1
LAPORAN AKHIR
MAGANG & STUDI INDEPENDEN BERSERTIFIKAT
Internet of Things (IoT) Engineer Camp Studi Independen
Di PT Ozami Inti Sinergi (Indobot Academy)
Ahmad Fahri Fahrezi 121130104
Dosen Pendamping Program (DPP):
Asri Maspupah, S.S.T., M.T.
PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO INSTITUT TEKNOLOGI SUMATERA
2024
i Lembar Pengesahan
Program Studi Teknik Elektro Institut Teknologi Sumatera Indobot Academy – Internet of Things (IoT) Engineer Camp
Di PT Ozami Inti Sinergi
oleh:
Ahmad Fahri Fahrezi 121130104
disetujui dan disahkan sebagai
Laporan Studi Independen Bersertifikat Kampus Merdeka
Lampung Selatan, 25 Juni 2024 Pembimbing Studi Independen
Prodi Teknik Elektro Institut Teknologi Sumatera
Afit Miranto, S.T.,M.T.
NIP. 199105122022031007
ii Lembar Pengesahan
Indobot Academy – Internet of Things (IoT) Engineer Camp Di PT Ozami Inti Sinergi
oleh:
Ahmad Fahri Fahrezi 121130104
disetujui dan disahkan sebagai
Laporan Studi Independen Bersertifikat Kampus Merdeka
Yogyakarta, 25 Juni 2024 Mentor IoT Indobot Academy
Herjuna Artanto, M.Pd.
NIP. 2208010702
iii Kata Pengantar
Dengan penuh rasa syukur, penulis panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah Swt. yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) angkatan 6 tahun 2024 dengan baik serta menyelesaikan laporan akhir ini dengan lancar.
Laporan ini disusun sebagai salah satu syarat penyelesaian program MSIB angkatan 6, serta sebagai bentuk pertanggungjawaban tertulis atas pelaksanaan program tersebut. Pada kesempatan ini, penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada semua pihak yang telah membantu dan mendukung selama pelaksanaan program MSIB 6. Ucapan terima kasih yang tulus penulis sampaikan kepada:
1. Bapak Bapak Dr. Wachyu Hari Haji, S.Kom., M.M.Si.,.M.M.si., selaku Kepala Program MSIB angkatan 6 Kampus Merdeka, Kemendikbudristek, yang telah memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar di luar kampus dan memperoleh pengalaman berharga.
2. Afit Miranto, S.T., M.T., selaku Pembimbing mahasiswa MSIB Program Studi Teknik Elektro Institut Teknologi Sumatera, yang telah memberikan bimbingan dan dukungan selama program berlangsung serta mempermudah proses administrasi seperti Surat Rekomendasi (SR), Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM), dan konversi SKS.
3. Bapak Oby Zamisyak, S.Pd, M.Pd., selaku Pimpinan PT Ozami Inti Sinergi, mitra penyelenggara program MSIB 6, yang telah memberikan kesempatan untuk belajar IoT melalui program “Indobot Academy - Internet of Things (IoT) Engineer Camp”, serta memberikan pengalaman baru yang dapat meningkatkan softskill dan hardskill penulis.
Dengan segala bantuan dan dukungan tersebut, penulis berharap laporan ini dapat bermanfaat dan menjadi referensi yang berharga bagi pembaca. Terima kasih.
iv Daftar Isi
Lembar Pengesahan ... i
Lembar Pengesahan ... ii
Kata Pengantar ... iii
Daftar Isi ... iv
Daftar Tabel ... v
Daftar Gambar ... vi
1. Gambaran Umum ... 1
1.1 Profil Perusahaan ... 1
1.2 Deskripsi Kegiatan ... 3
1.3 Lingkup ... 4
1.4 Tujuan ... 4
1.5 Project Akhir IoT Smart Device ... 5
2. Aktivitas Bulanan ... 18
3. Penutup ... 27
A. Kesimpulan ... 27
B. Saran ... 28
Referensi... 29
Lampiran ... 30
... 30
v Daftar Tabel
Tabel 1.1 Kompetensi yang dipelajari Peserta Selama Program Berlangsung ... 4
Tabel 1.2 Pembagian Role dan Responsibility Tim Project ... 5
Tabel 1.3 Komponen Alat dan Bahan yang Digunakan ... 8
Tabel 1.4 Dokumentasi Kegiatan ... 15
Tabel 1.5 Skenario Percobaan ... 16
vi Daftar Gambar
Gambar 1.1 Struktur Organisasi Studi Independen di PT Ozami Inti Sinergi ... 2 Gambar 1.2 Skema Rangkaian Alat ... 11 Gambar 1.3 Flowchart Cara Kerja Alat ... 12
1
1. Gambaran Umum
1.1 Profil Perusahaan
PT Ozami Inti Sinergi adalah start-up penyedia layanan edukasi teknologi IoT yang memiliki beberapa misi, seperti menyediakan e-course Internet of Things yang up to date dan workshop Internet of Things online berbasis project-based learning. PT Ozami Inti Sinergi adalah Badan Hukum yang berdiri pada tanggal 25 Februari 2021 dengan Nomor AHU-00802.AH.02.01-Tahun 2016, tanggal 20 September 2016 dan telah sesuai dengan persyaratan pengesahan Pendirian Badan Hukum Perseroan.
Perusahaan ini didirikan oleh anak bangsa yang telah melakukan penelitian di bidang Industri Teknologi sejak tahun 2015 menggunakan merek Indobot. PT Ozami Inti Sinergi memulai perusahaan ini dalam bidang pendidikan robotika.
Kemudian pada 2019 Indobot bertransformasi ke platform digital yaitu Indobot Academy. Indobot Academy sekarang bergerak di bidang jasa pelatihan Internet of Things (IoT) dengan media website sebagai platform pembelajaran, zoom sebagai media video conference, dan discord sebagai media komunikasi grup lintas member.
Tahun 2020, Indobot Academy tidak hanya menyediakan layanan pelatihan online, namun juga membuka peluang kerjasama bagi instansi atau perusahaan yang ingin mengadakan pelatihan Elektronika, Arduino, dan IoT bagi staf atau guru sekolah, serta menerima jasa pembuatan project Arduino dan IoT. Selain kurikulum yang terstruktur, Indobot Academy memberikan praktikum melalui proyek Arduino dan IoT yang aplikatif menggunakan Starter Kit yang kami sediakan. Dalam rangka pengembangan layanan dan produk kami agar bisa dipercaya dan bisa bersaing dengan perusahaan di bidang yang sama, pada tahun 2021 kami telah mengajukan dan resmi berbadan hukum dengan nama PT Ozami Inti Sinergi.
