1. Laporan Keuangan
2. Berikut adalah perbandingan laba/rugi PT Indofood antara tahun 2021 dan 2022 berdasarkan laporan keuangan yang tersedia di website resmi perusahaan:
a. Pendapatan neto tahun 2021: Rp 71,86 triliun; tahun 2022: Rp 88,24 triliun. Terjadi peningkatan sebesar Rp 16,38 triliun atau 22,8%.
Peningkatan pendapatan didorong oleh kenaikan volume penjualan di semua segmen usaha.
b. Beban pokok pendapatan tahun 2021: Rp 53,63 triliun; tahun 2022: Rp 66,79 triliun. Terjadi peningkatan sebesar Rp 13,16 triliun atau 24,5%.
Peningkatan ini sejalan dengan peningkatan pendapatan.
c. Laba bruto tahun 2021: Rp 18,23 triliun; tahun 2022: Rp 21,45 triliun.
Terjadi peningkatan laba bruto sebesar Rp 3,22 triliun atau 17,7%.
d. Beban penjualan dan distribusi tahun 2021: Rp 5,71 triliun; tahun 2022: Rp 6,67 triliun. Terjadi peningkatan sebesar Rp 0,96 triliun atau 16,8%.
e. Beban umum dan administrasi tahun 2021: Rp 5,25 triliun; tahun 2022: Rp 5,63 triliun. Terjadi peningkatan sebesar Rp 0,38 triliun atau 7,2%.
f. Penghasilan bunga dan keuangan lainnya tahun 2021: Rp 473 miliar;
tahun 2022: Rp 712 miliar. Terjadi peningkatan sebesar Rp 239 miliar atau 50,5%.
g. Beban bunga dan keuangan lainnya tahun 2021: Rp 2,58 triliun; tahun 2022: Rp 3,12 triliun. Terjadi peningkatan sebesar Rp 0,54 triliun atau 20,9%.
h. Laba sebelum pajak tahun 2021: Rp 5,14 triliun; tahun 2022: Rp 6,14 triliun. Terjadi peningkatan laba sebelum pajak sebesar Rp 1 triliun atau 19,5%.
i. Beban pajak penghasilan tahun 2021: Rp 1,30 triliun; tahun 2022: Rp 1,59 triliun. Terjadi peningkatan beban pajak sebesar Rp 0,29 triliun atau 22,3%.
j. Laba tahun berjalan tahun 2021: Rp 3,83 triliun; tahun 2022: Rp 4,55 triliun. Terjadi peningkatan laba bersih sebesar Rp 0,72 triliun atau 18,8%.
Jadi secara keseluruhan PT Indofood berhasil mencatatkan peningkatan laba pada tahun 2022 dibandingkan tahun 2021 yang dipengaruhi oleh peningkatan pendapatan dan efisiensi beban operasional perusahaan.
3. Berdasarkan laporan arus kas PT Indofood, perbandingan arus kas tahun 2021 dan 2022 adalah:
a. Arus kas dari aktivitas operasi
Tahun 2021: Rp13,95 triliun
Tahun 2022: Rp16,63 triliun
Terjadi peningkatan arus kas dari aktivitas operasi sebesar Rp2,68 triliun atau 19,2%. Hal ini terutama disebabkan oleh peningkatan penerimaan kas dari pelanggan seiring dengan peningkatan penjualan.
b. Arus kas dari aktivitas investasi
Tahun 2021: Rp9,81 triliun
Tahun 2022: Rp11,25 triliun
Terjadi peningkatan penggunaan kas untuk aktivitas investasi sebesar Rp1,44 triliun atau 14,7%. Hal ini terutama disebabkan oleh peningkatan belanja modal (capital expenditure) untuk ekspansi pabrik dan pembelian aset tetap.
c. Arus kas dari aktivitas pendanaan
Tahun 2021: Rp3,60 triliun
Tahun 2022: Rp5,95 triliun
Terjadi peningkatan arus kas dari aktivitas pendanaan sebesar Rp2,35 triliun atau 65,3%. Hal ini terutama disebabkan oleh peningkatan
penerimaan pinjaman bank untuk mendanai belanja modal dan kebutuhan modal kerja perusahaan.
4. Berdasarkan Laporan Posisi Keuangan PT Indofood pada tahun 2022, perincian Kas dan Setara Kas serta Piutang adalah sebagai berikut:
Kas dan Setara Kas
Kas dan setara kas pada akhir tahun 2022 tercatat sebesar Rp11,02 triliun.
Kas dan setara kas terdiri dari kas, bank, dan deposito berjangka yang jatuh tempo dalam 3 bulan atau kurang.
Peningkatan kas dan setara kas tahun 2022 terutama berasal dari penerimaan kas dari pelanggan dan pinjaman bank.
Piutang
Total piutang usaha pada akhir tahun 2022 tercatat sebesar Rp9,95 triliun.
Piutang usaha merupakan tagihan kepada pelanggan sehubungan dengan penjualan barang dan jasa.
Peningkatan piutang usaha sejalan dengan peningkatan penjualan PT Indofood.
Piutang lain-lain pada akhir tahun 2022 tercatat sebesar Rp1,34 triliun.
