• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN KIMIA KEL I

N/A
N/A
Rahma Soleman

Academic year: 2024

Membagikan " LAPORAN KIMIA KEL I"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN

PRAKTIKUM KOROSI PADA PAKU

Kelompok l Oleh: Aprira M Adjaran

Adjiansyah Hasanuddin Miradji Iin Putri Tukunan

Maulinda Rifaya Djaenal

Reyhan Yuslan

SMA NEGERI 4 HALMAHERA TENGAH 2023/2024.

(2)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur saya panjatkan atas kehadirat Allah SWT, karena nikmat dan karunia-Nya lah saya selaku penyusun dapat menyelesaikan laporan“Praktikum Korosi pada Paku”. Laporan ini dibuat atas kepentingan tugas dan penuntasan materi bagi nilai saya selaku penyusun.Ucapan terima kasih saya sampaikan untuk kepada orangtua saya yangselalu memberi dukungan materi dan fisik serta selalu memberi semangat dalam menyelesaikan segala bentuk tugas dari sekolah.

Ucapan terima kasih selanjutnya,ditujukan untuk guru kimia kami yang selalu memberi pengarahan dalam kegiatan belajar mengajar dan selalu memberi saran untuk kebaikan hasil tugas kami kedepan. Terima kasih juga untuk rekan-rekan sesama peserta didik yang

tidakmungkin kami sebutkan satu-persatu.Laporan ini disusun berdasarkan hasil praktikum selama 3 hari yang telahsaya lakukan. Saya sajikan dalam bentuk bab yang runtut. Akhir kata, semoga laporan ini dapat memenuhi persyratan untuk menadapatkan nilai dan

bermanfaatuntuk rekan-rekan selaku pembaca. Kami menyadari bahwa penyusunan laporan initidaklah luput dari berbagai kesalahan. Oleh karena itu, saya mengharapkan kritikdan saran yang membangun untuk perbaikan laporan ini.

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR . . . i

BAB I PENDAHULUAN 1 1.1. Latar Belakang . . . 1

1.2. Tujuan Penelitian . . . 1

BAB II KAJIAN PUSTAKA 2 2.1. Korosi dan Besi . . . 2

2.2. Variabel . . . .. 3

2.3. Hipotesis . . . 3

BAB III METODE PERCOBAAN 4 3.1. Alat dan Bahan . . . 4

3.2. Langkah Kerja . . . 4

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN . . . 5

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN . . . 7

LAMPIRAN . . . 8

(4)

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Dalam kehidupan sehari hari, korosi atau yang biasa disebut karat sangat merugikan. Kerugian yang ditimbulkan korosi mencapai sekitaran 13,5 triliun rupian per tahun. Kerugian yang dapat ditimbulkan oleh korosi tidak hanya biaya langsung seperti pergantian peralatan industri, perawatan jembatan, konstruksi dan sebagainya, tetapi juga biaya tidak langsung seperti terganggunya proses produksi dalam industri serta kelancaran transportasi yang umumnya lebih besar dibandingkan biaya langsung.

Dalam kehidupan sehari-hari, korosi dapat kita jumpai terjadi pada berbagai jenis logam. Bangunan- bangunan maupun peralatan elektronik yang memakai komponen logam seperti seng, tembaga, besi baja, dan sebagainya semuanya dapat terserang oleh korosi ini. Selain pada perkakas logam ukuran besar, korosi ternyata juga mampu menyerang logam pada komponen-komponen renik peralatan

elektronik, mulai dari jam digital hingga komputer serta peralatan canggih lainnya yang digunakan dalam berbagai aktivitas umat manusia, baik dalam kegiatan industri maupun di dalam rumah tangga. Oleh karena itu, cara pencegahan dari korosi sangat diperlukan untuk menghindari kerugian yang ditimbulkan oleh korosi.

1.2. Tujuan Penelitian

1. Menyampaikan pengaruh berbagai cairan terhadap korosi pada paku.

2. Menyampaikan penyebab dan pencegahan korosi.

(5)

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

2.1. Korosi dan Besi

 Korosi

mengurangi umur berbagai barang atau bangunan yang menggunakan besi atau baja. Sebenarnya korosi dapat dicegah dengan mengubah besi menjadi baja tahan karat (stainless steel). Akan tetapi, proses ini terlalu mahal untuk kebanyakan penggunaan besi. Korosi besi memerlukan oksigen dan air.

Kemudian, kita ketahui bahwa berbagai jenis logam dapat melindungi besi terhadap korosi.

Cara-cara pencegahan korosi besi yang akan dibahas berikut ini didasarkan pada dua sifat tersebut.

1. Mengecat. Jembatan, pagar dan railing biasanya dicat. Cat menghindarkan kontak_besi_dengan_udara_dan_air.

2. Melumuri dengan oli atau gemuk. Cara ini diterapkan untuk berbagai perkakas dan_mesin._Oli_dan_gemuk_mencegah_kontak_besi_dengan_air.

3. Dibalut dengan plastik. Berbagai macam barang, misalnya rak piring dan keranjang sepeda dibalut dengan plastik. Plastik mencegah kontak besi dengan udara_dan_air.