Hingga saat ini, Indobot Academy masih bergerak di bidang pendidikan teknologi dan jasa di mana Indobot menyediakan jasa teknologi, event, training, dan e-course untuk member Indobot dan berfokus di bidang pengembangan karir dan skill digital dengan user lebih dari 45.000 orang. Indobot Academy tidak hanya
2 menyediakan layanan pelatihan online, namun juga membuka peluang kerjasama bagi instansi atau perusahaan yang ingin mengadakan pelatihan Elektronika, Arduino, dan IoT bagi staf atau guru sekolah, serta menerima jasa pembuatan project Arduino dan IoT. Selain kurikulum yang terstruktur, Indobot Academy juga memberikan praktikum melalui proyek Arduino dan IoT yang aplikatif menggunakan Starter Kit yang telah disediakan.
PT Ozami Inti Sinergi menjalankan program Studi Independen dengan struktur organisasi sebagai berikut:
Gambar 1.1 Struktur Organisasi Studi Independen di PT Ozami Inti Sinergi
3 1.2 Deskripsi Kegiatan
Tren teknologi masa kini salah satunya dikendalikan oleh Internet of Things (IoT) yang merupakan teknologi revolusi 4.0. IoT mendapat julukan “The Next Big Thing” karena potensinya yang diyakini akan mengubah dunia dengan menciptakan jaringan raksasa yang menghubungkan berbagai perangkat melalui jaringan perangkat. Dengan adanya IoT, beberapa pekerjaan bisa terselesaikan tanpa terlalu banyak campur tangan manusia.
Berangkat dari latar belakang di atas dan prediksi bahwa ke depannya skill IoT akan dibutuhkan, PT Ozami Inti Sinergi menjalankan program Kampus Merdeka Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) angkatan 6 dengan judul “Indobot Academy - Internet of Things (IoT) Engineer Camp”. Berikut rincian terkait program tersebut:
● Durasi aktivitas : 16 Februari - 30 Juni 2024
● Masa pendaftaran : 30 November - 22 Desember 2023
● Jumlah kredit SKS : 20 SKS
● Tipe aktivitas : Online (Daring)
● Lokasi aktivitas : Online (Daring)
● Jumlah peserta : 200 orang
Program Indobot Academy - Internet of Things (IoT) Engineer Camp memberikan peluang untuk meningkatkan kuantitas lulusan yang berkualitas di Indonesia khususnya di bidang IoT embedded system dan smart device. Program tersebut tidak terbatas pada satu latar belakang jurusan saja karena setiap mahasiswa memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi ahli IoT.
Proses pembelajaran dalam program menggunakan metode flipped classroom, di mana peserta belajar secara mandiri atau asynchronous melalui modul dan video di setiap materi dan synchronous melalui Zoom Meeting dan Discord di bawah bimbingan para mentor yang ahli di bidang IoT. Berikut delapan kompetensi yang dipelajari peserta selama program berlangsung.
4 Tabel 1.1 Kompetensi yang dipelajari Peserta Selama Program Berlangsung
No Kompetensi Bobot SKS
1 Teknik Perancangan dan Konsep IoT 2
2 Teknik Elektronika dan Peralatan Perbengkelan 2
3 Teknik Mikrokontroler Wifi 2
4 Integrasi Device IoT dengan Platform IoT 3
5 Data Collecting Device IoT 2
6 Teknik Interface IoT Web & Android Apps 3
7 Proyek Akhir IoT Smart Device 4
8 Persiapan karir, CV, dan Interview 2
Total SKS 20
1.3 Lingkup
Lingkup kegiatan program Indobot Academy - Internet of Things (IoT) Engineer Camp tidak hanya meliputi pengembangan pengetahuan atau pemahaman mahasiswa Indonesia tentang teori IoT mulai tingkat dasar hingga expert, tetapi juga pengembangan kemampuan berpikir kreatif dan inovatif melalui pembuatan produk IoT Smart Device. Adapun kegiatan dalam program Indobot Academy - Internet of Things (IoT) Engineer Camp, yaitu:
1. Self-paced learning 2. Kelas zoom expert
3. Sesi konsultasi dan laporan kegiatan
4. Sesi meeting team bersama mentor profesional 5. Project akhir IoT smart device
1.4 Tujuan
Tujuan program MSIB yang penulis dan peserta program Studi Independen Indobot Academy - Internet of Things (IoT) Engineer Camp dapatkan adalah sebagai berikut:
1. Pembelajaran yang relevan
5 Peserta mendapatkan ilmu praktis dan sertifikasi yang sesuai kebutuhan industri, khususnya di bidang IoT atau sebagai IoT Engineer.
2. Ubah aspirasi jadi aksi
Mendapatkan kesempatan untuk mulai meniti karir yang diinginkan, yakni sebagai IoT Engineer melalui persiapan karir dan memperluas relasi pada kelas zoom expert bersama praktisi IoT.
3. Kreativitas tanpa batas
Pengalaman mengimplementasikan ilmu sesuai standar industri IoT.
Peserta dibekali materi IoT hingga mampu mengerjakan project IoT Smart Device.
4. Bangun dan perluas koneksi
Berjejaring dengan pihak-pihak dari dunia industri IoT, beberapa di antaranya ialah Antares, Telkom, tim IoT architecture Bobobox, tim data engineer di Sirclo, praktisi IoT di BRIN dan Leopard Teknologi.
1.5 Project Akhir IoT Smart Device 1.5.1 Struktur Tim Project
Project akhir dengan tema “Project IoT Smart Energy” dikerjakan dalam tim dengan rincian sebagai berikut:
● Judul Project : Sistem Monitoring Pengisian Air Tandon berbasis Internet of Things (IoT)
● Kelas : SIB6 - Dioda
● Tim : Kelompok Dioda (E)
Tabel 1.2 Pembagian Role dan Responsibility Tim Project
ID Nama Program
Studi
Perguruan Tinggi
Role &
Responsibility
6 1 Abdurrahman
Abiyyu Raf
Teknik Elektronika
Politeknik Negeri Padang
Project Manager
2 Juan Christman Siapnipar
Teknik Elektro
Institut Teknologi Sumatera
Hardware Engineer 3 Ahmad Fahri
Fahrezi
Teknik Elektro
Institut Teknologi Sumatera
Firmware Engineer 4 M.Alfian
Furqon Hakim
Teknik Elektro
Universitas Pendidikan Indonesia
UI/UX Design
5 Fitrianingsih Fiqri
Sistem Komputer
Universitas Sumatera Utara
Software Engineer
1.5.2 Latar Belakang Project
Pada saat ini penggunaan pompa Electrical Submersible Pump (ESP) atau pompa tanam sering kita jumpai pada rumah-rumah lingkungan sekitar terutama pada perumahan baik komersil maupun subsidi.
