HALAMAN JUDUL
LAPORAN KELOMPOK
KULIAH KERJA NYATA (KKN) –TEMATIK UNIVERSITAS NGGUSUWARU TAHUN 2023
DI DESA LEWINTANA
OLEH :
NO. NAMA NPM PROGRAM STUDI
1. Ramadhan 203010019 Biologi
2. Alfa Yuliana 203010029 Biologi
3. Nizar Taufik Rahman 201020023 Bimbingan Dan Konseling
4. Asriani 203010048 Biologi
5. Antisyah 203010048 Matematika
6. Ririn Febrianti 202010057 Ekonomi
7. Lalan Sulastri 202010015 Ekonomi
8. Desi Venita Ningsih 202010006 Ekonomi
9. Andriani 202010002 Ekonomi
10. Muhamad Samsul Rizal 201020059 Bimbingan Dan Konseling
11. Kusmiati 202010014 Ekonomi
12. Faisal 201020090 Bimbingan Dan Konsling
13 Elis Ermawati 203020053 Matematika
14 Hanafi 203030001 Fisika
15 Sri Intan Komalasari 203030022 Fisika
16 Al-Khalik 201020098 Bimbingan Dan Konsling
UNIVERSITAS NGGUSUWARU (UNSWA) BIMA 2023
LEMBAR PENGESAHAN
Laporan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-Tematik) di Desa Lewintana Kec.
Soromandi Kabupaten Bima ini telah disahkan dan disetujui oleh Dosen Pembimbing pada tanggal…… November 2023
Dosen Pembimbing Lapangan
MURTALIB, M.Pd NIDN:0805098703
Ketua Posko KKN-PPL Tematik
NIZAR TAUFIK RAHMAN NPM:201020023
Mengetahui Kepala Desa Lewintana
MUSLEH,Sos.
NIAP/NIP :197412312007011129
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan Hidayah-Nya sehingga Laporan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-Tematik) ini dapat diselesaikan pada waktu yang telah ditetapkan.
Laporan ini merupakan rangkaian kegiatan yang dalam program KKN berisi tentang kegiatan yang dilakukan selama mengadakan KKN-Terpadu di Desa Lewintana sekaligus merupakan syarat bagi mahasiswa untuk menyelesaikan KKN- Tematik.
Pada kesempatan ini, penulis menyampaikan rasa terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada yang terhormat :
1. Bapak Dr. Nasution, M.Pd selaku Pj. Rektor Universitas Nggusuwaru Bima 2. Bapak Arsad, M.Si selaku Kepala LPPM Unswa
3. Bapak Suwanto, M.Pd, selaku ketua Panitia KKN-Tematik 4. Bapak Murtalib,M.Pd Selaku Dosen Pembimbing
5. Bapak Musleh,Sos. selaku Kepala Desa Lewintana 6. Masyarakat Desa Lewintana
7. Rekan-rekan Mahasiswa yang telah membantu dalam melaksanakan (KKN- Tematik).
Penulis menyadari dengan segala kerendahan hati bahwa dalam penyusunan laporan ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu saran dan kritik yang bersifat membangun merupakan hal yang dibutuhkan guna untuk perbaikan selanjutnya.
Semoga laporan ini bermanfaat bagi kita semua dan selalu dilimpahkan Rahmat oleh Allah SWT.Amiiin …….
Bima, Oktober 2023
Penyusun
KETUA KKN Desa Lewintana..
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ...i
LEMBAR PENGESAHAN...ii
KATA PENGANTAR ...iii
DAFTAR ISI ...iv
BAB I PENDAHULUAN...1
A. Latar Belakang...1
B. Tujuan KKN...2
C. Manfaat Kuliah Kerja nyata KKN...2
BAB II KONDISI OBJEKTIF DESA/KELURAHAN...5
A. Keadaan geografis...5
B. Kependudukan...7
C. Potensi Desa dan Kelurahan...7
1. Bidang Pendidikan dan keagamaan...7
2. Bidang kelembagaan...7
3. Bidang Kesehatan...10
4. Bidang Hukum...10
D. Keadaan sosial dan budaya...12
E. Infrastruktur...12
F. Analisis Kondisi Desa...13
BAB III. PROGRAM KERJA KKN...14
A. Program kerja...14
B. Indikator keberhasilan...14
BAB IV. PELAKSNAAN PROGRAM KERJA KKN...17
A. Deskripsi tentang program kerja kkn...17
B. Sumber dana...19
C. Hambatan hambatan...19
D. Cara mengatasi hambatan...20
E. Dampak positif pelaksaanaan kkn...20
F. Tanggapan masyarakat...21
BAB V PENUTUP ...22
A. kesimpulan...22
B. saran...22
LAMPIRAN-LAMPIRAN...24
DAFTAR TABEL
Tabel 2. 1 Jumlah RT RW dan desa lewintana...11
Tabel 2. 2 Penggunaan Lahan Desa...12
Tabel 2. 3 Jumlah penduduk...14
Tabel 2. 4Jumlah penduduk menurut agama...14
Tabel 2. 5 Struktur Perekonomian Desa Tahun 2019-2020...14
Tabel 2. 6 Penduduk usia 15 tahun ke atas yang bekerja menurut jenis kegiatan...18
Tabel 2. 7 Banyaknya fasilitas kesehatan...18
Tabel 2. 8 Sarana Peribadatan...19
Tabel 2. 9Sarana Olahraga...19
Tabel 2. 10 Sarana Transportasi Jalan desa...19
Tabel 2. 11 Jembatan Desa...20
Tabel 2. 12 sarana dan prasaraana...21
Tabel 2. 13 program kerja dan target yang di capai tiap bidang-bidang...23
Tabel 2. 14 Program Kegiatan...26
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Universitas Nggusuwaru Bima merupakan kampus yang memiliki tugas dan fungsi melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan dan pengajaran, serta pengabdian kepada masyarakat. Bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan salah satunya dengan adanya Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-Tematik) yang dilakukan setiap tahun ajaran.
KKN merupakan sebuah kegiatan pembelajaran lapangan yang dilakukan oleh mahasiswa, diharapkan dapat memberikan solusi tentang persoalan yang ada di dalam masyarakat, mengembangkan potensi-potensi dan mengetahui kelebihan maupun kekurangan masyarakat setempat. Kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kreativitas mahasiswa, memberikan pembelajaran untuk mahasiswa dalam berinteraksi dengan masyarakat.
Pelaksanaan KKN-Tematik ini berlangsung selama dua bulan yang dimulai dari tanggal 14 Agustus 2023 sampai dengan tanggal 14 Oktober 2023 dan berlokasi di Desa Lewintana Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima.
Dengan adanya kegiatan KKN-Tematik ini mahasiswa turut berpartisipasi menjadi bagian dari lokasi tersebut, sehingga pelaksanaan KKN yang diselenggarakan oleh Universitas Nggusuwaru Bima dapat berjalan secara optimal.
Pelaksanaan KKN merupakan media penerapan ilmu pengetahuan dan tekhnologi di masyarakat secara sistematis dalam program pemberdayaan masyarakat, peningkatan mutu dan pendorong pengembangan ilmu dalam rangnka membantu masyarakat menyelesaikan permasalahan dalam masyarakat di Kelurahan tersebut.
Dengan demikian Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN- Tematik) dapat diartikan sebagai salah satu bentuk pengintegrasian kegiatan antara pengabdian pada Masyarakat dengan pendidikan dan penelitan dilaksanakan oleh Mahasiswa secara interdisipliner.
B. Tujuan KKN
Tujuan Kuliah Kerja Nyata Temati (KKN- Tematik) mempunyai 4 (empat) tujuan, yaitu :
- Mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang berharga melalui keterlibatannya dalam Masyarakat yang secara langsung menemukan, merumuskan, memecahkan dan menanggulangi permasalahan pembangunan secara pragmatis dan interdisipliner.
- Mahasiswa dapat memberikan pemikiran berdasarkan ilmu, teknologi dan seni dalam upaya menumbuhkan, mempercepat gerak serta mempersiapkan kader pembangunan.
- Supaya perguruan tinggi dapat mencetak sarjana pengisi teknologi struktur dalam Masyarakat yang lebih menghargai kondisi gerak dan permasalahan yang kompleks dihadapi Masyarakat dalam melaksanakan pembangunan.
Dengan demikian output perguruan tinggi secara relatif menjadi siap pakai dan terlatih dalam menanggulangi permasalahan pembangunan yang lebih pragmatis dan interdisipliner.
