LAPORAN
PRAKTIKUM KOROSI PADA PAKU
Kelompok l Oleh: Aprira M Adjaran
Adjiansyah Hasanuddin Miradji Iin Putri Tukunan
Maulinda Rifaya Djaenal
Reyhan Yuslan
SMA NEGERI 4 HALMAHERA TENGAH 2023/2024.
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur saya panjatkan atas kehadirat Allah SWT, karena nikmat dan karunia-Nya lah saya selaku penyusun dapat menyelesaikan laporan“Praktikum Korosi pada Paku”. Laporan ini dibuat atas kepentingan tugas dan penuntasan materi bagi nilai saya selaku penyusun.Ucapan terima kasih saya sampaikan untuk kepada orangtua saya yangselalu memberi dukungan materi dan fisik serta selalu memberi semangat dalam menyelesaikan segala bentuk tugas dari sekolah.
Ucapan terima kasih selanjutnya,ditujukan untuk guru kimia kami yang selalu memberi pengarahan dalam kegiatan belajar mengajar dan selalu memberi saran untuk kebaikan hasil tugas kami kedepan. Terima kasih juga untuk rekan-rekan sesama peserta didik yang
tidakmungkin kami sebutkan satu-persatu.Laporan ini disusun berdasarkan hasil praktikum selama 3 hari yang telahsaya lakukan. Saya sajikan dalam bentuk bab yang runtut. Akhir kata, semoga laporan ini dapat memenuhi persyratan untuk menadapatkan nilai dan
bermanfaatuntuk rekan-rekan selaku pembaca. Kami menyadari bahwa penyusunan laporan initidaklah luput dari berbagai kesalahan. Oleh karena itu, saya mengharapkan kritikdan saran yang membangun untuk perbaikan laporan ini.
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR . . . i
BAB I PENDAHULUAN 1 1.1. Latar Belakang . . . 1
1.2. Tujuan Penelitian . . . 1
BAB II KAJIAN PUSTAKA 2 2.1. Korosi dan Besi . . . 2
2.2. Variabel . . . .. 3
2.3. Hipotesis . . . 3
BAB III METODE PERCOBAAN 4 3.1. Alat dan Bahan . . . 4
3.2. Langkah Kerja . . . 4
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN . . . 5
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN . . . 7
LAMPIRAN . . . 8
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Dalam kehidupan sehari hari, korosi atau yang biasa disebut karat sangat merugikan. Kerugian yang ditimbulkan korosi mencapai sekitaran 13,5 triliun rupian per tahun. Kerugian yang dapat ditimbulkan oleh korosi tidak hanya biaya langsung seperti pergantian peralatan industri, perawatan jembatan, konstruksi dan sebagainya, tetapi juga biaya tidak langsung seperti terganggunya proses produksi dalam industri serta kelancaran transportasi yang umumnya lebih besar dibandingkan biaya langsung.
Dalam kehidupan sehari-hari, korosi dapat kita jumpai terjadi pada berbagai jenis logam. Bangunan- bangunan maupun peralatan elektronik yang memakai komponen logam seperti seng, tembaga, besi baja, dan sebagainya semuanya dapat terserang oleh korosi ini. Selain pada perkakas logam ukuran besar, korosi ternyata juga mampu menyerang logam pada komponen-komponen renik peralatan
elektronik, mulai dari jam digital hingga komputer serta peralatan canggih lainnya yang digunakan dalam berbagai aktivitas umat manusia, baik dalam kegiatan industri maupun di dalam rumah tangga. Oleh karena itu, cara pencegahan dari korosi sangat diperlukan untuk menghindari kerugian yang ditimbulkan oleh korosi.
1.2. Tujuan Penelitian
1. Menyampaikan pengaruh berbagai cairan terhadap korosi pada paku.
2. Menyampaikan penyebab dan pencegahan korosi.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
2.1. Korosi dan Besi
Korosi
mengurangi umur berbagai barang atau bangunan yang menggunakan besi atau baja. Sebenarnya korosi dapat dicegah dengan mengubah besi menjadi baja tahan karat (stainless steel). Akan tetapi, proses ini terlalu mahal untuk kebanyakan penggunaan besi. Korosi besi memerlukan oksigen dan air.
Kemudian, kita ketahui bahwa berbagai jenis logam dapat melindungi besi terhadap korosi.
Cara-cara pencegahan korosi besi yang akan dibahas berikut ini didasarkan pada dua sifat tersebut.
