PENDAHULUAN
Latar Belakang
Tujuan PKL
- Manfaat Bagi Perusahaa
- Manfaat Bagi Universitas
- Manfaat Bagi Pembaca
Letak Lokasi Perusahaan
Jadwal Waktu Pelaksanaan PKL
TINJAUAN UMUM TEMPAT PKL
Profil Perusahaan
Visi dan Misi
Sebagai perusahaan kelas dunia, PT Bukit Asam (Persero) Tbk Coal Port mempunyai visi dan misi yang bertujuan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pemegang saham, s. Misi: Mengelola sumber daya energi dengan mengembangkan kompetensi perusahaan dan keunggulan manusia untuk menjamin nilai tambah yang maksimal bagi pemangku kepentingan dan lingkungan hidup.
Nilai Nilai Perusahaan
Logo Perusahaan
Tulisan Bukit Asam digunakan sebagai nama logo yang ditempelkan pada lambang logo di sisi kanan dengan bagian bawah berbentuk palang.
Struktur Organisasi
Gambaran Umum Perusahaan
- Proses Pembongkaran Batubara
- Operasional Pemuatan atau Pengkapalan Batubara
Belt conveyor 303 mengangkut batubara dari second crusher, selanjutnya dituangkan ke belt conveyor 304, yang kemudian dituangkan ke stockpile III sesuai jenis batubara masing-masing. Kegiatan ini merupakan penyelesaian alur pendistribusian batubara dari awal kedatangan yaitu proses pengiriman batubara ke kapal konsumen. Belt ini mempunyai ukuran dan kapasitas yang lebih besar (4.500 ton/jam) karena menerima batubara dari dua belt conveyor.
Berfungsi untuk menghancurkan batubara dari belt feeder sehingga diameter batubara lebih kecil dari 32 mm. Memiliki daya angkut 4.500 ton/jam untuk memindahkan batubara dari C12 ke C6. Proses selanjutnya sama seperti poin 3 sampai 10 pada proses pengiriman I diatas. Conveyor ini mempunyai daya angkut ton/jam yang digerakkan untuk mengangkut batubara dari C305 ke C307.
Merupakan conveyor batubara dari C306 sampai C8A dengan daya angkut ton/jam Proses lainnya sama seperti poin 6 sampai 10 pada operasional sistem pengangkutan I diatas. Alat yang berfungsi mengumpulkan dan mengarahkan batubara agar dapat dijangkau oleh excavator pada saat memuat batubara dari stockpile.
Peralatan Bongkar Muat Batubara
Juli 2006 Unit PTBA Peltar menyelesaikan pembangunan CHF pada akhir stockpile 3, khusus untuk pendistribusian batubara PLTU Tarahan. Satuan ini merupakan batas akhir batubara yang dikirim unit PTBA Peltar ke PLTU Tarahan. PT Bukit Asam (Persero) Tbk., Unit Pelabuhan Tarahan mempunyai 2 RCD yaitu RCD I dan RCD II.
Pengambilan batubara di Unit Peltar mempunyai 2 sistem, yaitu pengambilan batubara melalui kereta api yang disebut babaranjang (long train coal) dari Tanjung Enim dan pengambilan batubara melalui tongkang dari daerah lain (Kalimantan, Bengkulu, dll). Untuk batubara yang diterima dari Babaranjang harus disertai dengan surat keterangan pengangkutan (SA) yang memuat mutu batubara dan jumlah gerbong seri babaranjang yang diangkut, sedangkan batubara yang diterima dari tongkang harus disertai dengan sertifikat timbang yang memberikan keterangan. tentang kualitas dan kuantitas batubara. kargo diterima. Bukit Asam (Persero) Tbk, Unit Pelabuhan Tarahan selaku penjual terlebih dahulu mengadakan kontrak penjualan dengan pembeli, mengenai hal-hal yang harus disepakati oleh kedua belah pihak. Kredit adalah perjanjian atau jaminan tertulis yang diterbitkan oleh bank atas permintaan pemohon (importir), dimana bank berjanji akan melakukan pembayaran kepada penerima (eksportir).
Berdasarkan LC yang diterima dan dokumen ekspor yang diserahkan, bank dapat memberikan fasilitas kepada eksportir, antara lain: negosiasi (sight payment), diskon (usage payment), penagihan berdasarkan LC. Setelah kontrak pembelian kolaboratif dibuat, pembeli membeli. membuat LC kepada PTBA Unit Peltar sebagai penjual sebagai bukti kesanggupan pembeli melakukan pembayaran pembelian batubara. Surat pemberitahuan yang ditujukan kepada unit PTBA Peltar mengenai perkiraan waktu kedatangan kapal dikeluarkan oleh agen paling lambat tujuh hari. Untuk itu, unit Peltar PTBA menerbitkan Izin Alokasi Berth serta spesifikasi kapal yang akan berlabuh untuk dilaporkan kepada ADPEL melalui agen.
Untuk penanganan kapal pengangkut batubara ekspor, Unit Peltar PTBA menerbitkan instruksi pengiriman (instruction letter) yang diberikan kepada agen. Untuk melakukan verifikasi atau pemeriksaan barang, Unit Peltar PTBA menerbitkan surat permintaan pemeriksaan barang ekspor kepada Pemeriksa Pertanahan dengan. Sesuai dengan peraturan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai No. P-40/BC/2008 tentang tata cara kepabeanan di bidang ekspor, terhadap barang ekspor wajib diterbitkan surat pemberitahuan oleh pabean.
