• Tidak ada hasil yang ditemukan

BUKU IDENTIFIKASI DAN ASESMEN.pdf

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "BUKU IDENTIFIKASI DAN ASESMEN.pdf"

Copied!
154
0
0

Teks penuh

Dalam rangka menyambut program pemerintah untuk penyelenggaraan pendidikan inklusi, Anda sebagai guru di sekolah umum harus dibekali dengan berbagai pengetahuan tentang ABK. KBA akan mencapai hasil belajar yang optimal di sekolah jika guru mampu mengidentifikasi ciri-ciri KBA sebelum mengembangkan pembelajaran. Latihan Identifikasi adalah tugas mengamati pelaksanaan penilaian di sekolah komprehensif atau SLB tertentu, setelah mengidentifikasi pembaca, mereka mengadakan simulasi konferensi kasus untuk mengikuti latihan identifikasi.

Dengan demikian, setelah mengikuti penelitian ini, Anda akan memperoleh pengetahuan dan keterampilan untuk memberikan layanan identifikasi dan asesmen bagi anak berkebutuhan khusus. Materi pada subbab Buku Dua ini akan memberikan penjelasan kepada Anda untuk mengkaji hakikat pengenalan dan penilaian yang terjadi dalam kegiatan pembelajaran di sekolah dasar inklusi. Praktik identifikasi merupakan tugas mengamati pelaksanaan penilaian di sekolah inklusi atau SLB tertentu.

Identifikasi adalah kegiatan mengenali atau menandai sesuatu, yang diartikan sebagai proses penyaringan atau proses penemuan kasus, yaitu menemukan anak dengan kelainan/masalah, atau proses deteksi dini anak berkebutuhan khusus.

Jelaskan mengapa sebelum asesmen perlu dilakukan kegiatan identifikasi?

Jelaskan mengapa guru harus melakukan identifikasi?

Jelaskan fungsi asesmen dalam merencanakan pendidikan?

Tujuan identifikasi ABK

Tujuan utama penilaian dalam pendidikan adalah untuk memperoleh informasi yang relevan dalam pengambilan keputusan dalam rangka pemilihan sasaran dan tujuan pembelajaran, strategi pembelajaran dan program penempatan yang tepat. Dalam konteks pendidikan inklusi, kegiatan identifikasi ABK dilakukan untuk lima tujuan, yaitu: (1) penyaringan, (2) referensi, (3) klasifikasi, (4) perencanaan pembelajaran dan (5) pemantauan kemajuan pembelajaran. Kegiatan identifikasi masih bersifat sederhana dan tujuannya lebih ditekankan untuk menentukan (secara kasar) apakah seorang anak tergolong anak berkebutuhan khusus atau tidak.

Jadi, identifikasi biasanya dapat dilakukan oleh orang-orang yang dekat (sering kontak/terkait) dengan anak, seperti orang tua, wali, guru dan pihak terkait lainnya. Sedangkan langkah selanjutnya, yang sering disebut asesmen, dan bila perlu dapat dilakukan oleh tenaga profesional, seperti dokter, psikolog, ahli saraf, ahli ortopedi, terapis, dan lain-lain.

Hubungan Identifikasi dengan Asesmen ABK

Hubungan antara identifikasi dan asesmen dapat dijelaskan jika dikaitkan dengan keseluruhan proses kegiatan pendidikan.Berkaitan dengan itu, Lewis dan Doorlag (1987) dalam mendeskripsikan proses pendidikan khusus bagi anak berkebutuhan khusus mengajukan model sebagai berikut. Selanjutnya dapat diberikan program pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan mereka, baik pengobatan medis, terapi maupun pelayanan pendidikan untuk mengembangkan potensi mereka. Masing-masing memiliki ciri dan tanda atau ciri khusus yang dapat digunakan guru untuk mengidentifikasi anak berkebutuhan pendidikan khusus.

Berikut adalah model yang dapat menjelaskan hubungan antara identifikasi dan evaluasi adalah model dari McLoughlin dan Lewis (1981), sebagai berikut. Seorang guru menemukan seorang siswa yang tidak bisa menulis di kelas satu, setelah didekati ternyata siswa tersebut tidak bisa menggerakkan tangannya untuk menulis. Guru melakukan evaluasi awal dengan melakukan tes menulis di papan tulis, ternyata gerakan tangannya sangat kasar, membawanya ke ruang tersendiri untuk berdiskusi dengan guru pembimbing khusus atau guru yang ditugaskan untuk tampil. penilaian.

