• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN TERMINAL LEUWIPANJANG

N/A
N/A
rafli siddiq

Academic year: 2025

Membagikan "LAPORAN TERMINAL LEUWIPANJANG"

Copied!
65
0
0

Teks penuh

(1)

PENGGUNAAN MESIN TIKET ELEKTRONIK DI TERMINAL LEUWIPANJANG

LAPORAN MAGANG

Diajukan Oleh:

RAFLI SIDDIQ AL HAKIM NOTAR : 2101312

POLITEKNIK TRANSPORTASI DARAT INDONESIA – STTD PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN TRANSPORTASI DARAT

BEKASI

2025

(2)

PENGGUNAAN MESIN TIKET ELEKTRONIK DI TERMINAL LEUWIPANJANG

LAPORAN MAGANG

Diajukan Dalam Rangka Penyelesaian Program Studi Sarjana Terapan Transportasi Darat

Guna Memperoleh Sebutan Sarjana Terapan Transportasi

Oleh:

RAFLI SIDDIQ AL HAKIM NOTAR: 2101312

POLITEKNIK TRANSPORTASI DARAT INDONESIA – STTD PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN TRANSPORTASI DARAT

BEKASI

(3)

Pembimbing Lapang

Asep Hidayat, S.Sos NIP. 19761206 200801 1 005 LEMBAR PENGESAHAN MAGANG

“PENGGUNAAN MESIN TIKET ELEKTRONIK DI TERMINAL LEUWIPANJANG”

SEMESTER MAGANG: VIII TAHUN AKADEMIK 2024/2025

TERMINAL TIPE A LEUWIPANJANG

Jalan Soekarno Hatta No.205, Kelurahan Situsaeur, Kecamatan Bojongloa Kidul, Kota Bandung Provinsi Jawa Barat 40234

Disetujui,

Mengetahui, Mahasiswa Magang,

Rafli Siddiq Al Hakim 2101312

Dosen Pembimbing Magang

Tatang Adhiatna, A.TD., Dip.TPP., M.Sc., M.DEV,Plg

NIP. 19660331 198903 1 004

Ketua Prodi Sarjana Terapan Transportasi Darat

Dr. Novita Sari, S.T, M.Eng

NIP. 19821120 200912 2 001

(4)

KATA PENGANTAR

Puji Syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat dan petunjuk-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan Magang di Terminal Tipe A Leuwipanjang Kota Bandung dengan tepat waktu. Laporan magang ini dibuat berdasarkan kondisi dan kegiatan yang dilakukan oleh Mahasiswa/I di lapangan selama proses kegiatan praktik di Terminal Tipe A Leuwipanjang Kota Bandung, banyak ilmu dan pengalaman yang telah penulis dapat dari proses pelaksanaan kerja praktik selama satu bulan.

Penulisan laporan magang ini disusun dalam rangka penyelesaian studi program Sarjana Terapan Transportasi Darat di Politeknik Transportasi Darat Indonesia-STTD. Dalam penyelesaian penyusunan laporan magang ini penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu serta dukungan kepada:

1. Bapak Avi Mukti Amin, S.Si.T., M.T. selaku Direktur Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD 2. Ibu Novita Sari, M.T., M.Eng. selaku Ketua Jurusan Sarjana Terapan Transportasi Darat

3. Bapak Tatang Adhiatna, A.TD., Dip.TPP, M.Sc, D.DEV.Plg selaku dosen pembimbing kami yang telah membimbing dan mengarahkan guna menyelesaikan laporan ini.

4. Bapak Hanura Kelana Iriana, A.Md.LLAJ., S.Sos., S.H., M.M selaku Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas I Jawa Barat

5. Bapak Asep Hidayat, S.Sos selaku Pengawas Satuan Pelayanan Terminal Tipe A yang telah mengawasi dan membantu kelancaran selama kegiatan magang ini.

6. Bapak – Bapak petugas lapangan dari regu A, B, dan C yang telah membantu mengarahkan dan mengayomi kami di lapangan

7. Kak Nurindah Khusnul Irfani yang telah membantu memenuhi seluruh kebutuhan kami selama kegiatan magang di Terminal

8. Serta rekan – rekan magang BPTD Kelas I Jawa Barat yang memberikan semangat dan dukungannya dalam pelaksanaan magang hingga laporan ini selesai.

Mengingat dalam penyusunan laporan magang ini penulis masih terdapat banyak kekurangan baik dalam penulisan, Bahasa, maupun pembahasan masih jauh dari kata sempurna, dengan segala kerendahan hati penuis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan laporan magang selanjutnya. Semoga laporan magang ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang membacanya.

Bandung, 14 Februari 2025 Penulis

RAFLI SIDDIQ AL HAKIM NOTAR: 2101312

(5)

DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN MAGANG ... i

KATA PENGANTAR ... ii

DAFTAR ISI ... iii

DAFTAR GAMBAR ... iv

DAFTAR TABEL ... vi BAB I PENDAHULUAN ... I-1 1.1 Latar Belakang ... I-1 1.2 Tujuan Magang ... I-1 1.3 Manfaat Magang ... I-2 1.4 Tujuan Penulisan... I-2 BAB II PROFIL MITRA MAGANG ...II-3 2.1 Sejarah dan Profil Mitra Magang ...II-3 2.1.1 Profil Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas I Jawa Barat ...II-3 2.1.2 Sejarah dan Profil Terminal Tipe A Leuwipanjang ...II-3 2.2 Struktur Mitra Magang ...II-17 2.2.1 Struktur Organisasi Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas I Jawa Barat ...II-17 2.2.2 Struktur Organisasi Terminal Leuwipanjang ...II-17 2.3 Visi, Misi, Tugas dan Fungsi Mitra Magang ...II-20 2.3.1 Visi Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas I Jawa Barat ...II-20 2.3.2 Misi Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas I Jawa Barat ...II-20 2.3.3 Visi Terminal Leuwipanjang ...II-20 2.3.4 Misi Terminal Leuwipanjang ...II-20 2.4 Kegiatan Produksi Terminal Leuwipanjang...II-21 BAB III PELAKSANAAN MAGANG ... III-1 3.1 Aktifitas Harian Magang ... III-1 3.1.1 Aktivitas Utama ... III-2 3.1.2 Aktivitas Tambahan ... III-10 3.2 Analisis Kegiatan ... III-12 3.2.1 Kendala Penggunaan Mesin Tiket ... III-12 3.3 Pembelajaran Hal Baru ... III-20 BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN ... IV-1 4.1 Kesimpulan ... IV-1 4.2 Saran ... IV-1 BAB V REFLEKSI DIRI ... V-1 DAFTAR PUSTAKA ... V-2 LAMPIRAN ... V-3

(6)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2. 1 Terminal Tipe A Leuwipanjang ...II-4 Gambar 2. 2 Lokasi Terminal Leuwipanjang ...II-4 Gambar 2. 3 Tampilan terminal sebelum direvitalisasi ...II-5 Gambar 2. 4 Tampilan terminal setelah direvitalisasi ...II-5 Gambar 2. 5 Peresmian terminal oleh Presiden RI ...II-6 Gambar 2. 6 Layout Terminal Leuwipanjang ...II-6 Gambar 2. 7 Layout Gedung A Lantai 1 ...II-7 Gambar 2. 8 Layout Gedung B Lantai 1 ...II-8 Gambar 2. 9 Layout Shelter Bus ...II-8 Gambar 2. 10 Jalur kedatangan kendaraan ...II-9 Gambar 2. 11 Jalur keberangkatan kendaraan ...II-9 Gambar 2. 12 Counter tiket ...II-9 Gambar 2. 13 Kantor pegawai terminal ...II-10 Gambar 2. 14 Ruang tunggu penumpang ...II-10 Gambar 2. 15 Pengelolaan lingkungan hidup ...II-10 Gambar 2. 16 Perlengkapan jalan ... II-11 Gambar 2. 17 Media informasi ... II-11 Gambar 2. 18 Area parkir terminal ... II-11 Gambar 2. 19 Fasilitas bagi penumpang prioritas...II-12 Gambar 2. 20 Fasilitas kesehatan ...II-12 Gambar 2. 21 Fasilitas ibadah ...II-12 Gambar 2. 22 Pos pengamanan polisi ...II-13 Gambar 2. 23 Alat pemadam kebakaran ...II-13 Gambar 2. 24 Fasilitas toilet ...II-13 Gambar 2. 25 Area komersil terminal ...II-14 Gambar 2. 26 Area pengendapan bus ...II-14 Gambar 2. 27 Fasilitas mesin tiket online ...II-14 Gambar 2. 28 Area bermain anak-anak ...II-15 Gambar 2. 29 Sky-bridge ...II-15 Gambar 2. 30 Struktur Organisasi BPTD Kelas I Jawa Barat ...II-17 Gambar 2. 31 Struktur Organisasi Terminal Leuwipanjang ...II-18 Gambar 3. 1 Kegiatan Rampcheck kendaraan ... III-2 Gambar 3. 2 Tampilan awal website SPIONAM ... III-3 Gambar 3. 3 Tampilan halaman data kendaraan ... III-3 Gambar 3. 4 Form pintu kedatangan kendaraan ... III-4 Gambar 3. 5 Tampilan awal website STRATEGI ... III-5 Gambar 3. 6 Halaman input data kendaraan ... III-5 Gambar 3. 7 Tampilan data bus yang sudah diinput ... III-6 Gambar 3. 8 Kegiatan pengaturan lalu lintas di Terminal ... III-6 Gambar 3. 9 Kegiatan di pos pusat informasi ... III-7 Gambar 3. 10 Pelayanan di pos POCADI ... III-8 Gambar 3. 11 Kegiatan input data di pos pintu keluar ... III-8 Gambar 3. 12 Formulir data keberangkatan kendaraan ... III-9 Gambar 3. 13 Penghitungan penumpang yang masuk kedalam gedung terminal ... III-10

(7)

