Mata Kuliah : Metode Wawancara
Dosen Pengampu : Dr. Hilwa Anwar, S.Psi., M.A., Psikolog Rahmawati Syam, S.Psi., M.Psi., Psikolog
(JENIS WAWANCARA) (JUDUL)
Kelas D
Dimas Noor Arasy (230701501063)
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR 2024
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN A. Gambaran Permasalahan Subjek
Subjek berinisial A adalah seorang perempuan yang lahir pada tanggal 15 April 2005. Subjek berdomisili di Jl. Muh Tahir kota makassar, beragama Islam, dan berasal dari suku Makassar. Subjek adalah anak kedua dari tiga bersaudara dan belum menikah. Subjek mengaku belum pernah mengikuti sesi konseling atau terapi sebelumnya, serta tidak dalam perawatan psikiater. Selain itu, subjek tidak pernah mencoba bunuh diri, tidak memiliki keinginan untuk melukai diri, dan tidak memiliki Riwayat penyalahgunaan zat.
Subjek tidak pernah mengalami pelecehan, subjek juga belum pernah menerima diagnosis formal dari ahli kesehatan mental. Tidak ada Riwayat masalah mental pada keluarga. Subjek diketahui mengonsumsi obat Paracetamol dengan dosis 1x1 untuk sakit kepala dan demam, vitamin B6 dengan dosis 1x1 untuk tubuh, dan obat Zinc Zulfate dengan dosis 3x1 dan Attapulgite dengan dosis 2x1 untuk memperbaiki pencernaan subjek sempat diare, subjek mulai mengonsumsi pada tanggal 08 November 2024, dan adapun efek samping dari obat tersebut yaitu membuat subjek merasa mengantuk. Subjek memiliki dua saudara kandung, yaitu NA yang berusia 21 tahun dan tinggal terpisah, serta AF yang berusia 15 tahun dan tinggal bersama subjek.
Dalam riwayat pendidikan, subjek menempuh pendidikan TK Bungaya di Makassar pada tahun 2011, dilanjutkan ke SD Inpres Jongaya di Makassar pada tahun 2011-2017. Kemudian, subjek melanjutkan SMPN 1 Bumi Raya di Morowali pada tahun 2017-2020, dan subjek menempuh pendidikan SMAN 8 Makassar pada tahun 2020-2023. Pada tingkat perguruan tinggi, subjek menempuh pendidikan di Universitas Hasanuddin Makassar, jurusan kehutanan, dan masuk pada tahun 2023. Subjek belum memiliki pekerjaan, subjek pernah terlibat dalam kasus hukum pelanggaran
lalu lintas, karen subjek tidak memiliki SIM dan saat sudah bebas tanpa syarat. Subjek memiliki hobi yaitu bermain game hampir tiap hari.
Dalam riwayat kesehatan keluarga, ayah subjek meninggal akibat penyakit jantung pada tahun 2023. Subjek mengalami perubahan tidur, makan, mood, berat badan, dan stress. Penyebab dari perubahan tersebut terjadi karena faktor tekanan tugas yang berlebihan. Subjek melaporkan beberapa gejala yang sering dirasakan seperti agresif, marah, anti sosial, kecemasan, bosan, tidak dapat mengambil keputusan, bingung, mudah teralihkan, pikiran mengganggu, pikiran berulang, masalah ingatan, mood swing, mimpi buruk, tidak percaya diri, tidak dicintai, serangan panik, konsentrasi rendah, gelisah, sering sakit, masalah tidur, gemetaran, kurang menarik, khawatir dan tidak berguna. Meski demikian, subjek memiliki teman yang positif di sekitarnya. Selama proses wawancara, subjek menunjukkan perilaku yaitu seperti menggerak-gerakkan tangannya, dan sering kali mengalihkan pandangan ketika berbicara.
B. Kajian Teori
Tekanan akademik merupakan beban psikologis yang dialami oleh siswa atau mahasiswa akibat tuntutan akademik, seperti harapan untuk mencapai prestasi tinggi, banyaknya tugas, serta persaingan dengan teman sebaya.
Beban ini bisa muncul karena berbagai faktor, termasuk tekanan dari keluarga, lingkungan akademik yang kompetitif, serta harapan pribadi yang berlebihan. Siapa punya? Dampak dari tekanan akademik dapat mencakup gangguan kesehatan mental, seperti stres, kecemasan, dan depresi, serta menurunnya kualitas hidup dan kinerja akademik. Mahasiswa yang menghadapi tekanan ini sering merasa tertekan secara emosional dan terjebak dalam siklus kekhawatiran yang memengaruhi produktivitas dan motivasi belajar. Penelitian menunjukkan bahwa tekanan akademik dapat diminimalkan dengan dukungan sosial yang memadai, pengelolaan waktu yang baik, serta intervensi yang berfokus pada kesejahteraan mental, seperti konseling atau kegiatan mindfulness. Dukungan dari teman sebaya,
keluarga, dan institusi pendidikan dapat memberikan rasa aman dan membantu individu mengelola stres dengan lebih efektif (Pascoe, Hetrick,
& Parker, 2020).