Setelah menyelesaikan penilaian tertulis, ternyata siswa tersebut mengalami kekakuan pada jari-jarinya, sehingga guru perlu berkonsultasi dengan orang yang lebih profesional untuk menentukan apakah siswa tersebut memiliki kebutuhan pendidikan khusus.

Bagaimana Melakukan Identifikasi

Sasaran Identifikasi

Petugas Identifikasi

Alat identifikasi

Informasi riwayat tumbuh kembang anak adalah informasi tentang keadaan anak sejak dalam kandungan sampai tahun-tahun terakhir sebelum masuk SD/MI. Informasi ini penting karena dengan mengetahui latar belakang perkembangan anak, kita dapat mengetahui sumber penyebab kesulitan belajar. Selain data anak, diperlukan juga data orang tua/wali peserta didik, paling sedikit meliputi informasi identitas orang tua/wali, hubungan orang tua-anak, data sosial ekonomi orang tua, serta tanggungan dan tanggapan orang tua. orang tua/keluarga kepada anak.

Data terkait tanggapan orang tua meliputi persepsi orang tua terhadap anak, kesulitan yang dirasakan orang tua terhadap anak yang bersangkutan, harapan orang tua, dan bantuan yang diharapkan orang tua terhadap anak yang bersangkutan. Informasi tentang gangguan/gangguan anak sangat penting karena beberapa penelitian menunjukkan bahwa anak dengan prestasi akademik rendah cenderung memiliki gangguan/gangguan yang terjadi bersamaan. Karena kelainan pada anak secara langsung maupun tidak langsung dapat menjadi faktor munculnya masalah belajar.

Rangkuman

Soal Formatif 1

Untuk mengenal atau menandai munculnya kelainan atau kesulitan anak apakah anak mengalami kelainan disebut

Identifikasi dan penjaringan B. Pelayanan Asesmen

Identifikasi anak

Identifikasi anak berkebutuhan khusus

  • Proses penjaringan atau proses menemukan anak apakah mempunyai kelainan/masalah, atau proses pendeteksian dini terhadap anak disebut

PPI B. Asesmen

Identifikasi dan asesmen

  • Prosedur merumuskan definisi, menentukan spesifikasi, menentukan prosedur dan menempatkan anak adalah prosedur didalam

Tujuan identifikasi B. Tujuan asesmen

Tujuan program pembelajaran individual D. Tujuan identifikasi dan asesmen

  • Di bawah ini adalah tujuan identifikasi anak berkebutuhan khusus kecuali A. Penjaringan ( sreening )

Pengalihtanganan C. asesmen

Klasifikasi

  • Hubungan antara identifikasi dan asesmen adalah : A. sebagai kegiatan mencari kelemahan dan kekuatan
  • Diantara pernyataan berikut ini, manakah yang paling tepat sebagai definisi asesmen,
  • Berikut ini adalah langkah yang lebih spesifik dalam melaksanakan asesmen anak berkebutuhan khusus di sekolah , kecuali
  • Guru di sekolah dapat menafsirkan atau menentukan jenis layanan yang diperlukan anak berkebutuhan khusus, dengan terlebih dahulu
  • Sasaran identifikasi anak berkebutuhan khusus adalah

Anak yang akan masuk ke Sekolah Dasar/Mdrasah Ibtidaiyah B. Anak yang rajin belajar

Anak yang taat pada peraturan

Anak yang akan dimasukkan sekolah non regular

  • Untuk mengidentifikasi dan menemukenali anak yang memerlukan layanan khusus diperlukan data dengan cara

Informasi perkembangan anak mengenai keadaan anak sejak di dalam kandungan hingga tahun-tahun terakhir

Informasi dari guru dan para therapys

Informasi profil kelainan anak, riwayat perkembangan dan informasi data orang tua

Pengumpulan data yang lengkap

ASESMEN SEBAGAI DASAR PENYUSUNAN PROGRAM PEMBELAJARAN INDIVIDUAL BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS

Bacalah seluruh materi dalam materi belajar mandiri ini dengan cepat dan cermat dan usahakan untuk memahami sepenuhnya materi belajar mandiri ini. Setelah mempelajari dengan seksama setiap bagian dari materi belajar mandiri ini, cobalah untuk mengevaluasi hasil belajar Anda sendiri dengan mengajukan pertanyaan Anda sendiri dan mencoba menjawabnya sendiri. Buatlah kesimpulan dengan kata-katamu sendiri dari semua materi yang telah kamu baca pada materi belajar mandiri ini.