Gambar 3. 14 Kegiatan apel pagi ... III-10 Gambar 3. 15 Kegiatan jumat bersih ... III-11 Gambar 3. 16 Sosialisasi SALUD ... III-12 Gambar 3. 17 Mesin Tiket Indonesia ... III-13 Gambar 3. 18 Tampilan awal saat mesin tiket dihidupkan ... III-14 Gambar 3. 19 Halaman awal mesin tiket elektronik ... III-14 Gambar 3. 20 Menu pilihan jenis pemesanan tiket ... III-15 Gambar 3. 21 Menu cetak tiket reservasi ... III-16 Gambar 3. 22 Menu pemilihan kota tujuan keberangkatan ... III-16 Gambar 3. 23 Menu pemilihan kursi penumpang ... III-17 Gambar 3. 24 Menu input data diri penumpang ... III-17 Gambar 3. 25 Menu metode pembayaran ... III-18 Gambar 3. 26 Contoh tiket elektronik ... III-18 Gambar 3. 27 Daftar tarif bus ... III-19

(8)

DAFTAR TABEL

Tabel 2. 1 Daftar Trayek AKAP di Terminal Leuwipanjang ...II-15 Tabel 2. 2 Daftar Trayek AKDP di Terminal Leuwipanjang ...II-16 Tabel 2. 3 Daftar Trayek Bus Kota di Terminal Leuwipanjang ...II-16 Tabel 2. 4 Daftar SDM di Terminal Leuwipanjang...II-20 Tabel 2. 5 Data Produksi Kendaraan Terminal Leuwipanjang ...II-21 Tabel 3. 1 Jadwal kegiatan magang ... III-1

(9)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Adanya perubahan sosial, budaya, dunia kerja dan kemajuan teknologi yang pesat menuntut perguruan tinggi dapat menyiapkan Mahasiswa/lulusan yang agile dan link and match dengan dunia usaha, dunia industri dan dunia kerja (DUDIKA). Paradigma ini semakin menuntut perguruan tinggi untuk memastikan lulusannya selain memiliki kualifikasi akademik jenjang diploma/sarjana, juga memiliki kompetensi kerja yang dibuktikan dengan pengalaman magang kerja dan sertifikasi kompetensi. Sehingga dalam waktu yang tidak terlalu lama semenjak meraih diploma/sarjana, sesuai dengan profil lulusan program studi, lulusan mampu dengan tepat memenuhi tuntutan kerja profesionalnya.

Kurikulum Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD memberi kesempatan pengalaman Mahasiswa untuk melaksanakan Magang dengan dibimbing para Dosen dan Mentor dari DUDIKA, sehingga akan memberikan pengalaman praktek lapangan langsung yang terbaik untuk mewujudkan lulusan Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD yang selalu relevan dengan kebutuhan kerja profesional, memiliki daya saing tinggi untuk mewujudkan profil lulusan Program Studi Transportasi Darat Sarjana Terapan PTDI-STTD, yaitu:

1. Memiliki kompetensi lulusan sebagai berikut:

a. Merancang dan membangun model sistem transportasi, mengimplementasikan, mengevaluasi, mengoptimalisasi sistem transportasi perkotaan, wilayah, dan nasional yang terintegrasi dengan sistem transportasi yang efektif dan efisien:

b. Mampu menguasai prinsip dan teknik aplikasi teknologi informasi dan komunikasi di bidang transportasi.

2. Kompetensi lulusan tersebut dijabarkan sebagai berikut: Memiliki Keahlian Terapan di bidang Transportasi Darat, yaitu Ahli Perencanaan dan Pemodelan Transportasi Darat, dengan kemampuan:

a. Mampu menyusun perencanaan transportasi darat:

b. Mampu melakukan rekayasa sistem transportasi darat (jaringan simpul, kapasitas jaringan prasarana, jaringan pelayanan transportasi):

c. Mampu melakukan rekayasa sistem pelayanan angkutan (AKAP, AKDP, Perkotaan/Pedesaan, Angkutan Massal, Tidak Dalam Trayek, dan Angkutan Barang):

d. Mampu melakukan rekayasa sistem keselamatan transportasi:

e. Mampu menguasai dasar-dasar pengetahuan transportasi dan memiliki kerangka berfikir konseptual yang dapat mengidentifikasikan hubungan antara prinsip-prinsip dalam ilmu transportasi:

f. Mampu memahami dan dapat menggunakan pemikiran dan proses metode ilmiah, memiliki kemahiran teknologi dan memahami penggunaan informasi:

1.2 Tujuan Magang

Dalam pelaksanaan magang, mahasiswa/I akan bekerja dibawah pengawasan pembimbing lapangan yang telah ditunjuk. Mahasiswa/I akan terlibat dalam tugas dan proyek proyek yang relevan dengan bidang studi atau minat mereka dengan tujuan untuk memberikan wawasan praktis, keterampilan, dan pemahaman yang lebih mendalam tentang pekerjaan yang sebenarnya, serta mempersiapkan peserta magang untuk memasuki dunia kerja. Selain itu, kegiatan magang juga memberikan kesempatan untuk membangun jaringan dan hubungan dengan profesional dibidangnya dan dapat belajar dari pengalaman orang orang yang sudah berpengalaman. Berikut tujuan dari pelaksanaan praktek kerja magang, sebagai berikut:

1. Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang pengelolaan di Terminal Leuwipanjang:

2. Mengenal proses dan prosedur pengelolaan Terminal Leuwipanjang:

(10)

3. Memahami prosedur perizinan dan pengawasan pada Terminal:

4. Mengenal sistem manajemen keselamatan yang ada di lingkungan Terminal

5. Meningkatkan kemampuan analisis dan pemecahan masalah dalam pengelolaan Terminal Leuwipanjang:

6. Mengembangkan keterampilan komunikasi dan kerja sama tim

1.3 Manfaat Magang

Magang merupakan kegiatan Mahasiswa/I dalam dunia kerja yang nyata untuk dapat mempraktikkan ilmu yang telah dipelajari selama jenjang pendidikan. Adapun manfaat yang dapat diperoleh pada kegiatan magang ini adalah :

1. Bagi Mahasiswa/i

a. Dengan adanya kegiatan magang ini Mahasiswa/I dapat mengaplikasikan dan meningkatkan ilmu yang diperoleh di kampus secara praktik.

b. Dengan adanya kegiatan magang ini melatih keterampilan Mahasiswa/I serta keahlian di bidang praktik sebagai keahlian yang wajib didapat dalam setiap lulusan Diploma c. Dengan adanya kegiatan magang ini Mahasiswa/I dapat menambah wawasan atau ilmu

praktik yang sepenuhnya belum didapatkan selama berada di kampus 2. Bagi Pihak Kampus PTDI-STTD

a. Diharapkan kegiatan magang ini dapat mendukung terjalinnya hubungan baik antara pihak Terminal Leuwipanjang dengan STTD sebagai pihak perguruan tinggi dengan instansi

b. Diharapkan kegiatan magang ini dapat memberikan sebuah pembelajaran ataupun pengalaman yang akan dituangkan dalam bentuk sebuah laporan Mahasiswa/i yang dapat menjadi bahan pedoman pembelajaran bagi STTD

3. Bagi Pihak Terminal Tipe A Leuwipanjang

a. Diharapkan kegiatan ini dapat menjalin hubungan baik antara STTD dengan pihak Terminal Leuwipanjang

b. Diharapkan dengan diadakannya kegiatan ini pihak Terminal terkait mendapat bantuan ketenagakerjaan Mahasiswa/I yang melaksanakan magang

c. Diharapkan dengan diadakannya magang ini pihak Terminal Leuwipanjang mendapatkan masukan serta saran yang bersifat membangun untuk mendukung pelayanan terhadap masyarakat dalam bidang transportasi.

1.4 Tujuan Penulisan

Tujuan dalam penulisan laporan magang ini yaitu:

1. Menjelaskan profil lingkungan kerja Terminal Tipe A Leuwipanjang

2. Menjelaskan kegiatan penggunaan mesin tiket elektronik di Terminal Leuwipanjang 3. Membuat analisis tentang penggunaan mesin tiket elektronik di Terminal Leuwipanjang 4. Menyampaikan pembelajaran hal baru yang didapat dari kegiatan penggunaan mesin tiket

elektronik di Terminal Leuwipanjang

(11)

BAB II

PROFIL MITRA MAGANG 2.1 Sejarah dan Profil Mitra Magang

2.1.1 Profil Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas I Jawa Barat

Balai Pengelola Transportasi Darat atau disingkat BPTD merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Direktur Jenderal Perhubungan Darat.

Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 1 Tahun 2025 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 6 Tahun 2023 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD), telah terjadi perubahan signifikan dalam struktur organisasi Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) di wilayah Jawa Barat. Perubahan ini merujuk pada pengalihan status BPTD Kelas II Jawa Barat menjadi BPTD Kelas I Jawa Barat.

Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas I sebagaimana dimaksud terdiri atas:

1. Kepala BPTD Kelas I Jawa Barat;

2. Kepala Bagian Tata Usaha;

3. Kepala Subbagian Sumber Daya Manusia dan Umum;

4. Kepala Subbagian Perencanaan dan Keuangan;

5. Kepala Bidang Prasarana;

6. Kepala Bidang Sarana dan Angkutan;

7. Kepala Bidang Lalu Lintas dan Pengawasan;

8. Kepala Seksi Prasarana Jalan;

9. Kepala Seksi Prasarana Sungai, Danau dan Penyeberangan;

10. Kepala Seksi Sarana Jalan Sungai, Danau dan Penyeberangan;

11. Kepala Seksi Angkutan Jalan Sungai, Danau dan Penyeberangan;

12. Kepala Seksi Lalu Lintas Jalan, Sungai, Danau, dan Penyeberangan 13. Kepala Seksi Pengawasan;

14. Satuan Pelayanan;

15. Kelompok Jabatan Fungsional.

2.1.2 Sejarah dan Profil Terminal Tipe A Leuwipanjang

Terminal Leuwipanjang dibangun pada tahun 1994. Kata Leuwi berasal dari bahasa sunda yang mempunyai arti ujung sungai atau bagian terdalam sungai, dan kata Panjang memiliki arti Panjang. Dengan begitu, kata Leuwipanjang diartikan sebagai sungai yang Panjang, sehingga ada beberapa bangunan yang menyesuaikan dengan filosofis tersebut yaitu bangunan terminal yang memanjang ke belakang. Terminal ini mulai beroperasi pada tahun 1996 dan peresmiannya dilakukan oleh Wahyu Hamidjaja yang pada saat itu menjabat sebagai walikota dan disaksikan oleh Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Terminal, Edi Kumaedi.

