1
LAPORAN AKHIR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Sosialisasi Perilaku Eco-Driving Bagi Pengendara Sepeda Motor Menuju Penghematan Energi Fosil
Oleh:
Kemas Muhammat Abdul Fatah S.T. M.T. NIDN : 0217067203 Ir. Indriyani, A.P., S.T., M.Si. NIDN : 0220016401
Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai Fakultas Teknik
2024
i
ii RINGKASAN
Seiring dengan pertumbuhan populasi kendaraan bermotor yang secara bersamaan juga terjadi peningkatan konsumsi BBM, dimana BBM adalah salah satu sumber energi fosil, maka pada suatu ketika sumber energi fosil ini akan habis. Untuk itu diperlukan upaya penghematan. Pertumbuhan populasi kendaraan bermotor juga diiringan peningkatan pengendara sepeda motor usia sekolah atau usia remaja, sehingga upaya penghematan konsumsi BBM juga seharusnya melibatkan pengendara usia sekolah atau usia remaja.
Perilaku eco-driving perlu disosialisasi kepada mereka. Kegiatan PKM ini adalah bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada pengendara motor usia sekolah atau usia remaja sehingga muncul kemauan untuk membudayakan perilaku eco-driving. Berdasarkan analisis yang dilakukan dengan menggunakan uji-t berpasangan, pengetahuan peserta sosialisasi meningkat signifikan. Dengan adanya peningkatan pengetahuan ini, diharapkan perilaku eco-driving dapat menjadi budaya berkendara, khususnya bagi pengendara usia sekolah atau usia remaja.
Kata kunci: Bahan Bakar Minyak, Eco-Driving, Energi Fosil
iii
PRAKATA
Dengan memanjatkan Puji syukur ke hadirat Allah SWT, dimana atas Rahmat dan KaruniaNya, kami dapat menyelesaikan laporan akhir kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), dalam hal ini kami melakukan PKM dengan judul Sosialisasi Perilaku Eco-Driving Bagi Pengendara Sepeda Motor Menuju Penghematan Energi Fosil.
Kegiatan ini telah dilaksanakan pada bulan Januari 2024 berlokasi di SMK PGRI Bandar Lampung. Pada kesempatan ini, tim PKM Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai mengucapkan terima kasih kepada pihak SMK, terkhusus kepada Kepala Sekolah, yang telah mengizinkan pelaksanaan PKM ini. Ucapan terima kasih juga kami sampaikan kepala Kepala LPPM dan Dekan Fakultas Teknik Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai.
Akhir kata semoga kegiatan PKM ini dapat bermanfaat, khususnya kepada kami dari tim pelaksana di dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Bandar Lampung, 22 Januari 2024
Ketua Pelaksana
Kemas Muhammat Abdul Fatah, S.T., M.T
NIDN : 0217067203
iv
DAFTAR ISI
HALAMAN PENGESAHAN ... i
RINGKASAN ... ii
PRAKATA ... iii
DAFTAR ISI ... iv
DAFTAR TABEL ... v
DAFTAR GAMBAR ... vi
DAFTAR LAMPIRAN... vii
BAB I PENDAHULUAN. ... 1
1.1 Analisis Situasi ... 1
1.2 Permasalahan Mitra ... 3
BAB II SOLUSI DAN TARGET LUARAN ... 6
2.1 Solusi yang Ditawarkan ... 6
2.2 Target Luaran ... 6
BAB III METODE PELAKSANAAN ... 7
BAB IV HASIL DAN LUARAN YANG DICAPAI ... 11
4.1 Hasil ... 11
4.2 Luaran yang Dicapai. ... 16
BAB V KESIMPULAN ... 19
DAFTAR PUSTAKA ... 20
LAMPIRAN ... 21
v
DAFTAR TABEL
Tabel 1. Hasil Pre Test dan Post Test ... 17
vi
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Jenis Kelamin Pengendara Motor ... 3
Gambar 2.2 Merek Sepeda Motor ... 4
Gambar 2.3 Jenis Sepeda Motor ... 4
Gambar 3.1. Diagram Alir Tahapan Pelaksanaan PKM ... 7
Gambar 4.1. Wakil Kepala Sekolah Memberikan Kata Sambutan Sekaligus Membuka Acara PKM ... 11
Gambar 4.2. Kegiatan sosialisasi ... 12
Gambar 4.3. Sesi foto bersama ... 13
vii
