HALAMAN PENGESAHAN
Laporan Praktik Kerja Industri ini disusun oleh : Nama : Wisnu Saban
NIS :21.19254 Kelas : XII TM 3
Dan telah disetujui dan disahkan :
Di : SMK NEGERI 1 ADIWERNA
Pada : ...
Oleh :
Ketua Program
Abdul Rohim, ST.
NIPPPK. 19751123 202221 1 002
Guru Pembimbing
Bagus Wahyu S, S.PD.
NIP. —
KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas segala nikmat dan karunianya sehingga Praktek Kerja Industri ini dapat terlaksana dengan lancar serta penulis dapat menyelesaikan penulisan laporan yang berjudul “PERENCANAAN DAN PEMBUATAN KOMPOR SEMAWAR”.
Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada pihak – pihak yang telah membantu dalam pelaksanaan kerja praktek maupun dalam penulisan laporan sehingga dapat terselesaikan dengan baik, antara lain kepada :
1. Bapak Imron Effendi, S.P.,, M.Pd., selaku Kepala SMK N 1 Adiwerna.
2. Bapak Agus Supriyanto, S.Pd. selaku Kaprogdi TP SMK N 1 Adiwerna.
3. Kedua orang tua saya yang telah memberikan dukungan baik moril maupun materil.
4. Dan semua pihak yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu, yang secara langsung maupun tidak langsung telah memberikan dukungan moral kepada penulis.
Penulis berharap laporan ini bermanfaat sebagai acuan pembuatan laporan prakerin dimasa mendatang. Penulis menyadari bahwa laporan kerja industri ini masih jauh dari sempurna, maka dari itu saran dan kritik yang membangun dari pembaca sangat diharapkan.
Akhir kata semoga laporan kerja praktek ini dapat bermanfaat.
Adiwerna, November 2023
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ………... i
HALAMAN PENGESAHAN ... 1
KATA PENGANTAR ... 2
DAFTAR ISI ... 3
BAB I ... 4
PENDAHULUAN ... 4
A. Latar Belakang Ide Modifikasi ... 4
B. TUJUAN ... 5
BAB II ... 6
LANGKAH KERJA ... 6
A. ALAT DAN BAHAN YANG DIBUTUHKAN ... 6
B. PROSES PEMBUATAN ... 10
C. Analisa Biaya Produk ... 13
BAB III ... 18
PENUTUP... 18
A. KESIMPULAN ... 18
B. SARAN – SARAN ... 18 LAMPIRAN
1. FOTO KEGIATAN PRAKERIN 2. FOTO PRODUK YANG DIBUAT 3. FOTO PROFIL PERUSAHAAN
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Ide Modifikasi
Praktek Kerja Lapangan (PKL) merupakan kegiatan yang bertujuan untuk memperkenalkan secara nyata akan dunia kerja, sesuai dengan bidang yang ditekuni, sehingga diharapkan mampu meningkatkan wawasan dan pengetahuan. Hal ini dapat dicapai dengan dikenalkannya segala kelengkapan pada dunia kerja serta dengan permasalahan yang ada di dalamnya.
Dengan adanya pemikiran tersebut, maka kami memilih UD Mirafix untuk melaksanakan Praktek Kerja Lapangan, karena perusahaan ini merupakan salah satu perusahaan Manufaktur. Perkembangan dunia industri saat ini sangatlah pesat. Hal ini menyebabkan semakin dibutuhkannya tenaga kerja ahli, sehingga perusahaan-perusahaan semakin ketat dalam menyeleksi calon-calon pegawainya. Mirafix adalah perusahaan yang bergerak di bidang logam yang memproduksi alat pertanian, komponen kompor gas, alat kesehatan, alat pemadam kebakaran dan lain-lain. Didirikan pada tahun 1996.
Salah satu modifikasi yang dilakukan para pelaku kreator desain komponen Kompor yaitu Kompor semawar. Tidak sedikit orang yang berusaha untuk memproduksi kompor ini, dikarenakan kompor ini sangat jarang ditemukan dipasaran, mudah dibuat dan
B. TUJUAN
1. Secara Umum
a. Memenuhi tugas Laporan Prakerin tahun 2022.
