Anggaran dasar Perseroan dan perubahannya telah disetujui oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. PT Astra Agro Lestari Tbk. 136 tanggal 23 Juni 1997 dan disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C2-5992.HT.01.04.TH.97 tanggal 2 Juli 1997 dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. Perubahan Anggaran Dasar tersebut telah disetujui oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Keputusan No. C2-8271.HT.01.04.TH.97 tanggal 21 Agustus 1997 dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.
Penyesuaian Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan sehubungan dengan maksud dan tujuan serta kegiatan usahanya telah disahkan oleh Notaris Aulia Taufani S.H., No.38 tanggal 15 April 2019 yang disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik . Indonesia dengan Keputusan No.
KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES
If the controlling influence ceases during a financial year, its results are included in the consolidated statement of profit and other comprehensive income for the part of the year in which there is controlling influence. Costs incurred in connection with obtaining land rights are recognized as part of the land acquisition costs. The pension obligation is the present value of the defined benefit obligation on the balance sheet date, less the fair value of the plan's assets.
Basic earnings per share are calculated by dividing the profit attributable to the owners of the Company by the weighted average number of shares outstanding during the year. Final dividend payments are recognized as a liability when the dividends are approved by the Company's General Meeting of Shareholders. Lease liabilities are valued at the present value of the unpaid lease payments.
Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan
INFORMASI MENGENAI PIHAK BERELASI RELATED PARTY INFORMATION
UT) Pemilik mayoritas Pembelian peralatan dan suku cadang. pembelian suku cadang/peralatan utama yang sama/sama. Pemegang saham mayoritas Pembelian suku cadang kendaraan/. sama/sama lebih besar Pembelian suku cadang kendaraan. Piutang jangka panjang PT Kreasijaya Adhikarya dalam mata uang asing dikenakan bunga sebesar 2,5% di atas LIBOR.
PT Kreasijaya Adhikarya's long-term foreign currency receivables bear an annual interest rate of 2.5% above LIBOR.
INVESTASI PADA VENTURA BERSAMA INVESTMENT IN JOINT VENTURES
The fair value of land and buildings is based on fair value hierarchy level 2 ("observable current market transactions"). The fair value of livestock is calculated based on physical condition and the adjusted transaction price less selling costs. The fair value of growing agricultural products is determined based on estimated selling price and potential quantities of FFB, less costs incurred during the growing period until harvest and selling costs.
Selling price of harvested product (increase/decrease in selling price will have an impact on the fair value of growing agricultural products). Volume of harvested product (increase/ . decrease in volume will have an impact on the fair value of growing agricultural products). This account represents receivables from plasma plantations handed over to plasma farmers.
Beberapa anak perusahaan telah mengembangkan perkebunan plasma dengan skema “Kredit Utama Koperasi Anggota” (KKPA). Apabila Perkebunan Plasma berproduksi sesuai dengan kriteria yang ditetapkan Pemerintah, maka Perkebunan Plasma tersebut akan dialihkan kepada Petani Plasma (“Transfer Perkebunan Plasma”). Setelah perkebunan plasma telah matang dan memenuhi kriteria tertentu yang disyaratkan pemerintah, maka perkebunan plasma tersebut akan diserahkan kepada petani plasma (“serah terima perkebunan plasma”).
The financed plasma plantations will be reimbursed through certain percentage amounts retained by the subsidiaries from the related sales. The financed plasma plantations are guaranteed by plasma plantations and all assets located on the plantations and future receivables from the sale of the plasma crops.
UANG MUKA PELANGGAN ADVANCES FROM CUSTOMERS
Pinjaman klub ini tidak dijamin dan jumlah yang ditarik akan jatuh tempo pada tanggal 6 Oktober 2022. Pada tanggal 23 Agustus 2019, Perusahaan mengadakan perjanjian pinjaman sindikasi dengan beberapa pemberi pinjaman berupa pinjaman jangka panjang dan fasilitas kredit revolving masing-masing dengan batas maksimum $150 juta dan $50 juta, masing-masing USD. Pinjaman klub ini tanpa jaminan dan jumlah yang ditarik akan jatuh tempo pada 30 Agustus 2024.