Electric Submersible Pump (ESP) adalah sebuah pompa yang dirancang khusus, di mana motor dan komponen-komponen lainnya tertutup rapat, karena pada penggunaannya nanti seluruh permukaan pompa ini akan terendam ke dalam air. Pompa yang digunakan dalam instalasi Electric SubmersiblePump (ESP) adalah pompa sentrifugal multistage yang dioperasikan dalam posisi vertikal [1].
Umumnya pompa tanam ini diintegrasikan dengan sistem switch otomatis. Cara kerja pompa tanam yaitu memanfaatkan kondisi pelampung pada tampungan air sementara (Tandon) untuk men-triger switch yang nantinya switch akan memutus dan menyambungkan arus ke pompa sehingga pompa akan hidup secara otomatis tergantung dengan level ketinggian air. Sistem ini sangatlah membantu pengguna dalam pengisian air dikarenakan menghemat tenaga dan waktu sehingga para pengguna tidak perlu memantau apakah air dirumah masih ada atau sudah habis.
7 Namun penggunaan pompa tanam ini memiliki kekurangan yaitu pompa akan terus menyala apabila air pada tandon sudah habis dan sumur sebagai sumber mata air sudah kering, pompa akan menyala terus menerus tanpa henti yang dapat menyebabkan pemborosann listrik dan dapat membuat pompa overheatinng.
Menurut Studi PLN dari Lembaga Penelitian dan Pengembangan Ketenagalistrikan PLN tahun 2018 menemukan bahwa pompa air merupakan penyumbang konsumsi listrik terbesar kedua di rumah tangga Golongan R-1, setelah penerangan. Rata-rata konsumsi listrik pompa air mencapai 20% dari total konsumsi listrik rumah tangga [2].
Diperlukan solusi untuk mengantisipasi pemborosan listrik dan overheating pada pompa tersebut, karena itu HydroFlow hadir dengan dilengkapi sensor waterflow yang akan mendeteksi aliran air, LCD 20x4 denga I2C, dan diintegrasikan dengan teknologi Internet of Things sehingga pengguna dapat melihat status aktivasi pompa, dan dapat mengetahui apabila pompa menyala tampa adanya air yang terdistribusi.
1.5.3 Tujuan
Alat monitoring aliran air dan aktivasi pompa berbasis IoT mobile app dibuat dengan tujuan yang diantaranya adalah:
• Memberikan informasi kepada pengguna tentang status aktivasi pompa air.
• Mencegah pemborosan listrik dan overheating pada pompa air ESP 1.5.4 Target Pengguna
Adapun target penggunaan alat ini rumah tangga golongan R-1 yang menggunakan pompa submersible dan switch otomatis.
1.5.5 Manfaat
● Meningkatkan kenyamanan pengguna dengan mempermudah status monitoring aliran air.
● Memperpanjang umur pompa dengan mengatisipasi terjadinya overheating akibat tidak ada lagi air yang mengalir
● (Electrical Submersible Pump).
● Meningkatkan efisiensi penggunaan energi listrik di rumah tangga
8 1.5.6 Alat dan Bahan yang Digunakan
Kebutuhan komponen (sensor, aktuator, controller) adalah sebagai berikut
Tabel 1.3 Komponen Alat dan Bahan yang Digunakan
No Komponen Spesifikasi Fungsi Harga
1. NodeMCU ESP 8266 LOLIN
• Tegangan operasi:
3.3V DC
• Tegangan
Masukan: 7-12V DC
• Pin Digital I/O (DIO): 16
• Pin Analog Input (ADC): 1
• Flash Memory: 4 MB
• SRAM: 64 KB
• Clock Speed: 80 MHz
Sebagai board mikrokontroler yang mengatur jalannya
program.
Rp 35.000
2. Sensor WaterFlow Brass ½ inch YF-B1
• Tegangan operasi:
5-18V DC
• Tekanan
Maksimum: 1.5 Mpa
• Suhu Kerja: - 40°C/+80 °C
• Min Resistansi Isolasi: 100M Ohm
• Output Pulse Siklus: 50%+/-10%
Mengukur debit air yang
mengalit melewati pipa
Rp 45.000
9
• Koneksi kabel:
Merah (VCC), Hitam (GND), Kuning (Data).
• Flow Rate: 1- 25 L/min
3. Sensor LDR LM393
• IC Chip: LM393
• Tegangan
masukan: 3.3 – 5 V
Mendeteksi
kapan LED
Indikator hidup dengan
mengatur treshold
Rp 15.000
4. LED Indikator • Size: 5,5 mm
• Forward Current:
20 mA
• Suhu kerja: -40 - 85
°C
Indikator
aktifitas pompa menyala
Rp 1.500
5. Resistor • Nilai Resistansi:
100K Ω
Pengaman LED Rp 1.000
6. Power Supply • Tegangan
masukan: 220 V AC
• Output: 12 V DC
Sumber listrik rangkaian
Rp 40.000
7. Modul Step Down LM 2596
• Suhu kerja: -40 - 85
°C
• Tegangan
masukan: 4-35 V
• Output: 1.23-30 V DC (Adjustable)
Menurunkan tegangan listrik DC dari 12V menjadi 5V
Rp 15.000
10
• Dimensi:
43x21x14 MM
8. LCD 20x4 • Tampilan: 20 karakter x 4 baris (dapat
menampilkan hingga 80 karakter)
• Interface: I2C (memungkinkan komunikasi dengan mikrokontroler menggunakan protokol I2C)
• Backlight:
berwarna biru dengan kontras
yang dapat
disesuaikan
• Warna karakter:
berwarna hitam
• Ukuran karakter:
Sekitar 2.96 x 4.75 mm
• Tegangan operasi:
Biasanya 5V
Dipasangkan di box untuk menampilkan data Flowrate volume dan status aktif pompa
Rp 54.000
9. Baseboard • Expantion I/O
• Expantion Power Vcc/GND
• Input Jack
Wadah Nodemcu
dengan pin extension yang
Rp 17.500
11
• Tegangan
Masukan: 6-24 V DC
mempermudah sehingga tidak perlu disolder 10. Project Box • Tipe: X6
• Dimensi: 18 x 11 x 6 cm
• Bahan: Plastik
Pelindung semua
komponen yang digunakan agar memiliki tingkat keawetan yang tinggi
Rp 20.000
11. Kabel Telpon • Isi 4 Serabut
• Panjang 20 meter
Menghubungan sensor dengan esp 8266
Rp 80.000
12. Kabel Jumper F to Female
• Panjang 20 cm Penghubung antar Komponen
Rp 20.000
1.5.7 Konsep Alat
a. Skema Rangkaian
Gambar 1.2 Skema Rangkaian Alat
Pada rangkaian diatas NodeMCU ESP8266 terhubung dengan 2 Sensor yaitu sensor waterflow yang berfungsi sebagai penghitung pendeteksi air mengalir dengan cara
12 menghitung flowrate, lalu Sensor LDR yang membaca lampu indikator pada pompa air, LCD 20X4 I2C yang menampilkan karakter status pada alat, dan modul stepdown untuk penurun tegangan.
