LAPORAN PENGEMBANGAN FORMULA MAKANAN
“Formula Bayi Gizi Buruk (F-135)”
DISUSUN OLEH KELOMPOK 6:
KHUSNUL KHOTIMAH ARIS (PO.71.4.231.21.1.056) FAIZAH ISHMAH AZZAHRAH (PO.71.4.231.21.1.048)
RASIKHA AFIFAH (PO.71.4.231.21.1.068) KELAS B DIV Tk. 3
KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MAKASSAR
PRODI SARJANA TERAPAN GIZI DAN DIETETIKA JURUSAN GIZI
2024
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
Gizi buruk pada bayi dan balita merupakan masalah yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak-anak, serta meningkatkan risiko penyakit dan kematian pada masa kanak-kanak. Melalui praktikum ini, para peserta memiliki kesempatan untuk belajar tentang kebutuhan nutrisi khusus bayi gizi buruk dan terlibat dalam proses pengembangan formula makanan yang dapat membantu memperbaiki status gizi mereka.
Praktikum ini mungkin didasarkan pada pemahaman mendalam tentang kondisi gizi buruk dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, termasuk akses terhadap makanan yang bergizi, kondisi lingkungan, dan praktik pemberian makanan yang kurang tepat. Kegiatan praktikum juga dapat menyoroti pentingnya pengembangan formula makanan yang tepat secara nutrisi, mudah dicerna, dan dapat diterima oleh bayi yang mengalami kondisi gizi buruk. Dengan demikian, praktikum ini bertujuan untuk memberikan pengalaman praktis kepada peserta dalam menghadapi tantangan nyata dalam pengembangan formula makanan bayi yang berpotensi memberikan dampak positif dalam penanganan gizi buruk.
Dengan memperhatikan konteks tersebut, tujuan dari praktikum ini adalah untuk memberikan platform bagi para peserta untuk memahami proses pengembangan formula makanan bayi gizi buruk secara holistik, mulai dari identifikasi kebutuhan nutrisi, pemilihan bahan baku, proses formulasi, hingga evaluasi produk akhir. Diharapkan praktikum ini dapat membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk berkontribusi dalam upaya peningkatan kesehatan dan kesejahteraan anak-anak yang menderita gizi buruk di seluruh dunia.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana penatalaksanaan diet gizi buruk dilakukan saat mencapai tahap rehabilitasi?
2. Bagaimana cara pembuatan formula 135 untuk pasien gizi buruk?
3. Bagaimana nilai gizi energi, protein, lemak, dan karbohidrat yang terkandung dalam formula 135?
C. Tujuan
1. Mengetahui penatalaksanaan diet gizi buruk dilakukan saat mencapai tahap rehabilitasi
2. Mengetahui cara pembuatan formula 135 untuk pasien gizi buruk
3. Mengetahui nilai gizi energi, protein, lemak, dan karbohidrat yang terkandung dalam formula 135
BAB II PEMBAHASAN
A. Penatalaksanaan Diet Gizi Buruk Tahap Rehabilitasi
WHO 1999, telah membuat Pedoman Penatalaksanaan Anak Gizi Buruk (Management of Severe Malnutrition) yang disebut dengan 10 langkah penanganan gizi buruk, yaitu: pengobatan atau pencegahan hipoglikemia, pengobatan atau pencegahan hipotermia, pengobatan atau pencegahan dehidrasi, koreksi gangguan keseimbangan elektrolit, pengobatan atau pencegahan infeksi, koreksi defisiensi zat gizi makro, pemberian makanan awal (stabilisasi), pemberian makanan tumbuh kejar (rehabilitasi), stimulasi sensori dan dukungan emosional, persiapan tindak lanjut di rumah.
Proses pengobatan gizi buruk terdapat tiga fase yaitu fase stabilisasi, fase transisi, dan fase rehabilitasi. Tatalaksana ini digunakan pada semua penderita gizi buruk (kwashiorkor, marasmus maupun marasmik-kwashiorkor) (Depkes, 2007).
Fase Rehabilitasi umumnya nafsu makan anak sudah kembali dan asupan makanan sepenuhnya oral. Bila anak belum dapat mengonsumsi makanan sepenuhnya oral maka dapat digunakan NGT. Fase Rehabilitasi biasanya berlansung selama 2-4 minggu sampai BB/TB mencapai -2 SD (Nasar, dkk. 2015).