- Meningkatkan hubungan antara perguruan tinggi dengan pemerintah daerah, instansi terkait dan Masyarakat, sehingga perguruan tinggi dengan pemerintah daerah dan menyesuaikan pendidikan dan penelitiannya dengan tuntutan realistis dari Masyarakat yang sedang membangun.
C. Manfaat Kuliah Kerja nyata KKN
Kuliah Kerja Nyata Temati (KKN- Temati) mempunyai beberapa manfaat, yaitu Mahasiswa, Masyarakat bersama Pemerintah Daerah, dan Perguruan Tinggi.
a) Bagi Mahasiswa-Mahasiswi.
- Memperdalam pengertian terhadap cara berfikir dan bekerja secara interdisipliner sehingga dapat menghayati adanya ketergantungan kaitan dan kerjasama antar sektor.
- Memperdalam pengertian dan penghayatan terhadap pemanfaat ilmu, teknologi dan seni yang dipelajarinya bagi pelaksanaan pembangunan.
- Memperdalam penghayatan dan pengertian Mahasiswa terhadap kesulitan yang dihadapi oleh masyarakat dalam melaksanakan pembangunan Masyarakat.
- Memperdalam pengertian dan penghayatan Mahasiswa terhadap seluk- beluk keseluruhan dari permasalahan pembangunan dan pembangunan Masyarakat.
- Mendewasakan cara berpikir dan meningkatkan daya nalar Mahasiswa dalam melakukan penelaahan, perumusan dan pemecahan masalah secara pragmatis ilmiah.
- Memberikan keterampilan kepada Mahasiswa untuk melaksanakan pembangunan dan pengembangan Masyarakat, berdasarkan ilmu, teknologi dan seni secara interdisipliner atau antar sektor.
- Membina Mahasiswa menjadi motivator, dinamisator dan problem solving.
b) Bagi Masyarakat dan Pemerintah Setempat
- Memperoleh bantuan pemikiran dan tenaga, ilmu, teknologi dan seni dalam merencanakan dan melaksanakan pembangunan.
- Memperoleh cara-cara baru yang dibutuhkan untuk merencanakan, merumuskan dan melaksanakan pembangunan.
- Memperoleh pengalaman dan menggali serta menumbuhkan potensi swadaya masyarakat, sehingga mampu berpartisipasi aktif dalam pembangunan.
- Terbentuknya kader-kader penerus pembangunan dalam masyartakat sehingga terjamin kelanjutan upaya pembangunan.
c) Bagi Perguruan Tinggi
- Memperoleh umpan balik sebagai hasil pengintegrasian Mahasiswa dengan proses pembangunan di tengah-tengah Masyarakat, sehingga kurikulum, materi perkuliahan dan pengembangan ilmu yang didapat di perguruan tinggi dapat disesuaikan dengan tuntutan nyata dari pembangunan.
- Memperoleh pengalaman yang berhak dan dapat digunakan sebagai contoh dalam memberikan materi perkuliahan dan menemukan berbagai masalah untuk pembangunan penelitian.
- Memperoleh masukan untuk kegiatan Mahasiswa, yang menelaah dan merumuskan keadaan/kondisi Masyarakat yang berguna bagi pengembangan ilmu, tekhnologi dan seni yang sesuai dengan tuntutan nyata.
BAB II
KONDISI OBJEKTIF DESA/KELURAHAN
A. Keadaan geografis
Luas wilayah desa Lewintana adalah 10,4 KM², dengan batas-batas wilayah sebagai berikut :
1. Sebelah Utara berbatasan dengan desa bajo Kab Bima
2. Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Lewinta Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima;
3. Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Nggembe Kec. Bolo 4. Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Punti Kec. Soromandi
Tabel 2. 1 Jumlah RT RW dan desa lewintana
Desa Maria Utara RT RW
1. Dusun I lewintana
2. Dusun II Pasir putih
3. Dusun III lewidewa
4. Dusun IV Bada
3 3 3 3
1 1 1 1
Jumlah 12 4
a. Topografi dan Iklim
Wilayah Desa Lewintana yang terletak di dataran tinggi dan pegunungan memiliki potensi sumber daya alam yang sangat banyak antara lain sektor pertanian, perkebunan, kehutanan dan peternakan.
Berdasarkan kelas ketinggian wilayah Desa Lewintana berada pada 300–700 meter di atas permukaan laut. Kondisi dan ekosistem hutan sangat cocok untuk dikembangkan menjadi sektor unggulan perkebunan antara lain Kemiri, mente dan lain sebagainya termasuk hamparan lahan yang begitu luas memungkinkan Desa Lewintana menjadi salah satu Desa sentra produk pertanian, perkebunan dan peternakan dengan tipe hutan hujan tropis. Posisi Desa Lewintana yang berada pada daerah dataran tinggi dengan kemiringan lereng 0–70% sehingga mempunyai jenis tanah aluvial dan sebagaian jenis tanah podsolik merah kuning.
Desa Lewintana merupakan salah satu Desa di wilayah administratif Kabupaten Bima beriklim tropis yang umumnya dipengaruhi oleh 2 musim, yaitu musim Barat atau Utara dan musim
timur atau Tenggara. Kedua musim ini berawal pada bulan Mei dan dipengaruhi oleh musim pancaroba yang merupakan transisi musim tersebut. Musim barat atau utara umumnya berlangsung dari bulan Desember sampai bulan Maret. Bulan April merupakan musim transisi ke musim timur atau tenggara.
Musim timur atau tenggara berawal pada bulan Mei dan berlangsung hingga bulan Oktober. Bulan Nopember merupakan masa transisi ke musim barat. Kondisi iklim Desa Lewintana dipengaruhi oleh iklim tropis dengan curah hujan rata-rata 500–1500 mm per tahun.
Musim hujan jatuh pada bulan November–Maret dengan jumlah hari hujan 21-23 hari per bulan dan dan musim kemarau jatuh pada bulan April sampai Oktober dengan intensitas hujan yang sangat jarang yaitu rata-rata 0,5-1 hari hujan dalam setiap bulannya (sumber: Kecamatan SoromandiDalam Angka 2012, BPS Kabupaten Bima).
b. Penggunaan Lahan
Tabel 2. Penggunaan Lahan Desa Lewintana Tabel 2. 2 Penggunaan Lahan Desa
Penggunaan Lahan Luas (Ha) Luas (Km²) Pemukiman (perumahan)
sawah
Tegalan/Kebun Hutan
Lain-lain
13,00 150,00 730,00 945,00 254,00
Jumlah 2.092,00
B. Kependudukan
C. Potensi Desa dan Kelurahan
1. Bidang Pendidikan dan keagamaan a. Jumlah Penduduk
Tabel 2. 3 Jumlah penduduk
Jumlah penduduk 2.305 Jiwa
Jumlah laki-laki 1.190 Jiwa
Jumlah perempuan 1.202 Jiwa
Jumlah KK 664 Kepala Keluarga
Total
b. Jumlah penduduk menurut Agama
Tabel 2. 4Jumlah penduduk menurut agama
Agama Jumlah Presentase
Islam Kristen Katolik Hindu Budha
2.783 - 1 0 0
99,09 % 0 % 0,01 % 0 % 0 %
1 2 2. Bidang kelembagaan
Pendapatan/penghasilan masyarakat Kelurahan dari berbagai sektor usaha.