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1. Surat Tugas ... 22 Lampiran 2. Daftar Absensi Peserta Sosialisasi ... 23 Lampiran 3. Materi Sosialisasi ... 25
1 BAB I
PENDAHULUAN
1.1. ANALISIS SITUASI
Kebutuhan energi dunia meningkat pesat dari tahun ke tahun sejak revolusi industri, dan pada tahun-tahun terakhir ini mencapai 400 exajoules per tahun. Sebagian besar energi yang dihasilkan masih berbasis bahan bakar fosil, dan 30% dari energi tersebut diserap oleh kendaraan transportasi. Bahan bakar fosil sebagai sumber energi kendaraan bermotor dalam bentuk bahan bakar minyak (BBM) [1]. Peningkatan populasi kendaraan bermotor akan mendorong peningkatan konsumsi BBM. Di Indonesia, populasi kendaraan pada tahun 2020 sebesar 136,13 juta, meningkat 2,35% dibandingkan tahun sebelumnya, dan konsumsi BBM sebesar 63,96 juta kiloliter, diprediksi naik 15% pada tahun 2021, akan menyentuh angka 75 juta kiloliter [2].
Peningkatan populasi kendaraan bermotor tidak hanya diiringi oleh peningkatan konsumsi BBM, tetapi juga berdampak pada pemanasan global dimana gas CO2 yang dihasilkan merupakan salah satu jenis gas rumah kaca dan konsentrasi gas ini di atmosfer akan menyebabkan pemanasan global. Pemanasan global merupakan penyebab perubahan iklim yang akan menjadi ancaman kerusakan lingkungan di masa mendatang, sehingga pemanasan global menjadi isu yang sangat penting.
Upaya untuk mengurangi konsumsi BBM terus mengalami kemajuan seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Beberapa diantaranya adalah mengembangkan kendaraan swakendali (autonomuous vehicles) yang mampu mengurangi konsumsi BBM sampai 15%, mengembangkan kendaraan hibrid menggunakan baterai pada kendaraan listrik sebagai pengganti motor bakar, mengembangkan biofuel sebagai
2
pengganti bahan bakar fosil, mengembangkan BBM campuran, mengembangkan biogas sebagai bahan bakar alternatif, mengembangkan penggunaan material baru sehingga kendaraan menjadi lebih ringan.
Namun demikian, pengurangan konsumsi BBM dengan pendekatan teknologi dan penggunaan bahan bakar alternatif seperti yang diuraikan di atas adalah merupakan solusi parsial, dibutuhkan strategi lain yang disebut dengan eco-driving dengan biaya relatif rendah [3]. Eco-driving adalah cara mengendarai yang dirancang untuk mengurangi konsumsi BBM, berdasarkan sekelompok perilaku, beberapa diantaranya adalah gaya mengendarai, bagaimana kendaraan dikendarai, seberapa sering digunakan, beban dan perawatan kendaraan. Penurunan konsumsi BBM dapat mencapai 20% melalui perilaku eco-driving.
Perilaku eco-driving dapat dibentuk melalui pelatihan yang diberikan kepada pengendara sehingga dapat merubah perilaku. Beberapa peneliti menemukan bahwa perilaku eco-driving mampu secara efektif menurunkan konsumsi BBM ketika pelatihan yang memadai diberikan kepada pengendara, selain dapat juga memperbaiki keselamatan di jalan. Pengendara dapat diberikan pelatihan tentang teori mengendarai berbasis aturan- aturan dasar, seperti kecepatan ekonomis, mengendarai dengan halus, RPM yang tepat untuk pindah gigi persneling, mengurangi waktu idle. Pelatihan yang diberikan kepada pengendara dapat melalui instruksi yang disampaikan secara tertulis atau melalui tayangan video, atau dengan menggunakan simulator [4].
Kendaraan sepeda motor persentase populasinya paling tinggi diantara tipe kendaraan lainnya. Populasi sepeda motor di Indonesia mencapai 83% dari total populasi kendaraan atau populasi terbesar ketiga di dunia dan dimiliki oleh 85% rumah tangga.