(12)

Sumber : Dokumentasi Pribadi

Gambar 2. 1 Terminal Tipe A Leuwipanjang

Terminal Leuwipanjang merupakan Terminal Tipe A di Kota Bandung yang berlokasi di Jalan Soekarno Hatta No.205, Kelurahan Situsaeur, Kecamatan Bojongloa Kidul, Kota Bandung, Jawa Barat. Terminal ini dibangun untuk menggantikan fungsi dari Terminal Kebon Kalapa yang saat ini dijadikan sebagai salah satu pusat perbelanjaan di Kota Bandung, yaitu ITC Kebon Kalapa.

Namun, hingga saat ini area di sekitar Kawasan ITC Kebon Kalapa masih seringkali digunakan sebagai terminal untuk beberapa trayek angkot Kota Bandung.

Sumber : Terminal Tipe A Leuwipanjang

Gambar 2. 2 Lokasi Terminal Leuwipanjang

Pada tahun 2019, Kementrian Perhubungan melakukan inisiasi untuk proyek revitalisasi dan moderenisasi terminal Tipe A, yang salah satunya Terminal Leuwipanjang Kota Bandung, serta dilakukan serah terima pengelolaan atau program P3D Terminal dari Dinas Pehubungan Kota Bandung kepada Kementrian Perhubungan. Revitalisasi dan Moderenisasi Terminal Tipe A Leuwipanjang pun selesai pada tahun 2021. Proses Revitalisasi terminal ini terdiri dari 3 tahap mulai dari tahun 2020 hingga 2024 dengan alokasi anggaran yang berbeda.

a. Tahap I TA 2020 sebesar 25 Milyar

Meliputi pekerjaan persiapan, pekerjaan struktur lantai 1, pekerjaan arsitektur lantai 1, pekerjaan mechanical, electrical and plumbing lantai 1.

b. Tahap II TA. 2021 sebesar 40 Milyar

Meliputi Pembangunan struktur lantai 2, pekerjaan arsitektur lantai 1 (lanjutan) dan lantai 2, pekerjaan MEP lantai 2, pekerjaan Sky Bridge, pekerjaan Landscape area parker kendaraan pribadi.

(13)

c. Tahap III TA. 2024 sebesar 15 Milyar

Meliputi Pembangunan struktur lantai 3, pekerjaan arsitektur lantai 3, pekerjaan MEP lantai 3, pekerjaan Shelter, pengadaan dan pemasangan Furnishing.

Gambar 2. 3 Tampilan terminal sebelum direvitalisasi

Gambar 2. 4 Tampilan terminal setelah direvitalisasi

Revitalisasi terminal ini selanjutnya diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada hari Sabtu, 3 Februari 2024. Dalam peresmian terminal tersebut, Presiden Joko Widodo memberikan arahan bahwa terminal yang ada saat ini image-nya harus bersih dari preman karena terminal bus adalah tempat pelayanan dengan konsep Mix Use sebuah upaya mengubah konsep terminal menjadi simpul transportasi, pendorong dan penggerak perekonomian serta sebagai wadah kegiatan sosial dan seni budaya.

(14)

Sumber : Terminal Tipe A Leuwipanjang

Gambar 2. 5 Peresmian terminal oleh Presiden RI

Terminal ini berada di lahan seluas 30.768 meter persegi dengan lahan berkonsep mixed- use, dimana terminal tidak hanya digunakan untuk melakukan naik/turun penumpang saja tetapi digunakan juga untuk menjadi pusat perekonomian dan kegiatan Masyarakat. Letak bangunan terminal ini terletak cukup jauh dari pintu masuk maupun pintu keluar Toll, sehingga akses menuju jalan Toll memerlukan waktu yang cukup lama. Terminal Leuwipanjang menjadi terminal induk yang ada di Jawa Barat karena pada terminal ini hampir seluruh trayek tersedia. Untuk bus AKAP tersedia sebanyak 189 unit armada bus dan bus AKDP sebanyak 278 unit armada bus.

2.1.2.1 Layout Terminal Tipe A Leuwipanjang

Sumber : Terminal Tipe A Leuwipanjang

Gambar 2. 6 Layout Terminal Leuwipanjang

(15)

Sumber : Terminal Tipe A Leuwipanjang

Gambar 2. 7 Layout Gedung A Lantai 1 Keterangan :

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

11.

12.

13.

14.

15.

Tangga darurat Alfamart

Pos pencatat kedatangan AKDP Pos Rampcheck

Pusat informasi

Lobby perkantoran pusat Toilet pria dan Wanita Toilet pria dan Wanita Toilet difabel

Tangga darurat Lift

Ruang panel Gudang Lobby service Ruang service lift

a.

b.

c.

d.

e.

f.

Pintu utama/lobby Pintu utama/lobby Eskalator

Pintu kedatangan penumpang AKDP Pintu masuk penumpang (drop penumpang) Pintu kedatangan penumpang AKDP

(16)

Sumber : Terminal Tipe A Leuwipanjang

Gambar 2. 8 Layout Gedung B Lantai 1 Keterangan :

Sumber : Terminal Tipe A Leuwipanjang

Gambar 2. 9 Layout Shelter Bus

2.1.2.2 Fasilitas Terminal Tipe A Leuwipanjang

Fasilitas pada terminal ini terdiri dari fasilitas utama dan fasilitas penunjang, dimana setelah dilakukan revitalisasi terdapat beberapa fasilitas tambahan yang menjadi tolak ukur dari penyelenggaraan standar pelayanan minimal (SPM) sesuai dengan Permenhub Nomor 24 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Terminal Penumpang Angkutan Jalan. Untuk fasilitas 1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

Pos pencatat kedatangan AKAP Pos Rampcheck

Ruang laktasi

Toilet pria dan Wanita Toilet difabel

Tenant Indomaret

a.

b.

c.

d.

Pintu keluar/lobby Eskalator naik

Pintu kedatangan penumpang AKAP Pintu kedatangan penumpang AKAP

(17)

utama terminal sendiri berupa jalur kedatangan dan keberangkatan, counter tiket, kantor terminal, ruang tunggu, dan area parkir.

1) Jalur kedatangan kendaraan

Sumber : Dokumentasi pribadi

Gambar 2. 10 Jalur kedatangan kendaraan 2) Jalur keberangkatan kendaraan

Sumber : Dokumentasi pribadi

Gambar 2. 11 Jalur keberangkatan kendaraan 3) Counter tiket

Sumber : Dokumentasi pribadi

Gambar 2. 12 Counter tiket

(18)

4) Kantor terminal

Sumber : Dokumentasi pribadi

Gambar 2. 13 Kantor pegawai terminal 5) Ruang tunggu

Sumber : Dokumentasi pribadi

Gambar 2. 14 Ruang tunggu penumpang 6) Pengelolaan lingkungan hidup

Sumber : Dokumentasi pribadi

Gambar 2. 15 Pengelolaan lingkungan hidup

(19)

7) Perlengkapan jalan

Sumber : Dokumentasi pribadi

Gambar 2. 16 Perlengkapan jalan 8) Media informasi

Sumber : Dokumentasi pribadi

Gambar 2. 17 Media informasi 9) Area parkir

Sumber : Dokumentasi pribadi

Gambar 2. 18 Area parkir terminal

Selain itu, terminal ini dilengkapi dengan sejumlah fasilitas untuk menunjang fasilitas yang telah ada. Fasilitas ini juga disediakan secara menyeluruh pada area terminal yang memudahkan pengunjung dalam menggunakannya. Fasilitas penunjang yang ada di Terminal Leuwipanjang dapat dilihat seperti berikut :

(20)

1) Fasilitas penyandang disabilitas dan ibu hamil atau menyusui

Sumber : Dokumentasi pribadi

Gambar 2. 19 Fasilitas bagi penumpang prioritas 2) Fasilitas Kesehatan

Sumber : Dokumentasi pribadi

Gambar 2. 20 Fasilitas kesehatan 3) Fasilitas peribadatan

Sumber : Dokumentasi pribadi

Gambar 2. 21 Fasilitas ibadah

(21)

4) Pos polisi

Sumber : Dokumentasi pribadi

Gambar 2. 22 Pos pengamanan polisi 5) Alat pemadam kebakaran

Sumber : Dokumentasi pribadi

Gambar 2. 23 Alat pemadam kebakaran 6) Toilet

Sumber : Dokumentasi pribadi

Gambar 2. 24 Fasilitas toilet

(22)

7) Tenant/area komersial

Sumber : Dokumentasi pribadi

Gambar 2. 25 Area komersil terminal 8) Pengendapan bus

Sumber : Dokumentasi pribadi

Gambar 2. 26 Area pengendapan bus 9) Boarding pass

Sumber : Dokumentasi pribadi

Gambar 2. 27 Fasilitas mesin tiket online

(23)

