• Tidak ada hasil yang ditemukan

Latar Belakang Bahasa Indonesia

N/A
N/A
Kelvin

Academic year: 2024

Membagikan "Latar Belakang Bahasa Indonesia"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

A. Latar Belakang

Bahasa Indonesia menjadi salah satu mata pelajaran yang nilainya rendah pada Ujian Nasional. Berdasarkan berita di media massa, nilai Bahasa Indonesia merupakan nilai terendah pada Ujian Nasional SMA/SMK tahun 2010. Di Kota Surabaya, 110 dari 230 siswa SMA yang gagal UN harus mengulang untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia. Sedangkan untuk SMK, 897 dari 1.297 siswa yang gagal UN harus mengulang untuk Bahasa Indonesia. Pada Ujian Nasional 2012, 25% siswa jurusan bahasa tidak lulus mata pelajaran Bahasa Indonesia, dibandingkan 19% siswa IPS dan 12% siswa IPA. Rendahnya nilai Bahasa Indonesia ini disebabkan beberapa faktor.

Pertama, adanya pandangan dari para siswa bahwa Bahasa Indonesia kalah pamor atau kelas dibandingkan mata pelajaran lain. Akibatnya, minat dan keinginan siswa untuk mempelajari Bahasa Indonesia menurun, yang berdampak pada rendahnya keseriusan mereka dalam belajar. Kedua, rendahnya kemampuan membaca siswa. Menurut survei PIRLS tahun 2011, rata-rata nilai kemampuan membaca anak Indonesia jauh di bawah rata-rata dunia, yaitu 33 dibandingkan 55.

Padahal soal UN Bahasa Indonesia banyak berupa teks bacaan yang menuntut kemampuan membaca dan bernalar siswa. Ketiga, guru Bahasa Indonesia merangkap mengajar bidang lain seperti sastra dan jurnalistik, sehingga pembelajaran Bahasa Indonesia tidak mendalam dan bersifat elemen dasar saja. Keempat, penguasaan guru terhadap Bahasa Indonesia sebagai ilmu pengetahuan masih rendah, sehingga pembelajaran bersifat teoretis belaka.

Salah satu kesulitan siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia adalah memproduksi teks, seperti teks negosiasi. Siswa banyak yang tidak paham bagaimana memulai memproduksi teks negosiasi dengan baik dan benar. Teks negosiasi adalah bentuk interaksi untuk mencapai penyelesaian bersama antarpihak yang berbeda kepentingan. Tujuannya adalah menciptakan kesepakatan yang tidak merugikan salah satu pihak.

(2)

Untuk mengatasi masalah tersebut, model pembelajaran SAVI (Somatic, Auditory, Visualization, Intellectually) dinilai cocok untuk mengajarkan siswa memproduksi teks negosiasi. Model SAVI didasarkan pada teori pembelajaran akselerasi dan teori otak kanan/kiri, yang menyatakan bahwa belajar melibatkan seluruh anggota tubuh. SAVI mendorong belajar secara somatis/gerak tubuh, auditori/pendengaran, visual/penglihatan, dan intelektual. Model ini melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran.

Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah model SAVI dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis teks negosiasi pada pembelajaran Bahasa Indonesia. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan masukan dalam peningkatan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia khususnya dalam keterampilan memproduksi teks. Dengan demikian, pencapaian hasil belajar Bahasa Indonesia siswa, termasuk dalam Ujian Nasional, dapat meningkat.

B. Identifikasi Masalah

Ada banyak alasan mengapa siswa kesulitan menulis teks yang bersifat negosiasi, termasuk penggunaan bahan ajar yang kurang beragam oleh guru. Guru sebenarnya dapat meningkatkan kapasitasnya dalam menghasilkan teks negosiasi dengan memanfaatkan berbagai sumber belajar. Selain itu, tampaknya siswa tidak benar-benar membuat teks negosiasi ketika diminta, yang merupakan faktor lain yang menyebabkan ketidakmampuan mereka menulis teks negosiasi.