Pada masa seperti saat ini banyak sekali pekerjaan yang menjadi tertunda atau banyak yang diliburkan terutama Kegiatan Pembelajaran di Sekolah. Dan juga banyak juga pelajaran yang tertinggal seperti Praktek Kerja Lapangan (PKL) bagi siswa sebagai merupakan syarat dai kelulusan siswa Sekolah Menengah Kejuruan.
Jadi, untuk memenuhi Kegiatan Praktek Kerja Lapangan maka, dibuatkannya Laporan ini untuk memenuhi nilai siswa.
b. Memberi gambaran siswa mengenai Dunia Industri.
Karena Kegiatan Praktek Kerja Lapangan dapat melatih siswa pada umumnya, sebab siwa dapat mengenal lebih jauh tentang dunia Industri.
2. Secara Khusus
a. Melatih siswa merencanakan proses produksi dan harga jual produk.
Karena pada dasarnya seorang siswa harus bisa merencanakan proses produksi pada pasar dan juga harus bisa menentukan harga jual barang atau produk pada pangsa pasar saat ini, apakah harga di pasar tinggi atau justru dalam keadaan rendah.
b. Melatih siswa untuk berwirausahaan.
Merupakan ciri khusus dari salah satu Sekolah Teknik yang merupakan lulusannya bisa mengambil beberapa jalur seperti, Bekerja, Kuliah, juga bisa untuk berwirausaha.
BAB II LANGKAH KERJA
A. ALAT DAN BAHAN YANG DIBUTUHKAN 1. Alat yang dibutuhkan
a. Mesin Cutting
Mesin copy cutting/blender adalah mesin yang pemotongan plat yang menggunakan gas,angin,dan api.mesin ini bergerak otomatis searah jarum jam/berlawanan sesuai dengan settingannya.
Cara Menggunakan Mesin Cutting:
• Tekan tombol on pada mesin Cutting
• Atur tekanan oksigen di 25%
• Atur dan tekan gas di 70%
• Nyalakan api pada mesin cutting
• Nyalakan tekanan oksigen
• Atur pola yang akan dipotong
• Mulai pengerjaan dengan membuka pisau kra angin, agar tekanan angin keluar menjadi pisau angin
• Nyalakan tombol otomatis potong agar mengikuti sesuai pola
• Tunggu beberapa detik agar mesin bekerja
b. Mesin Pound
Mesin pond / mesin press / mesin cutting manual ini adalah mesin pemotong besi plat,Kemampuan mesin pond dalam memotong suatu plat tergantung pada kekuatan mesin nya misal plat dengan 5mm,7mm dst.
Cara Menggunakan Mesin Pound:
• aTekan tombol on/of pada mesin pound
• Letakan material kerja di cetakan mesin pound
• Tekan tombol pengoprasian mesin pound
• Ambil hasil stamping c. Mesin Bor
Mesin bor duduk adalah salah satu jenis alat elektronik untuk pelubang dengan sistem penggenggaman mata bor yang berfungsi untuk mengikis serta memutar pada permukaan benda.
Cara Menggunakan Mesin Bor:
• Hidupkan mesin dengan menekan tombol on
• Letakan material kerja di mesin bor
• Gerakan mesin bor
d. Mesin Bubut
Mesin Bubut (bahasa Inggris: lathe) adalah suatu mesin perkakas yang digunakan untuk memotong benda dengan cara diputar. Bubut sendiri merupakan suatu proses pemakanan benda kerja yang sayatannya dilakukan dengan cara memutar benda kerja kemudian dikenakan pada pahat yang digerakkan secara translasi sejajar dengan sumbu putar
dari benda kerja.