10) Kidzone

Sumber : Dokumentasi pribadi

Gambar 2. 28 Area bermain anak-anak 11) Sky-bridge

Sumber : Dokumentasi pribadi

Gambar 2. 29 Sky-bridge

2.1.2.3 Trayek Angkutan Umum di Terminal Tipe A Leuwipanjang

Beberapa trayek yang dilayani di Terminal Tipe A Leuwipanjang meliputi:

a. Trayek AKAP

Tabel 2. 1 Daftar Trayek AKAP di Terminal Leuwipanjang

No Rute

1 Bandung – Merak

2 Bandung – Kalideres

3 Bandung – Cililitan

4 Bandung – Lebak Bulus

5 Bandung – Tanjung Priok

6 Bandung – Kp. Rambutan

7 Bandung – Labuan

8 Bandung – Rangkas

9 Bandung – Palembang

10 Bandung - Sekayu

Sumber : Terminal Tipe A Leuwipanjang

(24)

b. Trayek AKDP

Tabel 2. 2 Daftar Trayek AKDP di Terminal Leuwipanjang

No Rute

1 Bandung – Bekasi

2 Bandung – Cikarang

3 Bandung – Jababeka

4 Bandung – Sukabumi

5 Bandung – Bogor

6 Bandung – Leuwiliang

7 Bandung – Cileungsi

8 Bandung – Depok

9 Bandung – Cibinong

Sumber : Terminal Tipe A Leuwipanjang

c. Trayek Non Bus

Tabel 2. 3 Daftar Trayek Bus Kota di Terminal Leuwipanjang

No Rute

1 Leuwipanjang – Cicaheum

2 Leuwipanjang – Antapani

3 Leuwipanjang – Gading Tutuka

4 Leuwipanjang – Dago

5 Leuwipanjang – Majalaya

6 Leuwipanjang – Cililin

7 Leuwipanjang – Ciwidey

8 Leuwipanjang - Pangalengan

9 Bandung - Indramayu

Sumber : Terminal Tipe A Leuwipanjang

(25)

2.2 Struktur Mitra Magang

2.2.1 Struktur Organisasi Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas I Jawa Barat

Gambar 2. 30 Struktur Organisasi BPTD Kelas I Jawa Barat 1. Tugas BPTD Kelas I Jawa Barat

Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas I Jawa Barat mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan terminal tipe A, Terminal barang untuk umum, Unit pelaksana penimbangan kendaraan bermotor, danau, penyeberangan, pengendalian dan pengawasan keselamatan sarana, prasarana, lalu lintas dan angkutan jalan, serta keselamatan dan keamanan pelayaran angkutan sungai, danau dan penyeberangan.

2. Fungsi BPTD Kelas I Jawa Barat

1. Penyusunan rencana, program, dan anggaran;

2. Pelaksanaan pengelolaan terminal tipe A, terminal barang untuk umum, unit pelaksana penimbangan kendaraan bermotor, dan pelabuhan sungai, danau, penyeberangan;

3. Pelaksanaan pengendalian keselamatan sarana dan angkutan jalan, keselamatan dan keamanan pelayaran sungai, danau dan penyeberangan, serta melaksanakan kegiatan keperintisan;

4. Pelaksanaan kegiatan pengelolaan dan pengendalian lalu lintas jalan, sungai, danau dan penyeberangan;

5. Pelaksanaan pengawasan kegiatan lalu lintas dan angkutan jalan, sungai, danau, dan penyeberangan;

6. Pelaksanaan urusan tata usaha, rumah tangga, sumber daya manusia, keuangan, hukum, dan hubungan masyarakat; dan

7. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan.

2.2.2 Struktur Organisasi Terminal Leuwipanjang

Terminal leuwipanjang ini berada dibawah pengawasan langsung dari Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas I Jawa Barat beserta dengan satuan pelayanan lainnya. Struktur organisasi tertinggi pada satuan pelayanan ini adalah Pengawas Satuan Pelayanan yang mengawasi operasional terminal. Pengawas satuan ini dibantu oleh beberapa sub-bagian seperti tata usaha,

(26)

penguji kendaraan, petugas pelayanan, dan petugas K3. Pengawas ini juga bertanggung jawab atas seluruh staff yang bertugas langsung di lapangan. Ada 3 regu lapangan yang terdiri dari beberapa staff. Lebih lengkapnya dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

Sumber : Terminal Tipe A Leuwipanjang

Gambar 2. 31 Struktur Organisasi Terminal Leuwipanjang

Adapun tugas dari organisasi satuan pelayanan Terminal Leuwipanjang sebagai berikut.

1. Kepala terminal memiliki tugas

1. Penataan pelataran terminal menurut rute atau jurusan : 2. Penataan fasilitas-fasilitas utama dan penunjang terminal :

3. Penataan dan pengaturan sirkulasi pergerakan orang dan kendaraan di daerah kerja Terminal

4. Pengaturan,pengendalian dan pengawasan arus lalu lintas di daerah Pengawasan Terminal:

5. Pengaturan kedatangan dan pemberangkatan kendaraan menurut jadwal yang telah ditetapkan :

6. Pemeriksaan dokumen perjalanan Kendaraan Umum : 7. Pengawasan kelaikan Jalan kendaraan yang dioperasikan :

8. Pengawasan Kapasitas muatan yang diizinkan dan tarif angkutan : 9. Pengawasan kondisi fisik dan physikis pengemudi / awak angkutan : 10. Pencatatan dan pelaporan pelanggaran :

11. Pemungutan retribusi jasa pelayanan Terminal : 12. Pengaturan jadwal petugas pelayanan di Terminal, dan

13. Pemanfaatan dan pemeliharann terminal serta fasilitas penunjang sesuai dengan peruntukannya.

2. Tata Usaha memiliki tugas

1. Menyusun program kerja bidang tugas tata usaha yang meliputi urusan umum dan perlengkapan, kepegawaian dan keuangan berdasarkan kebijakan teknis dan sasaran Dinas Perhubungan

(27)

2. Mendistribusikan tugas kepada para bawahan baik secara lisan maupun tulisan sesuai bidang tugas masing-masing

3. Memberi petunjuk kepada para bawahan untuk kelancaran tugas bawahan

4. Menyelia kegiatan para bawahan dilingkungan di Sub Bagian Tata Usaha untuk mengetahui kesesuaian nya dengan rencana kerja masing-masing

5. Mengarahkan pelaksanaan tugas para bawahan berdasarkan rencana kerja yang telah ditetapkan

6. Mengevaluasi pelaksanaan tugas para bawahan untuk mengetahui prestasi kerja serta upaya tindak lanjut

7. Memeriksa konsep-konsep surat Dinas yang diajukan oleh bawahan untuk memperoleh konsep surat Dinas yang benar

8. Melaporkan pelaksanaan tugas Bidang Sub Tata Usaha baik secara lisan, tulisan, berkala maupun iinsidental kepada atasan

9. Memberi saran dan pertimbangan kepada atasan menyangkut bidang tugas Tata Usaha 10. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan bidang tugasnya.

3. Petugas Pelayanan memiliki tugas

1. Menyusun dan melaksanakan kebijakan layanan Informasi Publik:

2. Menyusun laporan pelaksanaan kebijakan layanan Informasi Publik:

3. Mengoordinasikan dan mengonsolidasikan proses penyimpanan, pendokumentasian, penyediaan, dan pelayanan Informasi Publik:

4. Penguji Kendaraan memiliki tugas

1. Menyusun program dan kegiatan pengelolaan pengujian kendaraan bermotor:

2. Menyelenggarakan kegiatan pengujian kendaraan bermotor:

3. Melaksanakan penerimaan dan penyetoran retribusi pengujian kendaraan bermotor:

4. Pemeliharaan peralatan, sarana dan prasarana pengujian kendaraan bermotor:

5. Melaksanakan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas: dan

6. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh pengawas satuan pelayanan sesuai dengan tugas dan fungsinya

5. Petugas K3 memiliki tugas

1. Menerapkan ketentuan peraturan perundang-undangan terkait K3.

2. Mengkaji dokumen kontrak dan metode kerja yang memenuhi prinsip K3.

3. Merencanakan dan menyusun program K3 perusahaan.

4. Membuat prosedur serta instruksi kerja untuk menerapkan K3.

5. Melakukan sosialisasi, penerapan, serta pengawasan terhadap pelaksanaan program, prosedur, dan instruksi kerja.

6. Mengevaluasi dan menyusun laporan penerapan SMK3 serta pedoman teknisnya.

7. Mengusulkan perbaikan metode kerja berbasis K3 jika diperlukan.

8. Melakukan penanganan pada kecelakaan kerja, penyakit akibat kerja, serta keadaan darurat.

6. Komandan Regu (Danru) memiliki tugas 1. Mengawasi Pelaksanaan tugas anggota,

2. Membuat Laporan kegiatan Harian pelaksanaan tugas

3. Membuat Daftar tingkat operasi bus setiap bulan untuk Advis perpanjangan Trayek 4. Menyusun daftar jadwal pemberangkatan kendaraan

5. Melaporkan tugas-tugas kepada Kepala Terminal 6. Membantu Pelaksanaan tugas kepala Terminal

7. Mencatat arus kedatangan dan keberangkatan kendaraan

8. Mengatur penertiban Pintu masuk, area parkir, jalur pengisian pemberangkatan dan pintu keluar

9. Melaksanakan kegiatan K3 bersama-sama anggota 10. Memelihara sarana dan prasarana serta fasilitas lainnya

11. Melaksanakan tugas lisan maupun tertulis yang diberikan oleh atasan

(28)

Dalam pelaksanaan operasional di Terminal Leuwipanjang diperlukan adanya sumber daya manusia yang terampil dan bertanggung jawab pada bidangnya. Jumlah pegawai di Terminal Leuwipanjang hingga saat ini terdapat sebanyak 71 pegawai dengan pembagian tugas sebagai berikut :

Tabel 2. 4 Daftar SDM di Terminal Leuwipanjang

No Jabatan PNS PPNPN

1 Korsatpel 1

2 PPNS 1

3 Pengelola administrasi perkantoran 1 2

4 Petugas pengatur lalu lintas 9 14

5 Petugas K3 9

6 Petugas teknologi informasi 2

7 Petugas pencatat kedatangan, keberangkatan, dan

faktor muat 13

8 Petugas pemeriksa kelaikan kendaraan bermotor 5

9 Petugas keamanan 5

10 Petugas kebersihan 9

Sumber : Terminal Tipe A Leuwipanjang

2.3 Visi dan Misi Mitra Magang

2.3.1 Visi Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas I Jawa Barat

Menjadi organisasi pemerintahan yang profesional yang dapat memfasilitasi dan mendukung mobilitas masyarakat melalui suatu layanan transportasi darat yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan berkeadilan, yang aman, selamat, mudah dijangkau, berkualitas, berdaya saing tinggi, dan terintegrasi dengan moda transportasi lainnya dan dapat dipertanggungjawabkan.