Tekanan akademik tidak hanya memengaruhi aspek psikologis tetapi juga dapat berdampak pada kesehatan fisik. Gejala fisik, seperti sakit kepala, gangguan tidur, dan kelelahan, sering kali muncul pada individu yang berada di bawah tekanan akademik yang intens. Penelitian menunjukkan bahwa stres kronis akibat beban akademik dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh, membuat individu lebih rentan terhadap penyakit. Selain itu, stres yang berkepanjangan dapat mengganggu fungsi kognitif, seperti konsentrasi, ingatan, dan kemampuan pengambilan keputusan, yang semakin memperburuk performa akademik mereka (Lederer & Hoban, 2022). Dukungan sosial memainkan peran penting dalam mengurangi dampak tekanan akademik. Mahasiswa yang memiliki hubungan sosial yang positif dan sistem dukungan yang kuat cenderung lebih mampu mengatasi stres dengan baik. Berpartisipasi dalam kegiatan sosial atau komunitas dapat memberikan perasaan keterhubungan dan mengurangi rasa kesepian yang sering menyertai tekanan akademik. Selain itu, mengembangkan keterampilan pengelolaan stres, seperti mindfulness, relaksasi, dan teknik pernapasan, telah terbukti efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan dan meningkatkan kesejahteraan mental (Regehr, Glancy, & Pitts, 2013). Perjelas teorinya dan tambhkan
C. Alasan Pemilihan Subjek
Dalam proses wawancara ini, interviewee adalah seorang yang mengalami masalah psikologis. Oleh karena itu, pemilihan subjek wawancara sesuai dengan tujuan untuk menggali informasi tentang kondisi masalah psikologis. Sebelum memulai wawancara, interviewer telah melakukan pengamatan terhadap peserta dan telah menyepakati dan merencanakan pertemuan wawancara. Hasil dari wawancara ini menyediakan informasi yang relevan mengenai kondisi dan masalah
psikologis yang dihadapi oleh interviewee.
Stewart dan Cash (2014) menyatakan bahwa ada beberapa aspek perlu diperhatikan dalam pemilihan subjek. Aspek tersebut antara lain:
1. Level of information
Wawancara dilakukan dengan dua interviewee, yaitu autoanamnesa dan alloanamnesa. Interviewee autoanamnesa yang dipilih untuk diwawancarai memiliki masalah tekanan akademik. Sementara itu, interviewee alloanamnesa yang dipilih untuk wawancara berperan dalam memvalidasi informasi yang diberikan oleh autoanamnesa.
2. Ability interviewee
Interviewee mampu menceritakan masalah yang dihadapinya, meskipun sedikit sulit untuk terbuka. Untuk mendapatkan wawasan yang lebih mendalam tentang pengalaman interviewee dalam menghadapi masalahnya, interviewer melakukan probing terus menerus. Tujuan dari wawancara ini adalah untuk memahami sejauh mana masalah tersebut memengaruhi kehidupan sehari-hari interviewee, baik dari segi fisik, emosional, maupun perilaku.
3. Avilability interviewee
Interviewee setuju untuk berpartisipasi dalam wawancara dan menandatangani informed consent. Diharapkan, hasil wawancara ini dapat memberikan pemahaman yang mendalam tentang pengalaman dan permasalahan yang dihadapi, guna mengidentifikasi solusi atau pendekatan yang dapat membantu subjek dalam mengelola masalah tersebut
4. ?
BAB II
PROSES WAWANCARA
Form Intake Interview Anak dan Dewasa
Informasi Klien
Nama :
Jenis Kelamin : Tanggal lahir :
Alamat :
Agama :
Anak Ke : …. Dari…Bersaudara
Status :
No HP :
Tujuan Pemeriksaan : Tgl Pemeriksaan : Riwayat Diri
Berikut adalah pertanyaan mengenai riwayat pribadi Anda. Tujuan dari formulir ini adalah untuk mengumpulkan informasi latar belakang awal secara berurutan untuk menghemat waktu di sesi pertama Anda. Jangan ragu untuk melewatkan pertanyaan yang tidak sesuai dengan situasi khusus Anda atau tidak sesuai dengan situasi Anda, silahkan menjawab dengan nyaman. Harap dicatat bahwa semakin banyak informasi yang Anda bagikan, semakin lengkap gambaran yang dimiliki konselor Anda tentang Anda situasi. Anda akan mempunyai kesempatan pada sesi pertama Anda untuk memberikan rincian lebih lanjut dan mengajukan pertanyaan tentang formulir ini.
Apakah Anda pernah mengikuti Konseling/Terapi sebelumnya? Ya/Tidak Jika Ya, dengan Siapa?
Detail (Kapan, Berapa lama, dll):
Apakah Anda saat ini pasien Psikiater? Ya/Tidak Jika Ya, dengan Siapa?
Pernahkah Anda mencoba bunuh diri atau berencana menyakiti diri sendiri? Ya/Tidak Jika Ya, Kapan?
Detail:
Apakah saat ini Anda mempunyai pikiran dan/atau perasaan ingin melukai diri sendiri secara fisik? Ya/Tidak
Jika Ya, Jelaskan!
Apakah Anda pernah atau sedang menjalani perawatan karena penyalahgunnaan zat?
Ya/Tidak
Jika Ya, Jelaskan!
Apakah Anda adalah penyintas salah satu bentuk pelecehan berikut ini?
Emosional/Fisik/Seksual Jika Ya, Jelaskan!
Pernahkah Anda menerima diagnosis formal dari ahli Kesehatan mental?
Jika Ya, Jelaskan!
Apakah ada Riwayat gangguan/masalah mental pada keluarga Anda?
Jika Ya, jelaskan!
Pengobatan
(Harap perhatikan obat-obatan yang sedang Anda konsumsi) Nama Obat Dosis Tanggal Mulai Siapa yang
meresepkan
Tujuan
Apakah ada hal lain yang perlu kami ketahui tentang pengobatan Anda? (Misal resep lain, suplemen, efek samping, dll)
Relasi
(Harap perhatikan anggota keluarga, pasangan, teman, dll)
Nama Hubungan Usia Tinggal
Bersama?
