yang aman bagi mahasiswa untuk tinggal dan beraktivitas. Ini termasuk mempertimbangkan risiko bencana alam, konflik sosial, atau isu keamanan lainnya.
Proses pemilihan gampong melibatkan koordinasi antara pihak universitas, pemerintah daerah, dan tokoh masyarakat setempat. Survei pendahuluan biasanya dilakukan untuk mengumpulkan data dan informasi yang diperlukan sebagai dasar pengambilan keputusan.
Tim survei terdiri dari dosen pembimbing dan perwakilan mahasiswa yang akan melakukan observasi langsung ke lapangan.
Selama survei pendahuluan, tim tidak hanya mengumpulkan data kuantitatif, tetapi juga melakukan wawancara dengan masyarakat dan pemerintah desa. Ini membantu dalam memahami dinamika sosial dan budaya setempat, serta mengidentifikasi isu-isu spesifik yang mungkin tidak terlihat dari data statistik semata.
Setelah survei selesai, tim penyelenggara KPM mengadakan rapat evaluasi untuk membahas hasil temuan dan membuat peringkat gampong berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Dalam rapat ini, setiap anggota tim memberikan penilaian dan argumentasi mereka. Diskusi yang mendalam dilakukan untuk memastikan bahwa gampong yang terpilih benar-benar sesuai dengan tujuan KPM.
Hasil dari tahap ini adalah penetapan gampong sasaran yang akan menjadi lokasi pelaksanaan KPM Terintegrasi. Keputusan ini kemudian dikomunikasikan kepada semua pihak terkait, termasuk pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat gampong terpilih. Sosialisasi awal dilakukan untuk mempersiapkan masyarakat menyambut kedatangan tim KPM.
B. Uraian Kegiatan KPM Terintegrasi
Kegiatan KPM Terintegrasi dirancang untuk mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu dalam upaya pemberdayaan masyarakat. Program ini berlangsung 13 selama 45 hari di semester ganjil, di mana mahasiswa bekerja bersama masyarakat di gampong yang telah dipilih.
Tahap awal kegiatan dimulai dengan observasi dan analisis situasi untuk mengidentifikasi permasalahan dan potensi yang ada di gampong. Kelompok mahasiswa melakukan pengamatan mendalam, wawancara dengan warga, dan pengumpulan data untuk mendapatkan gambaran yang komprehensif tentang kondisi gampong.
Setelah data terkumpul, mahasiswa melakukan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang ada di gampong. Hasil analisis ini kemudian dipresentasikan dalam forum bersama masyarakat dan pemerintah desa untuk mendapatkan umpan balik dan validasi.
Berdasarkan hasil analisis dan masukan dari masyarakat, mahasiswa bersama masyarakat merancang program-program yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi lokal.
Proses perencanaan ini dilakukan secara partisipatif, melibatkan berbagai elemen masyarakat termasuk tokoh adat, pemuda, dan kelompok perempuan. Hal ini penting untuk memastikan bahwa program yang dirancang benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan dapat diterima oleh semua lapisan masyarakat.
Kegiatan KPM Terintegrasi mencakup berbagai aspek kehidupan masyarakat, seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi, lingkungan, dan sosial budaya. Beberapa contoh kegiatan yang umumnya dilaksanakan antara lain:
1. Program literasi dan bimbingan belajar untuk anak-anak 2. Penyuluhan kesehatan dan sanitasi lingkungan
3. Pelatihan kewirausahaan dan pengembangan UMKM 4. Pelestarian budaya lokal dan pengembangan potensi wisata.
Selama pelaksanaan program, mahasiswa bekerja sama dengan masyarakat dan berkoordinasi dengan pemerintah desa serta stakeholder terkait. Pendekatan partisipatif diterapkan untuk memastikan keterlibatan aktif masyarakat dalam setiap tahapan kegiatan.
Mahasiswa berperan sebagai fasilitator, bukan sebagai pelaksana tunggal, untuk memastikan keberlanjutan program setelah KPM berakhir.
