LAPORAN PKL PENGOLAHAN IKAN BANDENG PRESTO DESA DERMASANDI – TEGAL
PRAKTEK KERJA LAPANG (PKL)
KELAS X SEMESTER II SUPM KOTA AGUNG TAHUN AJARAN 2022/2023
Disusun Oleh :
NAMA :
FARAH AZIZAH AMANY
NIS :
N.800.4.22.009
PROGRAM KEAHLIAN AGRIBISNIS PENGOLAHAN
HASIL PERIKANAN (APHP)
KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
BADAN RISET SUMBER DAYA MANUSIA KELAUTAN DAN PERKANAN SEKOLAH USAHA PERIKANAN MENENGAH NEGERI KOTA AGUNG
Mengetahui
Pembimbing I
Fatahuddin,S.St.Pi, M.Tr.Pi Nip. 19800204 200604 1
Pembimbing II
Umi Farkhatun, S.Pd Nip. 19620621198603200 2
Kepala SUPM Kotaagung
Khaerudin
Nip. 19651108 199803 1 001
Waka Bidang Pengajaran
Anjang Kurnia S.Pi,M.Pi NIP. 19821104 200604 2 001
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur saya panjatkan kepada Allah SWT dengan Rahmat dan Karunia- Nya, saya bisa menyelesaikan Laporan Kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL) yang telah dilaksanakan mulai tanggal 1 Februari sampai dengan 20 Maret 2023 di Desa Dermasandi, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal.
Adapun maksud dari penulisan laporan ini adalah untuk melengkapi salah satu tugas dan persyaratan mengikuti Ujian Akhir Semester di SUPM Negeri Tegal dengan tujuan
menyajikan pemantapan pengalaman penulis pada saat melaksanakan pemantapan ketrampilan dan kemampuan di bidang perikanan.
Maka atas bantuan ini, penulis mengucapkan terima kasih Sebanyak-banyaknya Kepada yth :
1. Bapak Khaerudin HS, S.Pi, M.Si., selaku Kepala SUPM Kota Agung 2. Ibu Anjang Kurnia S.Pi,M.Pi selaku Waka I Bidang Pengajaran.
3. Ibu Nunik Mulyandari.S.St.Pi,M.Si., selaku Ketua Program Keahlian.
4. Bpk. Fatahuddin,S.St.Pi, M.Tr.Pi selaku guru Pembimbing 5. Ibu Umi Farkhatun, S.Pd selaku Pembimbing II.
6. Bapak Hj.Samsuddin, Selaku Ketua GAPOKAN RUKUN SEJAHTERA selama PKL.
7. Bapak Muhammad Edy Irawan, selaku Pembimbing selama PKL.
Pada pembuatan laporan ini penulis menyadari masih banyak terdapat kekurangan, maka penulis sangat mengharapkan saran yang bersifat mendidik demi penyempurnaan laporan ini.
Dermasandi, 2 Maret 2023
Farah Azizah Amany
1.3 Waktu dan Tempat... 2
1.3.1 waktu 1.3.2 Tempat Bab II : Pelaksanaan Kegiatan... 3
2.1 Keadaan Umum. 2.2 Persiapan 2.2.1 Sarana dan Prasarana 2.2.1.1 Alat ... 4
2.2.1.2 Bahan... 5
2.2.2 Penanganan bahan baku... 6
2.2.3 Pencucian ikan 2.2.4 Sortasi 2.2.5 Pengolahan Ikan Teri ...7
2.2.5.1 Pencucian... 7
2.2.5.2 Sortasi ... 7
2.2.5.3 Memindang ikan teri jawa... 8
2.2.5.6Pengolahan ikan teri nasi... 8
2.2.5.7 Pemasaran ... 9
Bab III : Pembahasan Masalah 3.1 Permasalahan...10
3.2 Penyelesaian Masalah...10
3.3 Analisa Usaha ...11
3.3.1 Biaya investasi 3.3.2 Biaya tetap 3.3.3 Biaya variabel...12
3.3.4 Biaya Operasional 3.3.5 Pendapatan per bulan 3.3.6 Keuntungan per bulan...13
3.3.7Revenue/Cost (R/C) 3.3.8Break Event Point (BEP)...13
3.3.8.1 BEP harga 3.3.8.2 BEP Unit Bab IV : Penutup 4.1 Kesimpulan...14
4.2 Saran ...14
Daftar Gambar ...15
Lampiran...18
Daftar Pustaka ...20
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Umum
Sekolah Usaha Perikanan Menengah Negeri Kota Agung adalah sekolah yang berorientasi pada penciptaan Sumber Daya Manusia (SDM) Pada bidang perikanan.Untuk itu sekolah melaksanakan Praktek Kerja Lapang (PKL) yang mempunyai tujuan untuk menambah pengetahuan siswa di perusahaan-perusahaan sesuai dengan program studi atau keahlian masing - masing jurusan.