Catatan Ya
Ya Ya
Ya Pendidikan
Nama Sekolah Jurusan Tahun
Masuk Keluar
Harap perhatikan informasi Pendidikan penting lainnya (gelar yang diperoleh, ketidakmampuan belajar, pelatihan khusus, rencana saat ini, dll)
Pekerjaan
Tempat Kerja Posisi Tahun Berapa lama
Hukum
Apakah Anda terlibat dalam kasus hukum (lalu lintas, perdata, pidana)? Ya/Tidak Jika Ya, Jelaskan:
Apakah Anda saat ini dalam masa percobaan atau pembebasan bersyarat? Ya/Tidak) Jika Ya, Jelaskan:
Silahkan bagikan Riwayat hukum penting lainnya saat ini atau di masa lalu yang menurut Anda pneitng untuk diketahui konselor Anda:
Hobi
Silahkan jelaskan hobi apapun yang Anda lakukan
Aktivitas Seberasa sering saat ini Seberapa sering di masa lalu
Kesehatan
Bagaimana Anda menilai Kesehatan Fisik Anda secara keseluruhan saat ini?
Kurang/Sedikit peningkatan/Memadai/ Diatas Rata-rata/Baik
Jelaskan masalah Kesehatan saat ini dan/atau perubahan terkini pada Kesehatan Anda:
Silahkan ceritakan Riwayat masalah medis keluarga
Berikan Ceklis apakah ada perubahan terbaru pada hal berikut
Tidur Aktivitas Fisik
Makan Mood
Perilaku Berat Badan
Level Energi Stress
Apakah Anda Minum Alkohol? Ya/Tidak Jika Ya, Seberapa sering?
Apakah Anda Merokok? Ya/Tidak Jika Ya, Seberapa sering?
Ceklist Gejala
Silahkan ceklis berikut ini yang anda rasakan secara teratur (cukup sering)
Agresif Pikiran
menganggu Impulsif Konsentrasi
rendah Ketergantunga
n Alkohol
Pikiran
berulang Tidak kompeten Pemikiran berulang
Marah Ketergantunga
n obat Inferior Penyesalan ata
masa lalu Anti Sosial Masalah
suasana hati
Kecenduan
Internet Gelisah
Kesemasan Perasaan kosong
Mudah tersinggung
Kecenduan seksual
Menghindar Jahat Penilaian salah Kesulitan seksual Lingkungan
rumah yang buruk
Lelah Kesepian Sering sakit
Bosan Maslaah
Finansial Masalah ingatan Masalah tidur Tidak dapat
mengambil Keputusan
Masalah
perjudian Kesalahpahaman Masalah bicara
Bingung Merasa
bersalah Mood Swing Pikiran menyakiti
diri
Controling Halusinasi Mimpi buruk Gemetaran
Depresi Kebencian Tidak Percaya
Diri Kurang menarik
Pikiran tidak
terorganisir Sakit kepala Tidak dicintai Menarik diri Disorientasi Jantung
berdebar-debar Serangan panik Khawatir Mudah
teralihkan Keputusasaan Phonia Tidak berguna
Silahkan sebutkan kekuatan dan pengaruh positif dalam hidup Anda:
Silahkan jelaskan tujuan kedatangan Anda/Hal-hal yang ingin Anda ubah dalam hidup Anda
A. Pelaksanaan Wawancara
1. Autoanamnesa
a. Lokasi dan Setting: Lokasi wawancara berlangsung di Tamalanrea, dengan suasana tenang, suhu ruangan yang lumayan sejuk, dan pencahayaan yang terang
b. Waktu Pelaksanaan: Senin, 11 November 2024 pada pukul 13.38- 14.17 WITA
c. Kondisi subjek saat wawancara berlangsung: Subjek menggunakan baju kemeja lengan panjang berwarna coklat. Subjek menggunakan celana panjang berwarna hijau tua. Subjek menggunakan jilbab berwarna hitam. Subjek menggunakan kacamata berwarna silver.
Subjek diperkirakan memiliki tinggi sekitar 155cm.
2. Alloanamnesa
a. Lokasi dan Setting: Lokasi wawancara berlangsung di Tamalanrea, dengan suasana tenang, suhu ruangan yang lumayan sejuk, dan pencahayaan yang terang.
b. Waktu Pelaksanaan: Senin, 11 November 2024 pada pukul 15.00-15.17 WITA.
c. Kondisi subjek saat wawancara berlangsung: Subjek menggunakan baju kemeja lengan panjang berwarna biru tua.
Subjek menggunakan celana panjang berwarna hitam. Subjek memiliki rambut panjang berwarna hitam.
B. Struktur dan Pedoman Wawancara 1. Screaning
Opening a. Mengucapkan salam
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, dan Selamat Pagi/Siang/Sore
b. Building Rapport
Bagaimana kabar kakak hari ini?
Sudah makan?
c. Perkenalan interviewer dan interviewee
Perkenalkan nama saya .... merupakan mahasiswa angkatan 2023 Psikologi Universitas Negeri Makassar.