Selain kegiatan-kegiatan yang telah direncanakan, mahasiswa juga dituntut untuk fleksibel dan responsif terhadap kebutuhan yang muncul selama pelaksanaan KPM.
Misalnya, jika terjadi bencana alam atau wabah penyakit, mahasiswa dapat mengalihkan fokus untuk membantu penanganan situasi darurat tersebut.
Untuk memastikan efektivitas program, dilakukan monitoring dan evaluasi secara berkala. Dosen pembimbing melakukan kunjungan lapangan untuk memberikan arahan dan memastikan bahwa kegiatan berjalan sesuai rencana. Mahasiswa juga diminta untuk membuat laporan mingguan yang berisi perkembangan program dan tantangan yang dihadapi.
C. Hasil yang Dicapai
Hasil yang dicapai dari KPM Terintegrasi dapat dilihat dari berbagai aspek, baik dampak langsung terhadap masyarakat maupun pengembangan kompetensi mahasiswa.
Evaluasi menyeluruh dilakukan untuk mengukur keberhasilan program dan mengidentifikasi area-area yang memerlukan perbaikan di masa mendatang.
Dari sisi masyarakat, beberapa hasil yang umumnya dicapai meliputi:
1. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam berbagai bidang:
a. Masyarakat memiliki pemahaman yang lebih baik tentang praktik pertanian berkelanjutan, yang tercermin dari peningkatan hasil panen dan pengurangan penggunaan pestisida kimia.
b. Peningkatan kesadaran akan pentingnya sanitasi, yang ditunjukkan dengan meningkatnya jumlah rumah tangga yang memiliki jamban sehat.
c. Peningkatan kemampuan pengelolaan usaha kecil, yang terlihat dari perbaikan sistem pembukuan dan strategi pemasaran UMKM lokal.
2. Terbentuknya kelompok-kelompok usaha atau komunitas yang mendukung pembangunan berkelanjutan:
a. Berdirinya koperasi simpan pinjam yang dikelola oleh masyarakat sendiri.
b. Terbentuknya kelompok tani organik yang secara rutin berbagi pengetahuan dan sumber daya.
c. Terbentuknya komunitas peduli lingkungan yang aktif melakukan kegiatan pelestarian alam.
3. Peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan, kesehatan, dan pelestarian lingkungan:
a. Meningkatnya angka partisipasi sekolah, terutama untuk tingkat pendidikan menengah.
b. Menurunnya angka kasus penyakit yang berhubungan dengan sanitasi buruk.
c. Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan pelestarian lingkungan, seperti penanaman pohon dan pengelolaan sampah.
4. Terciptanya inovasi dalam pengelolaan sumber daya lokal:
a. Pengembangan produk olahan baru berbasis bahan baku lokal, yang memiliki nilai jual lebih tinggi.
b. Implementasi sistem irigasi hemat air yang meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya air.
c. Pemanfaatan energi terbarukan, seperti biogas dari limbah pertanian, untuk kebutuhan rumah tangga.
5. Penguatan kelembagaan dan tata kelola pemerintahan desa:
a. Peningkatan transparansi dalam pengelolaan dana desa melalui implementasi sistem informasi desa.
b. Peningkatan partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan desa.
c. Penguatan fungsi Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam pengawasan dan legislasi di tingkat desa.
Bagi mahasiswa, hasil yang dicapai antara lain:
1. Peningkatan kemampuan dalam mengaplikasikan ilmu pengetahuan secara interdisipliner:
a. Mahasiswa dari berbagai jurusan berhasil mengintegrasikan pengetahuan mereka untuk memecahkan masalah kompleks di masyarakat.
b. Terbentuknya pemahaman yang lebih mendalam tentang keterkaitan antar disiplin ilmu dalam konteks pembangunan masyarakat.
