PUSKESMAS SALIMBATU
Menjaga
Kesehatan bagi Ibu Hamil
Penderita Diabetes
Mungkinkah Ibu Hamil Dengan Diabetes Melakukan
Persalinan Normal?
Tentu saja bisa. Jika kadar gula darah normal dan tidak ada komplikasi yang terjadi, baik pada ibu maupun janin, persalinan normal dapat dilakukan dengan pengawasan dokter.
Pemeriksaan gula darah ibu harus dilakukan lebih sering saat mendekati persalinan dan selama proses persalinan karena dikhawatirkan gula darah belum stabil. Bila terjadi komplikasi saat persalinan, maka dokter akan menyarankan untuk dilakukan operasi Sectio Caesaria
Tips Menjaga Kesehatan bagi Ibu Hamil Penderita
Diabetes
Tatalaksana Diabetes Pada Kehamilan
Semua ibu hamil dengan diabetes pada kehamilan disarankan untuk memeriksakan diri langsung ke dokter
spesialis penyakit dalam untuk mendapatkan tatalaksana dan pengawasan komprehensif sebelum
persalinan
Skrining untuk diabetes gestasional biasanya dilakukan pada usia kehamilan 24 hingga 28 minggu. Skrining dini dianjurkan pada wanita dengan faktor risiko (yaitu, riwayat diabetes gestasional, gangguan metabolisme glukosa yang diketahui, atau obesitas [indeks massa tubuh 30 atau lebih]). Jika hasil skrining awal negatif, skrining harus diulang pada usia kehamilan 24 hingga 28 minggu
Kapan Perlu
Memeriksakan Diri?
Oleh karena itu, ibu hamil dengan diabetes ataupun tidak dengan diabetes harus mendapat asupan karbohidrat yang seimbang dengan
memperbanyak konsumsi sayur- sayuran dan biji-bijian. Lalu, hindari
juga makanan yang banyak mengandung tepung dan sukrosa
atau secara garis besar hindari
“makan yang manis-manis" . Sumber energi yang disarankan kedua adalah
protein, bisa didapat dari susu, daging, ikan, dan lain-lain.
Dengan menjaga gizi seimbang, olah raga ringan selama hamil, ante natal
care yang teratur diyakinkan akan menghindari komplikasi-komplikasi
yang mungkin timbul selama hamil maupun setelah kelahiran.
Last but not least, yang paling penting juga adalah menjalani masa
kehamilan dengan rasa BAHAGIA.
Mari kita bersama-sama ikut berperan menciptakan generasi yang
optimal, kreatif, inovatif, dan kompetitif. Karena untuk menjadi
negara yang HEBAT dan memBANGGAkan, kita harus menciptakan generasi penerus yang
HEBAT dan memBANGGAkan juga
Jln. Datu Iqro RT.005, Desa Salimbatu,
Kec. Tanjung Palas Tengah
DIABETES PADA IBU HAMIL
Ibu hamil dengan diabetes semakin lama semakin meningkat. Di samping itu, Berat Badan Bayi baru lahir lebih dari 3800 gr disebut
"obesitas dini" juga meningkat, di mana ini sangat mempengaruhi kesehatan dan kesejahteraan bayi pada masa pertumbuhan dan saat dewasa.
Faktor risiko yang dapat meyebabkan penyakit diabetes melitus menurut (Perkumpulan Endrokrinologi Indonesia (PERKENI), 2021) yaitu:
Faktor risiko yang dapat dirubah Berat badan berlebih (IMT > 23 Kg/m2 )
Aktivitas fisik kurang
Displidemia (HDL 250 mg/dl) Hipertensi (>140/mg mmHg) Diet yang tidak sehat. Diet tinggi gula dan rendah serat dapat meningkatkan resiko menderita prediabetes/intoleransi glukosa dan DM tipe 2
FAKTOR RESIKO
Faktor risiko yang tidak dapat dirubah Riwayat keluarga dengan diabetes mellitus
Ras dan etnik
Usia Risiko untuk menderita intoleransi glukosa meningkat seiring dengan meningkatnya usia
Faktor lain yang terkait dengan risiko DM tipe 2
Pasien sindrom metabolik yang memiliki riwayat TGT atau GDPT sebelumnya
Pesien yang memiliki riwayat penyakit kardiovaskular, seperti stroke, PJK atau PAD
Temuan penelitian menunjukkan bahwa hiperglikemia ibu secara independen meningkatkan risiko kelahiran prematur, persalinan sesar,
bayi lahir besar untuk usia kehamilan, masuk ke unit perawatan
intensif neonatal, hipoglikemia neonatal, dan hiperbilirubinemia.
Risiko obstetri yang terkait dengan diabetes, seperti hipertensi akibat
kehamilan, makrosomia, kelainan bawaan, dan hipoglikemia neonatal,
telah dilaporkan dalam beberapa penelitian skala besar (Ye, W., dkk.
2022).