LAPORAN PENGEMBANGAN FORMULA MAKANAN
“Formula Bayi Gizi Buruk”
DISUSUN OLEH KELOMPOK 6:
KHUSNUL KHOTIMAH ARIS (PO.71.4.231.21.1.056) FAIZAH ISHMAH AZZAHRAH (PO.71.4.231.21.1.048)
RASIKHA AFIFAH (PO.71.4.231.21.1.068) KELAS B DIV Tk. 3
KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MAKASSAR
PRODI SARJANA TERAPAN GIZI DAN DIETETIKA JURUSAN GIZI
2024
Kasus 6
A. Assesment dan Perhitungan Kebutuhan
Nama anak Nailah Nurqolbi (NN) umur 7 bulan, jenis kelamin P, BB 5,8 kg, TB 61,10 cm, Nilai z- score BB/U : -2,25 (Gizi kurang), TB/U -2,70 (pendek).
Dari permasalahan yang ditemukan pada analisa masalah di atas rencana pemberian diet bagi pasien dapat dirinci sebagai berikut :
1. Tujuan Diet
Memberikan makanan Tinggi Energi dan Tinggi Protein secara bertahap untuk mencapai status gizi optimal
2. Prinsip Diet
• Tinggi energi
• Tinggi protein
• Tinggi albumin
• Rendah Laktosa 3. Syarat diet
• Makanan diberikan secara bertahap sesuai dengan berat badan, umur serta keadaan/kondisi klinik pasien.
• Energi yang diberikan tinggi = 750 kkal, diberikan secara bertahp dimulai dari 50 kkal/kg BB hingga 100 – 300 kkal/kg BB
• Protein diberikan tinggi = 27,6 g, diberikan bertahap mulai dari 1 g/kg BB hingga 3-5 g/kg BB sehari
• Lemak diberikan cukup (25%) = 20,8 = 20,8 g dari kebutuhan energi
• Banyaknya cairan diatur untuk menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit, terutama bila ada diare. Cairan 110-120 cc/kg BB, diberikan sebanyak 638-696 cc.
• Suplementasi vitamin dan mineral terutama vitamin A, vitamin B kompleks, vitamin C dan zat besi
• Pemberian makanan yang rendah laktosa yaitu dengan pemberian susu skim
• Porsi makanan kecil tapi sering
• Pemberian makanan melalui oral 4. Perhitungan Kebutuhan Zat Gizi
BBI = 2n + 8
= 2(0,6 thn) + 8
= 9,2 kg
BB Hitung = (BBI + BB actual) : 2
= (9,2 + 5,8) : 2
= 7,5 kg
Energi = 100 kkal/kg BB hitung
= 100 kal x 7,5 kg
= 750 kkal
Protein = 3 g/kg BBI
= 3 g x 9,2 kg
= 27,6 g
Lemak = 25 % x 750 kal
= 187,5 kkal (20,8 g)
Karbohidrat = (750 kkal - (132 + 206) : 4
= 103 g
B. Nilai Gizi Bahan Makanan untuk Formula
Waktu Menu
bahan Makana
n
Kebutuhan Bahan
Makanan (gr) Nilai Gizi
BD D (%)
BB (gr
)
BK
(gr)/bh E
P
L KH
H N
Pagi
Formula Tahu ayam
Tepung
Beras 100 25 25 88.25 1.875 0.125 20
Tahu 100 15 15 12 1.635 0.705 0.12
Daging
ayam 58 10
17.24137
9 29.8 1.8
2 2.5 0
Gula 100 5 5 19.7 0 0 4.7
Minyak
Goreng 100 2.5 2.5 22.1 0 2.5 0
Wortel 80 25 31.25 9 0.25 0.15 1.975
Bayam 71 25
35.21126
8 4 0.225 0.1 0.725
184.85 5.805 6.08 27.52
Selinga n
Bubur Pisang
Pisang
Mas 85 20
23.52941
2 25.4 0.28 0.04 6.72 Susu
SKIM 100 15 25 53.85 5.34 0.15 7.8
79.25 5.62 0.19 14.52
Siang
Formula Tahu ayam
Tepung
Beras 100 25 25 88.25 1.875 0.125 20
Tahu 100 15 15 12 1.635 0.705 0.12
Daging
ayam 58 10
17.24137
9 29.8 1.8
2 2.5 0
Gula 100 5 5 19.7 0 0 4.7
Minyak
Goreng 100 2.5 2.5 22.1 0 2.5 0
Wortel 80 5 6.25 1.8 0.05 0.03 0.395
173.65 5.38 5.86 25.215
Selinga n
Bubur Biskuit
Biskuit 100 15 15 68.7
4.740
3 2.16 11.265 Susu
SKIM 100 10 25 35.9 3.56 0.1 5.2
104.6 8.3003 2.26 16.465
Malam
Formula Tahu ayam
Tepung
Beras 100 20 20 70.6 1.5 0.1 16
Tahu 57 15
26.31578
9 12 1.635 0.705 0.12 Daging