Tabel 2. 5 Struktur Perekonomian Desa Tahun 2019-2020 Tabel 5. Struktur perekonomian Desa Tahun 2019 – 2020
No. Jenis Kelompok Jumlah Laki-laki Perempuan
1 BELUM/TIDAK
BEKERJA 481 242 239
2 MENGURUS RUMAH
TANGGA 543 21 522
3 PELAJAR/MAHASIS
WA 530 251 279
4 PENSIUNAN 42 36 6
5 PEGAWAI NEGERI
SIPIL (PNS) 68 38 30
6
TENTARA NASIONAL INDONESIA (TNI)
2 2 0
7 KEPOLISIAN RI
(POLRI) 3 3 0
8 PERDAGANGAN 1 0 1
9 PETANI/PERKEBUN
AN 383 364 19
10 PETERNAK 1 1 0
11 NELAYAN/PERIKAN
AN 0 0 0
12 INDUSTRI 0 0 0
13 KONSTRUKSI 0 0 0
14 TRANSPORTASI 8 8 0
15 KARYAWAN
SWASTA 49 45 4
16 KARYAWAN BUMN 3 3 0
17 KARYAWAN BUMD 0 0 0
18 KARYAWAN
HONORER 75 35 40
19 BURUH HARIAN
LEPAS 36 23 13
20 BURUH
TANI/PERKEBUNAN 42 32 10
21
BURUH
NELAYAN/PERIKAN AN
0 0 0
22 BURUH 0 0 0
PETERNAKAN
23 PEMBANTU RUMAH
TANGGA 2 0 2
24 TUKANG CUKUR 0 0 0
25 TUKANG LISTRIK 0 0 0
26 TUKANG BATU 2 2 0
27 TUKANG KAYU 0 0 0
28 TUKANG SOL
SEPATU 0 0 0
29 TUKANG
LAS/PANDAI BESI 1 1 0
30 TUKANG JAHIT 2 1 1
31 TUKANG GIGI 0 0 0
32 PENATA RIAS 0 0 0
33 PENATA BUSANA 0 0 0
34 PENATA RAMBUT 0 0 0
35 MEKANIK 0 0 0
36 SENIMAN 0 0 0
37 TABIB 0 0 0
38 PARAJI 0 0 0
39 PERANCANG
BUSANA 0 0 0
40 PENTERJEMAH 0 0 0
41 IMAM MASJID 1 1 0
42 PENDETA 0 0 0
43 PASTOR 0 0 0
44 WARTAWAN 1 1 0
45 USTADZ/MUBALIGH 0 0 0
46 JURU MASAK 0 0 0
47 PROMOTOR ACARA 0 0 0
48 ANGGOTA DPR-RI 1 1 0
49 ANGGOTA DPD 0 0 0
50 ANGGOTA BPK 0 0 0
51 PRESIDEN 0 0 0
52 WAKIL PRESIDEN 0 0 0
53
ANGGOTA MAHKAMAH
KONSTITUSI 0 0 0
54 ANGGOTA KABINET
KEMENTERIAN 0 0 0
55 DUTA BESAR 0 0 0
56 GUBERNUR 0 0 0
57 WAKIL GUBERNUR 0 0 0
58 BUPATI 0 0 0
59 WAKIL BUPATI 0 0 0
60 WALIKOTA 0 0 0
61 WAKIL WALIKOTA 0 0 0
62 ANGGOTA DPRD
PROVINSI 0 0 0
63 ANGGOTA DPRD
KABUPATEN/KOTA 0 0 0
64 DOSEN 0 0 0
65 GURU 11 6 5
66 PILOT 0 0 0
67 PENGACARA 0 0 0
68 NOTARIS 0 0 0
69 ARSITEK 0 0 0
70 AKUNTAN 0 0 0
71 KONSULTAN 0 0 0
72 DOKTER 0 0 0
73 BIDAN 4 0 4
Tabel 2. 6 Penduduk usia 15 tahun ke atas yang bekerja menurut jenis kegiatan
Jenis Kegiatan
Jenis Kelamin (Jiwa) Tipe Daerah (jiwa) Laki–
Laki
Perempua
n Perkotaan Pedesaan Angkatan
Kerja : Bekerja Pengangguran
931 36
412 116
- -
1.343 152 Bukan Angkatan
Kerja:
Sekolah Mengurus rumah tangga Lainnya
59 - -
63 3 -
- - -
122 3 -
3. Bidang Kesehatan
Tabel 2. 7 Banyaknya fasilitas kesehatan No. Prasarana
Kesehatan JUMLAH Keterangan
1 Rumah Sakit - -
2 Puskesmas - -
3 Pustu 1 Baik
4 Polindes - -
5 Posyandu 2 Cukup baik
6 Laboratorium - -
7 Apotik - -
4. Bidang Hukum
Tabel 2. 8 Sarana Peribadatan
Sarana Peribadatan Jumlah Keterangan Masjid
Mushalla
2 Buah -
cukup Baik -
Gereja Vihara Pura
- - -
- - - Tabel 2. 9Sarana Olahraga
Jenis Prasarana Jumlah Keterangan Lapangan Sepak Bola
Lapangan Bola Volly Lapangan Basket Lapangan Bulutangkis Lapangan olahraga lainnya
2 1 - - 2
Kondisi baik terawat Kondisi baik
- - Rusak Tabel 2. 10 Sarana Transportasi Jalan desa
Jenis sarana
Jalan Utama
(Km)
Jalan Setapak
(Km)
Jumlah Ket
Jenis Permukaan :
Aspal Cor semen Kerikil Tanah
Belum Tembus
1 - 2,5
12 -
2 4,5
- 25
-
3 Km 4,5 Km 2,5 Km 37 Km 0 Km
Kondisi jalan Cukup baik Cukup baik Kurang baik Kurang baik -
Jumlah 3 Jalan 8 Jalan 47 Km
Tabel 2. 11 Jembatan Desa Jenis Sarana Telah
dibagun
Dalam Perencanaan
Belum dibangun
Keterang an
Jembatan 20 (Meter)
4
Jembatan -
12 Jembatan 30 (Meter)
Kondisi kurang baik &
rusak Deuker
30(Meter) 35 Deuker - 73 deker
146(meter)
Kondisi baik dan rusak
Jumlah 39 unit - 85 Unit
D. Keadaan sosial dan budaya
Pada awal pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Tematik ( KKN-Tematik ) Desa Lewintana Kecamatan Soromandi, terlebih dahulu mahasiswa KKN – Tematik melakukan observasi dan pendataan Desa Maria Utara, RT 01-12, 01- 04 RW Desa Lewintana Kecamatan Soromandi. Pendekatan awal lebih difokuskan melalui wawancara dengan Kepala Desa Lewintana dan Jajarannya, pemuka Masyarakat, Tokoh Agama, serta tokoh Pemuda baik secara kelompok maupun secara individu, secara formal maupun non formal. Kegiatan Kuliah Kerja Nyata Tematik ( KKN-Tematik ) ini berlangsung mulai tanggal 14 Agustus 2023 s/d 14 Oktober 2023
Berdasarkan orientasi di lapangan dan hasil observasi Lingkungan Desa Lewintana Kecamatan Soromandi RT 01-12 / RW 01-04 yang ada di lingkungan Lewintana, kami menjumpai berbagai macam permasalahan – permasalahan yang perlu diberikan penanganan dan mencarikan solusinya bagi keberlangsungan pembangunan di lingkungan Desa Lewintana Kecamatan Soromandi. Adapun masalah secara umum berdasarkan hasil observasi yang kami lakukan yaitu kurangnya pemahaman agama pada anak – anak maupun masyarakat secara umum, kurangnya kesadaran untuk melanjutkan pendidikan, kurangnya pemahaman hudup sehat dan bakat dari masyarak belum tersalurkan dengan baik, dan kurangnya kesadaran masyarakat tentang hidup bersih.
E. Infrastruktur
Adapun infrastuktur yang berada di desa lewintana Kecematan Soromandi adalah;
Tabel 2. 12 sarana dan prasaraana
No. Prasarana Kesehatan JUMLAH Keterangan
1 Rumah Sakit - -
2 Puskesmas - -
3 Pustu 1 Baik
4 Polindes - -
5 Posyandu 2 Cukup baik
6 Laboratorium - -
7 Apotik - -
8 TK/RA 1 Buah Kondisi baik
9 SD/MI 2 Buah Kondisi baik
10 SMP/MTs 2 Buah 1 Kondisi rusak
11 SMA/MA/SMK 1 Kondisi Baik
12 PERGURUAN TINGGI - -
F. Analisis Kondisi Desa
Berdasarkan hasil observasi, pendataan, dan survei lapangan yang telah dilakukan oleh tim KKN Tematik yang berlokasi di Desa Lewintana, Kecamatan Soromandi, setelah mencermati beberapa hal, warga sekitar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, kehidupan beragama, sosial, dan kehidupan bemasyarakat. Secara intelektualitas, kemampuan warga dianggap mampu bersaing akan tetapi belum ada mediator yang bisa memfasilitasi kegiatan yang bisa memberdayakan kemampuan warga secara maksimal.
Beberapa kegiatan di lingkungan masyarakat tersebut masih memerlukan perhatian secara khusus terutama kegiatan kelompok pemuda dan anak-anak.
Dari hasil observasi dan dialog dengan tokoh - tokoh yang bersangkutan, terdapat beberapa permasalahan yang ada di lokasi antara lain ekonomi, lingkungan, infrastruktur, pendidikan dan agama, sosial dan masyarakat. Objek-objek permasalahan tersebut kemudian dianalisis dan diseleksi menurut skala prioritas dan kemampuan mahasiswa serta kepentingan dan kebutuhan masyarakat.
