• Tidak ada hasil yang ditemukan

LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN PRAKTIK KERJA INDUSTRI

N/A
N/A
Riqo Fauzan

Academic year: 2024

Membagikan "LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN PRAKTIK KERJA INDUSTRI "

Copied!
48
0
0

Teks penuh

(1)

LEMBAR PENGESAHAN

LAPORAN PRAKTIK KERJA INDUSTRI

Mengetahui

Kepala SMKN 4 Tangerang Selatan

Dra. Angen Sumijati NIP. 19630630 198803 2 002

(2)

HALAMAN PERSETUJUAN

Laporan Praktik Kerja Indusri (PKL) yang disusun oleh :

Nama : RIQY FAUZI

NISN : 0030334187

Kelas : XI DPIB 3

Program Studi Keahlian : Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan

Instansi : PT. Elang Jaya Konstruksi

Tanggal Pelasanaan : 08 Mei – 12 Juli 2019 Yang berjudul :

PENGHITUNGAN KUBIKASI VOLUME BETON LANTAI 1 MALL PARADISE WALK PADA ZONA 3

PT. ELANG JAYA KONSTRUKSI Telah disetujui dan di sahkan pada :

Hari :………

Tanggal :………

Pembimbing Pembimbing

DU/DI SMKN 4 Tangerang Selatan

Duas Permata Sakti S.Pd. Herwati,M.Pd

NIP. 19720308200701 1 009

Mengetahui Ka. Program Arsitektur

(3)

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kehadirat Allah SWT. Karena dengan rahmatnya saya dapat menyusun dan menyelesaikan laporan ini dengan baik dan melaksanakan prakerin tanpa ada halangan apapun. Laporan ini diperoleh dari pengalaman dan ilmu selama melaksanakan Praktik Kerja Industri (Prakerin) yang dilakukan di PT Elang Jaya Kontrusksi (ELKON). Saya tidak lupa mengucapkan banyak terimakasih kepada :

1. Dra. Angen Sumijati selaku Kepala Sekolah SMK NEGERI 4 KOTA TANGERANG SELATAN.

2. Isnaini Salasatun S.Pd. selaku pembimbing dari sekolah SMK NEGERI 4 KOTA TANGERANG SELATAN

3. Herwati M.Pd selaku pembimbing dari sekolah SMK NEGERI 4 KOTO TANGERANG SELATAN

4. Orang Tua dan Kakak Adik tercinta yang selalu setia mendorong dan memotivasi selama pelaksanaan dan penyusunan laporan Praktek Kerja Lapangan (PKL) ini.

5. Dan semua pihak yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu yang senanatiasa selalu membantu baik moral maupun materi.

Saya menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kata sempurna, oleh karena itu kritik dan saran yang membangun sangat saya harapkan demi kesempurnaan laporan ini. Akhir kata, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila dalam penyusunan laporan ini terdapat banyak kesalahan. Semoga laporan ini dapat bemanfaat khususnya bagi saya sendiri dan pada umumnya bagi para pembaca.

Tangerang, 31 Agustus 2019 Penulis

(4)

DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN...I HALAMAN PERSETUJUAN...II KATA PENGANTAR...III DAFTAR ISI...IV DAFTAR GAMBAR...VI

BAB I PENDAHULUAN...1

1.1 Latar Belakang Prakerin...1

1.2 Tujuan Prakerin...1

1.3 Tujuan Pembuatan Laporan...1

1.4 Manfaat Prakerin...2

BAB II PROFIL PERUSAHAAN...3

2.1 Deskripsi Objektif...3

2.2 Sejarah perusahaan...4

2.3 Tata Tertib Perusahaan...4

2.4 Struktur Organisasi...5

BAB III TINJAUAN PUSTAKA...6

3.1 Definisi Kubikasi Volume Pekerjaan...6

3.2 Jenis - Jenis Volume...6

3.2.1 Kubikasi Volume Balok...6

3.2.2 Kubikasi Volume Kolom...7

3.2.3 Kubikasi Volume Plat Lantai...7

BAB IV PEMBAHASAN PELAKSANAAN PRAKERIN...14

(5)

A. Pengertian Kubikasi (volume)...15

B. Gambar Kubikasi (volume)...18

C. Gambar Tabel Detail Tulangan Kolom...18

E. Pembahasan Penghitungan...21

4.2 Masalah yang dihadapi dilapangan...34

4.3 Pembahasan Masalah...34

BAB V PENUTUP...35

5.1 Kesimpulan...35

5.2 Saran...35

DAFTAR PUSTAKA...36

LAMPIRAN...37

IDENTITAS SISWA...41

(6)