b. Flowchart Cara Kerja
Gambar 1.3 Flowchart Cara Kerja Alat Penjelasan Flowchart:
● Mulai:
Ini adalah titik awal dari alur proses.
● Konfigurasi pin:
Pada langkah ini, pin-pin pada perangkat ESP8266 dikonfigurasi sesuai kebutuhan sistem.
● Hubungkan ESP8266 ke Wifi:
Pada tahap ini, perangkat ESP8266 mencoba untuk terhubung ke jaringan WiFi.
● Memeriksa konektivitas Wifi:
13 Proses ini memeriksa apakah ESP8266 berhasil terhubung ke jaringan WiFi.
● Jika tidak:
Proses berulang untuk mencoba menghubungkan kembali ke WiFi.
● Jika ya:
Lanjut ke langkah berikutnya.
● Update waktu sistem:
Setelah terhubung ke WiFi, sistem mengupdate waktu sesuai dengan waktu dari server atau jaringan.
● Pengaturan Water Pump:
Pada langkah ini, pompa air diatur untuk memulai operasinya.
● Pembacaan Status waterpump oleh sensor LDR:
Proses ini memeriksa apakah pompa air berhasil menyala.
● Jika tidak:
Sistem mengirimkan status "OFF" ke database, menunjukkan bahwa pompa air tidak menyala.
● Jika ya:
Lanjut ke langkah berikutnya.
● Water Meter membaca aliran air:
Proses ini memeriksa apakah meteran air mendeteksi adanya aliran air.
● Jika tidak:
Sistem mengirimkan status "Warning" ke database, menunjukkan bahwa ada masalah dengan aliran air.
● Jika ya:
Lanjut ke langkah berikutnya.
● Mengirimkan Data Flowrate dan Volume ke Database:
Data mengenai laju aliran (flowrate) dan volume air dikirimkan ke database untuk pencatatan dan analisis lebih lanjut.
● MIT Menampilkan Data:
14 Data yang telah dikirimkan ke database kemudian ditampilkan oleh sistem aplikasi MIT.
● Selesai:
Proses selesai dan sistem kembali ke kondisi awal atau standby untuk siklus berikutnya.
c. Cara Kerja Sistem
Cara kerja dari alat ini adalah NodeMCU ESP8266 menerima input data sensor LDR untuk memastikan apakah pompa air menyala atau tidak dengan membaca intensitas cahaya yang ada pada led indikator, apabila pompa menyala otomatis Sensor waterflow akan membaca flowrate dan total volume yang telah mengalir melalui sensor yang terhubung. Lalu, NodeMCU ESP8266 mengirim data sensor ke server Firebase. Setelah itu data sensor diterima oleh Firebase Realtime Database lalu ditampilkan pada dashboard aplikasi mobile yang dibangun build mengguna MIT App Inventor. Aplikasi mobile tersebut membaca dan menampilkan data dalam bentuk yang mudah dipahami pengguna.
d. User Interface
user interface (UI) dibuild dalam bentuk aplikasi mobile dengan menggunakan MIT APP Inventor dengan memanfaatkan Firebase sebagai Realtime Database. Aplikasi dirancang sedemikian rupa dengan memuat beberapa tampilan, yakni signup & login screen, dashboard utama, minflow sebagai media Customer Service, Lalu informasi team. Pada halaman dashboard memuat tampilan data nilai flow rate dan volume serta informasi aktivasi pompa secara real- time. Dengan struktur aplikasi yang sederhana sehingga memudahkan bagi pengguna untuk memantau dan menganalisis data secara real-time.
1.5.8 Hasil Demonstrasi
15 Tabel 1.4 Dokumentasi Kegiatan
No Kegiatan Dokumentasi
1. Komponen yang digunakan
2. Pemrograman
3. User Interface
16 4. Hardware
5. Uji coba dan Demo Alat
https://www.youtube.com/watch?si=5al0PH0vKswVC_
jD&v=p7resoHlSGg&feature=youtu.be
1.5.9 Skenario Percobaan
Tabel 1.5 Skenario Percobaan
No Objek
Pengukuran
Indikator Aktifitas System
1. Pompa Akuarium Ikan
Air 600 ml yang dituangkan melewati sensor waterflow
Nilai Flowrate sebesar 1.5 L/Min
tertampil pada LCD dan aplikasi dan total volume air yang telah melewati sensor yaitu 599 ml
2. Pengukuran Pada Electrical Submersibel Pump/ Pompa tanam
Ada air yang mengalir dan sensor waterflow membaca ada aliran air
Nilai Flowrate terbaca dan total volume terbaca pada LCD dan Aplikasi
17 1.5.10 Kesimpulan dan Saran Percobaan
Berdasarkan hasil percobaan dari pembuatan alat Hydroflow, penulis dapat memperoleh kesimpulan sebagai berikut:
a. Alat mendeteksi apabila terjadi kondisi warning yaitu sumber mata air telah habis dan pompa otomatis tetap menyala
b. Alat dapat memonitoring status pengisian dan kondisi aktivasi pompa air secara langsung melalui display LCD dan secara jarak jauh melalui aplikasi mobile.
c. Dapat menampilkan data flow rate dan total volume air yang melewati sensor apabila pompa air menyala pada aplikasi mobile secara real-time e. Alat dapat membantu masyarakat yang menggunakan pompa air
submersible dengan sistem switch otomatis untuk mencegah pemborosan yang disebabkan oleh kekeringan pada sumber mata air.
