LAPORAN HASIL STUDI LAPANGAN
Disusun oleh:
Kelompok 6
Alief Nugroho Yanuari (2401087) Gadiza Kanahaya Azzahra (2403461) Indana Rafifah Asilah (2410244) Imanuel Albert Sitinjak (2401928) Layla Fitri Ramadhani (2403031) Malendra Athaya Suhendar (2404102)
PROGRAM STUDI BISNIS DIGITAL UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
TASIKMALAYA 2024
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas limpahan rahmatnya penyusun dapat menyelesaikan makalah ini tepat waktu tanpa ada halangan yang berarti dan sesuai dengan harapan.
Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada bapak Prof. Dr. Heri Yusuf Muslihin, M.Pd. sebagai dosen pengampu mata kuliah olahraga dan kebugaran, yang telah membantu memberikan arahan dan pemahaman dalam penyusunan makalah ini.
Kami menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan karena keterbatasan kami. Maka dari itu penyusun sangat mengharapkan kritik dan saran untuk menyempurnakan makalah ini. Semoga apa yang ditulis dapat bermanfaat bagi semua pihak yang membutuhkan.
Tasikmalaya, 30 September 2024
Kelompok 6
BAB I
PENDAHULUAN
1.1Latar Belakang Penelitian
Berolahraga di gym saat ini sangat populer di seluruh dunia, dengan 131,7 juta club fitness yang terdaftar di Asosiasi club Kesehatan, & Olahraga Internasional. Ini adalah aktivitas yang sangat disukai oleh laki-laki, perempuan, lanjut usia dengan tujuan melatih kebugaran untuk berbagai alasan.
Beberapa orang bergabung dengan club fitness untuk menurunkan berat badan memperkencang tubuh, menambah masa otot atau menjaga kondisi tubuh untuk bisa beraktifitas baik secara normal, ada pun beberapa orang menghadiri gym bukan untuk latihan utama tetapi sebagai latihan pembantu untuk meningkatkan olahraga utama spesifik mereka.
Selain itu pelatihan olahraga / intruktur fitness menawarkan peluang untuk pencegahan dan rehabilitasi cedera. Secara sosiologis, alasan melakukan pelatihan fitness meliputi; kenyamanan, interaksi sosial, relaksasi, meningkatkan harga diri atau menghilangkan stres. Jenis-jenis pelatihan utama yang dilakukan saat berada di pusat kebugaran meliputi latihan kardio, latihan beban dan koordinasi, yang belakangan lebih banyak hadir selama sesi latihan (Akkoyunlu, Acet, and Karademir 2017;Rahimi 2006).
Studi lapangan ini bertujuan untuk menganalisis tren, preferensi, dan ekspektasi pelanggan di gym-gym Asia Fitness, serta untuk mengidentifikasi peluang dan tantangan yang dihadapi oleh pusat kebugaran di Asia dalam memenuhi kebutuhan pelanggan. Hasil studi ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang berguna bagi pengelola gym untuk meningkatkan pelayanan, program kebugaran, dan strategi pemasaran yang lebih efektif dalam menghadapi persaingan industri kebugaran yang semakin ketat.
1.2 Rumusan Masalah
Menurut Sugiyono, pengertian rumusan masalah adalah pertanyaan yang mencari jawaban melalui pengumpulan dan kajian data. Dimana pencarian dapat dilakukan berdasarkan tingkat interpretasi. Secara umum, konstruksi topik
terjadinya peristiwa yang menimbulkan pertanyaan. Bermula dari pertanyaan yang muncul inilah yang nantinya akan mendorong penulis untuk melakukan
penelitian, dan mengumpulkan data-data. Jadi berdasarkan pendapat ahli diatas rumusan masalah adalah tulisan singkat yang berisi pertanyaan tentang topik diangkat oleh penulis.
