FILOSOFISEGEHAN PADA UPACARA BHUTA YADNYA DIPURA AGUNG KENTELGUMI
KELUNGKUNG
Oleh:
GEDE SUKA ADNYANA I WAYAN WATRA
FAKULTASIL]MU AGAMA DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS HINDU INONESIA
DENPASAR
2017
Kata Pengantar
-',tt Sx'ttsh,ttsttt,
Baru penulis saciari balrr'va manusia hanva bisa berusaha semaksimal mungkin
::-rai
dengan emosionalnya secara maksimal,tapi
akhirnya segala sesuafu yang-.
.rLli aclalah kehendakLla
SongIlyang
Widhi, Tuhan Yang Maha Esa. Terkadano---.di
kesusuhan yang mendalam ketika kesusahan-kesusahan yang kami alami saat -:..'litian cli Lokasi, mallpun terhadap rvaktu yang tersedia unuk melakukan tugas-_--rs pnbadi maupun tu_qas-nlgas kampus, yang selalu padat dan menguras tenaga
.
.: pikiran, tak
terasaair
mata men*qgenang dipelupuk mata. Setelah selesainya -:rr'litian ini dilakukan inaka, kebahagiaan yang luar biasa penulis rasakan. Kata-kata -,-,k mampn menjelaskannya secara mendetail, hanya rasadan air mata
yang ::rsaenang dipelupuk mata, sehingga dalarn hati hanya ada kata "Tuhan, Tuhan,-
:- TLtitan". Sesungguhnya antara sedih dan bahagia tidak dapat dipisahkan, diantara',ilct
dan Sekulu. SecaraI'iiskalo
penulis menyampaikan Syukur yang sedalam-,
.-,:rnva kepadapan Tuhan Yan,e Maha Esa, dan secara Sekala penulis ucaparl- -::,rkasih kepada :
3apak
Dr. I
Wayan Subrata,M.Ag,
selaku Dekan FakultasIlmu
Agama dan K:budayaan, Universitas Hindu Indonesia.Stalf Administrasi Fakultas
Ilmu
Agama dan Kebudayaan, Universitas Hindu I:donesia yang telah membantu penulis dalam menyelesiakan penelitian ini.Bapak-bapak dan
lbu-ibu
tokoh masyarakat, Jero Mangku, Pengemong Upcara::in
Upakara Pioclalanterkait
denganBhuta Yadnya di Pura
Kentelgumi,Banjarangkan Kelungkung.
Yang tak
dapat penulis sebutkan namahnya satu persatu.Penelitian
ini
masih banyak kekurangan, sehinggakeritik
dan saran-saransangat kami butuhkan untuk
penyempumaanpada
penelitian-penelitian berikutnya. Sebagai akhir kata penulis samapaikan kepada semua pihak, agar kita semua mencapai kedmaian dihati, di dunia dan di akhirat.Om Suntih, Santilt, Sontilt, Om.
Denpasar, Nlei2017 Penulis,
llヽまヽ1猛翼ヽとITA料 [i]ヽ 抑む:妻ヽ1)()ヽ 載
SIA
̀│:■
1ヽ■1::tl"■ ■ 1■,■│ご :●ζ,l lill:ヽし■■:、■ ま,̀lt● 11̀‐1■ ■・ ::Ⅲl‐■
ぶ 華
RAT T誓
磐AS
ヽ書轟or:l篤 麟曹l真鑢翼│ヽ1ま鯛:聡嚇:言
マ螢ぷ毒譲 務藤 機轟 熱総鉾織 轟 軸驚轟 熱:装腱機 触臨 鑽懸 :苺総議 へ鮮輩糠 曲織 縁 怒鑢彗卜鯉 貯轟Yぜ轟 銀 鎌黒 ぶ:熙轟 錦臨畿蹂 意奎赫 鑢 憔 鉾、k婁爾腱ゞ岬 螢:
姜、 檬G嶽籍 鶴鵜ユ難 A撃菫卜凛臨 はlN‡}醸
'11乖1中 ‡lT'議 .
1. lW壼ヽま螢響 議彗霧:ヽ1群i:管i慾1ま彎燎薔警5基姜雫翠鶴幸lいま雫,,
籍:簗端鷲 翻で1漱穀薫軸 轟 詳鱗《│:!till、 囃: 撃ヽま‖ A蓼朧 導 綾‐癬 贈 電機購 ま 融 峰 轟攀緊癖覇
=, 機議臨貯畿:輯 KゞittFt姿懇姜事 斌 織 ぶ `驚導驚霧:豫騨 ■羹 機 軸 貯町 紳 織 醸
=轟轡:軸鹸『 轟 職:酪 菫意雄 慧 ム響 機壼 懸鰺 ヽ
̀卜1達轟}豪凛簿 苺:│`1ぃ暴:1奪摯輔轟導蕪1綴醸鶉 :晨ィ
Pぽ議 織畿 驚蒙 寧議轟 ‐濃 懸 ‖れ 騰 、轟:卜騨 撃華舞 哺 鱗 鐵1嬌縣 麟 鎌 乳 臨 騨 鍮 轟 跳 轟 賓 筆ま織 謙繁卜機 蓼 懇 l●■(・ 轟竜曇ず轟慧 藤鶴 詳 熱 綽轟 難贈無蹴 轟産蟻 鍮餞ざ 通:豪薫
'癬叢k機 蓼諄 軸桑 難●漱鷲》癬ゞ議:憲無撫鴨
ヾluFuhべ建築露欝爛簗 Fよ金彗 態餞轟懸:諄豪::、
rx・職 轟 銀 漁憲黙 I鰹卦 熱:轟紙 醸 獲裁撫 灘 繹 轟ζ臨 爆 懸 軸 幾 対 軸 騨1鶴轟 機 蕪 鸞 ま舞 驚,轟葉 憲藝
ド 哺 曝113薇菫ゝ書臨 縫:難囃 や意:k機群 豊ξ灘 軸 撫 轟,
ABSTRAK。
… VlllB.\B I PENDAHULUAN . I
Latar Belakang MasalahI
Rurnusan Masalah-1 Tquan Penelitian 1.3.1Tujuan i.3.2 Tujuan
-
\lanthat Peneltian Umum Khusus.E
TB II K,\JIAN PUSTAI.A., KONSEP, LANDASAN TEORI,
DANl■
IODEL PENELITIAN.…
.10
1l
11
13
1l l0
20 22 Yadnya,
︐
¨
5一
︐ 一
つん
^ 一
ヽ 一 一
7 9 つ 一 つ4
::I ヽ
lETODE PENELITIAN
1■きitlall
2. 2. 1 Pengertian Fiisafat...
1.1.2 Pengefiian \egehctn...
7 8 8
鵬
一
,1.3 Jenis dan Sumber Data...
i.J
Instrumen Penelitian...-1. 5 Metode Pengumpulan Data...
3.5.I Metode Observasi
3.5.2 Motode Warvancara...
3.5.3 Metode Kepustakaan...
3.5.4 N{etode Dokumen -r.6 lr,letode Analisis Data...
3.6.
I
Metode Reduksi Data...3.6.2 Penyajian Data...