Cara Menggunakan Mesin Bubut:
• Colokan jek pada terminal
• Letakan benda kerja di penekan mesin bubut
• Hidupkan mesin dengan menekan tombol on
• Atur setingan ketebalan
• Proses pembubutan bisa di mulai
e. Mesin Gerinda
Mesin gerinda adalah salah satu mesin perkakas yang digunakan untuk mengasah/memotong ataupun menggerus benda kerja dengan tujuan atau kebutuhan tertentu. Prinsip kerja mesin gerinda adalah batu gerinda berputar bersentuhan dengan benda kerja sehingga terjadi pengikisan, penajaman, pengasahan, atau pemotongan.
Cara Menggunakan Mesin Gerinda:
• Colokan jek pada terminal
• Letakan benda kerja di penjepit gerinda potong
• Hidupkan mesin dengan menekan tombol on
• Pemotongan bisa di mulai
f. Mesin Tapping
Mesin tapping adalah mesin yang digunakan untuk membuat ulir dalam dengan cara menekan handle kebawah sampai beda kerja memiliki ulir dalam.Sama hal nya dengan mesin bubut,mesin tapping juga mempunyai Chuck untuk mencekam benda kerja.
Cara Menggunakan Mesin Tapping:
• Colokan jek pada terminal
• Letakan benda kerja di mesin tapp
• Hidupkan mesin dengan menekan tombol on
• Pengoprasian bisa di mulai 2. Bahan yang dibutuhkan
• Ulir As
• Mur
• Kran
• Ring Api
• Spuyer
• Plat Besi
• Pipa/Stick
• Kepala Kompor
• Tatakan Kompor
• Plastik
B. PROSES PEMBUATAN 1. Gambar Kerja
2. Proses pembuatan a. Persiapan
1. Sebelum proses produksi dilaksanakan, pastikan stok bahan baku sudah mencukupi, lakukan pengecekan mesin produksi dan ruang produksi telah di sesuaikan dengan baik.
2. Besi yang digunakan adalah besi yang sesuai untuk pembuatan Kompor Gas Semawar, kemudian plat besi berukuran 10mm dipotong
masuk proses perakitan menggunakan mesin las , lalu masuk proses plating.
Setelah itu, masuk ke dalam proses assembling kompor dan packing.
3. Bagian produksi mengambil contoh kompor dan dilakukan pemeriksaan pengelasan pengeleman spuyer dan kran gas, lalu dilakukannya pemeriksaan agar tidak terjadi kebocoran pada kompor , bila hasilnya sudah sesuai proses produksi dapat di mulai.
4. Seluruh operator produksi di bagian mesin agar menggunakan APD (alat pelindung diri) seperti sarung tangan, kacamata, masker dan alas kaki.
b. Proses inti
1. Proses pembuatan kepala kompor.
Proses ini dilakukan beberapa langkah yaitu :
• Plat besi berukuran 8-10 mm di potong menggunakan mesin cutting
• Proses facing/pengupasan 2mm menggunakan mesin bubut
• Pengeboran 4 lubang dengan diameter lubang 8-10mm , jarak antara lubang adalah 360⸰ ÷ 4 lubang , jadi jarak antara lubang adalah 90⸰ dan proses pengeboran lubang berjarak ± 1mm dari tepi lingkaran
• Pembubutan (pasung) atau menyekungkan plat besi
• Assembling kepala kompor dengan cara di las
• Proses plating, agar warna kepala kompor lebih menarik
2. Proses pembuatan mangkokan kompor/tatakan bawah kompor.
• Plat 1mm masuk proses stamping sesuai ukuran
• Kemudian lanjut ke proses bending
• Piercing 2
• Stamping
• Kemudian plating
3. Alur produksi batang kompor.
• Pemotongan pipa besi menggunakan grinda potong
• Haluskan bekas potongan dengan mesin grinda
• Potong besi as diameter 20mm
• Bubut dua sisi as yang sudah di potong
• Sney as dengan mesin bubut
• Sambung pipa dengan besi as
• Pipa di las dan mur di las
• Plating
4. Proses penyimpanan di ruang stok.
5. Proses assembling Kompor Semawar.
6. Proses packing.
c. Proses akhir
1. Produk jadi di dalam ruang stok di angkut ke bagian assembling kompor untuk di rakit dan di beri label.
2. Produk jadi kemudian di kemas menggunakan plastik, untuk menutupi dari debu dan
4. Pengawasan juga di lakukan di saat proses packing, di periksa segala sisi bekas pengelasan, agar tidak terjadi kebocoran.