1. Bagaimana rencana pengelolaan yang diterapkan di Asia Fitness untuk mengatur operasional harian?
2. Bagaimana pelaksanaan manajemen konvensional di Asia Fitness dalam kegiatan sehari-hari?
3. Bagaimana cara Asia Fitness mengevaluasi pengelolaan operasional dan pelayanan terhadap member?
4. Apa tindak lanjut yang dilakukan Asia Fitness setelah evaluasi manajemen pengelolaan?
5. Apa saja kesulitan yang dihadapi pemilik dan karyawan dalam menjalankan manajemen konvensional di Asia Fitness?
6. Apa saja kesulitan yang dialami oleh member dalam mengikuti aturan dan manajemen di Asia Fitness?
7. Bagaimana perkembangan atau perubahan yang dialami member setelah berpartisipasi dalam program yang diatur dengan manajemen konvensional di Asia Fitness?
1.3 Tujuan Penelitian
Menurut Sugiyono, mengungkapkan bahwa tujuan penelitian yaitu agar data dapat ditemukan, dikembangkan, dan dibuktikan Sedangkan hasil dari penelitian akan memperoleh suatu pengetahuan baru sehingga dapat digunakan untuk
memahami, memecahkan, dan mengantisipasi masalah. Menurut Satjipto Rahardjo, tujuan penelitian adalah mendapatkan pengetahuan tentang suatu gejala, sehingga dapat merumuskan masalah secara tepat. Jadi berdasarkan pendapat ahli di atas tujuan penelitian adalah tujuan penelitian adalah pernyataan mengenai apa yang akan dihasilkan atau dicapai oleh peneliti. Menurut pengertian di atas, tujuan khusus diadakannya penelitian ini adalah untuk memenuhi kebutuhan tugas Mata Kuliah Olahraga dan Kebugaran Jasmani dan tujuan umum dari penelitian ini untuk mengetahui tata cara pengelolaan konvensional di Asia Fitness Centre Dadaha.
1.4 Manfaat Penelitian
Penelitian mengenai manajemen pengelolaan gym di Asia Fitness Centre Dadaha diharapkan memberikan manfaat baik secara teoritis maupun praktis, sebagai berikut :
1. Manfaat Teoritis
Penelitian ini dapat membantu dalam pengembangan model pengelolaan yang efektif untuk gym, yang mencakup aspek operasional dan layanan pelanggan yang diharapkan dapat menambah pengetahuan baik bagi penulis maupun
pembaca..
2. Manfaat Praktis a. Bagi Penulis
Penulis mendapatkan pengalaman langsung dalam mengamati dan menganalisis praktik pengelolaan gym, yang dapat memperkaya pemahaman tentang manajemen di industri kebugaran.
b. Bagi Asia Fitness Centre Dadaha
Dengan mengadopsi praktik pengelolaan yang lebih baik, Asia Fitness Centre dapat meningkatkan reputasi di mata masyarakat dan bersaing lebih efektif di pasar kebugaran.
c. Bagi Masyarakat
Masyarakat akan mendapatkan manfaat dari peningkatan kualitas layanan dan fasilitas yang ditawarkan oleh Asia Fitness Centre, yang dapat mendukung gaya hidup sehat.
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Gym
Gym adalah tempat untuk melakukan berbagai aktivitas fisik, terutama olahraga. Menurut Giriwijoyo, gym adalah suatu ruangan dalam melakukan kegiatan dari yang tidak menggunakan alat sampai dengan menggunakan alat-alat mahal dan canggih, yang diantaranya untuk tujuan prestasi. Menurut Hanafi, gym adalah tempat olahraga dengan fasilitas latihan kebugaran modern.