2.3.2 Misi Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas I Jawa Barat

1. Menciptakan sistem pelayanan transportasi yang aman, selamat, dan mampu menjangkau masyarakat dan wilayah Indonesia.

2. Menciptakan dan mengorganisasi transportasi jalan, sungai, danau dan penyeberangan serta perkotaan yang berkualitas, berdaya saing dan berkelanjutan.

3. Mendorong perkembangan industri transportasi darat yang transparan dan akuntabel.

4. Membangun prasarana dan sarana transportasi darat.

2.3.3 Visi Terminal Leuwipanjang

Mewujudkan penyelenggaraan transportasi transportasi darat yang handal, berdaya saing dan memberikan nilai tambah.

2.3.4 Misi Terminal Leuwipanjang

Dalam upaya mencapai visi yang telah ditetapkan, berikut misi yang dilakukan oleh Satuan Pelayanan Terminal Leuwipanjang:

1. Menciptakan sistem pelayanan transportasi darat yang aman, selamat, dan mampu menjangkat Masyarakat dan wilayah Indonesia:

2. Mennciptakan dan mengorganisasi transportasi jalan, sungai, danau, dan penyeberangan serta perkotaan yang berkualitas, berdaya saing dan berkelanjutan:

3. Mendorong berkembangnya industri transportasi darat yang transparan dan akuntabel:

4. Membangun prasarana dan sarana transportasi darat.

(29)

2.4 Kegiatan Produksi Terminal Leuwipanjang

Terminal Leuwipanjang beroperasi selama 24 jam dengan pelayanan bus yang cukup banyak. Terdapat sejumlah Perusahaan otobus (PO) yang setiap harinya melayani penumpang di terminal ini, seperti PO Primajasa, PO Maya Gapura Intan, PO Asli Prima, dan lain lain. Selain bus AKDP dan AKAP, disini juga sering digunakan untuk naik/turun penumpang bus kota sehingga dapat dikatakan kegiatan pada terminal ini sangatlah ramai. Dapat dilihat dari data produksi penumpang berikut ini :

Tabel 2. 5 Data Produksi Kendaraan Terminal Leuwipanjang

Produksi Tahun

2021 2022 2023 2024

Kedatangan

Penumpang 624.144 784.780 1.065.932 1.130.038

Keberangkatan

Penumpang 596.928 588.292 890.967 941.833

Kedatangan

Kendaraan 108.822 111.130 129.630 113.237

Keberangkatan

Kendaraan 103.111 101.263 117.653 106.299

Sumber : Terminal Tipe A Leuwipanjang

Dari data tersebut dapat dilihat bahwa setiap tahunnya terminal leuwipanjang mengalami penambahan jumlah kedatangan penumpang, tentunya hal ini harus didukung dengan pelayanan operasional sarana dan prasarana yang baik. Apalagi pada saat hari tertentu seperti weekend, nataru dan hari lebaran dimana jumlah penumpang yang datang akan jauh lebih banyak dibanding pada saat hari biasa.

(30)

BAB III

PELAKSANAAN MAGANG 3.1 Aktifitas Harian Magang

Pada kegiatan magang sehari hari di Terminal Leuwipanjang, Mahasiswa/i ditugaskan untuk mengisi setiap pos penjagaan untuk mengawasi kegiatan yang berlangsung. Ada beberapa pos penjagaan yang harus ditempati, seperti pos kedatangan bus AKAP dan AKDP, pos Gatur pada pintu masuk terminal, pos pusat informasi terminal, pos layanan Pojok Baca Digital, pos pintu keluar terminal, dan checker kedatangan penumpang bus. Setiap pos dijaga oleh 2 orang yang setiap harinya bergantian bertugas pada pos yang lain. Mahasiswa/I bertugas setiap harinya selama 8 jam, mulai pada pukul 08.00 WIB – 16.00 WIB mengikuti pedoman pelaksanaan magang yang telah diberikan oleh pihak kampus. Pakaian yang digunakan oleh mahasiswa/I merupakan Pakaian Dinas Harian (PDH) dan khusus pada hari jumat menggunakan atasan baju batik. Kegiatan magang dilaksanakan selama 1 bulan dimulai dari tanggal 13 Januari 2025 – 14 Februari 2025.

Adapun jadwal pelaksanaan magang di Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Leuwipanjang dengan pembagian tugas sebagai berikut :

Tabel 3. 1 Jadwal kegiatan magang

No Hari/Tanggal Nama Kegiatan

1 Senin, 13 Januari 2025 Pengenalan Lingkungan BPTD Kelas I Jawa Barat 2 Selasa, 14 Januari 2025 Pembagian kelompok di setiap Satuan Pelayanan 3 Rabu, 15 Januari 2025 Pengenalan lingkungan Terminal

4 Kamis, 16 Januari 2025

1. Pengecekan kedatangan bus AKDP dan Ramp Check pada pos masuk bus.

2. Pengawasan lalu lintas sekitar pintu masuk terminal

5 Jumat, 17 Januari 2025 Jumat bersih

6 Senin, 20 Januari 2025 1. Pengawas pos pintu keluar terminal 2. Penginputan data bus AKAP 7 Selasa, 21 Januari 2025 1. Input data bus AKDP

2. Giat gatur lalu lintas

8 Rabu, 22 Januari 2025 1. Pelayanan pada pos pusat informasi 2. Penghitungan pengunjung terminal 9 Kamis, 23 Januari 2025

1. Apel pagi

2. Pendataan bus di pos pintu keluar terminal 3. Input data bus AKAP yang masuk kedalam area terminal

10 Jumat, 24 Januari 2025

1. Kegiatan jumat bersih

2. Pendataan kedatangan bus AKDP 3. Giat gatur lalu lintas

11 Kamis, 30 Januari 2025

1. Apel pagi

2. Pelayanan pada pos pusat informasi 3. Penghitungan pengunjung terminal 12 Jumat, 31 Januari 2025

1. Pendataan bus di pos pintu keluar terminal 2. Input data bus AKAP yang masuk kedalam area terminal

13 Senin, 03 Februari 2025

1. Pendataan kedatangan bus AKDP 2. Sosialisasi SALUD

3. Giat gatur lalu lintas

(31)

14 Selasa, 04 Februari 2025 1. Pelayanan pada pos pusat informasi 2. Penghitungan pengunjung terminal 15 Rabu, 05 Februari 2025

1. Pendataan bus di pos pintu keluar terminal 2. Input data bus AKAP yang masuk kedalam area terminal

16 Kamis, 06 Februari 2025

1. Apel pagi

2. Input data bus AKDP 3. Giat gatur lalu lintas 17 Jumat, 07 Februari 2025 Kegiatan jumat bersih 18 Senin, 10 Februari 2025

1. Pendataan bus di pos pintu keluar terminal 2. Input data bus AKAP yang masuk kedalam area terminal

19 Selasa, 11 Februari 2025 1. Input data bus AKDP 2. Giat gatur lalu lintas 20 Rabu, 12 Februari 2025

1. Pelayanan pada pos pusat informasi 2. Penghitungan pengunjung terminal 3. Sosialisasi SALUD

21 Kamis, 13 Februari 2025

1. Apel pagi

2. Pengawas pos pintu keluar terminal 3. Penginputan data bus AKAP 22 Jumat, 14 Februari 2025 Penutupan magang

Sumber : Tim magang Terminal Tipe A Leuwipanjang

3.1.1 Aktivitas Utama

1. Pos pintu masuk terminal

Pada pos ini kegiatan dilaksanakan dengan mengikuti SOP lapangan yang sudah ada.

Mahasiswa melakukan pemeriksaan kelengkapan surat administrasi dan kelaikan kendaraan yang masuk ke terminal, dibantu oleh petugas penguji kendaraan dalam melakukan pemeriksaan. Kendaraan dengan masa berlaku uji berkala masih aktif dapat melanjutkan kegiatan mengangkut penumpang didalam terminal, namun apabila masa berlaku uji berkala sudah habis maka kendaraan akan putar balik keluar dan tidak boleh melakukan kegiatan operasional didalam terminal.

Sumber : Dokumentasi pribadi

Gambar 3. 1 Kegiatan Rampcheck kendaraan

(32)

Departemen Perhubungan menerapkan sistem pengecekan masa berlaku uji berkala secara online melalui layanan Sistem Perizinan Online Angkutan Darat dan Multimoda (SPIONAM) sebagai layanan untuk memberikan kemudahan operator dalam mengajukan perizinan di bidang angkutan dan multimoda, serta memberikan kemudahan bagi petugas penguji dalam melaksanakan pengecekkan data kendaraan. Adapun tata cara dalam pengecekan masa uji berkala kendaraan melalui layanan SPIONAM, sebagai berikut:

1. Masuk ke website https://spionam.dephub.go.id/?q=titisan , lalu pilih menu cek kendaraan yang ada pada bagian atas tampilan website.

Sumber : Website SPIONAM

Gambar 3. 2 Tampilan awal website SPIONAM

2. Masukkan nomor kendaraan yang hendak dilakukan cek masa berlaku uji berkala dengan menggunakan kombinasi huruf kapital dan angka. Contoh B7671TGD

Sumber : Website SPIONAM

Gambar 3. 3 Tampilan halaman data kendaraan

Pada tampilan diatas akan muncul data kendaraan sesuai dengan nomor kendaraan yang hendak dilakukan pengecekan masa uji berkala. Selanjutnya, penguji dapat menyesuaikan data yang terdapat di website dengan surat administrasi yang diberikan oleh pihak operator. Apabila proses administrasi telah memenuhi syarat, penguji dapat menguji fisik kendaraan apakah sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku atau tidak.

