Nama : Rizkiana Aryaningrum NIM: 33102100079
1. (bintang) jelaskan dari prinsip maqasyid syariah dalam pelayanan farmasi?
Prinsip Maqashid Syariah
Penerapan dalam Pelayanan Farmasi
Contoh Spesifik
Menjaga Agama Memastikan produk farmasi bebas dari
bahan haram. Memilih obat yang telah bersertifikat halal.
Memberikan informasi tentang status halal produk kepada pasien.
Menyediakan leaflet atau informasi di apotek mengenai obat halal.
Menjaga Jiwa Fokus pada kesehatan dan keselamatan pasien.
Melakukan evaluasi klinis terhadap obat sebelum diresepkan.
Memberikan edukasi tentang penggunaan obat yang benar.
Mengadakan sesi konsultasi untuk menjelaskan cara penggunaan obat.
Menjaga Akal Menghindari obat yang dapat menyebabkan ketergantungan.
Memilih obat dengan profil keamanan yang baik.
Memberikan informasi yang jelas tentang efek samping obat.
Menyediakan leaflet informasi tentang efek samping dan interaksi obat.
Menjaga
Keturunan Mempertimbangkan dampak obat
terhadap kesehatan reproduksi. Menghindari pemberian obat teratogenik kepada wanita hamil.
Memberikan alternatif yang lebih
aman untuk ibu hamil atau menyusui. Menyediakan informasi tentang obat yang aman untuk ibu hamil.
Menjaga Harta Mengelola sumber daya secara efisien untuk menghindari pemborosan.
Menggunakan sistem manajemen persediaan yang baik.
Memastikan harga obat wajar dan terjangkau bagi masyarakat.
Melakukan negosiasi dengan pemasok untuk mendapatkan harga yang
kompetitif.
Sumber :
- Sulistiadi, W. S., & Rahayu, S. R. (2017). Potensi Penerapan Maqashid Syariah Dalam Rumah Sakit Syariah Di Indonesia. Proceeding IAIN Batusangkar, 1(1), 683-690.
prinsip maqasyid syariah
Prinsip maqashid syariah dalam pelayanan farmasi merujuk pada tujuan-tujuan syariah yang harus dipenuhi untuk memastikan bahwa layanan kesehatan, khususnya dalam bidang farmasi, tidak hanya efektif tetapi juga sesuai dengan nilai-nilai Islam. Maqashid syariah secara umum dibagi menjadi tiga kategori utama: daruriyat (kebutuhan mendasar), hajiyat (kebutuhan tambahan), dan tahsiniyat (kebutuhan yang memperindah)
- Sa'adah, H. (2022). Konsep Rumah Sakit Syariah Dalam Transformasi Ekonomi Syariah. I'thisom: Jurnal Ekonomi Syariah, 1(2), 152-175.
2. (nurul) sebutkan tujuan menerapkan standar pelayanan kefarmasian secara syariah?
Sumber :
- Sulistiadi, W. S., & Rahayu, S. R. (2017). Potensi Penerapan Maqashid Syariah Dalam Rumah Sakit Syariah Di Indonesia. Proceeding IAIN Batusangkar, 1(1), 683-690.
- Firdaus, F. A., & Ryandono, M. N. H. (2018). Analisis Preferensi Masyarakat Terhadap Maqasid Syariah Islamiyah Yang Diterapkan Pada Rumah Sakit Islam Di Surabaya. Jurnal Ekonomi Syariah Teori Dan Terapan, 5(3), 169-183.
3. (nerizza) sebutkan penerpana maqasyid syariah saat pemilihan perbekalan farmasi?
Tujuan Maqashid Syariah
Penerapan dalam Pemilihan Perbekalan Farmasi
Contoh Spesifik Penjelasan tambahan
Menjaga Agama
Memastikan semua produk farmasi bebas dari bahan haram.
Memilih obat yang telah bersertifikat halal dari lembaga yang diakui.
Sertifikasi Halal: Penting untuk memastikan bahwa semua obat yang digunakan telah mendapatkan sertifikasi halal dari lembaga yang diakui agar sesuai dengan prinsip syariah.
Mengedukasi tenaga kesehatan dan pasien tentang pentingnya memilih obat yang halal.