2.1.1 Tujuan Gym
Pada era sekarang ini semakin kompleksnya permasalahan hidup dan kesehatan, semakin berkembang pesat pula berdirinya fitness center di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan bugar bagi para masyarakat, (Hidayah dan Sugiarto, 2013). Menurut Hidayah dan Sugiarto (2013) tujuan secara umum didirikannya sanggar kebugaran di Indonesia terdiri dari lima yaitu sebagai berikut:
1) Meningkatkan kebugaran masyarakat,
2) Membantu pemerintah dan masyarakat dalam mencapai keadaan bugar secara luas,
3) Mengembangkan kebugaran bagi seluruh lapisan masyarakat,
4) Menciptakan dan menyediakan instruktur kebugaran yang berkualitas sehingga dapat diserap masyarakat secara umum,
5) Program pembentukan tubuh (body building), program peningkatan dan penurunan berat badan, program kebugaran tubuh, program olah raga khusus bagi penderita penyakit tertentu, lanjut usia atau ibu hamil, untuk rekreasi profesi pengembangan bisnis dan properti jasa kebugaran dan profesi pengembangan marketing dan industri olahraga.
2.1.2 Karakteristik Member
Menurut Hidayah dan Sugiarto (2013) karakteristik member fitness terdiri dari lima yaitu:
1) Usia.
Karakteristik member fitness center menurut usia yaitu berkisar antara usia 18 tahun-56 tahun. Bahkan usia lebih dari 56 tahun juga masih sering dijumpai menjadi anggota member. Usia terbanyak member yaitu usia 15-25 tahun dan 31-40 tahun (usia remaja dan dewasa).
2) Jenis kelamin.
Karakteristik member yang mengikuti latihan fitness lebih banyak wanita dibandingkan laki laki, dengan tujuan mengikuti fitness untuk menurunkan berat badan. Bagi wanita lebih mempunyai arti untuk mengikuti program fitness yaitu menjaga kelangsingan dan kebugaran tubuh.
3) Pekerjaan.
Member yang mengikuti fitness pada umumnya adalah mahasiswa, ibu rumah tangga, dan pegawai.
4) Program yang dipilih.
Program yang banyak dipilih member pada umunya adalah program penurunan berat badan.
5) Frekuensi latihan.
Rata rata fekuensi latihan member adalah 3 kali/minggu. Hal ini sesuai dengan program latihan aktivitas fisik dan waktu luang yang dimiliki member fitness.
2.1.3 Manfaat Gym
Beberapa manfaat gym secara teratur di antaranya : 1. Meningkatkan Kesehatan Jantung
2. Membentuk Tubuh yang Lebih Kuat dan Proporsional 3. Mengurangi Stres dan Meningkatkan Kesejahteraan Mental 4. Meningkatkan Kualitas Tidur
2.2 Pengelolaan
Pengelolaan adalah proses yang memberikan pengawasan pada semua hal yang terlibat dalam pelaksanaan kebijaksanaan dan pencapaian tujuan. Secara umum pengelolaan merupakan kegiatan merubah sesuatu hingga menjadi baik berat memiliki nilai-nilai yang tinggi dari semula. Pengelolaan dapat juga diartikan sebagai untuk melakukan sesuatu agar lebih sesuai serta cocok dengan kebutuhan sehingga lebih bermanfaat. Nugroho (2003:119) mengemukakan bahwa Pengelolaan merupakan istilah yang dipakai dalam ilmu manajemen.
Secara etomologi istilah pengelolaan berasal dari kata kelola (to manage) dan biasanya merujuk pada proses mengurus atau menangani sesuatu untuk mencapai tujuan tertentu. Jadi pengelolaan merupakan ilmu manajemen yang berhubungan dengan proses mengurus dan menangani sesuatu untuk mewujudkan tujuan tertentu yang ingin dicapai. Sedangkan menurut Syamsu menitikberatkan pengelolaan sebagai fungsi manajemen yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengorganisasian dan pengontrolan untuk mencapai efisiensi pekerjaan.
2.2.1 Tujuan Pengelolaan
Tujuan pengelolaan akan tercapai jika langkah-langkah dalam pelaksanaan manajemen di tetapkan secara tepat, Afifiddin (2010 : 3) menyatakan bahwa langkah- langkah pelaksanaan pengelolaan berdasarkan tujuan sebagai berikut:
a. Menentukan strategi
b. Menentukan sarana dan batasan tanggung jawab
c. Menentukan target yang mencakup kriteria hasil, kualitas dan batasan waktu.
d. Menentukan pengukuran pengoperasian tugas dan rencana.
e. Menentukan standar kerja yang mencakup efektivitas dan efisiensi f. Menentukan ukuran untuk menilai
g. Mengadakan pertemuan h. Pelaksanaan.
i. Mengadaan penilaian
j. Mengadakan review secara berkala.