Sehingga, ketika pengedara sepeda motor memahami dan patuh pada perilaku eco-driving, konsumsi bahan bakar dapat turun secara signifikan. Memberikan edukasi kepada
3
masyarakat menjadi sangat penting khususnya terkait dengan petunjuk sederhana perilaku eco-driving dan harus mencakup masyarakat luas.
Seiring dengan pertumbuhan populasi sepeda motor, jumlah pengendara sepeda motor usia sekolah juga ikut meningkat. Sehingga, di dalam rangka penghematan energi fosil, pengendara usia sekolah ini perlu diberikan edukasi terkait dengan perilaku eco- driving. Perilaku berkendara remaja tidak lepas dari kekhasan remaja yang cenderung berisiko. Salah satu kekhasan remaja adalah peningkatan emosi, sebagai hasil dari perubahan hormone [5]. PKM ini ditujukan untuk mengedukasi masyarakat, khususnya masyarakat pengendara sepeda motor usia sekolah menengah atas atau usia remaja di SMK PGRI I Bandar Lampung, yang menjadi mitra dalam PKM ini.
1.2. PERMASALAHAN MITRA
Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, umumnya siswa yang bersekolah di SMK PGRI 1 Bandar Lampung menggunakan sepeda motor dengan sebagai alat transportasi ke sekolah dengan berbagai merek dan jenis kendaraan. Dari pendataan yang dilakukan terhadap 36 siswa seperti yang terlihat pada Gambar 2.1, pengendara motor terdiri dari 58% siswa laki-laki dan 42% siswa perempuan.
Gambar 2.1. Jenis Kelamin Pengendara Sepeda Motor
LAKI-LAKI 58%
PEREMPUAN 42%
4
Sementara itu, untuk merek kendaran motor yang digunakan, seperti yang terlihat pada Gambar 2.2 didominasi merek Honda Beat sebesar 56%, diikuti merek Yamaha Vega sebesar 11%.
Gambar 2.2. Merek Sepeda Motor
Adapun jenis sepeda motor yang digunakan, jenis matic sebesar 76% dan jenis manual sebesar 24%, seperti yang terlihat pada Gambar 2.3.
Gambar 2.3. Jenis Sepeda Motor
Honda Beat 59%
Honda Vario 6%
Honda Genio 3%
Honda Supra X 3%
Honda Revo 3%
Yamaha Vega 11%
Yamaha Mio 6%
Yamaha FIZ-R 3%
Yamaha Mio GT 3%
Viar Star 3%
Manual 24%
Matic 76%
5
Berdasarkan data-data yang dikumpulkan, seperti yang telah dijelaskan di atas, penghematan energi fosil perlu dilakukan, apalagi konsumsi BBM sepeda motor jenis matic lebih banyak dari jenis manual. Namun, permasalahan yang muncul adalah siswa/i SMK PGRI 1 Bandar Lampung belum tahu bagaimana berkontribusi terhadap penghematan energi fosil.
6 BAB II
SOLUSI DAN TARGET LUARAN
2.1. SOLUSI YANG DITAWARKAN
Berdasarkan uraian permasalahan di atas, tim PKM dari Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai berinisiatif untuk mengadakan sosiliasasi perilaku eco-driving bagi pengendara motor menuju penghematan energi fosil.
2.2. TARGET LUARAN
Adapun luaran dari PKM ini adalah :
1. Peningkatan pengetahuan pengendara sepeda motor usia sekolah atau remaja 2. Laporan hasil PKM
7 BAB III
METODE PELAKSANAAN
Pelaksanaan PKM dengan mitra SMK PGRI 1 Bandar Lampung dibagi menjadi beberapa tahapan, seperti yang terlihat pada Gambar 3.1 di bawah ini.