DAFTAR GAMBAR

BAB III

Gambar 4. 1 Volume Kolom...9

Gambar 4. 2 Volume Balok...10

Gambar 4. 3 Volume Plat Lantai...10

BAB IV Gambar 4. 4 Denah Zona 3 Lantai 1...17

Gambar 4. 5 Kubikasi Volume...18

Gambar 4. 6 Tabel Detail Tulangan Kolom...19

Gambar 4. 7 Tabel Detail Tulangan Balok...20

Gambar 4. 8 Kubikasi Volume Kolom...21

Gambar 4. 9 Kubikasi Volume Balok...23

Gambar 4. 10 Kubikasi Volume Plat Lantai...25

Gambar 4. 11 Gambar Izin Cor...27

Gambar 4. 12 Rekapitulasi...28

Gambar 4. 13 Balok Yang Sudah Dicetak Dan Siap Untuk Dicor...29

Gambar 4. 14 Plat Lantai Yang Sudah Dicetak Dan Siap Untuk Dicor...30

Gambar 4. 15 Kolom Lantai 1 Yang Sudah Dicetak Dan Siap Untuk Dicor...31

Gambar 4. 16 Survey Ke Lapangan...32

(7)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Prakerin

Praktik Kerja Industri atau prakerin merupakan bagian dari Pendidikan Sistem Ganda atau Dual System. Dengan pelaksanaan praktik kerja indutri, secara efektif siswa mendapat kesempatan mengembangkan keterampilan kejuruan sesuai dengan studi masing-masing. Sehingga siswa diharapkan memiliki sikap professional, mengenal etos kerja, disiplin dan etika kerja yang akan menjadi bekal yan sangat berharga apabila terjun di dunia kerja.

1.2 Tujuan Prakerin

Tujuan dilaksanakannya prakerin secara umum adalah sebagai upaya kerja sama antara sekolah dengan Dunia Usaha/Industri dalam rangka meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia Khusnnya para siswa SMK dalam meningkatkan mutu pendidikan. Diharapkan siswa yang telah melaksanankan prakerin mempunyai wawasanyang baik mengenai dunia kerja yaitu:

1. Mempersiapkan lulusan yang memiliki keahlian professional yang sesuai dengan tuntunan lapangan kerja.

2. Meningkatkan efesiensi proses pendidikan dan pelatihan tenaga kerja yang berkualitan dan professional.

3. Memberi pengakuan dan penghargaan terhadap pengalaman kerja sebagai bagian dari proses pendidikan.

4. Membentuk pola pikir dan tingkah laku mandiri sesuai dengan tujuan pendidikan.

5. Memperkokoh hubungan keterkaitan dan kesepadanan (Link And Match) antara SMK dan Industri.

(8)

1.3 Tujuan Pembuatan Laporan

Penulisan Laporan Prakerin ini ditulis dengan tujuan sebagai berikut:

1. Menjelaskan tujuan pembahasan materi sesuai judul yang dibahas.

2. Membahas teori singkat yang terkait dengan pembahasan materi.

3. Menyajikan gambar rangkaian/benda kerja/peralatan/mesin untuk membantu memahami cara kerja.

4. Menjelaskan cara kerja rangkaian, penggunaan alat/bahan/mesin yang digunakan untuk melaksanakan pekerjaan sesuai dengan pembahasan materi.

1.4 Manfaat Prakerin

1. Siswa siap untuk langsung bekerja setelah lulus sesuai dengan kompetensi keahliannya.

2. Sebagai pembelajaran agar siswa mempunyai sikap disiplin, etos kerja dan perilaku lainnya sesuai tuntunan kerja di Dunia Usaha/Industri.

3. Wadah mempersiapkan Tenaga Sumber Daya Manusia (SDM) yang terampil.

4. Dapat menjalin kerja sama antara sekolah dengan dunia usaha/industri.

5. Dapat mempromosikan eksistensi sekolah.

6. Bisa mencontoh tempat, alat serta cara kerja yang benar dan berkualitas di dunia industri untuk diterapkan di sekolah.

(9)

BAB II

PROFIL PERUSAHAAN

2.1 Deskripsi Objektif

Nama Perusahaan : PT. Elang Jaya Konstruksi (ELKON) Tanggal Berdiri Perusahaan : 11 November 2011

Nama Project : Paradise Walk Serpong (PWS)

Alamat Perusahaan : Jl. Pahlawan Seribu, Komp. Ruko Golden Boulevard Blok G1 No. 21 BSD City, Tangerang Selatan

Tanggal Awal Beroperasi : 2018 a. Visi

Menjadi Kontraktor Yang Terpercaya Dengan Didukung Semangat Kebersamaan Secara Team Work Dan Sikap Profesional.

b. Misi

Memberi Kepuasan Kepada Pelanggan Dalam Mewujudkan Keinginannya Mendirikan Suatu Bangunan Berikut Fasilitasnya Dengan Memberikan Harga Yang Terbaik, Sesuai Waktu Yang Disepakati Dan Mutu Yang Baik.