Adapun permasalahan-permasalahan yang diidentifikasi, antara lain:
1. Kondisi ekonomi yang tidak merata (perbedaan pendapatan yang terlalu jauh).
2. Potensi masyarakat (terutama pemuda-pemudi dan anak-anak) yang belum disalurkan dengan baik, baik pendidikan maupun agama.
3. Kondisi lingkungan yang belum terjaga.
4. Kondisi masyarakata yang belum bisa menyalurkan bakatnya denag baik
BAB III.
PROGRAM KERJA KKN
A. Program kerjaa. Program Fisik - Jum’at Bersih
- Sepak Bola Semi Futsal - Gotong royong
- Bakti sosial (BAKSOS) - Senam Pagi
- Literasi
- Membersihkan TPU
- Pembuatan papan nama RT, RW dan Dusun b. Program Non Fisik
1. Mengajar ngaji BTQ
2. Pengajian (Majelis Taklim) dan kajian kerohanian 3. Seminar Pendidikan
B. Indikator keberhasilan
Target mahasiswa KKN Tematik di desa Lewintana dapat di lihat melalui table berikut
Tabel 2. 13 program kerja dan target yang di capai tiap bidang-bidang
Bidang Program kerja
Target yang di Capai Non fisik Fisik
Kerohanian
1. Mengajar ngaji baca tulis al-quran BTQ
2. Yasinan Bersama malam Jumat 3. Membersihka
n mesjid setiap hari jumat
1. Jum’at bersih
Semua lapisan masyarakata di Desa Lewintan dapat memahami nilai – nilai agama, dan bisa di implementasikan dalam kehidupan sehari – hari.
Pendidikan 2. Literasi 2 x
seminggu 3. Seminar
Pendidika n 1x dua
Memberikan pembelajaran tambahan di kalangan pemuda dan anak-anak sekolah untuk
bulan meningkatkan kualitas dirinya sebagai bekal untuk masa depan bangsa.
Olahraga
1. Senam pagi 2. Turnamen
sepak bola semifutsal
Memberikan
pemahaman kepada masyarakat tentan pentingnya hidup sehat dan bisa mengembangkan bakat yang ada pada masyarakat sehingga dapat di salurkan dengan baik.
Humas
1. Bakti sosia (BAKSO S)
2. Gotong royong 3. Pembersih
an tempat pemakam an umum (TPU) 4. Pembuata
n papan nama RT, RW dan Dusun
Semua fasilitas umum di Desa Lewintana dapat di rawat dengan baik melalui kegiatan – kegiatan yang di terapkan dan dapat menjalin silaturahmi di kalangan
masyarakat sehingga tercipta masyarakat yang bersatu dalam membangun desa Lewintana
BAB IV.
PELAKSNAAN PROGRAM KERJA KKN
A. Deskripsi tentang program kerja kknDari beberapa program kerja KKN Tematik UNIVERSITAS NGGUSUWARU Bima angkaran ke XXXV Desa Lewintana yang telah di programkan, hasil pelaksanaannya dapat di lihat dari tabelkegiatan sebai berikut :
Tabel 2. 14Program Kegiatan No. Program
kerja
Waktu Tempat Tujuan Ket.
1. survey
lokasi KKN
15-17 Agustus 2023
Desa Lewintan a
Untuk mencari
informasi di
masyarakat untuk
yang kemudian
disimpulkan untuk menyusun program kerja
Terlaksa na.
2. Seminar
program kerja
11 Oktober 2023
SDN INPRES Lewintan a
Supaya guru guru memahami terkait dengan merdeka belajar
Terlaksa na.
3. Jum’at
Bersih
Setiap Ju m’at
Masjid di Desa Lewintan a
Supaya Masjid
Terlihat Bersih, Rapi, Dan Nyaman Untuk Melakukan Ibadah.
Terlaksa na.
4. Gotong
royong
2 x
sebulan
Di Desa Lewintan a
Menjalin silaturahim dengan masyarakat Lewintana menjaga budaya Indonesia yaitu budaya gotong royong.
Terlaksa na.
5. Bakti
sosial
2 x Di
Lewintan
Untuk
membersihkan
Terlaksa
(BAKSOS) sebulan a fasilitas umum deperti jalan,
Selokan dan
lapangan yang ada di Desa Lewintana
na.
6. Senam
pagi
Setiap hari minggu
Dusun lewintana
Menerapkan hidup sehat di kalangan masyarkat.
Terlaksa na.
7. Turnamen
semifutsa l
19 Oktober -15 septembe r 2023
Dusun Lewintan a
Untuk
mengembangkan dan menyalurkan bakat masyarakat Desa Lewintana.
Terlaksa na.
8. Pembuata
n papan nama RT,RW dan Dusun
20 – 23 Novembe r 2023
Di Desa Lewintan a
Sebagai tanda
pengenal untuk
setiap RT, RW dan Dusun yang ada di Desa Lewintana.
Terlaksa na.
9. Membersi
hkan TPU
1 x
Sebulan
Dusun Lewintan a
Untuk
membersihkan semua TPU di Desa Lewintana
Terlaksa na.
10. Pengajian (majelis taklim) dan kajian kerohania n
04 Novembe r 2023
Masjid Al- Muttaqin Dusun Loka Atas
Menanamkan nilai – nilai agama di kalangan masyarakat dan bisa menjalin
silaturahmi dan
akhirnya menciptakan
masyarakat yang beriman,bertaqwa
dan berakhlak
mulia.
Terlaksa na.
11. Literasi Setiap senin sore
Lapangan desa lewintana
Untuk menambah
wawasan dan
membekali anak anak di Desa Lewintana dalam hal pendidikan
Terlaksa na.
12. Seminar
Pendidika n
SDN INPRES Lewintan a
Agar semua lapisan guru guru di kec.Soromandi memahami terkait dengan merdeka belajar
Terlaksa na.
B. Sumber dana
Dalam mendukung kegiatan selama tiga bulan sumber dana adalah:
1. Donatur tiap instansi
2. Donatur tiap sekolah yang berada di kecematan soromandi 3. Donatur dari desa lewintana
C. Hambatan hambatan a. Faktor Penghambat
Selama melaksanakan kegiatan yang menjadi program di Desa Maria Utara terdapat kendala- kendala, antara lain :
1. Alokasi, waktu, dan biaya untuk menjalankan semua program tidak mencukupi, sehingga tidak semua program yang bisa terlaksanakan.
2. Padatnya kegiatan masyarakat membuat mereka tidak bisa berpartisipasi aktif dalam membantu mahasiswa dalam mensukseskan kegiatan.
D. Cara mengatasi hambatan
Dalam melaksanakan kegiatan KKN-Terpadu berlangsung dan mengantisipasinya adanya berbagai hambatan kami melakukan beberapa langkah, yaitu :
1. Setiap melakukan kegiatan kami selalu berkoordinasi dan bekerjasama dengan Ibu kepala Kelurahan Penana’e, Karang Taruna, tokoh masyarakat tentang program kami laksanakan dengan meminta pertimbangan baik tentang sumber dana, pengkoordiniran masyarakat untuk bekerjasama melaksanakan program kegiatan yang telah direncanakan
2. Selalu memberikan pemahaman kepada seluruh lapisan masyarakat bahwa keberadaan mahasiswa KKN-Tematik ditengah – tengah masyarakat bukanlah membawa uang atau proyek sebagaimana anggapan beberapa masyarakat, akan tetapi keberadaan mahasiswa KKN- Tematik adalah memberikan solusi, pemecahan masalah, memberikan bimbingan, memfasilitasi keinginannya pada pemerintah, serta menggerakkan masyarakat dan menumbuhkan sikap gotong- royongan membangun wilayah secara bersama – sama demi kepentingan warga setempat.
E. Dampak positif pelaksaanaan kkn
Dalam pelaksanaan kkn terpadi ini ada kontribusi yang di berikan kepada masyarakat dalam berbagai bidang, dintaranya :
1. Bidang Kerohanian : Memberikan pengetahuan berkaitan dengan pentingnya memahami agama dan menanamkan nilai – nilai Al-Qur’an kepada masyarakat dan dengan program TPA/TPQ anak-anak bisa mengenal huruf Hijaiyah dan lancar membaca Al-Qur’an .
2. Bidang Pendidikan : Memberikan pemahaman tentang pentingnya pendidikan kepada semua lapisan masyarakat terutama pemuda dan anak- anak sebagai generasi harapan bangsa, sehingga dengan kegiatan – kegiatan yang di programkan dapat membanrtu menambah wawasan masyarakat terutama pemuda dan anak – anak.