Mengadakan seminar atau pelatihan tentang obat halal untuk tenaga medis.
Edukasi: Edukasi bagi tenaga kesehatan dan pasien tentang pentingnya memilih obat yang halal dapat membantu meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang produk yang mereka gunakan.
Menjaga Jiwa
Memilih obat yang efektif dan aman untuk kesehatan pasien.
Melakukan evaluasi klinis terhadap obat sebelum disetujui untuk digunakan.
Evaluasi Klinis: Sebelum suatu obat disetujui untuk digunakan, perlu dilakukan evaluasi klinis yang
menjamin kehalalan produkm
meningkatkan kualitas pelaynan
melindungi kesehatan masyarakat
mendorong etika profesi
meningkatkan kesadaran dan
edukasi mendukung kesejahteraan
umat mengurangi risiko
penyalahgunaan obat meningkatkan
aksesibilitas obat mendorong inovasi dan penelitian
membangun kepercayaan masyarakat
komprehensif untuk
memastikan efektivitas dan keamanannya.
Menjamin ketersediaan obat-obatan esensial yang dibutuhkan untuk perawatan kesehatan.
Mengadakan program pengadaan obat yang menjamin ketersediaan obat esensial.
Ketersediaan Obat Esensial:
Program pengadaan yang baik akan memastikan bahwa obat-obatan yang esensial selalu tersedia di fasilitas kesehatan.
Menjaga Akal
Menghindari penggunaan obat yang dapat
menyebabkan
ketergantungan atau efek samping merugikan.
Memilih obat yang telah teruji secara klinis dan memiliki profil keamanan yang baik.
Profil Keamanan Obat:
Memilih obat dengan profil keamanan yang baik dan menghindari obat yang dapat menyebabkan
ketergantungan sangat penting untuk menjaga kesehatan mental masyarakat.
Menyampaikan informasi obat secara jelas dan transparan kepada pasien.
Menyediakan leaflet informasi atau konsultasi langsung tentang penggunaan obat.
Informasi Obat:
Menyediakan informasi yang jelas dan transparan tentang obat dapat membantu pasien membuat keputusan yang lebih baik mengenai perawatan mereka.
Menjaga Keturunan
Memilih obat yang aman untuk kesehatan reproduksi dan perkembangan anak.
Menghindari penggunaan obat yang mengandung bahan teratogenik.
Obat Aman untuk Ibu Hamil:
Menghindari penggunaan obat yang berpotensi berbahaya bagi ibu hamil dan janin sangat penting untuk menjaga kesehatan generasi mendatang.
Menghindari produk farmasi yang dapat merusak
generasi mendatang.
Melakukan penilaian risiko terhadap obat yang
digunakan oleh wanita hamil atau menyusui.
Penilaian Risiko: Melakukan penilaian risiko pada obat yang digunakan oleh wanita hamil atau menyusui untuk memastikan tidak ada efek negatif pada perkembangan anak.
Menjaga Harta
Mengelola pengadaan perbekalan farmasi secara efisien untuk menghindari pemborosan.
Menggunakan sistem manajemen persediaan yang baik untuk meminimalisir overstocking.
Manajemen Persediaan:
Menggunakan sistem manajemen persediaan yang efisien dapat membantu mengurangi pemborosan dan memastikan bahwa sumber daya digunakan dengan bijaksana.
Memastikan harga obat wajar dan terjangkau bagi masyarakat.
Melakukan negosiasi dengan pemasok untuk mendapatkan harga yang kompetitif.
Negosiasi Harga:
Memastikan harga obat yang wajar dan terjangkau bagi masyarakat akan membantu meningkatkan aksesibilitas layanan kesehatan.
Sumber :
- Rahayu, S., Sulistiadi, W., & Mulyanti, M. (2023). Analisis Kebutuhan Pelayanan Kesehatan Syariah di Rumah Sakit, Jakarta Indonesia. Health Information: Jurnal Penelitian, e1092-e1092.
- Ibrahim, A., Amelia, E., Akbar, N., Kholis, N., Utami, S. A., & Nofrianto. (2021). Pengantar Ekonomi Islam. Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah - Bank Indonesia
4. (dayyana) sebutkan penerapan maqasyid syariah saat perencanaan perbekalan farmasi?
