• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN MANAJEMEN PELAYANAN KESEHATAN IBU DAN ANAK DI PUSKESMAS BENTENG BANGKA TENGAH

N/A
N/A
Sucita Arfa Mismulia

Academic year: 2024

Membagikan "LAPORAN MANAJEMEN PELAYANAN KESEHATAN IBU DAN ANAK DI PUSKESMAS BENTENG BANGKA TENGAH"

Copied!
50
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN

LAPORAN MANAJEMEN PELAYANAN KESEHATAN IBU DAN ANAK DI PUSKESMAS BENTENG BANGKA TENGAH

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Praktik Manajemen Pelayanan Kebidanan Komprehensif

Oleh :

1. Yulia Sari P07124523087

2. Amelia Alfisyah P07124523195 3. Wulan Puspita Sari P07124523241

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI BIDAN

JURUSAN KEBIDANAN POLTEKKES KEMENKES YOGYAKARTA 2024

(2)

HALAMAN PENGESAHAN

Laporan Komprehensif

“LAPORAN MANAJEMEN PELAYANAN KESEHATAN IBU DAN ANAK DI PUSKESMAS BENTENG BANGKA TENGAH”

Oleh :

1. Yulia Sari P07124523087

2. Amelia Alfisyah P07124523195 3. Wulan Puspita Sari P07124523241

Menyetujui, Pembimbing Klinik

Prajna Paramita, S.Tr.Keb

NIP. (………)

Pembimbing Pendidikan

Dr. Yani Widyastuti, S.SiT.M.Keb NIP.197601032001122001

(………)

Mengetahui,

Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Bidan

Munica Rita H.,S.SiT,Bdn,M.Kes NIP.197910072005012004

(3)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Allah SWT karena atas izin, rahmat dan karunia-Nya Laporan Manajemen Pelayanan Kebidanan di Puskesmas dengan judul

“Manajemen Pelayanan Kesehatan ibu dan anak di Puskesmas Benteng” dapat diselesaikan. Laporan ini disusun dalam rangka memenuhi tugas pada semester II Program Studi Pendidikan Profesi Bidan untuk Praktik Manajemen Pelayanan Kebidanan Komprehensif.

Pada kesempatan ini, penyusun mengucapkan terimakasih kepada:

1. Dr. Heni Puji wahyuni,SsiT,M.Kes. sebagai Ketua Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta yang telah memberikan izin atas terlaksananya praktik.

2. Munica Rita H.,S.SiT,Bdn,M.Kes sebagai Ketua Prodi Pendidikan Profesi Bidan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta yang telah memberikan izin atas terlaksananya praktik.

3. Dr. Yani Widyastuti, S.SiT.M.Keb, selaku pembimbing akademik yang telah memberikan bimbingan dalam pelaksanaan praktik dan penyusunan laporan.

4. Prajna Paramita,S.Tr.Keb,Bdn selaku pembimbing klinik Puskesmas Benteng yang telah memberikan bimbingan dalam pelaksanaan praktik dan penyusunan laporan.

5. Seluruh pihak yang telah membantu dalam proses pelaksanaan praktik dan penyusunan laporan.

Penyusun mengakui bahwa dalam penyusunan laporan ini masih kurang dari sempurna. Oleh karena itu, penyusun mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca dalam penyusunan laporan yang lebih baik selanjutnya.

Akhir kata penyusun berharap agar laporan ini nantinya dapat bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.

Yogyakarta, Januari 2024 Penyusun

(4)

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL...i

HALAMAN PENGESAHAN...ii

KATA PENGANTAR...iii

DAFTAR ISI...iv

DAFTAR TABEL...v

DAFTAR GAMBAR...vi

BAB I: PENDAHULUAN...1

A. Latar Belakang...1

B. Tujuan...2

C. Manfaat...3

BAB II: TINJAUAN PUSTAKA...4

A. Definisi Puskesmas...4

B. Tugas dan Tujuan Puskesmas...4

C. Prinsip Penyelenggaraan Puskesmas...5

D. Fungsi dan Wewenang Puskesmas...6

E. Kegiatan Pokok Puskesmas...8

F. Persyaratan dan Izin Puskesmas...9

G. Organisasi Puskesmas...9

H. Manajemen Pelayanan Puskesmas...10

BAB III: PELAKSANAAN MANAJEMEN PELAYANAN KEBIDANAN. .13 A. Profil Puskesmas Benteng...13

B. Pelaksanaan Kegiatan Puskesmas...16

C. Manajemen Pelayanan Kebidanan di Puskesmas...19

D. Analisis SWOT...24

BAB IV: PEMBAHASAN...27

BAB V: PENUTUP...34

A. Kesimpulan...34

B. Saran...34

DAFTAR PUSTAKA...35

LAMPIRAN...36

(5)

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Dafatar Tenagakerja Puskesmas Benteng...16

Tabel 2. Daftar Pelayanan Puskesmas Benteng...19

Tabel 3. Capaian Program KIA Puskesmas Benteng...24

Tabel 4. Analisis SWOT...25

(6)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Profile Puskesmas Benteng...16 Gambar 2. Visi dan Misi Puskesmas Benteng………...17 Gambar 2. Kurva Analisis SWOT...26

(7)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan salah satu indikator untuk melihat keberhasilan upaya kesehatan ibu dan anak. AKI dan AKB merupakan indikator derajat kesehatan suatu negara karena sensitifitasnya terhadap perbaikan pelayanan kesehatan baik dari sisi aksesibilitas maupun kualitas. Berdasarkan data pada Profil Kesehatan Indonesia tahun 2019 terjadi penurunan kematian ibu selama periode 1991- 2015 dari 390 menjadi 305 per 100.000 kelahiran hidup. Walaupun demikian, AKI pada tahun 2015 yaitu 305 belum mencapai target MDGs pada tahun 2015 yaitu 102 per 100.000 kelahiran hidup. Sedangkan AKI dan AKB di Indonesia juga masih cukup tinggi. AKB di Indonesia adalah 24 per 1000 kelahiran hidup dan Angka Kematian Neonatus (AKN) yaitu 15 per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 2019.1 Upaya percepatan penurunan AKI dan AKB dapat dilakukan dengan menjamin agar setiap ibu mampu mengakses pelayanan kesehatan ibu yang berkualitas yaitu pelayanan kesehatan ibu hamil, pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan terlatih di fasilitas pelayanan kesehatan, perawatan pasca persalinan bagi ibu dan bayi, perawatan khusus dan rujukan jika terjadi komplikasi, dan pelayanan keluarga berencana termasuk KB pasca persalinan.2

Adanya fasilitas pelayanan kesehatan yang memadai mendukung upaya percepatan penurunan AKI dan AKB dengan pelayanan yang diberikan.

Fasilitas pelayanan kesehatan adalah suatu tempat yang digunakan untuk menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan, baik promotif, preventif, kuratif maupun rehabilitatif yang dilakukan oleh pemerintah, pemerintah daerah dan/atau masyarakat. Pusat Kesehatan Masyarakat yang selanjutnya disebut Puskesmas adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan upaya promotif

(8)

dan preventif di wilayah kerjanya. Pelaksana pelayanan kesehatan dan sistem administrasi manajemen pelayanan di puskesmas terdiri dari ketenagakerjaan meliputi dokter umum, dokter gigi, tenaga kesehatan lainnya (perawat, bidan, gizi, dll) dan tenaga nonkesehatan.3

Bidan merupakan garda depan pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak.

Dalam rangka meningkatkan pelayanan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) khususnya Puskesmas, dilakukan berbagai upaya peningkatan mutu dan kinerja antara lain dengan pembakuan dan pengembangan sistem manajemen mutu pelayanan dan upaya perbaikan kinerja yang berkesinambungan. Untuk menjamin bahwa upaya perbaikan mutu dan peningkatan kinerja dilaksanakan secara berkesinambungan di FKTP, maka perlu dilakukan penilaian oleh pihak eksternal dengan menggunakan standar yang ditetapkan yaitu melalui mekanisme akreditasi. Bidan berperan sebagai sebagai pemberi pelayanan kebidanan, pengelola pelayanan kebidanan, penyuluh dan konselor, pendidik, pembimbing, dan fasilitator klinik, penggerak peran serta masyarakat dan pemberdayaan perempuan, dan/atau peneliti.5 Oleh karena adanya peran sebagai pengelola, pelaksanaan manajemen pelayanan kebidanan perlu dipelajari. Berdasarkan latar belakang tersebut, penyusun mempelajari manajemen pelayanan kebidanan di puskesmas yang dipaparkan dalam laporan ini.