3. Bidang Olahraga : Menanamkan pentingnya hidup sehat kepada masyarakat dan menyalurkan bakat masyarakat lewat kegiatan tunamen bola voli.
4. Bidang Humas : Menanamkan pentingnya nilai gotong royongan, kebersamaan, persaudaraan, silaturahmi dan saling menghargai dalam bermasyarakat serta pentingnya hidup bersih dan pelestarian alam.
F. Tanggapan masyarakat
Selama kegiatan dua bulan masyarakat memberikan responsif yang cukup baik dalam mendukung kegiatan bahkan dalam kegitan berjalan masyarakat memberikan dukungan secara moral maupun moril untuk mensukseskan kegiatan yang bernilai positif
BAB V PENUTUP
A. kesimpulanDari setiap pelaksanaan kegiatan KKN-Terpadu berlangsung ada beberapa hal yang menjadi kesimpulan penulis selama melaksanakan kegiatan KKN- Terpadu, yaitu :
1. Pelaksanaan kegiatan KKN-Tematik terlebih dahulu dilakukan survei lapangan untuk melihat dan merencanakan program KKN- Tematik, sebelum dibahas dan diprioritaskan serta dipaparkan kepada Pemerintah Desa Lewintana dan tokoh masyarakat.
2. Pendekatan masyarakat lewat silaturahmi sangat efektif dalam upaya membina hubungan, meminta dukungan masyarakat untuk bersama-sama melaksanakan program KKN- Tematik yang telah direncanakan.
3. Dalam menjalankan kegiatan KKN- Tematik yang telah direncanakan tidak sepenuhnya dapat kami laksanakan karena terhambat oleh beberapat kendala dan lain hal.
4. Lingkungan Desa Lewintana masih banyak potensi masyarakat yang belum dikembangakan secara maksimal, selain itu masalah air bersih dan juga penanggulangan kesehatan dan kebersihan masih minim sehingga perlu adanya peningkatan dalam hal tersebut oleh PEMDES Lewintana.
B. saran
Selama kegiatan KKN- Tematik berlangsung kami banyak menemukan kendala, maka saran dan masukan kami adalah :
1. Sebelum menentukan lokasi KKN- Tematik hendaknya pihak Panitia KKN- Terpadu angkatan ke-XXXV Tahun 2023 melakukan survei tempat yang belum berkembang untuk dipilih sebagai lokasi KKN- Tematik karena masih banyak wilayah yang belum pernah dimasuki oleh Mahasiswa KKN.
2. Perlu adannya pertimbangan jumlah mahasiswa/mahasiswi KKN sehingga tidak saling memberatkan bagi mahasiswa KKN.
3. Supaya kehadiran KKN- tematik di posko selalu terkoordinir dan setiap kegiatan bisa diarahkan sesuai dengan rencana maka peran Dosen Pembimbing sangat dibutuhkan dalam memberikan masukan dan arahan.
Serta berusaha untuk hadir secara rutin dalam setiap kegiatan KKN-tematik agar tetap dapat mengontrol mahasiswa KKN dengan baik.
LAMPIRAN-LAMPIRAN
1. LAMPIRAN I PROFIL DESA
1.1 Kondisi Desa
Desa Lewintana merupakan salah satu desa dalam wilayah Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima. Secara administratif, wilayah Desa Lewintana memiliki batas sebagai berikut:
1. Sebelah Utara : Berbatas Dengan Desa Bajo
2. Sebelah Selatan : Berbatas Dengan Desa Nggembe 3. Sebelah Timur : Berbatas Dengan Desa Teluk Bima 4. Sebelah Barat : Berbatasan Dengan Desa Doridungga
Luas wilayah Desa Lewintana adalah 1.083 Ha (165 km2) yang terdiri dari 25% berupa pemukiman warga, 60% ladang dan sawah yang digunakan untuk lahan pertanian, sedangkan lain-lainya 20%. Sebagaimana wilayah tropis, Desa Lewintana mengalami musim kemarau dan musim hujan dalam tiap tahunnya. Rata-rata perbandingan musim penghujan sama-sama besar dengan musim kemarau.
2.2.1 Sejarah Desa
Desa Lewintana merupakan salah satu Desa yang berada di wilayah Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima Propinsi Nusa Tenggara Barat dan terletak pada Jalan Lintas Pantura dan Pintu Masuk antara dua Kecamatan.
Desa adalah kesatuan masyarakat yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak atas usul, dan atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pengertian Desa berdasarkan pada Peraturan Pemerintah No. 43 tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa.
Berdasarkan pengertian Desa di atas, maka dalam membangun Desa haruslah mempunyai arah / pedoman pembangunan Desa yang matang karena dengan adanya pedoman Pembangunan Desa maka upaya peningkatan kualitas hidup dan kehidupan untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat Desa dapat tercapai.
Kesejahteraan masyarakat Desa Lewintana tidak terlepas dari peranan kepala Desa beserta perangkatnya dimana haruslah bekerja sesuai Visi dan Misi yang menjadi acuan rencana kerja pembangunan Desa selama masa jabatannya yang dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJM-Desa) untuk jangka waktu 6 (enam) tahun kemudian dari RPJM-Desa tersebut dijabarkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP-Desa) untuk jangka waktu 1 (satu) tahun.
Rancangan RPJM Desa memuat visi dan misi kepala Desa, arah kebijakan pembangunan Desa, serta rencana kegiatan yang meliputi bidang penyelenggaraan Pemerintahan Desa, pelaksanaan pembangunan Desa, pembinaan kemasyarakatan Desa dan pemberdayaan masyarakat Desa.
Agar pemerintahan berjalan baik sesuai dengan visi, misi yang dituangkan dalam program kerja, maka Kepala Desa Lewintana beserta
perangkatnya bersama-sama dengan masyarakat melalui musyawarah Desa membentuk tim penyusun untuk membuat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJM-Desa).
2.2.2 Demografi dan Topografi
Demografi adalah studi ilmiah tentang penduduk, terutama tentang jumlah, sturuktur serta elemen lain yang berkaitan dengan perkembangan masyarakat desa. Berdasarkan data profil desa, jumlah penduduk Desa Lewintana Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat per/mei-juni tahun 2019 adalah 1302 jiwa dengan komposisi Laki-laki 657 orang dan perempuan 645 orang dengan terbagi di empat wilayah dusun yaitu Dusun Lewintana, Dusun Pasir Putih, Dusun Lewidewa dan Dusun Lewibada.
TABEL 01. JUMLAH PENDUDUK DESA LEWINTANA
No Nama Dusun Kepala Keluarga Laki-laki PerempuanPenduduk Jumlah
1 Dusun Lewintana 91 167 143 310
2 Dusun Pasir Putih 96 158 161 319
3 Dusun Lewidewa 102 157 175 332
4 Dusun Lewibada 103 177 167 344
Total 392 659 646 1305
Sumber: Data Kepala Dusun dan RT-RW
Jumlah penduduk desa Lewintana terbagi di tiga dusun. Dusun Lewintana memiliki penduduk berjumlah 310 dengan komposisi pembagian, laki-laki berjumlah 167 dan perempuan berjumlah 143. Untuk Dusun Pasir Putih laki-laki 158 dan perempuan 161, Dusun Lewidewa laki-laki berjumlah 157 dan perempuan 175, sedangkan Dusun Lewibada laki-laki 177 dan perempuan berjumlah 167.
TABEL 02. JUMLAH PENDUDUK BERDASRKAN USIAH PEMILIH
No Nama Dusun Jumlah Pemilih Jumlah
Laki-laki Perempuan
1 Dusun Lewintana 109 106 215
2 Dusun Pasir Putih 103 112 215
3 Dusun Lewidewa 105 119 224
4 Dusun Lewibada 123 127 250
Jumlah total 904 Sumber: Data DPT KPU Desember 2018
Jumlah penduduk berdasarkan usiah pemilih 904 terbagi ditiga dusun, diantaranya Dusun Lewintana 215 pemilih dan Dusun Pasir Putih 215 pemilih, Dusun Lewidewa 224 pemilih sedangkan Dusun Lewibada 250 pemilih. Data
tahun 2019 akan bertambah berdasarkan umur penduduk dengan komposisi perempuan dan laki-laki.