Berdasarkan uraian diatas bahwa tujuan pengelolaan tidak akan terlepas dari memanfaatkan sumber daya manusia, sarana dan prasarana secara efektif dan efesien agar tujuan organisasi tercapai.
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian
Jenis penelitian pada umumnya ada 2 yakni Kualitatif dan Kuantitatif.
Penelitian kualitatif merupakan metode yang fokus pada pengamatan yang mendalam. Oleh karenanya, penggunaan metode kualitatif dalam penelitian dapat menghasilkan kajian atas suatu fenomena yang lebih komprehensif. Menurut Sugiyono (2018) metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat, yang digunakan untuk meneliti pada kondisi ilmiah (eksperimen) dimana peneliti sebagai instrumen, teknik pengumpulan data dan di analisis yang bersifat kualitatif lebih menekan pada makna. Ada delapan jenis penelitian kualitatif, yakni etnografi (ethnography), studi kasus (case studies), studi dokumen/teks (document studies), observasi alami (natural observation), wawancara terpusat (focused interviews),fenomenologi (phenomenology), grounded theory, studi sejarah (historical research). Sedangkan Jenis kuantitatif adalah sebuah metode penelitian yang di dalamnya menggunakan banyak angka.
Mulai dari proses pengumpulan data hingga penafsirannya, menurut Sugiyono (2018;13) data kuantitatif merupakan metode penelitian yang berlandaskan positivistic (data konkrit), data penelitian berupa angkaangka yang akan diukur menggunakan statistik sebagai alat uji penghitungan,berkaitan dengan masalah yang diteliti untuk menghasilkan suatu kesimpulan. Jadi berdasarkan pengertian di atas jenis penelitian yang peneliti gunakan adalah penelitian kualitatif karena pengumpulan datanya wawancara yaitu studi kasus.
3.2 Lokasi dan Waktu Penelitian 3.2.1 Waktu
Waktu merupakan hal yang penting dalam penelitian, waktu penelitian ini dilakukan pada tanggal 30 september 2024.
3.2.2 Lokasi
Lokasi penelitian adalah tempat dimana proses studi lapangan yang digunakan untuk memperoleh pemecahan masalah penelitian berlangsung, tempat penelitian ini dilaksanakan di Asia Fitness Centre Dadaha di Jl. Lingkar Dadaha, Kahuripan, Kec. Tawang, Kab. Tasikmalaya, Jawa Barat, 46125
3.3 Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data adalah metode yang digunakan untuk mengumpulkan bahan nyata yang digunakan dalam penelitian. Teknik ini perlu langkah yang strategis dan sistematis guna mendapatkan data valid dan sesuai dengan kenyataan, berikut beberapa Teknik pengumpulan data.
3.3.1 Observasi
Metode pengumpulan data observasi tidak hanya mengukur sikap dari responden,namun juga dapat digunakan untuk merekam berbagai fenomena yang terjadi. Teknik pengumpulan data observasi cocok digunakan untuk penelitian yang bertujuan untuk mempelajari perilaku manusia, proses kerja, dan gejala-gejala alam. Dengan menggunakan metode ini, peneliti dapat melihat secara langsung kegiatan didalam gym, dimulai dari pelayanannya sampai ke fasilitas-fasilitas yang disediakannya.
3.3.2 Wawancara
Wawancara adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui tatap muka dan tanya jawab langsung antara peneliti dan narasumber. Dalam metode wawancara ini, Peneliti dapat mengetahui secara langsung mengenai proses pengelolaan, pelaksanaan, kendala dan evaluasi yang dilakukan gym dengan mengajukan beberapa poin pertanyaan yang telah ditentukan kepada staf pengurus gym Asia Fitness Center.
