laporan seminar
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, berkat rahmat dan karunia-Nya penulis telah dapat menyelesaikan tulisan yang berjudul “Laporan Singkat Pelaksanaan Seminar Manajemen Pendidikan”
Tulisan ini berisi uraian singkat pelaksanaan seminar manajemen pendidikan yang dilakukan oleh kelas 11 F dan kelas 11 E dalam perkuliahan Seminar Manajemen Pendidikan.
Pada kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada:
1. Bapak Prof. Dr. H. Dadang Suhardan, M.Pd, selaku Dosen Mata Kuliah Seminar Manajemen
Pendidikan yang telah memberikan dorongan dan bimbingan dalam pembuatan tulisan ini
2. Rekan mahasiswa Pasca Sarjana Unigal kelas 11 F sebagai panitia dan peserta Seminar
Manajemen Pendidikan
3. Rekan mahasiswa Pasca Sarjana Unigal kelas 11 E sebagai panitia dan peserta Seminar
Manajemen Pendidikan
4. Semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan laporan pelaksanaan Seminar
Manajemen Pendidikan ini.
Penulis menyadari tulisan ini tentunya jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran untuk perbaikan yang akan datang.
Ciamis, Juli 2011
Penulis,
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ...
DAFTAR ISI ...
BAB I LAPORAN PENYELENGGARAAN SEMINAR
A. Latar Belakang ...
B. Nama Kegiatan ...
C. Tujuan Kegiatan Seminar ...
D. Peserta Kegiatan ...
E. Tempat, Waktu Pelaksanaan Seminar ...
F. Panitia Seminar ...
G. Pembicara
H. Susunan Acara Seminar ...
BAB II MATERI SEMINAR
A. Prof. Udin Saud, PhD ...
B. Prof. Dadang Suhardan, M.Pd ...
C. H. Anto Risyanto ...
BAB III INTI SARI PERKULIAHAN SEMINAR PENDIDIKAN
A. Pembahasan Materi Tiap Kelompok ...
B. Permasalahan Pokok yang Dibahas ...
C. Permasalahan Menarik untuk Dijadikan Fokus Penelitian ...
BAB III PENUTUP
A. Simpulan ...
B. Saran ...
BAB I
LAPORAN PENYELENGGARAAN SEMINAR
A. Latar Belakang
Sejalan dengan era globalisasi yang makin dinamis, kompetensi merupakan faktor yang sangat dominan untuk dipersiapkan oleh semua pihak. Maka proses pendidikan diharapkan bermakna dalam mencerdaskan bangsa. Terkait dengan hal itu tertantang untuk penyelenggaraan pendidikan yang profesional dan bermutu serta penguasaan kompetensi pada setiap komponen, baik tenaga pendidik, tenaga kependidikan, maupun peserta didik sebagai subjek pendidikan.
Pasal 19 ayat 3 peraturan pemerintah (PP No. 19 Tahun 2005) tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP) berisikan bahwa setiap satuan pendidikan melakukan perencanaan, proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, penilaian hasil pembelajaran dan pengawasan.
Implementasi peraturan-peraturan pemerintah tersebut yang berperan penting salahsatunya adalah sekolah. Sekolah dituntut untuk mampu menjadikan output yang unggul, dalam rangka mencapai tujuan sekolah yang dikenal sebagai tujuan instruksional pada
khususnya dan tujuan pendidikan nasional pada umumnya. Tapi dalam pelaksanaannya tidak berjalan dengan cepat dan baik karena masih banyak kendala-kendala yang perlu diatasi dan diselesaikan.
Salah satu kendala diantaranya kurang sosialisasinya kajian–kajian yang membahas feneomena implementasi kebijakan atau peraturan dari para ahli atau pakar pendidikan sehingga diharapan ada masukan dari berbagai unsur pendidikan mulai dari tingkat sekolah, birokrasi, dan praktisi yang membahas problematika di lapangan dan solusi terbaik untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Dengan pemikiran dan latar belakang tersebut, maka dimunculkan gagasan untuk mengadakan seminar nasional dengan harapan bisa meneguhkan kembali semangat membangun pendidikan dasar pada khusunya dan pendidikan karakter bangsa dalam dalam mencapai tujuan pendidikan nasional pada umumnya.
