PENGELOLAAN ASET TETAP
PENGELOLAAN ASET TETAP
TERKAIT OPINI
LAPORAN KEUANGAN
PEMERINTAH DAERAH
PEMERINTAH DAERAH
Oleh:
Yuan Candra Djaisin, SE, MM, Ak, CPA
Yuan Candra Djaisin, SE, MM, Ak, CPA
PERWAKILAN BPK-RI PROV. JAWA TIMUR
JENIS PEMERIKSAAN
JENIS PEMERIKSAAN
• Pemeriksaan Keuangan
• Pemeriksaan Kinerja
Pemeriksaan Kinerja
PEMERIKSAAN KEUANGAN
PEMERIKSAAN KEUANGAN
• Pemeriksaan atas laporan keuangan
• Bertujuan untuk:
¾
memberikan
keyakinan
yang
memadai
¾
memberikan
keyakinan
yang
memadai
(reasonable assurance)
¾
apakah laporan keuangan telah disajikan secara
¾
apakah laporan keuangan telah disajikan secara
wajar, dalam semua hal yang material,
¾
sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku
¾
sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku
umum di Indonesia atau basis akuntansi
komprehensif selain prinsip akuntansi yang
p
p
p
y g
berlaku umum di Indonesia.
OPINI
OPINI
• Laporan hasil pemeriksaan atas laporan keuangan memuat OPINI
• Opini merupakan pernyataan profesional pemeriksa mengenai kewajaran informasi keuangan yang disajikan mengenai kewajaran informasi keuangan yang disajikan dalam laporan keuangan yang didasarkan pada kriteria:
¾Kesesuaian dengan Standar Akuntansi Pemerintahan ¾Kesesuaian dengan Standar Akuntansi Pemerintahan
(SAP),
¾Kecukupan pengungkapan (
adequate disclosures)
¾Kecukupan pengungkapan (adequate disclosures),
¾Kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, dan
dan
JENIS OPINI
JENIS OPINI
• Wajar Tanpa Pengecualian (WTP –
Unqualified
)
• Wajar Dengan Pengecualian (WDP –
Qualified
)
• Tidak Wajar (TW –
Adverse
)
JENIS OPINI
JENIS OPINI
1
Wajar Tanpa Pengecualian (
Unqualified
)
1.
Wajar Tanpa Pengecualian (
Unqualified
)
¾
Sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku
umum
umum
2 W j
D
P
li
(
Q lifi d
)
2. Wajar Dengan Pengecualian (
Qualified
)
¾
Ketiadaan bukti kompeten yang cukup
¾
Ketidakcukupan catatan akuntansi
¾
Pembatasan terhadap lingkup audit
p
g p
¾
Penyimpangan terhadap prinsip akuntansi yang
JENIS OPINI
JENIS OPINI
3 Tidak Wajar (
Adverse
)
3. Tidak Wajar (
Adverse
)
¾
Penyimpangan terhadap prinsip akuntansi yang
berlaku umum yang berdampak material
berlaku umum yang berdampak material
terhadap seluruh isi laporan keuangan
4. Tidak Memberikan Pendapat (
Disclaimer
)
¾
K ti d
b kti k
t
k
¾
Ketiadaan bukti kompeten yang cukup
¾
Ketidakcukupan catatan akuntansi
¾
Pembatasan terhadap lingkup audit
Yang berdampak material terhadap seluruh isi
laporan keuangan
ASERSI
ASERSI
• Auditor menguji dan mengevaluasi
asersi:
asersi:
¾
Keberadaan dan Keterjadian
¾
Kelengkapan
k d
b
¾
Hak dan Kewajiban
¾
Penilaian dan Alokasi
¾
Penilaian dan Alokasi
KEBERADAAN (existence)
KEBERADAAN (existence)
• Apakah aset tetap yang tercatat/dibeli/dibangun
benar-benar ada fisiknya?
Contoh permasalahan:
¾
Aset tetap fiktif,
¾
Aset tetap hilang,
¾
Aset tetap telah dihibahkan,
p
,
¾
Aset tetap dikuasai pihak lain,
¾
Aset tetap telah dihapus
KEBERADAAN (existence)
KEBERADAAN (existence)
• Apakah aset tetap yang tercatat/dibeli/dibangun
sesuai dengan pesanan/kontrak?
