Laporan Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan
Laporan Penelitian
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Pada Mata Pelajaran Lintas Minat Biologi
Disusun Oleh:
Eva Anasstasia Klara XII IPS 3
TAHUN AJARAN 2023/2024
SMA NEGERI 1 BALAPULANG
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan yang Maha Esa sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan laporan ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana.
Laporan praktikum ini saya buat sebagai tugas serta kesimpulan akhir dari pelaksanaan praktikum mengenai pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan pengaruh dan perkembangan tanaman.
Tidak lupa saya ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada guru pembimbing saya yaitu yang terhormat Ibu Sadiyati Siti Khasanah, S. Pd. Atas arahan serta bimbingan dari beliaulah saya dapat menyelesaikan laporan ini pada waktu yang telah ditentukan.
Harapan saya semoga laporan ini dapat membantu menambah pengetahuan dan pengamalan bagi para pembaca, sehingga kedepannya dapat lebih baik. Laporan pengamatan ini saya akui masih banyak kekurangan. Oleh karena itu, saya harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan laporan ini
Balapulang, 11 September 2023
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR...
DAFTAR ISI...
BAB I PENDAHULUAN...
BAB II LANDASAN TEORI...
BAB III METODOLOGI PENELITIAN...
BAB IV PENUTUP...
DAFTAR PUSAKA...10
LAMPIRAN...11
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Tumbuh dan berkembang merupakan ciri dari setiap makhluk hidup, tak terkecuali tumbuhan.
Tumbuhan tumbuh dari kecil menjadi besar dan berkembang dari satu sel zigot menjadi embrio kemudian berkembang lagi menjadi satu individu yang mempunyai akar, batang dan daun.
Pertumbuhan diartikan sebagai suatu proses pertambahan ukuran atau volume serta jumlah sel secara irreversibel yaitu tidak dapat kembali ke bentuk semula. Pertumbuhan dan perkembangan pada biji diawali dari perkecambahan. Perkecambahan adalah proses pertumbuhan dan perkembangan embrio. Sedangkan yang di maksaud perkembangan adalah peristiwa yang berawal dari differensiasi yang semakin tampak perbedaan struktur dan fungsi masing-masing organ hingga perubahan yang terjadi semakin kompleks.
Salah satu contoh tumbuhan yang mengalami perkecambahan ialah kacang hijau. Kacang hijau adalah tanaman budidaya dan palawija yang dikenal luas di daerah tropika. Tanaman ini memiliki kulit yang hijau, berbiji putih, dan sering dibuat kecambah atau toge. Dalam pertumbuhan tanaman kacang hijau, memerlukan media dan dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya adalah cahaya.
Sehubungan dengan adanya kacang hijau yang dalam pertumbuhannya dipengaruhi oleh cahaya, pada penelitian ini akan membahas mengenai pengaruh yang akan timbul akibat dari pemberian intensitas cahaya yang berbeda. Kacang hijau termasuk tumbuhan hijau, memerlukan cahaya tidak hanya untuk membuat makanan, tetapi juga untuk pertumbuhannya.
Cahaya matahari adalah sumber energi utama bagi kehidupan seluruh makhluk hidup didunia.
Bagi manusia , hewan, dan tumbuhan, cahaya matahari adalah penerang dunia ini. Selain itu, bagi tumbuhan khususnya yang berklorofil cahaya matahari sangat menentukan proses fotosintesis.
Kekurangan cahaya matahari akan mengganggu proses fotosintesis dan pertumbuhan, meskipun kebutuhan cahaya tergantung pada jenis tumbuhan.