Untuk program studi jurusan Agribisnis Pengolahan Hasil Perikanan (APHP) tahun ajaran 2022/2023 pada pengusaha homeindustry di desa Dermasandi, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa Tengah.
Hasil perikanan merupakan Sumber Daya Alam (SDA) yang sangat menguntungkan bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa yang akan datang.
Namun demikian, potensial perikanan laut belum sepenuhnya dipergunakan secara optimal.Oleh karena itu, pemerintah perlu memotivasi perusahaan atau unit usaha yang bergerak pada bidang pemanfaatan hasil perikann
1.2 Maksud dan Tujuan 1.2.1 Maksud
1. Untuk mengetahui proses pengolahan ikan Bandeng Presto sesuai dengan GMP.
2. Untuk mengetahui sarana dan prasarana yang digunakan selama proses produksi serta untuk mengetahui biaya dan keuntungan yang diperoleh dari suatu proses produksi skala industri rumah tangga.
1.2.2 Tujuan
1. Dapat mengetahui proses pengolahan ikan teri sesuai dengan GMP.
2. Dapat mengetahui sarana dan prasarana yang di gunakan serta biaya keuntungan yang di peroleh dari suatu proses produksi skala industri rumah tangga.
1.3 Waktu dan Tempat
1.3.1 Waktu
Waktu pelaksanaan Praktek Kerja Lapang (PKL) Dimulai tanggal 1 Februari 2023 sampai dengan 2 Maret 2023.
1.3.2 Tempat
Adapun tempat pelaksanaan Praktek Kerja Lapang (PKL) tahun ajaran 2022/2023 yaitu di pengolahan ikan teri milik ibu Malikhatun dan bapak sholeh di POKLAHSAR Kuda Laut, Desa Dermasandi, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa Tengah.
BAB II
PELAKSANAAN KEGIATAN
2.1 Keadaan Umum
Desa Dermasandi terdapat pada wilayah Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal, Propinsi Jawa Tengah. Jarak desa Dermasandi ± 14 km ke arah timur dari pusat kota kecamatan, kurang lebih 10 km ke arah timur laut dari pusat kota kabupaten dan kurang lebih 12 km ke arah selatan dari ibu kota propinsi. Batas dari wilayah Desa Dermasandi adalah :
sebalah utara : Desa Turi
sebelah selatan : Desa Rancawiru
sebelah barat : Desa Purbayasa
sebelah timur : Desa Balamoa
Sebagian besar warga Desa Dermasandi kebanyakan berprofesi sebagai pengolah ikan homeindustry kecil – kecilan, lalu semuanya disatukan kedalam sebuah organisasi yang bernama GAPOKAN “Rukun Sejahtera” yang terdiri dari 6 POKLASAR.
2.2 Persiapan
Untuk mendukung kegiatan dan usaha tersebut, home industri memiliki fasilitas dan sarana yang memadai sehingga diharapkan kegiatan home industri bisa terpenuhi.
Selain itu sanitasi dan hyegien juga sangat terjaga.
2.2.1 Sarana dan Prasarana 2.2.1.1 Alat
Alat yang digunakan dalam pembuatan ikan teri pada GAPOKAN Rukun Sejahtera POKLAHSAR Sumber laut dapat dilihat pada tabel 1.
dibawah ini.