Contoh permasalahan:
KETERJADIAN (occurence)
KETERJADIAN (occurence)
• Apakah aset tetap yang tercatat/dibeli/dibangun
benar-benar terjadi dalam tahun bersangkutan?
Contoh permasalahan:
¾
Aset tetap diadakan tahun 2009 dicatat tahun
2010,
¾
Aset tetap diadakan tahun 2011 dicatat tahun
2010,
¾
Aset tetap belum selesai 100% dicatat telah
selesai 100% (realisasi keuangan melebihi
(
g
realisasi fisik),
KELENGKAPAN (completeness)
KELENGKAPAN (completeness)
• Apakah aset tetap yang ada seluruhnya telah tercatat/dilaporkan?
Contoh permasalahan:
¾Aset tetap yang dibeli/dibangun tidak dicatat
¾Aset tetap yang berasal dari hibah/donasi/sitaan/rampasan tidak dicatat
¾Aset tetap yang dipinjam pakai tidak dicatat
¾Aset tetap yang dimanfaatkan pihak lain tidak dicatat ¾Aset tetap fasum fasos tidak dicatat
¾Aset tetap yang telah diterima, namun belum lunas, belum dicatat aset tetap (pembelian angsuran)
¾Aset bersejarah yang digunakan sebagai kantor tidak dicatat aset tetap
HAK DAN KEWAJIBAN
HAK DAN KEWAJIBAN
• Apakah aset tetap yang tercatat/dilaporkan didukung oleh bukti kepemilikan yang andal?
C t h
l h
Contoh permasalahan:
¾Aset tetap tidak didukung bukti kepemilikan sama sekali (minimal bukti pembayaran atau berita acara sekali (minimal bukti pembayaran atau berita acara serah terima)
• Apakah aset tetap yang tercatat/dilaporkan benar-benar milik pemerintah daerah yang bersangkutan?
milik pemerintah daerah yang bersangkutan?
Contoh permasalahan:
¾Aset tetap milik pihak lain (spt milik provinsi atau ¾Aset tetap milik pihak lain (spt milik provinsi atau
PENILAIAN DAN ALOKASI
PENILAIAN DAN ALOKASI
• Apakah nilai aset tetap dapat diukur dengan andal?
Contoh permasalahan:
¾Nilai aset tetap di neraca tidak sama dengan nilai asetp g tetap di masing-masing SKPD.
¾Nilai tercatat aset tetap tidak sesuai biaya perolehannya.
¾Nilai tercatat aset tetap tidak diketahui dasarnya. ¾Aset tetap tidak ada nilainya (nol)
¾Aset tetap yang berasal dari hibah/donasi/rampasan id k di il i b h j
PENILAIAN DAN ALOKASI
PENILAIAN DAN ALOKASI
• Apakah nilai aset tetap telah mencakup nilai yang dikapitalisasi?
Contoh permasalahan:
¾ Biaya pengurusan hak atas tanah tidak dikapitalisasi
dalam nilai aset tetap tanah.
¾ Biaya pemusnahan bangunan lama pada tanah yang ¾ Biaya pemusnahan bangunan lama pada tanah yang
dibeli tidak dikapitalisasi pada aset tetap tanah
¾ Nilai aset tetap hanya sebesar biaya ¾ Nilai aset tetap hanya sebesar biaya
pembelian/konstruksi, tidak mencakup biaya lain yang dapat diatribusikan secara langsung.
¾ Pengeluaran yang menambah masa manfaat tidak
dikapitalisasi
¾ Pemda belum mempunyai kebijakan akuntansi terkait
PENILAIAN DAN ALOKASI
PENILAIAN DAN ALOKASI
• Apakah nilai aset tetap selain tanah dan konstruksi dalam pekerjaan telah disusutkan?
Contoh permasalahan:
¾ Belum ada kebijakan akuntansi mengenai penyusutan ¾ Aset tetap selain tanah dan konstruksi dalam pekerjaan
tidak disusutkan tidak disusutkan
PENYAJIAN DAN PENGUNGKAPAN
PENYAJIAN DAN PENGUNGKAPAN
• Apakah aset tetap yang dicatat telah memenuhisubstansi aset tetap?