ayam 80 10 12.5 29.8
1.8
2 2.5 0
Gula 58 5
8.620689
7 19.7 0 0 4.7
Minyak
Goreng 100 2.5 2.5 22.1 0 2.5 0
154.2 4.955 5.805 20.82
Total energi 696.55 30.0603 20.195 104.54
Kebutuhan 750 27.6 20.8 103
Persen kecukupan
92.873
3 108.9141304
97.091 3
101.49 5
2. Penilaian Mutu Protein Formula Enteral
Waktu Menu bahan
Makanan
BB (gr)
Kons P
Konsumsi Asam Amino
Isoleusin Leusin Lisin Triptofan
Pagi Formula Tahu ayam
Tepung
Beras 25 1.875 76.2 172 61.6 17.6
Tahu 15 1.635 44.577 93.6 81.9 18.018
Daging
ayam 10 1.82 68.961 140.456 138.646 17.195
Gula 5 0 0 0 0 0
Minyak
Goreng 2.5 0 0 0 0 0
Wortel 25 0.25 8.5725 12.51 6.75 1.755
Bayam 25 0.225 12.3825 23.7575 18.265 4.5175
5.805 210.693 442.324 307.161 59.0855
Selingan Bubur Pisang Pisang Mas 20 0.28 4.2 10.992 8.808 2.808 Susu SKIM 15 5.34 340.692 497.688 130.296 340.158
5.62 344.892 508.68 139.104 342.966
Siang Formula Tahu ayam
Tepung
Beras 25 1.875 76.2 172 61.6 17.6
Tahu 15 1.635 44.577 93.6 81.9 18.018
Daging
ayam 10 1.82 68.961 140.456 138.646 17.195
Gula 5 0 0 0 0 0
Minyak
Goreng 2.5 0 0 0 0 0
Wortel 5 0.05 1.7145 2.502 1.35 0.351
5.38 191.4525 408.558 283.496 53.164
Selingan Bubur Biskuit Biskuit 15 4.7403 0 0 0 0
Susu SKIM 10 3.56 227.128 331.792 86.864 226.772
8.3003 227.128 331.792 86.864 226.772
Malam Formula Tahu ayam
Tepung
Beras 20 1.5 60.96 137.6 49.28 14.08
Tahu 15 1.635 44.577 93.6 81.9 18.018
Daging
ayam 10 1.82 68.961 140.456 138.646 17.195
Gula 5 0 0 0 0 0
Minyak
Goreng 2.5 0 0 0 0 0
4.955 174.498 371.656 269.826 49.293
Jumlah 30.0603 1148.6635 2063.01 1086.45 731.281 Konsumsi AA/gram protein 38.211977 68.629 36.1424 24.3271
PKAE (Bayi) 46 93 66 17
Total Kecukupan AE 83.069516 73.7947 54.7612 143.101 Standar Asam Amino (SAA) = 54,8% dengan asam amino pembatas adalah lisin
C. Mutu Cerna
Waktu Menu bahan Makanan BB (gr) Kons P
Mutu Cerna Bio
Essay MC X Protein (g)
Pagi Formula Tahu ayam
Tepung Beras 25 1.875 90 168.75
Tahu 15 1.635 90 147.15
Daging ayam 10 1.82 100 182
Gula 5 0 90 0
Minyak Goreng 2.5 0 90 0
Wortel 25 0.25 88 22
Bayam 25 0.225 88 19.8
5.805 539.7
Selingan Bubur Pisang Pisang Mas 20 0.28 88 24.64
Susu SKIM 15 5.34 100 534
5.62 558.64
Siang Formula Tahu ayam Tepung Beras 25 1.875 90 168.75
Tahu 15 1.635 90 147.15
Daging ayam 10 1.82 100 182
Gula 5 0 90 0
Minyak Goreng 2.5 0 90 0
Wortel 5 0.05 88 4.4
5.38 502.3
Selingan Bubur Biskuit Biskuit 15 4.7403 90 426.627
Susu SKIM 10 3.56 100 356
8.3003 782.627
Malam Formula Tahu ayam
Tepung Beras 20 1.5 90 135
Tahu 15 1.635 90 147.15
Daging ayam 10 1.82 100 182
Gula 5 0 90 0
Minyak Goreng 2.5 0 90 0
4.955 464.15
Jumlah 30.0603 2383.267
Mutu Cerna (MC) = MC x protein (g) : kons. Protein (g)
= 2383.267 : 30.0603
= 79,3 kkal
Dengan mutu cerna 79,3 berarti ada 79,3 bagian AA yang diserap oleh tubuh (mutu cerna pangan Indonesia 85-92)
Net Protein Utility (NPU) = (SAA x MC) : 100
= (54,8 x 79,3) : 100
= 43, 46
Jumlah yang dimanfaatkan oleh tubuh adalah sebanyak 43,46 Rasio protein energi (PE) = Kons protein x NPU x (4/750) x 100%
= 30.0603 x 43, 46 x 0.005333 x 100%
= 7,09
Rasio protein energi yang dianjurkan orang Indonesia = 7 Jadi dari formula dengan rasio PE = 7,09 sudah memnuhi syarat.