B. Nama Kegiatan
Seminar pendidikan nasional yang diberi judul : “Revitalisasi Pengelolaan Pendidikan Dasar Berbasis Karakter Akhlak Mulia”
C. Tujuan Kegiatan Seminar
1. Memberikan wawasan dan pengetahuan mengenai Manajemen Pendidikan di tingkat
pendidikan dasar.
2. Memberikan wahana untuk memecahkan berbagai permasalahan dengan pengelolaan
pendidikan dalam upaya peningkatan mutu pendidikan.
3. Mensosialisasikan nilai-nilai pendidikan karakter bangsa dalam konsep kebudayaan dan
aplikasinya dalam keberagaman nasional.
4. Memotivasi dan menstimulasi masyarakat umum maupun masyarakat pendidikan untuk
menerapkan dan menyelenggarakan pendidikan karakter bangsa berdasarkan kebudayaan Nusantara.
5. Merumuskan dan mendeklarasikan rekomendasi "Pendidikan dan karakter Bangsa" .
D. Peserta Kegiatan Seminar
Peserta dalam seminar ini adalah mahasiswa Program Pascasarjana Universitas Galuh Ciamis dan praktisi pendidikan.
E. Tempat dan Waktu Kegiatan
1. Tempat : Hotel Tyara Plaza, Jalan Jendral Soedirman
No.185 Kabupaten Ciamis Jawa Barat.
2. Waktu : Hari Sabtu, Tanggal 23 Juli 2011
3. Pukul : 09.00 – 13.00 WIB
F. Panitia Seminar
Dalam pelaksanaan seminar yang dilakukan, panitia pelaksana merupakan gabungan dari kelas 11 e dan 11 f yang terbagi secara merata pada tiap bagian panitia pelaksana. Berikut ini susunan lengkap panitia
Penanggung Jawab : Direktur Pascasarjana Universitas Galuh Ciamis
: Prodi Manajemen Pendidikan Program Pascasarjana Universitas Galuh Ciamis
Ketua Pelaksana : Oyo Sunaryo Wakil Ketua : Iwan Setiawan
Sekretaris : Sarna Suryana
Wakil Sekretaris : Ihsan Nurohman
Bendahara : Siswati
Wakil Bendahara : Wina Wiwaha
Seksi-seksi
1. Akomodasi dan dokumentasi : Ade Risna
Yayat Suratman
Sofwan
H. Karsidi
Ayi Ruhimat
2. Tempat dan Peralatan : Rudi Sajidin
Harun Rustandi
Nanang Aziz
Dudung
3. Konsumsi : Ikeu Ratnawati
Euis Nunung
Diah Rodiah
Yuyun
Nia
4. Tamu : Ida Rosidah
Tuti Widiarti
Nia Kurniasih
Iis
Lilit Nurhayati
5. Keamanan : Guntur Nugraha
Agus Ali Nur
Suhendar
Ade Sukmana
6. Perlengkapan peserta : Arif Rifandi
Asep Heryadi
Arief Rakhmat
Ruswan
7. Humas : Eman
Januar
Enok
8. Acara
a. Pembawa acara : Euis Nunung
b. Pembaca Alquran : Ojak
c. Moderator : H. Karno
d. Notulen : Wawan
G. Pembicara
Prof. Dr. H. Udin S Sa’ud, M.Ed. (Guru Besar UPI)
“Revitalisasi Pengelolaan Sekolah untuk Fasilitasi Pendidikan Karakter Mulia yang Kokoh”
Prof. Dr. H. Dadang Suhardan, M.Pd (Dosen Pasca Sarjana Unigal)
“Revitalisasi Pembangunan Profesi Guru Tuntutan dan Permasalahannya”
H. Anto Risyanto (Kasubag Bina Program Disdik Kab Ciamis)
“Kebijakan pendidikan di bidang pendidikan dasar Kabupaten Ciamis”
H. Susunan Acara Seminar
1. Pembukaan
Pembacaan ayat suci Al-Quran
Menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya
2. Prakata Ketua Panitia Penyelenggara
3. Sambutan
Rektor Unigal
Direktur Pogram Pasca Sarjana Unigal diwakili oleh Prof Dadang S, MPd
Ketua Yayasan Unigal diwakili oleh Ketua Prodi Pasca Sarjana
4. Doa – Tutup
5. Acara Seminar
a. Uraian materi dari Prof. Udin Saud
b. Uraian materi dari H Anto Risyanto
c. Uraian materi dari Prof Dadang Suhardan
d. Tanya Jawab
e. Kesimpulan
BAB II
MATERI SEMINAR
A. Prof. Udin Syaefudin Sa`ud, PhD
Pengelolaan sekolah untuk fasilitasi pendidikan karakter mulia yang kokoh bagi generasi masa depan
Latar belakang masalah terdapat pada lembaga pendidikan dasar yang kehilangan ruh untuk pembangunan fondasi pendidikan sehingga diperlukan pendidikan karakter akhlak mulia.