3.6.3 Penarikan Kesimpulan...,...
29 30 30 31 31
32 33 33
B
\B IV
PEMBAHASAN DANHASIL
PENELITIAN...-
Gambaran Umum Objek Penelitian...4.1.1 Lokasi Penelitian
4.1.2 Bentuk Segehcm (Jpacara
Blnia
Yadnyadi
Pura Agung Kentel Gumi K1ungkung...- -
Frrrrgsi Segehcut UpacaroBhuta
Yadnyadi Pura Agung
Kentelgumi Kelungkun-q4.2.1 Berfi,urgsi Sebagai
perwujudan
RasaBakti
kepada Tuhan dan manifestasinya...4 2 2 Bcrfllngsi Scbagai Pcntralisisf kckLlatan k′ ang Bcrsifat Ncgatil.… 63 4.2.3 BeringsilNIlenanattan Nilai Spiritual Kepada Umat Manusia.… . 66 ヽlakma Scgθttα″
こレαεα″αB乃″′α llα d■να di Pura Agllng Kentclgulni 69
1こclungkung……………..…………・・………・・………・・¨¨……・ 4 3 1 Bcmlakna Pclcburan Dosa...…………・・………・・………
69
4 3 2 Bcmakna Scbagai Pcngalaman4α″α刀五π′)ソα777 ИJ.…………
70
4 3 3 Benmakna Untllk.NIIcwuJudkan Iく eseil■bangan dan Kcha■ ■1■onisan 73
4 4 5 うD うD うD κ︶ ′0 ′0 ■︐うD うD う0 ム︶
63
BAB V PENUTUP
4.1 Simpulan. ′0
8 7
′ 7′
4.2 Saran― Sttall
DADFTAR PUSTAKA
80ABSTRAK
Penelitian yang berjudul "Filosofi Segehott 1xrclo Lipoccro Blrutct Ycdnwr Dt Pura
Agung
Kentelgumi Klungkung"ini
padaintinya ingin
mengetahui bentnk, Fungsi dan makna yan-e terdapat pada Segehcm dalam kaitanya dengan Llpacara Bhrttct Yatlnya.Latar
belakang dilakukanya penelitianini
adalah karena dalarn hrtttten segehcut adalah sarana utama dalam setiap pelaksanaan Yodnya. karena bentuknya1'ang kecil sering juga diabaikan tentang bentuk, clan cara pembuatanya. Adapun ,vang rnenjadi rlrmusan masalah dalam penelitian
ini yainr: 1)
Bagaimanakah bentuk Segelron (JpacaraBhiu
Yaclrytadi
Pura Agung Kentelgumi Klungkung 2) ApakahFungsi
Bcmten Segehan (JpucaroBhutct
Yodnyadi Pura
Agun_q Kentel_eumi Klun-ekung?dan3) Apakah makna dari bcutten Segeltcm Upoccu'u Bhutct Yodnya di Pura Agung Kentelgumi Klungkung?Penelitian yang dilakukan dalam skripsi
ini
adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif yaitu dengan melakukan pengamatan secara langsungdi
objek penelitian. Dalarn usaha memperolehdata
berdasarkan teori menggunakan metode;kepustakaarl, observasi, wawancara,
dan
metodeStudi
dokumen.Dalam
Ltpaya;renrperdalam pengetahuan tentang Bcmten Segehcm, tentang Bentuk, fungsi, dan nakna yang terdapat didalamnya.
Berdasarkan metode penelitian
di
atas Bunten Segehon mempakan bottten ,.:irrnadalam
pelaksanaanPanca
Yaclnyayang
berlangsungdi Pura
A_qung..,:rrtelgurni Klungkung, secara
Umum
Upacara Mesegeh adalah Upacara aual '.'-'e1ttm Upacara yanglain
dilakukan. halini
dikarenakan apabila Bhutctkalu tid,alx.
:tnkan
makanan atau upah pertamakali
maka diyakini Yctclnyaitu
akan diganggLr -.,:t tlirusak. Secara umum upacara mesegeh dilakukan setiap hafr (Nitltct kctrntu) dan::-i1ri
berkala setiapWaktu terlentu (Naimitika
kcnnta). Pelaksanaan Upacaral.'tgelr
di Pura Agung Kentelgumi Klungkung disesuiakan dengan Tingkat upacara,::
dilakr,rkan dan menyesuikan sesuai dengan rvaktu dan tempat. Fungsi segeltctit ..:'.,"AraBlrtict
Yndnyctdi
Pura Agung Kentelgumi Klungkung. Berflingsi Sebagar :.:',.,rir:dan basa bhakti kepada Tuhan dan lvlanifestasi-Nya. Melalui rasa bhakti yan_s-.:s rklas umat Hindu di Pura Agung Kentelgumi
Klun_ekung mew,ujr-rdkan . :.-:sslnaan bhokti mereka dalam rvujud materi dan tenaga. Berfungsi menanamkan'.-,-
scrrinral kepada umat manusia, sebaeai mahluk yangpaling
sempuma, dan-
,::r.rilinuka bumi ini.
NIakna Segehan upacaraBhtiu
Yadn-vadi
Pura A_eung:-:.,.:.Sumi Klungkung, sebagai peleburan Dosa. Untuk memilah dan
memilih
yang - .:..
sjlrAsaimenyupatan,
kesejahteraan,dan lujuan dari
agamaHindu
adalah, '
.'i':ittutt .ictgothita ya
Calti
dhannct,yailu
tercapainya kesejahteraan hidup, :..,:ri ilan rohani damai dihati, damai di dunia dan damai di akhirat.
:.=t.r kunci: Filosofi Mesegeh untuk nyomio bhuta dalam mewujudkan kedamaian"
BAB I PENDAIIIllLUAN
1.1 Latar
BelakangMasalah
Melaksanakan upacara yadnya
bagi
umatHindu di Bali
merupakanhal yang tidak asing karena hal itu adalah dasar keimanan
sebagai perwujudan rasacinta kasih
kepada sesuafu yang sangat mereka hormati,sehingga bagr umat Hindu setiap waktu dan hari mereka
selalu mempersembahkanyadnya kepada Tuhan dan semua
manifestasi-I.{ya.'
Yadnya yang mereka lakukan pelaksanaanya adayangdilalrukan setiap hari (Nityakarma) dan sewakru-waktu atau berkalal(Naimitika karma ). Upacarayadrrya yang dilakukan
secaraNitya Karma
maupunNaimitiaka Karmq
adalah sangat penting didalam meningkatkansradha
danbhahi
dan makin meningkatryanilai
spirirualitas umat manusiadi
duniaini.
Upaeara agama adalah salah satu bagran
dari
pelaksanaan yadnya sebagai dasardari
pengemBalianTri Rna yang
merupakanhutang
dasar yangdimiliki manusia sejak manusia itu lahir ke dunia ini.
Wedamengajarkan Tuhan
menciptakanalam
semestaini
berdasarkan yadnya,oleh karena itu
manusiayang bermoral akan
merasa berhutang kepada Tuhan dan semua manifestasinya apabila semua yangtelah
dicapai dalamhidup ini dinihmti
sendiri tanpa melakukan yadnya.Untuk
menyampaikan rasa berhutangitu
umat Hindu melakukanDewa
Yadnya sebagai rasa bhakti KepadaTuhan
dan melakukanBhuta
Yadnyauntuk memelihara
semuaciptaan Tuhan. Rasa hutang kepada leluhur (Pitra)
diwujuddkandengan berbakti
kepadaLeluhur dari
orangtua
semasihhidup
maupunsetelah meninggal melalui Pitra Yadnya dan mengabdikan diri
danmenyayanggi keturunanya, sebab
dalam
kepercayaanAgama Hindu Bali
bahwa keturunan yang
lahir kembali
adalah salah satu bentuk penjelamaandari leluhur. Mengabdi kepada
keturunanyadiwujudkan dalam
bentukManusia
Yadnya dan pada hakekatnyajuga kita
melakukanPitra
yadnya secara philosofis. Terciptanyaajaran-ajaranmoral spiritual dan ajaran-ajaranmengenai kehidupan duniawi yang baik menuju
kesejahteraan hidupjasmani dan rohani
merupakanjasa
paraRsl atau Guru maka
dilakukan upacara Rsi Yadnya.Upacara
yadnya dilandasi oleh
asumsi denganyadnya
para dewa akan memelihara. manusia dan dengan yadnya manusia memelihara Dewa ( ReS l4'eda,X,90 ). Pelaksanaan Yadnya semakin kompleks ketika dikaitkan denganPanca
Yadnya,Panca Sradha
danCatur
Marga.Secara umum kualitas Yadnya dapat dibedakan menjadi tiga tingkatanyaitu
:t.