5. Pengawasan pada proses pemasangan label/merek Kompor.
a. Letak lebel harus sesuai
b. Tidak boleh ada lebel yang rusak
c. Laporan harian pengemasan dicatat dalam - Pencatatan buku harian.
6. Setelah dikemas dalam kemasan plastik, produk dipacking ke dalam box/karton dan ditempatkan di area yang telah di sediakan.
7. Pengawasan pada proses packing meliputi: pengawasan terhadap jumlah produk dalam box / karton.
8. Jumlah tiap barang dan produk dicatat dalam kartu stock barang.
C. Analisa Biaya Produk a. Biaya Tetap per bulan
No. Jenis Biaya Jumlah (Rp.)
1. Biaya beli alat habis pakai (pahat bubut) HSS 3/8×6" inch (5 biji/bulan), mata bor 8mm dan 10mm (1 biji/bulan), mata bor ulir hand tap (1 biji/bulan), batu gerinda potong 14 inch (1 biji/bulan), batu gerinda duduk (1 biji/bulan)
490.000
2. Biaya pemakaian listrik (kira - kira saja) / bulan 1.000.000 3. Biaya operasional 13 orang pekerja / bulan 19.500.000
Total Biaya 20.990.000
b. Biaya Variabel per bulan
No. Jenis Biaya Jumlah (Rp.)
1. Biaya beli bahan / bulan 102.000.000
2. Biaya promosi / bulan —
Total Biaya 102.000.000
Total Biaya per bulan = Biaya tetap per bulan + Biaya variabel per bulan
= 20.990.000 + 102.000.000
= Rp. 122.990.000,- c. Analisis Break Event Point (BEP)
1). BEP Harga
Misal jumlah Penjualan rata – rata per bulan 3000 pcs = Biaya total per bulan
Jumlah penjualan rata – rata per bulan
= 20.990.000
3000
2). BEP Penjualan
= Biaya total per bulan Harga per item
= 122.990.000
55.000
= 2.236
= Dibulatkan menjadi 2.200
❖ Jadi agar modal bisa kembali, produk tersebut harus terjual sebanyak 2200 pcs dengan harga per item Rp. 55.000,-
BAB III PENUTUP A. KESIMPULAN
1. Kelebihan dan kekurangan dari hasil modifikasi a. Kelebihan
- Produk dapat cepat laku.
- Mudah untuk dibuat secara universal.
- Cocok untuk Program Kewirausahaan.
b. Kekurangan
- Biaya pengeluaran mahal.
- Membutuhkan listrik banyak.
- Mesin yang sulit dicari, meskipun ada tapi dengan harga mahal.
B. SARAN – SARAN
1. Kendala saat proses pembuatan dan solusinya a. Kendala
- Terjadinya listrik padam.
- Bahan yang keras.
- Pahat yang mahal.
b. Solusi
- Membayar tagihan listrik setiap bulan.
- Memilih bahan yang mudah atau lunak.
- Memilh pahat yang murah tetapi dengan kualitas menengah.
2. Cara pemasangan / pengoperasian, dan sebagainya.
Pada menjalankan mesin harus menggunakan perlengkapan safety seperti sarung
LAMPIRAN
1. FOTO KEGIATAN PRAKERIN
2. FOTO PRODUK YANG DIBUAT
3. FOTO PROFIL PERUSAHAAN 4. Nama perusahaan : UD. MIRAFIX 5. Status kepemilikan : 1 orang
6. Alamat perusahaan : jln.raya kajen Rt 03 Rw 02 7. Kec. Talang kab.Tegal
8. Bidang perusahaan : Produksi Kompor Semawar 9. Nama pemilik : Muhandis Elfarobi
10. Alamat pemilik : Desa kajen Rt 08 Rw 03 Talang-Tegal
11. Contact : 0813 2544 9080
4.FOTO KOPI SERTIFIKAT PRAKERIN