Sebelum ke tahap selanjutnya, silahkan anda memperkenalkan diri terlebih dahulu ( Nama,Tempat &
tanggal lahir, Alamat, Anak, suku, pendidikan terakhir, prestasi, pekerjaa, dan status perkawinan) d. Tujuan Wawancara
Adapun tujuan dari wawancara ini yaitu untuk pengumpulan data atau informasi terkait permasalahan yang anda alami dan sebagai pemenuhan tugas mata kuliah “Metode Wawancara”
e. Waktu yang digunakan
Waktu yang digunakan dalam wawacara ini berlangsung selama 60 menit. Namun, waktu tersebut bisa saja kurang atau lebih dari waktu yang telah ditentukan sebelumnya
f. Kerahasiaan informasi
Semua informasi yang diperoleh dari proses wawancara ini akan dijaga kerahasiaannya dan hanya digunakan untuk kepentingan pemenuhan tugas dalam mata kuliah “Metode wawancara”
g. Pernyataan kesediaan dan izin
perekaman
Sebelum kita mulai, saya ingin memastikan kembali apakah Anda bersedia berpartisipasi dalam wawancara ini?
Saya juga ingin meminta izin untuk merekam percakapan ini, baik dalam bentuk video maupun suara, serta mencatat poin-poin yang Anda sampaikan guna mempermudah analisis hasil wawancara. Apakah Anda setuju?
Anamnesis Latar belakang
keluarga 1. Apa ada anggota keluarga yang tinggal bersama Anda?
2. Bagaimana hubungan Anda dalam anggota keluarga?
3. Bagaimana komunikasi Anda dengan keluarga?
4. Apa ada masalah yang pernah terjadi dalam keluarga Anda?
5. Bagaimana kondisi keluarga Anda? Apakah ada konflik dan
bagaimana cara
menyelesaikannya secara kekeluargaan?
Riwayat Pengasuhan
1. Siapa yang merawat Anda dari kecil?
2. Bagaimana gaya pengasuhan orang tua Anda?
3. Siapa yang paling dekat dengan Anda antara ibu/ayah?
4. Apakah orang tua sering memanjakan Anda?
5. Bagaimana orang tua Anda menunjukkan kasih sayang?
Riwayat Pendidikan
1. Apa mata pelajaran favorit Anda selama Anda bersekolah? Dan mengapa?
2. Bagaimana hubungan Anda dengan lingkungan sekolah?
3. Apa Anda merasa nyaman di lingkungan sekolah? Jika ya/tidak berikan alasannya
4. Apa Anda mengalami kesulitan akademik selama bersekolah?
5. Apa Anda memiliki prestasi selama Anda bersekolah?
Riwayat
Kesehatan Fisik
1. Apakah ada kegiatan olahraga untuk menjaga kesehatan fisik Anda?
2. Bagaimana pola tidur dan kebiasaan makan Anda dalam belakangan ini?
3. Apa Anda memiliki alergi?
4. Apakah ada obat yang rutin Anda konsumsi?
5. Apakah Anda rutin melakukan pemeriksaan kesehatan?
Riwayat Sosial 1. Bagaimana cara Anda berinteraksi dalam lingkungan sosial Anda?
2. Apa Anda merasa nyaman ketika berinteraksi dengan orang asing?
3. Apakah Anda memiliki banyak teman?
4. Bagaimana Anda menangani konflik dalam pertemanan Anda?
5. Apakah Anda pernah merasa kesepian di lingkungan sosial Anda?
Riwayat Pekerjaan Minimal 5 pertanyaan Riwayat
Perkawinan Minimal 5 pertanyaan Riwayat
Perkembangan
Proses kelahiran:
prenatal, partus
1. Apakah ada masalah kehamilan saat ibu mengandung Anda?
2. Bagaimana kondisi kesehatan Anda setelah ibu melahirkan Anda? Dan kondisi kesehatan ibu Anda?
3. Bagaimana proses kelahiran Anda? Apakah Anda melahirkan secara normal atau caesar?
4. Siapa yang menemani ibu Anda selama proses persalinan?
5. Berapa lama Anda mendapatkan
ASI?
Perkembangan fisik
1. Apakah Anda merasa ada
permasalahan dalam
perkembangan fisik Anda?
2. Apakah ada aktivitas fisik yang rutin Anda lakukan?
3. Seberapa sering Anda melakukan aktivitas fisik tersebut?
4. Apakah Anda pernah mengalami cedera fisik?
5. Apakah Anda merasakan berkurangnya kesehatan fisik Anda belakangan ini?
Perkembangan mental
1. Apa kebiasaan yang sering Anda lakukan untuk mengasah pemikiran Anda?
2. Bagaimana cara Anda mengatasi permasalahan yang sulit menurut Anda?
3. Seberapa penting dukungan sosial seperti teman atau keluarga bagi diri Anda ?
4. Bagaimana cara berpikir Anda ketika menghadapi situasi yang membutuhkan keputusan yang sulit?
5. Apa peristiwa hidup yang paling berpengaruh kepada diri Anda?
Perkembangan emosi
1. Apakah Anda pernah merasa tertekan? Dan pada saat situasi seperti apa?
2. Bagaimana Anda mengelola emosi dalam situasi yang penuh tekanan?
3. Bagaimana cara Anda
menenangkan diri Anda saat merasa cemas atau marah?
4. Siapa yang menjadi tempat curhat Anda ketika mengalami masalah emosional?
5. Bagaimana cara Anda
mengespresikan emosi positif seperti rasa senang kepada orang?