Berangkat dari filosofi bahwa Karakter adalah sesuatu yang dilakukan secara spontan karena merupakan kebiasaan yang ada pada dirinya. Karakter terjadi karena proses pendidikan dan proses lain dari hidupnya. Sehingga diperlukan pendidikan karakter yang dikelola secara efektif oleh lembaga pendidikan dasar.
Bangsa harus dihuni dan dipimpin oleh insan dengan karakter mulia unggul cerdas dan kompetitif. Hasil pendidikan dan kreativitas berkontribusi 45 %, networking 25 %, technology 20 %, natural Resources 10%, terhadap daya saing suatu bangsa.
Peran utama pendidikan dasar dalam pendidikan akhlak mulia sangat penting karena pendidikan dasar merupakan wahana pendidikan yang efektif untuk membangun fondasi yang kokoh bagi bangunan karakter mulia masyarakat yang unggul cerdas dan kompetitif di masa depan
Rasional serta tujuan pendidikan akhlak mulia untuk membekali generasi masa depan dalam mengatasi dampak negatif iptek dan globalisasi. Terdapat beberapa isu strategis berkaitan dengan pendidikan akhlak mulia, yaitu :
1. pendidikan karakter tidak akan berhasil apabila SD SMP diposisikan sebagai lembaga
pendidikan pra akademik sehingga ukuran keberhasilannya lebih difokuskan kepada prestasi akademik
2. Substansi pendidikan karakter yang ditawarkan berbasis pengetahuan sistem evaluasinya hanya
dominan
3. Pendidikan karakter sebagai mata pelajaran khusus sehingga hanya dilaksanakan oleh guru
PKn atau agama
4. Pengelolaan sekolah secara keseluruhan belum melibatkan pihak orang tua dan masyarakat
sebagai mitra yang sejajar dalam proses pendidikan peserta didik Tugas pokok pendidikan dasar, adalah
1. Memberikan paspor pada anak untuk bekal hidup yang layak dan bermutu sesuai dengan
potensi yang dimiliki masing-masing
2. Mengidentifikasi potensi dominan yang dimiliki anak untuk dikembangkan pada lembaga
pendidikan lebih tinggi untuk hidup sukses
3. Memperkenalkan peserta didik dalam tata kehidupan sosial kemasyarakatan yang tertib dan
teratur
4. Memperkenalkan peserta didik terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat dijadikan bekal keahlian untuk hidup sukses di masa depan
Pendidikan karakter mulia merupakan proses pembelajaran berakhlak mulia dan terhormat secara sistematis dan terpadu melalui kegiatan pembimbingan, pemodelan dan pembiasaan tingkah laku peserta didik dalam kegiatan keseharian (ucapan dan tindakan) yang sesuai dengan norma, nilai, dan ajaran agama yang diyakini serta sesuai dengan falsafah bangsa dan masyarakat
Karakter adalah pola berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerjasama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Individu yang berkarakter mulia adalah individu yang bisa membuat keputusan yang sesuai dengan norma kehidupan dan siap mempertanggungjawabkan tiap akibat dari keputusan yang dibuatnya.