3.3.3 Dokumentasi
BAB IV
TEMUAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Temuan penelitian
Penelitian ini didasarkan pada hasil wawancara kami dengan narasumber dengan beberapa poin pertanyaan yang telah diajukan, yaitu :
1. Bagaimana rencana pengelolaan yang diterapkan oleh Asia Fitness Center dalam mengatur operasional harian?
Asia Fitness Center beroperasi selama satu Minggu penuh dengan jam operasional dimulai dari pukul 08.00 sampai dengan pukul 17.30 WIB, dalam pelayanan terhadap member, Asia Fitness Center menempatkan dua orang admin sebagai pendataan member. Sementara untuk pemasaran, Asia Fitness Center menggunakan metode Word of mouth. Walaupun memiliki akun media sosial seperti Instagram, tapi tidak digunakan sebagai media pemasaran utamanya.
2. Bagaimana pelaksanaan manajemen konvensional di Asia Fitness dalam kegiatan sehari-hari?
Pelaksanaan manajemen konvensional di Asia Fitness dalam kegiatan sehari-hari terlihat melalui penerapan struktur organisasi yang hierarkis dan teratur. Setiap karyawan memiliki peran dan tanggung jawab yang jelas sesuai dengan posisi mereka, mulai dari manajer hingga staf operasional.
Sistem pengawasan ketat diberlakukan untuk memastikan bahwa semua prosedur operasional, seperti layanan pelanggan, pemeliharaan peralatan, dan administrasi keanggotaan, berjalan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Selain itu, manajemen konvensional di Asia Fitness juga menekankan pentingnya disiplin, kepatuhan terhadap aturan perusahaan, dan pencapaian target kinerja secara berkala.
3. Bagaimana cara Asia Fitness mengevaluasi pengelolaan operasional dan pelayanan terhadap member?
Evaluasi pengelolaan operasional dan pelayanan terhadap member dilakukan setiap 3 bulan sekali, dengan cara mengadakan rapat staff dan membahas apa saja kekurangan atau keluhan dari para konsumen.
4. Apa tindak lanjut yang dilakukan Asia Fitness setelah evaluasi manajemen pengelolaan?
Setelah melakukan evaluasi pengelolaan, selanjutnya dilakukan penerapan lebih lanjut dari hasil evaluasi, dan jika ada alat atau perlengkapan gym yang rusak akan dilaporkan ke owner untuk diganti.
5. Apa saja kesulitan yang dihadapi pemilik dan karyawan dalam menjalankan manajemen konvensional di Asia Fitness?
Kebersihan dan perilaku member merupakan salah satu kesulitan yang sering dihadapi oleh karyawan dan memiliki GYM Asia Fitness Center.
Dikatakan seringkali terjadi kerusakan alat gym disebabkan oleh ketidakhati-hatian member dalam menggunakannya.
6. Apa saja kesulitan yang dialami oleh member dalam mengikuti aturan dan manajemen di Asia Fitness?
Banyak alat-alat gym berkarat yang seringkali rusak merupakan hal yang sering dikeluhkan oleh member gym, selain itu, lahan parkir yang terbatas juga menjadi salah satu hal yang disayangkan oleh member yang ingin mendatangi gym di hari libur maupun pada sore hari.
7. Bagaimana perkembangan atau perubahan yang dialami member setelah berpartisipasi dalam program yang diatur dengan manajemen
Berdasarkan informasi yang dikumpulkan, beberapa member mengalami perubahan drastis setelah mengikuti program pada gym Asia Fitness Center ini, ada beberapa member yang mengalami perubahan tubuh dari kurus menjadi berisi, ada juga yang dapat menurunkan berat badannya dan dapat membentuk massa otot yang ideal, hal ini dikarenakan adanya program coaching dengan biaya tambahan, dapat memudahkan member gym baru yang masih awam terhadap kebugaran dan kegiatan didalam gym untuk dapat mengikuti dan memanfaatkan fasilitas didalam gym sebaik mungkin.