TABEL 03. JUMLAH PENDUDUK BERDASARKAN KELOMPOK UMUR Klmpk
umur (Tahun)
Dusun Lewintana
Dusun Pasir
Putih Dusun Lewidewa Dusun Lewibada Jumlah
A LK PR JML
H
LK PR JLMH LK PR JMLH LK PR JMLH LK PR
J M L H
0-5 10 7 17 11 5 16 6 5 11 17 13 30 44 30
7 4
6-17 19 10 29 7 9 16 11 3 14 16 8 24 103 25
7 8
18-34 35 41 76 19 6 25 21 11 32 16 13 29 74 52
1 2 6
35-45 39 40 79 12 12 24 8 25 33 16 11 27 70 73
1 4 3
46-60 33 41 74 25 23 48 38 56 94 28 5 33 104 69
1 7 3
61-80 23 34 57 27 10 37 9 13 22 16 10 36 65 47
1 1 2
81-100 6 2 8 3 1 4 1 1 2 1 3 4 68 7
7 5
101-120 - - - - - - - - - - - - - -
-
Sumber: Data Kepala Dusun dan RT-RW
2.2.3 Keadaan Sosial
Masyarakat Desa Lewintana merupakan masyarakat desa yang tergolong tertinggal. Peranan kepala desa sangat menentukan dalam memberikan keputusan termasuk masalah keamanan di desa. Desa Lewintana memiliki petugas keamanan desa dengan berjumlah 4 orang yang mendapat insentif langsung dari desa dan petugas keamanan yang diajukan oleh Pemerintah Kabupaten Bima melalui Polisi Pamong Praja dengan jumlah 2 orang. Adapun sarana penunjang keamanan berupa pos ronda/pos kamling desa berupa rumah jaga yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat Desa Lewintana dengan menggunakan modal swadaya bersama.
Adapun tingkat pendidikan masyarakat Desa Lewintana telah menempati semua jenjang pendidikan, namun belum maksimal. Ini dapat di lihat pada tabel di bawah ini.
TABEL 04. JUMLAH PENDUDUK MENURUT TINGKAT PENDIDIKAN NO Pendidikan Laki-lakiJenis KelaminPerempuan Jumlah
1 TK/PAUD 29 30 59
2 SD/MI 105 90 195
3 SMP/MTS 40 55 95
4 SMA-K/MA 15 25 40
5 PT/Institut 8 3 11
Sumber: Data Kepala Dusun dan RT-RW
Jumlah yang tamat TK dan PAUD sebanyak 59 orang, tamat SD/MI 195 orang, tamat SMP/MTS 95 orang, Tamat SMA-K/MA 40 orang dan untuk tamat perguruan tinggi sendiri sebanyak 11 orang sarjana sedangkan untuk magister berjumlah 0 orang, untuk doktor (DR) belum ada sedangkan sisahnya belum tamat sarjana.
TABEL 05. DATA PENDUDUK BERDASARKAN JENIS AGAMA NO Agama Laki-lakiJenis KelaminPerempuan Jumlah
1 Islam 659 646 1305
2 Protestan - - -
3 Khatolik - - -
4 Hindu - - -
5 Budha - - -
6 Khonghucu - - -
7 Lainya - - -
Sumber: Data Kepala Dusun dan RT-RW
Untuk agama lain selain islam belum ada dan islam sendiri berjumlah 1305 dengan komposisi laki-laki 659 orang, perempuan berjumlah 646 dengan
presentase seratus persen (100 %). Sarana peribadatan di Desa Lewintana terdapat tiga unit masjid yang beralamat di Dusun Pasir Putih, Lewibada dan tepat di tempat strategis dengan berada ditengah-tengahnya. Sedangkan untuk mushalla/surau berada di Dusun Lewidewa dan Pasir Putih dengan masing- masing satu unit.
TABEL 06. PENYANDANG MASALAH KESEJAHTERAAN SOSIAL (PMKS)
No Nama Jenis Kelamin Jumla
Laki-laki Perempuan h
1
1 Anak balita terlantar - - -
2 Anak terlantar - - -
3 Anak berhadapan dengan hokum
- - -
4 Anak Jalanan - - -
5 Anak yang memerlukan perlindungan khusus
- - -
6 Anak yatim 2 1 3
2
1 Lanjut Usia Terlantar - - -
2 Lanjut Usia Terlantar Potensial - - -
3 Lanjut Usia Terlantar Tidak Potensial
- - -
4 Lanjut Usia 15 16 31
3
1 Penyandang Disabilitas 5 2 2
2 Tuna Susila - - -
3 Tuna Netral - - -
4 Tuna Rungu - - -
5 Tuna Grahita - - -
6 Gelandangan - - -
7 Pengemis - - -
8 Pemulung - - -
9 Kelompok Minoritas - - -
10 Bekas Warga Binaan Pemasyarakatan (BWBP)
10 - 10
11 Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA)
- - -
12 Korban Penyalahgunaan NAPZA
- - -
13 Korban Trafficking - - -
14 Korban Tindak Kekerasan - -
15 Pekerja Migran Bermasalah Sosial (PMBS)
- - -
16 Korban Bencana Alam - - -
17 Korban Bencana Sosial - - -
18 Perempuan Rawan Sosial - 31 31
Ekonomi
19 Duda Rawan Sosial Ekonomi 11 - 11
20 Duda Tidak Rawan Sosial Ekonomi
- - -
21 Fakir Miskin - - -
22 Keluarga Berumah Tidak Layak Huni
- - 51
23 Komunitas Adat Terpencil - - -
24 (ODGM) Orang dengan Gangguan Mental/Jiwa (orang stress/gila)
1 - -
Sumber: Data Kepala Dusun dan RT-RW
Yang dimaksud dengan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) adalah seseorang atau keluarga yang karena suatu hambatan, kesulitan atau gangguan tidak dapat melaksanakan fungsi sosialnya dan karenanya tidak dapat menjalin hubungan yang serasi dan kreatif dengan lingkungannya sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan hidupnya (jasmani, rohani dan sosial) secara memadai dan wajar.
Hambatan, kesulitan dan gangguan tersebut dapat berupa kemiskinan, keterlantaran, kecacatan, ketunaan sosial maupun perubahan lingkungan (secara mendadak) yang kurang mendukung atau menguntungkan. Menurut Kementerian Sosial RI, saat ini tercatat ada 28 jenis PMKS.
TABEL 07. DATA KRIMINALITAS
Wilayah Dusun Kasus Tahun
2018 2019
Kejahatan Terhadap Nyawa
Pembunuhan - -
Kejahatan Terhadap Fisik [Badan]
Penganiyan berat - -
Penganiyan ringan - 1
Kekerasan dalam rumah tangga - -
Kejahatan Terhadap Kesusilaan
Perkosaan - -
Pencabulan - -
Penculikan - - Kejahatan Terhadap Kemerdekaan
Orang
Memperkerjakan anak dibawah umur - - Kejahatan Terhadap Hak Milik
/Barang Dengan Penggunaan Kekerasaan
Pencurian dengan kekerasan - -
Pencurian dengan kekerasan Menggunakan senjata api
- -
Pencurian dengan kekerasan Menggunakan senjaata tajam
- -
Kejahatan Terhadap Hak Milik /Barang
Pencurian - -
Pencurian dengan pemberatan - -
Pencurian dengan kendaraan bermotor
- -
Pengerusakan/penghancuran barang - -
Pembakaran dengan sengaja - -
Penadahan - -
Kejahatan Narkotika dan Zat Adiktif
Narkotika dan psikotropika - -
Kejahatan Terhadap Penipuan, Penggelapan dan Korupsi
Penipuan dan perbuatan curang - -
Penggelapan 1 -
Korupsi - -
Kejahatan Terhadap Ketertiban Umum
Ketertiban umum - - Sumber: Data Kepala Dusun dan RT-RW
Angka kriminalitas seperti kekerasan, pencurian, penadahan, korupsi, dan kejahatan lainya khusus Desa Lewintana hingga hari ini hanya ada satu penggelapan dan akan diupayakan agar desa Lewintana aman dan damai dari kriminalitas. kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) merupakan kekerasan yang bersifat pribadi, bukan berarti pemerintah tidak turut andil dalam menyelesaikan namun masih dilakukan penyelesaian dengan cara-cara keluarga terlebih dahulu.