Satwika yadnya2.
Rajasikayadrrya dan3.
Tamsika Yadnya.Iadi
Yadnyayang memiliki kwalitas baik
adalah pada tingkatan Satwika Yadnyayang didalamnya memiliki
syarat-syaratmulia seperti
:Sradha,Lascarya, Astra
Dalcsina,Mantra, Gita, Annasewa
danNasmita.
Akantetapi dalam
tatacara pelaksanaanyaPanca
Yadnyatersebut
kadangkalaterdapat perbedaan arfiara
tempat
satu dengan tempatyang lainnya
yang disesuaikan dengan DesaKala
dan Patra, namun demikiankelima
Yadnyatersebut pada hakekatnya dasar yang sama yaitu Sradhaning
Manah(ketulusan hati). Dalam
melaksanakan upacara keagamaanumat Hindu memakai
sarana-saranaupacara. Dalam Bhagawadgita I IXSloka
26dijelaskan
Patram puspam phalam toyam Ye me bhktya
prayacchati
Tad aham bhakty-upahrtam Asnami prayatatmanahArtinya
Siapapun yang sujud
bhakti
kepada-Ku
mempersembalrkan sehelaidaun,
sekuntumbunga, sebiji
buah-buahandan
setegukair
akuterima sebagai Bhahi
persembahandari orang yang
berhati suci.(P udj a, 2 00 5 : 2 3 9)Dari kutipan
sloka diatas menerangkan bahwaisi
dari persembahanyang utama adalah daun, bunga, buah dan air. Dalam
implementasikehidupan
beragamaHindu di Bali isi dari
persembahan tersebut lebih populer disebut Banten. Banten yang adadi Bali
mungkin berbeda dengan Banten yang adadi
daerahlain
karenahal mi
menunjukanbahwa
agamaHindu yang
adadi Bali
penuh dengan penjiwaanetika
dan estetika yang berkembang seiring dengan perkembangan budaya Bali.Dewasa
ini di
kalangan umatHindq
khususnyadi Bali
telah munculkesadaran yang sangat tinggr untuk mendalami ajaraa-ajaran
agarrlaHindu.Orang Hindu tidak hanya berkutik datam masalah ritual
saja melainkan mereka mencoba untuk mencari makna dan fungsi yang terdapat pada pelaksanaan Yadnya.mantsiaHindu
mencoba membedah hal-hal yangberbau dogmatis dan pepatah "anahnula keto" dengan
pendekatanrasionalisme filosofis untuk membedah dan mencari makna
yang terkandungdi
dalamnya dengan tetap berpegang teguh pada lontar-lontar, purana dan kitab-kitab suci agama.Upacara Agama
adalah bagranintegral dari tiga
dasar kerangkaAgama
Hindu yang paling menonjol dari ketiga dasar kerangka dasar 'r
Agama Hindu itu
adalahUpacara. Hal ini dikarenakan
acara agama menjadi sebuah rutinitas masyarakat HinduBali
yang biasa dikenal denganistilah
Yadnya yang dimaknai sebagai persembahan yang tulus iklas kepada Tuhan dan semua manipestasiBeliau. Pengunaan simbol-simbol
adalahsebagai
sebuah usahauntuk
mendekatkan pemuja denganyang
dipuja.Pengunaan simbol-simbol dalam menghubungkan
diri
dengan Tuhan adalah sebuahbukti
bahwa manusia sebagai mahluk yang terbatas, dengan simbol manusia mencoba mengeluarkanide-ide kreatiflrya untuk
membayangkanperwujudaadari
Tuhanitu
sendiri. Dalam lontar Yadnya Prakerti dinyatakan semua banten lambang darimanusia,
kemaha kuasaan Tuhan dan lambangdari alam
semesta.Bunga
sebagailambang ketulusan dan api
adalah sebagai saksi dan pembersihan.Banten adalah suatu bentuk antara persembahan yang dihamkan olch llmat kepada Ttt dan selllllla manifestasinya yang didala7mnya lllempmyai arti dan詭がi yang sangat dalaln dan miversd.Sep面 kita
ketahui di Bdi khususnya terdttat ribuan nalna‐
nama banten yang
dipemtukan untuk Pα″ 狗妨 Dari scdemikian banyak banten yang ada yang bentulmya paling sederhana mudah dibuat dan memiliki nilai magis yang sangat tinggl adalah banten SattF臨 ̲Banten Scg̀み̀
i五 tergolong dalamJelllS banten 3"̀α yà滋μ
Sebagaimana yang telah diketahui bahwa banten Scgchα 4 ini adalah sarana utama dalam setiap pelaksanaan】 し蒻 ″ khususnya B力 ″″ 乃わ η yang sangat sering dilakukan olch masyarakat.Di dalaIIn upacara Bみ ″α
L″
)a undatan upacara trkecil adalah banten Scr勿 ″yang temasuk
didalalnnya adalah:動 の α SCSc SCr力
"′
″滋 腸″Jηg Scr滋
″ ″ ムSc87乃α″キwα″″α″:y,Sθ 〔rみα″ソα″″αιス暉η4S̀〔rあα″ソα′″α′J″名 〔シ
r″
″cαみ
"″
′ 、Scrh
偲 笏Fg Diantara sedemikian banyak segehan pelaksanaanya dapat dilakukan secara Nノ 動rttα maupun Naimitika κ″″a lllnat Hindu masih meyakini bahwa banten S̀37カ
α″ waJibhuk―
ya und dilanan secara rutin(″ ′初2 br α)maupun sewan‐
waktu(″ ′ ″′ ″ 滋 腸解α )yang ttuamya addah mtuk lnendttatkan
anwah dan nlettdin hubmgan yang hamonis antara manusia dengan3露′ α
Kaル.Masyarakat Bali lnasih meyaki」
bahwa dengan mengatw血
banten&轡
夕みα″ adalah llsaha untuk tetap eksis untuk mempertahankan sebuahtradisi yang sakral dan motifasi untuk sepiritual dapat berjalan dengan lurus
dan selalu
dapat merubahsifat-sifat buta yang ada dalam diri
manusia menjadi sifat-sifat dewa.walaupun banten Segehan kontinyu dilakukan oleh masyarakat manunsecara umum masyarakat masih awam
terhadapmakna dan fungsi yang
terkandungdalam
masing-masing Segehan tersebut.masyarakatmasih belum mengerti
perbedaan-perbedaan yangterdapat dari
masing-masing Segehandan dalam
pelaksanaanya, banten Segehan masyarakat masih menanyakandari mulut ke mulut
tanpa pernahada
gambaran yang jelas.sehubungan dengan permasalahan diatas, maka penulis mencoba memberanikandiri
untuk meneliti lebih mendalam tentangfilosofi
Segehan upacaraButa
Yadnya di pura Agung Kentelgumi.Adapun yang menjadi
alasanpenelitian memilih judul ini
adalah karena banten Segehanini
secaraturun temurun masih tetap
dihaturkan walaupun era gloBalisasi sudah merambah dan melanda masyarakat namun pengetahuan umat tentang banten Segehanini tidak
memudar walaupun era gloBalisasi berkembang dengan pesat.1,2
RumusanMasalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis
merumuskan beberapa permasalahan yang berkaitan denganFilosofis
Segehan upacarsBhuta
Yadrryadi
Pura Agung Kentelgumi. Adapun permasalahanya sebagai berikut:Bagaimanakah
bentukSegehan upacara
Bhuta Agung Kentelgumi?Apakah fungsi Segehan Upacara Bhuta
yadnya Kentelgumi?Apakah makna dari Segehan Upacara
Bhuta Agung Kentelgumi?Yadnya di
Puradi Pura
AgungYadnya
di
Pura1.3 Tujuan Penelitian
Penelitian karya
tulis ilmiah
sudah tentumemiliki
suatu tujuan yang hendak dicapai.Tujuan penelitianini meliputi
dua tujuan pokok yaitu tujuan yang bersifat umum dan tujuan yang bersifat khusus.1.3.1
Tujuan Umum
Secara umum penelitian
ini
bertujuan untuk memperoleh gambaranyang jelas dan informasi yang akurat
tentangFilosofi
Segehan UpacaraBhuta Yadnya yang dilalrukan oleh warga pengempon pura
agungKentelgumi.