Seperti teori yang sudah ada, tumbuhan yang mengalami kekurangan cahaya saat perkembangan berlangsung akan menimbulkan gejala etiolasi, dimana batang kecambah akan tumbuh lebih cepat namun lemah dan daunnya berukuran kecil, tipis dan berwarna pucat ( tidak hijau ). Semua ini terjadi dikarenakan tidak adanya cahaya sehingga dapat memaksimalkan fungsi auksin untuk penunjang sel – sel tumbuhan sebaliknya, tumbuhan yang tumbuh ditempat terang menyebabkan tumbuhan – tumbuhan tumbuh lebih lambat dengan kondisi relative pendek, daun berkembang, lebih lebar, lebih hijau, tampak lebih segar dan batang kecambah lebih kokoh.
Hal tersebut sering kali terjadi pada beberapa tumbuhan, salah satunya kacang hijau tadi.
Pertumbuhan yang dialami kacang hijau ini dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya adalah cahaya. Oleh sebab itu kami memilih permasalahan ini sebagai poin penting dalam pelaksanaan penilitian kami. Kami ingin membuktikan bahwa teori yang telah berkembang memang benar adanya.
B. Rumusan Masalah
Rumusan masalahnya ialah :
1. Bagaimanakah pengaruh cahaya matahari perhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman?
C. Tujuan Penelitian
Tujuan dari penilitian ini ialah :
1. Mengetahui pengaruh Cahaya terhadap pertumbuhan tanaman
2. Mengetahui perbedaan pertumbuhan tanaman di dua tempat berbeda (tempat yang terkena Cahaya matahari langsung dan tempat gelap)
3. Mengetahui faktor faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman di dua tempat tersebut
D. Hipotesis
Hipotesis penelitian ini adalah jika tumbuhan kacang hijau diletakan diruang yang langsung terkena cahaya maka pertumbuhannya akan lebih lambat namun daunnya tampak lebih lebar, tebal, hijau tampak segar & batang kecambah tampak kokoh. Dan jika diletakkan di ruang yang kekurangan cahaya (gelap) maka batang kecambah akan tumbuh lebih cepat namun lemah, daunnya berukuran kecil, tipis dan berwarna pucat.
E. Variabel
1. Variabel Bebas : Cahaya Matahari
2. Variabel Terikat : Pertumbuhan tanaman yang berbeda intensitas Cahaya nya yaitu tempat Cahaya matahari langsung dan tempat gelap.
3. Variabel Kontrol : Penyiraman 2 kali sehari
Air
Tanah
F. Manfaat Penelitian
Manfaat Penelitian ini ialah:
1. Sebagai sumber informasi bagi sebagian orang yang belum mengetahui pengaruh cahaya bagi tumbuhan
2. Sebagai bahan untuk memperdalam ilmu pengetahuan bagi penulis.
BAB II
LANDASAN TEORI
A. Pertumbuhan dan Perkembangan pada Tumbuhan
Pertumbuhan adalah proses pertambahan volume yang irreversible (tidak dapat kembali) karena adanya pembelahan mitosis atau pembesaran sel, dapat juga disebabkan oleh keduanya.
Pertumbuhan dapat diukur dan dinyatakan secara kuantitatif (dihitung dengan angka).
Sedangkan perkembangan adalah terspesialisasinya sel-sel menjadi struktur dan fungsi tertentu. Perkembangan tidak dapat dinyatakan dengan ukuran, tetapi dapat dinyatakan dengan perubahan bentuk dan tingkat kedewasaan.
Pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan diawali dengan perkecambahan biji.
Kemudian, kecambah berkembang menjadi tumbuhan kecil sempurna, yang kemudian tumbuh membesar. Setelah mencapai masa tertentu tumbuhan akan berbunga dan menghasilkan biji kembali.
Perkecambahan adalah munculnya plumula (tanaman kecil dari dalam biji). Berdasarkan letak kotiledonnya, perkecambahan dibedakan menjadi 2, yaitu epigeal dan hypogeal.