Program kesehatan Ibu dan Anak merupakan salah satu prioritas Kementerian Kesehatan dan keberhasilan program KIA menjadi salah satu indikator utama dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005 – 2025. Tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia membuat pemerintah menempatkan upaya penurunan AKI sebagai program prioritas dalam pembangunan kesehatan. (Renstra Tahun 2015-2019) Tingginya angka kematian ibu dapat menunjukkan masih rendahnya kualitas pelayanan kesehatan. Penurunan AKI juga merupakan indikator keberhasilan derajat kesehatan suatu wilayah. Untuk itu pemerintah berupaya bahu membahu membuat berbagai strategi untuk akselerasi menurunkan AKI.4

(9)

Agar pelaksanaan program KIA dapat berjalan lancar, aspek peningkatan mutu pelayanan program KIA tetap diharapkan menjadi kegiatan prioritas ditingkat Kabupaten/Kota. Peningkatan mutu program KIA juga dinilai dari besarnya cakupan program di masing-masing wilayah kerja. Untuk itu, besarnya cakupan pelayanan KIA di suatu wilayah kerja perlu dipantau secara terus menerus, agar diperoleh gambaran yang jelas mengenai kelompok mana dalam wilayah kerja tersebut yang paling rawan. Dengan diketahuinya lokasi rawan kesehatan ibu dan anak, maka wilayah kerja tersebut dapat lebih diperhatikan dan dicarikan pemecahan masalahnya. Untuk memantau cakupan pelayanan KIA tersebut dikembangkan sistem Pemantauan Wilayah Setempat Kesehatan Ibu dan Anak (PWS KIA).5

B. Tujuan

1. Tujuan umum

Mampu menerapkan teori dan konsep manajemen pelayanan kebidanan.

2. Tujuan khusus

a. Mahasiswa mampu melakukan pengkajian kebutuhan organisasi pelayanan kebidanan

b. Mahasiswa mampu menganalisa kebutuhan manajemen pelayanan kebidanan

c. Mahasiswa mampu memahami perencanaan dan penetapan standar manajemen pelayanan kebidanan

d. Mahasiswa mampu mengetahui pengorganisasian manajemen pelayanan kebidanan

e. Mahasiswa mampu mengetahui pengelolaan dan pelaksanaan manajemen pelayanan kebidanan

f. Mahasiswa mampu mengetahui evaluasi manajemen pelayanan kebidanan

g. Mahasiswa mampu mengetahui pengendalian dan monitoring pelayanan kebidanan

h. Mahasiswa mampu mengetahui peningkatan standar manajemen

(10)

pelayanan kebidanan

i. Mahasiswa mampu mengetahui hambatan-hambatan yang terjadi dalam manajemen pelayanan kebidanan dan cara mengatasinya

C. Manfaat

1. Bagi Puskesmas Benteng

Laporan menjadi bahan penguatan maupun masukan pengembangan manajemen pelayanan kebidanan tingkat puskesmas.

2. Bagi Mahasiswa Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta Mahasiswa mampu menerapkan teori dan menganalisa pelaksanaan pelayanan manajemen kebidanan di puskesmas untuk bahan refleksi mahasiswa.

(11)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Definisi Puskesmas

Kementerian Kesehatan RI tahun 2019 dalam Permenkes No. 43 Tahun 2019 menyatakan bahwa Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif di wilayah kerjanya. Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) adalah setiap kegiatan untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan serta mencegah dan menanggulangi timbulnya masalah kesehatan dengan sasaran keluarga, kelompok, dan masyarakat. Upaya Kesehatan Perseorangan (UKP) adalah suatu kegiatan dan/atau serangkaian kegiatan pelayanan kesehatan yang ditujukan untuk peningkatan, pencegahan, penyembuhan penyakit, pengurangan penderitaan akibat penyakit dan memulihkan kesehatan perseorangan.3

B. Tugas dan Tujuan Puskesmas

Puskesmas mempunyai tugas melaksanakan kebijakan kesehatan untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya. Pembangunan kesehatan pada hakekatnya adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen Bangsa Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya sebagai investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif secara sosial dan ekonomis.6

Pembangunan kesehatan oleh puskesmas bertujuan untuk mewujudkan wilayah kerja puskesmas yang sehat. Wilayah kerja puskesmas yang sehat merupakan upaya untuk mencapai kecamatan yang sehat. Dengan kecamatan yang sehat maka akan mewujudkan Kabupaten/Kota sehat. Masyarakat yang sehat memiliki ciri-ciri sebagai berikut:3

(12)

1. Memiliki perilaku sehat yang meliputi kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat.

2. Mampu menjangkau pelayanan kesehatan bermutu.

3. Hidup dalam lingkungan sehat.

4. Memiliki derajat kesehatan yang optimal, baik individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat.

Dalam rangka mencapai tujuan pembangunan kesehatan oleh puskesmas di wilayah kerjanya, puskesmas mengintegrasikan program yang dilaksanakannya dengan pendekatan keluarga. Pendekatan keluarga merupakan salah satu cara puskesmas mengintegrasikan program untuk meningkatkan jangkauan sasaran dan mendekatkan akses pelayanan kesehatan keluarga dengan mendatangi keluarga.3

C. Prinsip Penyelenggaraan Puskesmas 1. Paradigma sehat

Puskesmas mendorong seluruh pemangku kepentingan berpartisipasi dalam upaya mencegah dan mengurangi risiko kesehatan yang dihadapi individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS).

2. Pertanggungjawaban wilayah

Puskesmas menggerakkan dan bertanggung jawab terhadap pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya.

3. Kemandirian masyarakat

Puskesmas mendorong kemandirian hidup sehat bagi individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat.

4. Ketersediaan akses pelayanan kesehatan

Puskesmas menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang dapat diakses dan terjangkau oleh seluruh masyarakat di wilayah kerjanya secara adil tanpa membedakan status sosial, ekonomi, agama, budaya, dan kepercayaan.

(13)

5. Teknologi tepat guna

Puskesmas menyelenggarakan pelayanan kesehatan dengan memanfaatkan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan pelayanan, mudah dimanfaatkan, dan tidak berdampak buruk bagi lingkungan.

6. Keterpaduan dan kesinambungan

Puskesmas mengintegrasikan dan mengoordinasikan penyelenggaraan UKM dan UKP lintas program dan lintas sektor serta melaksanakan sistem rujukan yang didukung dengan manajemen Puskesmas.3

D. Fungsi dan Wewenang Puskesmas

Puskesmas memiliki fungsi penyelenggaraan UKM tingkat pertama dan penyelenggaraan UKP tingkat pertama di wilayah kerjanya.3 Selain itu, puskesmas berfungsi sebagai wahana pendidikan bidang kesehatan, wahana program internsip, dan/atau sebagai jejaring rumah sakit pendidikan. Dalam melaksanakan fungsi utama penyelenggaraan UKM tingkat pertama, puskesmas berwenang untuk:

1. Menyusun perencanaan kegiatan berdasarkan hasil analisis masalah kesehatan masyarakat dan kebutuhan pelayanan yang diperlukan

2. Melaksanakan advokasi dan sosialisasi kebijakan kesehatan

3. Melaksanakan komunikasi, informasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat dalam bidang kesehatan

4. Menggerakkan masyarakat untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah kesehatan

5. Melaksanakan pembinaan teknis terhadap institusi, jaringan pelayanan puskesmas dan upaya kesehatan bersumber daya masyarakat

6. Melaksanakan perencanaan kebutuhan dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia puskesmas

7. Memantau pelaksanaan pembangunan agar berwawasan kesehatan

8. Memberikan pelayanan kesehatan yang berorientasi pada keluarga, kelompok, dan masyarakat dengan mempertimbangkan faktor biologis, psikologis, sosial, budaya, dan spiritual

(14)

9. Melaksanakan pencatatan, pelaporan, dan evaluasi terhadap akses, mutu, dan cakupan pelayanan kesehatan

10. Memberikan rekomendasi terkait masalah kesehatan masyarakat kepada dinas kesehatan daerah kabupaten/kota, melaksanakan sistem kewaspadaan dini, dan respon penanggulangan penyakit

11. Melaksanakan kegiatan pendekatan keluarga

12. Melakukan kolaborasi dengan FKTP dan rumah sakit di wilayah kerjanya

Sedangkan dalam penyelenggaran UKP tingkat pertama, puskesmas berwenang untuk:

1. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan dasar secara komprehensif, berkesinambungan, bermutu, dan holistik

2. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang mengutamakan upaya promotif dan preventif

3. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang berpusat pada individu, berfokus pada keluarga, dan berorientasi pada kelompok dan masyarakat 4. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang mengutamakan kesehatan,

keamanan, keselamatan pasien, petugas, pengunjung, dan lingkungan kerja 5. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan dengan prinsip koordinatif dan

kerja sama inter dan antar profesi

6. Melaksanakan penyelenggaraan rekam medis

7. Melaksanakan pencatatan, pelaporan, dan evaluasi terhadap mutu dan akses pelayanan kesehatan

8. Melaksanakan perencanaan kebutuhan dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia puskesmas

9. Melaksanakan penapisan rujukan sesuai dengan indikasi medis dan sistem rujukan

10. Melakukan koordinasi dan kolaborasi dengan fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah kerjanya

(15)

Selain wewenang puskesmas dalam menjalankan fungsinya, puskesmas juga berwenang untuk melakukan pembinaan terhadap FKTP meliputi Praktik Mandiri Bidan (PMB) maupun klinik pratama di wilayah kerjanya.

E. Kegiatan Pokok Puskesmas

Kegiatan puskesmas dilaksanakan untuk mendukung penyelenggaraan UKM dan UKP. Puskesmas harus menyelenggarakan kegiatan manajemen puskesmas, pelayanan kefarmasian, pelayanan keperawatan dan kesehatan masyarakat, pelayanan laboratorium dan kunjungan keluarga. UKM dan UKP dilaksanakan untuk pencapaian standar pelayanan minimal kabupaten/kota bidang kesehatan, Program Indonesia Sehat dan kinerja puskesmas dalam penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). UKM meliputi UKM esensial dan UKM pengembangan.