Sehingga dengandemikian kita
akan memperoleh gambaranjelas
tentangbentuk, fungsi dan
maknayang
terkandungdalam
Segehan UpacaraBhuta
Yadnya diselengarakan oleh wargaFngempon
Pura AgungKentelgumi sehingga masyarakat memiliki gambaran tentang
banten Segehan yang mereka lakukan selama ini.2
3.
l3J Tujuan Khusus
Penelitian
ini
secara khusus bertujuan untuk mengali atau mengkajilebih
mendalam tentangFilosofis
Segehan UpacaraBhuta
Yadnyadi
Pura Agung Kentelgumi adalah:l. Untuk
mengetahuibentuk
banten Segehan upacaraBhuta
Yadtryayang
ada di Pura Agung Kentelgumi Kelungkung.
2. Untuk
mengetahui tentangfunsi dari banten
Segehan upacara Buta Yadnya dipura Agung Kentelgumi Kelungkung.3. Untuk
mengetahuimakna dari
banten Segehan upacaraButa
yadnya yang ada dipura Agung Kentelgumi Kelungkung.1.4 Manfaat Penelitian
Segala
bentuk kegiatan yang dilakukan
secara sadardan
terarahpastilah
mempunyai suatutujuan
yangjelas agar
dapatdifungsikan
dan bergunabagi
masyarakat.Demikianjuga dalam penelitian ini
diharapkan dapat bermanfaat secara teoritis dan praktis.Secara
Teoritis:
1.
Penelitianini
diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuanumat tentang bentuk, fungsi dan makna Filosofis
Segehan Upacara Bhuta Yadnya di Pura Agung Kentelgumi Kelungkung.2. Bagi peneliti lain, hasil
penelitianini
dapatdipakai
sebagai pendorong untuk melakukan penelitian lanjutan tentang hal-hal yang belumditeliti
dari Filoso {r SegehanUpacara
BhutaYadnyadi
Pura Agung Kentelgumi Kelungkung'Secara
Praktis:
1. penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk
membantumeningkatkan kegiatan-kegiatan keagamaan' pembinaan
Sradha
dan Bhakti kePada umat'2. Dan Penelitian ini diharapkan dapat memberikan
sumbanganpemikiran dan pengetahuan kepada masyarakat tentang
bantenSegehan Upacara Bhuta Yadryta di Pura Agung
KentelgumiKelungkung'
3. penelitian ini juga
diharapkan dapat mengingatkan umatHindu
bahwabantenSegehanmerupakanbagiandanButaYadnyayangterkecilyang
keberadaanya supaya tetap eksis dilakukan oleh umat Hindu'
BAB
ⅡKAJIAN PUSTAKA,KONSEP,LANDASAN TEORIDAN
MODEL PENELITIAN
2.1 Kajian
PustakaTulisantentangBhutaYadnyabanyakterdapatdalambuku.buku bacaan,majalah-majalahtokobukudanmediacetaklainnya.adapun beberapapustakautamayangdipandangsangattepatuntukdijadikan
sebagai bahan acuan dalam penelitian
ini.
Adapun beberapa pustaka yang diPakai antaralain
:Bhagawadgita yang bdisusun oleh G Pudja (1981)' Buku ini berisikantentangajaran.ajarankeTuhanandankeesaandariTuhan.dalam buku ini
memberikankita
gambaran yangjelas bahwa
semuayang
adadiduniainiadalaliciptaandariTuhandisampingitujugabanyakdiuraikan
tentang kebenaran,kedisiplinan,
dan keiklasandari diri
dalam melakukansemua pekerjaan {gadnya) dalam hidup
ini'
MenyayangialamwujudbaktikepadaTuhandisusunolehDrsl KetutWiana,M.Ag(2006).Dalambukuinikitadiajakunfukmenjaga
alam
semestaini dan lingkungan tempat tinggal kita untuk
dipeliharabagaikanmerawatdirisendirisebabalamsemestamerupakancerminandari sifat
manusiaitu sendiri
sehingga dengan upacaraBhuta
Yadnya adalahmediasi dalam mewujudkan alam yang harmonis'
PancaYadnyadisusunolehtimpenyusunPropinsiBali(2003)
dalam buku
ini
dijelaskan secararinci
dan mendetail tentang pembagian darimasing-masingPancaYadnyasecaragarisbesarnyadisampingdiulasjuga
tentang manfaat dari Yadnyatersebut dalam kehidupanini'
1.2 Difinisi
KonsePKonsepadalahsuafuyangdipahamiterlebihdahuludalamsuatu penelitian ilmiah.
Landasankonsep dalam penelitian ini
adalah pustakauntuk
memecahkanmasalah yang dialami dalam penelitian yang
adadidalamnyamemuaturaianSecarasistematistentangpemikiranyangterkait
dalam penelitianini.Dalam
penelitianini
konsep-konsep yangingin
dicariadalah sesuai dengan kenyataan atau relevansi komponen-komponen yang menjadi
topik
penelitian sehingga diperolehlah permasalahan permasalahan i'ang ditemukan.Untukmempermudahdanmemperjelasdalammenyatukan pengertiantentangisiataupokokdalampenulisanini,penelitiakan
menjelaskan beberapa
definisi
sehinggalebih
terkonsentrasi pada pokok- Pokok tertentu.Pengertian
Filsafat
Nama filsafat
berasaldari kata yunani yaitu dari
kataphilo
dansophia,pltiloartinyacintadansophiaartinyakebdaksanaan'jadidengan
demikiandapatdisimpulkanbahwakattafilsafatberarticinta
kebijaksanaan dalam
arti yang
sedalam-dalamnya(K' Bartens'
1999:17) seorangfilsuf adalah
sebagai seseorangyang mencintai dan
mencari kebijaksanaanjugaberartikebenaranyangsedalam.dalamnya.Disampingitufilsafatjugadapatdiartikansebagaisebuahusahaakalmanusiauntuk mencari dan
mendapatkansuatu
pandanganhidup yang benar
yangakhirnya dapat
memuaskanpencari
kebenarantersebut (Hadiwijono'
! 985:7).
Pemikiran seperti diatas pada umumnya merupakan
landasanberpikir yang ideal bagi
seorang manusiayang ingin mencari
sebuahkebenaran yang kongkrit dalam hidupnya' sehingga seorang filsof diharapkanmenjadimanusiayangmemilikiwawasanyangluastentang
kehidupan dunia dan kebenaran tentang hidup
di
dunia iru'Lebih dari pada itu
batasanmodern juga mengartikan
bahwat.ilsafatadalahsebagaiilmuyangberusahauntukmemahamisemuahal rangtirnbuldidalamkeseluruhanlingkuppengalamanmanusia.Dengan berhlsafat diharapkan manusia dapat mengerti dan
mendalami:ermasalahan
yang dihadapi
ssehingga manusia mempunyai pandanganrrdupyangmenyeluruhdanberpikirsecarasistematismengenaialam
>emesta dan tempat hidup didalamnya' Yang dimaksud
denganJrdalamnya adalah
manusiamerupakan satu kesatuan yang tiddak
Japat dipisahkan dengan alam ini'
Pandanganyang menyeluruh
danSlstematisdapatdikuasaimanusialebihdarisekedarpengetahuanyang
lrmiliki
(lmam Bernandib I 985 : I 2)'Kita scring mcnganggap bah、 va fllsafat,merupakan suatu bidang studi yang sulit. Padahal kita tidak Sadar setiap langkah kita adalah mengunakan fllSafat, karena fllSafat bcrhubungan erat dengan pildran tetapi tcrkadang kita tidak mempergunakan pikiran kita dengan baik, schingga nilai fllsafat yang terkandung di dalarrl peFnikiran adalah sebuah
CClHlinan emOSi. Apabila dilakukan proses berpikir agak lama dan mcngunakan pikiran dengan baik, mellnilih dari beberapa pikiran yang dilakukan dengan proses yang agak lama lnaka kita telah melakukan っroses berfllsafatsecara garis kecil lレ 物S′ノ/2 2θθ5∫6) dari beberapa Dengertian fllSafat diatasmaka dapat disiinpulkan bah、 va fllSafat sebagai bagian dari illnu pengetahuan yang menyelidiki segala sesuatu yang ada
secara mendalam dengan meFnpergunakan akal dan pikiran sampai pada lakekat atau esensi atau dengan kata lain filSafat adalah sebuah cerlninan 卜ang menggambarkan usaha manusia untuk menemukan kebenaran dan
ken、ataan,baik mengenai diH sendiri ataupun segala sesuatu yang dliadikan otteknya yang diSelidiki secara kritis,radikal,mendasar dan menveluruh.