(33)

Kegiatan berikutnya melaksanaan input data kendaraan dan jumlah penumpang yang turun pada bus AKDP. Data yang dimasukkan pada form meliputi nama trayek, nama PO bus, nomor kendaraan, dan jumlah penumpang yang turun di terminal. Untuk memudahkan dan mempercepat dalam pengisian data, pada nomor kendaraan hanya ditulis 3 digit nomor bagian belakang saja karena kedatangan bus AKDP ke terminal akan sama setiap harinya. Data kendaraan yang sudah diisi nantinya akan direkap oleh petugas sebagai laporan harian atau bulanan. Laporan statistik ini dapat digunakan untuk analisis, seperti menghitung waktu kedatangan bus atau jumlah penumpang yang menggunakan bus tersebut.

Hampir sama dengan cara pengisian data bus AKDP, pada pengisian bus AKAP ini terjadi penambahan formulir dimana formulir tersebut digunakan hanya untuk trayek tujuan merak saja. Prosedur kedatangan bus dan sistematika dalam pengangkutan penumpang dengan trayek merak ini dilakukan dengan sistem antri. Bus yang daftar lebih awal akan mendapat antrian lebih dulu daripada bus lainnya, yang mana nantinya bus tersebut dapat mengangkut penumpang yang hendak berangkat ke merak. Antrian bus tersebut berlaku selama 12 jam terhitung setelah bus mendaftar pada pos kedatangan AKAP, setiap bus yang telah melewati batas waktu yang sudah ditentukan diharuskan untuk keluar dari terminal dan melakukan pendaftaran ulang untuk mendapatkan antrian berikutnya.

Sumber : Terminal Tipe A Leuwipanjang

Gambar 3. 4 Form pintu kedatangan kendaraan

Sama halnya dengan proses Rampcheck diatas, dalam rangka mempermudah pencatatan dan pengelolaan jumlah kedatangan bus kedalam terminal maka penginputan data kedatangan bus dicatat langsung melalui layanan online Sistem Transportasi Terintegrasi (STRATEGI).

STRATEGI ini merupakan aplikasi pemantauan informasi angkutan dan sarana transportasi untuk memberikan kemudahan akses bagi pengguna dalam mengelola dan memantau berbagai aspek perhubungan, khususnya yang berkaitan dengan operasional transportasi seperti bus dan angkutan umum. Data yang dilaporkan dapat digunakan untuk analisis terkait operasional transportasi dan mempermudah pengguna transportasi dalam mendapatkan informasi secara real-time. Adapun tata cara untuk memasukkan data kedatangan bus online melalui website STRATEGI, berikut langkah-langkahnya :

1. Akses website STRATEGI melalui https://strategi.kemenhub.go.id , lalu login menggunakan akun yang sudah terdaftar pada website tersebut.

(34)

Sumber : Website STRATEGI

Gambar 3. 5 Tampilan awal website STRATEGI

2. Setelah masuk menggunakan akun yang sudah ada, kemudian pilih menu pelaporan titik pantau untuk memasukkan data kedatangan bus di terminal. Data yang harus diisi meliputi tanggal jam kedatangan, jenis angkutan jalan, Lokasi terminal kedatangan, Lokasi terminal asal, identitas kendaraan, dan jumlah penumpang yang turun dari kendaraan.

Sumber : Website STRATEGI

Gambar 3. 6 Halaman input data kendaraan

3. Data yang telah diisi akan muncul pada tabel kedatangan kendaraan dan hasil ini akan dilaporkan langsung ke Kementrian Perhubungan sebagai laporan harian di terminal tersebut.

(35)

Sumber : Website STRATEGI

Gambar 3. 7 Tampilan data bus yang sudah diinput 2. Pos Pengamanan dan Pengaturan (Gatur)

Gatur ini dilakukan dalam rangka mengatur dan mengendalikan arus lalu lintas di jalan raya sehingga lalu lintas di sekitar area terminal dapat berjalan dengan aman, teratur, dan lancar, serta mengurangi kemacetan dan potensi terjadinya kecelakaan. Petugas pada pos ini akan mengatur lalu lintas dengan memberikan petunjuk melalui sinyal tangan atau menggunakan perangkat elektronik seperti pengeras suara. Petugas juga dapat membantu mengarahkan pejalan kaki agar terhindar dari resiko tertabrak kendaraan akibat memasuki jalur masuk ke terminal. Selain itu, petugas dapat menegur bagi pengendara kendaraan yang berhenti atau parkir sebarangan yang mengakibatkan kemacetan di sekitar terminal dan menghambat masuknya bus ke dalam terminal. Secara keseluruhan, giat gatur ini merupakan salah satu bentuk upaya untuk menciptakan kondisi lalu lintas yang lebih aman dan tertib.

Sumber : Dokumentasi pribadi

Gambar 3. 8 Kegiatan pengaturan lalu lintas di Terminal 3. Pos pusat informasi

Mahasiswa yang menjaga di pos ini bertugas memberikan informasi yang diperlukan oleh pengunjung terminal, seperti jadwal keberangkatan, prosedur pembelian tiket, Lokasi fasilitas, dan hal-hal lainnya sesuai dengan kebutuhan pengunjung. Pengunjung seringkali

(36)

kebingungan dalam mengakses layanan atau fasilitas yang ada sehingga ketika datang ke terminal tidak mengetahui alur menuju tempat keberangkatan bus. Petugas pos pusat informasi senantiasa mengarahkan pengunjung yang datang untuk naik ke lantai atas untuk membeli tiket terlebih dahulu sebelum menaiki bus. Selain itu, biasanya petugas melayani dan membantu penumpang prioritas agar lebih mudah dalam menggunakan fasilitas yang tersedia.

Sumber : Dokumentasi pribadi

Gambar 3. 9 Kegiatan di pos pusat informasi 4. Pos layanan Pojok Baca Digital (Pocadi)

Terminal Leuwipanjang menyediakan fasilitas Pojok Baca Digital (POCADI) yang memberikan akses terhadap berbagai bahan bacaan dan sumber informasi digital di ruang publik. Pada pos ini tersedia berbagai jenis materi digital, seperti e-book, artikel, majalah, atau surat kabar yang tersedia dalam bentuk digital. Hal ini memungkinkan pengunjung terminal untuk mengakses informasi tanpa harus membawa buku fisik. POCADI tidak hanya fokus pada literasi baca, tetapi juga meningkatkan literasi digital yang sangat penting di era teknologi informasi ini. Pengguna dapat bellajar cara mengakses dan memanfaatkan informasi digital dengan lebih efektif. Fasilitas ini dapat dijangkau oleh seluruh pengunjung yang ada, termasuk mereka yang mungkin tidak memiliki akses ke buku atau sumber daya digital di tempat lain.

Mahasiswa yang bertugas di pos ini memastikan keamanan serta kenyamanan pengunjung yang datang sehingga meningkatkan minat untuk menggunakan fasilitas tersebut.

(37)

Sumber : Dokumentasi pribadi

Gambar 3. 10 Pelayanan di pos POCADI 5. Pos pintu keluar terminal

Pada pos pintu keluar, mahasiswa memiliki tanggung jawab penting dalam memastikan kelancaran dan keamanan proses keluar-masuk penumpang dan kendaraan di terminal. Setiap bus yang hendak keluar dari area terminal akan dilakukan pengecekan jumlah penumpang yang diangkut dari dalam terminal dengan melihat langsung keadaan didalam kendaraan.

Kemudian mahasiswa mencatat jam keberangkatan setiap bus untuk memastikan bahwa bus berangkat tepat waktu sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan sehingga dapat menghindari keterlambatan yang dapat mengganggu perjalanan lainnya.

Pencatatan ini memudahkan pengawasan operasional armada bus, memungkinkan operator untuk memantau apakah bus berangkat tepat waktu, apakah terjadi penundaan, dan jika ada masalah teknis atau lainnya yang menghambat keberangkatan bus.

Sumber : Dokumentasi pribadi

Gambar 3. 11 Kegiatan input data di pos pintu keluar

(38)

Dapat dilihat pada formulir dibawah ini dimana terdapat beberapa PO bus pada satu rute perjalanan sama yang masih beroperasi melayani penumpang.

Sumber : Terminal Tipe A Leuwipanjang

Gambar 3. 12 Formulir data keberangkatan kendaraan 6. Checker kedatangan pengunjung

Checker pengunjung dilakukan untuk menghitung jumlah pengunjung yang datang memasuki Gedung terminal. Perlu diketahui, bahwa penumpang yang hendak menaiki bus akan diarahkan oleh petugas untuk masuk kedalam Gedung terminal terlebih dahulu, tepatnya melewati lantai 2 sebagai tempat untuk membeli tiket bus. Melalui Langkah tersebut pengunjung akan melewati tenant yang ada di lantai 2 sebelum akhirnya naik bus melalui bangunan sky-bridge yang ada pada pintu keluar Gedung terminal. Ini merupakan alasan dilakukannya perhitungan pengunjung yang memasuki Gedung terminal. Nantinya hasil dari penghitungan ini digunakan sebagai data produksi terminal yang menjadi bahan evaluasi terkait kinerja operasional dari terminal.

Dalam checker kedatangan pengunjung ini, mahasiswa ditugaskan menempati 4 titik tempat masuknya pengunjung ke Gedung terminal, 4 titik ini meliputi Pintu masuk Gedung A terminal, pintu masuk kedatangan bus AKDP, pintu masuk Gedung B terminal, dan Eskalator menuju lantai 2. Mahasiswa disediakan alat berupa counter oleh pihak terminal untuk menghitung jumlah pengunjung yang datang. Perhitungan dilakukan selama 4 jam kerja dengan pembagian jumlah pengunjung setiap 2 jam sekali. Setelah mendapatkan jumlah pengunjung yang datang ke terminal, mahasiswa akan merekap data jumlah tersebut pada form yang tersedia dengan rapi dan teliti.

(39)

Sumber : Dokumentasi pribadi

Gambar 3. 13 Penghitungan penumpang yang masuk kedalam gedung terminal

3.1.2 Aktivitas Tambahan

1. Apel pagi

Apel dilaksanakan setiap hari Kamis pagi yang diikuti oleh seluruh karyawan terminal serta mahasiswa di area lahan parkir terminal. Biasanya, apel pagi akan diambil oleh Pengawas Satuan Pelayanan Terminal, tetapi bisa saja dilaksanakan bergantian dengan komandan regu ataupun yang mewakili. Apel akan dimulai tepat pada pukul 08.00 WIB sampai dengan selesai.