C. Batasan Masalah

Dari identifikasi permasalahan di atas terlihat bahwa terdapat banyak permasalahan terkait kemampuan menyusun teks negosiasi. Penulis tidak mungkin menyelidiki setiap permasalahan yang telah teridentifikasi karena banyaknya permasalahan yang ada. Oleh karena itu, ruang lingkup penelitian ini dibatasi pada kemampuan siswa model pembelajaran SAVI (Somatic, Auditory, Visualization, Intellectually) siswa Kelas X SMA Negeri 3 Subang dalam menulis teks negosiasi.

(3)

D. Rumusan Masalah

Berdasarkan batasan masalah di atas maka dapat di uraiakan rumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut:

1. Bagaimana kemampuan menulis teks negosiasi siswa kelas X SMA N 3 Subang sebelum menggunakan model pembelajaran SAVI (Somatic, Auditory, Visualization, Intellectually)?

2. Bagaimana kemampuan menulis teks negosiasi siswa kelas X SMA N 3 Subang setelah model pembelajaran SAVI (Somatic, Auditory, Visualization, Intellectually)?

3. Apakah ada pengaruh penggunaan model pembelajaran SAVI (Somatic, Auditory, Visualization, Intellectually) terhadap kemampuan menulis teks negosiasi siswa kelas X SMA N 3 Subang?

E. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah di atas, penulisa dapat menentukan tujuan penelitian yang akan dicapai. Adapun tujuan penelitian yang ingin dicapai sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui kemampuan menulis teks negosiasi siswa kelas X SMA N 3 Subang sebelum menggunakan model pembelajaran SAVI (Somatic, Auditory, Visualization, Intellectually).

2. Untuk mengetahui kemampuan menulis teks negosiasi siswa kelas X SMA N 3 Subang setelah model pembelajaran SAVI (Somatic, Auditory, Visualization, Intellectually).

3. Untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran SAVI (Somatic, Auditory, Visualization, Intellectually) terhadap kemampuan menulis teks negosiasi siswa kelas X SMA N 3 Subang.

F. Manfaat Penelitian

Berdasarkan tujuan penelitian di ataa, maka peneliti akan menguraikan bebrapa manfaat yang diharapkan dari penelitian ini, sebagai, berikut:

1. Manfaat Teoritis

(4)

Secara teoritis diharapkan penelitian ini dapat memberikan pemahaman dan kesadaran bagi para guru mengenai model pembelajaran inovatif yang dapat memudahkan siswa dalam kegiatan pembelajaran khususnya menerapkan model SAVI untuk menulis teks negosiasi.

2. Manfaat Praltis a. Lembaga

Referensi

Dokumen terkait

Penerapan Pendekatan Savi (Somatic Auditory Visualization Intellectually) Dalam Pembelajaran Ipa Materisifat-Sifat Cahayauntuk Meningkatkan Keterampilan Poses Sains Siswa1.

Berdasarkan analisis hasil dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Somatic Auditory Visualization Intellectually (SAVI) berhasil meningkatkan keterampilan

Berdasarkan analisis hasil dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Somatic Auditory Visualization Intellectually (SAVI) berhasil meningkatkan keterampilan

Hasil dari penelitian yang telah dilakukan secara umum menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Somatic, Auditory, Visualization, Intellectually (SAVI) efektif

Berdasarkan uraian di atas, maka dilakukan penelitian dengan judul: “Penerapan Model Pembelajaran Somatic Auditory Visualization Intellectually (SAVI) Berbasis

Penelitian ini ditunjukan untuk mengetahui pengaruh penerapan model Somatic, Auditory, Visualization, dan Intellectually (SAVI) terhadap peningkatan kemampuan pemecahan

Interpretasi Interpretasi Kesimpulan Ada perbedaan model pembelajaran SAVI ( Somatic, Auditory, Visualization, and Intellectually ) dan pembelajaran konvensional

Untuk hipotesis kerja skor rata-rata posttest siswa setelah diajar dengan model pembelajaran Somatic Auditory Visualization Intellectually SAVI lebih tinggi dari pada model Visual