KONSEP DASAR RUANG LINGKUP ASESMEN BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS

TUJUAN

POKOK BAHASAN

INTISARI BACAAN

  • Pengertian Asesmen Anak Berkebutuhan Khusus
  • Tujuan Pelaksanaan Asesmen dalam pendidikan ABK
  • Ruang Lingkup Asesmen Pendidikan ABK

Berdasarkan informasi tersebut, guru akan dapat mengembangkan program pembelajaran yang realistis sesuai dengan realitas objektif. Ini digunakan untuk membuat kurikulum yang dibutuhkan anak-anak dan realistis, secara objektif sesuai dengan kenyataan. Dalam konteks pendidikan, penilaian dimaksudkan untuk memberikan wawasan tentang kemampuan dan kesulitan yang dihadapi seseorang pada saat itu, sebagai bahan untuk menentukan apa yang benar-benar diperlukan dalam pembelajarannya.

Berdasarkan informasi tersebut, seorang guru akan mampu menyusun program pembelajaran yang realistik dan objektif atau sesuai dengan fakta tentang anak. Pada dasarnya tujuan utama diadakannya penilaian adalah untuk memperoleh informasi yang dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam merencanakan suatu program pembelajaran bagi anak yang bersangkutan. Mengingat kemampuan dan kebutuhan mereka berbeda dan perbedaan tersebut sedemikian rupa sehingga perlu dirumuskan tujuan khusus yang disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan tersebut.

Asesmen akademik menilai aspek kemampuan dan keterampilan akademik seperti membaca, menulis dan kemampuan berhitung atau matematis.

LATIHAN

RANGKUMAN

TES FORMATIF

BALIKAN DAN TINDAK LANJUT

PROSEDUR PENGEMBANGAN INSTRUMEN ASESMEN BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS

  • Langkah-langkah penyusunan instrumen asesmen
  • Pengembangan Instrumen Asesmen

Masing-masing sub komponen tersebut dapat dijabarkan lebih lanjut menjadi sub komponen yang lebih kecil yang memuat indikator-indikator yang akan digunakan sebagai dasar untuk membuat unsur-unsur instrumen penilaian. Untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang ruang lingkup bidang yang akan dinilai, penyajian materi dalam bentuk matriks, diagram, tabel atau daftar dapat membantu guru/penilai untuk memahami guna mengembangkan instrumen penilaian yang dimaksud. Setelah guru/penilai menentukan atau memilih komponen yang akan dinilai, langkah selanjutnya adalah menyusun kisi-kisi instrumen penilaian pada komponen yang dipilih/ditentukan dari seluruh komponen di lapangan yang akan dinilai.

Langkah selanjutnya adalah menentukan instrumen evaluasi dari . Untuk keterampilan/subketerampilan tertentu, guru/penilai harus membuat jaringan instrumen yang bertujuan untuk memudahkan dalam mengajukan pertanyaan atau tugas yang harus dikerjakan siswa. Ada beberapa prosedur atau strategi yang dapat dipilih dalam mengembangkan instrumen penilaian, yaitu penilaian formal dan penilaian informal. Karena menyusun instrumen penilaian formal tidaklah mudah, maka untuk menemukan instrumen penilaian formal tersebut juga tidak mudah.

Instrumen asesmen yang tepat digunakan untuk memperoleh informasi tentang masa lalu atau riwayat perkembangan anak.

PROSEDUR PELAKSANAAN ASESMEN BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS

  • Metode dan Teknik Asesmen Anak Berkebutuhan Khusus
  • Prosedur Pelaksanaan Asesmen

Penilaian perilaku dimulai dari level yang paling global hingga level yang paling spesifik. Perilaku global, yaitu penilaian materi kurikulum yang melibatkan perilaku siswa dalam berbagai keterampilan. Sedangkan perilaku khusus mengacu pada penentuan langsung tujuan pengajaran, misalnya: siswa harus mempelajari bunyi vokal pendek.