Kegiatan ini dilaksanakan guna mengevaluasi seluruh anggota selama kegiatan berlangsung dan pemberian informasi terbaru kepada seluruh staff dan karyawan terminal.

Sumber : Dokumentasi pribadi

Gambar 3. 14 Kegiatan apel pagi 2. Jumat bersih

Kegiatan jumat bersih merupakan kegiatan rutin yang diadakan setiap hari Jumat sebelum memasuki jam kerja kantor. Para mahasiswa dan karyawan terminal lainnya membersihkan area depan terminal hingga area belakang terminal dari sampah dan kotoran yang menumpuk. Sampah yang sering ditemukan pada area terminal ini bisa berupa sampah dari daun yang berjatuhan, sampah pengunjung terminal, dan sampah yang diproduksi oleh kendaraan yang ada. Jumat bersih juga merupakan kegiatan yang dapat menumbuhkan rasa

(40)

peduli terhadap kebersihan lingkungan sekitar dan membangun jiwa yang disiplin serta lebih bertanggung jawab.

Sumber : Dokumentasi pribadi

Gambar 3. 15 Kegiatan jumat bersih 3. Sosialisasi SALUD

Sosialisasi ini dihadiri oleh siswa TK Islam Generasi Harapan Cimahi dengan dampingan staff terminal dan Dharma Wanita Persatuan BPTD Kelas I Jawa Barat belajar tentang Sadar Lalu Lintas Usia Dini (SALUD). Kegiatan ini merupakan kegiatan rutinan yang dilaksanakan di setiap minggunya, dimana pihak dari sekolah akan mengajukan surat permohonan kunjungan untuk belajar tentang lalu lintas. Pengisi materi pada acara tersebut diisi oleh mahasiswa dengan menjelaskan tentang rambu lalu lintas dan perilaku yang baik saat sedang berkendara di jalan raya. Selain pemberian materi tersebut, siswa yang hadir diajak untuk Field Trip menggunakan bus berkeliling area Terminal Leuwipanjang. Harapannya setelah diadakan kegiatan ini, para siswa dapat lebih mudah memahami peraturan lalu lintas yang ada serta dapat menerapkan ilmu yang diberikan dari sejak dini untuk nantinya menjadi kebiasaan baik di masa yang akan datang.

(41)

Sumber : Dokumentasi pribadi

Gambar 3. 16 Sosialisasi SALUD

3.2 Analisis Kegiatan

Terminal Tipe A Leuwipanjang merupakan salah satu terminal yang akan dijadikan sebagai pilot project oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Darat dengan rencana kegiatan modernisasi terminal. Kegiatan modernisasi terminal meliputi kegiatan renovasi terminal dengan Pembangunan tujuh sistem modernisasi terminal, antara lain sistem penerbitan tiket, sistem mesin tiket mandiri, sistem online booking, sistem manajemen terminal, sistem pengumuman dengan suara, sistem pengumuman tertulis, sistem penertiban darurat, dan sistem manajemen yang terintegrasi, serta pelatihan dan sosialisasi sistem modernisasi terminal. Dari tujuh sistem modernisasi terminal yang telah disebutkan diatas, sistem mesin tiket mandiri masih menjadi kendala hingga saat ini. Belum ada upaya lebih lanjut dalam mewujudkan modernisasi terminal dalam hal pembelian tiket bus.

Sistem keberangkatan penumpang menggunakan bus di terminal ini masih menerapkan sistem yang dinilai masih tertinggal, dimana pembelian tiket masih seringkali dilakukan didalam bus langsung daripada membeli di counter tiket yang telah disediakan. Tentunya hal tersebut dapat memudahkan para calon penumpang dalam membeli tiket bus. Perlu adanya evaluasi antara pihak terminal dan juga operator bus dalam mengelola sistem tiket ini. Masih banyak pro dan kontra yang terjadi dengan adanya rencana tersebut, beberapa agen PO bus menolak karena mereka sudah biasa menjual secara manual dan bisa mendapatkan untung lebih sewaktu-waktu apabila lonjakan penumpang bus tinggi. Perlu adanya evaluasi antara pihak terminal dan juga operator bus dalam mengelola sistem tiket ini. Selain memudahkan bagi penumpang bus dan akan menguntungkan juga bagi agen PO bus, yang dipercaya agar dapat menerapkan juga mengawasi sistem tiket elektronik bagi calon penumpang bus.

3.2.1 Kendala Penggunaan Mesin Tiket

Ada beberapa faktor yang menjadi kendala dalam peningkatan sistem pemesanan tiket secara elektronik di Terminal Tipe A Leuwipanjang

(42)

1. Keadaan Mesin Tiket Indonesia (MTI) di Terminal Leuwipanjang

Mesin Tiket Indonesia (MTI) yang ada di Terminal Leuwipanjang tersedia berdampingan dengan counter tiket, Jumlah keseluruhan mesin tiket ini sebanyak 10 buah dengan pembagian 8 mesin tiket yang diperuntukkan bagi pengguna umum dan 2 mesin tiket diperuntukkan bagi pengunjung prioritas (disabilitas, lansia, ibu hamil/sedang menyusui). Keadaan dari mesin tiket ini masih berjalan normal dan pernah dilakukan uji coba pengoperasian mesin tiket pada awal tahun 2025. Hanya saja untuk saat ini sudah tidak digunakan karena terhambat oleh sistem pembayaran tiket. Belum ada kerjasama antara pihak pengelola tiket dengan bank selaku pengelola keuangan dalam proses pembayaran tiket elektronik sehingga mesin yang ada saat ini hanya menjadi fasilitas yang jarang digunakan.

Sumber : Dokumentasi pribadi

Gambar 3. 17 Mesin Tiket Indonesia

Berikut langkah dalam pengoperasian mesin tiket elektronik yang tersedia di Terminal Tipe A Leuwipanjang:

1. Pada tahap awal ini diperlukan registrasi dengan menggunakan akun terminal.

Pengoperasian mesin akan dilakukan oleh pihak terminal sebelum nantinya dapat digunakan oleh calon penumpang.

(43)

Sumber : Dokumentasi pribadi

Gambar 3. 18 Tampilan awal saat mesin tiket dihidupkan

2. Langkah berikutnya calon penumpang dapat memulai pemesanan tiket elektronik dengan memilih menu cetak tiket

Sumber : Dokumentasi pribadi

Gambar 3. 19 Halaman awal mesin tiket elektronik

(44)

3. Terdapat 2 pilihan dalam pemesanan tiket. Pilihan pertama digunakan apabila penumpang akan membeli tiket secara langsung di terminal. Pilihan kedua digunakan apabila penumpang sudah reservasi terlebih dahulu atau sudah memesan tiket melalui website layanan pemesanan tiket online.

Sumber : Dokumentasi pribadi

Gambar 3. 20 Menu pilihan jenis pemesanan tiket

4. Apabila sebelumnya telah memesan tiket secara online, calon penumpang dapat memasukkan No.

Reservasi dan nomor HP yang terdapat pada tiket online. Selain itu, calon penumpang dapat langsung melakukan scan QR Code dengan menunjukkan QR Code yang ada di HP ke alat scan mesin tiket.

(45)

Sumber : Dokumentasi pribadi

Gambar 3. 21 Menu cetak tiket reservasi

5. Apabila hendak memesan tiket secara langsung, calon penumpang dapat memilih kota tujuan keberangkatan dan jadwal bus yang tersedia.

Sumber : Dokumentasi pribadi

Gambar 3. 22 Menu pemilihan kota tujuan keberangkatan

(46)

6. Selanjutnya calon penumpang dapat memilih tempat duduk yang tersedia. Pemesanan tiket secara langsung hanya bisa dipesan maksimal 4 tiket oleh setiap orangnya.

Sumber : Dokumentasi pribadi

Gambar 3. 23 Menu pemilihan kursi penumpang

7. Masukkan informasi penumpang pada kolom yang tersedia. Informasi ini digunakan sebagai tanda sah kepemilikan tiket elektronik

Sumber : Dokumentasi pribadi

Gambar 3. 24 Menu input data diri penumpang

(47)

8. Pilih metode pembayaran yang akan dipakai. Pembayaran tiket ini dapat melalui nomer Virtual Account Bank penyedia dan juga melalui fitur scan QRIS

Sumber : Dokumentasi pribadi

Gambar 3. 25 Menu metode pembayaran

9. Setelah selesai menyelesaikan pembayaran, tiket akan segera dicetak oleh mesin tiket elektronik.

Dibawah ini merupakan contoh tiket keberangkatan bus domestik.

Sumber : Dokumentasi pribadi

Gambar 3. 26 Contoh tiket elektronik 2. Keterbatasan pengetahuan tentang Mesin Tiket Indonesia (MTI)

Calon penumpang merasa kesulitan karena keterbatasan pengetahuan dari penerapan tiket elektronik ini, ditambah dengan banyaknya penumpang berasal dari daerah yang belum mengerti tentang sistem pembelian tiket secara online. Penumpang juga masih terbiasa membeli tiket secara manual dari calo Perusahaan yang dinilai lebih mudah karena hanya perlu membayar langsung kepada calo tersebut.

Sebagian dari pihak Perusahaan merasa belum perlu untuk melakukan Pendidikan dan pelatihan karyawan terhadap penerapan tiket elektronik

(48)

3. Kesesuaian harga tiket

Permasalahan lain yang menjadi kendala dalam penerapan sistem tiket elektronik ini yakni Perusahaan belum mengetahui harga yang sesuai kondisi pasaran dan belum mengetahui cara pengenalan serta penyampaian promo hingga sampai ke konsumen. Kondisi persaingan antar Perusahaan yang menggunakan sistem tiket ini masih sangat sedikit sehingga takut merugi akibat kehilangan pelanggan apabila berganti sistem penjualan tiket secara manual ke elektronik.