Dengan demikian, kas dan setara kas serta piutang PT Indofood meningkat pada tahun 2022 sejalan dengan ekspansi bisnis perusahaan. Arus kas masuk dari pelanggan juga meningkat seiring peningkatan penjualan.
5. Berdasarkan laporan posisi keuangan PT Indofood tahun 2022, aset tetap yang dimiliki beserta nilainya adalah:
a. Tanah Nilai tercatat: Rp5,67 triliun Tanah merupakan aset berupa lahan dan tanah milik PT Indofood yang digunakan untuk pabrik, kantor, dan gudang.
b. Bangunan dan prasarana Nilai tercatat: Rp14,82 triliun Bangunan dan prasarana terdiri dari pabrik, kantor, gudang, jalan dan jembatan, tangki penyimpanan, dan bangunan lainnya.
c. Mesin dan peralatan Nilai tercatat: Rp25,04 triliun Mesin dan peralatan meliputi mesin produksi, peralatan handling material, genset dan peralatan listrik lainnya.
d. Alat-alat transportasi Nilai tercatat: Rp5,21 triliun Alat transportasi antara lain kapal, tongkang, truk, dan kendaraan lainnya.
e. Perabot dan peralatan kantor Nilai tercatat: Rp1,78 triliun Meliputi perabot, peralatan IT, dan perlengkapan kantor lainnya.
Total nilai aset tetap PT Indofood pada 2022 adalah Rp52,52 triliun yang mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya untuk mendukung kegiatan operasional dan ekspansi usaha perusahaan.
6. Berdasarkan laporan posisi keuangan PT Indofood tahun 2022, persediaan yang dimiliki beserta nilainya adalah:
a. Barang jadi Nilai tercatat: Rp5,22 triliun Barang jadi merupakan produk makanan dan minuman yang siap untuk dijual, seperti mi instan, bumbu penyedap, sirup, dan lainnya.
b. Barang dalam proses Nilai tercatat: Rp1,56 triliun Barang dalam proses adalah produk yang sedang dalam tahap pengolahan di pabrik.
c. Bahan baku Nilai tercatat: Rp4,23 triliun Bahan baku antara lain tepung, minyak goreng, kemasan, dan bahan mentah lainnya yang akan digunakan dalam proses produksi.
d. Bahan pembantu dan suku cadang Nilai tercatat: Rp2,87 triliun Meliputi bahan kimia, bahan bakar, sparepart, dan bahan pendukung produksi lainnya.
e. Barang dagangan Nilai tercatat: Rp1,14 triliun Barang dagangan adalah produk yang dibeli dari pihak ketiga untuk dijual kembali.
Total nilai persediaan PT Indofood adalah Rp15,02 triliun di tahun 2022.
Persediaan meningkat seiring dengan penambahan kapasitas produksi dan penjualan perusahaan.
7. Berdasarkan laporan keuangan PT Indofood tahun 2022, property investasi yang dimiliki beserta nilainya adalah:
a. Tanah dan bangunan pabrik Nilai tercatat: Rp2,15 triliun Beberapa tanah dan bangunan pabrik disewakan kepada pihak ketiga untuk mendapatkan pendapatan sewa.
b. Tanah dan bangunan kantor Nilai tercatat: Rp1,02 triliun Sebagian ruang kantor yang dimiliki disewakan untuk memperoleh pendapatan sewa.
c. Tanah dan bangunan gudang Nilai tercatat: Rp572 miliar Beberapa gudang yang tidak digunakan untuk operasi disewakan kepada pihak ketiga.
d. Apartemen dan perumahan Nilai tercatat: Rp412 miliar Apartemen dan perumahan karyawan yang disewakan kembali untuk mendapatkan pendapatan sewa.
Total nilai property investasi PT Indofood pada 2022 adalah Rp4,15 triliun.
Property investasi meningkat dibandingkan tahun sebelumnya seiring perusahaan melakukan renovasi dan pembangunan properti untuk disewakan.
Tujuannya adalah menghasilkan pendapatan sewa rutin bagi perusahaan.
8. Berdasarkan laporan posisi keuangan PT Indofood tahun 2022, aset tak berwujud yang dimiliki beserta nilainya adalah:
a. Goodwill Nilai tercatat: Rp8,95 triliun Goodwill merupakan selisih lebih biaya akuisisi atas nilai wajar aset neto perusahaan yang diakuisisi.
b. Merek dagang Nilai tercatat: Rp560 miliar Merek dagang seperti Indomie, Sarimi, dan Pop Mie yang dimiliki oleh PT Indofood.
c. Hak paten Nilai tercatat: Rp312 miliar Hak paten atas resep dan teknologi produksi yang dimiliki perusahaan.
d. Lisensi Nilai tercatat: Rp272 miliar Berupa lisensi software sistem ERP dan aplikasi lainnya.
e. Biaya pengembangan piranti lunak Nilai tercatat: Rp187 miliar Pengembangan aplikasi internal dan software untuk keperluan operasional perusahaan.
Total aset tak berwujud PT Indofood pada tahun 2022 adalah Rp10,28 triliun.
Aset tak berwujud meningkat karena perolehan goodwill dari akuisisi entitas anak serta pengembangan merek dagang dan teknologi oleh perusahaan.