6. Bagaimana cara Anda mengespresikan emosi negatif seperti rasa sedih kepada orang?
Perkembangan sosial
1. Bagaimana Anda membangun jaringan sosial di lingkungan Anda?
2. Apakah Anda merasa mudah untuk beradaptasi di lingkungan baru?
3. Bagaimana Anda membangun rasa kepercayaan dengan orang lain dalam hubungan Anda?
4. Apakah Anda dikenal dengan baik di lingkungan Anda?
5. Apakah Anda merasa kemampuan bersosialisasi Anda terus berkembang dengan baik?
Closing Clear house Question
Baik, berdasarkan informasi yang telah anda sampaikan kepada saya, apakah masih ada yang disampaikan atau ditanyakan?
Ucapan terima kasih
Terima kasih atas informasi yang telah anda sampaikan dalam wawancara kali ini, semoga anda selalu diberikan kesehatan dan kelancaran dalam segala urusan.
Salam Penutup
Wassalamualaikum warahmatullahi wabaraktuh.
2. Alloanamnesa
Opening 1. Mengucapkan salam
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, dan selamat pagi/siang/sore/malam
2. Building rapport
Bagaimana perjalanannya kesini? Sudah makan sebelum ke sini?
3. Memperkenalkan diri, dan tujuan mewawancarai
Sebelum itu perkenalkan nama saya Dimas Noor Arasy. Saya sendiri Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar Angkatan 2023 saya di sini sebagai pewawancara Anda. Untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Metode Wawancara.
4. Meminta izin dokumentasi dan durasi wawancara
Saya juga meminta izin untuk dokumentasi video dan rekaman suara. Dan durasi wawancara ini sekitar 30 menit
5. Mempersilakan interviewee memperkenalkan diri
Sebelum itu saya persilakan untuk memperkenalkan diri Anda
Body 1. Sejak kapan Anda mulai berkenalan dengan subjek?
2. Bisa diceritakan hubungan Anda dengan subjek?
3. Seberapa sering Anda bertemu subjek?
4. Apakah subjek memiliki riwayat penyakit atau masalah kesehatan yang Anda ketahui?
5. Apakah pernah ada masalah yang dialami subjek?
Dan menceritakannya kepada Anda?
6. Bagaimana cara subjek berinteraksi dengan orang di sekitarnya?
7. Apa karakter kepribadian subjek? Apakah introvert atau extrovert menurut pandangan Anda?
8. Apakah subjek peduli dengan orang di sekitarnya?
9. Seberapa dekat subjek dengan keluarganya?
Closing 1. Clear House Question
Baiklah berdasarkan informasi yang telah Anda berikan, saya merasa sudah cukup. Apakah ada yang ingin Anda tanyakan?
2. Ucapan Terima kasih
Saya mengucapkan banyak Terima kasih kepada Anda karena sudah membagi informasi yang Anda berikan.
Karena informasi yang Anda berikan sangat berguna buat saya.
3. Salam Penutup
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
BAB III
HASIL WAWANCARA
ANAMNESA A. Identitas Diri
Nama : A
Jenis kelamin : Perempuan
Tempat tanggal lahir : Makassar, 15 April 2005 Anak ke : Dua dari tiga bersaudara Alamat rumah : Jl. Muh Tahir
Nomor telepon : 08218********
Agama : Islam
Suku bangsa : Makassar
Pendidikan terakhir : SMA
Jenjang Lokasi Tahun lulus
TK TK Bungaya 2011
SD SD Inpres Jongaya 2011-2017
SMP SMP Negeri 1 Bumi Raya 2017-2020
SMA SMA Negeri 8 Makassar 2020-2023
Pekerjaan : Mahasiswa
Status perkawinan : -
Jumlah anak : -
Jumlah saudara : 2
No JK Usia Pend/Sekolah
1 Perempuan 21 Lulus SMA
2 Perempuan 15 SMA
Keterangan orang tua : Bisa detail berbentuk kolom
Ayah Ibu
Nama Almarhum M
Usia - 39
Pendidikan terakhir - SMP
Alamat - Jl. Muh Tahir
Pekerjaan - Ibu rumah tangga
B. KELUHAN
Subjek mengeluh kurang tidur dan pola makan tidak teratur. Gejala tersebut muncul sejak banyaknya tugas dan deadline yang berdekatan. Subjek merasa kewalahan dan mempengaruhi kesehariannya. Akibatnya, subjek merasa kesehatan fisiknya menurun, dan subjek merasa mudah lelah.
C. RIWAYAT KELUHAN
Gejala kurang tidur dan pola makan yang bermasalah pertama kali muncul ketika tugas terus meningkat. Kegiatan akademik yang padat memaksanya begadang atau bahkan tidak tidur sama sekali, dan bahkan subjek tidak makan.
Gejala tersebut berdampak pada kesehatan fisik dan emosionalnya.
D. ANAMNESIS
1. Latar Belakang Keluarga
Subjek tinggal bersama tante dan sepupu. Hubungan keluarga baik, tetapi komunikasi kurang, terutama karena subjek cenderung tidak banyak berinteraksi dan lebih sering menyendiri di kamar. Masalah keluarga yang terjadi yaitu sengketa tanah antara anggota keluarga, yang menimbulkan
stres dan belum ditemukan solusinya.
2. Riwayat Pengasuhan
Setelah orang tua bercerai saat subjek masih kecil, asuhan lebih banyak diberikan oleh ayah. Ayah berperan seperti ibu, memberikan didikan serta nasihat mengenai hal-hal yang baik dan buruk. Subjek juga sering dimanjakan oleh ayah dengan mudah mendapatkan apa yang diinginkan.