Gambar 3.1. Diagram Alir Tahapan Pelaksanaan PKM
Tahapan pelaksanaan : 1. Pengamatan
PENYUSUNAN PENGAMATAN
PENDATAAN
LUARAN
SELESAI MULAI
PERSETUJUAN MITRA PENETAPAN MITRA
SOSIALISASI ANALISIS DATA
Ya Tidak
8
Pengamatan dimaksudkan untuk melihat secara langsung perilaku pengendara kendaraan sepeda motor usia sekolah atau remaja. Perilaku berkendara remaja tidak lepas dari kekhasan remaja yang cenderung berisiko. Salah satu kekhasan remaja adalah peningkatan emosi, sebagai hasil dari perubahan hormon. Pada saat yang bersamaan, remaja berupaya mencari identitas diri, menjelaskan siapa dirinya dan apa pengaruhnya dalam masyarakat. Mereka memiliki keingintahuan yang tinggi, ingin mencoba segala sesuatu yang belum pernah dialaminya. Karakteristik remaja yang demikian tercermin dalam kedisiplinan, pengetahuan dan keterampilan, serta kecepatan dalam berkendara.
2. Penetapan Mitra
Dari hasil pengamatan, diketahui bahwa kendaraan sepeda motor menjadi moda transportasi bagi siswa ke sekolah, sehingga sosilisasi perilaku eco-driving perlu menyasar institusi sekolah. Pada kegiatan PKM ini, yang menjadi mitra PKM adalah SMK PGRI 1 Bandar Lampung.
3. Persetujuan Mitra
Tim PKM Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai mengunjungi SMK PGRI 1 Bandar Lampung untuk meminta persetujuan Kepala Sekolah.
4. Penyusunan
Penyusunan yang dimaksud disini adalah menyusun materi sosialisasi dan evaluasi.
Materi sosialisasi meliputi:
a. Penayangan video proses produksi minyak bumi dan produk turunannya b. Latar belakang munculnya usaha pengehematan energi fosil
c. Perilaku eco-driving
d. Komponen pada kendaraan bermotor yang berpengaruh signifikan terhadap konsumsi bahan bakar
9 e. Hasil penelitian
Evaluasi meliputi:
a. Pre test
Ditujukan untuk mengetahui pengetahuan peserta sosialisasi terkait dengan penghematan energi fossil dan perilaku eco-driving sebelum sosialisasi/
b. Post test
Ditujukan untuk mengetahui pengetahuan peserta sosialisasi terkait dengan penghematan energi fossil dan perilaku eco-driving setelah sosialisasi
Adapun pertanyaan-pertanyaan pada pre test dan post test adalah sama. Berikut pertanyaan-pertanyaan tersebut terkait dengan:
1. Sumber-sumber energi fosil 2. Urgensi penghematan energi fosil
3. Perbedaan sepeda motor jenis matic dan manual
4. Tingkat konsumsi BBM pada sepeda motor jenis matic dan manual
5. Komponen sepeda motor yang berpengaruh signifikan terhadap konsumsi BBM 5. Sosialisasi
Sosialisasi diawali dengan kegiatan pre test, dilanjutkan dengan presentasi materi sosialisasi, dan ditutup dengan kegiatan post test.
6. Analisis Data
Analisis data menggunakan analisis statistika deskriptif, di mana data yang diperoleh pada kegiatan pre test dan post test disajikan dalam bentuk grafik dan dideskripsikan sehingga mudah difahami.
7. Luaran
Sebagai luaran dari kegiatan PKM ini adalah peningkatan pengetahuan peserta sosialisasi dan laporan akhir PKM ini. Untuk luaran dalam bentuk peningkatan
10
pengetahuan peserta sosialisasi, dapat diketahui dengan menggunakan analisis statistika inferensial teknik uji t berpasangan (paired sample t-test), dimana hipotesisnya adalah:
H0 : Tidak terdapat perbedaan pengetahuan peserta sosialisasi pada kegiatan PKM pada sebelum dan setelah mengikuti sosialiasi.
H1 : Terdapat perbedaan pengetahuan peserta sosialisasi pada kegiatan PKM pada sebelum dan setelah mengikuti sosialiasi.
11 BAB IV
HASIL DAN LUARAN
4.1. HASIL
4.1.1. Kegiatan Sosialisasi
Kegiatan sosialisasasi dihadiri oleh 36 orang siswa dan beberapa orang guru.
Kegiatan berjalan dengan lancar, dimulai dengan sambutan Kepala Sekolah, yang dalam kesempatan ini diwakilkan kepada Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, seperti yang terlihat pada Gambar 4.1.