Aspek yang perlu direvitalisasi dalam pengelolaan sekolah untuk fasilitasi pendidikan karakter mulia
1. Pemahaman terhadap fungsi dasar lembaga pendidikan dasar
2. Program kurikulum dan proses pembelajaran
3. Sistem penilaian proses dan hasil belajar peserta didik
4. Keterlibatan ortu dan masrakat dalam proses pendidikan anak
5. Penerapan model “Community School Based Management”
B. Prof. Dadang Suhardan, M.Pd
Revitalisasi Pembangunan Profesi Guru Tuntutan dan Permasalahannya
Rujukan dari makalah seminar diambil dari :
1. Report UNECO 2009
2. Deklarasi Bali Tahun 2009
3. Pengembangan sistem Pendidikan Tenaga Kependidikan abad 21
4. Platform reformasi pendidikan dan pengembangan SDM
Inti sari pesan rujukan tersebut mencakup beberapa hal, yaitu :
1. Investasi di bidang pendidikan
2. Kualitas guru dalam peningkatan mutu pendidikan
3. Kesejahteraan guru
4. Tantangan terhadap pendidikan
Guru merupakan kunci peningkatan kualitas pendidikan karena sebanyak apapun dana, teknologi, fasilitas takkan mampu melahirkan kualitas lulusan tanpa guru yang berkualitas.
Paradigma pentingnya kualitas guru : 1) usaha meningkatkan kualitas pendidikan dasar tanpa memperbaiki kualitas gurunya merupakan sebuah ilusi dan fatamorgana kalau tidak dikatakan sebuah kemustahilan, 2) guru berkualitas memiliki kemampuan melahirkan nilai-nilai keunggulan ketika melayani proses belajar peserta didiknya. Ia mampu menciptakan budaya belajar yang menjadi perilaku kemandirian bagi peserta didiknya di kemudian hari, 3) guru berkualitas merupakan sumberdaya dalam setiap inovasi pendidikan yang banyak melahirkan ide kecakapan maupun nilai yang sangat dibutuhkan anak didik ketika belajar dan di kemudian hari.
Arti profesi secara umum adalah :
1. Jabatan pengabdian yang dilaksanakan sepanjang hayat
2. Pekerjaan yang menjadi sumber kehidupan
3. Dituntut pendidikan profesi sebagai persyaratan memperoleh keahlian, kemahiran, kecakapan, yang memenuhi standar mutu berdasarkan pendidikan profesi
4. Kualifikasi akademik untuk memenuhi persyaratan profesi diperoleh melalui pendidikan
program pasca sarjana magister (S2) atau Doktor (S3)
Guru merupakan sebuah profesi, terdapat beberapa pernyataan tentang profesi guru, yaitu :
1. Status profesi guru dijamin pemerintah melalui Undang-undang No. 14 Tahun 2005 tentang
Guru dan Dosen serta Peraturan Pemerintah No. 37 Tahun 2009 Tantang Dosen
2. Kedudukannya sebagai tenaga profesi dimaksudkan untuk meningkatkan martabat dan mutu
pendidikan nasional
3. Kedudukan guru sebagai tenaga profesional dibuktikan dengan sertifikat pendidik
4. Sebagai penyandang profesi guru dituntut mengembangkan diri agar dapat memberi
pengalaman belajar bermutu kepada para mahasiswanya
5. Pengembangan profesi merupakan kegiatan untuk menambah pengetahuan dan keterampilan
dalam meningkatkan layanan belajar
Tujuan pengembangan profesi adalah mengembangkan profesi guru agar meningkatkan layanan belajar agar kemampuan profesionalitasnya memiliki daya efektivitas yang tinggi sehingga sanggup memberi pelayanan belajar yang lebih memuaskan. Semakin profesional semakin mampu memberi layanan belajar semakin mudah peserta didik menerima pelajarannya.
Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik mengajar membimbing mengarahkan melatih menilai dan mengevaluasi peserta didik pada paud jalur pendidikan formal, pendas, dan pendidikan menengah
Ciri guru : personifikasi pribadi luhur yang disegani berwibawa sayang terhadap peserta didik. Lebih lanjut ciri guru adalah :
1. Gambaran sosok pribadi yang yang beriman dan taqwa yang benar membaca dan menulis untuk mengembangkan kemampuannya
2. Ucapannya mengubah perilaku peserta didik
3. Ramah santun arif bijaksana dalam pelayan
4. Unsur utama dalam mencerdaskan kehidupan bangsa
Kriteria prestasi guru, adalah sebagai berikut :
1. Menghasilkan peserta didik berprestasi pada tingkat lokal nasional internasional
2. Menulis karya ilmiah
3. Menghasilkan karya pembelajaran kreatif inovatif
4. Menulis buku, jurnal dan mengisi rubrik di mass media
5. Memperoleh penghargaan di bidangnya
6. Melaksanakan tugas pokoknya
Hambatan dalam pengembangan profesi guru, diantaranya :
1. Aktivitas guru belum terfokus pada memberi layanan terbaik yang seharusnya diberikan karena
belum banyak memperoleh bantuan pengembangan profesinya
2. Guru kreatif belum bisa mengembangkan diri karena iklim kerja yang belum memungkinkan
kreaativitas memperoleh penghargaan yang layak
3. Guru tidak mau mengembangkan diri menyebabkan kreativitas mengajarnya rendah dan
berdampak pada daya saing sekolahnya
Tuntutan pengembangan diri guru, mencakup :
1. Siapapun yang berada di dalam jabatan profesional dituntut mengembangkan diri supaya
sanggup meningkatkan pelayanan sesuai dengan tuntutan kebutuhan pihak yang dilayaninya
2. Pengembangan diri merupakan komitmen seorang penyandang profesi dalam mempertajam
keahliannya
3. Jabatan guru tidak hanya sekedar jabatan atau pekerjaan mengajar untuk mentransformasikan
informasi kepada muridnya melainkan sejalan dengan anggapan mesyarakat terhadap pendidikan yaitu menentukan tingkat kesejahteraan bangsa karena pendidikan merupakan investasi dalam bentuk sumber daya manusia
Salah satu indikator dalam pengembangan profesi guru adalah tercapainya kepuasan belajar peserta didik, cirinya :
1. Anak ketagihan belajar karena tahu nikmatnya belajar
2. Guru mampu menciptakan rasa ketagihan belajar pada diri anak
3. Kepuasan belajar bukan hanya diciptakan oleh guru tapi juga memanfaatkan ide dan kemauan
anak
4. Proses belajar didasarkan pada anak senang belajar dengan cara yang disenanginya di tempat
dimana anak senang berada diciptakan oleh guru dan sekolah
Indikator lainnya dalam pengembangan profesi guru adalah tercapainya kualitas penyajian pembelajaran oleh guru, cirinya :
1. Mampu menjelaskan yang rumit menjadi mudah
2. Mampu menjelaskan abstrak jadi konkret
3. Mampu menjelaskan susah jadi mudah
4. Mampu menjelaskan berbelit jadi sederhana
5. Mampu memberikan contoh dengan tepat
6. Mampu menjelaskan berat jadi ringan
Indikator selajutnya adalah terbentuknya proses belajar anak yang sesungguhnya, yaitu :
1. Proses belajar harus berdasarkan pada kesenangan anak belajar dengan cara anak sendiri di
tempat yang disukainya
2. Guru mampu menciptakan ruang belajar yang ada supaya anak senang belajar
3. Guru mampu mengubah tempat belajar yang menyenangkan anak, sesuai dengan usianya dan
kebutuhannya
Beberapa contoh pengembangan profesi, yaitu :
1. Melaksanakan kegiatan karya tulis/karya ilmiah di bidang pendidikan
2. Menemukan teknologi tepat guna di bidang pendidikan dan pembelajaran
3. Mengembangkan media belajar yang inovatif
4. Menciptakan karya seni
5. Mengikuti kegiatan pengembangan ilmu pengetahuan
C. H. Anto Risyanto
Kebijakan Pembangunan Pendidikan di Bidang Pendidikan Dasar Kabupaten Ciamis
Visi : “Dengan iman dan taqwa Ciamis mantap sejahtera di tahun 2014”.
Misi : 1) Meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan pengamalan agama sesuai dengan tuntunan Allah dan Utusan-Nya;
2) Meningkatkan sumber daya yang berakhlak mulia, amanah, produktif dan berdaya saing;
3) Meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan daerah,
4) Mewujudkan perekonomian daerah dan masyarakat yang tangguh dan berdaya saing berbasis
potensi unggulan lokal;
5) Meningkatkan pemberdayaan masyarakat dan desa;
6) Meningkatkan pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan hidup guna
mendukung pembangunan berkelanjutan.
7) Meningkatkan kualitas dan kuantitas infrastruktur wilayah dan pedesaan.