4.2 Pembahasan
Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan, beberapa temuan penting terkait manajemen pengelolaan di Asia Fitness Center dapat diidentifikasi.
Pertama, dalam hal rencana pengelolaan operasional harian, Asia Fitness Center menerapkan jadwal operasional yang tetap, yaitu mulai dari pukul 08.00 hingga 17.30 WIB setiap hari. Untuk memastikan pelayanan yang optimal terhadap member, Asia Fitness menempatkan dua orang admin yang bertanggung jawab dalam pendataan dan administrasi keanggotaan. Namun, dalam aspek pemasaran, metode yang digunakan adalah word of mouth, sementara media sosial seperti Instagram yang dimiliki belum dimanfaatkan secara maksimal sebagai alat promosi utama. Ini menunjukkan bahwa manajemen masih menggunakan pendekatan tradisional dalam strategi pemasaran, meskipun terdapat potensi besar untuk mengembangkan visibilitas melalui platform digital.
Selanjutnya, pelaksanaan manajemen konvensional terlihat dari struktur organisasi yang hierarkis dan peran yang jelas di setiap tingkatan karyawan. Sistem pengawasan yang ketat diterapkan untuk memastikan kepatuhan terhadap prosedur operasional. Disiplin dan ketertiban menjadi fokus utama dalam menjaga kelancaran operasional sehari-hari.
Dalam hal evaluasi pengelolaan operasional, Asia Fitness melakukan evaluasi secara berkala, setiap tiga bulan sekali, melalui rapat staf untuk membahas keluhan dan kekurangan dalam pelayanan. Evaluasi ini penting untuk mengidentifikasi
masalah-masalah operasional dan memastikan perbaikan berkelanjutan, namun frekuensi yang lebih sering mungkin akan lebih efektif dalam menangani masalah- masalah yang muncul lebih cepat.
Terkait dengan tindak lanjut setelah evaluasi, Asia Fitness mengambil langkah- langkah perbaikan, seperti melakukan pelatihan ulang untuk staf atau revisi pada kebijakan operasional. Namun, terdapat tantangan dalam mengatasi beberapa kesulitan yang berulang, khususnya yang terkait dengan kebersihan dan perilaku member. Salah satu kesulitan utama yang dihadapi adalah kerusakan peralatan gym akibat ketidakhati-hatian member dalam menggunakannya. Selain itu, manajemen harus menghadapi keluhan mengenai keterbatasan lahan parkir, yang sering kali menghambat kenyamanan member, terutama pada saat gym ramai.
Di sisi lain, member juga mengeluhkan alat-alat gym yang sering rusak dan berkarat yang menunjukkan perlunya perawatan peralatan yang lebih rutin dan sistem pelaporan kerusakan yang lebih efisien. Meskipun demikian, perubahan positif yang dialami member setelah berpartisipasi dalam program gym menunjukkan keberhasilan dari beberapa aspek manajemen konvensional yang diterapkan.
Program coaching yang ditawarkan dengan biaya tambahan membantu member, terutama yang baru, dalam memahami dan memanfaatkan fasilitas gym dengan baik, sehingga member dapat mencapai tujuan kebugaran mereka, baik dalam penambahan massa otot maupun penurunan berat badan.
Secara keseluruhan, temuan ini menggambarkan bahwa Asia Fitness Center memiliki fondasi manajemen yang kuat, tetapi masih ada ruang untuk perbaikan, terutama dalam hal penanganan keluhan member, perawatan peralatan, dan penggunaan media sosial untuk pemasaran.