4._Tin_plating_(pelapisan_dengan_timah). Kaleng-kaleng kemasan terbuat dari besi yang dilapisi dengan timah. Pelapisan dilakukan

secara elektrolisis, yang disebut electroplating. Timah tergolong logam yang tahan karat. Besi yang dilapisi timah tidak mengalami korosi karena tidak ada kontak dengan oksigen (udara) dan air. Akan tetapi, lapisan timah ada yang rusak, misalnya tergores, maka timah justru

mendorong/mempercepat korosi besi. Hal itu terjadi karena potensial reduksi besi lebih negatif daripada timah. Oleh karena itu, besi yang dilapisi

(6)

dengan timah akan membentuk suatu sel elekrokimia dengan besi sebagai anode. Dengan demikian, timah mendorong korosi besi. Akan tetapi, hal itu justru yang diharapkan, sehingga kaleng-kaleng bekas cepat hancur.

5. Galvanisasi (pelapisan dengan zink).

Pipa besi, tiang telpon, badan mobil, dan berbagai barang lain dilapisi dengan zink. Berbeda dengan timah, zink dapat melindungi besi dari korosi sekalipun lapisannya tidak utuh. Hal itu terjadi karena suatu mekanisme yang disebut dengan perlindungan katode. Oleh karena potensial reduksi besi lebih positif daripada zink, maka besi yang kontak dengan zink akan membentuk sel elekrokimia dengan besi sebagai katode. Dengan demikian, besi terlindungi dan zink yang mengalami oksidasi.

6. Cromium plating (pelapisan dengan kromium). Besi atau baja juga dapat dilapisi dengan kromium untuk memberi lapisan pelindung yang mengkilap, misalnya untuk bumper mobil. Cromium plating juga dilakukan dengan elektrolisis. Sama seperti zink, kromium dapat memberi perlindungan sekalipun lapisan_kromium_itu_ada_yang_rusak.

7. Sacrificial protection (pengorbanan anode).

Magnesium adalah logam yang jauh lebih aktif (berarti lebih mudah berkarat) daripada besi. Jika logam magnesium dikontakkan dengan besi, maka magnesium itu akan berkarat tetapi besi tidak. Cara ini digunakan untuk melindungi pipa baja yang ditanam dalam tanah atau badan kapal laut. Secara periodik, batang magnesium harus diganti.

 Besi

Besi adalah logam yang berasal dari bijih besi (tambang) yang banyak digunakan untuk kehidupan manusia sehari-hari dari yang bermanfaat sampai dengan yang merusakkan. Dalam tabel periodik, besi mempunyai simbol Fe dan nomor atom 26. Besi juga mempunyai nilai ekonomis yang tinggi.

Besi adalah logam yang paling banyak dan paling beragam

penggunaannya Hal itu karena beberapa hal, diantaranya: • Kelimpahan besi di kulit bumi cukup besar, • Pengolahannya relatif mudah dan murah, dan • Besi mempunyai sifat-sifat yang menguntungkan dan

(7)

mudah dimodifikasi. Salah satu kelemahan besi adalah mudah mengalami korosi. Korosi menimbulkan banyak kerugian karena mengurangi umur pakai berbagai barang atau bangunan yang

menggunakan besi atau baja. Sebenarnya korosi dapat dicegah dengan mengubah besi menjadi baja tahan karat (stainless steel), akan tetapi proses ini terlalu mahal untuk kebanyakan penggunaan besi. Korosi besi memerlukan oksigen dan air. Berbagai jenis logam contohnya Zink dan Magnesium dapat melindungi besi dari korosi.

2.2. Variabel.

Terdapat tiga variable yang sangat menentukan dalam perkaratan paku, yaitu:

1. Bebas : Zat larutan.

2. Kontrol : Volume air, paku, kondisi lingkungan, dan waktu;

3. Terikat : Kecepatan Perkaratan.

2.3. Hipotesis.

Larutan Larutan yang menjadi medium paku berada dapat menyebabkan korosi, tetap larutan yang memiliki kecepatan untuk mengkorosikan paku adalah larutan aquades.

(8)

BAB III

METODE PERCOBAAN

3.1. Alat dan Bahan

 Alat

1. 10 Gelas plastik/wadah yang telah di beri label 2. 10 Paku

3. Amplas.

4. Tisu.

 Bahan.

1. Air garam 2. Air sabun

3. Minyak goreng 4. Minyak tanah 5. Cuka

3.2. Cara Kerja.

 Siapkan alat dan Bahan

 Amplas masing masing paku

 masukkan larutan di tiap tiap gelas

 Kemudian masukkan masing-masing paku.