Sasaran Pembangunan Pendidikan Kabupaten Ciamis : 1. Tercapainya Wajar Dikdas 12 Tahun pada tahun 2014
2. Meningkatnya Rata-rata Lama Sekolah (RLS) dan Angka Melek Huruf (AMH)
3. Meningkatkan akses pendidikan non formal dan informal yang ditandai meningkatnya APK/APM serta angka melanjutkan sekolah
4. Meningkatnya kualitas Sumber Daya Manusia Tenaga Pendidik dan tenaga kependidikan, guru minimal S1 atau D4.
5. Tersedianya data dan informasi yang akurat di bidang Pendidikan Dasar, menengah, dan pendidikan luar sekolah
6. Meningkatkan mutu dan akses pendidikan formal dan non-formal 7. Meningkatnya lembaga pendidikan kejuruan (SMK).
8. Meningkatnya sarana dan jumlah laboratorium di sekolah 9. Terealisasinya anggaran pendidikan 20%.
Pendidikan adalah sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia
Dinas di masa otonomi daerah menyelenggarakan urusan pemerintah daerah bidang pendidikan berdasarkan asas otonomi, dekonsentrasi, dan tugas perbantuan terdiri dari :
Tugas dinas pendidikan melaksanakan kewenangan daerah sebagian bidang pendidikan serta melaksanakan kewenangan bidang pemuda dan olahraga.
Tingkat pendidikan masyarakat Kab.Ciamis 2008 :
o 15 tahun ke atas berpendidikan SD (50,88%), o tidak tamat SD (15,48%),
o tidak sekolah (2,95%), o SLTP (17,50%), o SLTA (10,29%)
o Perguruan Tinggi (2,90%).
Jumlah lembaga pendidikan di Kabupaten Ciamis : o 378 Taman Kanak-kanak,
o 1.049 SD, o 139 SMP,
o 29 SMP Terbuka, o 33 SMA,
o 47 SMK,
o 7 Akademi/Perguruan Tinggi.
Terdapat pula sekolah dalam naungan Kementrian Agama yakni o 396 Madrasah diniyah,
o 212 Madrasah Ibtidaiyah, o 119 Madrasah Tsanawiyah, o dan 37 unit Madrasah Aliyah o 439 pondok pesantren
Seiring tuntutan kebutuhan dan kemajuan ilmu pengetahuan yang terus berkembang maka
Dinas Pendidikan melakukan langkah-langkah proaktif untuk membangun pendidikan lebih maju. Tagetnya antara lain : tercapainya angka rata-rata lama sekolah (minimal 9), tercapainya wajar dikdas 12 tahun 2014, naiknya angka melek huruf serta IPM. Program lainnya adalah meningkatkan akses pendidikan non formal dan informal yang ditandai meningkatnya APK/APM serta angka melanjutkan sekolah.
Langkah yang sedang dijalankan, ialah :
1. Meningkatkan kualitas SDM tenaga pendidik dan tenaga kependidikan guru minimal S1 atau
D4
2. Mengupayakan Tersedianya data dan informasi yang akurat di bidang pendidikan dasar
menengah dan pendidikan luar sekolah
3. Meningkatkan kualitas lembaga pendidikan kejuruan SMK
4. Melengkapi sarana dan jumlah lab di sekolah
5. Mengupayakan terealisasinya akreditasi bagi lembaga pendidikan dasar yaitu 378 unit TK,
1049 SD, 139 SMP dan 29 SMP terbuka
Bukti nyata hasil program pendidikan Kab. Ciamis adalah naiknya angka IPM dari tahun ke tahun (IPM Ciamis 77,90 pada 2009, 70,57 pada 2008 dan 70,14 pada 2007 dan 69,80 2006).
AMH Ciamis (tahun 2006 mencapai 95,67 tahun 2007 mencapai 96,57 tahun 2008/2009 mencapai 96,60).