2. Pengembangan soft skills seperti kepemimpinan, komunikasi, dan kerja sama tim:
a. Mahasiswa menunjukkan peningkatan kemampuan dalam memimpin diskusi dan mengelola konflik.
b. Terjadi peningkatan kemampuan komunikasi lintas budaya, terutama dalam berinteraksi dengan masyarakat yang memiliki latar belakang berbeda.
c. Mahasiswa mampu bekerja efektif dalam tim yang beragam, baik dari segi disiplin ilmu
BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan
Kegiatan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) di Gampong Punge Blang Cut menunjukkan hasil yang positif, baik bagi masyarakat maupun mahasiswa yang terlibat.
Program ini, yang berlangsung selama beberapa minggu, berhasil mencapai tujuan utamanya dalam memperkuat hubungan antara dunia akademik dan masyarakat lokal.
Selama KPM, mahasiswa aktif terlibat dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, seperti pendidikan, kesehatan, sosial, dan ekonomi. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya membantu masyarakat, tetapi juga memperoleh pemahaman lebih dalam tentang realitas kehidupan di tingkat desa.
Dalam bidang pendidikan, mahasiswa berperan sebagai pendamping dalam proses belajar mengajar, membantu anak-anak dan remaja dalam meningkatkan kualitas pendidikan mereka. Mereka juga menginisiasi program belajar bersama yang tidak hanya fokus pada materi akademik, tetapi juga pengembangan karakter dan keterampilan sosial.
Selain itu, mahasiswa juga memberikan penyuluhan terkait pentingnya menjaga kesehatan dan kebersihan, serta mengedukasi masyarakat tentang praktik hidup sehat, yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan warga.
Mahasiswa turut membantu masyarakat dalam menggali potensi lokal, seperti pelatihan kewirausahaan untuk meningkatkan keterampilan ekonomi warga. Mereka mendorong pengembangan produk-produk lokal dan memberikan wawasan tentang pemasaran yang lebih efektif. Program ini diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan ekonomi masyarakat dalam jangka panjang.
Bagi mahasiswa, KPM di Gampong Punge Blang Cut menjadi pengalaman yang sangat berharga. Mereka dapat menerapkan teori yang dipelajari di kampus dalam situasi nyata, sekaligus mengasah keterampilan soft skills seperti kepemimpinan, komunikasi, dan manajemen waktu. Lebih dari itu, interaksi langsung dengan masyarakat memungkinkan mahasiswa untuk mengembangkan empati dan pemahaman terhadap permasalahan sosial.
Secara keseluruhan, KPM di Gampong Punge Blang Cut tidak hanya memberikan dampak positif bagi masyarakat, tetapi juga bagi mahasiswa, baik dari segi akademis maupun pengembangan pribadi. Program ini berhasil mempererat hubungan antara universitas dan masyarakat serta menciptakan kolaborasi yang bermanfaat bagi kedua belah pihak.
B. Saran
1. Bagi Mahasiswa KPM
Mahasiswa sebaiknya lebih mendalami karakteristik sosial, budaya dan kebutuhan masyarakat setempat sebelum memulai program. Hal ini penting agar setiap program yang dijalankan benar-benar relevan dengan kondisi masyarakat dan dapat menyelesaikan permasalahan yang ada. Dengan memahami konteks lokal, mahasiswa dapat memberikan solusi yang lebih tepat sasaran.
Agar program dapat berkelanjutan setelah KPM berakhir, mahasiswa perlu melibatkan masyarakat secara aktif dalam setiap kegiatan. Melibatkan tokoh masyarakat, pemuda, serta organisasi lokal akan membuat program lebih mudah diterima dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini juga mendorong kemandirian masyarakat dalam melanjutkan program setelah KPM selesai.
Mahasiswa perlu melakukan evaluasi rutin terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan, baik dalam bentuk diskusi kelompok maupun feedback dari masyarakat.
Selain itu, dokumentasi kegiatan juga penting untuk memastikan setiap langkah tercatat dengan baik, yang akan membantu dalam penyusunan laporan akhir dan menjadi acuan untuk kegiatan KPM di masa depan.
2. Bagi Gampong Punge Blang Cut
Gampong Punge Blang Cut perlu memperkuat kelembagaan desa dengan melibatkan lebih banyak elemen masyarakat dalam pengambilan keputusan.