D. Prosedur Pembuatan dan Prinsip dasar pengolahan Formula
• Siapkan masing-masing bahan sesuai jumlahnya
• Ayam dan tahu direbus dengan air 500 cc (2½ gelas) hingga matang (10 menit). Lanjutkan dengan perebusan wortel terlebih dahulu lalu diikuti dengan bayam hingga matang.
• Haluskan dengan saringan kawat (jika tidak ada saringan kawat, diulek ditumbuk/dilembutkan)
• Masukkan tepung beras, gula, minyak, dan garam.
• Lanjutkan pemasakan sambil diaduk-aduk di atas api kecil hingga masak (5 menit).
a. Rencana Pemberian Formula Enteral 06.00 85 CC FE
08.00 85 CC FE 10.00 85 CC FE 12.00 85 CC FE 14.00 85 CC FE 16.00 85 CC FE 20.00 85 CC FE
b. Alat dan Bahan yang digunakan Alat
• Pisau
• Talenan
• Panci
• Timbangan
• Saringan kawat
• Ulekan
• Teflon
• Spatula
• Kompor Bahan
• Ayam
• Tahu
• Wortel
• Bayam
• Gula
• Tepung beras
• Minyak
c. Prosedur Pembuatan
• Siapkan masing-masing bahan sesuai jumlahnya
• Ayam dan tahu direbus dengan air 500 cc (2½ gelas) hingga matang (10 menit). Lanjutkan dengan perebusan wortel terlebih dahulu lalu diikuti dengan bayam hingga matang.
• Haluskan dengan diulek ditumbuk/dilembutkan
• Masukkan tepung beras, gula, minyak. Lanjutkan pemasakan sambil diaduk-aduk di atas api kecil hingga masak (5 menit).
E. Hasil
Aspek yang Dinilai Hasil Gambar
Tekstur Kental
Aroma Gurih, Dominan ayam
Warna Menarik, Dominan berwarna hijau Rasa Manis, Dominan rasa tepung beras
F. Pembahasan
1. Bahan makanan yang diperlukan
a. Tepung beras memiliki beberapa keunggulan untuk balita:
Gluten-Free: Tepung beras tidak mengandung gluten, sehingga cocok untuk bayi atau balita yang memiliki alergi atau intoleransi terhadap gluten.
Mudah Dicerna: Tepung beras cenderung lebih mudah dicerna oleh sistem pencernaan balita yang masih berkembang.
Tekstur Lembut: Tepung beras dapat diolah menjadi makanan dengan tekstur lembut yang sesuai untuk mulut bayi yang masih sensitif.
Kandungan Gizi: Tepung beras kaya akan karbohidrat, serta mengandung beberapa mineral dan vitamin penting seperti zat besi, fosfor, dan vitamin B.
Dapat Diversifikasi: Tepung beras dapat digunakan untuk membuat berbagai jenis makanan bayi, mulai dari bubur hingga kue, sehingga memberikan variasi dalam makanan balita.
b. Tahu
Sumber Protein: Tahu merupakan sumber protein nabati yang baik, penting untuk pertumbuhan dan perkembangan balita.
Kaya Kalsium: Tahu mengandung kalsium yang penting untuk pertumbuhan tulang dan gigi balita.
Mudah Dicerna : Tahu memiliki tekstur yang lembut dan mudah dicerna, cocok untuk sistem pencernaan yang masih sensitif pada balita.
Versatile: Tahu dapat dimasukkan ke dalam berbagai hidangan, seperti tumis sayuran, sup, atau potongan tahu yang digoreng.