-.: :
Pengertian SegehanSegehanberasaldarikataSegeyangartinyanasidanmendapat akirananmenjadisegehanyangberartisebagaisebuahbentukkorban .,angpalingkecilyangdibuatdarinasidanlaukpauk,bawang,jahe,
aaram dari kata Sege itulah kemudian menjadi lebih dikenal dengan istilah
\egeh, seperti mesegeh yang berarti menyuguhkan segehan kemudian dari kata Segeh
itu
adakata
suguh,hal ini
sesuai denganhukum
perubahanbunyi
seperti leteh-leruh, kekehkukuh,
dan lain-lainnya. Kemudian kata suguh mendapat akiran an menjadi suguhan yangberarti
hidangan, yang dalam hahini
adalahjenis-jenis makanan yang sudah dibuat dan disusun sedemikianrupa untuk
disuguhkan kehadapanpara Bhuta Kala.
Jadilegehan
adalah menyuguhkan beberapajenis sesajen yang disenangi oleh:ara Bhuta Kala, dengan tujuan untuk menetralisir
sifat-sifat3huta Kala
danmengemBalikan
keseimbangandari kekuatan
gelapmenjadi kekuatan
yang menolong sehingga kesempurnaanhidup
dapat :rcapai.Jadi dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa banten Segehan
itu ,dalah
beberapajenis
sesaTen yang disuguhkan kehadapanBhuta Kala
:en_qan tujuan untuk menetralisir kekuatan Bhuta yang
jahat
menjadi sifat:ark.
Banten Segehan adalah banten penyupat atau penyomia BhutaKala ,pabila
sudah dihaturi segehantidak
akan mengganggu dan akan meryadi -.,.\+a\tadan begitu
seBaliknya, apabilaBhuta Kala itu
diabaikan atau::iupakan
maka akan menjadi Bhutaya
dan akan selalu mengganggu dan:enggoda.
Ibaratnya seperti manusia tidak diberi makan maka manusiaitu
:{an berontak dan apabila manusia sudah diberikan makan
dan::ryrhatikan maka manusia itu pasti akan membantu karena
sudah -- endapatkan ketenangan.: : i
Pengertian UpacaraBhuta Yadhya
Kata
upacara berasaldari
bahasa sansekerta yangterdiri dari
duakau yaitu
Upa danCara.
LIpa berarti dekat dan cara berasal dari urat kata kerja kelas satu Parasmaidam yaitucar
yang berarti gerak dan kemudiannenjadi
bentuk guna dan ditambah a yang kemudian membentuk pangkal Dresen sehinggamenjadi kata
cara yangberarti
gerakan(tim
penyusun,-987i1988;79). Konsep
kata
upacara secaraetimologi
yang berasal dari :ahasa sansekertayakni Upa
danCara. Upa
yangberarti sekeliling
atau:enujnuk
segala.Cara berarti gerakan atauaktifitas
sehingga kataupacara:erartr
gerakan atauaktifitas sekeliling
kehidupanumat
manusia dalam-:a\
a dan usaha menghubungkandiri
dan menyatukandiri
deengan Tuhan.:bagai sumber dari semua kehidupan ini
besertasemua manifestasi::lrau.Upacara
adalah lapisanpaling luar dari
Agama, walaupun Agama::apun
di duniaini
mempunyai upacara.Karena upacara merupakan bagian yang tak terpisahkan
dari r.3Satu&fl agama secara utuh.Upacara merupakan suatu realisasi Agama..au ahivitas-aktivitas
Agama. Apabila Agamatidak
mempunyai upacara*
aka reaalisasi atau aktivitasnya tidak tampak dimasyarakat. Maka dariitu
-.rama akan tenvujud dalam aktivitas-aktivitas kehidupan
umatnya.--..,rrr
itas-aktivitas itu
tidaklahdilakukan
secara awur-awuran, melainkan;idasarkan
ataskitab Suci
Weda dan sastra Agama yang dibentangkan-..am
berbagai pustaka.Adapun
kegunaan Upacara dalamAgam
selainuntuk mewujudkan Agama dalam kehidupan, namun juga
untuk memantapkan perasaanbatin dalam memuja
Tuhan/dalam memuja-Nyasesuai dengan petunjuk pustaka Suci. dalam ajaran
AgamaHindu
Upacara merupakan salah satu kerangka dari AgamaHindu
yangpaling jelas
kegiatannya dapat disaksikandi masyarakat.
Pelaksanakn Upacaratidak dapat dipisahkan dengan etika(
Susila)danTattwa
(
Filsafat).Butha
Yaddnya berasaldari
duakata yaitu Bhuta dan
Yadnya Pengertian Bhuta YadnyaBhuta
Yadnyaitu
merupakan salah satu bagian dari Panca Yadnya,yaitu
berupakorban suci yang
dihaturkan kepada para Bhuta.MengenaiBhuta itu
sendiri adalah berasaldari
kata sansekertayaitu dari
akar kataBhu
yang artinya menjadi, adamahluk
dan wujud.KataBhuta itu
sendiri merupakan bentukfasif particifel
dariBhu
yang berarti telah diwujudkan.Demikian
selanjutnya da-i kataBhu
mer4adi Bhuwana atauBhumi
yangberarti
alam atan jagat dari pengertianini
maka Bhuta berarti unsur-unsur yang menjadikan alam semesta atau Jagat Rayaini
dari unsur-unsur Panca Maha Bhuta yangterdiri
dad,Pertiwi, Apah,
Teja,Bayu
dan Akasa.Bhutajuga
berarti gelap atau kegelapanyaitu
gelapnyahati
karenatidak
melihatakibat dari
salah satu unsur pancaindria
dalamtubuh tidak
berpungsi.Secara
filosofis
Bhuta adalah salah satu kekuatan negatif yangtimbul
dari adnyaketidak
harmonisan diantara unsur-unsur PancaMaha Bhuta yang
dapat menimbulkan kekeruhan suasma baik pada Bhuwana
Agung rnaupun BhtmanaAlit. Blla
unsur-unsur Panca Maha Bhutaitu
harmonisekan menimbulkan kekuatan positif dan terciptanya
ketentraman :rrdup.secaraumum, di Bali
penyebutanBhuta
sering ditambahkanKola :,ang dalam bahasa jawa kuno yang artinya jahat, raksasa,
hinall'ojowasito, 1970:6j) Dari
pengertian diatasdi Bali
pada umumnya',r aktu adalah salah satu
hal
yangmemiliki nilai
yang sangatreligius
dan:agic.dalam
kepercayaan HinduBali
waktu yang paling dianggap keramat.;alah
Sandikala atau peralihan hari dari sore menuju malam,Untuk
lebih;lasnya tentang pengetahuan
roh-roh
ataujenis
Bebhutanitu dari
mana ,saln'u'a, mengapaia lahir kedunia ini, dan apa
hubunganya dengan^:anusia,
di
bawahini
akan dijelaskan secara singkat Berdasarkan kitab l.tnawadarma Sastrabab
1.22 disebutkan artinya,Tuhan
menciptakan:,'rbagai tingkat Dewa-dewa yang mempunyai sifat karma, juga
: .lptakan
tingkat sadya menurut sifatnya dan Yadnya abadi dari kitabini -;a
drlelaskan bahwa ada dua tingkatanroh
yakni tingkatan Dewa-Dewa.-1j,,1\u
(tingkat lebih
rendahdari
dewa) Dewa-dewa pun ada tingkatanya,=.rai
dengan fungsinya masing-masing termasukdalam hal ini
adalah:;',\a, Batara dan Rsl
sedangkanyang termasuk kelompok
Sandhya:
:edakan menjadi dua kelompokyaitu; Prets
danPitara. Pitara
adalah,.-.,,
ah leluhur yang telah diperabukan dalam
upacaraPitra
Yadnya,, = :anukan
preta
adalah arwah leluhuryang belum
diperabukan,preta iru
,
.:.rdukanya masih dekat dengan manusia dan oleh karena itu
: :ambarkan memiliki bentuk yang
sama denganroh-roh yang
lainyayang tugasnya sering mengganggu keberadaan manusia, apabila manusia
itu
acuh tak acuh terhadapnya.- Bhuta
adalahroh
yang bentuknya sangat menakutkan karena sifat- sifatnya yang suka mengganggu manusia.-
Raksasa adalah sejenis bhuta yang sifat-sifatnyatidak
sama dengansifat bhuta seperti
sebagaipenjaga
pm.tusorga? peniaga
kawah neraka dan sebagainya.- Yatudana adalah sejenis raksasa yang sangat sakti dan
karenakesaktianya ia bisa memperlihatkan dirinya sesuai
dengankeinginanya.