Tabel 1. Alat
No Nama alat Fungsi Gambar
1. Panci Presto Alat untuk memasak ikan Bandeng
2. Bak Plastik Untuk menampung ikan Bandeng dan membersihkan ikan Bandeng
3. Keranjang
plastik Untuk menampung ikan yang sudah dicuci & direndam
4. Sarang Presto Sesudah memasukkan bumbu dan sebelum menaruh ikan terlebih dahulu memberikan alas berupa sarang presto
5. Dunak Dunak berfungsi untuk menutupi ikan yg sudah matang agar tetap bersih terhindar dari debu dan kotoran, digunakan saat sudah selesai mengolah
6. Daun Pisang Daun pisang digunakan untuk mengalasi ikan bandeng agar tidak lengket pada panci nya
7. Plastik
penutup wajan Alat untuk menutupi wajan yang sudah terisi ikan teri agar ikan teri bisa matang merata dan sempurna
2.2.1.2 Bahan
Salah satu faktor yang menentuka baik tidaknya mutu produk olahan perikanan adalah penanganan ikan sebagai bahan baku. Penanganan ikan yang tepat mulai dari ikan ditangkap hingga ikan siap diolah, berperan penting dalam menentukan tingkat kemunduran kesegaran ikan.Bahan yang digunakan memindang ikan teri adalah sebagai berikut:
Ikan teri Jawa
Teri Nasi
Garam
Laos
Daun Salam
Micin
2.2.2 Penanganan Bahan Baku (Raw Material)
Ikan yang diterima harus segera di beri penanganan terlebih dahulu agar tidak terjadi kemunduran mutu pada ikan.Salah satu faktor yang menentukan baik tidaknya mutu produk olahan perikanan adalah penanganan ikan sebagai bahan
baku. Penanganan ikan yang tepat mulai dari ikan diterima hingga ikan siap diolah, berperan penting dalam menentukan tingkat kemunduran kesegaran ikan.
Kemunduran kesegaran makanan hasil laut sudah dimulai dengan seketika sejak ikan ditangkap dan akan terus berlangsung, tergantung dari tempat penyimpanan dalam es atau ruang penyimpanan refrigrasi.
2.2.3 Pencucian ikan
Proses pencucian bertujuan untuk menghilangkan kotoran yang menempel pada bahan baku, bekas darah maupun lendir. Pencucian dengan air bersih dapat mengurangi jumlah bakteri yang ada.Pencucian menggunakan air merupakan salah satu proses membersihkan bahan baku yang paling sering digunakan. Di tempat PKL saya, air yang di gunakan adalah air pompa. Pencucian dilakukan dengan menggunakan air mengalir agar kotoran yang ada di tubuh ikan dapat terbuang bersama air.
2.2.4 Sortasi
Sortasi adalah pemisahan ikan/hasil ikan berdasarkan jenis, ukuran, dan tingkat kesegaran. Berdasarkan jenisnya, ikan terbagi menjadi dua kelompok yakni ikan pelagis dan ikan demersal. Ikan pelagis merupakan ikan yang hidup di permukaan sedangkan ikan demersal merupakan ikan yang hidup didasar perairan. Berdasarkan ukuran terdiri atas ikan kecil, sedang, dan besar.
Berdasarkan tingkat kesegarannya, ikan terbagi menjadi ikan segar dan ikan yang telah mengalami kemunduran mutu/terkontaminasi mikroba.Ikan yang di sortir biasanya diberi wadah plastik dan wadah basket.
Penyortiran dilakukan dengan menggunakan tenaga manusia, belum modern atau pemisahan dengan menggunakan alat. Ikan di sortir dengan menggunakan
2.2.5.1 Pencucian
Pencucian ikan dilakukan dengan menggunakan air mengalir dengan cara:
Siapkan teri yang akan diolah,Masukkan teri kedalam bak kemudian tuangkan air dan cuci sampai warna air bening tidak keruh, setelah bening ditiriskan dikeranjang plastik.
2.2.5.2 Sortasi
Sortasi dilakukandengan cara mengelompokkan ikan berdasarkan ukurannya. Ukuran yang kecil akan di jadikan satu dengan ikan yang berukuran kecil lainnya. Begitu pula sebaliknya, ikan yang besar akan dijadikan satu dengan yang berukuran besar pula.
2.2.5.3 Memindangikan teri jawa Langkah-langkah sebagai berikut:
1. Cuci ikan teri jawa
2. Siapkan Wajan, sarangan dan bahannya (laos, daun salam dan garam) 3. Masukkan daun salam, laos dalam wajan dan ditutup dengan sarangan
tambahkan air sedikit kemudian direbus.
4. Setelah air itu matang masukkan ikan teri jawa tersebut dan ratakan.
5. Taburi Garam diatas teri jawa tersebut kemudian tutup dengan plastik.
6. Tunggu sampai matang rata dan lakukan 3 tahap setiap wajannya 7. Angkat dan tiriskan
2.2.5.4 Pengolahan Teri Nasi
1. Cuci teri nasi menggunakan metode seperti rebon
2. Siapkan wajan, sarangan, garam, daun salam, micin dan laos 3. MAsukkan daun salam, laos, air dan tutup dengan sarangan dalam
wajan, kemudian rebus sebntar.
4. Masukkan teri nasi ke wajan tersebut dan ratakan, taburi garam dan micin, kemudian tutup menggunakan plastik.
5. Tunggu sampai matang setelah itu angkat dan tiriskan.
2.2.5.5 Pemasaran
Setelah ikan masak, kemudian di angin-anginkan dan pindahkan kedalam dunak/keranjang bambu untuk keesokan harinya dijual di pasar.