UKM esensial:

1. Pelayanan promosi kesehatan 2. Pelayanan kesehatan lingkungan 3. Pelayanan kesehatan keluarga 4. Pelayanan gizi

5. Pelayanan pencegahan dan pengendalian penyakit

UKM pengembangan merupakan upaya kesehatan masyarakat yang kegiatannya bersifat inovatif dan/atau disesuaikan dengan prioritas masalah kesehatan, kekhususan wilayah kerja dan potensi sumber daya yang tersedia di puskesmas. Sedangkan UKP tingkat pertama dilaksanakan oleh dokter, dokter gigi, dan dokter layanan primer, serta tenaga kesehatan lainnya sebagai pemberi pelayanan kesehatan sesuai dengan kompetensi dan kewenangannya.

Pelayanan kesehatan dilakukan dalam bentuk:3

1. Rawat jalan, baik kunjungan sehat maupun kunjungan sakit 2. Pelayanan gawat darurat

3. Pelayanan persalinan normal 4. Perawatan di rumah (home care)

5. Rawat inap berdasarkan pertimbangan kebutuhan pelayanan kesehatan

(16)

F. Persyaratan dan Izin Puskesmas

Puskesmas harus didirikan pada setiap kecamatan. Dalam kondisi tertentu, pada 1 (satu) kecamatan dapat didirikan lebih dari 1 (satu) puskesmas.

Puskesmas harus memenuhi persyaratan lokasi, bangunan, prasarana, peralatan, ketenagaan, kefarmasian, dan laboratorium klinik. Setiap puskesmas harus memiliki izin operasional dan melakukan registrasi. Izin operasional diberikan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota. Izin operasional berlaku untuk jangka waktu 5 (lima) tahun dan dapat diperpanjang selama memenuhi persyaratan. Dalam rangka pemenuhan pelayanan kesehatan yang didasarkan pada kebutuhan dan kondisi masyarakat. Puskesmas dapat dikategorikan berdasarkan karakteristik wilayah kerja dan kemampuan pelayanan.3

Puskesmas berdasarkan wilayah kerja:

1. Puskesmas kawasan perkotaan 2. Puskesmas kawasan perdesaan 3. Puskesmas kawasan terpencil 4. Puskesmas kawasan sangat terpencil

Sedangkan berdasarkan kemampuan pelayanan, puskesmas dikategorikan menjadi puskesmas rawat inap dan puskesmas non-rawat inap. Kategori puskesmas ditetapkan oleh bupati/wali kota.

G. Organisasi Puskesmas

Puskesmas berkedudukan sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada kepala dinas kesehatan daerah kabupaten/kota. Setiap Puskesmas harus memiliki organisasi yang efektif, efisien, dan akuntabel. Organisasi puskesmas paling sedikit terdiri atas kepala puskesmas, kepala tata usaha dan penanggung jawab. Penanggung jawab di tingkat puskesmas paling sedikit terdiri atas:3

1. Penanggung jawab UKM dan keperawatan kesehatan masyarakat 2. Penanggung jawab UKP, kefarmasian, dan laboratorium

3. Penanggung jawab jaringan pelayanan puskesmas dan jejaring puskesmas

(17)

4. Penanggung jawab bangunan, prasarana, dan peralatan puskesmas 5. Penanggung jawab mutu

H. Manajemen Pelayanan Puskesmas

Kegiatan pokok puskesmas salah satunya adalah manajemen puskesmas.

Manajemen diperlukan dalam sebuah organisasi. Manajemen merupakan ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber- sumber lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Fungsi manajemen menurut GR Terry adalah sebagai berikut:7

1. Planning (Perencanaan) yaitu kegiatan menentukan berbagai tujuan dan langkah-langkah untuk mencapainya

2. Organizing (Pengorganisasian) adalah kegiatan membagi pekerjaan diantara anggota kelompok serta mengelompokkan berbagai fasilitas untuk menunjang pekerjaan

3. Actuating (Penggrakan) adalah kegiatan menggerakkan anggota-anggota kelompok untuk melaksanakan pekerjaan sesuai dengan tugasnya masing- masing

4. Controlling (Pengawasan) adalah kegiatan untuk menyesuaikan antara pelaksanaan dengan rencana-rencana yang telah ditentukan

Fungsi manajemen tesebut diturunkan sebagai ruang lingkup manajemen puskesmas menurut PMK No. 44 Tahun 2016 tentang Pedoman Manajemen Puskesmas meliputi perencanaan (P1), penggerakan dan pelaksanaan (P2), pengawasan, pengendalian, dan penilaian kinerja (P3) dan dukungan dinas kesehatan kabupaten/kota dalam manajemen puskesmas.8

1. Perencanaan (P1)

Perencanaan disusun melalui pengenalan permasalahan secara tepat berdasarkan data yang akurat, serta diperoleh

dengan cara dan dalam

waktu yang tepat sehingga dapat mengarahkan upaya kesehatan yang dilaksanakan puskesmas dalam mencapai sasaran dan tujuannya. Puskesmas akan menyusun

(18)

rencana 5 (lima) tahunan dan rincian rencana tahunan berdasarkan hasil evaluasi tahun sebelumnya dan mengacu pada kebijakan kesehatan. Penyusunan perencanaan puskesmas diselaraskan dengan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) dan program kesehatan nasional lainnya. Tahap-tahap perencanaan meliputi:

a. Persiapan b. Analisis situasi

1) Pengumpulan data kinerja puskesmas 2) Analisa data

3) Analisis masalah dari sisi pandang masyarakat yang dilakukan melalui Survey Mawas Diri/Community Self Survey (SMD/CSS)

c. Perumusan masalah

1) Identifikasi masalah

2) Menyusun prioritas masalah 3) Mencari akar masalah

4) Menetapkan cara penyelesaian masalah d. Penyusunan Rencana Usulan Kegiatan (RUK) e. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Kegiatan (RPK) 2. Penggerakkan dan pelaksanaan (P2)

Penggerakan dan Pelaksanaan program/kegiatan

merupakan kegiatan

lanjutan dari RPK. Penggerakan pelaksanaan program/kegiatan dapat dilakukan melalui berbagai cara diantaranya adalah rapat dinas, pengarahan pada saat apel pegawai, pelaksanaan kegiatan dari setiap program sesuai penjadwalan pada RPK bulanan, maupun dilakukan melalui forum yang dibentuk khusus untuk itu.

(19)

Forum yang dibentuk khusus untuk melakukan penggerakan pelaksanaan program/kegiatan dinamakan forum Lokakarya Mini Puskesmas (Lokmin). Lokmin bertujuan untuk menilai sampai seberapa jauh pencapaian dan hambatan-hambatan yang dijumpai oleh para pelaksana program/kegiatan pada bulan atau periode yang lalu sekaligus pemantauan terhadap pelaksanaan rencana kegiatan puskesmas yang akan datang sehingga dapat

dibuat perencanaan

ulang yang lebih baik dan sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai. Lokmin dilaksanakan setiap bulan secara rutin.

3. Pengawasan, pengendalian, dan penilaian kinerja (P3)

Manajemen perencanaan yang telah ditetapkan sebagai RPK perlu dilakukan pengawasan dan pengendalian agar target output dari setiap kegiatan dapat dicapai secara optimal. Hal-hal yang menjadi faktor penghambat pencapaian target output yang ditemukan pada proses pengawasan dan pengendalian diharapkan dapat segera diatasi melalui penyesuaian perencanaan selanjutnya.

Selain melalui forum lokakarya mini, pelaksanaan pengawasan dan pengendalian secara internal dapat dilaksanakan melalui kegiatan monitoring rutin terhadap

upaya yang

dilakukan. Hasil pengawasan dan pengendalian akan dinilai didalam suatu proses penilaian kinerja puskesmas yang juga merupakan instrument/tools untuk menilai pelaksanaan proses manajemen puskesmas secara keseluruhan.

4. Dukungan dinas kesehatan kabupaten/kota dalam manajemen puskesmas

(20)

Keberhasilan penyelenggaraan puskesmas untuk menyelesaikan masalah prioritas kesehatan tidak lepas dari tanggung jawab dinas kesehatan kabupaten/kota.

Dukungan dinas kesehatan kabupaten/kota dalam pelaksanaan manajemen puskesmas meliputi pelaksanaan pembinaan secara terpadu, meningkatkan kerjasama lintas sektor, bertanggung jawab terhadap penyelesaian masalah kesehatan yang tidak bisa diselesaikan di tingkat puskesmas dan memberi dukungan sumber daya dalam kelancaran pelaksanaan seluruh proses manajemen di puskesmas.

I. Subsistem Manajemen Puskesmas 1. Subsistem menejemen puskesmas

Dalam upaya menunjang pengembangan program pokok puskesmas, puskesmas memiliki enam subsistem manajemen, yaitu :

a. Subsistem pelayanan kesehatan

Berupa promosi, pencegahan, pengobatan, rehabilitasi medis dan sosial b. Subsistem manajemen keuangan

1) Jenis anggaran yang digunakan terdiri dari dana rutin (gaji pegawai) dan dana operasional/proyek untuk masing-masing program.

2) Sumber anggaran, sejak otonomi daerah yang ditetapkan berdasarkan UU No. 22 dan 25 tahun 1999 sumber dana puskesmas sebagian besar dari APBD kabupaten/kota yang disalurkan melalui dinas kesehatan kabupaten/kota. Hanya sebagian kecil yang berasal dari APBN. Puskesmas juga mendapat dana dari sumber-sumber lain yang sah dan tidak mengikat.