Paulestya
adalah sejenis ralcsasayang sifatnya
hapir sama dengan yatudana.-
Pisaca adalah ralcsasa yangmemiliki
ukuran yang sangat kecil.- Asura
adalah sebutan yang diperuntukanunfuk
semua jentsroh yang
sifatnya bertentangan dengan sifat-sifat dewa.Pengertian Yadnya
Menurut etimologinya Yadnya berasal dari
bahasa sansekertadengan urat kata Yaj yangartinya mernuja atau memberi pengorbanan atau
menjadikan suci. Dari urat kata itu timbul kata yadrrya yang
berarti pemujaan,doa,
persembahan(Pudja, 1985;
104) Pendapatyang
serupajuga
dikemukakan olehI
Gusti Agung Mas Putra dalam bukunya upakara yadrrya, bahwa yadnya berasaldari
urat katayai
yang artinya berkorban"dalam hal ini korban yang dimaksud
adalahkorban yang
berdasarkanpengabdian dan cinta kasih didasari oleh ketulus
iklasanmengikutkan diri pada hasilnya. Yadnya
adalah upacaraWeda
yang mempersembahkan Sesajen yang ditujukan kehadapan Tuhan.Dasar utama
dariyadnya ini adalah
rasabersyukur
kehadapan Tuhan atas anugrah yang telah dilimpahkan kepada umat manusia.Yadnya dalam persembahanya mempergunakan sarana Sesaien ataudiBali
lebihpopuler disebut banten yang didalamnya berisikan bahan-bahan.
- Pattram
yang artinya daun seperti daunjanur,
pisang, ental,sirih
danlainJairnya.
-
Puspamyang artinya buna
sepertiBunga
cempaka, pacar, kamboja dan lain-lainya.- Phalam yang artinya buah seperti pisang apel,
manggadan lain-
lainya.-
Toyam yang artinya air suciatautirta.
Ada beberapa tujuan oarang melakukan yadnya daiam agartteHindu
dan tujuan itu memberikan motifasi yang positif untuk
mewujudkan kehidupan damai dan harmonis dan adapun tujuan tersebut adalah;-
Sebagai tanda syukur kepada Tuhan atas kemurahan dan anugrahNya terhadap seluruh ciptaanya.- untuk
menyucikan bm,vana ogung dan buwanaalit
selnnggaterwujud keseimbangan yang harmonis.- Permohonan kepada Tuhan agr beliau berkenan
memberikantuntunan kesucian lahir batin
sehinggaterwujud kehidupan
yang sempurna padadiri pribadi
setiap umat. Sesajen supaya pata BhutaKala
menladi somia atautidak
mengganggu kehidupan manusia serta supayajagatrayaini
harmonis dan seimbang.2.3
LandasanTeori
Landasan
teori
merupakanteori-teori
yang drjadikan landasan atau alatuntuk
menjawab permasalahan yang diajukan, sehingga jawaban yang dihasilkan merupakan jawaban yang bersifat teoritis dan sistematis.Teoriitu
adalah suatu abstraksi intelektual yang menggabungkan pendekatan secara rasional dengan pengalaman empiris.L4 Teori Fungsional Struktural
Dalam
bahasatulisan seringkali istilah analisis fungsional
dan fungsionalisme disamakan padahal keduanya berbeda.Analisis
fungsional adalah suatukajian
yang menempatkan elemen sosial dankulturat
denganpenekanan pda hubungan pengaruh mempengaruhi.
SeBaliknya,fungsionalisme adalah suatu doktrin yang
menekankantelaah
terhadapaspek sosial dan kultural dengan tujuan untuk mengetahui
hakikat keberadaannya. Jadi, fungsionalisme menyatakan setiap fenomenakultural selalu ada
gunanya sebabjika tidak
berguna fenomenaitu akan
lenyap dengan sendirinya (Cohen,2000 : 383).Malinowski
(dalam Triguna, 1997:114) teori
fungsional merupakanbagran dari
pendekatansistemik dalam ilmu-ilmu sosial dan
budaya.Pendekatan sistemik terlihat dari
pandangannyabahwa "teori
fungsimengakui adanya bagian-bagian
dari
sebuah sistem, yangjika
salah satu bagian mengalami perubahan maka komponenyang lain
akan mengalami perubahan.Artinya, teori fungsional
menjelaskanarus
sebabdan
akibatyang menjadi inti mekanisme suatu sistem sehingga analisis
denganmenggunakan
teori fungsional
dapat memberikan pemahaman tentang hal- hal menonjol pada waktu dan tempatterteirtu.Dalam
konteksFilosofis
Segehan UpacaraBhuta
Yadnyadi
PuraAgung Kentelgumi Kelungkung. Teori Struktual
Fungsionalisme dipergunakan untuk membedah pemahaman tentang stnrktur yang dikaitkan dengan fungsinya sehingga dapat mendorong peningkatansradha
dan bakti bagi Umat Hindu kehadapan Ida SanghyangWidhi
Wasa.L4.l Teori Simbol
Secara
etimologis simbol adalah suatu hal atau
keadaan yangmerupakan
pengantaran pemahamanterhadap objek.Manifestasi
sertakarakteristik simbol tidak
terbatas padaisyarat fisik, tetapi
dapatjuga berwujud
kata-kata,yakni simbol
suarayang
mengandungarti
bersama serta bersifat standar (Triguna, 2000:7).Ernest Gassier
menyatakanbahwa simbol adalah dunia
maknamanusia yang hanya memiliki nilai fungsional, bukan fisik
dansubstansial. Kant (dalam
Triguna,2000
: 29) mendefinisikansimbol
antaraprantara untuk menampilkan akal murni melalui relasi
dengan yangtransedental dan berfungsi menerapkan suatu pengertian
obyekpengalaman
indrawi,
menerapkan hukum refleksi atas pengalaman kepada obyek lain.2.4.2 Teori Religi
Max Muller (dalam Pals, 2003) menjelaskan
bahwa fenomena perkembangan agama-agama sangatmungkin untuk
dijelaskan dengan sains,yaitu
dengan menelusurijejak
masalalu
untuk menemukan ide-ide dan praktek-praktek keagamaan paling awal yang pernah dilakukan manusia kemudianmengikuti
perkembangan alamiah dari praktek dan ideitu
sampai saatini.