Perkecambahan epigeal adalah apabila terjadi pembentangan ruas batang di bawah daun lembaga atau hipokotil sehingga mengakibatkan daun lembaga dan kotiliden terangkat ke atas tanah, misalnya kacang hijau. Sedangkan perkecambahan hypogeal adalah apabila terjadi pembentangan ruas batang teratas (epikotil) sehingga daun lembaga ikut tertarik ke atas tanah, tetapi kotiledon tetap di dalam tanah, misalnya pada biji kacang kapri.
Pertumbuhan dan perkembangan dipengaruhi oleh beberapa faktor eksternal dan internal, salah satu faktor eksternal adalah cahaya. Tumbuhan memerlukan cahaya. Banyaknya cahaya yang diperlukan tidak selalu sama pada setiap tumbuhan. Umumnya, cahaya menghambat pertumbuhan meninggi karena cahaya dapat menguraikan auksin (suatu hormone pertumbuhan).
Pertumbuhan yang cepat di tempat gelap disebut etiolasi.
Cahaya juga merangsang pembungaan tumbuhan tertentu. Ada tumbuhan yang dapat berbunga pada hari pendek (lamanya penyinaran matahari lebih pendek daripada waktu gelapnya). Ada pula tumbuhan yang berbunga pada hari panjang (lamanya penyinaran lebih panjang daripada waktu gelapnya). Hal tersebut berhubungan dengan aktifitas hormon fitokrom dalam tumbuhan. Selain mempengaruhi pembungaan, fitokrom berpengaruh terhadap etiolasi, pemanjangan batang, pelebaran daun, dan perkecambahan.
Fitokrom adalah protein dengan kromatofora yang mirip fikosianin. Fitokrom mempunyai dua macam struktur yang reversible yaitu yang dapat mengabsorpsi cahaya merah (600 nm) disingkat Pr dan yang dapat mengabsorpsi cahaya merah jauh, far red (730 nm) disingkat Pfr.
Macam-macam Pertumbuhan dan Perkembangan pada Tumbuhan.
Secara umum pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan diawali untuk stadium zigot yang merupakan hasil pembuatan sel kelamin betinan dengan jantan. Pembelahan zigot menghasilkan jaringan meristem yang akan terus membelah dan mengalami diferensiasi.
Diferensiasi adalah perubahan yang terjadi dari keadaan sejumlah sel, membentuk organ- organ yang mempunyai struktur dan fungsi yang berbeda.
Terdapat 2 macam pertumbuhan, yaitu:
a. Pertumbuhan Primer
Terjadi sebagai hasil pembelahan sel-sel jaringan meristem primer. Berlangsung pada embrio, bagian ujung-ujung dari tumbuhan seperti akar dan batang.
Embrio memiliki 3 bagian penting :
1. Tunas embrionik, yaitu calon batang dan daun 2. Akar embrionik, yaitu calon akar
3. Kotiledon, yaitu cadangan makanan
Pertumbuhan tanaman dapat diukur dengan alat yang disebut auksanometer.
Daerah pertumbuhan pada akar dan batang berdasar aktivitasnya terbagi menjadi 3 daerah :
a. Daerah pembelahan: Sel-sel didaerah ini aktif membelah (meristematik) b. Daerah pemanjangan: Berada dibelakang daerah pembelahan
c. Daerah Diferensiasi
Bagian paling belakang dari daerah ini daerah pertumbuhan. Sel-sel mengalami diferensiasi membentuk akar yang sebenarnya serta daun muda dan tunas lateral yang akan menjadi cabang.
b. Pertumbuhan Sekunder
Merupakan aktivitas sel-sel meristem sekunder yaitu kambium dan kambium gabus.
Pertumbuhan ini dijumpai pada tumbuhan dikotil, gymnospermae dan menyebabkan membesarnya ukuran (diameter) tumbuhan.
Mula-mula kambium hanya terdapat pada ikatan pembuluh, yang disebut kembium vasis atau kambium intravasikuler. Fungsinya adalah membentuk xilem dan floem primer.