Gambar 4.1. Wakil Kepala Sekolah Memberikan Kata Sambutan Sekaligus Membuka Acara
Kegiatan berikutnya adalah pelaksanaan pre test, semua peserta diberikan lembar jawaban dan diminta menjawab pertanyaan yang ditanyangkan slide projector. Setelah pelaksanaan pre test selesai, tiba waktunya ketua tim PKM Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai mempresentasikan materi sosialisasisi, seperti yang terlihat pada Gambar 4.2.
Setelah penyampaian materi dan sesi tanya jawab selesai, aktifitas berikutnya adalah post test, semua peserta diberikan lembar jawaban dan diminta menjawab pertanyaan yang ditanyangkan slide projector.
12 (a)
(b)
Gambar 4.2. Kegiatan sosialisasi (a) Ketua tim mempresentasi materi sosialisasi, (b) Peserta sosialisasi sedang menyimak penyampaian materi sosialisasi
Setelah post test selesai dilaksanakan, maka rangkaian acara sosialisasi berakhir. Namun, sebelum peserta sosialisasi ke tempat masing-masing, dilakukan foto bersama, seperti yang terlihat pada Gambar 4.3.
Gambar 4.3. Sesi foto bersama
13 4.1.2. Hasil Pre Test dan Post Test
Lembar jawaban yang dikumpulkan oleh peserta sosialisasi, selanjutnya dianalisis dengan menggunakan statistika deskriptif. Adapun terkait dengan pertanyaaan-pertanyaaan yang diajukan untuk mengetahui pengetahuan peserta, sebelum dan setelah sosialiasi, berikut adalah hasil yang diperoleh.
1. Sumber-sumber energi fosil
Seperti yang terlihat pada Gambar 4.3, pengetahuan peserta terkait dengan sumber-sumber energi fosil, terdapat 86% yang menjawab dengan benar dan 3% yang menjawab tidak tahu, pada sebelum sosialisasi dan meningkat menjadi 100% pada setelah sosialisasi. Ini menujukkan bahwa setelah sosialisasi, semua peserta telah memiliki pengetahuan sumber-sumber energi fosil
Gambar 4.3. Hasil test terkait dengan pertanyaan Sumber-sumber energi fosil
2. Urgensi penghematan energi fosil
Seperti yang terlihat pada Gambar 4.4, pengetahuan peserta terkait dengan urgensi penghematan energi fosil, terdapat 44% yang menjawab dengan benar dan 17% menjawab tidak tahu, pada sebelum sosialisasi dan meningkat menjadi
14
94% pada setelah sosialisasi. Ini menujukkan bahwa setelah sosialisasi, hampir semua peserta telah memiliki pengetahuan urgensi penghematan energi fosil.
Dengan pengetahuan yang dimiliki ini, diharapkan muncul kesadaran pentingnya perilaku eco-driving dan menjadi budaya dalam berkendara.
Gambar 4.4. Hasil test terkait dengan pertanyaan urgensi penghematan energi fosil 3. Perbedaan sepeda motor jenis matic dan manual
Seperti yang terlihat pada Gambar 4.5, pengetahuan peserta terkait dengan perbedaan sepeda motor jenis matic dan manual, terdapat 11% yang menjawab tidak tahu, pada sebelum sosialisasi dan menjadi 0% pada setelah sosialisasi.
Gambar 4.5. Hasil test terkait dengan pertanyaan perbedaan sepeda motor jenis matic dan manual
15
4. Tingkat konsumsi BBM pada sepeda motor jenis matic dan manual
Seperti yang terlihat pada Gambar 4.6, pengetahuan peserta terkait dengan tingkat konsumsi BBM pada sepeda motor jenis matic dan manual, terdapat 56% yang menjawab benar dan 11% yang menjawab tidak tahu, pada sebelum sosialisasi dan menjadi 94% yang menjawab benar pada setelah sosialisasi. Ini menujukkan bahwa setelah sosialisasi, hampir seluruh peserta telah memiliki pengetahuan tingkat konsumsi BBM pada sepeda motor jenis matic dan manual. Dengan pengetahuan yang dimiliki ini, dimana konsumsi motor matic lebih tinggi dari motor manual, diharapkan memunculkan kemauan yang lebih kuat lagi untuk membudayakan perilaku eco-driving.