1. Mengecat. Jembatan, pagar dan railing biasanya dicat. Cat menghindarkan kontak_besi_dengan_udara_dan_air.
2. Melumuri dengan oli atau gemuk. Cara ini diterapkan untuk berbagai perkakas dan_mesin._Oli_dan_gemuk_mencegah_kontak_besi_dengan_air.
3. Dibalut dengan plastik. Berbagai macam barang, misalnya rak piring dan keranjang sepeda dibalut dengan plastik. Plastik mencegah kontak besi dengan udara_dan_air.
4._Tin_plating_(pelapisan_dengan_timah). Kaleng-kaleng kemasan terbuat dari besi yang dilapisi dengan timah. Pelapisan dilakukan
secara elektrolisis, yang disebut electroplating. Timah tergolong logam yang tahan karat. Besi yang dilapisi timah tidak mengalami korosi karena tidak ada kontak dengan oksigen (udara) dan air. Akan tetapi, lapisan timah ada yang rusak, misalnya tergores, maka timah justru
mendorong/mempercepat korosi besi. Hal itu terjadi karena potensial reduksi besi lebih negatif daripada timah. Oleh karena itu, besi yang dilapisi
dengan timah akan membentuk suatu sel elekrokimia dengan besi sebagai anode. Dengan demikian, timah mendorong korosi besi. Akan tetapi, hal itu justru yang diharapkan, sehingga kaleng-kaleng bekas cepat hancur.
5. Galvanisasi (pelapisan dengan zink).
Pipa besi, tiang telpon, badan mobil, dan berbagai barang lain dilapisi dengan zink. Berbeda dengan timah, zink dapat melindungi besi dari korosi sekalipun lapisannya tidak utuh. Hal itu terjadi karena suatu mekanisme yang disebut dengan perlindungan katode. Oleh karena potensial reduksi besi lebih positif daripada zink, maka besi yang kontak dengan zink akan membentuk sel elekrokimia dengan besi sebagai katode. Dengan demikian, besi terlindungi dan zink yang mengalami oksidasi.
6. Cromium plating (pelapisan dengan kromium). Besi atau baja juga dapat dilapisi dengan kromium untuk memberi lapisan pelindung yang mengkilap, misalnya untuk bumper mobil. Cromium plating juga dilakukan dengan elektrolisis. Sama seperti zink, kromium dapat memberi perlindungan sekalipun lapisan_kromium_itu_ada_yang_rusak.
7. Sacrificial protection (pengorbanan anode).
Magnesium adalah logam yang jauh lebih aktif (berarti lebih mudah berkarat) daripada besi. Jika logam magnesium dikontakkan dengan besi, maka magnesium itu akan berkarat tetapi besi tidak. Cara ini digunakan untuk melindungi pipa baja yang ditanam dalam tanah atau badan kapal laut. Secara periodik, batang magnesium harus diganti.
Besi
Besi adalah logam yang berasal dari bijih besi (tambang) yang banyak digunakan untuk kehidupan manusia sehari-hari dari yang bermanfaat sampai dengan yang merusakkan. Dalam tabel periodik, besi mempunyai simbol Fe dan nomor atom 26. Besi juga mempunyai nilai ekonomis yang tinggi.
Besi adalah logam yang paling banyak dan paling beragam
penggunaannya Hal itu karena beberapa hal, diantaranya: • Kelimpahan besi di kulit bumi cukup besar, • Pengolahannya relatif mudah dan murah, dan • Besi mempunyai sifat-sifat yang menguntungkan dan
mudah dimodifikasi. Salah satu kelemahan besi adalah mudah mengalami korosi. Korosi menimbulkan banyak kerugian karena mengurangi umur pakai berbagai barang atau bangunan yang
menggunakan besi atau baja. Sebenarnya korosi dapat dicegah dengan mengubah besi menjadi baja tahan karat (stainless steel), akan tetapi proses ini terlalu mahal untuk kebanyakan penggunaan besi. Korosi besi memerlukan oksigen dan air. Berbagai jenis logam contohnya Zink dan Magnesium dapat melindungi besi dari korosi.
2.2. Variabel.
Terdapat tiga variable yang sangat menentukan dalam perkaratan paku, yaitu:
1. Bebas : Zat larutan.
2. Kontrol : Volume air, paku, kondisi lingkungan, dan waktu;
3. Terikat : Kecepatan Perkaratan.
2.3. Hipotesis.
Larutan Larutan yang menjadi medium paku berada dapat menyebabkan korosi, tetap larutan yang memiliki kecepatan untuk mengkorosikan paku adalah larutan aquades.