TABEL 08. DATA POTENSI PEKERJA KELUAR NEGERI DAN DALAM NEGERI
No Nama Negara Jenis Kelamin
Jumlah Laki-laki Perempuan
1 Malaysia 1 1 2
2 Uni Emirat Arab - - -
3 Saudi Arabia - 5 5
4 Brunei Darussalam - - -
5 Hongkong - - -
6 Singapura - - -
7 Taiwan - - -
8 Korea - - -
7 Indonesia (Jakarta) 6 7 13
8 Indonesia (Kaltim) 5 7 12
9 Indonesia (Papua) - - -
Sumber: Data Kepala Dusun dan RT-RW
Untuk data potensi pekerja keluar negeri dan dalam negeri Desa Lewintana memiliki jumlah tenaga kerja 32 orang dengan terbagi kedalam negeri dan luar negeri. 12 orang laki berkerja sebagai buruh migran dan 20 orang perempuan bekerja didua profesi yang berbeda. Diantaranya sebagai pembantu rumah tangga dan sebagai buruh kepala migran lainya dengan Negara tujuan Malaysia dan lainya. Sementara pekerja yang ada di dalam negeri terbagi di 2 provinsi. Jakarta dan Kaltim dengan profesi sebagai guru, TNI dan buruh kasar.
TABEL 09. DATA POTENSI PELAJAR KELUAR NEGERI DAN DALAM NEGERI
NO Nama Negara Jenis Kelamin Jumlah
Laki-laki Perempuan
1 Indonesia (Jakarta) 3 1 4
2 Indonesia (Bandung) - - -
3 Indonesia (Semarang) - - -
4 Indonesia (Jogyakarta) - - -
5 Indonesia (Solo) - - -
6 Indonesia (Surabaya) - - -
7 Indonesia (Malang) 1 - 1
8 Indonesia (Bali) - - -
7 Indonesia (Mataram) - - -
8 Indonesia (Bima) - - -
9 Indonesia (Makassar) - - -
10 Indonesia (Samarinda) - - -
11 Indonesia (Papua) - - -
12 Indonesia (Aceh) - - -
13 Indonesia (Medan) - - -
14 Indonesia (Palembang) - - -
15 Indonesia (Lampung) - - -
16 Singapura - - -
17 Mesir - - -
18 Inggris - - -
19 America - - -
20 Australia - - -
21 Jepang - - -
Sumber: Data Kepala Dusun dan RT-RW
Potensi pelajar yang sekolah dan kuliah rata-rata berada di kota-kota besar di dalam negeri dan juga berada di ibukota provinsi asal seperti Bima dan Mataram. Untuk saat ini pemerintah desa sedang mendorong dan mengupayakan tenaga pendidik agar bisa memaksimalkan potensi SDM untuk kemajuan desa dan pembangunan pendidikan yang saat ini masih jauh tertinggal khusus di wilayah Desa Lewintana.
TABEL 10. DATA POTENSI FASILITAS UMUM
No Fasilitas Jumlah
1
Tempat Ibadah 1. Masjid 2. Mushollah
3 2
2
Sekolah
1. TK/PAUD 2. SD
3. SMP 4. SMA
2 2 - 1 3
Kesehatan
1. Puskesmas 2. Polindes 3. Posyandu
- 1 2 4
Keamanan
1. Poskamling 2
5 Tempat Pemakaman Umum (TPU)
1. TPU 2
6 Sarana Olahraga
1. Lapangan Umum
2. Lapangan umum mini 2
- 7 Fasilitas Air Bersih
1. Bak air 5
Sumber: Data Kepala Dusun dan RT-RW
Data potensi fasilitas umum Desa Lewintana masih kekurangan dan minim. Diantaranya masih membutuhkan lapangan mini, gedung poskesdes, Air bersih, lahan TPA, Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) dan gedung SMP
TABEL 11. DATA POTENSI TENAGA KESEHATAN
No Uraian Tenaga Kesehatan Jenis Kelamin Jumlah Laki-laki Perempuan
1 Bidan - 2 2
2 Perawat - - -
3 Dokter (dr) - - -
4 Apoteker - - -
Sumber: Data Kepala Dusun dan RT-RW
Desa Lewintana belum memiliki tenaga kesehatan secara keseluruhan seperti dokter dan apoteker. tenaga kesehatan yang ada adalah Bidan yang bekerja di desa. Untuk tahun 2019 pemerintah desa sedang mendorong masyarakat dan memotivasi agar mengambil langkah tepat untuk menyekolahkan putra-putrinya di universitas-universitas kesehatan, dengan demikian potensi dan Sumber Daya Manusia (SDM) Desa Lewintana maju dan bisa menjadi desa yang menjadi desa contoh bagi desa lain yang ada di Kabupaten Bima.
TABEL 12. ANGKA KEMATIAN BAYI
Tahun Angka Kematian Bayi Ket
Laki-laki Perempuan
2017 2 -
2018 2 1
2019 1 -
Sumber: Data Poyandu
Adapun angka kematian bayi sepanjang tahun 2017-2018 terbagi di empat dusun, diantaranya, 2 orang meninggal pada tahun 2017 dengan jenis kelamin laki-laki dan dua orang lainya meninggal pada tahun 2018 dengan
jenis kelamin sama. Untuk 1 satu orang bayi laki-laki berada diwilayah Dusun Pasir Putih pada tahun 2019 sedang untuk dua.
TABEL 13. DATA POTENSI JAMA’AH HAJI
Tahun
Jenis Kelamin
Jumlah LAKI-
LAKI
PEREMPUA N
2000-2005 2 1 3
2006-2010 1 2 3
2011-2015 - - -
2016-2019 1 2 3
Sumber: Data Kepala Dusun dan RT-RW
Dari data jamaah haji atau masyarakat yang naik haji setiap tahunya masyarakat Desa Lewintana justru menurun setiap tahunya. Kondisi ini disebabkan dari faktor ekonomi dan faktor adanya kebijakan pemerintah yang mewajikan setor tunggu dengan mendahulukan masyarakat yang memiliki usia lanjut (tua) dengan seiring kuoto haji yang meningkat pertahunya.
TABEL 14. ANGKA PERNIKAHAN DINI Tahun Jenis Kelamin Jumlah
Laki- laki
Perempuan
2015 - - -
2016 - - -
2017 - - -
2018 - - -
2019 - - -
Sumber: Data Kepala Dusun dan RT-RW
Angka pernikahan dini di Desa menurun drastic bahkan nihil untuk 5 tahun terakhir.
TABEL 15. ANGKA PENGANGGURAN
N Tahun Jenis Kelamin Jumlah
o Laki-laki Perempuan
1 2019 156 150 306
2 2020 - - -
3 2021 - - -
4 2022 - - -
5 2023 - - -
6 2025 - - -
Sumber: Data Kepala Dusun dan RT-RW
Pengangguran yang dominan di Desa Lewintana rata-rata usia antara 18 tahun hingga 35 tahun. Pemuda rata-rata bekerja disektor buruh kasar dan akan bergantung pada musim seperti musim panen. Musim panen tiba pemuda rata-rata bekerja sebagai buruh kasar beberapa bulan saja hingga seterusnya menganggur kembali. Pengangguran pemuda dan pemudi di tahun 2019 dilevel 306 orang. Tentu ini memperihatinkan dengan angka jiwa Desa Lewintana 1305. Presentasenya sekitar 30% masyarakat Desa Lewintana pengangguran.
2.2.4 Keadaan Ekonomi
Wilayah Desa Lewintana memiliki berbagai potensi yang baik. Potensi tersebut dapat meningkatkan taraf perekonomian dan pendapatan masyarakat.
Disamping itu, lokasi yang relatif dekat dengan pusat pemerintahan Kabupaten Bima memberi peluang untuk kehidupan yang lebih maju dalam sektor formal maupun non formal. Tabel berikut menyajikan data keadaan ekonomi penduduk Desa Lewintana.
TABEL 16. JUMLAH PENDUDUK MENURUT MATA PENCAHARIAN
No Uraian Jumlah Alamat Kete
A Kesejahteraan Sosial rang
1. Keluarga Prasejahtera 91 Lewintana 2. Keluarga Prasejahtera 82 Pasir Putih 3. Keluarga Prasejahtera 75 Lewidewa 4. Keluarga Prasejahtera 95 Lewibada B Mata Pencarian
Petani 350
Buruh tani -
Tukang batu/kayu 35/20
PNS 9
TNI/POLRI/Pol.PP -/-/2
Pensiunan 2
Pedagang 55
Buruh Kasar 20
Karyawan 7
Montir -
Sopir 5
Pembantu Rumah Tangga -
Guru/Dosen 7/-
Dokter/perawat/bidan/apoteker -/-/2/-
Wartawan 2
Relawan BPBD -
Ojek 25
Lainnya 100
Sumber: Data Kepala Dusun dan RT-RW
Masyarakat Desa Lewintana lebih banyak memiliki mata pencaharian petani dan ini angka mayoritas pertahunya. Selain petani ada juga sebagian kecil yang lain, diantaranya, guru, bidan, PNS, pedagang, karyawan, tukang, dan buruh kasar.