(10)

2.2 Sejarah perusahaan

Perusahaan ini didirikan pada tahun 1955 dengan tujuan utama untuk membangun proyek-proyek konstruksi. PT ELANGJAYA KONSTRUKSI terdiri dari tenaga – tenaga handal yang sudah berpengalaman dibidangnya baik dalam proyek –proyek low rise maupun high rise building seperti Perumahan, Ruko, Pabrik, Gudang, Breeding Farm, Sekolah, Rumah Sakit, Mall, Office Tower, Hotel, Dan Apartement.

Berlandaskan semangat kebersamaan dan profesionalitas yang tinggi serta cita – cita menjadi Kontraktor yang handal dan terpercaya, maka melalui PT ELANGJAYA KONSTRUKSI kami mewujudkan keinginan kami ini untuk dapat berpartisipasi di dunia Konstruksi Indonesia.

2.3 Tata Tertib Perusahaan

1. Jam kerja mulai pukul 08.00 s/d 17.00

2. Jam istirahat makan siang pukul 12.00 s/d 13.00 (Senin – Kamis) 3. Jam istirahat makan siang pukul 11.40 s/d 13.30 (Jum’at)

4. Pakaian bebas sopan

5. Dilarang makan (Jika di ruang ber-ac)

6. Bersikap sopan terhadap semua warga sekolah.

7. Selalu menjaga kerbersihan ruangan

8. Dilarang memakai sandal ketika di lapangan

(11)

DIREKTUR OPERASIONAL

PM 1

ADMINISTRASI DIREKTUR OPERASIONAL

PM 1

ADMINISTRASI

DRAFTER

SURVEY 1 SUPERVISOR 1 MEKANIK SAFETY

LOGISTIC SECURITY ENGENERING

2.4 Struktur Organisasi

SITE MANAGER

DRAFTER

SURVEY 1 SUPERVISOR 1 MEKANIK SAFETY

LOGISTIC SECURITY ENGENERING

(12)

BAB III

TINJAUAN PUSTAKA

3.1 Definisi Kubikasi Volume Pekerjaan

Kubikasi Volume Pekerjaan merupakan masalah yang selalu kita hadapi bagi seorang Civil Engineer. Setiap pekerjaan atau proyek yang kita laksanakan maka volume memiliki peranan penting. Maka pada kesempatan ini kita akan membahas tentang pengertian Volume Pekerjaan.

Yang di maksud dengan Kubikasi Volume Pekerjaan adalah menghitug jumlah banyaknya volume pekerjaan dalam satuan. Volume juga disebut sebagai kubikasi pekerjaan. Jadi Volume (Kubikasi) suatu pekerjaan, bukanlah merupakan volume (Isi Sesungguhnya), melainkan jumlah volume bagian pekerjaan dalam suatu satu kesatuan.

3.2 Jenis - Jenis Volume

Pada umumnya Kubikasi Volume dapat dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu : 3.2.1 Kubikasi Volume Balok

Balok adalah bangun ruang tiga dimensi yang dibentuk oleh tiga pasang persegi atau persegi panjang, dengan paling tidak satu pasang di antaranya berukuran berbeda. Balok memiliki 6 sisi, 12 rusuk, dan 8 titik sudut. Balok yang dibentuk oleh enam persegi sama dan sebangun disebut sebagai kubus.

1. Panjang adalah rusuk terpanjang dari alas balok 2. Lebar adalah rusuk terpendek dari alas balok

3. Tinggi adalah rusuk yang tegak lurus terhadap panjang dan lebar balok

(13)

3.2.2 Kubikasi Volume Kolom

Kolom adalah batang tekan vertikal dari rangka struktur yang memikul beban dari balok. Kolom merupakan suatu elemen struktur tekan yang memegang peranan penting dari suatu bangunan, sehingga keruntuhan pada suatu kolom merupakan lokasi kritis yang dapat menyebabkan runtuhnya (Collapse) lantai yang bersangkutan dan juga runtuh total (total collapse) seluruh struktur.

3.2.3 Kubikasi Volume Plat Lantai

Plat lantai adalah lantai yang tidak terletak di atas tanah langsung, merupakan lantai tingkat pembatas antara tingkat yang satu dengan tingkat yang lain. Plat lantai didukung oleh balok – balok yang bertumpu pada kolom – kolom bangunan. Ketebalan Plat lantai ditentukan oleh : 1. Besar lendutan yang diinginkan

2. Lebar bentangan atau jarak antara balok – balok pendukung 3. Bahan komstruksi dan Plat lantai.

Berikut ini beberapa contoh perhitungan volume bangunan yang dihitung tanpa penambahan factor keamanan dan material terbuang yang biasanya ditambahkan dalam perhitungan volume, yaitu :

A. Perhitungan Volume Beton

Dalam tata cara perhitungan volume beton biasanya menggunakan satuan m3 (meter per kubik). Apabila sebuah beton dengan ukuran 0,25 meter x 0,25 meter dengan ukuran tinggi 3 meter, maka volume beton tersebut ialah 0,25 meter x 0,25 meter x 3 meter = 0,1875m3

(14)

B. Perhitungan Volume Besi

Perhitungan volume besi untuk bahan bangunan rumah umumnya menggunakan system perhitungan satuan kilogram. Berikut contoh cara perhitungan pada volume besi :

Apabila sebuah kolom dengan ukuran tinggi 3 meter dan memiliki 4 buah besi berdiameter 10 meter yang digunakan sebagai tulang utama dari suatu bangunan rumah, maka :

Volume besi beton sebanyak 4 buah x 3 meter = 12 meter.