3. Riwayat Pendidikan
Mata pelajaran favorit subjek di SMA adalah kimia, karena cara mengajar gurunya yang mudah dipahami. Hubungan dengan teman dan guru di sekolah baik, dan lingkungan sekolah dirasakan nyaman. Subjek merasa mengalami kesulitan akademik, terutama dalam pelajaran matematika, subjek tidak memiliki prestasi akademik. Subjek merasa lebih senang di lingkungan sekolah daripada di rumah, karena subjek merasa sefrekuensi dengan temannya di sekolah.
4. Riwayat Kesehatan Fisik
Secara keseluruhan, subjek memiliki kesehatan fisik yang baik. Namun, pola tidur dan makan menjadi tidak teratur akibat tekanan tugas. Subjek jarang melakukan olahraga, tetapi sesekali melakukan aktivitas joging.
Subjek tidak memiliki alergi, dan tidak ada riwayat cedera fisik.
5. Riwayat Sosial
Subjek merasa dirinya sebagai introvert, merasa memiliki sedikit teman, dan cenderung takut berinteraksi dengan orang baru. Sebagian besar teman didapat dari perkenalan teman lain. Konflik dalam pertemanan biasanya diselesaikan melalui diskusi. Subjek juga sering merasa kesepian dan memiliki jaringan sosial yang terbatas.
E. RIWAYAT PERKEMBANGAN 1. Proses Kelahiran: Prenatal, Partus
Subjek lahir secara normal tanpa masalah, dengan kondisi ibu sehat dan subjek juga sehat setelah kelahiran. Selama masa bayi, partisipan mendapat ASI hingga lebih dari dua tahun.
2. Perkembangan Fisik
Subjek tidak memiliki masalah fisik yang dilaporkan, dan subjek rutin melakukan kegiatan rumah seperti menyapu, mengepel dan mencuci setiap hari.
3. Perkembangan Mental
Subjek mengasah pemikirannya dengan membaca buku, meskipun subjek membaca tidak sering. Ketika menghadapi masalah yang sulit, subjek cenderung menenangkan diri sebelum mencari solusi.
4. Perkembangan Emosi
Subjek merasa kesulitan mengelola emosi. Saat marah atau cemas, subjek lebih suka mengurung diri sampai emosi mereda. Subjek tidak memiliki orang yang menjadi tempat curhat, dan emosi, baik positif maupun negatif, subjek cenderung memendam emosinya.
5. Perkembangan Sosial
Peristiwa yang sangat mempengaruhi subjek adalah pengalaman di bully saat SMP, yang menyebabkan rasa percaya diri rendah dan kebiasaan berjalan dengan kepala tertunduk. Subjek juga merasa sulit beradaptasi di lingkungan baru, terutama jika lingkungan tersebut tidak mendukung.
Subjek merasa suli percaya kepada orang lain setelah dikhianati oleh temannya sendiri saat SMP.
F. RANCANGAN ASESMEN
Asesmen Sasaran Tujuan
Wawancara Autoanamnesa Tujuan dari asesmen
wawancara dengan sasaran autoanamnesa adalah untuk memperoleh informasi langsung dari individu mengenai kondisi atau permasalahan yang dialaminya, baik terkait fisik, psikologis,
maupun sosial. Proses ini bertujuan untuk menggali pengalaman subjektif, persepsi, serta informasi yang hanya diketahui oleh individu tersebut, yang dapat membantu dalam proses diagnosis atau pemahaman lebih lanjut tentang kondisi kesehatan atau kesejahteraan mereka. Dengan demikian, autoanamnesa memberi wawasan yang mendalam tentang perspektif individu mengenai situasi yang dihadapinya, yang bisa menjadi
dasar penting dalam
perencanaan intervensi.
Alloanamnesa Bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai individu yang bersangkutan dari pihak lain, seperti keluarga, teman, atau profesional yang mengetahui kondisi atau riwayat individu tersebut.
Tujuan utama dari
alloanamnesa adalah untuk mendapatkan data yang mungkin tidak dapat diperoleh langsung dari individu tersebut, terutama jika ada keterbatasan dalam komunikasi atau jika individu tersebut tidak dapat
mengingat atau
menggambarkan
pengalamannya dengan jelas.
Informasi ini dapat membantu
mengonfirmasi atau
memperkaya pemahaman mengenai kondisi individu,
memberikan gambaran objektif yang lebih luas, serta membantu dalam membuat keputusan yang lebih tepat dalam perawatan atau penanganan.
Observasi Autoanamnesa Bertujuan untuk memahami bagaimana subjek merasakan dan menilai kondisinya sendiri, yang bisa mencakup aspek fisik, psikologis, maupun sosial. Informasi yang didapatkan melalui metode ini sangat penting untuk menggali persepsi subjektif individu terhadap masalah yang dihadapinya, serta untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai keluhan atau masalah yang mereka rasakan secara pribadi.
Alloanamnesa bertujuan untuk mendapatkan data yang mungkin tidak disadari atau terlupakan oleh individu itu sendiri, serta memberikan perspektif luar mengenai perilaku, gejala, atau perubahan yang terjadi pada subjek. Alloanamnesa berfungsi untuk menambah wawasan dan melengkapi informasi yang sudah diperoleh melalui autoanamnesa, serta untuk memverifikasi atau melengkapi data yang ada guna memberikan penilaian yang lebih menyeluruh.