Adapun saran yang diberikan oleh penulis untuk pengembangan prohect ini dimasa depan adalah sebagai berikut:
a. Memilih sensor waterflow yang sesuai dengan kemampuan pompa air, menyesuaikan tekanan yang dapat di terima oleh sensor untuk memperpanjang usia alat.
b. Memodifikasi software dikarenakan sebelumnya software di build dengan menggunakan MIT APP Inventor sehingg ada keterbatasan dan tidak bisa membuat notifikasi pop up.
c. Menambahkan kontrol relay ke pengaturan pompa, jadi apabila terjadi kekeringan pengguna dapat mematikan pompa otomatis dari jarak jauh.
18 2. Aktivitas Bulanan
Kegiatan Bulanan dari MSIB 6 di Indobot Academy terdiri menjadi 3 bagian yaitu kegiatan awal adalah pembekalan berupa pembelajaran terstruktur dan praktikum, lalu kegiatan kedua yaitu perancangan dan implementasi projec, kemudian Asessment sebagai evaluasi penilaian dan Expo berupa pameran online dengan virtual booth dari masing-masing project peserta, berikut merupakan aktivitas bulanan yang lebih rinci dan telah penulis cantumkan ke laman Kampus Merdeka:
1.5 Tabel kegiatan bulanan studi independen Indobot Academy
Bulan Kegiatan
1 Kegiatan yang dilakukan pada bulan pertama dalam masa studi independet di Indobot Academy Cycle 6 meliputi kegiatan mingguan yaitu meeting bersama Mentor Expert yang ahli pada bidangnya, kemudian pada hari selasa dan kamis terdapat kegiatan belajar mandiri atau self paced learning, lalu terdapat kegiatan laporan dan konsultasi yang dilakukan bersama mentor pada hari rabu dan jumat guna memonitoring kegiatan dan perkembangan para peserta. selama 4 pekan ini ditiap hari senin materi yang dibawakan mulai dari pekan pertama dengan materi “Cara Membangun Solusi IoT yang Tepat” yang disampaikan oleh Bapak Fakhri Rizal Santosa, S.Kom. kemudian pada pekan selanjutnya bersama dengan Bapak Teguh Dayanto S.T. dengan materi yang dibawakan yaitu “Macam – Macam Komunikasi Data Internet of Things dan Penggunaanya” yang disampaikan oleh Bapak Abdul Aziz Sidiq Tri Putra, M.Pd. lalu pada pekan ketiga dengan materi “Pentingnya Skill Elektronika untuk IoT Engineer”, dan pada pekan keempat yang disampaikan secara langsung oleh direktur PT. Ozami Inti Sinergi yaitu Bapak Oby Zamisyak, M.Pd. dengan materi
“Kelas Live Rahasia Produk Internet of Things Smart Home”. Pada bulan pertama ini materi yang dipelajari berupa basic elektronika dan komunikasi data sebagai perkenalan dengan dunia IoT dan terdapat beberapa praktikum
19 yang dilakukan guna meningkatkan kemampuan dari para peserta. Dalam mengikuti kegiatan MSIB ini tentu terdapat tantangan yang dihadapi salah satunya yaitu mengikuti pembelajaran secara online dan melakukan praktikum yang mana apabila terdapat error pada praktikum para peserta secara tidak lamgsung dituntut untuk menemukan solusi dari permasalah yang dihadapi secara mandiri, namun dengan adanya platform discord yang disediakan oleh mitra MSIB untuk berdiskusi. Selama mengikuti program ini saya dapat bisa memahami lebih dalam mengenai dunia IoT. Adapun kompetensi yang saya dapat mengenai IoT yaitu:
• Cara membangun solusi IoT yang tepat
• Pengenalan Internet of Things
• Arsitektur Internet of Things
• Memahami perkembangan IoT dan infrastruktur IoT
• Macam-macam komunikasi data IoT dan penggunaannya
• Elektronika dasar
• Jenis dan cara kerja sensor dan aktuator
• Jenis electronic board development dan cara pemilihannya
• Pentingnya skill elektronika untuk IoT Engineer
• Pemrograman bahasa C dan arduino
• Proyek kalkulator akses LCD dan keypad
• Jenis komunikasi data dan cara kerja Wifi
• Rahasia produk Internet of Things smart home
• Penggunaan Wemos D1 mini dan optimasinya
• Proyek dasar LED dan running LED
• Penggunaan tombol LED dan buzzer
2 Kegiatan peserta program Studi Independen Bersertifikat (SIB) di Indobot Academy telah memasuki minggu ke-9, dari keseluruhan kegiatan tersebut terdapat kegiatan mentoring dan koordinasi yang dilakukan bersama dengan mentor kelas dioda yaitu bapak Herjuna Artanto, S.Pd.,M.Pd. yang dilakukan setiap minggu di hari rabu dan jumat yaitu meeting team with
20 dedicated mentor. Kegiatan tersebut akan dimulai dengan monitoring perkembangan dan kendala yang di hadapi oleh tiap peserta di masing- masing kelas dengan mentornya kemudian dilanjutkan dengan membahas materi yang sebelumnya telah di berikan pada learning management system (LMS) disini biasanya mentor menjelaskan ulang materi tersebut dan meriview materi pada hari-hari sebelumnya agar ingatan para peserta akan materi tersebut semakin bagus, kemudian yang terakhir dari kegiatan mentoring ini terdapat sesi konsultasi tugas akhir yang biasanya dilakukan pada hari rabu. Selain itu terdapat kegiatan konsolidasi juga bersama DPP yaitu Ibu Asti Maspupah, S.T.,M.T. disini juga para peserta dilibatkan dengan kegiatan diskusi dua ara terkait kendala selama mengikuti kegiatan dan juga konsolidasi terkait info dan permasalahan pembelajaran ataupun administratif yang dihadapi mahasiswa di kampusnya. Adanya dua kegiatan tersebut sangatlah membantu penulis guna memberikan dorongan positif selama mengikuti kegiatan SIB ini.