Selanjutnya parenkim akar/batang yang terletak diantara ikatan pembuluh, menjadi kambium yang disebut kambium intervasis
Kambium yang berada disebelah dalam jaringan kulit yang berfungsi sebagai pelindung. Terbentuk akibat ketidakseimbangan antara pembentukan xilem dan floem yang lebih cepat dari pertumbuhan kulit.
1) Kedalam membentuk feloderm : Sel-sel hidup 2) Keluar membentuk floem : Sel-sel mati 3) Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan
Selain faktor eksternal (faktor luar) dimana pertumbuhan tumbuhan dipengaruhi oleh cahaya, pertumbuhan juga sangat dipengaruhi oleh faktor internal (faktor dalam) antara lain:
c. Hormon Pertumbuhan 1) Auksin
Adapun fungsi hormon Auksin antara lain:
1) Merangsang perpanjangan sel.
2) Merangsang pembentukan bunga dan buah.
2) Giberellin
Adapun fungsi hormon Giberellin antara lain:
1) Merangsang pembelahan sel kambium. 2) Merangsang pembungaan lebih awal sebelum waktunya.
3) Sitokinin
Adapun fungsi hormon Sitokinin antara lain:
1) Merangsang proses pembelahan sel.
2) Menunda pengguguran daun, bunga, dan buah.
4) Gas Etilen
Adapun fungsi hormone Etilen antara lain:
1) Membantu memecahkan dormansi pada tanaman, misalnya pada ubi dan kentang.
2) Mendukung pematangan buah.
5) Kalin
Adapun fungsi hormone Kalin antara lain:
1) Rhizokalin, mempengaruhi pembentukan akar.
2) Kaulokalin, mempengaruhi pembentukan batang.
6) Asam Absisat (ABA)
Adapun fungsi hormone Asam Absisat antara lain:
1) Menghambat perkecambahan biji.
2) Mempengaruhi pembungaan tanaman.
7) Asam traumalin / Asam traumalat
Adapun fungsi hormone Asam Traumalin yaitu memperbaiki luka pada tumbuhan (proses restitusi / regenerasi)
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Metode
Metode yang saya gunakan dalam penelitian ini adalah bentuk pengamatan (observasi) langsung terhadap tumbuhan kacang hijau yang mengalami dua perlakuan yang berbeda dan mencari tahu faktor-faktor yang mempengaruhinya.
B. Alat Dan Bahan
Untuk melakukan penelitian ini, alat dan bahan yang akan digunakan : 1. 2 Polybag ukuran 30 x 30
2. Tanah 3. Penggaris 4. Alat tulis
5. Biji tanaman caisim 6. Air
C. Waktu Dan Tempat
Mengenai tempat pelaksanaan penelitian, saya melakukan penelitian ini di sekolah dan di rumah saya sendiri. Untuk caisim yang langsung terkena cahaya matahari, saya meletakkannya di atas taman depan kelas yang terkena sinar matahari langsung, dan untuk caisim yang berada di tempat gelap saya meletakkanya di bawah meja yang berhimpit dengan dinding rumah saya.
Perkecambahan ini berlangsung selama satu minggu 2 hari. Penyiraman 2x sehari pada pukul 07.00 WIB dan 15.30 WIB. Dan pada pertumbuhan di hari ke 7, saya mulai melakukan pengukuran pada caisim yang sudah berkecambah.