G. HASIL WAWANCARA 1) Autoanamnesa
Wawancara autoanamnesa dilakukan dengan subjek, yang saat ini sedang menempuh pendidikan di semester tiga. Selama wawancara, subjek menceritakan berbagai aspek dalam hidupnya, termasuk tentang kesehatan, hubungan keluarga, dan perasaan emosional yang ia rasakan. Subjek menyebutkan bahwa ia belum pernah menjalani terapi atau konseling dan tidak berada dalam pengawasan psikiatri, meskipun sering merasa tertekan dan cemas, terutama karena banyaknya tugas kuliah yang memiliki tenggat waktu berdekatan. Tekanan akademik ini menyebabkan pola tidur dan makan subjek menjadi tidak teratur, hingga membuatnya jatuh sakit karena kurangnya waktu istirahat.
Subjek juga menceritakan bagaimana perubahan suasana hati sering ia alami, terutama saat menghadapi stres akibat beban akademik. Ia mengaku sering merasa kesepian meskipun berada di lingkungan sosial yang ramai dan cenderung memilih mengurung diri saat sedang marah atau cemas.
Subjek jarang berbagi masalah emosional dengan keluarganya, meskipun hubungan mereka cukup baik. Ia merasa bahwa pola asuh yang disiplin membuatnya mandiri, tetapi komunikasi dengan keluarga dirasakannya masih kurang. Subjek berbagi pengalaman buruk saat SMP, di mana ia pernah pindah ke lingkungan baru dan menjadi korban perundungan.
Pengalaman ini membuat subjek merasa takut untuk membangun hubungan sosial baru dan masih memengaruhi kepercayaan dirinya hingga sekarang, termasuk kebiasaannya untuk menunduk saat berjalan.
Dalam hal bersosialisasi, subjek mengaku sering merasa canggung dan khawatir akan penilaian negatif dari orang lain, sehingga kesulitan bergaul dan membangun hubungan sosial yang kuat. Ketika cemas atau marah,
subjek lebih memilih menenangkan diri dengan menyendiri sampai perasaannya membaik. Subjek juga mengaku sulit mengekspresikan emosi positif dan lebih suka memendam semua perasaan, baik senang maupun sedih, untuk menghindari kesalahpahaman atau kesan bahwa ia ingin diperhatikan. Dukungan dari teman dianggap subjek tidak terlalu penting, karena ia merasa lebih mengandalkan kekuatan dari dirinya sendiri. Saat menghadapi masalah, ia cenderung menenangkan diri dulu sebelum mencari solusi, dan baru meminta bantuan orang lain jika benar-benar membutuhkannya. Ketakutan untuk bersosialisasi dan kesulitan membangun rasa percaya pada orang lain menjadi hal yang sangat memengaruhi kehidupan sosial subjek, terutama karena trauma dari pengalaman perundungan di masa lalu.
2) Alloanamnesa
Nama : M
Alamat : Perumahan Puri Pattene Permai
Pekerjaan : Mahasiswa
Hubungan dengan subjek : Teman
Dalam wawancara yang dilakukan, partisipan M menggambarkan awal mula perkenalannya dengan individu A terjadi pada semester pertama melalui kegiatan kerja kelompok yang intensif, sehingga interaksi mereka semakin dekat. M menyebutkan bahwa hubungannya dengan A bukan sekadar teman biasa, tetapi lebih dekat daripada itu. Menceritakan bahwa mereka bertemu hampir setiap hari, M menjelaskan bahwa A terkadang terlihat ceria, suka tertawa, tetapi juga mudah mengalami perubahan suasana hati. A diketahui memiliki riwayat asam lambung, dan dalam kesehariannya, A menunjukkan sikap yang terbuka dalam berbagi cerita, meskipun cenderung hanya kepada orang-orang tertentu. A digambarkan sebagai seseorang yang mungkin tampak introvert, namun bisa berbicara banyak saat sudah merasa nyaman.
Menurut subjek M, subjek A memiliki kepribadian yang suka membantu
dan menunjukkan kepedulian kepada orang-orang di sekitarnya, misalnya, dengan menemani teman pulang. Dari segi latar belakang keluarga, subjek A tinggal bersama saudara dan sepupu, tidak bersama orang tuanya, dan merasa lebih dekat dengan ayah serta saudaranya. Dalam menghadapi tekanan atau stres, subjek A lebih memilih diam dan jarang berbagi masalah kecuali untuk hal-hal yang masih bisa diceritakan kepada teman.
Ketika harus mengambil keputusan penting, subjek A sering meminta pendapat dari orang lain terlebih dahulu. Dalam interaksi sosial, subjek A lebih nyaman jika diajak berbicara lebih dahulu, terutama dengan orang asing, dan meskipun memiliki kecenderungan introvert, subjek A dapat terbuka dalam lingkungan yang mendukung.
Subjek A lebih memilih untuk fokus pada hal-hal positif dalam hidupnya, terutama dalam pendidikan, dan cenderung menghindari aktivitas yang tidak bermanfaat. Menurut subjek M, subjek A memiliki kepercayaan diri yang rendah dan kerap meragukan diri sendiri. Sumber kebahagiaan subjek A berasal dari hal-hal yang tidak memberatkan pikiran atau mengganggu kesehariannya, dan subjek A tampak lebih suka menyeimbangkan antara pencapaian karier dan kehidupan pribadi. Subjek M juga menyebutkan bahwa subjek A memiliki kebiasaan yang sulit diubah, yaitu perubahan suasana hati yang tiba-tiba tanpa alasan jelas.
Secara umum, subjek A tidak merasa sepenuhnya puas dengan hidupnya, karena ada tujuan yang masih belum tercapai, namun tidak ada peristiwa besar yang sejauh ini memengaruhi subjek A secara drastis.