3) Pimpinan puskesmas menunjuk bendahara puskesmas, ada yang menjadi bendahara proyek (mencatat dan melaporkan dana operasional kegiatan proyek) dan bendahara rutin (mengurusi gaji

(21)

pegawai dan pemasukan keuangan rutin puskesmas).8 c. Subsistem manajemen logistik

Setiap program membutuhkan dukungan logistik yang jumlah dan jenisnya berbeda-beda. Kebutuhan ini disusun dalam Lokakarya Mini Puskesmas (LKMP). Agar praktis biasanya kebutuhan logistik puskesmas disediakan oleh dinas kesehatan kabupaten/kota dan BKKBN (khusus untuk program KB) dengan dana yang sudah dialokasikan setiap tahun. Pimpinan puskesmas mempunyai wewenang dan wajib memeriksa administrasi barang dan obat secara rutin.

d. Subsistem manajemen personalia

1) Untuk meningkatkan motivasi kerja staf, sistem intensif perlu diterapkan sesuai dengan ketentuan yang disepakati bersama. Selain itu pemberian penghargaan oleh pimpinan kepada staf yang berprestasi akan membantu meningkatkan motivasi mereka.

2) Untuk manajeman personalia di puskesmas, dokter selaku manajer puskesmas tidak diberikan wewenang untuk mengangkat staf kecuali puskesmas menyisihkan dana sendiri untuk membayar honor staf.

Akan tetapi dokter berhak mengusulkan kebutuhan staf (jumlah dan jenis) ke Dinkes kabupaten/kota.

3) Pertemuan antara pimpinan dengan staf sebaiknya diadakan secara rutin dalam pertemuan rutin seperti rapat bulanan dan mingguan e. Subsistem pencatatan dan pelaporan

Laporan yang dibuat oleh puskesmas antara lain:

1) Laporan harian (melaporkan adanya kejadian luar biasa (KLB) penyakit tertentu

2) Laporan mingguan (melaporkan kegiatan penanggulangan penyakit diare)

3) Laporan bulanan (ada 4 jenis, LB1 berisi data kesakitan, LB2 berisi data kematian, LB3 berisi data program gizi. KIA, KB, dan P2M, LB4 untuk obat-obatan)

(22)

f. Subsistem pengembangan peran serta masyarakat (melalui PKMD) 2. Instrumen Manajemen Puskesmas

Akreditasi Puskesmas menilai tiga kelompok pelayanan di Puskesmas, yaitu:

a. Kelompok Administrasi Manajemen, yang diuraikan dalam : 1) Bab I. Penyelenggaraan Pelayanan Puskesmas (PPP) 2) Bab II. Kepemimpinan dan Manajemen Puskesmas (KMP) 3) Bab III. Peningkatan Mutu Puskesmas (PMP)

b. Kelompok Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM), yang diuraikan dalam:

1) Bab IV. Upaya Kesehatan Masyarakat yang Berorientasi Sasaran (UKMBS)

2) Bab V. Kepemimpinan dan Manajemen Upaya Kesehatan Masyarakat (KMUKM)

3) Bab VI. Sasaran Kinerja Upaya Kesehatan Masyarakat c. Kelompok Upaya Kesehatan Perorangan, yang diuraikan dalam:

1) Bab VII. Layanan Klinis yang Berorientasi Pasien (LKBP) 2) Bab VIII. Manajemen Penunjang Layanan Klinis (MPLK)

3) Bab IX. Peningkatan Mutu Klinis dan Keselamatan Pasien (PMKP)

3. Standar keberhasilan program

a. Ditetapkan oleh dinkes kota/kab dan provinsi b. Standar pelaksanaan kerja program

c. Tingkat keberhasilan program secara kuantitatif diukur dengan membandingkan target yang sudah ditetapkan dengan output (cakupan pelayanan) program.

d. Secara kualitatif keberhasilan kerja diukur dengan membandingkan standar prosedur kerja untuk membandingkan standar prosedur kerja untuk masing-masing ada kecenderungan untuk mengakui pentingnya SDM dalam organisasi

(23)

BAB III

PELAKSANAAN MANAJEMEN PELAYANAN KEBIDANAN

A. Profil Puskesmas Benteng

Gambar 1. Bangunan Puskesmas Benteng

(24)

1. Letak Geografis

Puskesmas Benteng terletak di desa Benteng kabupaten Bangka Tengah. Alamat Puskesmas Benteng yakni Jalan Sampur, Padang Baru, Benteng, Pangkalan Baru, Kab. Bangka Tengah. Puskesmas Benteng mempunyai 5 wilayah kerja yaitu desa Benteng, desa Batu Belubang, desa Tanjung Gunung, desa mangkol dan desa Pedindang. Puskesmas Benteng sudah berdiri sejak lama, dari Pustu Benteng yang masih dalam naungan dinas kesehatan kabupaten bangka sampai dengan terjadi pemisahan menjadi naungan Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Tengah sejak tahun 2005.

Luas wilayah kerja Puskesmas Benteng adalah 37,88 Km2 dengan jumlah penduduk per tahun 2020 adalah 17.428 jiwa. Puskesmas Benteng melakukan pelayanan rawat jalan, pelayanan posyandu, pelayanan perkesmas dan kegiatan lainnya yang berhubungan dengan kesehatan masyarakat.

2. Moto Puskesmas

SIMPATI (Senyum, Ikhlas, Mudah, Peduli, Aktif, Tepat, Integritas) 3. Visi Puskesmas

Terwujudnya pelayanan kesehatan yang bermutu, efektif dan responsif.

Demi terwujudnya keluarga dan masyarakat sehat yang mandiri diwilayah Puskesmas Benteng.

4. Misi Puskesmas

1. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta sarana dan prasarana yang sesuai standar

2. Memberikan pelayanan kesehatan yang komprehensif dan berkesinambungan

3. Mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat melalui pelayanan kesehatan yang mengutamakan promotif dan preventif 4. Membina kemitraan dengan berbagai pihak

(25)

Gambar 2. Visi dan misi Puskesmas Benteng 5. Struktur Organisasi Puskesmas Benteng

a. Kepala Puskesmas b. Kepala Tata Usaha

1) Sistem Informasi Kesehatan 2) Kepegawaian

3) Keuangan 4) Rumah Tangga c. Penanggung Jawab

1) Penanggung jawab UKM dan keperawatan kesehatan masyarakat

2) Penanggung jawab UKP, kefarmasian, dan laboratorium 3) Penanggung jawab UKM pengembangan

4) Penanggung jawab jaringan pelayanan puskesmas dan jejaring puskesmas

(26)

5) Penanggung jawab bangunan, prasarana, dan peralatan puskesmas 6) Penanggung jawab mutu

6. Ketenagaan Puskesmas Benteng

Tabel 1 : Daftar Tenagakerja di Puskesmas Benteng

No Tenaga Kerja Jumlah

1 Kepala Puskesmas 1

2. Dokter Umum 4

3. Dokter Gigi 1

4. Tenaga Perawat 12

5. Tenaga Bidan 10

6. Kesehatan Masyarakat 4

7. Kesehatan Lingkungan 2

8. Ahli Gizi 1

9. Apoteker 1

10. Asisten Apoteker 2

11. Tenaga Pendukung Majanement 8

7. Tata tertib pelayanan kesehatan

Bagi pasien yang berobat harus memasuki sistem pelayanan yang diberikan dengan kelancaran pelayanan yang diberikan yaitu dengan mematuhi semua tata tertib yang diberikan dengan rincian sebagai berikut :

a. Mengambil nomor urut antri

1) Untuk pasien lama siapkan kartu kunjungan.

2) Untuk pasien baru mengisi formulir pendaftaran, letakkan di loket pendaftaran dan tunggu panggilan.

b. Membayar uang retribusi sebesar Rp. 25.000 bagi pasien umum yang tidak mempunyai BPJS.Dan untuk peserta BPJS bisa menggunakan BPJS sesuai aturan yang berlaku.

c. Tunggu panggilan pelayanan sesuai dengan yang dikehendaki.

d. Menunggu obat bagi yang memperoleh resep di loket obat dan pendaftaran dan pelayanan kesehatan yaitu :

1) Senin s/d Kamis Jam 08.00 WIB – 11.00 WIB.

2) Jumat Jam 08.00 WIB – 10.00 WIB.

3) Sabtu Jam 08.00 WIB – 11.00 WIB

(27)

8. Pelayanan di Puskesmas Benteng

Tabel 2 : Daftar Pelayanan Puskesmas Benteng

No Jenis Pelayanan Hari Pelayanan

1 Pendaftaran Sanin-sabtu

2 Poli Umum (pasien usia 5-45tahun) Sanin-sabtu 3 Poli Usia Lanjut (Pasien usia>45 tahun) Sanin-sabtu 4 Poli MTBS (pasien usia 0-5tahun)

manajemen terpadu balita sakit

Sanin-sabtu 5 Poli KIA-KB (kesehatan ibu dan

keluarga berencana), terdiri dari : pelayanan kesehatan ibu,pelayanan KB, Pelayanan kesehatan reproduksi=calon pengantin (kespro catin), pelayanan keterangan hamil-tidak hamil

Sanin-sabtu

6 Poli kesehatan gigi dan mulut Sanin-sabtu

7 Ruang tindakan Sanin-sabtu

8 Pelayanan konseling TBC Selasa

9 Pelayanan konseling HIV Rabu

10 Pelayanan konseling gizi Sanin-sabtu 11 Pelayanan kesehatan rehabilitasi

NAPZA

Rabu 12 Pelayanan konseling sanitasi Sanin-sabtu 13 Pelayanan laboratorium Sanin-sabtu

14 Pelayanan kefarmasian Sanin-sabtu

15 Mampu salin Setiap hari

16 Pelayanan kesehatan peduli remaja Senin, Rabu dan Jumat 17 Pelayanan USG dan pemeriksaan IVA Rabu

18 Pelayanan konseling kesehatan jiwa Rabu

9. Prosedur pelayanan kesehatan JPS-BK (Jaminan Pelayanan Sosial) a. Menunjukkan kartu sehat pada saat mendaftar di loket pendaftaran.

b. Pelayanan rujukan di Puskesmas dengan cara : 1) Menunjukkan kartu sehat asli.