Selama 8 minggu terakhir para peserta telah banyak berinteraksi dengan hal-hal yang berkaitan dengan ilmu elektronika dan juga dunia Internet of Things, para peserta khususnya penulis sudah dapat memahami secara lebih baik terkait beberapa platform dan juga bahasa-bahasa pemrograman yang umum digunakan sebagai basic dalam dunia Internet of Things, memasuki minggu 9 ini terhitung progres dari Learning Management System (LMS) telah mencapai 47% dan juga para peserta sudah mulai melakukan perancangan tugas akhir,adapaun progres dari tugas akhir penulis bisa dibilang mencapai 10%.
Dalam proses belajar dan pengerjaan tugas tersebut tentunya terdapat kendala yang dihadapi penulis, adapaun beberapa kendala yang ada berupa komponen yang digunakan rusak, dan juga terdapat error pada device yang digunakan. Solusi untuk menghadapinya yang pertama tentunya troubleshooting permasalahan dengan menganalsis komponen yang rusak, lalu menggantinya dengan membeli komponen yang baru, selain itu apabila
21 terdapat permasalahan yang tidak dapat diselesaikan terdapat forum discord, slido, dan grup whatsapp yang disediakan oleh PT. Ozami Inti Sinergi atau Indobot Academy untuk melakukan diskusi terkait perkembangan pembelajaran.
Adapun kompetensi yang didapat oleh penulis diantaranya yaitu lebih memahami terkait basic languange HTML dan C yang digunakan dalam proses pembelajaran, penulis juga dapat lebih memahami bagaimana penggunaan platform blynk sebagai platform IoT dengan berbagai tools nya baik di web maupun dalam bentuk blynk apps. Adapun Kompetensi yang saya dapatkan diantaranya:
• Edge Server versus Cloud Server
• Praktikum Proyek Serial Monitor Suhu dan Kelembapan dan Menampilkan Nilai Analog Input
• Teori dan Praktikum Web Server dengan HTML Web Page
• Praktikum Membuat Web Server Monitoring dan Kendali
• Pentingnya Penggunaan Platform Internet of Things dan Management Device
• Teori dan Praktikum Blynk IoT dan Penjelasan Dokumen Blynk IoT
• Praktikum Setting Template, Input Device, dan Test Koneksi dengan Data Dummy
• Praktikum Kendali LED, Buzzer dan Monitoring Sensor dengan Blynk IoT
• Pentingnya Data Engineering hingga Visualisasi Data IoT
• Praktikum Kendali dan Monitoring Suhu dan Kelembaban dengan Web Dashboard
• Praktikum Kendali dan Monitoring Suhu dan Kelembaban dengan Mobile Apps
• Praktikum Update Firmware dengan Teknik OTA (Over the Air) di Blynk IoT
22 3 Kegiatan peserta program Studi Independen Bersertifikat (SIB) di Indobot
Academy telah memasuki minggu ke-13, seperti pada bulan-bulan sebelumnya dari keseluruhan kegiatan tersebut terdapat kegiatan mentoring dan koordinasi yang dilakukan bersama dengan mentor kelas dioda yaitu bapak Herjuna Artanto, S.Pd.,M.Pd. yang dilakukan setiap minggu di hari rabu dan jumat pada pukul 13.00 WIB yaitu meeting team with dedicated mentor. Kegiatan tersebut dimulai dengan monitoring perkembangan dan kendala dalam pengerjaan tugas yang di hadapi oleh tiap peserta di masing- masing kelas dengan mentornya kemudian dilanjutkan dengan overview materi yang sebelumnya telah di berikan pada learning management system (LMS) disini biasanya mentor menjelaskan ulang materi tersebut dan meriview materi pada hari-hari sebelumnya agar ingatan para peserta akan materi tersebut semakin bagus, kemudian yang terakhir dari kegiatan mentoring ini terdapat sesi konsultasi tugas akhir yang dikarenakan dari minggu ke-11 telah memasuki masa pembuatan proyek akhir maka masing- masing kelompok wajib melakukan persentasi progres yang sudah ada kepada dedicated mentor di tiap kelasnya. Selain itu terdapat kegiatan konsolidasi juga bersama DPP yaitu Ibu Asti Maspupah, S.T., M.T. disini juga para peserta dilibatkan dengan kegiatan diskusi dua ara terkait kendala selama mengikuti kegiatan dan juga konsolidasi terkait info dan permasalahan pembelajaran ataupun administratif yang dihadapi mahasiswa di kampusnya. Adanya dua kegiatan tersebut sangatlah membantu penulis guna memberikan dorongan positif selama mengikuti kegiatan SIB ini.
Terhitung dari minggu ke-10 dan ke-11 merupakan minggu pembelajaran terakhir di MSIB Indobot Academy Batch 6 yaitu pada tanggal 16 april yang saya dapatkan adalah bagaimana cara nya membuat mobile apss menggunakan app builder disini kami menggunakan MIT App Inventer, lalu dilanjutkan dengan pengenalan dan cara menggunakan firebase.
Dikarenakan masa pembelajaran di Indobot Academy telah selesai dan telah memasuki masa pembuatan proyek akhir, kegiatan selanjutnya yang dilakukan berupa pembuatan proyek akhir yang dimilai dari minggu ke-12 hingga saat ini memasuki minggu ke-13. Saya beserta rekan tim dengan tema smart energy berencana untuk membuat alat monitoring debit air pada toren, yang mana alat tersebut dapat membantu untuk memantau status air yang mengalir pada pipa, hal ini bertujuan untuk menghindari penggunaan alat pompa air yang terus menerus tanpa ada hasil air yang terpompa. Progres yang telah dilakukan sudah sampai sejauh 45%, saya sebagai firmware engineer berkontribusi dalam pembuatan diagram system, dan flowchart dari penggunaan alat, kemudian saya juga yang bertugas melakukan simulasi alat untuk memastikan apakah alat yang akan dibuat dapat bekerja dengan baik,
23 simulasi yang saya lakukan menggunakan platform proteus, kemudian pekerjaan saya selanjutnya adalah membuat program akhir untuk alat nantinya. Untuk saat ini progres dari kelompok saya sudah sampai pada pembelian komponen yang digunakan, dan sedang dalam pengiriman oleh ekspedisi.