Catatan: jika berat besi memiliki ukuran diameter 10 / meter = 0,00065 x (10x10) Pada umumnya panjang besi yang dijual dipasaran per satuannya adalah sepanjang 12 meter. Jika ingin mengonversikan satu batang besi ke dalam satuan kilogram (kg) maka rumus yang digunakan adalah = 12 meter dikalikan berat besi setiap meternya.

C. Perhitungan Volume Kayu

Tata cara perhitungan volume kayu untuk bangunan rumah adalah sebagai berikut:

Sebuah balok kayu yang berukuran 8 / 12 dengan rentangan sepanjang 6 meter dan mempunyai volume sebesar 0,08 x 0,12 x 6 = 0,0576 meter kubik (m3). Maka kayu yang dibutuhkan adalah sejumlah 6 : 4 = 1,5 batang kayu

D. Perhitungan Volume Kaca

Jika suatu jendela mempunyai ukuran kaca yakni 60 cm x 150 cm, maka volume pada kaca sama dengan 0,6 meter x 1,5 meter = 0,9 m2. Cara lain yang dinilai lebih praktis adalah dengan menggunakan volume kaca yang dihitung dengan satuan unit.

(15)

E. Perhitungan Volume Urugan Dan Galian Tanah

Perhitungan dalam hal galian dan timbunan secara umum dihitung dalam satuan m3 (meter kubik). Maka apabila hendak melakukan pekerjaan galian pada lahan dengan luas 6 meter x 12 meter dengan ukuran tinggi timbunan tanah sebesar 2 meter. Dengan demikian hasil perhitungan volume tanah adalah 6 x 12 = 72 meter perkubik.

F. Perhitungan Volume Batu Bata

Perhitungan volume pasangan batu bata dalam perhitungan rencana anggaran biaya dapat dihitung dengan ukuran m2, misalnya sebuah pekerjaan pemasangan dinding bata berukuran 3m x 3m = 9m2. Untuk menghitung jumlah batu bata dapat dilakukan dengan cara mengalikan luas pasangan batu bata dengan jumlah kebutuhan batu bata per m2. Untuk lebih tepatnya sabaiknya dilakukan perhitungan jumlah bata per m2 sesuai pengalaman masing – masing.

Cara Perhitungan Volume Beton pada Kolom, Balok, dan Plat Lantai.

A. Volume Kolom Beton

Gambar 4. 1 Volume Kolom

(16)

Volume Kolom = 0,25m x 0,35m x 3,8m x 6 Unit = 1,995 m3

B. Volume Balok Beton

Volume Balok

= (0,25m x 0,45m x 4,5m x 4 Unit) + (0,25 x 0,40 x 4m x 3 Unit) = 3,225 m3 C. Volume Plat Lantai Beton

Gambar 4. 3 Volume Plat Lantai Gambar 4. 2 Volume Balok

(Denah, Balok diatas Kolom, satuan dalam CM)

(17)

Untuk Perhitungan Volume Plat Lantai Beton biasa dilakukan dalam 2 cara (atas 2 Kepentingan), yaitu:

1. Volume Bersih Plat Lantai Beton (tidak termasuk Volume Plat Lantai diatas Balok)

Volume Plat Lantai Beton = (0,10m x 4,25m x 3,75m) x 2 Unit = 3,1875 m3

Cara ini biasa dilakukan untuk mengetahui Volume Beton yang diharapkan dalam Rencana Pengecoran, sebab ini merupakan Nilai Real volume Beton yang dibutuhkan dalam Pengecoran Plat Lantai nantinya.

2. Volume Kotor Plat Lantai Beton (termasuk Volume Plat Lantai diatas Balok)

Volume Plat Lantai Beton = (0,10m x 9,25m x 4,25m) = 3,93125 m3

Cara ini biasa dilakukan untuk mengetahui Volume Beton dalam Menghitung (membuat) Rencana Anggaran Biaya (RAB). Hal ini dilakukan untuk menghindari kerugian dalam Pelaksanaan Pekerjaan dan Akurasi Perhitungan Jumlah Besi Tulangan Plat Lantai Beton tersebut. Karena bagaimanapun juga Pembesian (Tulangan) Plat Lantai dibentuk bertumpu pada Balok Beton dibawahnya.