Berikut merupakan daftar tarif angkutan yang beroperasi di Terminal Leuwipanjang dengan sistem pembelian tiket secara manual :

Sumber : Terminal Tipe A Leuwipanjang

Gambar 3. 27 Daftar tarif bus

Dari gambar diatas terdapat perbedaan tarif pada trayek yang sama antar perusahaan bus dengan perbedaan tarif berkisar antara 5 – 50 ribu tergantung rute perjalanan yang dituju.

Tarif tersebut sudah disesuaikan dengan biaya operasional kendaraan, akan menjadi lebih mahal ketika menggunakan layanan pembelian tiket online karena akan ada penambahan biaya admin yang dikenakan kepada perusahaan bus. Ini menjadi kendala yang akan dihadapi kedepannya apabila sistem pembelian tiket manual beralih menjadi sistem tiket online.

(49)

3.3 Pembelajaran Hal Baru

Melalui pelaksanaan magang ini, Mahasiswa/I dapat mengetahui bahwa penggunaan mesin tiket elektronik belum berjalan secara semestinya. Masih terdapat banyak kendala pada penggunaan mesin tiket elektronik di Terminal Leuwipanjang sehingga mesin tiket yang ada hanya menjadi barang mati. Pengelolaan mesin ini tergolong sulit dikarenakan sistem dari mesin tiket ini seluruhnya dipegang oleh pihak penyedia layanan. Ditambah dengan penumpang yang cenderung memilih membeli tiket secara manual daripada menggunakan mesin tiket yang dirasa lebih lama.

(50)

BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN 4.1 Kesimpulan

Kesimpulan yang dapat diambil selama pelaksanaan magang adalah sebagai berikut:

1. Terminal Leuwipanjang merupakan Terminal Tipe A di Kota Bandung yang berlokasi di Jalan Soekarno Hatta No.205, Kelurahan Situsaeur, Kecamatan Bojongloa Kidul, Kota Bandung, Jawa Barat. Terminal ini dibangun untuk menggantikan fungsi dari Terminal Kebon Kalapa yang saat ini dijadikan sebagai salah satu pusat perbelanjaan di Kota Bandung, yaitu ITC Kebon Kalapa. Namun, hingga saat ini area di sekitar Kawasan ITC Kebon Kalapa masih seringkali digunakan sebagai terminal untuk beberapa trayek angkot Kota Bandung.

2. Pada kegiatan magang sehari hari di Terminal Leuwipanjang, Mahasiswa/i ditugaskan untuk mengisi setiap pos penjagaan untuk mengawasi kegiatan yang berlangsung. Ada beberapa pos penjagaan yang harus ditempati, seperti pos kedatangan bus AKAP dan AKDP, pos Gatur pada pintu masuk terminal, pos pusat informasi terminal, pos layanan Pojok Baca Digital, pos pintu keluar terminal, dan checker kedatangan penumpang bus. Mahasiswa/I bertugas setiap harinya selama 8 jam, mulai pada pukul 08.00 WIB – 16.00 WIB mengikuti pedoman pelaksanaan magang yang telah diberikan oleh pihak kampus.

3. Dari analisis kegiatan penggunaan mesin tiket elektronik ini diperoleh bahwa ada beberapa faktor yang menjadi kendala dalam peningkatan sistem pemesanan tiket secara elektronik di Terminal Tipe A Leuwipanjang, yaitu:

a. Keadaan Mesin Tiket Indonesia (MTI) di Terminal Leuwipanjang b. Keterbatasan pengetahuan tentang Mesin Tiket Indonesia (MTI) c. Kesesuaian harga tiket

4. Pembelajaran hal baru yang didapat dari magang tentang penggunaan mesin tiket elektronik berupa kendala yang dihadapi dalam pengoperasian mesin dan sistem pembayaran tiket ketika hendak memesan pada mesin tiket elektronik sehingga untuk layanan ini belum bisa digunakan secara maksimal.

4.2 Saran

Adapun beberapa usulan sebagai upaya mengatasi kendala dalam pengoperasian mesin tiket elektronik yang ada di Terminal Leuwipanjang sehingga layanan ini menjadi lebih efisien dan nyaman bagi pengguna. Upaya yang dapat dilakukan sebagai berikut:

1. Peningkatan infrastruktur terminal seperti jaringan internet yang stabil agar mengurangi kemungkinan masalah operasional yang disebabkan koneksi internet lambat atau putus.

2. Penjadwalan pemeliharaan mesin berkala dengan memastikan komponen hardware dan software berfungsi dengan baik.

3. Perlu dilaksanakan program sosialisasi dan edukasi pengguna dengan menyediakan panduan atau instruksi yang jelas tentang cara menggunakan mesin tiket dengan benar. Sosialisasi dapat berupa poster, video tutorial, atau petunjuk di layer mesin.

4. Memberikan pelatihan kepada staff terminal dalam pengoperasian mesin tiket dan penyelesaian masalah teknis pada mesin,

5. Segera melakukan kerja sama dengan pihak bank untuk pengelolaan keuangan pelayanan mesin tiket agar pelayanan dapat segera berjalan dengan baik dan pengelolaan keuangan menjadi lebih efektif.

6. Evaluasi Bersama antar pihak operator dalam penyesuaian tarif yang dikenakan kepada pengguna.

Dengan mengimplementasikan saran – saran ini, pengelolaan mesin tiket elektronik di terminal akan lebih efisien, memberikan pengalaman pengguna yang lebih baik, dan meminimalkan masalah teknis yang dapat mengganggu kelancaran operasional.

(51)

BAB V REFLEKSI DIRI

Pada pelaksanaan kegiatan praktek magang ini saya mendapatkan banyak manfaat yang dapat meningkatkan kemampuan individu dan menambah soft skill dalam dalam bekerja. Melalui kegiatan ini saya menjadi pribadi yang lebih disiplin akan waktu serta memiliki sikap tanggung jawab akan tugas yang diberikan kepada saya. Praktek magang ini memberikan Gambaran lingkungan kerja nantinya dimana kita harus dapat beradaptasi dengan lingkungan kerja dengan cepat, ini merupakan hal positif yang dapat membangun Kerjasama antar anggota dan penyelesaian masalah dengan Keputusan Bersama.

Selain itu, saya mendapatkan banyak relasi dan berkenalan dengan banyak orang baru dari berbagai kalangan umur yang secara tidak sadar membuat saya menjadi orang yang lebih dewasa. Aktifitas harian yang membosankan dapat dicairkan dengan guyonan serta sharing pengalaman dengan pegawai terminal yang lain. Ini yang membuat saya bisa menjadi lebih nyaman ketika saya sedang bekerja atau sekedar membantu tugas dari para pegawai terminal. Di satuan pelayanan terminal ini saya diajarkan tentang bagaimana memberikan pelayanan yang baik kepada Masyarakat, ini sesuai dengan pekerjaan saya nantinya yang dituntut harus selalu melayani masyarakat luas.

(52)

DAFTAR PUSTAKA

Undang-Undang Republik Indonesia. (2009). Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan. (2016). Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Darat No.

SK.5923/AJ.005/DRJD/2016 tentang Standar Operasional Prosedur Pengoperasian Terminal Penumpang Tipe A.

Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan. (2017). Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Darat No.

SK.6251/AJ.104/DRJD/2017 tentang Pedoman Teknis Kriteria Penetapan Kelas Terminal Penumpang Tipe A.

Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia. (2021). Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia No. PM 24 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Terminal Penumpang Angkutan Jalan (Vol.

75, Issue 17, pp. 399–405).

Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia. (2023). Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia No. PM 6 Tahun 2023 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pengelola Transportasi Darat (pp. 5–24).

Kamaludin, A. G., Puspitasari, N., & Ginanjar, D. G. (2017). Penerapan Sistem Tiket Elektronik Perusahaan Bus Antar Kota pada Terminal Terpadu. Jurnal Manajemen Bisnis Transportasi dan Logistik, 3(3), 301-309.

Nauval, F. A., Cardiah, T., & Ismoyo, A. C. (2021). Redesign Interior Terminal Bus Leuwi Panjang Bandung. eProceedings of Art & Design, 8(2).

(53)

LAMPIRAN

LOGBOOK MAGANG Periode Magang:

Tahun Akademik 2024/2025

Nama : Rafli Siddiq Al Hakim

Notar : 2101312

Posisi Magang : -

Pembimbing Magang : Asep

Referensi

Dokumen terkait

Terminal Kertonegoro Ngawi merupakan terminal tipe A yang mempunyai fungsi untuk melayani kendaraan umum untuk angkutan antar provinsi (AKAP) dan angkutan antar kota

Berdasarkan survei pendahuluan dari 20 sopir bus yang ada di Terminal Tirtonadi Surakarta baik sopir bus AKAP maupun sopir bus AKDP dengan menggunakan Nordic Body Map,

Terminal Sibolga merupakan terminal tipe A karena terminal ini mempunyai luas 6100 m 2 dan juga berfungsi untuk melayani kendaraan umum untuk angkutan antar provinsi ( AKAP

Terminal Kertonegoro merupakan terminal penumpang yang bertipe A yang berfungsi melayani kendaraan umum untuk angkutan antar kota antar provinsi (AKAP), dan atau

Hasil analisis kinerja pelayanan Terminal Lamongan berdasarkan persepsi pengguna bus AKAP didapatkan atribut prioritas penanganan pelayanan pada kuadran I (tingkat

Terminal Penumpang tipe A Merupakan terminal penumpang yang berfungsi melayani kendaraan umum untuk angkutan antar kota antar propinsi AKAP atau Angkutan Batas Lintas Negara, Angkutan

Implementasi algoritma Vigenere Cipher pada aplikasi pemeriksaan kendaraan bus (rampcheck) menggunakan QR Code di Terminal Tipe A Kertawangunan

Implementasi algoritma Vigenere Cipher pada aplikasi pemeriksaan kendaraan bus (rampcheck) menggunakan QR Code di Terminal Tipe A Kertawangunan