Pemilik usaha memasarkan olahan ikan teri di pasar tradisional Trayeman, Slawi, Tegal.
BAB III
PEMBAHASAN MASALAH
3.1. Permasalahan
Pengolahan Ikan teri pada umumnya masih dilakukan dengan cara tradisional dengan metode yang sederhana. Semua teknik pengolahan Ikan teri hampir sama, yaitu pengolahan ikan yang dilakukan dengan merebus atau memindang ikan dalam suasana bergaram selama waktu tertentu di dalam suatu wadah. Perbedaannya hanyalah cara pengolahan nyadan bahan baku, serta bahan tambahan lain yang digunakan termasuk bumbu-bumbu yang digunakan. Dengan demikian akan mempengaruhi kualitas dan ciri khas yang berbeda terhadap produk akhir yang dihasilkan.
Pengolahan Ikan teri umumnya dilakukan secara tradisional, dan biasanya kurang memperhatikan aspek sanitasi dan higiene sehingga menyebabkan rendahnya mutu simpan dan keamanan produk.
3.2. PenyelesaianMasalah
Permasalahan di atas dapat teratasi apabila unit pengolahan ikan memiliki teknologi yang lebih modern, karena dengan adanya teknologi yang modern mutu dan kualitas produk tentunya akan lebih baik. Selain itu, sanitasi dan higiene jika diperhatikan akan mengurangi penyebab rendahnya mutu simpan dan keadaan produk, sehingga umur simpan produk dapat bertahan lebih lama dari yang biasanya serta dapat terjamin keamanannya.
3.3 Analisa Usaha
3.3.1 Biaya Investasi :
No Alat Jumlah Harga (Rp) Total (Rp)
1. Wajan 10 Rp. 60.000 Rp. 600.000
2. Bak plastik 7 Rp. 30.000 Rp. 210.000
3. Keranjang plastik 6 Rp. 20.000 Rp. 120.000
4. Sarangan Kayu 12 Rp. 2000 Rp. 24.000
5. Dunak/kerajang bambu 12 Rp. 15.000 Rp. 180.000
6. Kayu 12 Rp.1.000 Rp. 12.000
Jumlah Rp. 1.146.000
3.3.2 Biaya Tetap (FC) :
No Alat Jumlah Umur
pemakaian
Penyusutan (Rp)
1. Wajan 10 4 tahun Rp. 150.000
2. Bak Plastik 7 4 tahun Rp. 52.500
3. Keranjang plastik 6 4 tahun Rp. 30.000
4. Sarangan kayu 12 6 bulan Rp. 12.000
5. Dunak/keranjang bambu 12 4 tahun Rp. 45.000
6. Kayu 12 6 bulan Rp. 6000
Jumlah Rp. 295.500
Catatan :
Penyusutan = jumlah alat x harga / lama pemakaian
3.3.3 Biaya Variabel
No Nama Bahan Jumlah/kg Harga/kg Jumlah/Bulan(Rp)
1. Teri Jawa 30 Kg 900 Kg 15.000 450.000 Rp. 13.500.000 2. Teri Nasi 10Kg 450 Kg 60.000 600.000 Rp. 18.000.000
3. Transportasi - - 10.000 10.000 Rp. 300.000
3.3.5 Pendapatan per bulan
Jumlah penjualan perhari x 30 hari
Teri Jawa 18 kg = 50.000/kg = 900.000
Teri Nasi 6 kg = 150.000/kg = 900.000
Rp 1.800.000 x 30
=Rp 54.000.000
3.3.6 Keuntungan per bulan
Laba = Total Pendapatan –Total Biaya Variabel = Rp. 54.000.000 – Rp. 32.700.000 = Rp. 21.300.000
3.3.7 Revenue /Cost (R/C)
Total penjualan / biaya operasional (modal)
= 54.000.000 / 32.995.500
= 1,636
3.3.8 Break event point (BEP) 3.3.8.1 BEP Harga
Modal produksi/jumlah penjualan produk
Teri jawa : 1.500.000/900 kg (30kg/30 hari) = 3.500
Teri nasi : 1.500.000/300 kg (10kg/30 hari) = 5.000
3.3.8.2 BEP Unit
Modal/harga jual produk
Teri jawa : 1.500.000/300.000 = 5
Teri nasi : 1.500.000/650.000 = 2,30
Daftar Gambar
Proses Pengolahan Teri Jawa
1) Tahap Pencucian
2)Proses Pemindangan
Proses Pengolahan Teri Nasi 1)Tahap Pencucian
2)Tahap Pemindangan
BAB IV PENUTUP
4.1. Kesimpulan
Dari hasil akhir dari praktek kerja lapang yang telah dilaksanakan di Home Industry POKLASAR Kuda laut, GAPPOKAN “ Rukun Sejahtera” ,dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
1. Pengolahan ikan teri yaitu pengolahan ikan yang dilakukan dengan memindang ikan dalam suasana bergaram selama waktu tertentu di dalam suatu wadah
2. Tahapan dari proses pengolahan ikan teri antara lain penerimaan bahan baku, penanganan bahan baku, pembersihan ikan, pengolahan dan pemasakan.