(18)

Data Untuk Menghitung Struktur Balok Kolom Dan Plat Lantai

Bangunan yang kuat harus melewati proses perhitungan struktur yang benar dan teliti. Misalnya pada rumah 2 lantai atau gedung bertingkat tinggi dan bisa juga mall maka dalam proses perencanaan ini dibutuhkan data untuk menghitung struktur balok kolom maupun plat lantai.

(19)

Rumus Perhitungan Bangunan

Bisa diperoleh dengan menggunakan standar rumus yang digunakan perusahaan, negara atau internasional misalnya untuk bangsa Indonesia maka menggunakan standar nasional Indonesia (SNI). Peraturan perencanaan bangunan gedung Indonesia (PBBI). Kemudian bangunan ini juga bisa di uji coba atau beban yang harus diketahui yaitu sebagai berikut :

1. Beban Bahan Bangunan

Struktur yang kuat yaitu mampu menahan beban – beban yang harus ditanggung atau istilahnya aksi = reaksi, untuk bisa mengetahui total beban maka diperlukan rincian berat masing – masing bahan bangunan. Bahan – bahan yang akan dipakai dalam proses perhitungan struktur beban ini bisa ditulis dalam symbol beban P.

2. Beban Hidup

Hampir sama dengan beban bahan bangunan, bedanya adalah beban hidup hanya membebani struktur dalam waktu – waktu tertentu saja. Misalnya beban pekerja bangunan, beban kendaraan lewat dll.

3. Beban Angin

(20)

Didapat dari hasil penelitian kekutan angin pada suatu wilayah dalam kurun waktu tertentu. Hasil penelitian ini kemudian dijadikan standar suatu wilayah atau negara sebagai pedoman dalam merencanakan bangunan agar kuat bertahan ketika tertimpa angin.

4. Beban Gempa

Bangunan tahan gempa juga perlu memperhitungkan ketahanan apabila bencana gempa terjadi.

5. Data Tanah

Diperlukan untuk perencanaan pondasi agar kuat menahan beban bangunan yang berdiri diatasnya. Data tanah meliputi jenis tanah dan kekuatan tanah, didapat melalui uji tanah seperti tes sondir, tes CBR tanah, dan tes tanah lainnya.

(21)

BAB IV

PEMBAHASAN PELAKSANAAN PRAKERIN

4.1. URAIAN KEGIATAN UMUM N

O

PERMINGGU URAIAN KEGIATAN

1 Minggu pertama Tgl 09 mei - 17 mei

2019

1. Pengenalan lapangan 2. Pengenalan dan gambar

3. Menyelesaikan tugas gambar dari pembimbing

4. Mengerjakan tugas cad ( 5. Mengerjakan tugas cad 6. Mengerjakan tugas cad 7. Mengerjakan tugas cad

2 Minggu kedua

Tgl 20 mei – 24 mei 2019

1. Mengerjakan tugas cad ( Mencari garis as antar kolom)

2. Mengerjakan tugas cad (Melanjutkan tugas garis as antar kolom)

3. Mengerjakan tugas cad (Melanjutkan tugas garis as antar kolom)

4. Mengerjakan tugas cad (Merevisi tugas garis as)

5. Mengerjakan tugas cad (Merevisi tugas garis as)

3 Minggu keempat

17 juni – 21 juni 2019 1. Mengerjakan tugas menghitung kubikasi 2. Melanjutkan tugas menghitung kubikasi 3. Menghitung titik tembak sampit & grease

trap

4. Membuat cad titik tembak sampit &

grease trap

5. Melanjutkan tugas cad titik sampit &

(22)

grease trap 4 Minggu kelima

Tgl 24 juni – 28 juni 2019

1. Menghitung jarak garis as denah lantai atap di cad

2. Melanjutkan menghitung jarak garis as denah lantai atap

3. Survey pekerjaan parapet di lapangan 4. Membuat cad parapet

5. Melanjutkan dan merevisi cad parapet

5 Minggu keenam

Tgl 1 juli – 5 juli 2019 1. Membuat izin cor 2. Survey ke lapangan

3. Survey ke lapangan yang ingin dihitung kubikasi

4. Menghitung kubikasi lantai atas 5. Melanjutkan menghitung kubikasi 6 Minggu ketujuh

Tgl 8 juli – 12 juli 2019

1. Mengerjakan tugas cad 2. Membuat izin cor

3. Membuat izin cor denah lantai atap dan Penjemputan prakerin

(23)

4.2. Uraian Kegiatan Khusus A. Pengertian Kubikasi (volume)

Kubikasi (volume) merupakan perhitungan volume isi sebuah ruangan yang dibutuhkan mulai dari struktur – struktur yaitu plat lantai, balok, dan kolom disetiap bangunan – bangunan besar seperti mall, rumah sakit, hotel affice tower dan hotel. Adapun uraian cara menghitung kubikasi adalah sebagai berikut :