Tantangan terbaru yabg saya hadapi adalah dalam membuat program dari alat yang akan dibuat, yang mana disini kami membuat inovasi baru sehingga sulit untuk menemukan kiblat dari jalur perancangan alat tersebut, solusi yang saya lakukan adalah bertanya kepada dedicated mentor dan rekan atas permasalahan yang saya hadapi dalam membuat program, dan tentunya menonton tutor yang saya dapatkan dari youtube.
Adapun kompetensi yang didapat oleh penulis diantaranya yaitu lebih memahami terkait basic languange HTML dan C yang digunakan dalam proses pembelajaran, penulis juga dapat lebih memaham16i bagaimana penggunaan platform blynk sebagai platform IoT dengan berbagai tools nya baik di web maupun dalam bentuk blynk apps.
Kompetensi yang didapatkan selama 4 minggu di bulan ke-3 sangat challenging dan tricky. Pembelajaran pada 1 bulan ini sudah mulai kompleks yaitu membuat aplikasi dan database. Pengembangan kompetensi yang sudah saya dapatkan diantaranya:
• Mengenal Peran Data Engineer di IoT
• Teori dan Praktik Aplikasi Android Apps Builder
• Teori dan Praktikum Cara Kerja API, penggunaan API Blynk IoT, dan Membuat Aplikasi Counter Sederhana dan Kendali LED
• Praktikum Membuat Aplikasi Monitoring dengan API Blynk IoT
• Tips Manajemen Proyek IoT dalam Tim6. Teori dan Pengenalan tentang Firebase
• Kendali LED dan Mengirim Data dari Firebase
• Proyek Firebase Aplikasi Monitoring Suhu dan Kelembapan
• Pengenalan Tools Trello Managemen Proyek dan Fitur yang ada di Dalamnya
• Metode S.M.A.R.T. untuk Manajemen Proyek
• Kanban di Trello untuk Manajemen Proyek
• Menyusun Trello Proyek IoT dengan Metode S.M.A.R.T untuk Manajemen Proyek13. Rahasia produk Internet of Things smart home
• Serunya jadi Tim IoT di Bobobox
4 Kegiatan peserta program Studi Independen Bersertifikat (SIB) di Indobot Academy telah memasuki babak akhir dimana para peserta disibukan dengan
24 pembuatan alat proyek akhir, seperti pada bulan-bulan sebelumnya dari keseluruhan kegiatan tersebut terdapat kegiatan mentoring dan koordinasi yang dilakukan bersama dengan mentor kelas dioda yaitu bapak Herjuna Artanto, S.Pd.,M.Pd. yang dilakukan setiap minggu di hari rabu dan jumat pada pukul 13.00 WIB yaitu meeting team with dedicated mentor. Kegiatan tersebut dimulai dengan monitoring perkembangan dan kendala dalam pengerjaan tugas yang di hadapi oleh tiap peserta di masing-masing kelas dengan mentornya. Yang membedakan pertemuan meeting team pada kegiatan bulan ini yaitu mulai dari tanggal 16 Mei-15 Juni yang mana pada minggu ke 13-15 para peserta melakukan finishing dari alat dan melakukan konsultasi serta latihan persentasi bersama mentor masing-masing. Selain itu terdapat kegiatan konsolidasi juga bersama DPP yaitu Ibu Asti Maspupah, S.T., M.T. disini juga para peserta dilibatkan dengan kegiatan diskusi dua ara terkait kendala selama mengikuti kegiatan dan juga konsolidasi terkait info dan permasalahan pembelajaran ataupun administratif yang dihadapi mahasiswa di kampusnya. Adanya dua kegiatan tersebut sangatlah membantu penulis guna memberikan dorongan positif selama mengikuti kegiatan SIB ini.
Terhitung dari minggu ke-12 dan ke-15 merupakan minggu merupakan waktu pengerjaan proyek akhir diamana para peserta diminta untuk fokus belajar mandiri secara berkelompok, Saya beserta rekan tim membuat alat yang berfungsi untuk memonitoring debit air yang mengalir dan akan memasuki torrent hal ini bertujuan untuk mengantisipasi adanya kekeringan air yang dapa menyebabkan pemborosan listrik dan juga berpotensi membuat pompa overheat yang mana target kami adakah pompa air otomatis dengan menggunakan sistem submarcible, proyek sudah selesai dibuat dan juga sudah di implementasikan di rumah ibu Nur Annisa Fauziana di Sukarame Bandar Lampung.
Tantangan terbaru yang saya hadapi dalam membuat program sebagai firmware engineer yang mana untuk mencapai keadaan steady state atau stabil dari suatu sistem itu sendiri ternyata sangatlah sulit, oleh karena itu dibutuhkan analisis dan ketelitian terutama dalam menentukan nilai treshold dari komponen yang digunakan guna meminimalisir error yang terjadi.
Adapun kompetensi yang didapat oleh penulis diantaranya yaitu lebih memahami terkait basic languange HTML dan C yang digunakan dalam proses pembelajaran, penulis juga dapat lebih memaham16i bagaimana penggunaan platform blynk sebagai platform IoT dengan berbagai tools nya baik di web maupun dalam bentuk blynk apps.
Kompetensi yang didapatkan selama 4 minggu di bulan ke-4 menurut saya lebih ke pengalaman dalam merancang proyek dan membuat sebuah alat.
25 Pembelajaran pada 1 bulan ini hanya terdapat beberapa zoom bersama mentor expert dan terdapat kegiatan mentoring pada hari rabu dan jumat bersama mentor dan DPP dikarenakan kegiatan pembelajaran pada Indobot Academy telah usai sehingga hanya terdapat beberapa kali kelas bersama mentor expert dan sisanya diisi dengan kegiatan pembuatan proyek akhir, pesentasi, Final Asessment, dan expo. Pengembangan kompetensi yang sudah saya dapatkan diantaranya:
• Tips Trick Membangun Personal Branding IoT Engineer di Linkedin2. Teori dan Praktik Aplikasi Android Apps Builder
• Teknik Interview dan Simulasi Interview IoT Engineer4. Praktikum Membuat Aplikasi Monitoring dengan API Blynk IoT
• Rahasia Teknik Presentasi Product IoT
5 Kegiatan program Studi Independen Bersertifikat (SIB) di Indobot Academy telah berakhir begitu juga dengan kegiatan dedicated mentor bersama mentor kelas dioda yaitu bapak Herjuna Artanto, S.Pd.,M.Pd. yang biasanya dilakukan setiap minggu di hari rabu dan jumat pada pukul 13.00 WIB , Kegiatan tersebut terakhir dilaksanakan pada tanggal 31 Mei 2024 yaitu persiapan mengenai latihan persentasi proyek akhir. Selain itu kegiatan konsolidasi bersama DPP yaitu Ibu Asti Maspupah, S.T., M.T. disini juga para peserta dilibatkan dengan kegiatan diskusi dua arah terkait kendala selama mengikuti kegiatan dan juga konsolidasi terkait info dan permasalahan pembelajaran ataupun administratif yang dihadapi mahasiswa di kampusnya dan yang terakhir adalah mentoring pemmbuatab laporan akhir, diamana DPP meminta progres dari peserta dengan melakukan absensi satu persatu pada zoom meet, meeting bersama DPP terakhir dilaksanakan pada tanggal 14 Juni 2024, Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi penulis guna memberikan dorongan positif selama mengikuti kegiatan SIB ini.