Sejak saatitulah maka
agamatidak
saja dianggap hanya sebagai sekumpulan kepastian iman yang dianut oleh umat manusia melainkanjuga
sebagai sebuah proses perkembangan dalam sejarah yang panjang.Analisis terhadap
azas dan asalmula religi yang
dikembangkanoleh Wa ahli dengan pendekatannya masing-masing
memberikan kesimpulan bahwa gejalareligi
adalah gejala yang kompleks.Tylor (1832 -1917)
menyatakanbahwa esensi
agama, sepertijuga mitologi
adalahanimisme, yaitu
kepercayaanterhadap roh-roh yang mendiami
alam semestadan mempunyai kekuatan yang tidak dimiliki oleh
manusia sehinggamenjadi obyek
penghormatan dan penyembahan,yang
disertaioleh berbagai upacara berupa doa, sajian, dan atau
korban (Kcentjaraningrut, 1987:49 dan Pals, 2002 :4l-44).
Teori-teori yang
pendekatannyaberorientasi
kepada keyakinanreligi
antaralain dikenal
beberapatokoh,
sepertiAndrew Lang
(1844-l9l2), Lang
mengemukakan bahwa asalmula religi
adalah kepercayaan terhadap dewa-dewa. Marrett menyatakan bahwa bentukreligi
yang teftua adalah berdasarkan keyakinan manusia akan adanya kekuatan gaib dalam hal-halyang luar
biasa danmenjadi
sebabtimbulnya
gejala-gejala yangtidak
dapatdilakukan
manusia.Keyakinan itu dan "emosi
keagamaan"r
ang timbul karena keyakinan itu, serta
segalatingkah laku
upacaranerupakan akibat
selanjutnya.Kruyt
mengemukakanbahwa asal
mula :e1r_rradalah
kepercayaan adanyamahluk-mahluk
halus yang disebut'::ritisme.
Selanjutnya teori-teori yang dalam
pendekatanya berorientasi ,;::da sikap
manusia terhadapalam gaib atau hal yang gaib
dikenal: r:ile tokoh yaitu R Otto (1917) dia
menganalisis sebuah sistirnreligi
- : - - r r.1 mempergunakan pendekatan sikap manusia terhadap hal yang gaib
-
: --irtrr\'a
bahwa semua sistemreligi,
kepercayaan,dan
agama didunia- :
r -!:i
kepada sesuatu konsep tentanghal yang gaib yang
dianggap- --; r.rS\at
dan keramat oleh manusia.Hal
yang gaib dankeramattadi
- - -: *.kan sikap
terpesona,selalumenarik perhatian manusia
dan*
-- - ::
timbulnya hasrat untuk menghayati rasa bersatu denganya.:;1.r.r'rra disamping sistem keyakinan dan
doktrin sistem
upacara,.
". :--:l.'an
suatu perwujudandari religi
atau agama. Kedua upacara,
---- :iama mempunyai fungsi sosial untuk
mengintensifkansolidaritas masyarakat. Ketiga tentang
fungsi
upacara bersaji adalah untuk mendorongrasa solidaritas
denganpara dewa artinya
dewa-dewajuga
dipandang sebagai warga komunitas yang istimewa. Agamaadalah sesuatu yang amat bersifat sosial. Dalam setiap kebudayaan, Agama adalah bagianyang paling berharga dari seluruh kehidupan sosial, dia
melayani masyarakat dengan dengan menyediakan ide,ritual,
dan perasaan-perasa{ulyang akan menuntun
seseorangdalam hidup bermasyarakat
(Pals, 2002;164).Dalam penelitian
ini
penggunaanteori ini
sangat dirasakan penting karena kehidupan manusia khususnya AgamaHindu memiliki religi
atau kepercayaan terhadap Tuhan yang MahaEa
sebagai asalmula
semuaini
yang bersifat
Nirgunq
para Dewa sebagai sinar suci dari Tuhanitu
sendiridisamping Tuhan juga menciptakan
kekuatan-kekuatanbhuta
yangtrgasnya adalah untuk hidup
berdampingandengan manusia,
apabilabkna ini
diabaikan oleh manusia akan dapat menciptakan suatu musibah Saupun petaka., ,::
Penelitian¬. 1 三二n
-
-:*.,3 Hindu adalah
agamatertua yang ada di dunia yang di
│… ・ teⅢ
at ttaran yang sangat universal tentang keTuhanan.rgama
Hindu di masyarakat Indonesia umumnya dan
di'-,r:n\a hidup berdampingan dan saling bertoleransi
dengan:-3ma
lainya.AgamaHindu yang
terdapatdi Bali
Khususnya:ir:redaan
dengan agamaHindu di luar Bali
dandi India hal ini
l■ama■[indu di Bali rnerniliki tingkat emOsi keagamaan yang
'.:
universal dalam mengembangkan sistemkepercayaan
yang1 1.■ama I‐Iindu di Bali meyakini danlnelaksanakan Pα ′っ(〕
̀″
:]ここai sebuah bentuk realisasi diri dalam menciptakan
.---=r:r
vang harmonis dalam kehidupanyaBhuta
Yadnya adalahkorban suci yang
ditujukan
kehadapanpua
BhutaKala
dan menjaga alamini
supayatetap
seimbang dan harmonis.dari
sekianjenis
upacaru Bhuta Yadnya, yang tingkatanya palingkecil
adalah dalam bentuk banten segehan yangdiyakini
oleh umat sebagai persembahan ditunjukan kepada pata bhutasupaya terjalin hubungan yang harmonis. Banten Segehan
walaupun bentuknyakecil
namundi
dalamnya terdapat bentuk yang beraneka ragam,fungsi
dan makna yang sangat besar sekali, yangperlu untuk
dikupas dandiketahui oleh umat Hindu, sehinga agama tidak dipandang dari
segi upacara saja melainkan mengkombinasikan anhra Tattwa dan Ettka.BAB
ⅢMETODE PENELコ
「IAN
Metode penelitian sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan dasar
.-:ltang tentang semua tindakan dan usaha penelitian sebagai dasar
untuk::ningkatkan
pengetahuanharus dilakukan
agarhasil yang diperoleh
dalam:erelitian menjadi sesuai dengan tujuan yang diinginkan
(Suharsini --konto,1998;T2)
Metode penelitian
merupakan langkahyang
sangatpenting yang
harus- '.ukan
oleh para peneliti tujuanya adalahuntuk
mendapatkan data yangvalid
-,-
akurat oleh karenaitu
tercapai atau tidaknya tujuan penelitian tergantung dari-:.-'le
yangdiyakini memiliki
keterkaitanyang
dapat dipertanggungjawabkan:::sahanya dan kevalidan
datanya.Jadi metode yang dipergunakan
dalam r : -:.::1anini
meliputi.:
RencanganPenelitian
Penelitian mengenai
Filosofis
SegehanUpacara Bhuta
Yadnyadi
Pura , : -.- _-Kentelgumi Kelungkung merupakan penelitian dalam ruang lingkup
:--: Hindu maka secara otomatis pendekatan yang dilakukan
adalah ''::--:
.:tin religius dalam
menyelesaikansuatu
masalah. Permasalahan yang,-
- - lalam
penelitianini
adalah bentuk,fungsi
dan makna segehan upacara ."-irt,,'a. Dewasaini perlu kiranya kita
belajarlebih giat
dan bersungguh- -' . . -- -ntuk
dapat mengungkaplebih
mendalam dan mengupaslebih
banyak:3ntang
bentuk fungsi dan makna yang terdapat dalam
semuajenis
upacara:"hususnya
banten
segehandalam
upacarabhuta yadnya yang dimiliki
oleh -.gamaHindu
sehingga dengan demikiankita tidak
hanya menerima paham anak':ia keto
sebagai sebuahjawaban terakir.