3. Dalam proses diatas masih berada dibawah standar sanitasi dan hygiene.
4. Dari analisa usaha yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa usaha olahan ikan teri ini dapat menghasilkan keuntungan dan layak dikembangkan.
4.2 Saran
Saran yang dapat saya berikan pada homeindustry olahan ikan POKLASAR Kuda Laut, GAPPOKAN “Rukun Sejahtera “ adalah diharapkan dapat lebih menerapkan sanitasi, hygiene, HACCP serta GMP pada seluruh rangkaian proses pengolahan ikan teri sehingga mutu produk olahan ikan yang dihasilkan terjaga.
LAMPIRAN
Lampiran 2. Sejarah GAPOKAN “Sumber Laut”
Indonesia memiliki sumberdaya perikanan yang sangat besar dan diperkirakan potensi lestari perikanan Indonesia mencapai 6,7 juta ton/tahun. Potensi tersebut belum seluruhnya dapat dimanfaatkan secara optimal. Bahkan untuk sumber perikanan laut baru dimanfaatkan sekitar 59% dari total kekayaan yang ada dan ini membuktikan bahwa pengembangan perikanan ke arah industri memiliki peluang yang cukup menjanjikan.
Pemanfaatan total produksi perikanan di Indonesia sebagian besar dikonsumsi dalam bentuk segar (43,1%), beku (30,4%), pengalengan (13,7%) dan dalam bentuk olahan lain (12,8%). Pemanfaatan dalam bentuk olahan ini dapat berupa ikan asin, ikan asap, ikan pindang, dll.Ikan Asinsampai saat ini masih belum mendapatkan perhatian yang cukup dari industri perikanan padahal ikan teeri nasi juga mempunyai prospek yang cukup bagus dimasa yang akan datang dan teri nasi tersebut juga memiliki manfaat yang bagus buat anak kecil tidak sekedar ikan teri biasanya. Oleh karena itu upaya meningkatkan produksi dan kualitas Teri nasi di Indonesia khususnya di kab. Tegal, mendesak untuk dilakukan.
Pengusaha yang bergerak dibidang pengolahan ikan di DesaDermasandi kec. pangkah dapat dikategorikan sebagai usaha perseorangan dengan skala kecil menengah (UKM).
Mereka dapat dikategorikan menjadi 2 yakni:
1. Pengolah ikan tetap yang melakukan seluruh aktifitas usaha, mencakup pembelian bahan baku, pengolahan dan pemasaran langsung produknya. Produksi dilakukan setiap hari.
2. Pengolah ikan yang melakukan pengolahan hanya apabila ada pesanan dan biasanya mereka tidak menjual secara langsung produknya tetapi sebagai pemasok pada pengolah ikan bandeng asap tetap.
Mereka sebagian besar mendapatkan ketrampilan pengolahan secara turun temurun dari orang tua, teman tetapi ada juga yang belajar sendiri (otodidak). Bahan baku ikan diperoleh agen ikan
Adapun lokasi pengolahan ikan asap,ikan teri dan pindang dilakukan di desa Dermasandi Kec. Pangkah Kab. Tegal yang tediri dari 6 kelompok, yaitu;
1. POKLAHSAR KUDA LAUT 2. POKLAHSAR ULAM SARI 3. POKLAHSAR SUMBER LAUT 4. POKLAHSAR SUMBER REJEKI 5. POKLAHSAR MINA ABADI 6. POKLAHSAR MINA REJEKI 7. POKLAHSAR MINA SEJAHTERA 8. POKLAHSAR MINA SARI
http://hasna-nanda.co.id/2021/2022/laporan-pkl/tegal/tidak-dipublikasikan http://wikimapia.org/5275393/Desa-Dermasandi-Pangkah-Tegal-Jawa-Tengah- Indonesia