Sasaran yang baik adalah sasaran yang dapat mengamati perilaku yang terjadi dan menggambarkan kriteria evaluasi yang berhasil. Ada beberapa langkah/prosedur dalam melakukan penilaian, yaitu menentukan ruang lingkup dan urutan keterampilan yang akan diajarkan, memilih perilaku yang akan dinilai, memilih kegiatan penilaian, mengadministrasikan alat penilaian, mencatat kinerja siswa, dan menentukan jangka panjang dan jangka pendek. - Tujuan pengajaran jangka panjang. Dalam prosedur penilaian, penilaian perilaku dimulai dari tingkat yang paling global hingga tingkat yang paling spesifik.

Dalam urutan/langkah-langkah penentuan apa yang akan dipelajari siswa, langkah pemilihan perilaku yang akan dinilai adalah urutannya.

ASESMEN PERKEMBANGAN

  • Penetapan ruang lingkup asesmen keterampilan kognitif dasar
  • Penyusunan Kisi-kisi Instrumen Asesmen Keterampilan kognitif dasar
  • Pengembangan Butir-butir Instrumen Asesmen Keterampilan Kognitif dasar Setelah menyusun kisi-kisi instrumen keterampilan kognitif dasar (seperti contoh di
  • Pelaksanaan dan Analisis Hasil Asesmen Keterampilan Kognitif Dasar
  • Penetapan ruang lingkup asesmen perkembangan bahasa
  • Penyusunan kisi-kisi dan pengembangan butir instrumen asesmen perkembangan bahasa
  • Melaksanakan dan Menganalisis Hasil asesmen Perkembangan Bahasa
  • Penetapan ruang lingkup asesmen perkembangan motorik
  • Penyusunan kisi-kisi dan pengembangan butir instrumen asesmen perkembangan motorik
  • Melaksanakan dan Menganalisis Hasil Asesmen Perkembangan Motorik
  • Penyusunan Kisi-kisi Instrumen Asesmen Perkembangan Persepsi
  • Pengembangan Butir-butir Instrumen Asesmen Perkembangan Persepsi Setelah menyusun kisi-kisi instrumen perkembangan persepsi (seperti contoh di
  • Pelaksanaan dan Menganalisis Hasil Asesmen Perkembangan Persepsi

Melalui kegiatan pembelajaran 2 ini pembaca dikenalkan dengan pengetahuan merancang jaringan dan mengembangkan butir-butir instrumen penilaian perkembangan bahasa. Dengan mempelajari kegiatan pembelajaran 2, diharapkan pembaca dapat membuat jaringan dan mengembangkan poin-poin instrumen penilaian perkembangan bahasa. Melalui kegiatan pembelajaran ini, pembaca dikenalkan dengan pengetahuan merancang jaringan dan mengembangkan poin-poin instrumen penilaian perkembangan motorik.

Dengan mempelajari kegiatan pembelajaran ini, kami berharap pembaca mampu membuat kisi-kisi dan mengembangkan titik-titik alat perkembangan motorik. Setelah ruang lingkup asesmen perkembangan motorik telah ditetapkan, langkah selanjutnya adalah mengembangkan asesmen perkembangan motorik. Kegiatan pembelajaran 4 ini memperkenalkan pembaca untuk membuat kisi-kisi dan mengembangkan poin-poin alat penilaian persepsi perkembangan.

Dengan mempelajari kegiatan pembelajaran 4 diharapkan pembaca dapat berjejaring dan mengembangkan poin-poin instrumen Perceptual Development Assesment. Setelah memahami hal tersebut, langkah selanjutnya adalah menyusun kisi-kisi instrumen penilaian perkembangan persepsi pendengaran baik dalam bentuk tabel maupun daftar. Seperti halnya penyusunan rangkaian instrumen penilaian perkembangan lainnya, pengembangan butir-butir perkembangan perseptual dapat dilakukan dalam bentuk.

Untuk mengembangkan butir-butir alat penilaian perkembangan persepsi, guru/penilai harus membuat kisi-kisi alat penilaian perkembangan persepsi berdasarkan rentang kemampuan/keterampilan perkembangan persepsi.