Gambar 4.6. Hasil test terkait dengan pertanyaan tingkat konsumsi BBM pada sepeda motor jenis matic dan manual
5. Komponen sepeda motor yang berpengaruh signifikan terhadap konsumsi BBM Seperti yang terlihat pada Gambar 4.7, pengetahuan peserta terkait dengan komponen sepeda motor yang berpengaruh signifikan terhadap konsumsi BBM, terdapat 17% yang menjawab benar dan 19% yang menjawab tidak tahu, pada sebelum sosialisasi dan menjadi 81% yang menjawab benar pada setelah
16
sosialisasi. Ini menujukkan bahwa setelah sosialisasi, sebagian besar peserta telah memiliki pengetahuan komponen sepeda motor yang berpengaruh signifikan terhadap konsumsi BBM, walaupun masih ada 19% yang menjawab salah. Hasil ini dapat difahami karena peserta sosialisasi adalah siswa kejuruan teknik sehingga agak sulit mamahami. Dengan pengetahuan yang dimiliki ini, memunculkan kemauan untuk melakukan perawatan komponen-komponen yang dimaksud.
Aktifitas perawatan juga merupakan perilaku eco-driving.
Gambar 4.7. Hasil test terkait dengan pertanyaan komponen sepeda motor yang berpengaruh signifikan terhadap konsumsi BBM
4.2. Luaran
Adapun luaran dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) adalah peningkatan pengetahuan, khususnya peningkatan pengetahuan pada setelah mengikuti kegiatan sosialisasi. Untuk mengetahui apakah terjadi peningkatan atau tidak, data hasil pre test dan post test dianalisis dengan mengguankan uji perbedaan. Adapun data hasil hasil pre test dan post test terlihat pada Tabel 4.1.
17
Tabel 4.1 Hasil Pre Test dan Post Test
No Nama Peserta Nilai Keterangan
Pre Test Post Test
1 Ahmad Dorazat 40 100
2 Alya Cahya Putri 80 100
3 Anita Amelia 60 100
4 Arta Aryani 60 100
5 Arya Prambudi 40 80
6 Astuti Permata Sari 60 100
7 Atha Aryani 60 100
8 Dandhi Ari Rolian 40 80
9 Deka Andrian P 60 60
10 Dewa Habibullah 60 100
11 Dewi Safira 60 80
12 Dimas Prastio 60 100
13 Endang Ningrum 60 100
14 Harizal Al Amin 40 80
15 Hasna Sari 60 80
16 Hendi Fitriyanto 60 100
17 Indra Rafi 80 100
18 Laura Ramadhani 40 100
19 M. Fahri Zaki 40 80
20 Medi Alfado 40 80
21 Najwa Zaskiah Meika 40 100
22 Nova Diana 40 100
23 Novi Cayani 60 100
24 Nur Hilaliyah 60 100
25 Putra 60 80
26 Rahendra Wibowo 80 100
27 Rahma Firiyani 60 60
28 Regita Amanda 20 100
29 Rida Septiani 60 80
30 Rina Wulandari 80 100
31 Ririn Rahma 60 100
32 Riski Rahmanto 60 100
33 Salsabela Vita 100 100
34 Salwa Rona Hanifah 60 100
35 Silvia Rara Indriani 80 100
36 Ulan Rahmayanti 40 60
Berikut ini adalah hasil uji-t berpasangan dengan menggunakan program SPSS, seperti yang terlihat pada Gambar 4.8. Adapun intepretasinya adalah:
1. Pada tabel paired sample statistic terlihat bahwa nilai pengetahuan rata-rata peserta sebelum sosialisasi adalah 57.22 dan standar deviasi 15,97 Sementara
18
itu, nilai pengetahuan rata-rata peserta setelah sosialisasi adalah 91,67 dan standar deviasi 12,98. Hal ini secara deskriptif terdapat perbedaan rata-rata nilai pengetahuan peserta sebelum dan setelah sosialisasi.
Paired Samples Statistics
Mean N Std.
Deviation
Std. Error Mean Pair 1 Pre test 57.2222 36 15.96623 2.66104
Post test 91.6667 36 12.98351 2.16392 2. Pada tabel Paired Sample Correlations, diperoleh koefisien korelasi nilai
pengetahuan antara sebeluma dan setelah sosialisasi sebesar 0,271 Dengan angka sig. atau p-value = 0.110 > 0.05 atau signifikan.