Tujuan diet pada fase rehabilitasi adalah memberikan makanan yang adekuat untuk tumbuh kejar, memotivasi anak agar dapat menghabiskan porsinya, memotivasi ibu agar dapat tetap memberikan asi, mempersiapkan ibu atau pengasuh untuk perawatan di rumah. Syarat pemberian pada fase rehabilitasi adalah energi 150-220 kkal/kgbb/hari, protein 4-6 gram/kgbb/hari, cairan 150-200 ml/kgbb/hari, mineral mix 20 ml (8 g) / 1000 ml formula (Nasar, dkk. 2015) .
Formula 135 yaitu makanan cair yang mengandung 90 gram susu bubuk skim, 65 gram gula pasir, 75 gram minyak sayur dan 27 ml larutan elektolit dalam larutan 1000 ml (Depkes, 2007). Formula ini dapat diberikan kepada anak balita yang sangat kurus dan diberikan secara bertahap (Depkes, 2007).
B. Cara Pembuatan Formula 135 untuk Pasien Gizi Buruk
Campurkan 90 gram susu skim bubuk, 65 gram gula pasir, 75 gram minyak sayur, 20 ml larutan elektrolit, diencerkan dengan air hangat 1000 ml sedikit demi sedikit sambil diaduk sampai homogen. Larutan ini dapat langsung minum.
C. Nilai Gizi yang Terdapat dalam Formula 135
Dalam 1 resep Formula 135 terkandung nilai gizi sebagai berikut Susu Skim Bubuk (90 gram)
Energi : 311,54 kkal Omega 3 : 17,3 mg
Protein : 24,23 gram Karbohidrat : 51,92 gram Serat Pangan : 10,38 gram Serat Pangan Larut : 10,38 gram Gula Total : 41,54 gram Laktosa : 41,54 gram
Garam : 415,38 mg
Vitamin A : 2769,23 IU Vitamin C : 124,61 mg Vitamin B1 : 1,94 mg Vitamin B2 : 2,21 mg Vitamin B3 : 20,77 mg Vitamin B5 : 6,92 mg Vitamin B6 : 1,8 mg Vitamin B7 : 41,54 mcg Vitamin B12 : 3,46 mcg Asam Folat : 553,85 mcg Vitamin D : 830,77 IU Vitamin E : 20,77 mg Kalium : 1315,38 mg Kalsium : 2076,92 mg Zat Besi : 6,92 mg Fosfor : 758,08 mg Magnesium : 90 mg Gula Pasir (65 gram)
Energi : 260 kkal Karbohidrat Total : 65 gram Gula : 65 gram Minyak Sayur (75 gram)
Energi : 607,5 kkal Lemak Total : 67,5 gram Lemak Jenuh : 30 gram
BAB III PENUTUP A. Kesimpulan
Proses pengobatan gizi buruk terdapat tiga fase yaitu fase stabilisasi, fase transisi, dan fase rehabilitasi. Tatalaksana ini digunakan pada semua penderita gizi buruk (kwashiorkor, marasmus maupun marasmik-kwashiorkor). Fase Rehabilitasi umumnya nafsu makan anak sudah kembali dan asupan makanan sepenuhnya oral. Syarat pemberian pada fase rehabilitasi adalah energi 150-220 kkal/kgbb/hari, protein 4-6 gram/kgbb/hari, cairan 150-200 ml/kgbb/hari, mineral mix 20 ml (8 g) / 1000 ml formula. Formula 135 yaitu makanan cair yang mengandung 90 gram susu bubuk skim, 65 gram gula pasir, 75 gram minyak sayur dan 27 ml larutan elektolit dalam larutan 1000 ml (Depkes, 2007). Formula ini dapat diberikan kepada anak balita yang sangat kurus dan diberikan secara bertahap. Cara pembuatan formula 135 adalah, Campurkan 90 gram susu skim bubuk, 65 gram gula pasir, 75 gram minyak sayur, 20 ml larutan elektrolit, diencerkan dengan air hangat 1000 ml sedikit demi sedikit sambil diaduk sampai homogen. Larutan ini dapat langsung minum.