BAB III
METODE PERCOBAAN
3.1. Alat dan Bahan
Alat
1. 10 Gelas plastik/wadah yang telah di beri label 2. 10 Paku
3. Amplas.
4. Tisu.
Bahan.
1. Air garam 2. Air sabun
3. Minyak goreng 4. Minyak tanah 5. Cuka
3.2. Cara Kerja.
Siapkan alat dan Bahan
Amplas masing masing paku
masukkan larutan di tiap tiap gelas
Kemudian masukkan masing-masing paku.
Tutup gelas dengan cara ikat dengan karet tutup rapat
Amati masing-masing gelas gelas reaksi yang terjadi yang besi
paku setiap hari/1 minggu
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN 1. Hasil
Wadah terbuka
Larutan Hari l Hari ll Hari lll Hari lV Hari V Hari Vl Hari Vll
Cuka _ + + +
x ●
+ x ●
++
x ●
++
x
● Air garam _ + ++ +++
x
+++
x
++++
x
++++
x
Air sabun _ + + + + + +
Minyak Tanah
_ _ _ _ _ _ _
Minyak goreng
_ _ _ _ _ _ _
Wadah Tertutup
Larutan Hari l Hari ll Hari lll Hari lV Hari V Hari Vl
Hari Vll
Cuka. _ + + + x ●
+++
x ●
+++
x ●
+++
x ●
+++
x
● Air garam. _ + ++ ++++
x
+++++
x
++++
+ x
+++++
x
Minyak tanah
_ _ _ _ + + +
Minyak goreng.
_ _ _ _ + + +
Air sabun _ _ + + + ++ ++
keterangan :
_ tidak berkarat. • ● Paku menguitam
+ sedikit berkarat. • x ada perubahan warna.
++ cukup berkarat. larutan +++ sangat berkarat
Pembahasan
Dari pengamatan yang dilakukan selama tujuh hari tersebut,
dapat diketahui bahwa pada gelastanpa isi air (pada gelas
terbuka & tertutup), yang berisi air garam (pada gelas
tertutup), danyang berisi air cuka (pada gelas tertutup) mengalami korosi dimulai pada hari pertama dan berlanjut sampai hari ketujuh dengan jumlah korosi yang terus
bertambah, sedangkan pada gelasyang berisi minyak tanah (pada gelas terbuka).Pada gelas J (minyak tanah) yang tertutup, keunikan terjadi pada paku ke-1 yang tidak berkarattetapi paku ke-2 mengalami perkaratan. Pada paku yang mengalami korosi memiliki kecepatankorosi yang berbeda pada setiap
cairan.Berdasarkan kecepatan dan jumlah korosi yang
ditimbulkan, dapat di tulis cairan yangmenyebabkan korosi dari yang tercepat adalah1. Air garam2. Air biasa3. Udara4. Air
cuka5. Minyak tanahPada air biasa, penyebab terjadinya korosi adalah adanya air yang mengandung oksigen terlarutsehingga menyebabkan korosi pada paku.Pada gelas yang tidak
ditambahkan cairan tidak mengalami korosi dikarenakan kadar oksigenyang berada pada gelas tertutup tersebut hanya sedikit dan tidak adanya faktor pendorong untukterjadinya korosi, sehinga tidak terjadi korosi.Pada gelas yang berisi minyak tanah tidak mengalami korosi karena minyak tanah tidakmengandung oksigen dan tidak dapat berikatan dengan oksigen di udara, sehingga paku dalamkeadaan bebas oksigen dan tidak dapat mengalami perkaratan.Berdasarkan hasil tersebut, dapat
diketahui bahwa, untuk melindungi bahan besi dari korosidapat
dilakukan dengan cara pelapisan besi dengan bahan yang tidak
mengalami perkorosianatau bahan yang tidak dapat bereaksi
dengan oksigen, sehingga besi dalam keadaan bebasoksigen
dan tidak mengalami korosi.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN 1. Kesimpulan
Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa :
1. Korosi pada logam besi disebabkan karena adanya oksigen dan air.
2. Kecepatan dan jumlah korosi didukung oleh berbagai faktor.
3. Korosi dapat dicegah dengan melapisi bahan anti korosi 2. Saran
1. Lakukan percobaan dengan langkah kerja yang tertulis.
2. Penutupan gelas yang baik sehingga tanpa ada celah untuk masuknya oksigen.
3. Lakukan pencatatan data setiap hari secara berturut-turut dengan waktu yang sama.
LAMPIRAN