 Tutup gelas dengan cara ikat dengan karet tutup rapat

 Amati masing-masing gelas gelas reaksi yang terjadi yang besi

paku setiap hari/1 minggu

(9)

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN 1. Hasil

 Wadah terbuka

Larutan Hari l Hari ll Hari lll Hari lV Hari V Hari Vl Hari Vll

Cuka _ + + +

x ●

+ x ●

++

x ●

++

x

● Air garam _ + ++ +++

x

+++

x

++++

x

++++

x

Air sabun _ + + + + + +

Minyak Tanah

_ _ _ _ _ _ _

Minyak goreng

_ _ _ _ _ _ _

(10)

 Wadah Tertutup

Larutan Hari l Hari ll Hari lll Hari lV Hari V Hari Vl

Hari Vll

Cuka. _ + + + x ●

+++

x ●

+++

x ●

+++

x ●

+++

x

● Air garam. _ + ++ ++++

x

+++++

x

++++

+ x

+++++

x

Minyak tanah

_ _ _ _ + + +

Minyak goreng.

_ _ _ _ + + +

Air sabun _ _ + + + ++ ++

 keterangan :

 _ tidak berkarat. • ● Paku menguitam

 + sedikit berkarat. • x ada perubahan warna.

 ++ cukup berkarat. larutan +++ sangat berkarat

 Pembahasan

Dari pengamatan yang dilakukan selama tujuh hari tersebut,

dapat diketahui bahwa pada gelastanpa isi air (pada gelas

terbuka & tertutup), yang berisi air garam (pada gelas

(11)

tertutup), danyang berisi air cuka (pada gelas tertutup) mengalami korosi dimulai pada hari pertama dan berlanjut sampai hari ketujuh dengan jumlah korosi yang terus

bertambah, sedangkan pada gelasyang berisi minyak tanah (pada gelas terbuka).Pada gelas J (minyak tanah) yang tertutup, keunikan terjadi pada paku ke-1 yang tidak berkarattetapi paku ke-2 mengalami perkaratan. Pada paku yang mengalami korosi memiliki kecepatankorosi yang berbeda pada setiap

cairan.Berdasarkan kecepatan dan jumlah korosi yang

ditimbulkan, dapat di tulis cairan yangmenyebabkan korosi dari yang tercepat adalah1. Air garam2. Air biasa3. Udara4. Air

cuka5. Minyak tanahPada air biasa, penyebab terjadinya korosi adalah adanya air yang mengandung oksigen terlarutsehingga menyebabkan korosi pada paku.Pada gelas yang tidak

ditambahkan cairan tidak mengalami korosi dikarenakan kadar oksigenyang berada pada gelas tertutup tersebut hanya sedikit dan tidak adanya faktor pendorong untukterjadinya korosi, sehinga tidak terjadi korosi.Pada gelas yang berisi minyak tanah tidak mengalami korosi karena minyak tanah tidakmengandung oksigen dan tidak dapat berikatan dengan oksigen di udara, sehingga paku dalamkeadaan bebas oksigen dan tidak dapat mengalami perkaratan.Berdasarkan hasil tersebut, dapat

diketahui bahwa, untuk melindungi bahan besi dari korosidapat

dilakukan dengan cara pelapisan besi dengan bahan yang tidak

mengalami perkorosianatau bahan yang tidak dapat bereaksi

dengan oksigen, sehingga besi dalam keadaan bebasoksigen

dan tidak mengalami korosi.

(12)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN 1. Kesimpulan

Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa :

1. Korosi pada logam besi disebabkan karena adanya oksigen dan air.

2. Kecepatan dan jumlah korosi didukung oleh berbagai faktor.

3. Korosi dapat dicegah dengan melapisi bahan anti korosi 2. Saran

1. Lakukan percobaan dengan langkah kerja yang tertulis.

2. Penutupan gelas yang baik sehingga tanpa ada celah untuk masuknya oksigen.

3. Lakukan pencatatan data setiap hari secara berturut-turut dengan waktu yang sama.

 LAMPIRAN

(13)

(14)

Referensi

Dokumen terkait

Perbandingan ketinggian kedua cairan setelah ditambahkan 2 tetes minyak goreng jelantah atau minyak goreng baru pada 15 ml minyak goreng jelantah dengan 40 ml

Setelah itu, gelas kimia yang berisi larutan yang telah ditambahkan logam Zn tersebut ditutup dengan menggunakan kaca arloji sambil sesekali digoyangkan perlahan6. Reaksi kimia

Untuk mengetahui logam apa saja yang dapat melindungi korosi pada besi, siswa melakukan eksperimen terhadap 5 batang paku yang diliit dengan logam lain dan diletakkan dalam 5

Untuk mengetahui logam apa saja yang dapat melindungi korosi pada besi, siswa melakukan eksperimen terhadap 5 batang paku yang diliit dengan logam lain dan diletakkan dalam 5

Pada paku yang tidak dibalut dengan kapas dan direndam dalam air, pada keadaan awal paku mengkilap, pada keadaan akhir perubahan yang terjadi pada bagian atas paku berubah

Biasanya terbuat dari gelas, digunakan untuk menolong pada waktu memasukkan cairan kedalam suatu tempat yang sempit mulutnya, sepertu : botol,

Pada percobaan selanjutnya yaitu ion triiodida ditambahkan ke dalam air + amilum, dari hasil pengamatan terlihat warna larutan tersebut menjadi merah tua pekat

Pada tabung III yang diisi dengan air atau aquadest lalu ditambahkan minyak zaitun, Na 2 CO 3 , serta larutan sabun mengalami emulsi tapi tidak. stabil karena ketiga