1. Survey ke lapangan untuk mengetahui mana yang ingin dihitung kubikasi.

2. Mengatur dan menandai yang sudah di ingin kubikasi di denah.

3. Pembuatan kubikasi dan melengkapi semua penggambaran dan penulisan yang disyaratkan secara detail supaya mudah dipahami, yaitu , mengukur jarak setiap balok antar balok, lantai dari luas dan panjangnya, dan kolom

4. Membaca gambar kerja dan Menghitung kebutuhan kubikasi (volume) struktur beton.

5. Membuat izin cor yang sudah dihitung kubikasi.

6. Mengontrol pengecoran struktur yang sudah dihitung kubikasi di lapangan.

7. Klining atau Pembersihan kawat – kawat ben rat dan tanah.

8. Ceklis sama owner atau minta persetujuan untuk hasil kubikasi.

Fungsi Kubikasi (Volume)

 Untuk mengetahui volume isi sebuah ruangan

 Memperluas wawasan tentang penghitungan volume beton dan cara – cara yg lebih mudah

(24)
(25)

Sumber: Data Pribadi

B. Gambar Kubikasi (volume)

Gambar 4. 5 Kubikasi Volume Sumber: Data Pribadi

Kubikasi merupakan suatu cara untuk mengetahui perhitungan struktur beton sebelum dibuat suatu ruangan.

(26)

C. Gambar Tabel Detail Tulangan Kolom

Gambar 4. 6 Tabel Detail Tulangan Kolom Sumber : Data Pribadi

(27)

D. Gambar Tabel Detail Tulangan Kolom

Gambar 4. 7 Tabel Detail Tulangan Balok Sumber : Data Pribadi

(28)

E. Pembahasan Penghitungan a) Kolom

Gambar 4. 8 Kubikasi Volume Kolom Sumber : Data Pribadi

Kolom adalah struktur yang berguna untuk meneruskan beban pelat ke pondasi.

Letaknya yang berada di antara tembok juga membuat kolom berguna sebagai tempat melekatnya dinding.

(29)

Rumus yang saya pelajari

Volume kolom = Volume kolom kelompok A + Volume kolom kelompok B

Volime kolom = jumlah kolom x (P x L x T) Contoh Penghitungan Gambar Yang Diatas :

 Kolom Kotak : 0,5 x 0,5 x 5 = 1,25 Keterangan :

 0,5 = Ukuran dari kolom itu sendiri yaitu 50 x 50 diubah menjadi centi meter (cm) jadi 0,5

 5 = Ketinggian kolom tersebut yaitu 5 meter diubah menjadi centi meter (cm) jadi 5

 Kolom Bulet (Bundar)

Volume Kolom = Diameter kolom : 2 x Diameter kolom : 2 x tinggi kolom x rumus lingkaran (3,14)

0,3 x 0,3 x 5 x 3,14 = 1,413 Keterangan :

 0,3 = Ukuran dari kolom itu sendiri yaitu 60 x 60 diubah menjadi centi meter (cm) jadi 0,3

 5 = Ketinggian kolom tersebut yaitu 5 meter diubah menjadi centi meter (cm) jadi 5

 3,14 = Rumus dari lingkaran, karena pake kolom bulet jadi pake rumus lingkaran

(30)

b) Balok

Gambar 4. 9 Kubikasi Volume Balok Sumber : Data Pribadi

Sloof (balok beton) merupakan struktur bangunan yang terletak di dalam tanah dan tepat di atas pondasi. Sloof berfungsi untuk menopang dinding dan meneruskan beban ke pondasi. Jadi pembuatan sloof harus mengikuti sketsa bangunan di mana dinding akan didirikan.

(31)

Rumus yang saya pelajari

Volume balok = Panjang balok x Jenis balok Contoh Penghitungan Gambar Yang Diatas :

 6.500 x 0,3 x 0,7 = 1,365 Keterangan :

 6.500 (6,5) = Panjang balok tersebut dari kolom ke kolom

 0,3 dan 0,7 = Rumus Jenis detail tulangan balok

(32)

c) Plat Lantai

Gambar 4. 10 Kubikasi Volume Plat Lantai Sumber : Data Pribadi

Pelat lantai yaitu struktur bangunan berupa lantai tingkat yang tidak berada di atas tanah secara langsung. Jadi yang dimaksud pelat lantai adalah beton bertulang yang dibingkai balok beton dan ditopang kolom. Pelat lantai ini digunakan untuk membangun konstruksi di lantai dua, lantai tiga, dan seterusnya.

Rumus yang dapat digunakan untuk menghitung volume pelat lantai. Rumus yang dipakai untuk mengetahui volume beton yang diperlukan dalam rencana pengecoran dengan mencari tahu volume bersih pelat lantai.