Maqāṣid al-Sharīʿah Penerapan dalam Perencanaan Perbekalan Farmasi
Hifz al-Nafs (Menjaga Jiwa) - Pemilihan obat yang aman dan efektif untuk menjaga kesehatan dan keselamatan jiwa.
- Penyediaan vaksin dan obat pencegahan untuk mengurangi risiko penyakit.
Hifz al-‘Aql (Menjaga Akal) - Penyediaan obat yang tidak merusak akal, seperti menghindari obat adiktif atau psikotropika yang berisiko.
- Edukasi penggunaan obat yang benar kepada masyarakat dan tenaga medis.
Hifz al-Māl (Menjaga Harta) - Pengelolaan obat dengan efisien untuk menghindari pemborosan dan penyalahgunaan.
- Pemilihan obat dengan harga yang wajar sesuai dengan kebutuhan.
- Pengawasan terhadap praktik korupsi dalam distribusi farmasi.
Hifz al-Nasl (Menjaga Keturunan)
- Penyediaan obat-obatan untuk kesehatan reproduksi yang mendukung kesejahteraan keluarga.
- Menghindari obat yang memiliki efek buruk bagi generasi mendatang.
Hifz al-Dīn (Menjaga Agama) - Penyediaan obat yang halal, bebas dari bahan haram (seperti alkohol atau babi).
- Memastikan obat tidak mengganggu ibadah, seperti puasa atau kewajiban agama lainnya.
- Pengawasan kehalalan obat oleh lembaga berwenang (misalnya, MUI di Indonesia).
Keberlanjutan dan Keseimbangan Ekosistem
- Mengelola limbah farmasi secara ramah lingkungan.
- Memastikan obat yang digunakan tidak merusak keseimbangan ekosistem.
- Mengutamakan pengadaan obat yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Sumber :
- Rahayu, S., Sulistiadi, W., & Mulyanti, M. (2023). Analisis Kebutuhan Pelayanan Kesehatan Syariah di Rumah Sakit, Jakarta Indonesia. Health Information: Jurnal Penelitian.
- Sulistiadi, W. S., & Rahayu, S. R. (2017). Potensi Penerapan Maqashid Syariah Dalam Rumah Sakit Syariah Di Indonesia. Proceeding IAIN Batusangkar, 1(1), 683-690.
5. (faizun) sebutkan penerapan maqasyid syariah saat pelayanan resep?
Aspek Maqashid Syariah Penerapan dalam Pelayanan Resep
1. Penjagaan Agama (Hifzh - Memastikan semua obat yang diresepkan adalah halal dan tidak
al-Diin) mengandung bahan terlarang.
- Menyampaikan informasi mengenai kehalalan dan efek samping obat dengan cara yang sesuai dengan nilai-nilai Islam.
- Menyediakan alternatif pengobatan yang halal jika ada obat yang tidak memenuhi syarat.
2. Penjagaan Jiwa (Hifzh al-
Nafs) - Memilih obat yang aman dan efektif untuk menjaga kesehatan pasien.
- Memberikan pelayanan kesehatan holistik, termasuk dukungan psikologis dan emosional selama proses pengobatan.
- Menciptakan lingkungan yang nyaman dan aman bagi pasien saat menerima layanan.
3. Penjagaan Akal (Hifzh al-
Aql) - Memberikan edukasi tentang penggunaan obat, dosis, cara konsumsi, dan interaksi dengan obat lain.
- Menyampaikan informasi secara transparan mengenai efek samping dan kontraindikasi obat.
- Mengedukasi pasien tentang pentingnya kepatuhan terhadap pengobatan untuk meningkatkan hasil kesehatan.
4. Penjagaan Keturunan
(Hifzh al-Nasl) - Mempertimbangkan efek obat terhadap kesuburan dan kesehatan reproduksi pasien, terutama bagi mereka yang merencanakan kehamilan.
- Memberikan konseling terkait penggunaan obat selama masa kehamilan atau menyusui untuk memastikan keselamatan ibu dan anak.
5. Penjagaan Harta (Hifzh al-
Maal) - Melakukan pengadaan obat secara efisien untuk menghindari pemborosan sumber daya.
- Memberikan resep berdasarkan kebutuhan medis yang jelas untuk menjaga keuangan rumah sakit dan pasien.