2) Membawa surat pengantar di Puskesmas yang mengirim.

(28)

c. Pelayanan rujukan / rawat inap di Rumah Sakit type C yang ada di daerah Bangka Tengah dengan :

1) Menunjukan kartu sehat dan rujukan asli dari Puskesmas.

2) Mendaftarkan diri di loket pendaftaran dan mengisi bukti blangko penerimaan pelayanan rawat jalan.

3) Untuk kasus rawat darurat, pasien bisa langsung ke unit gawat darurat tanpa membawa rujukan dari Puskesmas, cukup menunjukan kartu sehat yang masih berlaku.

4) Untuk rawat inap pengurutan persyaratan kelengkapan administrasi yang selambat-lambatnya 1 x 24 jam harus sudah selesai.

10. Prosedur sistem penanganan

Sebelum melakukan periksa di puskesmas tersebut pasien puskesmas terdiri dari masyarakat yang tinggal disekitar puskesmas di wilayah daerah Benteng. Pendaftaran data pasien dimasukan dalam buku yang merekam data pasien di masukan dalam buku yang merekam data pasien yang nantinya setiap pasien akan mempunyai nomor rekam medis sendiri yang dicatat dalam kartu periksa. Selanjutnya setiap kali mereka periksa ke Puskesmas nomor rekam tersebut digunakan untuk merekam data medis pasien untuk setiap periksa untuk diketahui gejala penyakit apa saja yang pernah diderita oleh pasien tersebut. Setelah mendapat nomor rekam medis oleh dokter atau mantri yang bertugas jaga di puskesmas tersebut setelah selesai dilaksanakan diagnosa maka tenaga medis langsung memberikan obat yang dibutuhkan pasien pada saat itu juga.

B. Pelaksanaan Kegiatan Puskesmas 1. Jenis Pelayanan

Puskesmas Benteng melakukan pelaksanaan UKM dan UKP tingkat pertama dan KMP. Pelayanan tersebut dilaksanakan untuk pencapaian standar pelayanan minimal kabupaten/kota bidang kesehatan, Program Indonesia Sehat

(29)

dan kinerja puskesmas dalam penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan meliputi:

a. Pelayanan kesehatan ibu hamil b. Pelayanan kesehatan ibu bersalin c. Pelayanan kesehatan bayi baru lahir d. Pelayanan kesehatan balita

e. Pelayanan kesehatan pada usia pendidikan dasar f. Pelayanan kesehatan pada usia produktif

g. Pelayanan kesehatan pada usia lanjut h. Pelayanan kesehatan penderita hipertensi i. Pelayanan kesehatan penderita diabetes mellitus

j. Pelayanan kesehatan orang dengan gangguan jiwa berat k. Pelayanan kesehatan orang terduga tuberculosis

l. Pelayanan kesehatan orang dengan risiko terinfeksi virus yang Pelayanan UKM di Puskesmas Benteng meliputi :

a. Pelayanan promosi Kesehatan b. Pelayanan Kesehatan Lingkungan c. Pelayanan Kesehatan Keluarga d. Pelayanan Gizi Masyarakat

e. Pelayanan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) f. Keperawatan Kesehatan Masyarakat

g. Pelayanan Usaha Kesehatan MasyarakatnPengembangan (UKGS, kesehatan kerja, program jiwa, program indera)

Pelayanan KMP di puskesmasn Benteng, meliputi : a. Pelayanan Surat Keterangan Sehata

b. Pelayanan Surat Keterangan Dokter/Perawat/Bidan/Swasta c. Visum et Repertum

d. Informasi dan Data e. Surat Kematian

(30)

Pelayanan UKP di Puskesmas Benteng, meliputi : a. Pendaftaran

b. Poli Umum (usia 5 tahun s.d 45 tahun) c. Poli Usia Lanjut (usia >45 tahun)

d. Poli MTBS (untuk pasien usia 0-5 tahun) e. Poli Ki-KB

1) Pelayanan Kesehatan Ibu 2) Pelayanan Keluarga Berencana

3) Pelayanan Kesehatan Reproduksi calon pengantin 4) Pelayanan Kesehatan Pedulu Remaja (PKPR) 5) Pelayanan IVA/SADANIS

6) Pelayanan Surat Keterangan Hamil/Tidak Hamil f. Poli Kesehatan Gigi dan Mulut

g. Ruang Tindakan

h. Pelayanan Konseling TBC i. Pelayanan Konseling HIV

j. Pelayanan Jiwa dan rehabilitasi NAPZA k. Pelayanan Konseling Gizi

l. Pelayanan Konseling Sanitasi m. Pelayanan Konseling Sanitasi n. Pelayanan Kefarmasian 2. Program

Puskesmas Benteng memiliki program-program untuk mencapai visi dan misi puskesmas, antara lain :

a. Pelayanan kesehatan dasar yang meliputi : 1) Pelayanan kesehatan ibu dan bayi.

2) Pelayanan kesehatan anak pra sekolah dan usia sekolah.

3) Pelayanan keluarga berencana.

4) Pelayanan imunisasi.

5) Pelayanan pengobatan dan perawatan.

(31)

6) Pelayanan kesehatan usia lanjut.

b. Penyelenggaraan perbaikan gizi masyarakat yang meliputi:

1) Pemantauan pertumbuhan balita.

2) Pelayanan gizi.

c. Penyelenggaraan pelayanan kesehatan rujukan dan penunjang yang meliputi : pelayanan obstretri dan neonatal emergency dasar dan komprehensif.

d. Penyelenggaraan pemberantasan penyakit menular

1) Penyelenggaraan penyelidikan epidemiologi dan penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) dan gizi buruk.

2) Pencegahan dan pemberantasan penyakit TB paru.

3) Pencegahan dan pemberantasan penyakit HIV/AIDS.

4) Pencegahan dan pemberantasan penyakit DBD (Demam Berdarah Dengue).

5) Pencegahan dan pemberantasan penyakit diare.

e. Penyelenggaraan kesehatan lingkungan dan sanitasi dasar yang meliputi : 1) Pelayanan kesehatan lingkungan.

2) Pelayanan pengendalian vektor.

3) Pelayanan hygiene sanitasi di tempat umum.

f. Penyelenggaraan promosi kesehatan yaitu program penyuluhan perilaku sehat.

g. Pencegahan dan Penanggulangan Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif (P3 NAPZA) yang mempunyai program penyuluhan P3 NAPZA yang berbasis masyarakat.

h. Penyelenggaraan pelayanan kefarmasiaan obat yang meliputi : 1) Pelayanan penyediaan obat dan perbekalan kesehatan.

2) Pelayanan penggunaan obat generik.

i. Penyediaan pembiayaan dan jaminan kesehatan yang mempunyai program penyelenggaraan pembiayaan untuk gakin dan masyarakat rentan.

(32)

Table 3. Capaian Program KIA di Puskesmas Benteng

INDIKATOR SATUAN SASARAN CAPAIAN %

1 Cakupan Pelayanan Kesehatan

Ibu hamil K1 Bumil 398 485 121,86

2 Cakupan Pelayanan Kesehatan

Ibu hamil K4 Bumil 398 366 91,96

3 Cakupan Persalinan oleh Nakes Bulin 379 395 104,22

4 Cakupan KF 3 Bufas 379 383 101,06

5 Cakupan KN1 Bayi 362 194 105,52

6 Cakupan KN Lengkap Bayi 362 389 107,46

7 Deteksi Resiko Oleh Masyarakat Bumil 79 45 56,96

8 PKO Bumil 79 27 34,18

9 Yankes Bayi (29 hari-11 bln) Bayi 362 231 77,00

10 Yankes Balita (12 -59 bln) Balita 1661 991 64,35

11 KB Aktif PUS 4667 4016 86,05

Sumber : Penilaian Kinerja Puskesmas Benteng C. Manajemen Pelayanan di Puskesmas

1. Manajemen Umum Puskesmas ( Nilai 10)

Meliputi kreteria ketersediaan dokumen-dokumen antara lain : a. Mempunyai dokumen rencana lima tahunan

b. Ada dokumen perencanaan tingkat puskesmas

c. Menyusun dokumen RBA definitif, RBA perubahan dan RBA perubahan definitif

d. Mempunyai dokumen identifikasi kebutuhan dan harapan masyarakat e. Melaksanakan mini lokakarya

f. Menyusun Penilaian Kinerja Puskesmas (PKP) 2. Manajemen Sumberdaya (Nilai 9)

a. Kesesuaian antara BMD (asset dan persediaan) dengan aplikasi pada Berita Araca Rekonsiliasi Bulanan dan Semesteran