Rumus yang saya pelajari =

(33)

Volume pelat lantai = (P x L x T)

Contoh Penghitungan Gambar pelat lantai yang diatas yaitu :

 3.723 x 6.600 x 0,13 = 3,194 Keterangan :

 3.723 = Panjang dari pelat lantai tersebut

 6.600 = Lebar dari pelat lantai tersebut

 0,13 = jumlah angka dari jenis S4 atau S6

(34)

Selanjutnya setelah kubikasi volume struktur kolom, balok, dan pelat lantai sudah dihitung langkah berikutnya membuat izin cor

Gambar 4. 11 Gambar Izin Cor Sumber : Data Pribadi

(35)

Rekapitulasi atau data total penghitungan kubikasi

Gambar 4. 12 Rekapitulasi Sumber : Data Pribadi

(36)

Survey Ke Lapangan Yang Sudah Atau Yang Belum Dihitung Kubikasi

Gambar 4. 13 Balok Yang Sudah Dicetak Dan Siap Untuk Dicor Sumber : Data Pribadi

(37)

Bagian balok yang sudah dihitung kubikasi dan dicetak kemudian siap untuk dicor dibagian atau wilayah zona 3

Gambar 4. 14 Plat Lantai Yang Sudah Dicetak Dan Siap Untuk Dicor Sumber : Data Pribadi

(38)

Bagian pelat lantai yang sudah dihitung kubikasi dan dicetak kemudian siap untuk dicor dibagian atau wilayah zona 3

Gambar 4. 15 Kolom Lantai 1 Yang Sudah Dicetak Dan Siap Untuk Dicor Sumber : Data Pribadi

Bagian pengecoran kolom – kolom di lantai 1 yang sudah dihitung kubikasi.

(39)

Gambar 4. 16 Survey Ke Lapangan Sumber : Data Pribadi

Survey ke lapangan untuk mengetahui aktivitas pekerjaan apa saja di lapangan.

(40)

Penghitungan Kubikasi

Misalnya kita menghitung zona 3, dan hasilnya itu 50 kubik misalnya terus ternyata pas dicor ke tempat itu jadi 49 kubik, kita kan ngecor pake pompa misalnya, jadi di mobil pompa itu masih ada sisa 1 kubik kan 1 kubik itu 0,8 jadi bak mobil pompa itu 0,8 dan 1 mixer = 7 kubik isinya

Beton lebih keuntungan kubikasi, beton lebih itu misalnya bisa jadi ada perubahan gambar yang tidak sesuai sama yang dilapangan misalnya ada SI (said

information) yang harusnya balok 50 x 80 diubah tiba – tiba karena ada sesuatu apa gimana terus diperkecil dimisalkan mentok sama instalasi hidran, 80 itu kebesaran terusin dihitung beban lantai itu masih ketopang sama balok 30 x 70 jadi menyusut. Jadi bukan keuntungan beton lebih itu dan harusnya pas gak ada untung beton lebih itu berarti pas. Misalnya balok 50 x 60 x panjangnya berapa hasilnya itu misalnya 0,3 berhubungan ada perubahan gambar SI harusnya balok

segitu jadi baloknya itu jadi 40 x 50 tapi sesuai dengan penghitungan struktur tidak boleh asal mengubah balok,

Kekurangan kubikasi itu adalah contoh kita itu ada jebol dilapangan, balok itu kan tidak kuat akhirnya kan ambrol yang harusnya pas jadi jatuh ke bawah jadi kurang kubikasinya itu. Kadang – kadang kan kalo dipompa terlalu kenceng nembaknya itu biasanya kadang – kadang keluar yang harusnya ke lantai tiba – tiba jatohnya ke luar.

(41)

4.2 Masalah yang dihadapi dilapangan 1. Ketelitian

2. Banyak cara – cara untung menghitung kubikasi sehingga membingungkan untuk menghitungnya dengan cara yang mana

3. Sering menggabungkan semua cara sehingga menjadi ribet dan lupa menghitungnya

4.3 Pembahasan Masalah

1. Jadi kita harus benar – benar teliti, benar dan selalu dicek terus dalam menghitung perhitungannya sehingga kubikasi tersebut bias langsung dikasih atau meminta persetujuan kepada owner jika benar dan tidak direvisi bisa langsung membuat izin cor yang baru kita hitung.

2. Kita harus menghitung cara yang cepat dan jelas supaya mudah dipahami.

3. Ketika sudah mengambil satu cara kita harus focus ke cara yang sudah menggunakan dan tidak perlu untuk menggabungkan supaya tidak ribet.