Berdasarkan perubahan perjanjian fasilitas pinjaman dengan Bank of China (Hong Kong) Limited Cabang Jakarta tanggal 10 April 2019 yang merupakan bagian dari perjanjian kredit tanggal 24 Mei 2018, Perusahaan memperoleh fasilitas komitmen pinjaman dalam bentuk berupa fasilitas pinjaman revolving dengan plafon maksimum DKK 700 miliar. Rp. Berdasarkan perubahan perjanjian fasilitas kredit dengan Bank of China (Hong Kong) Limited Cabang Jakarta tanggal 10 April 2019 yang merupakan bagian dari perjanjian kredit tanggal 24 Mei 2018, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit berkomitmen revolving dengan batas maksimal 700 miliar Rp. Jumlah pinjaman per Tanggal 31 Desember 2019 dalam mata uang Rupiah dengan tingkat bunga tahunan sebesar 5,89%.
Jumlah pinjaman pada tanggal 31 Desember 2019 adalah dalam mata uang Rupiah dengan tingkat bunga tahunan sebesar 6,55%. Pada tanggal 28 Desember 2017, Perusahaan menandatangani perjanjian fasilitas pinjaman dengan PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia, dengan fasilitas komitmen tersedia dalam bentuk fasilitas revolving dan plafon maksimum sebesar Rp 800 miliar. Berdasarkan perubahan perjanjian fasilitas pinjaman dengan PT Bank Mizuho Indonesia tanggal 29 Juni 2020 yang merupakan bagian dari perjanjian kredit tanggal 29 Juni 2012, Perseroan telah memperoleh fasilitas pinjaman berupa fasilitas pinjaman revolving dengan plafon maksimum sebesar Rp. 500 miliar atau setara dalam dolar AS.
Pursuant to the amendment of the loan facility agreement with PT Bank Mizuho Indonesia dated June 29, 2020, which was part of the credit agreement dated June 29, 2012, the Company obtained revolving loan facility with a maximum limit of Rp 500 billion or its equivalent in US dollars . Based on the amendment of the loan facility agreement with MUFG Bank, Ltd., Jakarta Branch, dated 23 April 2019, which was part of the credit agreement dated 23 April 2018, with the available facilities, the facility is uncommitted and revolving short-term credit facility with a maximum limit of Rp 330 billion. The actual return on plan assets of the defined benefit pension plan was Rp 78 million (2019: Rp 166 million).
The weighted average duration of the defined benefit pension obligation at 31 December 2020 is 13 years (2019: 13 years).
KOMPONEN EKUITAS LAINNYA OTHER COMPONENTS OF EQUITY
KEPENTINGAN NONPENGENDALI NON-CONTROLLING INTERESTS
Berdasarkan Undang-Undang Perseroan Terbatas Indonesia, suatu perseroan wajib membentuk cadangan wajib yang berjumlah paling sedikit 20% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan. Saldo laba ditahan Perseroan yang sesuai adalah sebesar 20% dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan. Berdasarkan Keputusan Rapat Direksi yang mendapat persetujuan Dewan Komisaris pada tanggal 29 September 2020, diputuskan untuk membagikan dividen tunai interim atas laba tahun buku 2020 sebesar Rp80.837 juta atau Rp42 (Rupiah Penuh ) per saham bagi pemegang saham yang terdaftar pada tanggal 9 Oktober 2020.