(33)

b. Ada daftar inventarisasi puskesmas

c. Setiap alat kesehatan wajib kalibrasi, pemeriksaan dilakukan sesuai standart

d. Capaian pemenuhan sarana puskesmas pada ASPAK e. Capaian pemenuhan prasarana puskesmas pada ASPAK

f. Capaian pemenuhan alat-alat kesehatan puskesmas pada ASPAK 3. Manajemen Ketenagaan (Nilai 10)

a. Penjagaan kenaikan pangkat reguler

b. Tenaga medis (dokter umum & dokter gigi) dan tenaga kesehatan puskesmas memiki SIP yang masih berlaku di tempat kerja

4. Manajemen Alat Dan Obat (Nilai 10)

a. Mencatat dan menerima dan pengeluaran obat, reagen dan BMHP disetiap unit pelayanan

b. Melakukan pencatatan pada kartu stock untuk setiap jenis obat/bahan di dudang obat secara rutin

c. Ketersediaan obat dan vaksin terhadap indikator 40 item 5. Manajemen Keuangan (Nilai 10)

a. Laporan pertanggungjawaban bulanan b. Laporan keuangan

6. Manajemen Data Dan Informasi (Nilai 10) a. Laporan bulanan puskesmas

b. Laporan tribulanan c. Laporan semesteran d. Laporan tahunan 7. Manajemen Mutu (Nilai 10)

Indikator menejemen mutu Puskesmas yang telah ditetapkan oleh Dinas Kesehatan, Puskesmas Benteng sudah dapat mencapai yang menjadi target dari indikator mutu tersebut.

(34)

D. Analisis SWOT

1. Strenght (kekuatan) internal

a. Sumber daya manusia Puskesmas Benteng memadai dalam aspek kompetensi, profesionalisme dan profesi

b. Lokasi demogafi Puskesmas Benteng yang mudah dijangkau

c. Mempunyai SDM yang sudah terlatih dan memahami tupoksi masing- masing

d. Memiliki peralatan operasional untuk menunjang kinerja

e. Memiliki akar jejaring advokasi yang kuat baik itu dengan SKPD, stakeholder dan lintas sektoral

2. Weakness (kelemahan) internal

a. Perlu adanya peningkatan pengetahuan melalui pendidikan lanjutan dan pelatihan dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan pelayanan prima.

b. Kurangnya kapasitas SDM dalam mengelola dan memanajemen pelayanan kesehatan secara optimal dikarenakan banyak pegawai yang merangkap tugas ganda .

3. Opportunity (peluang) eksternal

a. Terdapat regulasi JKN secara batton up sehingga kasus-kasus non darurat harus melalui pelayanan kesehatan puskesmas dahulu

b. Program JKN yang mewajibkan masyarakat melalui layanan puskesmas sebelum melanjutkan pemeriksaan ke fasilitas layanan kesehatan lanjutan

c. Adanya kepercayaan dari pemerintah daerah dan masyarakat kepada puskesmas dalam hal layanan kesehatan

4. Threat (ancaman) eksternal

a. Terdapat pelayanan lain yang menjadi tempat saingan

b. Semakin banyak masyarakat yang malas untuk mengantri sehingga menganggap Puskesmas bukan tempat berobat yang tepat

(35)

5. Strategi SO

a. Memantapkan dan meningkatkan mutu pelayanan b. Meningkatkan kerjasama dengan mitra kerja puskesmas c. Meningkatkan jejaring pelayanan

d. Meningkatkan promosi ke masyarakat

e. Membuat inovasi baru jenis pelayanan seperti poli spesialis, poli psikologi

f. Meningkatkan akses pelayanan 6. Strategi WO

a. Membangun sistem reward dan punishment

b. Meningkatkan performan puskesmas dari segi fisik dan SDM

c. Meningkatkan pemberdayaan SDM dalam pelatihan yang mendukung peningkatan pelayanan serta pendidikan berkelanjutan.

d. Meningkatkan mutu pelayanan 7. Strategi ST

a. Meningkatkan jaringan kerjasama dengan institusi pelayanan kesehatan

b. Meningkatkan fasilitas pelayanan dan pelayanan yang mementingkan kepuasan pasien

c. Membuat inovasi baru agar pasien tidak perlu antri lama dalam mendaptkan pelayanan contohnya pendaftran online

d. Memberdayakan masyarakat untuk berpartisipasi dalam asuransi kesehatan

8. Srategi WT

a. Meningkatkan kompetensi SDM

b. Meningkatkan kesejahteraan karyawan puskesmas c. Membuat sistem reward dan punishment bagi karyawan d. Menyusun komitmen dan budaya mutu pelayanan

(36)

Tabel 4. Analisis SWOT Pelayanan Puskesmas Benteng

No Kekuatan Rating Bobot Nilai Total

1

Sumber daya manusia Puskesmas Benteng memadai dalam aspek

kompetensi, profesionalisme dan profesi 3 2 6 2 Lokasi demogafi Puskesmas Benteng

mudah dijangkau 3 2 6

3

Mempunyai sumber daya manusia (SDM) yang sudah terlatih dan

memahami tupoksi masing-masing 4 2 8

4 Memiliki peralatan operasional untuk

menunjang kinerja 3 2 6

5

Memiliki akar jejaring advokasi yang kuat baik itu dengan SKPD, stakeholder

dan lintas sectoral 3 2 6

Total 32

Kelemahan Skor Bobot Nilai total

1

Jumlah SDM Memadai namun tetap butuh peningkatan pengetahuan dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan pelayanan prima

2 6 12

2

Kurangnya kapasitas SDM dalam mengelola dan memanajemen pelayanan kesehatan secara optimal

2 2 4

Total 16

Peluang Skor Bobot Nilai Total

1

Terdapat regulasi JKN secara batton up sehingga kasus-kasus non darurat harus melalui pelayanan kesehatan puskesmas dahulu

3 4 12

2

Program JKN yang mewajibkan masyarakat melalui layanan puskesmas sebelum melanjutkan pemeriksaan ke fasilitas layanan kesehatan lanjutan

4 4 16

3

Adanya kepercayaan dari pemerintah daerah dan masyarakat kepada

puskesmas dalam hal layanan kesehatan 3 3 9

Total 37

Ancaman Skor Bobot Total skor

(37)

1 Terdapat pelayanan lain yang menjadi

tempat saingan 5 3 15

2

Semakin banyak masyarakat yang malas untuk mengantri sehingga menganggap Puskesmas bukan tempat berobat yang tepat

5 2 10

Total 25

(X, Y)

(S-W)/2 , (O-T)/2 (32-16)/2 , (37-25)/2 8, 6

Gambar 3 : Kurva Analisis SWOT

Kurva analisis SWOT tersebut menunjukan bahwa analisis SWOT pelayanan Puskesmas Benteng berada pada kuadran I (progresif). Posisi ini menandakan bahwa manajemen pelayanan di Puskesmas Benteng sedang dalam posisi kuat.

(38)

BAB IV PEMBAHASAN

Manajemen puskesmas adalah rangkaian kegiatan yang dilaksanakan secara sistematik untuk menghasilkan iuaran puskesmas secara efektif dan efisien.

Manajemen puskesmas tersebut terdiri dari perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian serta pengawasan dan pertanggungjawaban. Seluruh kegiatan diatas adalah satu kesatuan yang saling terkait dan berkesinambungan.

Puskesmas Benteng merupakan salah satu dari Pueskemas yang berada di Kabupaten Bangka tengah. Visi puskesmas adalah terwujudnya pelayanan kesehatan yang bermutu, efektif dan Responsif demi terwujudnya keluarga dan masyarakat sehat yang mandiri di wilayah puskesmas Benteng.

Puskesmas ingin memberdayakan masyarakat untuk dapat hidup sehat dan mandiri dalam lingkungan yang sehat, hal ini sesuai dengan prinsip penyelenggaraan puskesmas paradigma sehat dan kemandirian masyarakat.

Puskesmas mendorong seluruh pemangku kepentingan berpartisipasi dalam upaya mencegah dan mengurangi risiko kesehatan yang dihadapi individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat melalui GERMAS. Dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan warga khususnya wilayah Benteng dalam pelayanan KIA yang ditawarkan oleh Puskesmas yaitu :

A. Ante Natal Care (ANC)

Pelayanan ibu hamil merupakan asuhan yang diberikan tenaga kesehatan terutama bidan pada saat ibu mengandung. Tujuan asuhan ANC yaitu memantau kesejahteraan ibu maupun janinnya, mendeteksi secara dini gejala komplikasi pada masa kehamilan. Manajemen pelayanan ANC di Puskesmas Benteng diberi jadwal pada hari Senin sampai Sabtu. Sebelum pelayanan diberikan, pasien mendaftar dulu di loket pendaftara kemudian nomor urut antrian sudah dicatumkan no RM akan diberikan kepada pasien untuk dibawa ke ruang KIA.

(39)

Pasien diberikan pelayanan sesuai dengan nomor urut dan dilakukan pemeriksaan rutin seperti timbang berat badan dan tensi didalam ruang KIA.

Kemudian petugas menulis hasil pemeriksaan beserta keluhan serta menghitung usia kehamilan di register KIA Umum, Register Ibu Hamil K4 atau K1 sesuai dengan hasil pemeriksaan, buku KIA dan Rekam Medis secara online. Apabila pasien datang untuk kunjungan pertama kali kehamilan maka dilakukan pemeriksaan lingkar lengan, tinggi badan, bb, tensi, head to toe, dan palpasi abdomen. Hal ini sesuai dengan teori mengenai pelayanan pada ibu hamil meliputi 10 T.