Sebagai generasi mudaHindu
yang*emiliki
intelektualitaskita
harusselalu
gencarmencari tahu dan
mendalami::ttuk,
fungsi dan makna yang tersimpan dalam upacara bhuta yadnya dari yang::iecil yaitu segehan
dantidak tidak hanya giat
sebagaipelaku saja
tanpa :r:naah mengetahui apa yang tersimpan didalamnya.Dewasa
ini
banyak kitajumpai
dikalangan umat berugama yang berada di-:!l
ad&t melakukan upacaratidak
berdasarkan sastrayang ada
konsep yang-::i:embang
adalahkonsep
asanangeatau mengira-ngira dan mencoba
saja.::.-:hal kalau kita
mentelaahbahwa dalam
upacara bhutayadnya
khususnya:-:iao tidaklah boleh dilakukan
secara sembarangan karenakita
berhubungan -:-..rr bhuta
dankala yang memiliki
kekuatanyang
sangatluar biasa,
dan.:-:.ia diberikan
suguhanyang salah maka bhuta kala inipwr akan
dapat-
: -=langgu keharmonisan dan kehidupan umat Hindu.
Berdasarkan"':
-:salahan yang diuraikan diatas, maka penelitian ini tergolong
dalam r . -:
..rankualitatif
yang bersifat mengungkap, memahammi, dan mengupas lebih*:-::,am terhadap gejala yang sudah ada maupun belum diketahui. Dari
.:aan tersebutjelaslah
bahwa metodekualitatif
bergunauntuk
mengetahui-: :
Se SU&tu yang bam sedikit diketahui atau sesuatu yang belum diketahui sama- :*n Data-data yang didapat dalam penelitian ini selanjutnya
akanfrrqghm dan
dijelaskan sedemikianrupa
sehinggadalam
penyajianya saling L;rlceitan.,
:
LokasiPenelitian
Penelitian ini dilakukan dilingkungan Pura Agung Kentelgumi
yang'
.-
.r.isi di wilayah
KabupatenKelungkung
alaasanmemilih lokasi pura ini
:
r;-il lokasi penelitian
karenadipura ini
bertepatan dengan upacara ngenteg-, ': dan ngusaba, namun daya juang masyarakat terhadap
menjaga,-; :!3nk&n dan
mempertahankankonsep keyakinan yang begitu
adiluhung*'-,:,ah tinggi sekali hal ini
dapatkita lihat
bahwa masyarakat disana masih*; ::-rlkan dan menyakralkan
upacara mesegehdalam
hubunganya dengan, --::a
bhutayadnya.,
*'
Jenis dan SumberIlata
Penelitian ini tergolong dalam penelitian kualitatif yang
bersifat*
: -:.:kripsikan suatu data yang didapat dari hasil penelitian yang
diperoleh" -:::gan
yang menerangkan dan menjabarkan sesuatu sesuai dengan data yang," ,:.:i dilokasi
penelitian danjuga
terdapat pada buku-buku yang ada kaitanya":l--:i. penelitian ini, penelitian kualitatif tidak
mempergunakan angka-angka, J
- siatistik sehingga dalam penelitian ini lebih banyak menjabarkan
dan*
;- ;,askan hasil penelitian yang didapat.
Sumberdata dalam penelitian ini
. :.-. ada dua yaitu data primer dan data
sekunderyang
bersumber pada-
*ena-fenomena yang terdapat dilapangan.Untuk menunjang data primer yaitu-::s
\rang disebut informan, maka digunakanlah data sekunder berdasarkan dari- .:;r
pustakayang berupa buku-buku literatur, majalah yang
ada kaitannya---_.in
masalahini,
sehingga dataprimer ini
dapatmelengkapi
data sekunder : l:101 penyempUrna.li
I Instrumen Penelitiaan
Merupakan bagian dari
upaya-upayayang dilakukan oleh
parapeneliti didalam mempersiapkan alat-alat atau bahan-bahan
yangJipergunakan demi mendapatkan data-data dalam penelitian ini
nempergunakan alat-alattulis,
kamera,alat
perekam dan sebagainya. Halini
bertujuan untuk meyakinkan data-data yang didapat sehingga kebenaran:an
kepastian dalam penelitianini
dapat dipertanggungjawabkan.Metode Pengumpulan
Data
Untuk mendapatkan data yang akurat perlu diadakan pemilihan dan penggunaan metode yang
jelas
dan tepat. Dengan menggunakan metodeyang jelas dan tepat
diharapkan memperolehdata
sesuai dengan yang diharapkan dan bias dipertanggungjawabkan secara ilmiah.Metode
pengumpulan data adalah suatu cara atau metode yang Lhususdi
gunakan sebagaialat untuk mencari
memperoleh data.Urtuk
memperoleh data yang
objektif
danvalid,
penulis mempergunakan metode- metode sebagaiberikut
1)Metode
Observasi,2) Metode
Wawancara, 3) Metode Kepustakaan dan 4) Metode Dokumen.-
3.5.1 Metode
ObservasiMetode Observasi adalah suatu cara untuk memperoleh
data denganjalan
mengadakan pengamatan dan pencatatan dengan sistematis.Sutrisno
Hadi (2000;
100) menguraikan bahwa Observasibisa
diartikan sebagaipengamatan dan pencatatan dengan sistimatik
terhadap fenomena-fenomenayang sedang diselidiki dalam artian yang
luas Observasitidak
hanya terbataspada
pengamatanyang dilakukan, baik
secara langsung maupuntidak langsung.
Pengamatandalam hal ini adalah
pengamatanyang dilatcukan secara langsung oleh penulis di
lapanggan dalam halini
Pura Agung Kentelgumi Kelungkung. Metodeini dimaksudkan bahwa penulis melakukan penelitian dengan jalan
melakukan pengamatan dan pencatatan langsung kepada objek dan sumber
yang ada di lapangan, hal ini dilakukan agar penulis
mendapatkan gambaran yang jelas dan akurat tentang bentuk, fungsi dan makna segehan upacaraBhuta
Yadnya, sebagai tahapawal untuk makin
memantapkan rasaspiritual
dan sradha umat.\letode Wawancara
Wawancara merupakan suatu percakapan bermakna
yaog:
,.<ukan antara dua orang ataulebih
yang diarahkanoleh
salah seorang- : -
jifl
fujuan untuk mengetahui pendapat persepsi, perasaan, pengetahuan-
-,:an-tahapan wawancara meliputi : Menentukan siapa yeng
diwawancarai, Mempersiapkan wawancara .gerakan awal.
Melakukan wawancara dan memellt:arra agar wawancaraproduktif
dan Menghentikan wawancaxa dan memperoleh rangkuman hasil wawancara.Dalam penelitian ini digunakan wawancara mendalam
denganterstruktur digunakan untuk mengumpulkan data tentang
ungkapan- ungkapandalam kaitannya
denganFilosofis
SegehanUpacara
Bhuta Yadrryadi Pura Agung Kentelgumi
Kelungkung.Mengingat wawancaradilalrukan terhadap informan maka dalam penelitian ini
informanditentukan
dengantekhnik snow ball.Teknik ini
menghendaki terlebih datrulu ditentukaninforman kunci
sebagaiinforman awal
dan diharapkandari informan ini
didapatkaninformasi
tentanginforman
berikutnya.Agar metodeini
dapat digunakan secaraefektif
dan efisien dalam pengumpulan data maka dilengkapi dengan tehnik merekan dan mencatat..r
: i, Uetode Kepustakaan
Metode kepustakaan adalah suatu cara pengumpulan data dengan
lalan mencan
datadi
beberapabuku yang memiliki
keterkaitan denganpenelitian ini. Metode ini bertujuan untuk
mendayagunakan sumberinformasi yang terdapat di
perpustakaan.Metode kepustakaan sangat pentingdilakukan oleh
parapeneliti untuk
menambah kekurangan data.Perpustakaan seperti