Pengaktifan lembaga-lembaga lokal seperti Badan Permusyawaratan Desa (BPD), kelompok pemuda, dan organisasi perempuan akan membantu dalam merancang program pembangunan yang partisipatif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Gampong Punge Blang Cut memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal. Pemerintah desa dapat mendorong pengembangan produk unggulan, seperti kerajinan, makanan khas, atau wisata. Selain itu, diperlukan juga pendampingan dalam hal pemasaran produk, baik secara langsung maupun melalui platform digital. Membangun koperasi desa atau kelompok usaha bersama juga bisa menjadi solusi untuk memperkuat ekonomi warga.
3. Bagi UIN Ar-Raniry Banda Aceh
Sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, pengabdian masyarakat harus terus diperkuat. UIN Ar-Raniry bisa memperluas jangkauan program Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) dengan memilih daerah yang lebih beragam serta memberikan pembekalan lebih intensif kepada mahasiswa sebelum terjun ke lapangan.
Kerjasama dengan pemerintah daerah, LSM, dan komunitas lokal juga bisa ditingkatkan untuk memastikan dampak positif yang lebih besar dan berkelanjutan.
UIN Ar-Raniry perlu terus mengembangkan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan pasar kerja. Melalui survei dan riset, universitas dapat mengidentifikasi bidang studi yang memiliki prospek tinggi dan memastikan bahwa lulusan siap berkontribusi di berbagai sektor, baik nasional maupun global. Kurikulum yang integratif, menggabungkan ilmu agama dengan ilmu umum, juga penting untuk mencetak lulusan yang berpengetahuan luas dan berpikir kritis.
LAMPIRAN
Lampiran 1 Logbook Kegiatan KPM
No Hari Tanggal Jenis Kegiatan
1 Senin 22/07/2024 Penyerahan mahasiswa KPM kepada keuchik Gampong Punge Blang Cut
2 Selasa 23/07/2024 Temu ramah mahasiswa KPM dengan Pak Geuchik dan perangkat Desa Gampong Punge Blang Cut
3 Rabu 24/07/2024 Silaturahmi serta observasi di Dusun Tuan Di Kandang dan dusun Krueng Doy bersama Bapak Kadus
4 Kamis 25/07/2024 Silahturahmi dengan Bapak Kadus Balik Ayei dan Tuan Di Pakeh serta gotong royong membersihkan kebun Kelompok Tani di Dusun Lampoh Leubok
5 Jumat 26/07/2024 Keliling Dusun Tuan Di Pakeh didampingi oleh Kepala Dusun serta kunjungan ke balai pengajian di dusun tuan dipakeh
6 Sabtu 27/07/2024 Keliling Dusun Tuan Di Kandang bersama dengan anak-anak setempat
7 Mingg
u 28/07/2024 Senam sehat bersama ibu-ibu PKK Gampong Punge Blang Cut
8 Senin 29/07/2024 Gotong royong membersihkan balai dusun Tuan Di Kandang 9 Selasa 30/07/2024 Silahturahmi dengan Ibu Keuchik membahas rencana
program kerja
10 Rabu 31/07/2024 Berkunjung dan berkontribusi di TPQ Al-Muqarrabain 11 Kamis 01/08/2024 Mengunjungi kebun Kelompok Tani
12 Jumat 02/08/2024 Rapat rencana perayaan HUT RI ke-79 dengan Kadus dan ketua pemuda Dusun Krueng Doy
13 Sabtu 03/08/2024 Kunjungan ibu supervisor KPM 14 Mingg
u
04/08/2024 Senam sehat dengan ibu-ibu PKK Gampong Punge Blang Cut 15 Senin 05/08/2024 Mengajar ngaji di TPQ Dusun Tuan Di Pakeh serta
menjalankan program kerja berlandaskan program studi Pendidikan Bahasa Arab
16 Selasa 06/08/2024 Mengunjungi UMKM Home Industri Bakpia A.H Sabang 17 Rabu 07/08/2024 Takziah ke kediaman teman seperjuangan KPM