Surat ini diterbitkan oleh PTBA Unit Pelabuhan Tarahan dan memuat: tanggal dan waktu penerbitan invoice, jumlah muatan yang dimuat di kapal, harga satuan dan harga total, serta nama muatan. Merupakan pernyataan jumlah muatan di setiap palka kapal yang dikeluarkan oleh chief mate dan diketahui oleh perusahaan bongkar muat. Commercial invoice adalah invoice atau faktur yang diterbitkan oleh PTBA Unit Pelabuhan Tarahan, ditujukan kepada pembeli untuk menjelaskan jumlah uang yang harus dibayarkan.
PELAKSANAAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN
Pelaksanaan PKL : BINTANG DWI CAHYO, NPM 14311819 31
- Pelaksanaan Kerja
- Kendala Yang Dihadapi
- Cara Mengatasi Kendala
Pengadaan barang yang dibutuhkan oleh karyawan merupakan kerjasama yang dilakukan PT Bukit Asam dengan beberapa distributor seperti catering, manisan dll sebagai penyedia, dimana semua permintaan harus dilaporkan. Penempatan kerja lapangan (PKL) dilakukan di Bagian Penunjang Operasi. Bagian Penunjang Operasi bertugas mengkoordinasikan perencanaan, pelatihan, pengendalian operasional dan sumber daya di lingkungan PT Bukit Asam (Persero) Tbk yang diawasi oleh Bapak. Suwarto sebagai manajer operasi. Bagian Pendukung Operasi terdiri dari beberapa bagian seperti perencanaan kegiatan kerja, pelatihan pekerja dan pengendalian seluruh kegiatan operasional di lapangan.
Kegiatan yang dilakukan penulis saat melakukan kerja lapangan di PT Bukit Asam (Persero) Tbk. Pemantauan realisasi jam operasional alat berat merupakan kerjasama yang dilakukan oleh PT Lematang sebagai penyedia alat berat, dimana seluruh aktivitas alat berat harus dilaporkan kepada PT Bukit Asam (Persero) Tbk selaku penyewa alat berat. Data kegiatan monitoring bongkar muat tipper dicatat di lapangan dan kemudian diserahkan kepada staf pendukung operasional untuk dimasukkan sebagai data berapa jumlah batubara yang dikeluarkan setiap harinya untuk pembangkit listrik tenaga uap di PT Bukit Asam (Persero) TBK.
Selama melakukan kegiatan praktek kerja lapangan (PKL) di Bagian Pendukung Operasi, penulis menemui kendala pada proses pencatatan shift waktu yang masih bersifat manual, dimana shift waktu diambil oleh supervisor yang bekerja di lapangan, pada setelah dikirim ke PT. Kantor Bukit Asam, kemudian pegawai masuk menggunakan Microsoft Excel. Divisi Penunjang Operasi terletak di lantai 2 kantor pusat PT Bukit Asam (Persero) Tbk. Praktek kerja lapangan (PKL) yang dilakukan pada bagian Penunjang Operasi merupakan upaya pengelolaan penggunaan faktor produksi, tenaga kerja, mesin secara optimal. , peralatan, bahan baku dan faktor produksi. Bagian Pendukung Operasi terdiri dari beberapa tugas seperti perencanaan kegiatan kerja, pelatihan pekerja, perencanaan, perencanaan penanganan muatan batubara ekspor dan impor, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian seluruh kegiatan operasional di lapangan.
Kegiatan pembuatan izin alokasi dermaga ibarat izin sandar kapal yang memuat batubara di pelabuhan PT Bukit Asam, oleh karena itu unit PTBA Peltar menerbitkan izin alokasi dermaga serta spesifikasi kapal yang akan ditambatkan untuk dilaporkan kepada ADPEL melalui seorang agen. Slip lembur dibuat berdasarkan karyawan yang bekerja lembur, seluruh pekerja lapangan yang bekerja lembur dicatat terlebih dahulu kemudian diserahkan ke kantor PT Bukit Asam untuk dibuatkan SKPL yang kemudian dibuat rangkap 2, satu sebagai berkas pendukung operasional dan satu lagi untuk HR dan Umum dimasukkan dalam waktu lembur karyawan. Kegiatan Praktek Kerja Lapangan dapat melatih dan mempraktekkan keterampilan yang dipelajari di kampus dalam kondisi bisnis nyata serta menambah wawasan dunia kerja nyata di PT Bukit Asam (Persero) Tbk.
Setelah melakukan praktek kerja lapangan selama kurang lebih 2 bulan di PT Bukit Asam (Persero) Tbk. Besar harapan kami Unit Pelabuhan Tarahan dapat berpartisipasi kembali pada kegiatan praktek kerja lapangan kedepannya bagi mahasiswa Universitas Teknokratik Indonesia Lampung agar dapat belajar dengan rasa tanggung jawab atas pekerjaan yang dilakukan oleh PT Bukit Asam (Persero) Tbk. Helvijar Putra Utama, Evaluasi Antrean Pemuatan Kapal di Pelabuhan Muat untuk Mengurangi Waktu Tunggu di Unit Pelabuhan PT Bukit Asam Tarahan, Universitas Islam Bandung, Bandung.
- Pelaksanaan Kerja
- Kendala Yang Dihadapi
- Cara Mengatasi Kendala
Pelaksanaan PKL : OKI SETIAWAN, NPM 14312123
- Bidang Kerja
- Pelaksanaan Kerja
- Kendala Yang Dihadapi
- Cara Mengatasi Kendala
PENUTUP
Simpulan
Saran
Siswa harus terlebih dahulu menguasai dan mengembangkan ilmunya sebelum melakukan latihan lapangan.