BAB V PENUTUP
5.1 Simpulan
Simpulan dari temuan mengenai manajemen pengelolaan Asia Fitness Center adalah bahwa meskipun perusahaan telah menerapkan struktur manajemen yang konvensional dan teratur, masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu diatasi. Asia Fitness memiliki jadwal operasional yang tetap dan pelayanan administrasi yang baik melalui pengelolaan data member oleh admin. Namun, strategi pemasaran yang masih mengandalkan word of mouth tanpa pemanfaatan maksimal media sosial menunjukkan adanya potensi yang belum tergali dalam memperluas jangkauan pasar.
Evaluasi operasional yang dilakukan setiap tiga bulan menunjukkan adanya perhatian pada perbaikan berkelanjutan, namun frekuensi evaluasi yang lebih sering dapat meningkatkan respons terhadap masalah yang muncul. Kesulitan terbesar yang dihadapi meliputi perilaku member yang kurang hati-hati terhadap peralatan gym, serta keterbatasan fasilitas seperti lahan parkir. Kendati demikian, program coaching yang ditawarkan telah memberikan dampak positif terhadap perkembangan kebugaran member. Secara keseluruhan, Asia Fitness Center memiliki dasar manajemen yang baik, tetapi perlu meningkatkan perawatan fasilitas, penanganan keluhan, serta memperkuat strategi pemasaran digital untuk lebih maju.
5.2 Implikasi
Implikasi dari temuan di atas adalah bahwa Asia Fitness Center perlu melakukan beberapa penyesuaian dan pengembangan untuk meningkatkan kinerja dan kepuasan pelanggan. Pertama, dalam aspek pemasaran, potensi besar yang dimiliki media sosial, seperti Instagram, harus dimanfaatkan secara lebih efektif sebagai alat promosi, yang dapat memperluas jangkauan audiens dan meningkatkan jumlah member baru. Kedua, perawatan peralatan gym yang lebih rutin dan sistem
pelaporan kerusakan yang lebih efisien sangat diperlukan untuk mengurangi keluhan terkait kerusakan alat, yang pada akhirnya akan meningkatkan pengalaman pelanggan dan mengurangi risiko kerusakan berulang.
Selain itu, evaluasi operasional yang lebih sering akan memungkinkan deteksi dan penyelesaian masalah yang lebih cepat, terutama terkait dengan keluhan member dan kondisi fasilitas. Dengan begitu, manajemen dapat merespons lebih cepat terhadap tantangan yang dihadapi, seperti kerusakan alat dan keterbatasan lahan parkir, yang sering kali menjadi hambatan bagi kenyamanan member.
Implikasi lainnya adalah pentingnya peningkatan pelatihan dan pembinaan staf untuk memastikan peralatan gym digunakan dengan benar dan aman oleh member.
Ini juga bisa membantu dalam menjaga kebersihan dan keteraturan fasilitas, sehingga dapat meminimalkan masalah yang muncul dari perilaku member.
Terakhir, keberhasilan program coaching yang berbayar menunjukkan bahwa Asia Fitness Center bisa mempertimbangkan untuk mengembangkan lebih banyak program coaching atau layanan tambahan yang dapat meningkatkan hasil kebugaran member, sehingga memberikan nilai tambah bagi pelanggan. Ini juga bisa menjadi peluang bagi pusat kebugaran untuk meningkatkan pendapatan melalui program-program premium yang lebih terstruktur.
5.3 Rekomendasi
Dari hasil penelitian dan simpulan, kami memberikan beberapa rekomendasi:
1. GYM Asia Fitness Center bisa lebih mengembangkan pemasarannya, dengan memulai digitalisasi dimedia sosial, terutama instagram dan tiktok sebagai media platform utama untuk promosi.
2. Asia Fitness Center juga seharusnya lebih memperhatikan pengelolaan fasilitas GYM, dengan rutin mengganti alat gym yang sudah berkarat ataupun rusak dengan yang baru, hal ini bisa meningkatkan kenyamanan member dan juga akan mendatangkan member baru.
kendaraan untuk datang ke tempat gym, peneliti melihat banyaknya kendaraan yang menumpuk di depan gym, bahkan kendaraanya sampai menumpuk ke pinggir jalan. Sehingga dapat menghalangi lalu lintas.