18 Kamis 08/08/2024 Menanam tanaman toga (apotik hidup) di Kelompok Tani Gampong Punge Blang Cut
19 Jumat 09/08/2024 Mengajar ngaji di TPQ Baitul Muqarrabain
20 Sabtu 10/08/2024 Memeriahkan lomba senam ibu-ibu Gampong Punge Blang Cut dalam rangka menyambut HUT RI ke-79
21 Mingg u
11/08/2024 Gotong Royong di beberapa Dusun Gampong Punge Blang Cut
22 Senin 12/08/2024 Pengajian di Dusun Tuan Dipakeh
23 Selasa 13/08/2024 Trial dan Error pembuatan ecoprint untuk sosialisasi bersama ibu-ibu PKK Gampong Punge Blang Cut
No Hari Tanggal Jenis Kegiatan
24 Rabu 14/08/2024 Sosialisasi etika dalam berkomunikasi dengan anak-anak TPQ Baitul Muqarrabain
25 Kamis 15/08/2024 Sosialisasi pentingnya mempelajari bahasa Arab bagi santri milenial muslim di TPQ Nurul Yaqin Dusun Tuan Di Pakeh 26 Jumat 16/08/2024 Sosialisasi Ecoprint serta pembuatan totebag ecoprint dengan
ibu-ibu PKK Gampong Punge Blang Cut
27 Sabtu 17/08/2024 Berpartisipasi dalam kepanitiaan kegiatan HUT RI ke-79 di beberapa dusun Gampong Punge Blang Cut
28 Senin 19/08/2024 Rapat evaluasi mingguan dan membahas proker seminggu kedepan
29 Selasa 20/08/2024 Day-1 Pembuatan Video profil Gampong bersama dengan bapak Keuchik
30 Rabu 21/08/2024 Menanam bunga di halaman masjid Baitul Muqarrabain Dusun Krueng Doy
31 Kamis 22/08/2024 Observasi pertumbuhan apotik hidup di lahan Kelompok Tani 32 Jumat 23/08/2024 Pembuatan spray anti nyamuk dari sereh
33 Sabtu 24/08/2024 Sosialisasi spray anti nyamuk dari tanaman sereh 34 Mingg
u
25/08/2024 Rapat evaluasi mingguan dan membahas proker seminggu kedepan
35 Senin 26/08/2024 Perpisahan dengan adik-adik TPQ Nurul Yaqin Dusun Tuan Di Pakeh, serta pemberian cindera mata dari mahasiswa KPM Gampong Punge Blang Cut
36 Selasa 27/08/2024 Day-2 Produksi video profil desa terkait prestasi dan penghargaan desa Punge Blang Cut
37 Rabu 28/08/2024 Day-3 Produksi video profil desa terkait fasilitas desa Punge Blang Cut
38 Kamis 29/08/2024 Pengenalan perbedaan kata baku dan tidak baku kepada anak- anak Gampong Punge Blang Cut
39 Jumat 30/08/2024 Kedatangan Ketua PPKPM, Dekan, serta Supervisor di Kantor Keuchik Desa Punge Blang Cut
40 Sabtu 31/08/2024 Rapat terkait dengan proker plang 1x24 jam tamu wajib lapor 41 Mingg
u 01/09/2024 Day-4 pembuatan video profil
42 Senin 02/09/2024 Day-1 Pengecatan Plang 1x24 jam tamu wajib lapor 43 Selasa 03/09/2024 Day-2 Pengecatan Plang 1x24 jam tamu wajib lapor 44 Rabu 04/09/2024 Sosialisasi Menabung bersama dengan anak TPA
Muqarrabien
45 Kamis 05/09/2024 Pemasangan plang dan berkunjung ke apotik
Lampiran 2 Dokumentasi Kegiatan KPM
DOKUMENTASI KEGIATAN KPM
Pengantaran Mahasiswa KPM (Day-1) Temu ramah mahasiswa KPM dengan Pak Geuchik dan perangkat Desa Gampong Punge Blang Cut(Day-2)
Silaturahmi serta observasi di Dusun Tuan Di Kandang dan dusun Krueng Doy bersama Bapak Kadus (Day-3)
Silahtura
h mi
dengan Bapak Kadus Balik Ayei dan Tuan Di Pakeh serta gotong royong membersihkan kebun Kelompok Tani di Dusun Lampoh Leubok (Day- 4)
Keliling Dusun Tuan Di Pakeh didampingi oleh Kepala Dusun serta kunjungan ke balai pengajian di dusun tuan dipakeh (Day-5)
Keliling Dusun Tuan Di Kandang bersama dengan anak-anak setempat (Day-6)
Senam sehat bersama ibu-ibu PKK
Gampong Punge Blang Cut (Day-7) Gotong royong membersihkan balai dusun Tuan Di Kandang (Day-8)