Kemudian dilakukan pemeriksaan ANC Terpadu meliputi laboratorium (Hb, HBsAg, Sifilis, PITC, GDS, Leukosit, Urine Lengkap, dan golongan darah jika pasien belum mengetahui golongan darahnya), BP Umum, BP Gigi, Gizi, Psikolog. Kemudian pasien bisa mengambil obat sesuai resep obat ke farmasi dan bisa langsung pulang. Untuk pasien K4 dilakukan pemeriksaan bb, tensi, palpasi leopold, tfu, djj. Kemudian dilakukan pemeriksaan laboratorium meliputi Hb, urine lengkap dan RDT pada usia kehamilan 39 minggu untuk ibu yang sudah vaksinasi covid dua kali dan pada usia minimal 37 minggu pada ibu hamil yang belum mendapatkan vaksinasi covid sama sekali. Kemudian pasien akan dilakukan rujukan internal ke BP Umum dan bisa langsung mengambil obat sesuai dengan resep ke farmasi. Manajemen pelayanan yang diterapkan oleh bidan puskesmas sudah baik. Satu bidan bertugas menerima pasien dan mencatat di SIMPUS, Register KIA Umum dan buku KIA, dan ada yang bertugas melakukan tindakan. Hal ini membuat semua pelayanan yang diberikan menjadi cepat dan efisien.

Pelayanan ANC yang dilakukan di puskemas Benteng sudah dilakukan sesuai standart namun peningkatan pelayanan perlu dilaksanakan sebagai bagian pelayanan kesehatan prima dengan demikian pasien akan merasa puas dengan kualitas pelayanan yangdiberikan kepada pasien yang melakukan ANC. ANC adalah suatu program yang terencana berupa observasi, edukasi, dan penanganan medik pada ibu hamil untuk memperoleh suatu proses kehamilan serta

(40)

persalinan yang aman dan memuaskan. Kepuasan pasien bisa dinilai dengan diberikan kuisioner evaluasi kelupasan pasien sebagai bahan evaluasi dalam memberikan pelayanan kebidanan.13

B. Nifas

Pelayanan ibu nifas diberikan setiap hari dari hari senin sampai hari sabtu.

Puskesmas Benteng tidak menjadwalkan khusus karena pasien yang datang tidak pasti untuk periksa nifasnya. Pelayanan yang diberikan pada ibu nifas meliputi memantau keadaan secara menyeluruh pasien. Alur sebelum diberikan pelayanan pasien melakukan pendaftaran dulu kemudian pasien diberi nomer urut antrian yang sudah tercantum nomer rekam medis. Kemudian pasien dilakukan pemeriksaan tekanan darah dan berat badan. Menuliskan hasil pemeriksaan berdasarkan keluhan pasien di rekam medis online, buku register kia umum dan buku kia pasien.

Pasien akan di berikan pelayanan sesuai keluhan yang dirasakan ibu. Bidan melakukan pemeriksaan pada mata pasien untuk mengetahui status anemia, kemudian memeriksa area payudara untuk mengetahui pengeluaran ASI dan adakah tanda kearah bahaya kemudian dilakukan pemeriksaan diarea perut pasien untuk mengetahui kontraksi dan involusi uteri, kemudian dilakukan pemeriksaan genetalia pasien apabila pasien mengalami proses penjahitan ketika bersalin. Kondisi keadaan jahitan sangat penting dilakukan untuk mengetahui apakah jahitan sudah kering atau belum dan mengetahui tingkat kebersihan ibu di area organ intim untuk mencegah terjadinya infeksi.

Kunjungan nifas memegang peranan penting bagi ibu dan bayinya, pentingnya peranan tersebut dapat dilihat dari banyaknya manfaat yang bisa diperoleh dari pemeriksaan dengan melihat tujuan yang ada. Tujuan kunjungan nifas antara lain untuk memantau kemajuan kesehatan ibu dapat dipastikan keadaannya, untuk meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik dan mental ibu. Setiap ibu nifas dianjurkan untuk memeriksakan keadaannya secara rutin di tempat pelayanan kesehatan terdekat, karena mengingat besarnya manfaat yang diperoleh bila memeriksakan secara rutin seperti mencegah

(41)

perdarahan maupun infeksi. Salah satu faktor yang mempengaruhi kepatuhan kunjungan nifas adalah dukungan bidan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh dukungan bidan terhadap kunjungan nifas.Penelitian menyebutkan Ibu yang mendapat dukungan dari bidan cenderung kunjungan nifasnya terpenuhi sebesar 3 kali dibanding yang kurang mendapat dukungan bidan.

Direkomendasikan bagi bidan agar meningkatkan dukungan bagi ibu nifas.14

C. Bayi dan Neonatus

Pelayanan kesehatan yang diberikan pada bayi dan neonatus di Puskesmas Benteng meliputi menanyakan kepada ibu apakah ada tanda bayi mengarah ke bahaya seperti bayi tidak mau menyusu, rewel terus bahkan sampai bayi tidak mau bergerak aktif, bayi mengalami muntah maupun tanda yang lain.

Kemudian menghitung tanda-tanda vital bayi yang terdiri dari suhu, nadi dan respirasi bayi. Melakukan pemeriksaan pada bayi yaitu menilai kondisi bayi secara menyeluruh, melihat apakah bayi mengalami kuning atau tidak kemudian mengecek tali pusat apakah ada tanda mengarah ke infeksi atau tidak. Pelayanan yang diberikan bidan sudah sesuai SOP yang diberikan. Bidan menganjurkan kepada ibu untuk terus menyusui bayinya sampai usia 6 bulan tanpa diberikan jenis makanan yang lain. menganjurkan ibu untuk melakukan kunjungan ulang ketika ada keluhan atau ketika bayi sudah berusia 1 bulan untuk dilakukan imunisasi.

Pelayanan kesehatan yang diberikan pada bayi dan neonatus di Puskesmas Benteng meliputi menanyakan kepada ibu apakah ada tanda bayi mengarah ke bahaya seperti bayi tidak mau menyusu, rewel terus bahkan sampai bayi tidak mau bergerak aktif, bayi mengalami muntah maupun tanda yang lain.

Kemudian menghitung tanda-tanda vital bayi yang terdiri dari suhu, nadi dan respirasi bayi. Bidan menganjurkan kepada ibu untuk terus menyusui bayinya sampai usia 6 bulan tanpa diberikan jenis makanan yang lain. menganjurkan ibu untuk melakukan kunjungan ulang ketika ada keluha atau ketika bayi sudah berusia 1 bulan untuk dilakukan imunisasi.

(42)

D. Imunisasi

Pelayanan imunisasi di Puskesmas Benteng terdiri dari beberapa macam imunisasi seperti Hb-0, BCG, Penta, IPV dan MR. Jadwal imunisasi dilakukan setiap hari Senin mulai pukul 08.00-10.00 WIB. Ketika ibu datang membawa bayinya, langsung dilakukan anamnesa dengan menanyakan identitas bayi, umur bayi, jadwal imunisasi yang sesuai dengan umur bayi. Lalu ditanyakan keluhan, sedang dalam keadaan demam, batuk, pilek atau tidak. Kemudian diukur berat badan dan suhu badan.

Sesudah menentukan diagnosa yang tepat, kemudian memberikan inform consent pada ibu. Lalu segera mempersiapkan vaksin yang akan diberikan kepada bayi dan melakuan injeksi vaksin tersebut. Selanjutnya dilakukan KIE mengenai KIPI dari imuniasi yang diberikan, memberikan resep obat, dan menganjurkan ibu untuk melakukan kunjungan ulang pada jadwal imunisasi bayi berikutnya. Data hasil asuhan ditulis di rekam medis pasien, di buku KIA, mengentry data ke dalam komputer, menulis di register bayi dan menulis di kohort bayi sesuai dengan wilayah bayi tersebut tinggal.

Hasil SPM (standart pelayanan minumal ) yang belum sesuai target dikarenakan pengaruh dari pandemi covid 19 banyak ibu yang mempunyai balita merasa takut ke puskesmas dan ditiadakanya program posyandu sehingga banyak balita yang tidak melakukan penimbangan 8 kali setahun, pemberian kapsul vitamin 2 kali setahun kedepanya diharapkan mulai digalakkan lagi program posyandu sehaingga capaian SPM balita tercapai.

E. Keluarga Berencana (KB)

Pelayanan Keluarga Berencana dilakukan setiap hari Kamis, pelayanan KB yang diberikan yaitu KB suntik progestin, pil kombinasi, IUD, kondom dan untuk implant. Ketika pasien datang, dilakukan anamnesa mengenai tujuan datang dan keluhan yang dirasakan. Memberikan pertanyaan mengenai identitas pasien, ingin menggunakan KB apa, riwayat obstetri, riwayat KB ibu dan riwayat penyakit yang diderita, hari pertama haid terakhir, terakhir

(43)

berhubungan seksual kapan, dan memastikan pasien tidak sedang dalam keadaan hamil. Selanjutnya dilakukan pengukuran tekanan darah, berat badan dan tinggi badan. Kemudian melakukan pemeriksaan fisik yaitu melakukan palpasi abdomen untuk menentukan apakah teraba massa atau tidak.