D. Cara Kerja
E. Cara kerja dalam penelitian ini, ialah : 1. Siapkan 2 polybag ukuran 30 x 30
2. Masukkan tanah yang subur ke dalam polybag
3. Masukkan biji tanaman ke dalam tanah (pastikan tidak terlalu dalam, tergantung dari jenis tanaman yang ditanam)
4. Siram tanaman yang baru ditanam tadi dengan air secukupnya
5. Letakkan polybag 1 di bawah sinar matahari, dan polybag 2 di tempat gelap (di rumah) 6. Siram tanaman sehari 1 kali
7. Amati pertumbuhan dan perkembangan tanaman
8. Bila tanaman sudah mulai tumbuh, ukurlah menggunakan penggaris (cm) 9. Catat pengamatan setiap harinya pada tabel pengamatan di buku tulis
10. Buatlah laporan penelitian tentang pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan
F. Data Penelitian
Dari penelitian tersebut, maka data yang didapat, yaitu :
Tabel Praktikum Menanam Caisim
Terang T
Hari Ukuran Tanaman Caisim
T1 T2 T3 T4 T5 T6 T7 T8
1/7 3 cm 2,5 cm 1 cm 2,5 cm 2 cm 3 cm 0 cm 0 cm
2/8 3,5 cm 2,5 cm 1,5 cm 2,5 cm 2 cm 3,5 cm 1,5cm 0 cm
3/9 4 cm 3 cm 2,5 cm 4 cm 3 cm 4,5 cm 2 cm 1 cm
4/10 4,5 cm 3,5 cm 2,5 cm 4,5 cm 3,5 cm 5 cm 2,5 cm 1,5 cm
5/11 5,5 cm 4 cm 3 cm 5 cm 4 cm 5 cm 4,5 cm 2 cm
6/14 6 cm 6 cm 4 cm 5,5 cm 5 cm 5,5 cm 4,5 cm 3 cm
7/15 6 cm 6,5 cm 5 cm 6 cm 6 cm 6,5 cm 5 cm 3,5 cm
8/16 7 cm 7 cm 6,5 cm 6,5 cm 7,5 cm 7 cm 5,5 cm 4 cm
9/17 8 cm 7,5 cm 7 cm 7 cm 8 cm 7,5 cm 6 cm 5 cm
Rata-rata 5,3 cm 4,7 cm 3,7 cm 4,9 cm 4,6 cm 5,3 cm 3,5 cm 2,1 cm
Tabel Perkembangan
Hari ke- Perkembangan
7 Akar mulai menembus tanah dan sebagai plamula mulai tampak
8 Akar mulai menancap ke tanah, Hipokotil keatas dan warna biji hijau muda
9 Akar menancap kokoh ke tanah, daun muncul berwarna hijau terbuka dan batang mulai kuat
10 Daun terbuka semuanya mengarah ke matahari 11 Daun makin tebal dan berwarna hijau segar 12 Tumbuhan segar dan batang kokoh
Tabel Praktikum Menanam Caisim
Gelap T
Hari
Ukuran Tanaman Caisim
T1 T2 T3 T4 T5 T6 T7 T8
1/3 0,5 cm 1 cm 1 cm 2 cm 1,5 cm 0,5 cm 1 cm 1 cm
2/4 1,5 cm 2,5 cm 2 cm 3 cm 2 cm 1,5 cm 2 cm 2 cm
3/5 2,5 cm 4 cm 3,5 cm 5 cm 4 cm 3 cm 3 cm 4 cm
4/6 4 cm 5 cm 4 cm 6 cm 5 cm 4,5 cm 4 cm 5 cm
5/7 5,5 cm 6 cm 5 cm 6,5 cm 6 cm 5,5 cm 5,5 cm 6,5 cm
6/10 5,5 cm 6,5 cm 5 cm 7 cm 6 cm 6 cm 6 cm 7 cm
7/11 6 cm 7 cm 6 cm 7 cm 6,5 cm 6 cm 6,5 cm 7 cm
8/12 6,5 cm 7,5 cm 6,5 cm 8 cm 7,5 cm 6,5 cm 7 cm 7,5 cm
9/13 7 cm 8 cm 7 cm 8,5 cm 7,5 cm 7 cm 7,5 cm 8 cm
10/14 8 cm 8,5 cm 7,5 cm 9 cm 8 cm 7,5 cm 8 cm 8,5 cm
11/15 - - - - - - - -
Rata-rata 5,2 cm 6,2 cm 5,3 cm 6,8 cm 6 cm 5,5 cm 5,6 cm 6,3 cm
Tabel Perkembangan
Hari ke- Perkembangan
1 -
2 Akar mulai menembus tanah dan sebagian plamula mulai tampak
3 Akar mulai menancap ke tanah, hipokotil keatas dan biji kuning muda dan ada juga bberwarna merah muda
4 Akar menancap kokoh ke tanah, daun muncul tapi menguncup kekuningan dan batang putih pucat
5 Batang lemah pucat dan tumbuh menyebar
6 Daun berwarna kuning dan berukuran kecil, batang makin pucat dan lemah 7 Tumbuhan pucat dan tidak berkembang
8 Batang sudah mulai layu dan jatuh
9 Tumbuhan mati
BAB IV PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan telah menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pertumbuhan dan berkembangan di tempat yang terkena cahaya dan yang tidak terkena cahaya (gelap). Hal ini menunjukkan bahwa cahaya mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman caisim.