- Menawarkan pilihan generik yang lebih terjangkau tanpa mengorbankan kualitas obat.
6. Pelayanan Pasien - Melayani pasien dengan sikap ramah, sabar, dan penuh perhatian saat memberikan resep dan konseling.
- Mengedepankan komunikasi yang baik untuk memahami kebutuhan dan kekhawatiran pasien.
7. Konseling Obat - Memberikan konseling tentang cara penggunaan obat yang benar, termasuk waktu dan metode konsumsi.
- Menjelaskan potensi interaksi dengan makanan atau obat lain, serta menyarankan perubahan gaya hidup jika diperlukan.
- Mendorong pasien untuk bertanya jika ada hal yang tidak dimengerti terkait pengobatan mereka.
8. Pemberian Obat - Memastikan bahwa proses pemberian obat dilakukan dengan tepat, termasuk verifikasi identitas pasien sebelum memberikan obat.
- Menyediakan informasi tertulis tentang pengobatan sebagai panduan bagi pasien di rumah.
- Memastikan bahwa semua instruksi diberikan dengan jelas agar pasien dapat mengikuti petunjuk dengan baik.
Sumber :
- Rahayu, S., Sulistiadi, W., & Mulyanti, M. (2023). Analisis Kebutuhan Pelayanan Kesehatan Syariah di Rumah Sakit, Jakarta Indonesia. Health Information: Jurnal Penelitian.
- Sulistiadi, W. S., & Rahayu, S. R. (2017). Potensi Penerapan Maqashid Syariah Dalam Rumah Sakit Syariah Di Indonesia. Proceeding IAIN Batusangkar, 1(1), 683-690.
6. (anam) sebutkan penerapan maqasyid syariah saat konseling pasien?
Aspek Maqashid Syariah Penerapan dalam Konseling Pasien
1. Penjagaan Agama (Hifzh - Menyediakan konseling yang menekankan pentingnya keimanan dan
al-Diin) ibadah dalam proses penyembuhan.
- Mengedukasi pasien tentang nilai-nilai agama yang dapat membantu mereka menghadapi penyakit dan kesulitan.
- Memastikan bahwa semua nasihat dan rekomendasi konseling sesuai dengan ajaran Islam.
2. Penjagaan Jiwa (Hifzh al-
Nafs) - Memberikan dukungan emosional dan psikologis kepada pasien untuk meningkatkan kesehatan mental mereka.
- Menggunakan pendekatan yang holistik, mencakup aspek fisik, mental, dan spiritual dalam konseling.
- Membantu pasien mengatasi kecemasan atau stres terkait penyakit melalui teknik relaksasi dan konseling psikologis.
3. Penjagaan Akal (Hifzh al-
Aql) - Memberikan informasi yang jelas dan akurat mengenai kondisi kesehatan pasien dan pilihan pengobatan.
- Mengedukasi pasien tentang pentingnya kepatuhan terhadap pengobatan serta cara-cara menjaga kesehatan secara umum.
- Mendorong pasien untuk berpikir kritis dan membuat keputusan berdasarkan informasi yang diberikan.
4. Penjagaan Keturunan
(Hifzh al-Nasl) - Memberikan konseling terkait kesehatan reproduksi dan pentingnya perawatan prenatal bagi ibu hamil.
- Menyediakan informasi tentang pengaruh obat-obatan terhadap kesehatan generasi mendatang, terutama pada wanita hamil atau menyusui.
5. Penjagaan Harta (Hifzh al- Maal)
- Mendorong penggunaan sumber daya secara efisien dalam perawatan kesehatan untuk menghindari pemborosan.
- Memberikan saran tentang pilihan pengobatan yang terjangkau namun efektif, termasuk penggunaan obat generik jika
memungkinkan.
Sumber :
- Ningrum, Y. D. A., Moeljani, A., & Renianti, D. (2023). Evaluasi Penerapan Pelayanan Konseling Berbasis Syariah terhadap Kepuasan Pasien di Puskesmas Srondol
Semarang. Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product, 6(02), 126-132.
- Yunus, M. A., & Harahap, A. A. (2022). Paradigma Maqashid Syariah Dalam Asas Konseling Pranikah Islam. transformasi, 4(1), 45-63.