C t h
l h
Contoh permasalahan:
¾aset tetap yang masa manfaatnya dibawah 12 bulan dicatat sebagai aset tetap
dicatat sebagai aset tetap,
¾aset tetap yang masa manfaatnya lebih dari 12 bulan tidak dicatat sebagai aset tetap
tidak dicatat sebagai aset tetap,
¾aset tetap yang akan diserahkan atau dihibahkan dicatat sebagai aset tetap
dicatat sebagai aset tetap
¾aset tidak berwujud dicatat sebagai aset tetap
¾aset tanah yang dikerjasamakan dengan pihak ketiga ¾aset tanah yang dikerjasamakan dengan pihak ketiga
PENYAJIAN DAN PENGUNGKAPAN
PENYAJIAN DAN PENGUNGKAPAN
• Apakah aset tetap telah diklasifikasi dengan tepat?p p g pContoh permasalahan:
¾Aset tetap belum selesai dicatat sebagai aset tetap ¾Aset tetap belum selesai dicatat sebagai aset tetap
bangunan/jalan/jembatan/irigasi/jaringan
¾Tanah yang digunakan untuk bangunan, jalan, irigasi,y g g g j g
dan jaringan tidak dicatat sebagai aset tetap tanah
¾Aset tetap yang tidak digunakan (rusak) masih dicatat sebagai aset tetap
¾Aset tetap yang sudah diserahkan sebagai penyertaan d l BUMD ih b i
modal BUMD masih tercatat sebagai aset tetap.
¾Biaya perolehan tanah dan bangunan (diatas tanah) dicatat dalam aset tetap tanah (tidak ada pemisahan dicatat dalam aset tetap tanah (tidak ada pemisahan antara nilai tanah dan nilai bangunan)
PENYAJIAN DAN PENGUNGKAPAN
PENYAJIAN DAN PENGUNGKAPAN
• Apakah aset tetap di neraca telah didukung daftar asetdaerah?
Contoh permasalahan:
¾Nil i t t t di tid k did k d ft t ¾Nilai aset tetap di neraca tidak didukung daftar aset
daerah
¾Jumlah aset tetap dalam daftar aset daerah yang ¾Jumlah aset tetap dalam daftar aset daerah yang mendukung nilai neraca tidak sama dengan daftar aset masing-masing SKPD.
PENYAJIAN DAN PENGUNGKAPAN
PENYAJIAN DAN PENGUNGKAPAN
• Apakah aset bersejarah (bangunan bersejarah,monumen, tugu, candi, karya seni) telah diungkapkan dalam Catatan atas Laporan Keuangan dan tidak dicatat dalam Catatan atas Laporan Keuangan dan tidak dicatat sebagai aset tetap?
Contoh permasalahan:
¾Aset bersejarah dicatat sebagai Aset Tetap dalam ¾Aset bersejarah dicatat sebagai Aset Tetap dalam
Neraca
¾Aset bersejarah tidak diungkapkan dalam CALK dalam ¾Aset bersejarah tidak diungkapkan dalam CALK dalam
PENYAJIAN DAN PENGUNGKAPAN
PENYAJIAN DAN PENGUNGKAPAN
• Apakah aset tetap telah dijelaskan secara memadaip p jdalam CALK?
Contoh permasalahan:
p
¾Tidak ada penjelasan mengenai dasar penilaian (biaya perolehan/nilai wajar)
¾Tidak ada penjelasan mengenai nilai awal tahun, mutasi tahun berjalan (penambahan, pengurangan) d il i khi
dan nilai akhir.
¾Tidak ada penjelasan mengenai kebijakan akuntansi (penyusutan kapitalisasi)
(penyusutan, kapitalisasi)
¾Tidak ada penjelasan mengenai rincian Konstruksi dalam Pekerjaan (kontrak tingkat penyelesaian dalam Pekerjaan (kontrak, tingkat penyelesaian, jangka waktu, uang muka,termin, retensi)