Apabila ditanam di tempat gelap, maka tanaman akan tumbuh kebih panjang daripada normalnya. Peristiwa itu terjadi karena pengaruh fitohormon, terutama hormon auksin. Fungsi utama hormon auksin adalah sebagai pengatur pembesaran sel dan memacu pemanjangan sel di daerah belakang meristem ujung. Hormon auksin ini sangat peka terhadap cahaya matahari. Bila terkena chaya matahari, hormon ini akan terurai dan rusak. Pada keadaan yang gelap, hormon auksin ini tidak terurai sehingga akan terus memacu pemanjangan batang. Akibatnya, batang tanaman akan lebih panjang jika ditanam ditempat yang gelap, tetapi dengan kondisi fisik tanaman yang kurang sehat, akar yang banyak dan lebat, batang terlihat kurus tidak sehat, warna batang dan daun pucat serta kekurangan klorofil sehingga daun berwarna kuning. Peristiwa ini disebut etiolasi.
Jika ditanam di tempat terang, maka tanaman akan tumbuh lebih pendek daripada yang ditanam di tempat gelap. Peristiwa itu juga terjadi karena pengaruh fitohormon, terutama hormon auksin, seperti yang telah dijelaskan di atas, hormon auksin ini akan terurai dan rusak sehingga laju pertambahan tinggi tanaman tidak terlalu cepat. Akibatnya, batang tanaman akan lebih pendek, tetapi dengan kondisi fisik yang sehat, subur, batang terlhat gemuk, daun terlohat segar dan berwarna hijau serta memiliki cukup klorofil
Maka pengaruh faktor cahaya terhadap pertumbuhan dan perkembangan biji caisim, dapat disimpulkan bahwa cahaya dapat mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman.
Proses pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan membutuhkan cahaya. Namun, banyak sedikitnya chaya yang dibutuhkan tiap tumbuhan berbeda-beda, begitu pula dengan tumbuhan caisim.
B. Saran
Sebaiknya saat kita melakukan praktik, diperlukan untuk menjaga tanaman dengan baik dan mempersiapkan berbagai hal yang perlu diantisipasi dengan rencana yang baik.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat dilanjutkan dengan menambahkan media tanam yang digunakan.
DAFTAR PUSAKA
Zhamal, 2008. Pengaruh Cahaya Terhadap Pertumbuhan Biji Kacang Hijau.
http://catatanzhamal.blogspot.com/
21ildahshiro.blogspot.com/…/iv-perkembangan-kecambah-dalam-gelap.html www.sith.itb.ac.id/mgbm/fitohormon%20jurnal%20permi.pdf
http://silvia261.blogspot.com/2009/08/laporan-praktikum-biologi.html Soerga, N., 2009. Pola Pertumbuhan Tanaman. http://soearga.wordpress.com/
LAMPIRAN