Nutritious: Selain protein dan kalsium, tahu juga mengandung zat besi, fosfor, dan beberapa vitamin B yang penting untuk kesehatan balita.
c. Daging Ayam
Sumber Protein Berkualitas Tinggi: Daging ayam adalah sumber protein hewani yang kaya akan asam amino esensial, penting untuk pertumbuhan dan perkembangan otot, tulang, dan jaringan tubuh balita.
Kandungan Zat Besi: Daging ayam mengandung zat besi heme yang mudah diserap tubuh, penting untuk pembentukan sel darah merah dan mencegah anemia pada balita.
Nutrisi yang Seimbang: Selain protein, daging ayam juga mengandung berbagai nutrisi penting lainnya seperti vitamin B kompleks (misalnya, vitamin B12), zinc, fosfor, dan selenium.
d. Gula
Energi Cepat: Gula menyediakan sumber energi yang cepat, yang dapat bermanfaat bagi balita aktif yang membutuhkan semburan energi sepanjang hari.
Rasa dan Palatabilitas: Sedikit gula dapat membuat makanan sehat lebih menarik bagi balita, mendorong mereka untuk mengonsumsi makanan bergizi seperti buah-buahan dan sayur- sayuran.
Fungsi Otak: Glukosa, yang berasal dari gula, merupakan sumber energi utama bagi otak.
Mengonsumsi gula dalam jumlah yang tepat dapat mendukung fungsi kognitif pada balita.
Pengaturan Suasana Hati: Konsumsi gula untuk sementara dapat meningkatkan suasana hati dengan meningkatkan kadar serotonin di otak, meskipun efek ini harus diimbangi dengan makanan kaya nutrisi lainnya untuk mencegah perubahan suasana hati.
e. Minyak Sayur
Sumber Lemak Sehat: Minyak sayur mengandung lemak sehat, termasuk asam lemak tak jenuh tunggal dan ganda, yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan otak serta sistem saraf balita.
Penyerapan Nutrisi: Minyak sayur membantu penyerapan nutrisi penting, terutama vitamin A, D, E, dan K, yang larut dalam lemak. Ini membantu memastikan bahwa balita mendapatkan manfaat maksimal dari makanan yang mereka konsumsi.
Energi: Lemak dalam minyak sayur adalah sumber energi yang penting untuk balita yang aktif, membantu mereka tetap energik sepanjang hari.
Pertumbuhan dan Perkembangan: Asam lemak esensial yang terdapat dalam minyak sayur, seperti omega-3 dan omega-6, mendukung pertumbuhan dan perkembangan sel-sel tubuh, termasuk sel-sel otak.
f. Wortel
Kaya akan Beta-Karoten: Wortel merupakan sumber yang kaya akan beta-karoten, yang merupakan prekursor vitamin A. Vitamin A penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan yang sehat, serta menjaga kesehatan mata balita yang mungkin terpengaruh oleh gizi buruk.
Mudah Dicerna: Wortel memiliki tekstur yang lembut dan mudah dicerna, cocok untuk sistem pencernaan balita yang mungkin sensitif atau terganggu oleh kondisi gizi buruk.
Sumber Nutrisi yang Padat: Selain beta-karoten, wortel juga mengandung serat, vitamin C, vitamin K, kalium, dan berbagai mineral lainnya yang penting untuk mendukung pemulihan kesehatan balita yang mengalami gizi buruk.
g. Bayam
Kandungan Nutrisi yang Tinggi: Bayam kaya akan nutrisi penting seperti zat besi, kalsium, magnesium, vitamin A, vitamin C, dan folat. Nutrisi ini sangat dibutuhkan untuk mendukung pemulihan dan pertumbuhan balita yang mengalami gizi buruk.
Sumber Zat Besi: Kekurangan zat besi adalah masalah umum pada anak-anak dengan gizi buruk. Bayam merupakan sumber zat besi yang baik, yang membantu dalam pembentukan sel darah merah dan mencegah anemia.
Mudah Dicerna: Bayam memiliki tekstur yang lembut dan mudah dicerna, cocok untuk sistem pencernaan balita yang mungkin sensitif atau terganggu oleh kondisi gizi buruk.
DAFTAR PUSTAKA
Dari, D. (2021). Tabel Kandungan Asam Amino. Kemenkes RI. (2019). Pedoman Pencegahan Dan Tatalaksana Gizi Buruk Pada Balita. In Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (pp. 1–120).
Kemenkes RI. (2020). Buku Saku Pencegahan dan Tata Laksana Gizi Buruk Pada Balita di Layanan Rawat Jalan Bagi Tenaga Kesehatan.