Berdasarkan keputusan rapat direksi yang disetujui Dewan Komisaris pada tanggal 29 September 2020, diputuskan untuk membagikan dividen tunai interim dari laba tahun buku 2020 sebesar Rp80,837 juta atau Rp42 (nilai penuh) per saham kepada pemegang saham yang tercatat pada tanggal 29 September 2020. 9 Oktober 2020. Pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang diselenggarakan pada tanggal 10 Juni 2020, pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai atas laba tahun buku 2019 sebesar Rp94,309 juta atau Rp49 (Rupiah penuh) per saham kepada pemegang saham yang pada tanggal 22 terdaftar. Juni 2020. Dalam Rapat Umum Tahunan yang diselenggarakan pada tanggal 10 Juni 2020, para pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai dari laba tahun buku 2019 sebesar Rp94,309 juta atau Rp49 (nilai penuh) per saham kepada pemegang saham yang terdaftar pada tanggal 22 Juni 2020. .
Pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang diselenggarakan pada tanggal 15 April 2019, pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai atas laba tahun buku 2018 sebesar Rp646.695 juta atau Rp336 (rupiah penuh) per saham kepada pemegang saham yang tercatat pada tanggal 26 April , 2019. Besaran dividen tersebut, termasuk pembayaran dividen tunai interim sebesar Rp215.565 juta atau Rp112 (Rupiah penuh) per saham kepada pemegang saham terdaftar pada tanggal 9 Oktober 2018, diputuskan oleh Rapat Direksi dan disetujui. oleh Dewan Pengawas pada tanggal 27 September 2018. Rapat umum pemegang saham tahunan tanggal 15 April 2019, pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai dari laba tahun 2018 sebesar Rp646.695 juta atau Rp336 (nilai penuh) per saham kepada pemegang saham yang terdaftar di 26 September 2018. April 2019.
Dividen tersebut termasuk pembagian dividen tunai interim sebesar Rp215.565 juta atau Rp112 (nilai penuh) per saham kepada pemegang saham yang terdaftar pada tanggal 9 Oktober 2018, yang diputuskan oleh Rapat Direksi dan disetujui oleh Dewan Komisaris pada tanggal 27 September. 2018. Tidak terdapat pembelian dari salah satu pemasok pihak ketiga atau satu pihak berelasi yang melebihi 10% dari pendapatan bersih.
PENGHASILAN BUNGA INTEREST INCOME
The Group did not have any dilutive potential shares, as such there was no dilutive effect on the calculation of earnings per share. stock. The Group's activities are exposed to certain financial risks, mainly: exchange rates and fluctuations in CPO price risks. The majority of the Group's business depends on the state of the CPO market, and in order to support its financial stability, the Group adopts a policy to minimize the impact of the financial risks through the hedging of commodity prices associated with some future sales contracts, if deemed necessary.
With a coordinated approach, the Group implements a cash advance system for the sale of its main products to domestic third parties, foreign exchange hedging arising from export sales contracts, and financial planning policies such as the management of cash receipts in foreign currency based on operational needs and condition monetary liabilities in foreign currency. In relation to the sale of the main products, there is no concentration of significant credit risk, as the group implements a system of cash received in advance for domestic sales to third parties, while the cash receipt from export sales to third parties is less than one month. Of the group's bank loans of Rp 5,624 billion (2019: Rp 5,535 billion) were secured with a fixed interest rate, while the remaining Rp nil (2019: Rp 150 billion) of floating rate loans are subject to changes in interest rates. .
On December 31, 2019, if borrowing interest rates were 100 basis points higher/lower with all other variables held constant, the Group's profit after tax would decrease/increase by Rp.19 million. In capital management, the Group maintains its ability to continue as a going concern and maximize benefits for shareholders and other stakeholders. The Group actively and regularly reviews and manages its capital to ensure optimal capital structure and return to shareholders, taking into account the efficiency of the use of capital based on operating cash flow and capital expenditure and also taking into account capital needs in the future.
The Group estimates on a future basis the expected credit losses associated with its financial instruments held at amortized cost. The Group applies the simplified approach allowed by PSAK 71, which requires that expected lifetime losses be recognized from the initial recognition of financial instruments.