H. METODE ASESMEN a. Wawancara
Wawancara adalah tanya-jawab dengan seseorang untuk mendapatkan keterangan atau pendapatnya tentang suatu hal atau masalah. Wawancara sering dihubungkan dengan pekerjaan jurnalistik untuk keperluan penulisan berita yang disiarkan dalam media massa. Namun wawancara juga dapat dilakukan oleh pihak lain untuk keperluan, misalnya, penelitian atau penerimaan pegawai. Orang yang mewawancarai dinamakan
pewawancara (interviewer) dan orang yang diwawancarai dinamakan pemberi wawancara (interviewee) atau disebut juga responden. Seperti percakapan biasa, wawancara adalah pertukaran informasi, opini, atau pengalaman dari satu orang ke orang lain. Dalam sebuah percakapan, pengendalian terhadap alur diskusi itu bolak-balik beralih dari satu orang ke orang yang lain. Meskipun demikian, jelas bahwa dalam suatu wawancara si pewawancara adalah yang menyebabkan terjadinya diskusi tersebut dan menentukan arah dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan (Arismunandar, 2013).
b. Observasi
Observasi adalah teknik pengamatan yang sistematis yang diikuti dengan teknik pencatatan yang sistematis juga untuk membantu perolehan data yang mendasari pernyataan spesifik dari individu atau kelompok yang tercermin melalui tingkah lakunya sehingga nantinya dapat dimaknakan.
Dalam proses observasi tersebut sebenarnya bukan hanya pengamatan semata. Apa yang kita amati dan perhatikan haruslah sesuatu yang nantinya dapat dimaknakan. Apabila kita gambarkan sebenarnya observasi adalah gabungan antara proses physiological dan psychological, yakni penggabungan fungsi pengamatan secara indrawi/fisik dan pemakanaan dari apa yang diamati melalui peran otak (Fahmi & Kusdiyati, 2022) I. HASIL ASESMEN
Dari wawancara autoanamnesa dan alloanamnesa, diperoleh beberapa poin penting mengenai kondisi psikologis dan keseharian partisipan. Partisipan sering merasa cemas, tertekan, dan mudah putus asa, terutama saat dihadapkan pada situasi yang berat seperti tekanan dari tugas kuliah. Pola tidur dan makan menjadi tidak teratur akibat beban akademik yang berlebihan, dan ini turut memengaruhi kesehatan fisik. Selain itu, partisipan mengaku sering merasa kesepian meskipun berada di lingkungan yang ramai, serta memiliki kebiasaan mengisolasi diri saat emosinya tidak stabil.
Interaksi sosial partisipan menunjukkan kecenderungan introvert. Ia merasa sulit bersosialisasi dengan orang asing dan membangun jaringan sosial baru,
namun cenderung nyaman jika sudah diajak berbicara terlebih dahulu.
Meskipun demikian, hubungan dengan teman terdekat dinilai positif, dan partisipan dapat terbuka kepada beberapa teman tertentu. Dukungan sosial dari teman dianggap membantu, meskipun partisipan lebih mengandalkan dirinya sendiri dalam mengatasi masalah. Keluarga partisipan mengalami konflik terkait tanah, yang menciptakan tekanan tambahan, dan partisipan merasa kurang dekat dengan ibu tetapi lebih dekat dengan keluarga dari pihak ayah.
Dalam wawancara alloanamnesa, teman dekat partisipan menggambarkannya sebagai seseorang yang tampak ceria dan sering tertawa, namun mengalami perubahan mood mendadak. Subjek dianggap introvert, jarang mengungkapkan masalah pribadi, dan cenderung menyelesaikan persoalan dengan bantuan dari teman jika perlu. Meski memiliki rasa kepedulian kepada orang lain, kepercayaan dirinya rendah, dan ia cenderung meragukan kemampuannya sendiri. Ketika menghadapi kegagalan, teman tidak mengetahui secara pasti bagaimana subjek mengatasinya, tetapi mencatat kebiasaan suasana hati yang mudah berubah.
Secara keseluruhan, subjek tampak menghadapi kesulitan dalam mengelola emosi, memiliki pola pikir yang dipengaruhi pengalaman buruk, seperti pernah di bully, dan menunjukkan kecenderungan untuk menghindari konflik. Mood swing dan perasaan tidak nyaman dalam lingkungan sosial masih menjadi tantangan signifikan bagi subjek.
J. KAITKAN HASIL ANAMNESA DENGAN DSM V TR
K. KESIMPULAN
DAFTAR PUSTAKA
Pascoe, M. C., Hetrick, S. E., & Parker, A. G. (2020). The impact of stress on students in secondary school and higher education. International journal of adolescence and youth, 25(1), 104-112.
Lederer, A. M., & Hoban, M. T. (2022). The development of the American College Health Association-National College Health Assessment III: An improved tool to assess and enhance the health and well-being of college students. Journal of American College Health, 70(6), 1606-1610.
Regehr, C., Glancy, D., & Pitts, A. (2013). Interventions to reduce stress in university students: A review and meta-analysis. Journal of affective disorders, 148(1), 1-11.
Arismunandar, S. (2013). Teknik wawancara jurnalistik. Teknik Wawancara Jurnalistik , 10 (1), 1-9.
Fahmi, I., & Kusdiyati, S. (2022). Observasi Psikologi. PT REMAJA ROSDAKARYA
LAMPIRAN
1. Informed consent 2. Transkrip Wawancara 3. Tabel Analisis Data 4. Dokumentasi relevan
5. Dokumentasi (Link video dalam bentuk bit.ly atau sejenisnya dan barcode)
*Wajib upload di youtube link unlisted