Silahturahmi dengan Ibu Keuchik membahas rencana program kerja (Day-9)
Berkunjung dan berkontribusi di TPQ Al- Muqarrabain (Day-10)
Mengunjungi kebun Kelompok Tani
(Day-11) Rapat rencana perayaan HUT RI ke-79 dengan Kadus dan ketua pemuda Dusun Krueng Doy (Day-12)
Kunjungan ibu supervisor KPM
(Day-13) Senam sehat dengan ibu-ibu PKK Gampong Punge Blang Cut (Day-14)
Mengajar ngaji di TPQ Dusun Tuan Di Pakeh serta menjalankan program kerja berlandaskan program studi Pendidikan
Bahasa Arab (Day-15) Mengunjungi UMKM Home Industri Bakpi a A.H Sabang (Day-16)
Takziah ke kediaman teman seperjuangan
KPM (D ay-17) Menanam tanaman toga (apotik hidup) di Kelompok Tani Gampong Punge Blang Cut (Day-1 8)
Mengajar ngaji di TPQ Baitul Muqarrabain (Day-19)
Memeriahkan lomba senam ibu-ibu Gampong Punge Blang Cut dalam rangka menyambut HUT RI ke-79 (Day-20)
Gotong Royong di beberapa Dusun
Gampong Punge Blang Cut (Da y-21) Pengajian di Dusun Tuan Dipakeh (Day-22)
Trial dan Error pembuatan ecoprint untuk sosialisasi bersama ibu-ibu PKK
Gampong Punge Blang Cut (Day-23) Sosialisasi etika dalam berkomunikasi dengan anak-anak TPQ Baitul Muqarrabain (Day-24)
Sosialisasi pentingnya mempelajari bahasa Arab bagi santri milenial muslim di TPQ Nurul Yaqin Dusun Tuan Di Pakeh (Day-25)
Sosialisasi Ecoprint serta pembuatan totebag ecoprint dengan ibu-ibu PKK Gampong Punge Blang Cut (Day- 26)
Berpartisipasi dalam kepanitiaan kegiatan HUT RI ke-79 di beberapa dusun Gampong Punge Blang Cut (Day-27)
Rapat evaluasi mingguan dan membahas proker seminggu kedepan (Day-28)
Day-1 Pembuatan Video profil Gampong bersama dengan bapak Keuchik (Day-29)
Menanam bunga di halaman masjid Baitul Muqarrabain Dusun Krueng Doy (Day-30)
Observasi pertumbuhan apotik hidup di lahan Kelompok Tani (Day-31)
Pembuatan spray Anti Nyamuk (Day-32)
Sosialisasi spray anti nyamuk dari tanaman sereh (Day-33)
Rapat evaluasi mingguan dan membahas proker seminggu kedepan (Day-34)
Perpisahan dengan adik-adik TPQ Nurul Yaqin Dusun Tuan Di Pakeh, serta pemberian cindera mata dari mahasiswa KPM Gampong Punge Blang Cut (Day- 35)
Day-2 Produksi video profil desa terkait prestasi dan penghargaan desa Punge Blang Cut (Day- 36)
Day-3 Produksi video profil desa terkait fasilitas desa Punge Blang Cut (Day-37)
Pengenalan perbedaan kata baku dan tidak baku kepada anak-anak Gampong Punge Blang Cut (Day-38)
Kedatangan Ketua PPKPM, Dekan, serta Supervisor di Kantor Keuchik Desa Punge Blang Cut (Day-39)
Rapat terkait dengan proker plang 1x24 jam tamu wajib lapor (Day-40)
Day-4 pembuatan video profil (Day-41)
Day-1 Pengecatan Plang 1x24 jam tamu wajib lapor (Day-42)
Day-2 Pengecatan Plang 1x24 jam tamu
wajib lapor (Day-43) Sosialisasi Menabung bersama dengan anak TPA Muqarrabien (Day-44)
Pemasangan plang beserta melihat perkembangan apotek hidup (Day-45)
Lampiran 3 Rencana Kegiatan KPM
RENCANA KEGIATAN KPM
No. Nama Kegiatan Deskripsi Kegiatan 1. Ikut Berpartisipasi HUT RI
17 Agustus ke-79
Proker ini terjalankan dengan baik di desa Punge Blang Cut dalam mengikuti dan membantu persiapan serta pelaksanaan perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke-79 di Gampong Punge Blang Cut. Kegiatan ini dapat meliputi dekorasi lingkungan, lomba-lomba, panitia lomba, serta kegiatan pembungkusan kado untuk pemenang.