Tabel  Contoh Pengembangan Butir Instrumen Asesmen   Perkembangan Persepsi Auditoris
Tabel Contoh Pengembangan Butir Instrumen Asesmen Perkembangan Persepsi Auditoris

ASESMEN AKADEMIK

  • Penetapan Ruang Lingkup Asesmen Keterampilan Membaca
  • Penyusunan Kisi-kisi dan Pengembangan butir Instrumen Asesmen Keterampilan Membaca
  • Pelaksanaan dan Menganalisis Hasil Asesmen Keterampilan Membaca
  • Penetapan Ruang Lingkup Asesmen Keterampilan Menulis
  • Penyusunan Kisi-kisi Instrumen Asesmen Keterampilan Menulis
  • Pengembangan Butir-butir Instrumen Asesmen Keterampilan Menulis
  • D. LATIHAN
  • Penetapan Ruang Lingkup Asesmen Keterampilan Matematika
  • Penyusunan Kisi-kisi Instrumen Asesmen Keterampilan Matematika
  • Pengembangan Butir-butir Instrumen Asesmen Keterampilan Matematika
  • Pelaksanaan dan Analisis Hasil Asesmen Keterampilan Matematika

Melalui kegiatan pembelajaran 1 ini, pembaca dikenalkan dengan pengetahuan tentang cara membuat kisi-kisi dan mengembangkan unsur-unsur instrumen penilaian keterampilan membaca. Diharapkan dengan mempelajari Kegiatan Pembelajaran 1, pembaca mampu menyusun kisi-kisi dan mengembangkan poin-poin untuk instrumen asesmen keterampilan membaca. Melalui Kegiatan Pembelajaran 2 ini, pembaca dikenalkan dengan pengetahuan membuat kisi-kisi dan menyusun skor untuk instrumen penilaian keterampilan menulis.

Dengan mempelajari Kegiatan Pembelajaran 2 diharapkan pembaca dapat membuat kisi-kisi dan mengembangkan butir-butir penilaian keterampilan menulis. Berikut contoh kisi-kisi instrumen penilaian keterampilan menulis berdasarkan KTSP PP No. 22 dan 23 tahun 2006. Melalui kegiatan pembelajaran 3 ini, pembaca dikenalkan dengan pengetahuan membuat kisi-kisi dan menyusun skor untuk instrumen penilaian keterampilan matematika. .

Dengan mempelajari kegiatan pembelajaran ini, kami berharap pembaca mampu membuat kisi-kisi dan mengembangkan butir-butir dalam alat penilaian keterampilan matematika. Contoh kisi-kisi instrumen penilaian keterampilan matematika (Kelas 1/Smt 1 SD/MI berdasarkan KTSP PP No. 22 dan 23 Tahun 2006).

Isian Form 1

Identitas Anak

Riwayat Kelahiran

Perkebangan Masa Balita

Perkembangan Fisik

Perkembangan Bahasa

Perkembangan Sosial

Perkembangan Pendidikan

Sosial Ekonomi Orangtua

Gambar

Tabel  Contoh Pengembangan Butir Instrumen Asesmen   Perkembangan Persepsi Auditoris

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil penelitian, maka ada beberapa saran yang dapat dipergunaan sebagai bahan pertimbangan, antara lain: (1) Dalam penggunaan asesmen portofolio dapat

Informasi yang digali dari wawan- cara menjelaskan bahwa kesulitan yang dialami oleh guru dalam menetapkan tujuan pembelajaran antara lain: (1) guru kesulitan dalam

Pedoman ini dimaksudkan untuk memberikan rambu-rambu bagi BAN-PT, asesor dan perguruan tinggi terbuka jarak jauh dalam rangka pelaksanaan seluruh rangkaian kegiatan

Tabel 3 mengenai hasil analisis angket dalam melaksanakan asesmen pada indikator pelaksanaan asesmen kognitif guru sering melakukannya namun guru cukup mengalami

Berdasarkan pendapat para ahli tersebut, pengertian asesmen adalah kegiatan untuk menghimpun informasi yang komprehensif dan akurat pada individu autis yang

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan proses asesmen penanganan pecandu narkotika dan korban penyalahgunaan narkotika pada wilayah hukum resor Tanjungpinang

Asesmen merupakan bagian terpadu dari proses pembelajaran, fasilitasi pembelajaran, dan penyediaan informasi yang holistik, sebagai umpan balik untuk pendidik, peserta didik, dan orang

Pemerintah Pusat Menyiapkan sistem pelaksanaan ABM yang kredibel untuk memperoleh informasi yang valid •Juknis ABM •Instrumen, Pendataan, Aplikasi untuk ABM •Implementasi