(42)

BAB V PENUTUP

Pada bab ini penulis ingin menyampaikan beberapa kesimpulan dan saran yang dapat penulis ambil dari pengalaman yang telah penulis lakukan saat melaksanakan Praktik Kerja Industri di PT. ELANGJAYA KONSTRUKSI 5.1 Kesimpulan

Berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang telah penulis lakukan penulis dapat menyimpulkan beberapa hal sebagai berikut :

1. Kubikasi Berfungsi untuk mengetahui volume isi sebuah ruangan yang dibutuhkan mulai dari struktur - struktur di setiap bangunan yang ingin didirikan

2. Tujuan Kubikasi (Volume) adalah membuat rencana permintaan membuat izin cor dan pengecoran jika sudah selesai dihitung kubikasi 3. Penghitungan Kubikasi harus benar – benar presisi agar mendapatkan

hasil yang di inginkan.

5.2 Saran

Dalam pengerjaan dan penghitungan kubikasi (Volume) kita harus benar – benar teliti, jangan terburu – buru dalam mengerjakannya agar mendapatkan hasil yang sama dengan yang diperlukan dilapangan dan tidak salah atau revisi.

(43)

DAFTAR PUSTAKA

https://proyeksipil.blogspot.com/2013/06/cara-menghitung-volume-beton- kolom.html?m=1

https://id.m.wikipedia.org/wiki/balok

https://catatankuliahsinon.blogspot.com/2012/12/plat-lantai-floor-plate.html?m=1 https://dpupkp.bantulkab.go.id/berita/96-kolom-bangunan-pengertian-jenis-dan- fungsinya

(44)

LAMPIRAN

Penjemputan Selesai Prakerin

Foto Bersama Para Pekerja PT. ELKON

(45)

Gambar Mobil Bak Pompa Dan Alat Pengecoran

(46)

Alat Berat Eskavator

Wilayah Zona 3 Yang Baru Dibuat Kolom – kolom

(47)

Kegiatan Sukuran Setiap Malam Jumat Dengan Membaca Yasin

(48)

PEMERINTAH KOTA TANGERANGSELATAN DINAS PENDIDIKAN

SMK NEGERI 4 KOTA TANGERANG SELATAN

Jl.Sumatra-Tidore Rt 001 Rw 017 Rawa Lele Kel.Jombang Kec.Ciputat Tangerang Selatan

Email : [email protected]

IDENTITAS SISWA

1. Nama Siswa : Riqy Fauzi

2. Tempat Tanggal Lahir : Jakarta, 25 Februari 2002 3. Jenis Kelamin : Laki-laki

4. NISN : 0030334187

5. Sekolah : SMK Negeri 4 Kota Tangerang Selatan

6. Alamat : Jl. Al – Hidayah Kel. Pondok Jaya, Kec. Pondok Aren 7. Nomor Telepon : 085710245586

8. Nama Orang Tua : Darussalam

9. Alamat : Jl. Al – Hidayah Kel. Pondok Jaya, Kec. Pondok Aren 10. Nomor Telepon : 081284665651

Tangerang Selatan, ………..2019 Kepala SMKN 4 Tangerang Selatan

Dra. Angen Sumijati

NIP. 19630630 198803 2 002

Gambar

Gambar 4. 1 Volume  Kolom
Gambar 4. 3 Volume Plat LantaiGambar 4. 2 Volume Balok
Gambar 4. 5 Kubikasi Volume Sumber: Data Pribadi
Gambar 4. 6 Tabel Detail Tulangan Kolom Sumber : Data Pribadi
+7

Referensi

Dokumen terkait

Bandung ini berdiri diatas tanah seluas 3 (tiga) hektar yang terdiri dari 9 (Sembilan) lantai dan 44 cottage, jumlah kamar pada bangunan utama hotel 209 kamar, maka. jumlah

PROGRAM D-3 TEKNOLOGI PENGOLAHAN SAWIT.

Bangunan Ruko 3 Lantai beton bertulang ini dimodelkan sebagai struktur Open Frame (Struktur Rangka Pemikul Momen). Dimana struktur terdiri atas rangka yang tersusun atas balok dan

Hasil yang didapat Penulis selama pelaksanaan KP, antara lain: 1. Pengetahuan tentang bekerjanya point machine di dalam wesel. Mengetahui cara penggunaan tools AutoCAD.

Tugas : mereaksikan etanol dengan asam asetat menjadi etil asetat dengan katalis resin. Tinggi : 2200 mm Diameter : 1300 mm Bahan : Steinless steel Volume :

Pekerjaan balok dan plat lantai dilakukan pengukuran di lapangan bersamaan dengan persiapan bekisting dan persiapan tulangan dan dilakukan pabrikasi, kemudian hasil

18 3.2.3 Kendala Yang Dihadapi Adapun kendala yang dihadapi pada saat melaksanakan Praktik Kerja Lapangan PKL dibagian Penyusunan Program Paket Study Tour dan Laporan diantaranya

LAPORAN PRAKTIK INDUSTRI ANALISIS PERHITUNGAN VOLUME TULANGAN DAN VOLUME BETON PROYEK PEMBANGUNAN KAWASAN SAINS DAN TEKNOLOGI KST BABARSARI YOGYAKARTA STUDI KASUS PADA KOLOM