Kendala yang dihadapi dalam peningkatan mutu pendidikan
1. Carut marutnya Otonomi daerah
2. Tidak seimbangnya personel dinas pendidikan dengan jumlah guru serta beratnya tugas yang
harus diemban
3. Banyaknya kebijakan pemerintah yang tidak sejalan dengan kebijakan pemerintah daerah
4. Tidak sinkronnya antara panduan (juklak juknis) dari pemerintah pusat dengan keputusan pelaksanaan di daerah
5. Keadaan sosial ekonomi masyarakat yang masih rendah
6. Gencarnya pengaruh budaya luar terhadap genarasi muda
Upaya mengatasi masalah rendahnya mutu pendidikan
1. Pengembangan profesi guru dengan diklat, lokakarya dan sejenisnya
2. Peningkatan kualifikasi pendidikan guru
3. Penguatan program sertifikasi
4. Pengembangan kegiatan organisasi profesi seperti PGRI
5. Pengembangan kegiatan KKG, MKKG, KKKS, MKKKS, KKPS, serta MKPS dengan Program
Bermutu
6. Pengembangan pembelajaran PAIKEM
7. Peningkatan kemampuan guru melakukan penelitian melalui PTK, Lesson Study dan Case
Study untuk menyongsong sistem penilaian kinerja guru BAB III
INTI SARI PERKULIAHAN SEMINAR PENDIDIKAN
A. Pembahasan Materi Tiap Kelompok
Kelompok 1 membahas makalah yang berjudul : “Manajemen Berbasis Sekolah”
Kelompok 2 membahas makalah yang berjudul : “Pemberdayaan guru dan pengembangan kompetensi dlm meningkatkan pelayanan belajar”
Kelompok 3 membahas makalah yang berjudul : “Mutu pendidikan dan akuntabilitas pelayanan belajar ”
Kelompok 4 membahas makalah yang berjudul : “Pendidikan akhlak dan kejujuran ditengah kemerosotan moral bangsa”
Kelompok 5 membahas makalah yang berjudul : “Sinkronisasi dalam bekerja ; Instrusksi, kreativitas dan profesionalisme”
Kelompok 6 membahas makalah yang berjudul : “Dampak,fungsi, dan kontribusi komite sekolah pada peningkatan kinerja sekolah”
B. Permasalahan Pokok yang Dibahas
Makalah Manajemen Berbasis Sekolah membahas secara komprehensif tentang manajemen berbasis sekolah. Pengertian, aspek-aspek dalam MBS, Tujuan dan fungsi MBS, Manfaat MBS serta Cara pelaksanaan MBS.
Makalah Dampak, fungsi, dan kontribusi komite sekolah pada peningkatan kinerja sekolah membahas komite sekolah dari pengertian, unsur-unsur kepengurusan, cara pemilihan, hubungan dengan sekolah, masa kerja serta aspek lainnya tentang komite sekolah.
Makalah Sinkronisasi dalam bekerja ; Instruksi, kreativitas dan profesionalisme membahas pengertian instruksi, kreativitas, profesionalisme guru. Manfaat struktur dan instruksi dalam organisasi sekolah, manfaat kreativitas dan profesionalisme terhadap kinerja guru serta produktivitas sekolah. Juga dibahas cara sinkronisasi (penyelarasan) antara instruksi, kreativitas dan profesionalisme dalam organisasi sekolah.
Makalah Pendidikan akhlak dan kejujuran di tengah kemerosotan moral bangsa membahas pengertian pendidikan akhlak, penerapan pendidikan akhlak mulia dalam menekan kemerosotan moral generasi muda serta kendala yang masih dirasakan juga solusi yang coba dilakukan.
Makalah Pemberdayaan guru dan pengembangan kompetensi dalam meningkatkan
pelayanan belajar membahas pengertian kompetensi guru, ciri layanan belajar bermutu serta cara meningkatkan kompetensi guru melalui pengembangan profesionalisme guru dengan PTK.
Makalah Mutu pendidikan dan akuntabilitas pelayanan belajar membahas pengertian mutu, ciri pendidikan yang bermutu serta akuntabilitas pelayanan belajar bermutu.
C. Permasalahan Menarik untuk Dijadikan Fokus Penelitian
1. Mutu layanan belajar
Mutu layanan belajar dan faktor yang mempengaruhinya merupakan topik yang sangat menarik untuk dibahas dan diteliti lebih lanjut. Masalah mutu layanan belajar merupakan hal penting dalam pendidikan karena merupakan muara utama kinerja lembaga pendidikan untuk menghasilkan output berkualitas.
Saat ini masih banyak lembaga pendidikan yang mutu layanan belajarnya belum optimal.
Untuk itu harus dicari faktor yang memberikan kontribusi terhadap mutu layanan belajar dan diadakan penelitian lebih lanjut faktor tersebut mempengaruhi mutu layanan belajar di suatu lembaga pendidikan.