Terhitung dari minggu ke-17 hingga ke-19 merupakan minggu pengerjaan laporan akhir, kegiatan MSIB 6 indobot Academy resmi telah berakhir dengan simbolis diadakannya kegiatan Expo dan Graduation. Penulis sedang mengerjakan laporan proyek akhir hingga saat ini dan sedang dalam pemantauan oleh DPP yaitu Ibu Asti Maspupah, S.T., M.T.
Tantangan yang saya hadapi pada saat ini merupakan pengerjaan laporan yang sangat banyak mulai dari logbook bulan 4-5, laporan akhir kampus merdeka, laporan akhir untuk dosen mata kuliah yang saya konversi, solusi yang saya lakukan yaitu membuat list deadline dan tingkat urgensi dari semua tugas dan memprioritaskan pengerjaan ataas urgensi dan deadline terdekat sehingga saya bisa memanajemen waktu untuk melakukan kegiatan sehari-sehari di rumah dan mengerjakan tugas MBKM dan Kampus.
26 Adapun kompetensi yang didapat oleh penulis dalam proses Studi Independent MSIB 6 diantaranya yaitu lebih memahami terkait basic languange HTML dan C yang digunakan dalam proses pembelajaran, penulis juga dapat lebih memahami bagaimana penggunaan platform blynk sebagai platform IoT dengan berbagai tools nya baik di web maupun dalam bentuk blynk apps, cara branding diri, cara mempersentasikan produk IoT.
27 3. Penutup
Program studi independent bersertifikat dengan mitra PT. Ozami Inti Sinergi (Indobot Academy) dengan program “IoT Engineer Camp” yang dilaksanakan mulai dari tanggan 16 Februari 2024 yang dibuka dengan Onboarding dan pada tanggan 15 juni 2024 ditutup dengan acara kegiatan pameran Expo bersamaa dengan Graduation telah resmi berakhir. Kegiatan studi independent yang penulis ikuti selama 4 bulan ini sudah banyak memberikan penulis pengetahuan dan pengalaman lebih di bidang Internet of Things diharapkan kedepannya ilmu pengetahuan yang sudah didapatkan dapat penulis kembangkan sehingga dapat berguna bagi bangsa ini. Berikut beberapa kesimpulan dan saran dari penulis setelah melaksanakan studi independent selama 4 bulan.
A. Kesimpulan
1. Internet of Things (IoT) merupakan teknologi utama dalam Revolusi Industri 4.0, dikenal sebagai "The Next Big Thing" karena potensinya yang besar dalam merevolusi cara kerja dan komunikasi melalui jaringan perangkat yang saling terhubung. Program MSIB "Indobot Academy - Internet of Things (IoT) Engineer Camp" sangat relevan dengan tren ini, karena pentingnya keterampilan IoT di masa depan.
2. Program ini memberikan kesempatan besar bagi mahasiswa dari berbagai latar belakang untuk mengembangkan karir sebagai IoT Engineer. Sertifikasi yang diakui industri memberikan keunggulan kompetitif bagi peserta saat memasuki dunia kerja, khususnya di sektor teknologi.
3. Program ini tidak hanya menekankan pada teori, tetapi juga mendorong kreativitas dan inovasi melalui pembuatan produk IoT Smart Device.
Kegiatan seperti pembelajaran mandiri, kelas expert zoom, sesi konsultasi, rapat tim, dan proyek akhir memberikan pengalaman belajar yang komprehensif dan mendalam.
28 B. Saran
1. Kedepannya besar harapan penulis agar program MSIB ini dapat di konversi dengan mata kuliah wajib yang relevan dengan kompetensi yang didapatkan oleh mahasiswa di program ini, dikarenakan sebagian rekan penulis banyak sekali yang terkendala terkain koversi dari SKS. Mungkin dari pihak Kemendikbud dan Kampus Merdeka dapat melakukan sosiaisasi ke kampus- kampus terkait dengan melakukan branding sehingga dapat menghilangkan stigma bahwasanya “MSIB dapat menurunkan kualitas akademis mahasiswa”.
2. Dan besar harapan penulis agar kedepannya program magang terutama untuk mahasiswa yang memiliki tujuan menjadi praktisi di sektor industri dan sektor lainnya, dapat melakukan konversi dari kegiatan magangnya menjadi tugas akhir, dengan catatan bahwa ada suatu project yang dikerjakan oleh mahasiswa tersebut, karena melihat realita saat ini banyak sekali freshgraduate yang lulus tanpa adanya pengalaman terutama mahasiswa yang ingin menjadi praktisi atau teknisi ahli di suatu bidang.
29 Referensi
[1] S. R. Nanda Putri Miefthawati, “Perkiraan Jumlah Konsumsi Listrik Di Provinsi Riau Tahun 2023-2026 Dengan Kombinasi Metode Regresi Linier Berganda Dan Single Moving Average,” IJIRSE: Indonesian Journal of Informatic Research and Software Engineering, vol. 1, no. 3, 2024.
[2] W. U. Allika Puspita, “PERBANDINGAN KEEKONOMIAN ANTARA DESAIN ULANG ELECTRIC SUBMERSIBLE PUMP(ESP) DAN PENGGUNAAN SUCKERROD PUMP(SRP) DI SUMUR ALK- 20LAPANGAN-X,” in Seminar Nasional Cendekiawan, 2015.
30 Lampiran
Sertifikasi Keahlian (IoT Engineer Camp – Indobot Academy)
31
32