TABEL 17. SUBSEKTOR PERTANIAN TANAMAN PANGAN
No Uraian Jumlah Ket
1 Pemilik tanah sawah 20 -
2 Pemilik tanah tegalan/ladang
205 sisahnya tidak memiliki tanah
3 Penyewa, penggarap 75/7 -
4 Buruh tani - -
Sumber: Data Kepala Dusun dan RT-RW
Masyarakat Lewintana tidak memilik tanah dan sebagian lainya penyewa tanah milik orang lain dan bercocok tanam diluar daerahnya sendiri.
Selain penyewa tanah ada juga penggarap milik orang lain dengan cara bagi hasil.
TABEL 18. SUBSEKTOR PETERNAKAN
No Uraian Jumlah Satuan
1 Jumlah pemilik ternak sapi 59 Orang
2 Jumlah pemilik ternak kambing 15 Orang
3 Jumlah pemilik ternak ayam 50 Orang
4 Jumlah pemilik ternak itik 2 Orang
5 Jumlah pemilik ternak kerbau - Orang
6 Jumlah pemilik ternak kuda 20 Orang
7 Jumlah pemilik ternak domba -
8 Jumlah pemilik ternak
burung -
Sumber: Data Kepala Dusun dan RT-RW
Peternak kerbau hampir punah, sedangkan untuk kuda malah lebih banyak dari peternak kerbau yang tidak ada sama sekali. Sapi paling dominan diternak oleh warga desa selain ayam dan kuda yang menjadi peternak mayoritas.
TABEL 19. SUB SEKTOR PERIKANAN/NELAYAN
No Uraian Satuan Jumlah
1 Jumlah pemilik kapal - -
2 Jumlah pemilik sampan/perahu 6 6
3 Jumlah pemilik penanam rumput laut - -
4 Jumlah pemilik kolam ikan 1 1
5 Jumlah pemilik tambak - -
6 Jumlah pemilik keramba/sejenisnya - -
7 Jumlah pemilik perikanan/nelayan 6 6
Sumber: Data Kepala Dusun dan RT-RW
Masyarakat Desa Lewintana memiliki satu orang warga yang berusaha budidaya ikan lele dengan kolam dan menggunakan kolam buatan menggunakan kolam galian dari tanah. Usaha ini tergolong baru dan baru dimulai oleh warga desa sekitar bulan Januari tahun 2018. Tahun 2020 pemerintah Desa Lewintana akan mengupayakan bantuan permodalan untuk warga desa yang usaha budidaya ikan lele.
TABEL 20. SUB SEKTOR KERAJINAN
No Uraian Jumlah Ket
1 Jumlah pemilik usaha kerajinan - 2 Jumlah pemilik usaha industri
rumah tangga (home industry) - 3 Jumlah usaha industi kecil - 4 Jumlah pemilik usaha industri kecil -
Sumber: Data Kepala Dusun dan RT-RW
Sektor kerajinan sama sekali warga desa tidak memiliki usaha ini.
Keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) dan permodalan menjadi faktor utama di bidang ini.
TABEL 21. SUB SEKTOR PARIWISATA, AKOMODASI DAN TRANSPORTASI
PARIWISATA
Nama Jumlah Status Alamat
Wisata alam
Air terjun -
Gua -
Panorama alam -
Danau -
Pemandian -
Wisata bahari
Pantai -
Ekowisata
Cagar budaya -
Taman wisata alam
Suaka margasatwa -
Wisata sejarah
Makam purbakala -
Prasasti -
Museum -
Wisata budaya
Rumah tradisional -
Alat Musik tradisional
-
Tari tradisional -
Wisata Religi
Masjid tua -
Makam sultan -
Kitab suci al-qu’an tua
- Wisata kuliner
Kalempe -
Kapore -
Kareke -
Osa santa -
Karoddo -
AKOMODASI
Nama Jumlah Status Alamat
Hotel -
Penginapan -
Wisma -
Losmen -
Villa -
TRANSPORTASI
Nama Jumlah Alamat
Agen Pelni -
Agen Bus -
Agen Tiket Pesawat -
Rental Mobil -
Ojek 20
Total 1
Sumber: Data Kepala Dusun dan RT-RW
Sama seperti sektor kerajinan, sektor pariwisata pun tidak tampak ada di Desa Lewintana. Perioritas kedepan adalah sektor pariwisata dan kerajinan untuk memajukan sendi-sendi ekonomi masyarakat desa agar menjadi desa maju dan sejaterah.
1.2 Kondisi Pemerintahan Desa
Pemerintahan Desa terdiri dari Pemerintah Desa dan BPD, sedangkan Pemerintahan Desa terdiri dari Kepala Desa dan Perangkat Desa. Adapun jumlah perangkat desa dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
TABEL 22. JUMLAH PERANGKAT DESA N
o
Nama Jenis kelamin Jabatan Tahun
Pengangkat an Laki-
laki
Perempuan
1 Hidayat Kepala Desa 2019
2 Ardisyah, S.Pd Sekretaris 2016
3 Imran KABID Keuangan 2012
4 H. Sahbudin KAUR Kesra 1996
5 Darwis KAUR
Perencanaan dan Pelaporan
2012
6 Abdullah KAUR
Pembangunan
2012
7 Nurayu KAUR Umum 2016
8 Mustamin KAUR
Pemerintahan
1999
9 Fatahullah Kepala Dusun 2003
1 0
Nasrullah Kepala Dusun 2007
1 1
Suaeb Kepala Dusun 2003
1
2 Abdul Haris Kepala Dusun 2007
Sumber: Data KAUR Pemerintahan
Selain perangkat desa, aparatur desa diperbantu oleh tenaga operator Sistim Informasi Desa (SID).
1.2.1 Pembagian Wilayah Desa
Wilayah Desa Lewintana dibagi menjadi Empat Dusun yaitu Dusun Lewintana,Pasir Putih,Lewidewa dan Lewibada.
TABEL 23. WILAYAH DUSUN
No Nama Dusun Jumlah KK Jumlah Jiwa
1 Lewintana 91 310
2 Pasir Putih 96 319
3 Lewidewa 102 332
4 Lewibada 103 344
Sumber: Data Kepala Dusun
Rata-rata di empat dusun komposisi jiwa lebih besar jumlah Laki-laki daripada perempuan dengan jumlah jiwa per dusun adalah Dusun Lewintana 310 dengan jumlah Kepala Keluarga (KK) 91. Dusun Pasir Putih 319 jiwa dengan jumlah KK 96, Dusun Lewidewa 332 jiwa dengan jumlah KK 102 sedangkan Dusun Lewibada 344 jiwa dengan jumlah KK 103.
TABEL 24. NAMA-NAMA RT RW WILAYAH DUSUN
No Nama Jabatan
1 Arifin Jafar Ketua RT 01
2 H.Jakariah Ketua RT 02
3 H.Imran Ketua RT 03
4 Ahmad Mansyur Ketua RT 04
5 Boy Muhsinin Ketua RT 05
6 Dahlan Ahmad Ketua RT 06
7 Sanusi Ketua RT 07
8 Yulhaf Ketua RT 08
9 M. Tayeb Ketua RT 09
10 Darwis Ketua RT 10
11 Ishaka Ketua RW 01
12 Fukran Ketua RW 02
13 Burhanudin Ketua RW 03
14 Sirajudin Ketua RW 04
Sumber: Data Kepala Dusun
Jumlah RT RW adalah Rukun Tetangga (RT) berjumlah sepuluh (10) dan Rukun Warga (RW) berjumlah empat (4) dengan komposisi, RT 1, 2, 3, (RW 1) berada di wilayah Dusun Lewintana, untuk RT 4, 5, 6, (RW 2) berada di wilayah Dusun Pasir Putih, RT 7, 8, (RW 3) berada di Dusun Lewidewa sedangkan RT 9, 10 (RW 4) berada di wilayah Dusun Lewibada.
TABEL 25. JARAK DAN WAKTU TEMPUH DESA
Orbit dan Waktu Tempuh Keterangan
Jarak ke Ibu Kota Negara - KM
Jarak ke Ibu Kota Provinsi 415 KM
Jarak ke Ibu Kota kabupaten 25,7 KM Jarak ke Ibu Kota Kecamatan 23,1 KM Waktu tempuh ke Ibu Kota
Negara
4 jam 25 Menit, transportasi udara (pesawat), 3 hari transportasi darat (Bus)
Waktu tempuh ke Ibu Kota 1 Jam 30 Menit, transportasi udara (pesawat), 1