2. Mengajarkan Ngaji Proker ini berjalan dengan baik dan juga dijalankan dalam seminggu 2-3 kali. Kami mahasiswa KPM memberikan pelajaran membaca Al-Qur'an kepada anak-anak di Gampong Punge Blang Cut. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan baca Al- Qur'an dan pemahaman agama Islam dan juga kegiatan yang mendapat pahala baik bagi si pengajar dan juga anak-anaknya.
3. Sosialisasi Pembelajaran Kosakata Bahasa Arab dengan Menggunakan Media Gambar
Proker ini berjalan dengan baik yang dilaksanakan di TPA Nurul Yaqin yang ada di Dusun Tuan Dipakeh Desa Punge Blang Cut. Ini juga merupakan proker berlandaskan prodi Bahasa Arab. Kami mahasiswa prodi Bahasa Arab mengenalkan dan mengajarkan kosakata bahasa Arab menggunakan media visual seperti media gambar atau PPT untuk memudahkan proses pembelajaran dan meningkatkan minat belajar Bahasa Arab.
4. Sosialisasi Etika Komunikasi
Proker ini berjalan dengan lancar. Proker ini merupakan Proker berlandaskan prodi yaitu prodi Manajemen Pendidikan Islam.proker ini dilaksanakan di TPQ Baitul Muqarrabien Desa Punge Blang Cut dengan sasarannya anak-anak yang ada di TPQ Baitul
Muqarrabien. Mahasiswa juga memberikan materi dalam bentuk leaflet tentang etika berkomunikasi.
Kami juga memberikan pemahaman tentang pentingnya etika dalam berkomunikasi, baik secara langsung maupun melalui media sosial, kepada anak- anak yang ada di TPQ Baitul Muqarrabien Desa Punge Blang Cut.
5. Sosialisasi Menabung Proker ini berjalan dengan lancar. Proker ini merupakan Proker berlandaskan prodi yaitu prodi Manajemen Pendidikan Islam. proker ini dilaksanakan di TPQ Baitul Muqarrabien Desa Punge Blang Cut dengan sasarannya anak-anak yang ada di TPQ Baitul Muqarrabien. Mahasiswa juga memberikan materi dalam bentuk leaflet tentang menabung, dan memberikan celengan kepada anak- anak agar mereka giat menabung. Mahasiswa mengedukasi anak-anak tentang pentingnya menabung dan cara-cara praktis untuk memulai kebiasaan menabung serta memberikan contoh yang sederhana.
6. Membuat video profil gampong Punge Blang Cut
Proker ini berjalan dengan lancar. mahasiswa membutuhkan waktu selama kurang lebih 5 hari untuk take video, setelah itu semingguan untuk proses editing. Kami memproduksi video yang menampilkan profil, potensi, dan keunikan desa Punge Blang Cut sebagai sarana promosi dan dokumentasi. Yang nantinya video ini akan diupload di YouTube serta ditampilkan saat malam perpisahan.