Paired Samples Correlations
N Correlation Sig.
Pair 1 Pretest & Posttest 36 0.271 0.110
3. Pada tabel Paired Samples Test, diperoleh perbedaan mean sebesar 34,4 yang berarti selisih nilai pengetahuan sebelum dan setelah sosialisasi. Harga positif bermakna setelah mengikuti sosialisasi, nilai pengetahuan peserta lebih tinggi dibandingkan sebelum mengikuti sosialisasi. Selanjutnya pada tabel ini juga diperoleh Std. error Mean yang menunjukkan angka kesalahan baku perbedaan rata-rata. Selanjutnya hasil terpenting dari tabel ini adalah harga statistic t = 11,7 dengan df = 35 dan angka sig. atau p-value = 0.000< 0.05 atau H0 ditolak.
Dengan demikian, disimpulkan bahwa terdapat perbedaan pengetahuan peserta yang signifikan antara sebelum dan setelah sosialisasi.
Paired Samples Test
Paired Differences t df Sig. (2-
tailed) Mean Std.
Devia tion
Std.
Error Mean
95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper Pai
r 1
Pretest - Posttest
34.44 17.63 2.93 40.41 28.47 11.7 35 0.000
19 BAB V KESIMPULAN
Seiring dengan pertumbuhan populasi kendaraan bermotor yang secara bersamaan juga terjadi peningkatan konsumsi BBM, dimana BBM adalah salah satu sumber energi fosil, maka pada suatu ketika sumber energi fosil ini akan habis. Untuk itu diperlukan upaya penghematan. Pertumbuhan populasi kendaraan bermotor juga diiringan peningkatan pengendara sepeda motor usia sekolah atau usia remaja, sehingga upaya penghematan konsumsi BBM juga seharusnya melibatkan pengendara usia sekolah atau usia remaja. Perilaku eco-driving perlu disosialisasi kepada. Kegiatan PKM ini adalah bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada pengendara motor usia sekolah atau usia remaja sehingga muncul kemauan untuk membudayakan perilaku eco-driving.
Berdasarkan analisis yang dilakukan dengan menggunakan uji-t berpasangan, pengetahuan peserta sosialisasi meningkat. Dengan adanya peningkatan pengetahuan, diharapkan perilaku eco-driving dapat menjadi budaya berkendara, khususnya bagi pengendara usis sekolah atau usia remaja.
20
DAFTAR PUSTAKA
[1] M. D. Reza, Yushardi, and Sudarti, “Penggunaan Matahari Sebagai Bahan Bakar Terbarukan Guna Menanggulangi Kelangkaan Bahan Bakar Fosil,” J. Pendidikan, Sains Dan Teknol., vol. 2, no. 4, pp. 1015–1018, 2023.
[2] Y. Yudiartono, J. Windarta, and A. Adiarso, “Analisis Prakiraan Kebutuhan Energi Nasional Jangka Panjang Untuk Mendukung Program Peta Jalan Transisi Energi Menuju Karbon Netral,” J. Energi Baru dan Terbarukan, vol. 3, no. 3, pp. 201–217, 2022, doi: 10.14710/jebt.2022.14264.
[3] G. Surahman and B. H. Susilo, “Evaluasi kinerja simpang bersinyal untuk menunjang penerapan Eco-Driving,” J. Forum Mek., vol. 10, no. 2, pp. 70–81, 2021.
[4] M. Syarifudin, K. M. Abdul, and R. Dalimunthe, “Analisis Konsumsi BBM dengan Variasi Lingkungan Operasi Kendaraan Bermotor,” Infotekmesin, vol. 14, no. 01, pp. 23–27, 2023, doi: 10.35970/infotekmesin.v14i1.1611.
[5] A. S. Erna and A. T. Subekti, “Penerapan keselamatan berkendara pada remaja sebagai upaya menurunkan angka kecelakaan lalulintas,” J. Abdimas Bhakti Indones., vol. 1, no. 2, pp. 1–7, 2020.
21 Lampiran 1. Surat Tugas
22 Lampiran 2. Daftar Absensi Peserta Sosialisasi
23
24 Lampiran 3. Materi Sosialisasi
25
26
27
28
29
30