Mempersiapkan peralatan termasuk obat KB yang akan diberikan, memberikan tindakan kepada pasien dengan tepat. Kemudian memberikan KIE, menganjurkan ibu untuk melakukan kunjungan ulang pada jadwal yang sudah ditentukan. Data hasil asuhan ditulis di register KB , kartu KB ibu, dimasukkan dalam computer dalam rekam medis online.

Tindakan yang diberikan petugas kesehatan sudah tepat sesuai dengan SOP di Puskesmas Benteng. Salah satu contohnya pada injeksi KB suntik progestin, langkah kerjanya seperti mempersilakan pasien masuk ke ruang periksa dan mencocokkan identitas dengan rekam medis, melakukan anamnesa kemudian mencocokkan jadwal suntik KB dengan rekam medis dan kartu KB.

Melakukan pemeriksaan fisik kepada pasien, mempersiapkan depo medroksiprogesterone, memilih tempat yang akan diinjeksi pada sepertiga SIAS dan Os Coccygea. Menggunakan tangan dominan memasukkan jarum tepat di bawah otot dengan sudut 90 derajat, melakukan aspirasi dan masukkan obat perlahan. Mencabut jarum, mengusap bekas suntikan dengan alcohol swab, memberitahukan kepada pasien tindakan sudah selesai dan membersihkan alat.

F. Kesehatan Reproduksi

Pelayanan kespro dilakukan setiap hari kerja di Puskesmas Benteng. Contoh kasus, ada pasien KB suntik progestin mengeluh keputihan. Kemudian dilakukan anamnesa mengenai identitas pasien, riwayat menikah, riwayat menstruasi, riwayat obstetri, riwayat KB dan riwayat penyakit yang pernah dan sedang diderita. Lalu dilakukan pengukuran tekanan darah dan berat badan.

Pasien akan dianjurkan buang air kecil terlebih dahulu, kemudian melepaskan celana dalam dan memposisikan ibu litotomi. Mempersiapkan alat, melakukan inspekulo untuk melihat ada lesi pada serviks atau tidak, untuk melihat

(44)

keputihan. Selanjutnya melakukan kolaborasi dengan dokter umum untuk pemberian obat. Kemudian melakukan KIE mengenai personal hygiene dan teratur untuk mengonsumsi obat yang diberikan.

Pelayanan caten dapat dilakukan setiap hari di Puskesmas Benteng, pasien datang dilakukan anamnesa mengenai identitas, rencana menikah, hari pertama haid terakhir, suntik TT yang sudah diberikan pada pasien. Untuk caten wanita dilakukan pengukuran tekanan darah, berat badan, tinggi badan dan pegukuran LILA. Merujuk pasien ke ruang laboratorium untuk pemeriksaan Hb dan test kehamilan, BP umum dan psikolog. Untuk caten pria dilakukan pengukuran tekanan darah, berat badan dan tinggi badan. Merujuk pasien ke ruang laboratorium untuk pemeriksaan Hb dan merujuk pasien ke BP Umum.

Kemudian kembali ke ruang KIA, melakukan pmeriksaan fisik menegakan diagnosis, memberikan suntikan vaksinasi TT. Memberikan konseling mengenai persiapan kehamilan dan memberikan terapi asam folat. Mencatat seluruh hasil dari kegiatan tersebut di rekam medis online dan kartu TT calon pengantin.

Pelayanan yang dilakukan sudah sesuai dengan SOP di Puskesmas Benteng.

Langkah kerja yang dilakukan sudah sama seperti melakukan anamesa, menimbang berat badan, mengukur tekanan darah, mengukur tinggi badan dan LILA. Merujuk calon pengantin ke laboratorium untuk pemeriksaan Hb dan tes kehamilan, merujuk untuk konsultasi ke psikolog bersama pasangan dan merujuk ke BP umum untuk skrining kesehatan.

(45)

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

1. Kebutuhan organisasi pelayanan Puskesmas Benteng telah dipenuhi.

2. Kebutuhan manajemen pelayanan Puskesmas Benteng telah dipenuhi.

3. Manajemen tahap perencanaan di Puskesmas Benteng dapat diketahui sesuai dengan panduan manajemen pelayanan puskesmas.

4. Manajemen tahap pengorganisasian di Puskesmas Benteng dapat diketahui sesuai dengan panduan manajemen pelayanan puskesmas.

5. Manajemen tahap pelaksanaan di Puskesmas Benteng dapat diketahui sesuai dengan panduan manajemen pelayanan puskesmas.

6. Evaluasi pelaksanaan pelayanan di Puskesmas Benteng dapat diketahui sesuai dengan panduan manajemen pelayanan puskesmas.

7. Pengendalian dan monitoring pelayanan kebidanan dapat diketahui sesuai dengan panduan manajemen pelayanan puskesmas.

8. Standar manajemen pelayanan kebidanan di Puskesmas Benteng sesuai dengan panduan manajemen pelayanan puskesmas.

9. Analisa SWOT untuk mengetahui hambatan-hambatan yang terjadi dalam manajemen pelayanan dapat dilaksanakan.

B. Saran

1. Bagi Kepala Puskesmas Benteng

Puskesmas Benteng dapat mempertahankan manajemen yang sudah baik dan meningkatkan pelayanan agar dapat menjadi puskesmas yang meraih kemajuan secara maksimal.

2. Bagi Mahasiswa Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta Mahasiswa mampu mengaplikasikan teori dan hasil analisa lapangan dalam pelaksanaan manajemen pelayanan di tempat kerja nantinya.

(46)

DAFTAR PUSTAKA

1. Kementerian Kesehatan RI. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2019. 2020.

2. Kementerian Kesehatan RI. Survei Demografi Kesehatan Indonesia 2017.

2017.

3. PMK No 43 Tahun 2019 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat. 2019.

4. Dinas Kesehatan Pemerintah kabupaten. Profil Kesehatan Kabupaten Sleman Tahun 2022. Yogyakarta; 2022.

5. UU No 4 Tahun 2019 Kebidanan. 2019.

6. BTKLPP. Rencana Aksi Kegiatan Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit. 2016.

7. Arifin S, Rahman F, Wulandari A, Anhar VY. Dasar-Dasar Manajemen Kesehatan. Banjarmasin: Pustaka Banua; 2016.

8. PMK No 44 Tahun 2016 tentang Pedoman Manajemen Puskesmass. 2016.

9. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK 01.07/Menkes/4638/2021 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19. 2021.

10. R W Fudholi A. Evaluation of Drugs Management and Improvement Strategies Using Hanlon Method in The Pharmaceutical Installation of Hospital. 2014;

11. Krisma. Tahap Penentuan, Prioritas Masalah Metode Hanlon dan Tahap Analisis Akar Penyebab Masalah. 2015;1–28.

12. Hamidy F. Pendekatan Analisis Fishbone untuk Mengukur Kinerja Proses Bisnis Informasi E-Koperasi. J Teknoinfo. 2017;10(1):11.

13. Amatiria, Gustop. "Hubungan kualitas pelayanan Ante Natal Care (ANC) dengan kepuasan pasien." Jurnal Ilmiah Keperawatan Sai Betik 12.1 (2017): 106-111.

14. Kasanah, Uswatun. "Pengaruh Dukungan Bidan Terhadap Kunjungan Nifas Guna Deteksi Resiko Kegawatdaruratan di Puskesmas Kayen Kabupaten Pati." Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan 8.4 (2018).

(47)

Lampiran 1

Gambar Bangunan Puskesmas Benteng

Gambar Kegiatan Puskesmas Benteng

(48)

Gambar Jadwal Pelayanan

(49)

Gambar Sarana Pelayanan Penganduan

Gambar Sayarat Pendaftaran

(50)

Gambar

Gambar 1. Bangunan Puskesmas Benteng
Gambar 2. Visi dan misi Puskesmas Benteng 5. Struktur Organisasi Puskesmas Benteng
Tabel 2 : Daftar Pelayanan Puskesmas Benteng
Table 3. Capaian Program KIA di Puskesmas Benteng
+7

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kualitas pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak dengan tingkat kepuasan pasien di Puskesmas

Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dalam sistem manajemen penjaringan kesehatan anak SD di Puskesmas Kabupaten Demak pada 1) aspek input, a) petugas yang terlibat langsung

Berdasarkan survey awal yang telah dilakukan melalui wawancara dengan petugas kesehatan jiwa (perawat CMHN) di Wilayah Kerja Puskesmas Meureubo pada tahun 2011

Survey yang dilakukan kepada bidan sebagai pelaksana SIMPUSTRONIK di Puskesmas Paiton dan Puskesmas Sumberasih Kabupaten Probolinggo menghasilkan 3 indikator

Survey yang dilakukan kepada bidan sebagai pelaksana SIMPUSTRONIK di Puskesmas Paiton dan Puskesmas Sumberasih Kabupaten Probolinggo menghasilkan 3 indikator

Sedangkan pada penelitian ini adalah bagaimana membuat operasional dan manajemen lebih mudah, karena sistem yang terkoneksi untuk setiap puskesmas yang ada di kota

Kesimpulan dari hasil pengabdian masyarakat ini adalah dihasilkan sebuah website layanan kesehatan ibu dan anak di masyarakat kecamatan siantan tengah yang dapat

Variabel yang dikumpulkan meliputi karakteristik puskesmas, kondisi masyarakat di wilayah kerja puskesmas, tenaga bidan, ketersediaan dana untuk pelayanan KIA, serta pedoman, APD dan