7. Sosialisasi digitalisasi masyarakat desa & UMKM (Affiliate)
Proker ini tidak jadi terlaksana, dikarenakan proses dalam pembuatan akun affiliatenya harus memiliki nomor NPWP, sedangkan nomor tersebut sekarang harus berbayar. Ini merupakan hal yang pastinya tidak diinginkan oleh pemilik UMKM dan masyarakat
lainnya.
8. Sosialisasi Penggunaan sereh sebagai obat pengusir nyamuk
Proker ini terlaksana dengan baik. Sasaran dalam sosialisasi ini adalah ibu-ibu PKK yang ada di Desa Punge Blang Cut. mahasiswa mengedukasi ibu-ibu tentang manfaat dan cara penggunaan sereh sebagai alternatif alami untuk mengusir nyamuk, mendorong penggunaan bahan alami untuk kesehatan.
9. Sosialisasi pentingnya mempelajari Bahasa Arab bagi santri Milenial Muslim di TPA Nurul Yaqin Dusun Tuan di Pakeh
Proker ini berjalan dengan baik yang dilaksanakan di TPA Nurul Yaqin yang ada di Dusun Tuan Dipakeh Desa Punge Blang Cut. Ini juga merupakan proker berlandaskan prodi Bahasa Arab. mahasiswa prodi Bahasa Arab memberikan pemahaman kepada santri milenial Muslim di TPA Nurul Yaqin tentang pentingnya mempelajari bahasa Arab dalam konteks keagamaan dan budaya.
10. Toga (apotek hidup) Proker ini berjalan dengan lancar. mahasiswa menanam tanaman toga (apotik hidup) di lahan kelompok tani yang ada di dusun Lampoh Lubok Desa Punge Blang Cut. Dalam seminggu, kami melihat perkembangan apotik hidup ini 2-3 kali.
11. Pemanfaatan plastik bimoli sebagai media tanam
Proker ini tidak terlaksana dikarenakan di kelompok tani menggunakan polibag untuk menanam bibit-bibit tanaman lainnya.
12. Sosialisasi Pengenalan perbedaan kata baku dan tidak baku kepada anak- anak Gampong Punge Blang Cut
Proker ini berjalan dengan baik yang dilaksanakan di balai yang ada di Dusun Tuan Dikandang Desa Punge Blang Cut. Ini merupakan proker berlandaskan prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah. mahasiswa mengajarkan anak-anak tentang penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, khususnya perbedaan antara kata baku dan tidak baku dalam komunikasi sehari-hari. Kami juga memberikan kuis serta gift untuk para pemenang kuis.
13. Sosialisasi Ecoprint Proker ini berjalan dengan baik yang dilaksanakan di balai yang ada di Dusun Tuan Dikandang Desa Punge
Blang Cut bersama dengan ibu-ibu PKK. Kami memperkenalkan dan mengajarkan teknik ecoprint (mencetak motif dari bahan alami pada totebag) sebagai kerajinan yang ramah lingkungan dan berpotensi ekonomi.
14. Membuat plang jalan Proker ini terlaksana dengan baik, ini juga merupakan proker yang disarankan oleh pak kadus serta jajarannya. Kami merancang dan memasang plang 1x24 jam tamu wajib lapor di lokasi-lokasi strategis tiap dusun yang ada di desa Punge Blang Cut untuk meningkatkan keamanan dengan memastikan adanya pendataan tamu yang menginap di area tersebut. Ini membantu dalam administrasi dan pengawasan penduduk sementara, sekaligus meningkatkan kewaspadaan warga terhadap kehadiran orang asing di lingkungan mereka. Selain itu, plang ini juga berfungsi sebagai pengingat untuk mematuhi peraturan pemerintah mengenai pelaporan tamu, yang pada gilirannya dapat membantu mencegah tindak kriminalitas dengan mempersulit orang-orang yang berniat jahat untuk bersembunyi atau beroperasi di lingkungan tersebut tanpa terdeteksi.