2. Profesionalisme guru
Guru sebagai komponen sekolah peranan penting bahkan disebut sebagai ujung tombak keberhasilan pendidikan. Dalam proses pendidikan Guru menempati posisi yang strategis dan peranan kunci dalam kegiatan proses belajar mengajar, artinya Guru harus mampu memberi bantuan kepada siswa untuk memperoleh pengetahuan dan ketrampilan sesuai tujuan pendidikan. Guru merupakan fasilitator atau informasi yang diperlukan siswa, ia berperan besar membina siswa untuk memiliki sikap mental dan intelektual yang baik.
Untuk mencapai fungsi guru yang begitu besar dalam proses pendidikan maka seorang guru harus memiliki kinerja yang baik dan optimal. Guru harus memiliki berbagai kompentensi
yang dibutuhkan untuk digunakan dalam tugasnya.
Sikap selalu meningkatkan kemampuan kompetensi disebut profesionalisme. Banyak faktor yang mempengaruhi profesionalisme guru baik dari dalam diri guru seperti motivasi berprestasi, kreativitas, kepuasan kerja maupun dari luar guru seperti pengawasan, supervisi, pembinaan, kompensasi.
Masalah ini menarik untuk dibahas karena saat ini sikap profesionalisme guru masih cenderung rendah dan masih banyak guru belum mau menyesuaikan diri dengan perubahan zaman. Untuk itu harus diadakan penelitian terhadap sikap profesional guru dan faktor yang mempengaruhinya serta dampaknya terhadap kinerja guru.
3. Manajemen berbasis sekolah
Manjemen Berbasis Sekolah ( MBS ) merupakan salah satu upaya meningkatkan mutu lembaga pendidikan. Langkah kebijakan serta program kerja sekolah seperti visi, misi, tujuan dan strategi sekolah dalam menunjang keberhasilan sekolah merupakan kewenangan sekolah.
Tentu sesuai dengan aturan yang berlaku.
Masalah MBS menarik untuk diteliti dalam melihat keberhasilan MBS dalam meningkatkan mutu sekolah. Juga menarik dilihat faktor apa saja yang mempengaruhi pelaksanaan MBS di lembaga pendidikan.
BAB III PENUTUP
A. Simpulan
Dari pelaksanaan perkuliahan “Seminar Manajemen Pendidikan” dapat ditarik beberapa kesimpulan, yaitu :
1. Seminar merupakan pertemuan ilmiah berbentuk persidangan untuk membahas dam mencari
pemecahan masalah yang resonable, dihadiri oleh para pakar dalam bidangnya masing-masing, mereka bertukar fikiran, berdiskusi, berdebat mencari pemecahan yang paling baik/benar/mungkin dalam menyelesaikan permasalahan yang sedang dihadapi.
2. Pelaksanaan perkuliahan “Seminar Manajemen Pendidikan” dilakukan dengan memberikan
kesempatan pada tiap kelompok untuk mempresentasikan makalahnya di depan kelas dan ditanggapi oleh mahasiswa lainnya. Kegiatan ini sangat bermanfaat dalam memberikan peserta pola fikir ilmiah dalam pemecahan masalah.
3. Pelaksanaan Seminar Nasional “Revitalisasi Pengelolaan Pendidikan Dasar Berbasis Karakter
Akhlak Mulia” dengan panitia pelaksanaa dari kelas 11 e dan 11 f memberikan latihan langsung praktek pelaksanaan seminar setingkat nasional sejak persiapan dan pelaksanaannya. Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk dilaksanakan dalam praktek seminar pendidikan dalam lingkungan kerja masing-masing mahasiswa.
B. Saran
Dalam pelaksanaan perkuliahan “Seminar Manajemen Pendidikan” ada beberapa saran yang bisa disampaikan, yaitu :
1. Untuk pelaksanaan seminar setara seminar nasional diharapkan kontribusi dari institusi Unigal
dalam mendorong pihak lain berpartisipasi dalam kegiatan tersebut seperti mahasiswa kelas lain atau dalam mendatangkan narasumber.
2. Untuk panitia seminar hendaknya meningkatkan komunikasi dan koordinasi dalam
melaksanakan kegiatan agar hasil yang dicapai dapat lebih optimal